Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Internet merupakan fasilitas yang tidak asing lagi bagi masyarakat dimana internet sudah bisa diakses dengan berbagai cara dimanapun dan kapanpun. Semua itu bisa terwujud dikarenakan banyak lembaga-lembaga yang memberikan layanan server seperti Internet Service Provider (ISP), Mail Server, FTP Server, Proxy Server, Web Server dan DNS server dan berbagai server lainnya. Sebuah server dituntut untuk bekerja selama 24 jam untuk melayani pelanggan, namun server tidak akan selalu berjalan dengan mulus. Dimana pada saat tertentu server mengalami gangguan seperti seorang client hendak mengakses mail untuk keperluan penting tetapi tidak bisa dikarenakan server mail mati, oleh karena itu dibutuhkan pengawasan dan perawatan terhadap service yg berjalan pada server oleh seorang administrator jaringan. Administrator bertugas mengelola dan menangani setiap permasalahan yang terjadi pada server dalam waktu 7x24 jam, karena umumnya server bersifat waktu nyata (realtime) khususnya pada lembaga yang mempunyai lalu lintas data yang padat. Namun administrator tidak selalu berada ditempat kerjanya dimana administrator juga mempunyai pekerjaan lain yang harus dikerjakanya. Dengan memperhatikan keterbatasan administrator tersebut maka perlu adanya sebuah

tool yang dapat melakukan monitoring terhadap server secara realtime yang dapat memberikan pemberitahuaan kepada administrator apabila sewaktuwaktu server mengalami masalah. Untuk mengurangi kerugian, permasalahan server harus ditangani dengan cepat walaupun administrator berada jauh dari server, dan remot login adalah salah satu solusinya dimana dengan menggunakan SSH atau Telnet administrator dapat mengontrol dan merawat servis-servis yang ada pada server dari jauh melalui jaringan internet. Namun cara tersebut masih memiliki keterbatasan yaitu tampilan console dan pengguna harus mengerti dan hafal perintah-perintah administrasi server. Seiring dengan perkembangan jaman dan ilmu pengetahuan, teknologi PC sudah mulai ditinggalkan dan beralih pada teknologi Tablet dan Smartphone, dimana smartphone merupakan teknologi canggih yang memiliki kemampuan multitasking dan sudah mirip seperti komputer mini, dimana smartphone sudah menggunakan Prosessor, RAM(Memory), GPU(Graphic Card) dan sudah support terhadap Operating System. Dengan ukurannya yang kecil smartphone dapat digunakan secara fleksible dimanapun dan kapanpun. Dengan memanfaatkan jaringan internet teknologi smartphone dapat digunakan sebagai tool untuk memonitor server dan menjalankan perintah servis yang ada pada server dari jauh, Dan hal inilah yang mendasari penulis untuk membuat suatu SISTEM INFORMASI MONITORING DAN

CONTROLLING LINUX SERVER BERBASIS SMARTPHONE ADNROID guna membantu administrator dalam merawat server secara real time. 1.2. Rumusan Masalah Beradasarakan uraian pada latar belakang diatas, maka perumusan masalah pada penelitian dapat dirumuskan : a. Bagaimanakah cara memonitori keadaan server jaringan secara real time pada sistem operasi Linux. b. Bagaimana cara menerapkan teknologi Smartphone Android untuk

memonitori dan mengontrol server. c. Bagaimana cara membantu Administrator jaringan dalam dalam memonitori server yang dikelolanya. d. Bagaimana menghubungkan remote login SSH dengan smartphone android.

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka maksud dari penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut : a. Menganalisa dan mengimplementasikan teknologi Smartphone Android dalam memonitori server jaringan pada sistem operasi linux. b. Membuat sistem monitoring server jaringan pada sistem operasi linux dengan menggunakan teknologi Smartphone Android.

c. Memonitori

dan

mengontrol

server

linux

menggunakan

teknologi

Smartphone Android.

