Anda di halaman 1dari 6

REAKSI- REAKSI RADIKAL BEBAS Reaksi reaksi komposit sering terjadi melalui sederetan reaksi yang melibatkan radikal

l bebas. Perbedaan utama antara radikal bebas dan ion dapat digambarkan yaitu dengan membandingkan radikal hydroxyl dengan ion hidroksida. Ikatan oksigen hydrogen dengan molekul air dapat diputus secara homolitik yaitu sebagai berikut :

Dalam proses ini terbentuk dua radikal bebas secara elektrikal adalah bersifat netral yaitu radikal hidroksil dan atom hydrogen. Atom hydrogen terdiri dari satu proton dan satu electron . sedangkan radikalhidroksil terdiri dari Sembilan proton dan Sembilan electron ( 7 elektron valensi dan 2 elektro 1s). Atom hydrogen dannradikal hidroksil kedua duanya kekurangan 1 elektron dari struktur gas mulia. Dengan demikian spesies ini bersifat sangat reaktif. Radikal radikal akan berkombinasi antara yang satu dengan yang lainnya dengan energy aktifasi yang sangat rendah. Demikian juga reaksinya dengan molekul molekul stabil akan berlangsung dengan energy aktifasi yang relative sangat rendah. Sebaliknya dalam ionisasi molekul air, ikatan oksigen hydrogen diputus secara heterolitik, dimana pasangan electron tetap berada pada atom oksigen sebagai berikut :

In hidroksida bermuatan negative memiliki Sembilan proton dan sepuluh electron. Ion ini memiliki struktur elektronik yang sama dengan gas mulia neon, dengan demikian ion ini stabil dan tidak bersifat reaktif. Radikal hidroksil tidak dapat disimpan, sedangkan ion hidroksida tetap akan stabil dalam waktu yang lama. REAKSI REAKSI BERANTAI Ion ion tidak begitu berperan dalam reaksi reaksi fasa gas biasa. Hal ini disebabkan kesulitan dalam pembentukannya, karena tidak adanya pelarut yang bersifat sebagai pengion. Namun demikian ion ion ini akanmemainkan peranan penting dalam reaksi radiolitik, karena dalam reaksi tersebut dilibatkan penggunaaan partikel partikel berenergi tinggi sehingga dapat menghasilkan ion ion. Atom atom dan radikal radikal bebas yang terbentuk dalam fasa gas tersebut akan ikut bereaksi dan akan bertindak sebagai intermediet yang sangat penting. Untuk contoh dapat dilihat pada reaksi antara hydrogen dan bromine dengan persamaan kecepatan reaksi adalah persamaan 2.3 Persamaan kecepatan reaksi tersebut dapat dijelaskan dengan mekanisme sebagai berikut :

Pada reaksi 1 dihasilkan atom bromine dari molekul bromine. Tahap ini disebut sebagai tahap awal atau tahap inisiasi dari proses. Reaksi 2 dan 3disebut tahap propagasi yang memainkan peranan sangat penting dalam reaksi. Atom atom bromine dikonsumsi pada reaksi 2dan kembali timbul atau kembali terbentuk dalam reaksi 3. Sedangkan atom hydrogen timbul dalam reaksi 2 dan dikonsumsi dalam reaksi 3. Disebabkan sifat yang seperti ini maka sejumlah kecil atom Br yang dihasilkan dalam reaksi 1 sudah dapat menyebabkan sejumlah besar reaksi. Hal ini disebabkan setelah pembentukan dua molekul HBr yaitu 1 molekul dihasilkan pada reaksi 2 dan 1 molekul lagi pada reaksi 3, maka atom Br dihasilkan kembali.

