Anda di halaman 1dari 10

LABORATORIUM KOMUNIKASI DATA

JUDUL : KOMUNIKASI PEER TO PEER

DISUSUN OLEH : Husnu Attamimy Budiana Ramadhan

TEKNIK TELEKOMUNIKASI 5A POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2013

KOMUNIKASI PEER TO PEER


I. TUJUAN 1. Menggunakan hubungan crossover cable untuk menghubungkan 2 komputer 2. Melihat sinyal pada transmit data pada Ethernet cable

II.

PENDAHULUAN

Jaringan peer to peer

P2P merupakan singkatan dari Peer-to-Peer (bahasa Inggris) atau teknologi dari ujung ke ujung pertama kali di luncurkan dan dipopulerkan oleh aplikasi-aplikasi berbagiberkas (file sharing) seperti Napster dan KaZaA. Pada konteks ini teknologi P2P memungkinkan para pengguna untuk berbagi, mencari dan mengunduh berkas. Sistem P2P yang sebenarnya adalah suatu sistem yang tidak hanya menghubungkan ujung satu dengan lainnya, namun ujung-ujung ini saling berhubungan secara dinamis dan berpartisipasi dalam mengarahkan lalulintas komunikasi informasi-, pemrosesan-, dan penugasan pembagian bandwidht yang intensif, dimana bila sistem ini tidak ada, tugas-tugas ini biasanya diemban oleh server pusat. Aplikasi P2P yang sebenarnya memerlukan satuan tim-tim kecil dengan ide cemerlang untuk mengembangkan perangkat lunak dan bisnis-bisnis yang mungkin dilakukan oleh perangkat tersebut dan mungkin saja bisa membuat perusahaan besar yang sudah ada gulung tikar. P2P yang sebenarnya, bila diaplikasikan pada pasar yang sudah matang dan stabil adalah teknologi yang "mengganggu". Ide mengenai konsep ini muncul kira-kira pada akhir dekade 1980-an, ketika jaringan komputer dan tentunya juga komputer telah mulai masuk ke dalam salah satu barang wajib dalam perusahaan, baik itu perusahaan kecil maupun besar. Tetapi, arsitektur ini berkembang dalam jaringan yang terlalu kecil untuk memiliki sebuah server yang terdedikasi, sehingga setiap komputer klien pun menyediakan layanan untuk berbagi data untuk melakukan kolaborasi antara pengguna. Jaringan peer-to-peer pun mulai banyak digemari ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows for Workgroups, meski sebelumnya sistem operasi MS-DOS (atau IBM

PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (atau PC-NET) juga dapat digunakan untuk tujuan ini. Karakteristik kunci jaringan tersebut adalah dalam jaringan ini tidak terdapat sebuah server pusat yang mengatur klien-klien, karena memang setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Sistem keamanan yang ditawarkan oleh metode ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan metode klien/server dan manajemen terhadapnya pun menjadi relatif lebih rumit. Konsep ini pun kemudian berevolusi pada beberapa tahun terakhir, khususnya ketika jaringan Internet menjadi jaringan yang sangat besar. Hal ini mulai muncul kirakira pada akhir dekade 1990-an, di saat banyak pengguna Internet mengunduh banyak berkas musik mp3 dengan menggunakan metode peer-to-peer dengan menggunakan program Napster yang menuai kritik pedas dari industri musik, seperti halnya Metallica dan banyak lainnya. Napster, pada saat dituntut oleh para pekerja industri musik, dikatakan memiliki anggota lebih dari 20 juta pengguna di seluruh dunia. Selanjutnya beberapa aplikasi juga dibuat dengan menggunakan konsep ini: eDonkey, Kazaa, BitTorrent, dan masih banyak lainnya. Meski banyak aplikasi peer-topeer ini digunakan oleh pengguna rumahan, ternyata sistem ini juga diminati oleh banyak perusahaan juga. Topologi Peer-to-peer Network Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan. Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer kuno, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.

Peralatan Jaringan Ada beberapa peralatan yang digunakan dalam instalasi networking, diantaranya adalah :
1. Kabel UTP

2. Soket RJ-45 3. Hub atau Switch

Switch
4. Tang Crimping

Digunakan untuk memotong

Susunan kabel

Digunakan untuk mengupas

Warna Putih Orange Orange Putih Hijau Biru Putih Biru Hijau Putih Coklat Coklat

Urutan 1 2 3 4 5 6 7 8

Warna Putih Orange Orange Putih Hijau Biru Putih Biru Hijau Putih Coklat Coklat

Susunan kabel straight

Warna Putih Orange Orange Putih Hijau Biru Putih Biru Hijau Putih Coklat Coklat

Urutan 1 2 3 4 5 6 7 8

Warna Putih Hijau Hijau Putih Orange Biru Putih Biru Orange Putih Coklat Coklat

Susunan kabel cross Kabel straight digunakan untuk jaringan yang menggunakan hub / switch, sedangkan kabel cross digunakan untuk jaringan peer to peer atau koneksi langsung antar dua buah device jaringan, misal: komputer to komputer atau hub to hub.

