Anda di halaman 1dari 2

The Rationale for Consuming Protein Blends in Sports Nutrition

Protein dianggap sebagai makronutrien yang paling penting bagi manusia karena banyak peran protein di tubuh. Kebutuhan protein telah dibandingkan pada seluruh kelompok masyarakat, termasuk atlet dan individu berolahraga lainnya. Baru-baru ini, campuran pada protein susu yaitu whey protein, kasein dan isolat protein kedelai telah muncul dalam produk komersial nutrisi olahraga, seperti minuman siap-minum dan minuman bubuk. Protein susu dan protein kedelai merupakan sumber protein utama yang digunakan dalam produk nutrisi olahraga. Sedikit data yang mendukung gagasan bahwa kasein, protein whey, atau isolat protein kedelai merupakan sumber protein superior bagi para atlet dan individu aktif lainnya. Protein whey, kasein, dan isolat protein kedelai memiliki kecepatan pencernaan yang berbeda. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan suatu makanan berprotein untuk membentuk massa tubuh tak berlemak (lean body mass) postexercise karena tingkat pencernaan protein merupakan faktor independen dalam mengatur retensi protein. Protein whey disebut sebagai protein cepat karena cepat dicerna dan meningkatkan kadar asam amino plasma. Kasein dianggap sebagai protein lambat karena peningkatan konsentrasi asam amino plasma lebih bertahap dan berkepanjangan. Berdasarkan pencapaian puncak konsentrasi asam amino plasma, data menunjukkan bahwa isolat protein kedelai merupakan protein intermediet dalam hal laju pencernaan . Kenaikan pesat konsentrasi asam amino dalam plasma dengan konsumsi protein cepat akan menstimulasi oksidasi asam amino. Data menunjukkan bahwa strategi pencampuran protein cepat dan lambat juga lebih menambahkan massa otot daripada hanya mengkonsumsi protein cepat. Kombinasi protein cepat whey dan protein lambat kasein lebih anabolik dibandingkan isolat protein kedelai sendiri atau kombinasi protein whey dan asam amino. Penemuan terakhir menunjukkan kombinasi protein dengan berbagai tingkat pencernaan menghasilkan keuntungan yang lebih unggul dalam meningkatkan massa otot dibandingkan dengan sumber protein tunggal atau campuran dari protein dengan tingkat pencernaan yang sama. Berikut merupakan tabel rangkuman tentang protein whey, kasein, dan isolat protein kedelai yang dapat dilihat dari peningkatan lean body mass, leucine, arginine, glutamin, dan aktivitas antioksidan.

Memadukan isolat protein kedelai, kasein, dan protein whey juga menciptakan profil asam amino yang lebih seimbang, khususnya untuk BCAAs (Branched-Chain Amino Acids : leucine, isoleucine, dan valine), glutamin, dan arginin. Hal ini dapat memberikan keuntungan karena profil asam amino yang lebih seimbang menyediakan berbagai manfaat yang lebih luas (misalnya, keseimbangan asam-basa, produksi hormon pertumbuhan, peningkatan aliran darah otot, dan peningkatan imunitas). Formulasi optimal untuk paduan isolat protein kedelai, kasein, dan protein whey harus menyediakan cukup protein untuk merangsang protein otot tanpa menyebabkan tingkat oksidasi asam amino yang tinggi. Rasio yang tepat dari sumber protein untuk mencapai ini belum dilaporkan.

Sumber jurnal: Paul GL (2009). The rationale for consuming protein blends in sports nutrition. Journal of the American College of Nutrition, 28(4) : 464S-472S.