Anda di halaman 1dari 27

BAB III

ANALISA HIDROLOGI

3.1 3.1 KETERSEDIAAN DATA KETERSEDIAAN DATA
3.1.1 3.1.1 DATA HUJAN DATA HUJAN
Data curah hujan yang digunakan untuk analisa hidrologi dan perhitungan potensi
energi diambil dari data hujan harian dari Stasiun Meteorologi BMG Wamena di
Kabupaten Jayawijaya yang tercatat sejak bulan 2001 hingga 2010 sebagai berikut.
Tabel 3. 1 Jumlah Curah Hujan Bulanan Sta. Meteorologi Wamena (2001-2011).
J umlah Curah Hujan (mm)
2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010
J an 134.6 193.9 265.0 199.1 205.3 238.5 - 243.9 191.7 146.0
Feb 209.9 224.3 218.5 244.6 156.0 249.9 - 324.4 320.9 192.2
Mar 335.6 345.8 392.1 0.0 247.9 227.7 - 176.3 318.1 273.9
Apr 287.4 247.1 0.0 168.7 313.1 - - 201.1 270.1 379.1
Mei 230.7 66.3 100.4 146.6 114.7 - - 143.5 160.0 160.7
J un 130.4 137.9 0.0 44.3 132.4 - - 249.4 144.3 41.2
J ul 150.1 58.2 219.9 63.0 146.6 - - 71.8 209.0 29.4
Agst 104.7 83.9 144.1 25.9 274.5 - - 105.3 122.7 141.8
Sep 143.5 54.5 146.2 87.0 274.5 - - 214.8 185.2 74.4
Okt 84.8 44.2 144.1 77.7 286.5 - - 255.0 219.4 150.4
Nov 185.2 159.3 66.9 107.4 279.1 - 181.4 - 187.9 119.4
Des 176.7 153.9 282.3 93.0 215.5 - 230.2 - 175.1 177.1
Total 2173.6 1769.3 1979.5 1257.3 2646.1 716.1 411.6 1985.5 2504.4 1885.6
Rata-rata 181.1 147.4 165.0 104.8 220.5 238.7 205.8 198.6 208.7 157.1
Sumber : Stasiun Meteorologi BMG Wamena
Bulan
3.1.2 3.1.2 PETA DAERAH ALIRAN SUNGAI PETA DAERAH ALIRAN SUNGAI
Daerah Aliran Sungai (DAS) secara umum didefinisikan sebagai suatu hamparan
wilayah/kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi (punggung bukit) yang
menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya
melalui anak-anak sungai dan keluar pada sungai utama ke laut atau danau.
Konsep daur hidrologi DAS menjelaskan bahwa air hujan langsung sampai ke
permukaan tanah untuk kemudian terbagi menjadi air larian, evaporasi dan air
infiltrasi, yang kemudian akan mengalir ke sungai sebagai debit aliran.
LAPI-ITB III - 1
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Pada pekerjaan ini, peta yang digunakan untuk sebagai dasar untuk membuat peta
daerah aliran sungai adalah peta yang diperoleh dari Badan Koordinasi Survai dan
Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dengan skala 1:50.000 dan 1:125.000. secara
lengkap peta daerah aliran sungai (DAS) untuk masing-masing lokasi dapat dilihat
pada lampiran.
3.2 3.2 ANALISA HUJAN RENCANA ANALISA HUJAN RENCANA
3.2.1 3.2.1 ANALISA FREKUENSI CURAH HUJAN ANALISA FREKUENSI CURAH HUJAN
Analisis frekuensi curah hujan rencana adalah curah hujan dengan periode ulang
tertentu yang kemudian dipakai untuk perhitungan debit banjir. Metode perhitungan
pendekatan yang lazim digunakan untuk mendapatkan hubungan antara intensintas
hujan, frekuensi, dan waktu curah hujan adalah Metoda Distribusi Normal, Log Normal,
EJ.Gumbell, Pearson III dan atau Log Pearson III. Metoda yang dipakai nantinya harus
ditentukan dengan melihat karakteristik distribusi hujan daerah setempat. Periode
ulang yang akan dihitung pada masing-masing metode adalah untuk periode ulang 2,
5, 10, 25, 50 serta 100 tahun.
1. Metode Distribusi Normal
Fungsi distribusi komulatif (CDF) dari distribusi normal dirumuskan:
dx
x
dx x f x F

1
1
]
1

,
_



2
2
1
exp
2
1
) ( ) (


Dimana:
dar s deviasi
rata rata
tan

( )
+


Z X
x F Z
.
) (
^
1
2. Metode Distribusi Gumbel
Fungsi distribusi komulatif (CDF) dari ditribusi Gumbel dirumuskan:
[ ] ) exp( exp ) ( y x F
Dimana:
LAPI ITB III - 2
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua

5772 . 0
6

x
S
x
y
Untuk x = x
T
maka
1
1
]
1

,
_


T
T
x F
Ln Ln y
(
1
1
]
1

,
_


1 Tr
Tr
Ln Ln y
T
Menurut Gumbel persamaan peramalan dinyatakan sebagai berikut:
S K x x
T T
+

'

1
]
1

,
_

+
1
5772 . 0
6
Tr
Tr
Ln Ln K
T

Dimana:
y
N
= reduced mean
S
N
= reduced standar deviasi
3. Metode Pearson Type III
Parameter yang ada dalam perhitungan stastitik Pearson:
Nilai rata-rata (mean)
Standar deviasi
Koefisien
Garis besar dalam menghitungnya:
X1, X2, X3,.......Xn
Hitung nilai mean:
( )
N
X
X

