Anda di halaman 1dari 2

Menurut buku Obstetric Operatif yang di tulis oleh bagian Obstetric dan Ginekologi FK UNPAD Bandung, 1981: 138

bahwa sectio caesarea di bagi dalam 4 macam, yaitu: 1) Sectio caesarea clasic atau corporal adalah insisi memanjang pada segmen atau uterus 2) Sectio caesarea transperitonealis profunda adalah insisi pada segmen bawah rahim. Teknik ini sering dilakukan pada : a) Melintang b) Memanjang 3) Sectio caesarea extra peritonealis Rongga peritoneum tidak dibuka. Dulu dilakukan pada pasien dengan infeksi intra uterin yang berat. Sekarang jarang dilakukan. 4) Caesarian section hysterectomy adalah setelah sectio caesarea dikerjakan hysterectomy dengan indikasi : a) Atonia uteri b) Placenta accrete c) Myoma uteri d) Infeksi intra uterinyang berat Beberapa macam teknik operasi sectio caesarea adalah : a. Sectio caesarea abdominalis 1) Sectio caesarea transperitonealis Sectio caesarea klasik atau korporal dengan incisi memanjang pada korpus uteri dan sectio caesarea ismika atau profunda dengan incisi pada segmen bawah rahim. 2) Sectio caesarea ekstraperitonealis Yaitu tanpa membuka peritoneum parietalis, dengan demikian tidak membuka kavum abdominal. b. Sectio caesarea vaginalis Operasi ini biasanya dilakukan tim yang melibatkan spesialis kandungan, spesialis anak, spesialis anestesi, dan bidan. Dalam Operasi Caesar, ada tujuh lapisan yang diiris pisau bedah, yaitu lapisan kulit, lapisan lemak, sarung otot, otot perut, lapisan dalam perut, lapisan luar rahim, dan rahim. Setelah bayi dikeluarkan, lapisan itu kemudian dijahit lagi satu persatu, sehingga jahitannya berlapislapis Anastesi merupakan upaya untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri pada waktu menjalani operasi. Teknik anastesi yang akan dibahas pada kasus sectio caesarea disini yaitu anastesi regional. Pada pembiusan regional, ibu yang menjalani persalinan tetap dalam keadaan sadar sebab yang mati rasa hanyalah saraf-saraf di bagian perut termasuk rahimnya. Pembiusan regional yang digunakan untuk operasi caesarea pada persalinan diantaranya adalah bius epidural, spinal dan kelamin. Jenis pembiusan ini dilakukan dengan memberi obat pemati rasa ke daerah tulang belakang,

mengakibatkan sebatas panggul ke bawah mati rasa, tetapi ibu masih sadar selama proses pembedahan berlangsung (Dini Kasdu, 2003). (1) Insisi pada segmen bawah rahim Insisi transversal ( trans peritoneal profunda ) Insisi vertical ( low vertical incisions ) Insisi yang dilakukan pada segmen bawah rahim, seringkali merupakan operasi yang terpilih, dengan keuntungan : Kehilangan darah sedikit Lebih mudah diperbaiki Jarang menimbulkan ruptur uteri pada kehamilan selanjutnya Tidak menyebabkan perlengketan pada omentum