Anda di halaman 1dari 108

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.

id










































commit to user
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PENERAPAN PEER
ASSESSMENT (PENILAIAN TEMAN) PADA MATA PELAJARAN
AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI
KEBAKKRAMAT KARANGANYAR
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
(Penelitian Tindakan Kelas)






SKRIPSI

Oleh:

YOSIE DWETASARI M
NIM K 7406165




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PENERAPAN PEER
ASSESSMENT (PENILAIAN TEMAN) PADA MATA PELAJARAN
AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI
KEBAKKRAMAT KARANGANYAR
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
(Penelitian Tindakan Kelas)




Oleh :
YOSIE DWETASARI M
NIM : K 7406165



SKRIPSI

Ditulis dan Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mendapatkan
Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial



FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji
Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret
Surakarta.













Persetujuan Pembimbing



Pembimbing I



Sudiyanto, M.Pd.
NIP. 19570217 198109 1 001
Pembimbing II



Sohidin, SE, M.Si, Akt
NIP. 19720128 200501 1 001

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima
guna memenuhi persyaratan untuk mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan.

Pada hari : Kamis
Tanggal : 27 Januari 2011
Tim Penguji Skripsi :
Nama Terang Tanda Tangan


Ketua


: Drs. Wahyu Adi, M.Pd.


.............................


Sekretaris


: Jaryanto, S.P.d, M.Si


.............................


Anggota I


: Drs. Sudiyanto, M.Pd.


.............................


Anggota II


: Sohidin, SE, M.Si, Akt


.............................

Disahkan oleh
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret
Dekan



Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd.
NIP. 19600727 198702 1 001
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
ABSTRAK

Yosie Dwetasari M. PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI
PENERAPAN PEER ASSESSMENT (PENILAIAN TEMAN) PADA MATA
PELAJARAN AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI
KEBAKKRAMAT KARANGANYARTAHUN PELAJARAN 2010/2011. Skripsi,
Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret
Surakarta. Januari 2011.
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar mata
pelajaran akuntansi melalui penerapan metode Penilaian Teman (Peer Assessment)
pada siswa kelas XI IPS 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kebakkramat
karanganyar. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah : (1) untuk meningkatkan
motivasi belajar siswa melalui penerapan metode Penilaian Teman (Peer Assessment)
pada mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri
Kebakkramat Karanganyar, (2) untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa melalui
penerapan metode Penilaian Teman (Peer Assessment) pada mata pelajaran akuntansi
siswa kelas XI IPS 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kebakkramat Karanganyar, (3)
untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penerapan metode Penilaian Teman
(Peer Assessment) pada mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 Sekolah Menengah
Atas (SMA) Negeri Kebakkramat Karanganyar.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian
Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan secara kolaborasi antara peneliti,
guru kelas dan melibatkan partisipasi siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas
XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat karanganyar sebanyak 36 siswa. Sedangkan
teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengamatan, angket sederhana, tes,
dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis
deskriptif komparatif, teknik analisis data kuantitatif, dan teknik analisis data
kualitatif.
Berdasarkan penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa penerapan metode
Penilaian Teman (Peer Assessment) dalam pembelajaran akuntansi mampu meningkatkan
prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukan oleh indikator prestasi belajar siswa yang
telah mencapai 75,00% dari kondisi awal sebesar 44,44%. Indikator motivasi belajar
siswa sebesar 75,49%, sedangkan kemandirian belajar siswa sebesar 47,22% dari
70% yang ditargetkan. Pada siklus II, hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan
metode Penilaian Teman (Peer Assessment) dalam pembelajaran akuntansi mampu
meningkatkan prestasi belajar siswa secara optimal. Hal ini ditunjukkan oleh hasil
belajar siswa yang telah mencapai 94,44%, disertai adanya peningkatan motivasi
belajar siswa sebesar 80,99%, dan kemandirian belajar siswa sebesar 75,00% dari 36
siswa. Prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 19,44% (siklus I =
75,00% dan siklus II = 94,44%), motivasi belajar siswa meningkat 5,50% (siklus I =
75,49% dan siklus II = 80,99%), dan kemandirian belajar siswa meningkat 27,78%
(siklus I = 47,22% dan siklus II = 75,00%).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi metode Penilaian Teman
(Peer Assessment) dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal disertai adanya
peningkatan motivasi, dan kemandirian belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan
meningkatnya prestasi belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat
karanganyar setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Penilaian
Teman (Peer Assessment) pada pokok bahasan akuntansi sebagai system informasi.