1.3.2 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : a. Membantu pekerjaan administrator jaringan dalam memonitori server secara rela time. b. Mengimplementasikan teknologi Smartphone Android dalam memonitori dan mengontrol server jaringan yang bersistem operasi linux. c. Menghubungkan remote SSH dengan Smartphone Android. d. Membuat sistem pengontrolan linux server dengan Smartphone Android. 1.4. Batasan Masalah Sesuai dengan latar belakang dan agar penelitian ini lebih terarah dan tetap fokus, maka penulis menyadari perlu adanya pembatasan masalah dalam melakukan penelitian. Adapun batasan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: a. Tidak melakukan service secara fisik seperti menyalakan komputer dari keadaan mati. b. Maintenance server yang diuji berupa mematikan service yang berjalan pada server, diskspace management, refresh server.

c. Sistem hanya berfungsi pada tempat yang mendapatkan dukungan sinyal Internet. d. Sistem bersifat mobile application dan menggunakan OS Android versi 2.2 (Froyo). e. Sistem hanya mengolah satu server yaitu FTP Server. f. Pengujian sistem dilakukan dengan simulasi secara localhost. g. Hanya mendukung smartphone yang bersistem operasi android

1.5. Kegunaan Penelitian Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah disebutkan di atas, maka kegunaan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagi Penulis : a. Menambah wawasan untuk penulis mengenai teknologi jaringan khususnya mengenai monitoring server linux dan cara perawatannya apabila terjadi gangguan. b. Mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diperoleh selama kuliah, yang kemudian di terapkan dalam pengontrolan server linux melaui smartphone Android. c. Mengetahui bagaimana proses sistem pengontrolan server linux berbasis Smartphone Android. d. Mengetahui bagaimana cara menghubungkan remote login SSH dengan smartphone Android.

2. Bagi Ilmu Pengetahuan : a. Sebagai salah satu bagian dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam penanganan server jaringan. b. Sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya sehingga bisa

dikembangkan dengan lebih baik dan mudah.

3. Bagi pengguna : a. Membantu proses monitoring dan pengontrolan server jaringan secara real time. b. Mempercepat respon administrator jaringan apabila ada sebuah gangguan server. c. Dapat mengurangi kerugian baik bagi pihak pengelola maupun pihak pelanggan yang disebabkan oleh gangguan server. 1.6. Kerangka Pemikiran Dalam dunia jaringan komputer baik yang local maupun internasional server merupakan bagian yang sangat penting untuk diperhatikan, dimana server merupakan sebuah sistem komputer yang menyediakan layanan-layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer, server juga merupakan administratif yang mengontrol akses dalam sebuah jaringan itulah mengapa jika sebuah server mengalami gangguan maka komputer client akan mengalami masalah juga, karena itu dalam pengolahan server dibutuhkan seseorang yang ahli serta mempunyai tanggung jawab yang tinggi dalam menjamin sebuah server dapat melayani komputer klien dengan baik yang disebut administrator jaringan. Tugas administrator jaringan adalah memonitori dan merawat server jika terjadi sebuah gangguan, namun administrator tidak mungkin berjaga 24 jam penuh layaknya mesin karena administrator membutuhkan istirahat dan mempunyai pekerjaan lain untuk dikerjakan, oleh karena itu di butuhkan teknologi pengontrolan jarak jauh yang bisa diakses dimana saja secara realtime,

dan salah satu yang menjadi alternatif adalah teknologi smartphone Android, dimana smartphone Android dapat dugunakan untuk monitoring terhadap server secara realtime yang dapat memberikan pemberitahuaan kepada administrator apabila sewaktuwaktu server mengalami masalah.

1.7. Metode Penelitian Dalam melakukan suatu kegiatan penelitian selalu diperlukan suatu cara atau metode dengan maksud agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. 1.7.1. Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah: 1. Studi Pustaka Dalam perancangan sistem ini penulis menggunakan salah satu metode pengumpulan data dengan cara studi pustaka, dimana pada metode ini penulis mengumpulkan data dari buku-buku referensi, literatur atau bahan teori lain yang diperlukan yang berkaitan dengan penyusunan skripsi. Dalam hal ini penulis mencari melalui internet, buku-buku referensi tentang Monitoring and Controlling Linux Server berbasis Smartphone Android . Penulis juga mempelajari : a. Pembuatan Server dengan menggunakan linux Ubuntu 10.04 LTS