Reaksi 4, seperti terlihat dalam persamaan kecepatan 2.3, dimana HBr berada sebagai penyebut. Dalam hal ini HBr akan mereduksi (memperlambat) kecepatan reaksi yaitu dengan bereaksi dengan atom hydrogen. Selanjutnya jika reaksi 1 tidak ada maka sepasang atom bromine yang terbentuk pada reaksi 1 sudah cukup untuk menyebabkan semua H2 dan Br2 habis bereaksi. Namun reaksiterminasi -1 hanyalah berlangsung dalam jumlah yang sangat terbatas. Dengan demikian atom-atom bromine yang terbentuk secara kontinu melalui reaksi 1 akan tetap dapat menjamin keberlangsungan reaksi. Reaksi seperti ini dikenal sebagai rwaksi berantai (reaksi rantai). Salah satu karakter esensial dari reaksi rantai adalah bahwa dalam rwaksi tersebut terdapat deretan tertutup dari tahap- tahap reaksi (lingkaran reaksi). Dalam lingkaran reaksi tersebut komponen intermediet tertentu yang bersifat tidak aktif akan dikonsumsi disatu pihak dan akan dihasilkan kembali pada pihak yang lain(tahap yang lain). Komponen intermediet yang bersifat aktif tersebut dapat berupa atom, radikal bebas atau ion. Disamping itu karakter esensial lainnya dari reaksi tersebut dapat berulang lebih dari satu kali. Persamaan kecepatan reaksi hydrogen bromine, 2.3 dapat dijelaskan sebagai berikut: Kecepatan peningkatan konsentrasi HBr adalah : VHBr = k2 (Br) (H2) + k3 (H) (Br2) k4 (H) (HBr) (2.40)

Sedangkan konsentrasi ion bromine atau atom hydrogen dapat diperoleh dengan menggunakan prinsip steady-state yaitu sebagai berikut: persamaan steady-state untuk atom H adalah :

Sedangkan persamaan steady-state untuk atom Br adalah :

Dalam hal ini kita mempunyai 2 persamaan untuk dua komponen yang tidak diketahui (H) dan (Br). Dengan demikian konsentrasi dua komponen tersebut akan dapat diketahui (yaitu dengan menyelesaikan kedua persamaan tersubut). Konsentrasi (Br) segera akan dapat diperoleh yaitu dengan menjumlahkan persamaan 2.41 dan 2.42 sebagai berikut :

Dengan demikian:

(2.44) Konsentrasi ini adalah konsentrasi atom Br dalam kesetimbangan (konsentrasi kesetimbangan). Ini tidak berarti bahwa atom atom, radikal- radikal babas dalam system reaksi reaksi akan selalu berada pada konsentraasi kesetimbangannya. Bahkan dalam contoh ini atom hydrogen berada pada konsentrasi yang jauh lebih tinggi dari konsentrasi kesetimbangannya. Bila konsentrasi (Br) sesuai persamaan 2.44 dimasukkan kepersamaan 2.41 atau persamaan 2.42 maka akan diperoleh konsnetrasi hydrogen, (H). apabila konsentrasi bromine (Br) dimasukkan kepersamaan 2.41 maka diperoleh :

Dengan demikian :

Jika persamaan 2.40 dikurangi dengan persamaan 2.41 diperoleh:

Dan dengan demikian konsentrasi (H) kedalam persamaan 2.47 diperoleh:

Persamaan ini, persamaan 2.49 adalah mempunyai bentuk yang sama dengan persamaan empiris 2.3, dimana konstanta k adalah sama dengan 2 k2(k1/k-1)1/2 dan konstanta m adalah sama denagn k3/k4. Kita dapat melihat alas an mengapa (HBr)/(Br 2) timbul sebagai denominator dalam persamaan kecepatan yaitu karena HBr menghalangi (memperlambat) reaksi seperti terlihat pada reaksi 4 dan Br2 akan mereduksi hambatan tersebut seperti terlihat dalam reaksi 3.

Sedangkam dalam reaksi 3 dan 4,Br2 dan HBr saling berkompetisi untuk nbereaksi dengan atom hydrogen.

TUGAS KINETIKA DAN KATALISIS REAKSI-REAKSI RADIKAL DAN REAKSI BERANTAI

Oleh : KELOMPOK IV ANGGOTA : 1. MEGA GUSTIANA 0910412073 2. AULIA FADHYLA 0910413079 3. NUR AFDILA 0910413086 4. LIA YOSITA 0910413087

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG 2013