Anda di halaman 1dari 3

Tugas 1

DEFINISI, RUANG LINGKUP, FUNGSI DAN SEJARAH DIPLOMASI

DISUSUN OLEH INTAN SRI DEWI E S 1001112099

TEORI DIPLOMASI KELAS A

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL UNIVERSITAS RIAU 2012

DEFINISI, RUANG LINGKUP, FUNGSI DAN SEJARAH DIPLOMASI

PENDAHULUAN Para pakar memberi definisi yang berbeda terhadap kata diplomasi. Kita akan mengkaji beberapa definisi yang penting disini, dan kemudian mencoba untuk membuat definisi menurut kita sendiri. DEFINISI DIPLOMASI Salah satu cara yang sering dipraktek untuk mengurangi tekanan konflik adalah Diplomasi. Ivo D. Duchacek berpendapat bahwa diplomasi biasanya didefinisikan sebagai praktek pelaksanaan politik luar negeri suatu Negara dengan cara negosiasi dengan Negara lain. Dengan kata lain, diplomasi adalah kemampuan untuk mempertahankan kepentingan. Didunia politik, diplomasi bukanlah sebuah kata yang asing lagi, mengingat diplomasi sudah seperti bagian yang tak terpisahkan dari politik. Diplomasi memiliki berbagai macam cara dalam praktiknya, yakni negosiasi, perundingan, maupun penggunaan kekuasaan untuk memperoleh kepentingan. Dalam kehidupan sehari-hari pun, diplomasi tidaklah asing dilakukan.Para pakar kemudian meletakkan tekanan pada keterkaitan atara negosiasi dan diplomasi. Melakukan negosiasi tidak mesti berarti bahwa suatu usaha sedang dilakukan oleh dua pihak yang bersengketa untuk mencapai kesepakatan satu sama lain. Meskipun ini menjadi motif utama dari suatu pertemuan yang diatur antara para diplomat dan negarawan. Maksud dari banyak konferensi bilateral maupun internasional, pada bagian lain, adalah untuk memelihara hubungan-hubunagn politik maupun non politik yang akan meningkatklan nilai-nilai kepentingan bersama. Konferensi itu juga memungkinkan untuk diarahkan pada usaha untuk mengurangi polemik politik atau memperoleh kesempatan untuk mempelajari usul-usul pihak lain, apabila mungkin dan untuk menyiapkan dasar-dasar bagi penyelesaian masalah yang menonjol pada saat itu. Negosiasi yang dilaksanakan bagi kasus-kasus yang menonjol mempunyai tujuan diplomatik jangka panjang. Dalam mengkaji defenisi-defenisi yang telah disebut diatas, berapa hal tampak jelas. Pertama, jelas bahwa unsur pokok diplomasi adalah negosiasi. Kedua, negosiasi dilakukan untuk mengedepankan kepentingan negara. Ketiga, tindakan-tindakan diplomatik diambil untuk menjaga dan memajukan kepentingan nasional, dan sejauh mungkin bisa dilaksanakn dengan sarana damai. Oleh karena itu, penmeliharaan perdamaian tanpa merusak kepentingan nasional adalah tujuan utama diplomasi. Tetapi apabila cara damai gagal, untuk menjaga kepentingan nasional, kekuatan boleh digunakan. Merupakan kenyataan umum bahwa terdapat keterkaitan erat antara diplomasi dan perang. Jadi, poin keempat bisa dinyatakan sebagai suatu teknik-teknik diplomasi yang sering dipakai untuk menyiapkan perang dan bukan untuk menghasilkan perdamaian. Kelima, diplomasi dihubungkan dengan tujuan politik luar negeri suatu negara. Keenam, diplomasi modern dihubungkan erat dengan sistem negara. Ketujuh, diplomasi juga tak bisa dipisahkan dari perwakilan negara.

RUANG LINGKUP DIPLOMASI Dengan berubahnya situasi global dengan pola yang dulunya bipolar (Perimbangan Kekuatan) Menjadi satu hegemoni tunggal menyebabkan juga berubahnya Diplomasi dan Ruang Lingkupnya. Seperti sekarang untuk diplomasi tidak saja dilakukan oleh diplomat

disatu negara, tetapi lebih banyak dengan utusan langsung, penggunaan Media massa, dan Media Informasi yang lebih luas. Seperti dapat dilihat dengan media masa bahwa kekuasaan Amerika Serikat dalam melakukan diplomasinya kepada Irak, dengan tekanan di media masa, dan ancaman penyerangan, peletakan senjata dan pasukan dilokasi yang berbatasan langsung dengan Irak, untuk menakut-nakuti Irak dan sebagainya. Dalam hegemoni tunggal pola-pola hubungan diplomasi antar dua negara sedikit berkurang.

FUNGSI DAN SEJARAH DIPLOMASI Salah satu fungsi diplomasi adalah untuk mendamaikan beragamnya kepentingan. Secara umum, salah satu fungsi diplomasi adalah negosiasi. Apabila negosiasi gagal, para diplomat menyalahkan lawannya di hadapan orang lain. Anggota-anggota yang berdaulat dari masyarakat internasional yang ingin mengejar sebuah politik luar negeri yang cerdik selalu membandingkan tujuan mereka sendiri dengan tujuan negara lain dipandang dari sudut kecocokannya. Apabila mereka tidak sejalan, maka ketidakcocokan itu akan dipertimbangkan apakah mendasar dan menimbulkan konsekuensi tertentu untuk seterusnya ditentukan akan dicapai atau tidak. Apabila ternyata tidak dicapai apapun dan tidak mempengaruhi kepentingan suatu negara, negara bisa menolak atau meninggalkannya. Tetapi apabila kepentingan suatu negara tidak sejalan dengan kepentingan negara lain yang bersifat penting dan akan mempengaruhi negara, maka hal itu harus dipertimbangkan bagaimana caranya agar kepentingan nasional itu dapat tercapai. Hal itu berdasarkan sejarah dari berbagai kerajaan di beberapa negara, termasuk juga Indonesia, dimana para raja melakukan perundinganperundingan untuk mencapai beberapa kepentingan melalui raja-raja dari wilayah lain.

KESIMPULAN Diplomasi adalah seni berunding, khususnya tentang perjanjian diantara negaranegara, menggunakan keahlian politik. Disini, yang pertama menekankan kegiatannya, sedangkan yang kedua meletakkan penekanan pada seni berundingnya. Fungsi utama diplomasi adalah melakukan negosiasi, sedangkan ruang lingkup adalah menyelesaikan perbedaan-perbedaan dan menjamin kepentingan-kepentingan Negara.

REFERENSI S. L Roy, Diplomasi, Jakarta, Rajawali Pers, 1991 Holsti, K. J., International Politik "A Framework For Analysis," Prentice Hall, New Jersey, USA, 1967 Watson, Adam, Diplomacy "The Dialogue Between States", Edisi Revisi 2005, Masterebook, Routledge, UK, 2005. http://politik.kompasiana.com/2011/04/14/tinjauan-umum-diplomasi-indonesia/, diunduh 21 September 2012 Pukul 20.30 WIB