b. Mempelajari dan mengumpulkan perangkat lunak dibutuhkan dalam pengembangan sistem. c. Mempelajari cara kerja Smartphone Android dalam Memonitor linux server. d. Mempelajari cara menghubungkan smartphone android dengan remote login SSH. e. Mempelajari bahasa pemrograman Linux dan Android. 2. Pengamatan Pada metode ini penulis melakukan pengamatan pada sistem monitoring yang dapat dilakukan dengan metode yang lain untuk mempelajari lebih dalam cara kerja system, bagaimana prinsip kerja dari monitoring sistem, apa yang dilakukan administrator jaringan, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam memonitori jaringan serta hubungannya dengan pernagkat keras dan lunak yang digunakan. 1.7.2. Model Proses Pengembangan Sistem Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru atau memperbaiki sistem yang telah ada. Adapun dalam kasus ini penulis menggunakan metode rancang bangun, tahapan rancang bangun sistem monitoring dan controlling ini dilakukan dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (Luther, 1994) yang memiliki 6 tahap yaitu concept, analysis system, design, implementation, testing, distribusi. Seperti tertera pada gambar 1.1 yang ada dibawah ini :

10

Concept Distribusi
System Development Life Cycle

Analisis System Design

Testing

Implementati on

Gambar 1.1 Siklus Sistem SDLC (System Development Life Cycle) (Sumber : Nugroho. 2011)

1. Concept Tahap awal pengembangan sistem yang mendefinisikan perkiraan kebutuhan kebutuhan sumber daya seperti perangkat fisik, manusia, metode dan anggaran yang sifatnya masih umum. 2. Analisis System Tahap penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. 3. Design Tahap setelah analisa sistem yang menentukan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kepada para pemakai, serta memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada penulis. 4. Implementasi

11

Pada tahap ini dilakukan implementasi terhadap sistem yang di bangun untuk mewujudkan analisis dan rancangan yang telah dilaksanakan sehingga menjadi aplikasi yang siap di uji. 5. Testing Tahap testing (uji coba) dilakukan setelah selesai tahap pembuatan. Pengujian aplikasi masih bersifat statis (local host) pada tahap ini dilakukan untuk melihat sejauh mana aplikasi yang telah dirancang dan kemudian dibangun berfungsi dengan semestinya, sesuai dengan yang diharapkan. 6. Distribution Setelah uji coba yang mungkin perlu dilakukan beberapa kali, dalam tahap ini dilakukan publikas sistem, menjadi aplikasi yang siap pakai, Sehingga pengguna dapat segera menggunakan sistem tersebut untuk melakukan administrasi server. 1.7.3. Model Dokumentasi Sistem. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model UML (Unified Modeling Language) yang mengadopsi dari model dokumentasi Sistem berorientasi Objek (Object Oriented Analysis, Design). Penjelasan dari model dokumentasi yang digunakan adalah sebagai berikut (Satzinger, et al. 2007 : 243., Widodo dan Herlawati. 2011) : 1. Class Diagram

12

Class diagram merupakan kumpulan kelas-kelas objek dan menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.

13

2. Use Case Diagram Use case diagram digunakan untuk menunjukkan berbagai peran pengguna (user) dan bagaimana peran-peran menggunakan sistem. Tujuan dari sebuah use case diagram adalah untuk mengidentifikasi bagaimana sistem akan digunakan. 3. Activity Diagram Activity diagram merupakan kumpulan dari aksi-aksi dan menggambarkan kegiatan pengguna. 4. Sequence Diagram System sequence diagram menggambarkan urutan interaksi diantara objek pada use case. System sequence diagram digunakan untuk menunjukkan urutan pesan yang terkirim dan diterima oleh suatu objek, dan menekankan pada waktu pengiriman pesan selama kegiatan berlangsung.

1.8. Hipotesis Penulis mengasumsikan jika sistem ini berhasil dibangun proses monitoring akan menjadi lebih fleksible dimana administrator tidak harus terus menerus berjaga di depan server dan tidak harus hafal perintah-perintah administrasi server, karena jika terjadi gangguan pada server maka server akan mengirim informasi kepada administrator jaringan dengan mengirim alert ke smartphone Android dan administrasi server akan jauh lebih mudah karena untuk memberi perintah servis server administrator hanya memilih tombol perintah yang ada di layar Android.

14

1.9. Lokasi dan Waktu Penelitian Penulisan dan penyusunan Skripsi ini dilakukan sejak bulan Mei s/d September 2013 di Tunas Patria Bogor, dengan jadwal penelitian sebagai berikut: Tabel 1.1 Waktu Penelitian Mei No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan 2013 2013 Studi Kepustakaan Penulisan Proposal Pengumpulan Data Pembuatan Sistem/Program Pengujian Sistem Penulisan Laporan Akhir 2013 2013 2013 2013 Jun Jul Agst Sept Okt