Hitung standar deviasi: S =


LAPI ITB III - 3
( )
( ) 1
2


N
X X
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Hitung koefisien kemencengan:
( )
( ) ( ) ( )
3
3
* 2 * 1
log log
S N N
X X
C
S

Hitung curah hujan:

T
X

T
K S X * +
4. Metode Distribusi Log Pearson Type III
Fungsi distribusi kumulatif (CDF) dari distribusi Log Pearson dirumuskan:
dx e
a
x
po x f
cx
c
2 /
1 ) (



,
_


Dimana:
2
adalah varian dan (x) adalah fungsi gamma
Parameter-parameter statistik yang diperlukan oleh distribusi log Pearson Tipe III
adalah:
Nilai rata-rata (mean)
Standar deviasi
Koefisien
Garis besar dalam menghitungnya:
Ubah data hujan X1, X2, X3,.......Xn menjadi LogX1, LogX2, LogX3,.......LogXn.
Hitung nilai mean:
( )
N
X
X
log
log

Hitung standar deviasi: Slog =


( )
1
2


N
X Log LogX
Hitung koefisien kemencengan:
( )
( ) ( ) ( )
3
log
3
* 2 * 1 S N N
LogXi LogXi
C
S

Hitung logaritma hujan:

T
X log

T
K S X * log
log
+
5. Metode Log Normal
Fungsi distribusi komulatif (CDF) dari distribusi Log Normal dirumuskan:
LAPI ITB III - 4
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
dx
x
dx x f x F
n
n

1
1
]
1

,
_



2
2
1
exp
2
1
) ( ) (


Dimana:
Lnx y untuk dar s deviasi
Lnx y untuk rata rata
n
n


tan

Dalam perhitungannya sama sedangan distribusi Log Pearson Type III, tetapi dengan
mengambil harga koefisien asimetri C
s
= 0.
Hasil perhitungan frekuensi curah hujan rencana dengan beberapa metode di atas
kemudian dilakukan pengujian kecocokan sebaran dengan metode Smirnov-
Kolmogorov adalah untuk menguji apakah sebaran yang dipilih dalam pembuatan
duration curve cocok dengan sebaran empirisnya. Prosedur dasarnya mencakup
perbandingan antara probabilitas kumulatif lapangan dan distribusi kumulatif teori.
Prinsip dari metode ini yaitu membandingkan probabilitas kumulatif lapangan dengan
distribusi komulatif fungsi yang ditinjau. Data yang ditinjau berukuran N, diatur dengan
urutan semakin meningkat. Dari data yang diatur ini akan membentuk suatu fungsi
frekuensi kumulatif tangga sebagai berikut:
{
{
N
k k
x x
x x x
N
k
x G
x x

'

<
+
1
) (
0
1
1

Dimana:
x
i
= nilai data ke i
k = nomor urut data (1,2,3,4,.......,N)
) (x G = CDF data aktual
G(x) = CDF data teoritis
Selisih maksimum antara ) (x G dan G(x) untuk seluruh rentang x merupakan ukuran
penyimpangan dari model teoritis terhadap data aktual. Selisih maksimum dinyatakan
dalam:
) ( ) ( x G x G D
N

LAPI ITB III - 5
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Secara teoritis, D
N
merupakan suatu variabel acak yang ditribusinya tergantung pada
N. Untuk taraf nyata yang tertentu, pengujian K-S membandingkan selisih
maksimum pengamatan dengan nilai kritis
DN

, yang didefinisikan dengan:

1 ) (
D D N N
P
Jika D
N
yang diamati kurang dari nilai kritis
DN

, maka distribusi dapat diterima pada


taraf yang ditentukan, jika tidak maka distribusi akan ditolak.
Dari hasil perhitungan frekuensi curah hujan dan pengujian kecocokan sebaran maka
untuk parameter desain rencana bangunan utama pada pekerjaan ini diambil curah
hujan rencana berdasarkan Metode Gumbell.
Hasil perhitungan analisa frekuensi curah hujan serta penguji kecocokan sebaran
selengkapnya dapat dilihat pada tabel-tabel di bawah.
Tabel 3. 2 Hasil Uji Kecocokan Sebaran Metode Smirnov-Kolmogorov.
Normal Log Normal Gumbell Pearson I I I Log Pearson I I I
X
prediksi
D X
prediksi
D X
prediksi
D X
prediksi
D X
prediksi
D
1 2001 57.4 68.2 65.3 2.85 63.1 5.12 72.1 3.89 64.4 3.82 64.5 3.67
2 2002 41.9 62.0 61.0 1.01 58.3 3.71 64.0 1.95 60.1 1.89 59.7 2.25
3 2003 39.7 61.7 58.0 3.70 55.5 6.22 58.9 2.79 57.6 4.09 57.1 4.59
4 2004 40.4 57.4 55.3 2.14 53.5 3.91 55.1 2.31 55.8 1.56 55.3 2.09
5 2005 62.0 55.2 52.9 2.34 51.9 3.26 51.9 3.32 54.5 0.74 54.0 1.24
6 2006 68.2 48.0 50.5 2.51 50.7 2.68 49.0 1.01 53.3 5.34 52.9 4.87
7 2007 43.7 43.7 48.1 4.38 49.6 5.91 46.3 2.58 52.4 8.69 52.0 8.28
8 2008 48.0 41.9 45.6 3.67 48.7 6.79 43.6 1.65 51.6 9.67 51.2 9.31
9 2009 55.2 40.4 42.2 1.80 47.9 7.47 40.6 0.18 50.8 10.44 50.5 10.14
10 2010 61.7 39.7 37.9 1.78 47.1 7.44 36.9 2.84 50.2 10.49 50.0 10.25
Absolut Selisih Maksimum 4.38 7.47 3.89 10.49 10.25
Nilai Kritis 5% ditolak 39.60 39.60 39.60 39.60 39.60
Korelasi hasil uji kecocokan Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima
Sumber: Hasil Analisis
Tahun No. X
urut
X
Tabel 3. 3 Hasil Perhitungan Frekuensi Curah Hujan Rencana.
LAPI ITB III - 6
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Kala Ulang Frekuensi Curah Hujan Rencana (mm)
Tr (tahun) Normal Log Normal Gumbell Pearson I I I Log Pearson I I I
2 51.8 51.4 50.4 51.4 50.8
5 60.5 61.0 62.8 60.4 60.2
10 65.1 54.9 71.0 65.3 65.9
25 68.8 70.3 81.3 70.8 72.6
50 73.1 74.3 89.0 74.3 77.3
100 76.0 77.7 96.7 77.6 81.9
Sumber: Hasil Analisis
3.2.2 3.2.2 INTENSITAS CURAH HUJAN RENCANA INTENSITAS CURAH HUJAN RENCANA
Perhitungan intensitas curah hujan rencana dilakukan dengan menggunakan metode
Talbot dengan rumus sebagai berikut:

