Anda di halaman 1dari 0

Elemen Utama Struktur Gedung

Elemen Utama Struktur Gedung

Manajemen Kontruksi 1 By: Iin Arianti

A. PONDASI

Pondasi adalah komponen struktrur yang berfungsi untuk menyalurkan beban struktur rumah terhadap tanah. Besarnya beban rumah mempengaruhi tekanan yang diberikan oleh tanah, oleh karena itu sebelum memulai pembangunan rumah periksa terlebih dahulu kualitas tanah tempat bangunan didirikan, jika perlu uji lab dilakukan terutama pada daerah pondasi yang menerima beban. Dampak dari kesalahan pembuatan pondasi akan mengakibatkan retakan pada dinding akibat penurunan pondasi. Jenis pondasi untuk struktur bangunan sederhana dapat dibuat dengan 2 tipe pon-dasi.

• Pondasi Setempat

• Pondasi Menerus

Teknis Pengerjaan Pondasi dan Sloof

Penggalian tanah kira-kira 70 cm.dan dinding tanah dibuat miring dengan perbandingan 5:1 agar tanah tidak runtuh pada saat pemasangan.

Pada dasar galian berikan timbunan pasir 10 cm.

Tinggi pondasi 60 cm, minimum tinggi 45 cm.

Untuk pondasi dengan pasangan batu kali, ikatan antar batu kali dibuat dengan campuran 1 semen : 4 pasir.

Untuk pondasi Menerus, letakkan angkur sloof setiap 1,5 m

dengan tulangan baja

diamater 12 mm.

• Sloof atau balok pondasi diletakkan di atas pondasi, yang berfungsi untuk meratakan pe-nyebaran beban struktur di atasnya. Sloof beton dibuat dengan perbandingan campuran 1 semen : 2 pasir: 3 krikil. Untuk air gunakan 1 /2 dari volume semen untuk FAS 0.5.

Gambar bagian-bagian pondasi

Gambar bagian-bagian pondasi

B. KOLOM

Kolom merupakan elemen struktur vertikal yang berfungsi menahan beban aksial atau elemen tekan dari struktur di atasnya. Kolom harus mampu menahan beban sehingga da-lam pelaksanaan penulangan dan pengecoran harus benar-benar diperhatikan. Untuk rumah sederhana biasanya kolom yang digunakan berukuran 15 cm x 15 cm untuk kolom utama dan 13x13 untuk kolom praktis,

rumah sederhana biasanya kolom yang digunakan berukuran 15 cm x 15 cm untuk kolom utama dan

Gambar Kolom

Gambar Kolom

Teknis Pengerjaan Kolom

Penulangan Kolom Untuk kolom rumah sederhana berukuran 15 cm x 15 cm, baja yang digunakan minimum diamater 10 mm, dengan jarak tulangan dari selimut beton 2,5 cm, untuk menjaga agar jarak selimut beton tetap sama antar tulangan dan papan cor diberikan penyangga atau disebut juga tahu beton.

menjaga agar jarak selimut beton tetap sama antar tulangan dan papan cor diberikan penyangga atau disebut

Gambar Pengerjaan Kolom

Gambar Pengerjaan Kolom Baja D 10 mm Begel/sengkang D 8 mm jarak antar begel 15 mm

Baja D 10 mm

Begel/sengkang D 8 mm jarak antar begel 15 mm

Campuran beton 1:2:3

lanjutan

15 cm
15 cm

Begel/sengkang D 8 mm

Tulangan D 10 mm

Begel atau sengkang pada kolom berfungsi agar tulang kolom tetap lurus pada saat terjadi gempa sehinga tulangan kolom tidak melengkung yang dapat mengakibatkan kolom pecah. Begel atau sengkang dapat menggunakan baja berdiameter 8 mm dan 6 mm dan untuk baja 8 mm jarak antara sengkang 15 cm dan untuk diamater 6 mm jarak sengkang 12,5 cm.

berdiameter 8 mm dan 6 mm dan untuk baja 8 mm jarak antara sengkang 15 cm

Pengecoran Kolom

Untuk struktur kolom campuran beton yang digunakan adalah 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil ditambah air 1 / 2 dari volume semen. Untuk pengecoran kolom sebaiknya dilakukan tiap 1 m, ini dilakukan agar campuran beton dapat masuk seluruhnya sehingga krikil tidak menumpuk di bawah dan pembentukan rongga dapat dihindari. Sebelum memulai pangecoran pastikan kolom benar-benar tegak lurus 90 derajat, dan bekisting kolom dapat dibuka setelah 28 hari. Ini merupakan umur ikatan semen untuk mengikat sempurna dan selama beton belum mengering lakukan perawatan beton dengan cara menyiram baton dengan air bersih.

C. BALOK BETON/RINGBALK

Balok merupakan struktur konstruksi rumah yang berfungsi menahan gaya horisontal dan sebagai pengikat masing-masing kolom. Prinsip kerja balok pada konstruksi rumah adalah membentuk bidang kaku. Untuk rumah sederhana umumnya menggunakan ukuran 13 cm x 25 cm, dengan campuran beton 1 semen : 2 pasir: 3 kerikil. Ditambah air dengan perbandingan 1/ 2 volume semen.

D. PENULANGAN BALOK

Untuk penulangan balok rumah sederhana dengan ukuran 13 cm x 15 cm biasanya digunakan ukuran diameter min 10 mm dan ukuran begel/sengkang diameter 8 mm di mana jarak antar begel/sengkang 15 cm, dan untuk sengkang 6 mm jarak antara sengkang 12,5 cm. Untuk selimut beton 2,5 cm.

Gambar balok

Gambar balok Papan Bekisting tebal 1cm Baja D 10 mm Begel/sengkang D 8 mm jarak antar

Papan Bekisting tebal 1cm

Baja D 10 mm Begel/sengkang D 8 mm jarak antar begel 15 cm

Campuran beton 1:2:3

F. PEKERJAAN DINDING

Pekerjaan untuk rumah biasanya dibuat dengan pasangan bata atau batako. Kedua material ini memiliki perbedaan dari segi ekonomisnya dan teknis pekerjaan dilipangan. Untuk pekerjaan dinding dengan pasangan bata, campuran yang digunakan adalah 1:4 dan untuk dinding kamar mandi 1:2. Sebelum pemasangan dinding hendaklah bata direndam air agar bata tidak menyerap air pada spesi . Pemasangan bata dilakukan tiap 1 m dan setiap 60 cm sebaiknya diberi angkur, ketebalan spesi campuran 1 cm. Untuk pembangunan rumah sederhana dapat dilakukan pemasangan bata 1 m terlebih dulu kemudian pengecoran kolom.

selesai