Membuat Cross Cable Dengan menggunakan RJ-45 Crossover Cable, yang konfigurasinya sebagai berikut : End 1 Name TD+ TDRD+ Not Used Not Used RDNot Used Not Used Pin 1 2 3 4 5 6 7 8 Colour White/Green Green White/Orange Blue White/Blue Orange White/Brown Brown

End 2 Name RD+ RDTD+ Not Used Not Used TDNot Used Not Used Pin 1 2 3 4 5 6 7 8 Colour White/Orange Orange White/Green Blue White/Blue Green White/Brown Brown

Ada pinout untuk kabel crossover cable ethernet sebagai berikut : Connector 1 Pin Out 1 2 3 4 5 6 7 8 Connector 2 Pin Out 3 6 1 OPEN OPEN 2 OPEN OPEN

Encoding dan Decoding Semua implementasi standar yang digunakan digital signaling (baseband) pada 10 Mbps. Pada pengirim, data diubah menjadi sinyal digital menggunakan skema Manchester, pada penerima, sinyal yang diterima diinterpretasikan sebagai Manchester dan diterjemahkan menjadi data. III. DIAGRAM RANGKAIAN

IV.

INSTRUMEN dan KOMPONEN 1. 2 PC yang dilengkapi dengan aplikasi Netmeeting/Tonic 2. 1 Kabel CrossOver yang dilengkapi titik pengukuran 3. 1 Osiloskop

V.

LANGKAH KERJA 1. Buatlah hubungan cross over kemudian sediakan terminal ppengukuran, dengan membuat tap pada pin TD+ dan TD2. Instalasi kedua komputer tersebut dengan menggunakan kabel crossover yang telah dibuat. 3. Konfigurasi kedua PC tersebut dengan melengkapi IP address masing-masing komputer seperti gambar berikut

Gambar 1. IP Address Komputer A

Gambar 2 IP Address Komputer B

4. Melakukan Test Ping pada CMD 5. Jalankan Aplikasi Tonic atau net Meeting 6. Lakukan Chatting

VI.

ANALISA Pada percobaan kali ini digunakan sebuah kabel UTP dengan susunan kabel Tipe CrossOver. Kabel disusun dan juga dimasukan kedalam RJ45 lalu kemudia di crimping dengan Tang Crimping. Selanjutnya melakukan Test kabel UTP dengan LAN Tester. Setelah ditest yaitu memasang pada kedua buah komputer, 1 menggunakan sebuah PC dan yang satu lagi menggunakan sebuah Laptop. Lalu melakukan Konfigurasi IP address pada masing-masing komputer. IP address diisi dengan menggunakan IP Class C, dengan perbedaan nomor komputer. Saat semua telah dikonfigurasi, lalu dilakukanlah test dengan command promp atau CMD.

Hasilnya adalah bahwa ada tanda reply pada keempat baris command promp. Setalah itu ditest pada PC yang lainya. Dan juga hasilnya terhubung dengan baik. Selanjutnya pada percobaan kali ini menggunakan software Tonic untuk melakukan chatting antar 2 perangkat yang terhubung. Dan hasilnya bisa melakukan chatting antar perangkat setelah menkofigurasi IP Address pada software tersebut. Selanjutnya yaitu pengujian sinyal dengan menggunakan osiloskop. Pada saat PC A melakukan transfer file ke PC B, terlihat gelombal sinyal yang menunjukan Tx dan Rx. Sinyal tersebut terlihat karena adanya pertukaran informasi antar perangkat.

VII.

KESIMPULAN Koneksi antar dua komputer dapat dilakukan dengan menggunakan CrossOver. pin RX pada komputer 1 akan tersambung dengan pin TX pada komputer 2, begitu pula sebaliknya pin RX pada komputer 2 akan tersambung dengan pin TX pada komputer 1, sehingga komputer dapat berkomunikasi secara langsung. Ping pada komputer juga dapat terjadi karena menggunakan class yang sama dengan nomor komputer yang berbeda, terlihat pada Komputer A dengan IP 192.168.113.1 dan komputer B 192.168.113.2. pada osiloskop terlihat adanya sinyal TX dan RX pada saat pertukaran Informasi antar komputer.