Dimana:
a,b = konstanta tak berdimensi
t = durasi hujan (menit)
I = intensitas hujan (mm/jam)
Hasil perhitungan intensitas curah hujan kemudian digambar dalam bentuk Intensity
Duration Frequency Curve (IDF Curve) yang menunjukan hubungan antara waktu dan
intensitas hujan yang hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
LAPI ITB III - 7
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
0
50
100
150
200
250
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 170 180 190 200 210 220 230 240 250
Intensitas (mm/jam)
Waktu (menit)
Intensity Duration Frequency Curve (IDF Curve)
Untuk Frekuensi Hujan Rencana Gumbell
Kurva Basis
T =2 tahun
T =5 tahun
T =10 tahun
T =25 tahun
T =50 tahun
T =100 tahun
Gambar 3. 1 Intensity Duration Frequency Curve Stasiun Meteorologi Wamena.
3.3 3.3 ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA
Tujuan analisis debit banjir adalah untuk memperoleh debit puncak yang akan
digunakan sebagai parameter desain rencana bangunan utama berupa bendung atau
embung dan penempatan bangunan pembangkit.
Penentuan debit banjir rencana dengan Metode Nakayasu (Hidrograf Satuan Sintetik
Nakayasu), dipergunakan rumus rational dengan koefisien atau konstanta yang telah
ditetapkan berdasarkan hasil empiris sebagai berikut:
) 3 , 0 ( 6 , 3
3 , 0
T T
R A C
Q
p
o
p
+

Dimana:
Q
p
= debit puncak banjir (m3/dt)
C = koefisien pengaliran
LAPI ITB III - 8
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
R
o
= hujan effektif (mm)
T
p
= tenggang waktu dari permulaan hujan sampai puncak banjir (jam)
T
0,3
= waktu yang diperlukan oleh penurunan debit, dari debit puncak sampai
menjadi 30 % dari debit puncak (jam)
1. Bagian lengkung naik (rising limb) hidrograf satuan mempunyai persamaan:
4 , 2
p
T
t
Qp Qa

,
_

Dimana:
Qa = limpasan sebelum mencapai debit puncak dengan waktut (m
3
/dt)
t = waktu (jam)
2. Bagian lengkung turun (decreasing limb)
Dalam menentukan besarnya debit bagian lengkung turun, dibagi menjadi 3 (tiga)
bagian yang dimulai dari puncak debit dengan perhitungan sebagai berikut:
Bagian atas: Qd > 0,3 Qp
3 , 0
p
T
T t
3 . 0 * Qp Qd

