Anda di halaman 1dari 2

LATAR BELAKANG Air merupakan kebutuhan pokok semua makhluk hidup baik itu tumbuhan,hewan maupun manusia.

Makhluk hidup membutuhkan air agar tetap hidup. Melalui air, kehidupan di bumi bisa berlangsung dengan baik sehingga untuk terus menjaga kelangsungan hidup di bumi, maka manusia melakukan berbagai cara untuk memanfaatkan air karena pemanfaatan air sangat luas cakupannya. Contohnya pada padi sawah dan padi ladang. Berdasarkan data statistik hasil pertanian padi sawah dan padi ladang di Jawa Tengah tahun 2010 dan 2011 yang kami dapat dari BPS Jawa Tengah, jelas terlihat bahwa produktivitas padi sawah selalu lebih besar daripada produktivitas padi ladang. Namun, seringkali masyarakat kurang mampu untuk memanfaatkan sumber daya air yang melimpah, hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan mengenai bagaimana memanfaatkan air yang disediakan oleh alam secara optimal. Misal saja, untuk irigasi lahan pertanian, para petani seringkali kesulitan untuk mengairi lahan pertaniannya meskipun dekat dengan sumber air yang melimpah. Pada penelitian ini, kami mengambil kasus dimana sumber air tidak dapat dimanfaatkan secara langsung untuk mengairi lahan pertanian. Kasus nyata kami ambil di Rawa Pening sebagai sampel penelitian kami, dimana lahan pertaniannya jauh lebih tinggi di bandingkan dengan sumber air yang justru sangat melimpah. Dengan kondisi yang seperti ini, para petani membutuhkan suatu alat untuk mengairi lahan pertaniannya. Dengan meningkatnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), maka pompa air justru semakin tidak efektif lagi untuk digunakan, karena penggunaan pompa air sangat tergantung dengan bahan bakar. Maka, pada penelitian ini akan dirancang suatu teknologi tepat guna untuk membantu para petani di Rawa Pening untuk mengairi lahan pertaniannya, sehingga didapatkan hasil tani yang maksimal. Dengan demikian, sumber air yang sangat melimpah ruah di Rawa Pening dapat digunakan dengan maksimal oleh para petani di Rawa Pening.