Bagian tengah: 0,3 Qp > Qd >0,3


2
Qp
3 , 0
3 , 0 p
T 5 , 1
T 5 , 0 T t
3 , 0 * Qp Qd
+

Bagian bawah: 0,3


2
Qp > Qd
3 , 0
3 , 0 p
T 2
T 5 , 1 T t
3 . 0 * Qp Qd
+

3. Waktu sampai ke puncak banjir, Tp = tg + 0,8 tr


L < 15 km t
g
= 0,21 L
0,7
L > 15 km tg = 0,4 + 0,058 L
Dimana:
L = panjang alur sungai (km)
tg = waktu konsentrasi (jam)
tr = satuan durasi hujan (jam), besarnya yaitu 0,5 tg sampai tg
4. Parameter alfa/parameter hidrograf ()
LAPI ITB III - 9
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Besarnya parameter hidrograf dipengaruhi oleh kondisi daerah pengaliran yaitu
kondisi topografi dan kelandaian sundai. Dari hasi percobaan di Jepang besarnya
parameter ini dapat ditentukan sebagai berikut:
1. Daerah pengaliran biasa = 2
bagian naik hidrograf yang lambat dan bagian menurun yang cepat = 1,5
bagian naik hidrograf yang cepat dan bagian menurun yang lambat =3
Dari hasil perhitungan debit banjir rencana maka untuk desain rencana bangunan
utama pada pekerjaan ini diambil debit banjir rencana untuk periode ulang 50 tahun.
Resume hasil perhitungan hidrograf banjir untuk masing-masing lokasi potensial dapat
dilihat pada tabel dan gambar-gambar di bawah.
Tabel 3. 4 Hasil Perhitungan Debit Banjir Rencana dengan Metode Nakayasu.
Deskripsi Geya I bele Broges
Kabupaten Tolikara J ayawijaya Mamberamo Tengah Yahukimo
Distrik Karubaga Hubukosi Kobagma Dekai
Luas DAS (km
2
) 9.22 22,08 47.92
Panjang Sungai (km) 3.79 22.41 6.93
Debit Banjir Rencana (m
3
/ dt)
2 Tahun 13.94 13.60 39.63
5 Tahun 17.36 16.94 49.37
10 Tahun 19.63 19.15 55.81
25 Tahun 22.49 21.94 63.95
50 Tahun 24.62 24.01 69.99
100 Tahun 26.73 26.07 75.99
Sumber: Hasil Analisis
LAPI ITB III - 10
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
0.0
5.0
10.0
15.0
20.0
25.0
30.0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Debit (m
3
/det)
Waktu (Jam)
GRAFIK DEBIT BANJIR RENCANA METODE NAKAYASU
SUNGAI GEYA (TOLIKARA)
Q2th
Q5th
Q10th
Q20th
Q25th
Q50th
Q100th
Gambar 3. 2 Hidrograf Debit Banjir Rencana Sungai Geya (Tolikara).
0.0
5.0
10.0
15.0
20.0
25.0
30.0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Debit (m
3
/det)
Waktu (Jam)
GRAFIK DEBIT BANJIR RENCANA METODE NAKAYASU
SUNGAI IBELE (JAYAWIJAYA)
Q2th
Q5th
Q10th
Q20th
Q25th
Q50th
Q100th
Gambar 3. 3 Hidrograf Debit Banjir Rencana Sungai Ibele (Jayawijaya).
LAPI ITB III - 11
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
0.0
10.0
20.0
30.0
40.0
50.0
60.0
70.0
80.0
90.0
100.0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Debit (m
3
/det)
Waktu (Jam)
GRAFIK DEBIT BANJIR RENCANA METODE NAKAYASU
SUNGAI BROGES (MAMBERAMO TENGAH)
Q2th
Q5th
Q10th
Q20th
Q25th
Q50th
Q100th
Gambar 3. 4 Hidrograf Debit Banjir Rencana Sungai Broges (Mamberamo Tengah).
3.4 3.4 ANALISA POTENSI ENERGI ANALISA POTENSI ENERGI
3.4.1 3.4.1 DEBIT ANDALAN DEBIT ANDALAN
LAPI ITB III - 12
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Ketersediaan air merupakan besarnya debit yang ada dan bisa dimanfaatkan untuk
memenuhi kebutuhan. Besarnya ketersediaan air dicerminkan kedalam debit andalan.
Debit andalan ini adalah debit yang harus tersedia (terpenuhi) untuk penyediaan
kebutuhan air yang besarnya dinyatakan dalam ketersediaan air yang melampaui atau
sama dengan suatu nilai yang keberadaannya dikaitkan dengan prosentasi waktu atau
kemungkinan terjadinya. Besarnya debit andalan ini dihitung berdasarkan
ketersediaan air dengan jumlah kebutuhan air. Perhitungan ketersediaan air meliputi
perhitungan evapotranspirasi dan aliran limpasan (run off) yang masuk ke bendung.
Sedangkan kebutuhan air dapat disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan air dimasa
yang akan datang dengan memperhatikan perkembangan jumlah penduduk dan
pembangunan daerah. Perhitungan debit andalan untuk desain bangunan air di
Indonesia umumnya menggunakan beberapa metode, yaitu metode Mock, NRECA dan
Tank Model. Analisis debit dari ketiga metode tersebut direkomendasikan berdasarkan
tingkat empiris, ketepatan hasil dan kemudahan perhitungan. Pada pekerjaan ini,
analisis debit andalan dengan menggunakan data curah hujan dan klimatologi
dilakukan dengan Metode Mock.
Metoda Mock adalah suatu metoda untuk memperkirakan keberadaan air berdasarkan
konsep water balance. Keberadaan air yang dimaksud di sini adalah besarnya debit
suatu daerah aliran sungai. Metoda Mock dikembangkan oleh Dr. F. J. Mock
berdasarkan atas daur hidrologi. Metoda Mock merupakan salah satu dari sekian
banyak metoda yang menjelaskan hubungan rainfall-runoff. Data-data yang
dibutuhkan dalam perhitungan debit dengan Metoda Mock ini adalah data klimatologi,
luas dan penggunaan lahan dari catchment area.
Pada prinsipnya, Metoda Mock memperhitungkan volume air yang masuk, keluar dan
yang disimpan dalam tanah (soil storage ). Volume air yang masuk adalah hujan. Air
yang keluar adalah infiltrasi, perkolasi dan yang dominan adalah akibat
evapotranspirasi. Perhitungan evapotranspirasi menggunakan Metoda Penmann atau
hasil pengamatan. Sementara soil storage adalah volume air yang disimpan dalam
pori-pori tanah, hingga kondisi tanah menjadi jenuh. Secara keseluruhan perhitungan
debit dengan Metoda Mock ini mengacu pada water balance, dimana volume air total
yang ada di bumi adalah tetap, hanya sirkulasi dan distribusinya yang bervariasi.
LAPI ITB III - 13
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Gambar 3. 5 Skema Water Balance.
1. Water Balance
Dalam siklus hidrologi, penjelasan mengenai hubungan antara aliran ke dalam (inflow)
dan aliran keluar (outflow) di suatu daerah untuk suatu perioda tertentu disebut
neraca air atau keseimbangan air (water balance). Bentuk umum persamaan water
balance adalah:
P = Ea + GS + TRO
Di mana:
P = presipitasi.
Ea = evapotranspirasi.
GS = perubahan groundwater storage .
TRO = total run off.
Water balance merupakan siklus tertutup yang terjadi untuk suatu kurun waktu
pengamatan tahunan tertentu, dimana tidak terjadi perubahan groundwater storage
atau GS = 0. Artinya awal penentuan groundwater storage adalah berdasarkan bulan
terakhir dalam tinjauan kurun waktu tahunan tersebut. Sehingga persamaan water
balance menjadi:
P = Ea + TRO
LAPI ITB III - 14
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
2. Evapotranspirasi
Evapotranspirasi merupakan faktor penting dalam memprediksi debit dari data curah
hujan dan klimatologi dengan menggunakan Metoda Mock karena evapotranspirasi ini
memberikan nilai yang besar untuk terjadinya debit dari suatu daerah aliran sungai.
Evapotranspirasi diartikan sebagai kehilangan air dari lahan dan permukaan air dari
suatu daerah aliran sungai akibat kombinasi proses evaporasi dan transpirasi.
a. Evapotranspirasi Potensial
Evapotranspirasi potensial adalah evapotranspirasi yang mungkin terjadi pada
kondisi air yang tersedia berlebihan. Faktor penting yang mempengaruhi
evapotranspirasi potensial adalah tersedianya air yang cukup banyak. Jika jumlah
air selalu tersedia secara berlebihan dari yang diperlukan oleh tanaman selama
proses transpirasi, maka jumlah air yang ditranspirasikan relatif lebih besar
dibandingkan apabila tersedianya air di bawah keperluan.
b. Evapotranspirasi Aktual
Jika dalam evapotranspirasi potensial air yang tersedia dari yang diperlukan oleh
tanaman selama proses transpirasi berlebihan, maka dalam evapotranspirasi
aktual ini jumlah air tidak berlebihan atau terbatas. Jadi evapotranspirasi aktual
adalah evapotranspirasi yang terjadi pada kondisi air yang tersedia terbatas.
Evapotranspirasi aktual dipengaruhi oleh proporsi permukaan luar yang tidak
tertutupi tumbuhan hijau (exposed surface) pada musim kemarau.
Selain exposed surface, evapotranspirasi aktual juga dipengaruhi oleh jumlah hari
hujan (n) dalam bulan yang bersangkutan sehingga evapotranspirasi aktual adalah
evapotranspirasi potensial yang memperhitungkan faktor exposed surface dan
jumlah hari hujan dalam bulan yang bersangkutan. Sehingga evapotranspirasi
aktual adalah evapotranspirasi yang sebenarnya terjadi atau actual
evapotranspiration, dihitung sebagai berikut:
Eactual = EP E
3. Water Surplus
LAPI ITB III - 15
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Water surplus didefinisikan sebagai air hujan (presipitasi) yang telah mengalami
evapotranspirasi dan mengisi tampungan tanah (soil storage, disingkat SS). Water
surplus ini berpengaruh langsung pada infiltrasi atau perkolasi dan total run off yang
merupakan komponen debit. Persamaan water surplus (disingkat WS) adalah sebagai
berikut:
WS = (P Ea) + SS
Tampungan kelembaban tanah (soil moisture storage, disingkat SMS) terdiri dari
kapasitas kelembaban tanah (soil moisture capacity, disingkat SMC), zona infiltrasi,
limpasan permukaan tanah dan tampungan tanah (soil storage, disingkat SS).
Besarnya soil moisture capacity (SMC) tiap daerah tergantung dari tipe tanaman
penutup lahan (land cover) dan tipe tanahnya, seperti ditunjukkan dalam table di
bawah. Selanjutnya Water Surplus ini akan mengalami infiltrasi dan melimpas di
permukaan (run off). Besarnya infiltrasi ini tergantung pada koefisien infiltrasi.
Tabel 3. 5 Nilai Soil Moisture Capacity untuk Berbagai Tipe Tanaman dan Tipe Tanah.
Zone Soil Moisture
Akar Capacity
(dalam m) (dalam mm)
Pasir Halus 0.50 50
Pasir Halus dan Loam 0.50 75
Lanau dan Loam 0.62 125
Lempung dan Loam 0.40 100
Lempung 0.25 75
Pasir Halus 0.75 75
Pasir Halus dan Loam 1.00 150
Lanau dan Loam 1.00 200
Lempung dan Loam 0.80 200
Lempung 0.50 150
Pasir Halus 1.00 100
Pasir Halus dan Loam 1.00 150
Lanau dan Loam 1.25 250
Lempung dan Loam 1.00 250
Lempung 0.67 200
Pasir Halus 1.50 150
Pasir Halus dan Loam 1.67 250
Lanau dan Loam 1.50 300
Lempung dan Loam 1.00 250
Lempung 0.67 200
Pasir Halus 2.50 250
Pasir Halus dan Loam 2.00 300
Lanau dan Loam 2.00 400
Lempung dan Loam 1.60 400
Lempung 1.17 350
Tipe Tanah
Tanaman Berakar Pendek
Tanaman Berakar Sedang
Tanaman Berakar Dalam
Tanaman Palm
Mendekati Hutan Alam
Tipe Tanaman
4. Limpasan Total
LAPI ITB III - 16
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Air hujan yang telah mengalami evapotranspirasi dan disimpan dalam tanah lembab
selanjutnya melimpas di permukaan (surface run off) dan mengalami perkolasi.
Berikutnya, menurut Mock besarnya infiltrasi adalah water surplus (WS) dikalikan
dengan koefisien Infiltrasi (if), atau:
Infiltrasi (i) = WS x if
Koefisien infiltrasi ditentukan oleh kondisi porositas dan kemiringan daerah pengaliran.
Lahan yang bersifat porous umumnya memiliki koefisien yang cenderung besar.
Namun jika kemiringan tanahnya terjal dimana air tidak sempat mengalami infiltrasi
dan perkolasi ke dalam tanah, maka koefisien infiltrasinya bernilai kecil. Infiltrasi terus
terjadi sampai mencapai zona tampungan air tanah (groundwater storage, disingkat
GS).
Seperti telah dijelaskan, metoda Mock adalah metoda untuk memprediksi debit yang
didasarkan pada water balance. Oleh sebab itu, batasan-batasan water balance ini
harus dipenuhi. Salah satunya adalah bahwa perubahan groundwater storage (GS)
selama rentang waktu tahunan tertentu adalah nol. Perubahan groundwater storage
(GS) adalah selisih antara groundwater storage bulan yang ditinjau dengan
groundwater storage bulan sebelumnya. Perubahan groundwater storage ini penting
bagi terbentuknya aliran dasar sungai (base flow, disingkat BF). Dalam hal ini base
flow merupakan selisih antara infiltrasi dengan perubahan groundwater storage, dalam
bentuk persamaan:
BF = i - GS
Selain base flow, komponen debit yang lain adalah direct run off (limpasan langsung)
atau surface run off (limpasan permukaan). Limpasan permukaan berasal dari water
surplus yang telah mengalami infiltrasi. Jadi direct run off dihitung dengan persamaan:
DRO = WS - i
LAPI ITB III - 17
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Setelah base flow dan direct run off komponen pembentuk debit yang lain adalah
storm run off, yaitu limpasan langsung ke sungai yang terjadi selama hujan deras.
Storm run off ini hanya beberapa persen saja dari hujan. Storm run off hanya
dimasukkan ke dalam total run off, bila presipitasi kurang dari nilai maksimum soil
moisture capacity. Menurut Mock storm run off dipengaruhi oleh percentage factor,
disimbolkan dengan PF. Percentage factor adalah persen hujan yang menjadi
limpasan. Besarnya PF oleh Mock disarankan 5% - 10%, namun tidak menutup
kemungkinan untuk meningkat secara tidak beraturan hingga mencapai 37,3%. Dalam
perhitungan debit ini, Mock menetapkan bahwa:
SRO = P x PF
Dengan demikian maka total run off (TRO) yang merupakan komponen-komponen
pembentuk debit sungai (stream flow) adalah jumlah antara base flow, direct run off
dan storm run off, atau:
TRO = BF + DRO + SRO
Total run off ini dinyatakan dalam mm/bulan. Maka jika TRO ini dikalikan dengan
catchment area (luas daerah tangkapan air) dalam km2 dengan suatu angka konversi
tertentu didapatkan besaran debit dalam m3/det.
Tabel 3. 6 Koefisien Limpasan Monobe.
Kondisi Daerah Pengaliran dan Sungai Harga dari C
Daerah pegunungan yang curam 0,75 - 0,90
Daerah pegunungan tersier 0,70 - 0,80
Tanah bergelombang dan hutan 0,50 - 0,75
Tanah dataran yang ditanami 0,45 - 0,60
Persawahan yang diairi 0,70 - 0,80
Sungai di daerah pegunungan 0,75 - 0,85
Sungai kecil di dataran 0,45 - 0,75
Sungai besar yang lebih dari setengah 0,50 - 0,75
daerah pengalirannya terdiri dari dataran
3.4.2 3.4.2 DEBIT TURBIN DEBIT TURBIN
LAPI ITB III - 18
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Kriteria penentuan debit untuk turbin bisa diawali dengan occurance (keyakinan)
sebagai kriteria awal, yang paling baik adalah diawal dengan occurance minimal 50%
dan penentuan turbin selanjutnya dengan hingga occurance > 50%, dengan catatan
selama secara ekonomis masih menambah keuntungan dengan menggunakan rumus:
N= 9.8 Q H (kW)
=
t

g
Di mana:
N = bilangan urutan ke paling besar atau jumlah data debit harian.
Q = debit
H = head, beda ketinggian air dikurangi dengan kehilangan energi

t
= efisiensi turbin

g
= efisiensi generator dan transmisi sampai titik serah ke PLN
Grafik daya yang tersedia di lapangan secara alami merupakan hasil perkalian debit
dengan head yang ada dilapangan atau bisa dikatakan Flow Duration Curve (FDC)
dikalikan dengan tinggi head dan dikalikan lagi dengan efisiensi, hasilnya di plot dalam
Flow Duration Curve (FDC) dan Energi Duration Curve (EDC) seperti pada gambar di
bawah ini.
Gambar 3. 6 Flow Duration Curve dan Energy Duration Curve.
3.4.3 3.4.3 HASIL PERHITUNGAN POTENSI ENERGI HASIL PERHITUNGAN POTENSI ENERGI
Langkah awal dalam perhitungan potensi debit yang digambarkan dalam Flow
Duration Curve (FDC) sebagai probabilitas/persentase ketersediaan air dan debit turbin
yang digambarkan dalam Energy Duration Curve (EDC) sebagai daya yang tersedia
maka diperlukan data input sebagai tabel berikut.
LAPI ITB III - 19
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Tabel 3. 7 Data Input Penentuan Potensi Energi dan Kapasitas Turbin.
Nama Sungai Geya I bele Broges Biru Keterangan
Kabupaten Tolikara J ayawijaya Mamberamo Tengah Yahukimo
I nput Data Untuk Hidrologi
Luas Das 9.92 220.00 47.92 75.00 Km2
Ci 0.95 0.95 0.95 0.95 (Koefisien I nfiltrasi)
Cbf 0.025 0.025 0.025 0.025 (Koefisien Base Flow)
Kc 0.7 0.7 0.7 0.7 (Koefisien Pan)
Sto 100 100 100 100 mm
Genangan 0 0 0 0 mm
Cp = 0 0 0 0 (Koefisien Perkolasi)
I nput Data Untuk Turbin
Head kotor 60 5 10 5 m (bersih dikurangi 4%)
Efisiensi 0.8 0.8 0.8 0.8 Turbin
Grafitasi 9.8 9.8 9.8 9.8
Generator dan transmisi 0.04 0.04 0.04 0.04 tergantung panjangnya transmisi
Sumber: Hasil Analisis
Hasil simulasi potensi energi atas dasar ketersediaan air dan simulasi potensi energi
atas dasar turbin yang terpasang selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3. 8 Simulasi Potensi Debit dan Kapasitas Turbin.
LAPI ITB III - 20
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Nama Sungai: Geya I bele Broges Biru
Kabupaten Tolikara J ayawijaya Mamberamo Yahukimo
Tengah
J umlah Turbin 1 1 1 1
Simulasi Potensi Energi Atas Dasar Ketersediaan Air di Sungai
Keyakinan Debit % 50.0 50.0 50.0 50.0
Faktor Pengali Q 1 1 1 1
Debit Masing2 Turbin m3/ det 0.38 8.46 1.84 2.88
Total Debit m3/ det 0.38 8.46 1.84 2.88
Potensi Kapasitas Turbin Mw 0.17 0.31 0.13 0.10
Simulasi Potensi Energi Atas Dasar Turbin yang Terpasang
Keyakinan Turbin Terpasang % 50.9 51.9 54.0 55.3
Turbin Terpasang Mw 0.17 0.31 0.13 0.10
Kebutuhan Debit m3/ det 0.38 8.24 1.73 2.66
Total Kebutuhan Debit m3/ det 0.38 8.24 1.73 2.66
Perkiraan Biaya Pembangunan
(/ Rp 1.000.000)
12,750 Rp 21,700 Rp 9,750 Rp 7,500 Rp
Sumber: Hasil Analisis
1. PLTMH Geya di Kabupaten Tolikara
Dengan nilai keyakinan debit sebesar 50.0%, Sungai Geya memiliki potensi energi
sebesar 170 kW sehingga untuk rencana PLTMH, kapasitas turbin terpasang yang
digunakan adalah 170 kW dengan kebutuhan debit sebesar 0.38 m
3
/dt. Perkiraan
biaya pembangunan PLTMH Geya (1 x 170 kW) sebesar Rp.12,750,000,000.00.
2. PLTMH Ibele di Kabupaten Jayawijaya
Dengan nilai keyakinan debit sebesar 50.0%, Sungai Ibele memiliki potensi energi
sebesar 310 kW sehingga untuk rencana PLTMH, kapasitas turbin terpasang yang
digunakan adalah 310 kW dengan kebutuhan debit sebesar 8.24 m
3
/dt. Perkiraan
biaya pembangunan PLTMH Ibele sebesar Rp.21,700,000,000.00.
3. PLTMH Broges di Kabupaten Mamberamo Tengah
Dengan nilai keyakinan debit sebesar 50.0%, Sungai Broges memiliki potensi energi
sebesar 130 kW sehingga untuk rencana PLTMH, kapasitas turbin terpasang yang
digunakan adalah 130 kW dengan kebutuhan debit sebesar 1.73 m
3
/dt. Perkiraan
biaya pembangunan PLTMH di Kabupaten Tolikara sebesar Rp.9,750,000,000.00.
LAPI ITB III - 21
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
4. PLTMH Biru di Kabupaten Yahukimo
Dengan nilai keyakinan debit sebesar 50.0%, Sungai Biru memiliki potensi energi
sebesar 100 kW sehingga untuk rencana PLTMH, kapasitas turbin terpasang yang
digunakan adalah 100 kW dengan kebutuhan debit sebesar 2.66 m
3
/dt. Perkiraan
biaya pembangunan PLTMH Biru sebesar Rp.7,500,000,000.00.
0.0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1.0
19
18263443515968768493
Energy (MWh) dan Debit (m3/dt)
Nilai Keyakinan(%)
FLOWDURATION CURVE&ENERGYDURATION CURVE
PLTMHGEYA TOLIKARA (1 x170 kW)
FlowDuration Curve
Potensi Kapasitas Turbin
EnergyDuration Curve
Kapasitas TurbinTerpasang
Gambar 3. 7 Flow Duration Curve dan Energy Duration Curve PLTMH Geya (Tolikara).
0.0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1.0
19
18263443515968768493
Energy (MWh) dan Debit (m3/dt)
Nilai Keyakinan(%)
FLOWDURATION CURVE&ENERGYDURATION CURVE
PLTMHIBELEJAYAWIJAYA (1 x310 kW)
FlowDuration Curve
Potensi Kapasitas Turbin
EnergyDuration Curve
Kapasitas TurbinTerpasang
Gambar 3. 8 Flow Duration Curve dan Energy Duration Curve PLTMH Ibele
(Jayawijaya).
LAPI ITB III - 22
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
0.0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1.0
19
18263443515968768493
Energy (MWh) dan Debit (m3/dt)
Nilai Keyakinan(%)
FLOWDURATION CURVE&ENERGYDURATION CURVE
PLTMHBROGESMAMBERAMO TENGAH(1 x130kW)
FlowDuration Curve
Potensi Kapasitas Turbin
EnergyDuration Curve
Kapasitas TurbinTerpasang
Gambar 3. 9 Flow Duration Curve dan Energy Duration Curve PLTMH Broges
(Mamberamo Tengah).
0.0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
1.0
19
18263443515968768493
Energy (MWh) dan Debit (m3/dt)
Nilai Keyakinan(%)
FLOWDURATION CURVE&ENERGYDURATION CURVE
PLTMHBIRUYAHUKIMO (1 x100 kW)
FlowDuration Curve
Potensi Kapasitas Turbin
EnergyDuration Curve
Kapasitas TurbinTerpasang
Gambar 3. 10 Flow Duration Curve dan Energy Duration Curve PLTMH Biru
(Yahukimo).
3.5 3.5 ANALISA HIDROMETRI ANALISA HIDROMETRI
LAPI ITB III - 23
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Survey hidrometri bertujuan untuk mendapatkan data tentang karakteristik kecepatan
arus sungai yang berpengaruh terhadap kondisi proyek. Metode pengukuran
kecepatan arus dengan menggunakan current meter.
Mengingat bahwa distribusi kecepatan pada awal vertikal dalam aliran laminer
merupakan distribusi parabola, maka pengukuran kecepatan dapat dilakukan pada
kedalaman berikut:
Satu titik pengukuran pada kedalaman 0.6 H dari permukaan air.
Dua titik pengukuran pada kedalaman 0.2 H dan 0.8 H dari permukaan air.
Tiga titik pengukuran pada kedalaman 0.2 H, 0.6 H dan 0.8 H dari permukaan
air.
Kecepatan rata-rata pada satu vertikal dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
V = V
0,6H
V = (V
0,2H
+ V
0,8H
)/2
V = ( V
0,2H
+ 2 . V
0,6H
+ V
0,8H
) / 4
Bila kedalaman air H < 0,6 m, maka pengukuran dilakukan pada kedalaman 0,6 H dari
permukaan air, sedangkan apabila H > 0,6 m, pengukuran akan dilakukan pada 2 titik
atau 3 titik.
Hasil pengukuran hidrometri dengan menggunakan current meter pada masing-
masing titik di lokasi PLTMH dapat dilihat pada tabel di bawah. Dari hasil pengukuran
hidrometri diperoleh bahwa besar debit Sungai Geya adalah 0.37 m
3
/dtk, Sungai Ibele
adalah 3.38 m
3
/dtk, Sungai Biru adalah 3.63 m
3
/dtk, Sungai Broges adalah 1.83 m
3
/dtk.
Tabel 3. 9 Hasil Pengukuran Hidrometri (Kecepatan Arus dan Debit).
LAPI ITB III - 24
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Tanggal Kecepatan Arus Luas Debit
Survey Rata-rata Penampang Pengukuran Rata-rata
(m/ dt) (m2) (m3/ dt) (m3/ dt)
1 Sungai Geya Tolikara 25-10-2011 P1 0.84 0.44 0.37
P2 0.86 0.44 0.38 0.37
2 Sungai I bele J ayawijaya 27-10-2011 P1 0.74 4.50 3.32
P2 0.76 4.50 3.41
P3 0.76 4.50 3.42 3.38
3 Sungai Biru Yahukimo 28-10-2011 P1 1.08 3.46 3.73
P2 0.88 5.65 4.95
P3 0.48 4.60 2.22 3.63
4 Sungai Broges Mamberamo Tengah 16-11-2011 P1 1.11 1.80 2.00
P2 0.44 3.25 1.42
P3 0.74 2.80 2.06 1.83
Sumber: Hasil Survey Hidrometri
Rambu Kabupaten Lokasi No.
Gambar 3. 11 Pelaksanaan Survey Hidrometri di Sungai Ibele Jayawijaya.
Gambar 3. 12 Pelaksanaan Survey Hidrometri di Sungai Geya Tolikara.
LAPI ITB III - 25
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
Gambar 3. 13 Pelaksanaan Survey Hidrometri di Sungai Broges Mamberamo Tengah.
Contents
3.1 Ketersediaan Data................................................................................................... 1
3.1.1 Data Hujan......................................................................................................... 1
LAPI ITB III - 26
Draft Laporan Akhir
Study Potensi Energi Pekerjaan Perencanaan Teknis DED (Detail Engineering Design)
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Sungai Broges Kab. Memberamo Tengah,
Sungai Kamda KaB. Tolikara, Sungai Bomteh Kab. Yahukimo dan Sungai Ibele Kab. Jayawijaya
Propinsi Papua
3.1.2 Peta Daerah Aliran Sungai.................................................................................1
3.2 Analisa Hujan Rencana............................................................................................ 2
3.2.1 Analisa Frekuensi Curah Hujan...........................................................................2
3.2.2 Intensitas Curah Hujan Rencana........................................................................7
3.3 Analisa Debit Banjir Rencana...................................................................................8
3.4 Analisa Potensi Energi...........................................................................................12
3.4.1 Debit Andalan.................................................................................................. 12
3.4.2 Debit Turbin..................................................................................................... 18
3.4.3 Hasil Perhitungan Potensi Energi......................................................................19
3.5 Analisa Hidrometri................................................................................................. 23
LAPI ITB III - 27