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
ABSTARCT

Yosie Dwetasari M. IMPROVEMENT OF LEARNING ACHIEVEMENT
THROUGH PEER ASSESMENT IMPLEMENTATION AT ACCOUNTANCY
LESSON FOR GRADE XI IPS 1 OF SMA N KEBAKKRAMAT KARANGANYAR
IN ACADEMIC YEAR OF 2010/2011. Thesis, Surakarta: Faculty of Teacher
Training and Education. Sebelas Maret University. January 2011.
The main aim of this research is to improve the learning achievement on
accountancy lesson through implementation of Peer Assessment Method to the
students of grade XI IPS 1 Junior High School owned government, Kebakkramat,
Karanganyar. Meanwhile, the specific purposes of this research are first, to improve
the student`s motivation to learn through the implementation of Peer Assessment
method at accountancy lesson for XI graders IPS 1 SMA N Kebkkramat
Karanganyar, second, to improve the student`s learning independently trough the
implementation of Peer Assessment method at accountancy lesson for XI graders IPS
1 SMA N Kebkkramat Karanganyar, third, to improve the student`s learning
achievement trough the implementation of Peer Assessment method at accountancy
lesson for XI graders IPS 1 SMA N Kebkkramat Karanganyar.
The research method used in this research is Class Action Research. This
research was executed cooperatively between the researcher and the class teacher,
and it also involves student`s participants. The subject oI this research was 36
students of grade XI IPS 1 SMA N Kebakkramat Karanganyar. The techniques of
collecting the data used were observation, simple questionnaire, test, and
documentation. The data analysis techniques used were comparative - descriptive,
quantitative, and qualitative technique.
The first cycle research showed that the implementation of Peer Assessment
method in the accountancy learning was able to increase the student`s achievement. It
could be seen in learning`s achievement indicator that has increased 75.00 Irom the
first condition 44.44%. The indicator oI student`s learning motivation was 75.49,
and the student`s independence learning was 47.22 Irom the target 70. At the
second cycle research showed that the implementation of Peer Assessment method in
the accountancy learning was able to increase the student`s achievement optimally. It
was shown by the student`s learning result which has achieved 94.44., Iollowed by
student`s learning motivation, 80.99, and student`s independence learning 75.00
Irom 36 students. The student`s learning achievement of Cycle 1 to Cycle 2 has
improved 19.44 (Cycle 1 75.00, and Cycle 2 94.44). For the student`s
learning motivation has increased 5.50% (Cycle 1 = 75.49% and Cycle 2 = 80.99%).
Meanwhile, Ior the students` independence learning has increased 27.78% (Cycle 1 =
47.22% and Cycle 2 = 75.00%).
The result of this research shows that the implementation Peer Assessment
method could improve the student`s achievement optimally along with motivation
improvement, and student`s independence learning. These can be seen from the
improvement oI student`s achievement oI Grade XI IPS 1 SMA N Kebakkramat
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Karanganyar after implementing learning process which uses Peer Assessment on the
main material of accountancy as information system.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
MOTTO

Evaluasi diri adalah suatu cara untuk melihat kedalam diri sendiri. Melalui evaluasi
diri peserta didik dapat melihat kelebihan maupun kekurangannya, untuk selanjutnya
kekurangan ini menjadi tujuan perbaikan (improvement goal).
(Rolheiser dan Ross)

Thousand miles journey must begin with a single step
(Lao Tse)

Kesempatan untuk sukses di setiap kondisi selalu dapat diukur oleh seberapa besar
kepercayaan anda pada diri sendiri.
(Robert Collier)

Ketekunan adalah bukti watak yang lebih nyata daripada kepahlawanan.
(Marden)



perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
PERSEMBAHAN





















Karya ini dipersembahkan kepada :
1. Bapak dan Ibu tercinta yang selalu mendoakanku
2. Adik-adik yang aku kasihi
3. Teman-teman Akuntansi`06
4. Almamaterku
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas karunia
rancangannya yang sempurna sehingga penulis dapat menyelesaikan skiripsi ini
dengan baik, untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan gelar Sarjana
Pendidikan. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan
penulisan skripsi ini. Namun, berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya kesulitan-
kesulitan yang timbul dapat diatasi. Untuk itu, atas segala bentuk bantuannya penulis
mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat:
1. Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M. Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret yang telah memberi izin penelitian
skripsi kepada penulis.
2. Drs. Syaiful Bachri, M.Pd, selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Sosial FKIP-UNS yang telah memberi izin penulisan skripsi kepada penulis.
3. Drs. Syaiful Bachri, M.Pd. Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi yang telah
memberikan izin penulisan skripsi.
4. Drs. Wahyu Adi, M.Pd. selaku Ketua Bidang Keahlian Akuntansi yang telah
memberikan izin penulisan skripsi.
5. Bapak Sudiyanto, M.Pd. selaku Pembimbing I yang telah membimbing dan
memberikan arahan dengan sabar hingga skripsi ini dapat terselesaikan.
6. Bapak Sohidin, M.Si, Akt. selaku Pembimbing II yang telah membimbing dan
memberikan arahan dengan sabar hingga skripsi ini dapat terselesaikan.
7. Bapak Sukirman, S.Pd, MM selaku Pembimbing Akademik yang dengan sabar
membimbing penulis sejak tahun-tahun awal studi.
8. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi yang dengan tulus
menyampaikan ilmunya kepada penulis.
9. Bapak Drs. Sri Wardoyo, B.Sc, M.T selaku Kepala Sekolah SMA Negeri
Kebakkramat yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan
penelitian.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
10. Bapak Wahyudi Hary Santosa, selaku guru pengampu Akuntansi kelas XI IPS 1
SMA Negeri Kebakkramat yang bersedia meluangkan waktunya untuk membantu
penulis dalam melaksanakan penelitian.
11. Siswa-siswi kelas XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat yang telah berpartisipasi
melaksanakan pembelajaran dalam rangka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan
penuh keceriaan baik di dalam maupun di luar kelas.
12. Ibu dan Bapak tercinta atas kasih sayang, kesabaran, dan motivasi, serta doa restu
yang senantiasa mengiringi langkahku.
13. Adikku Aga atas support dan segala macam bantuan yang aku butuhkan.
14. Sahabatku, Ririn dan Tasnim, yang telah banyak memberi kenangan indah dan tak
terlupakan.
15. Sahabatku, Mas Aris untuk waktu bersamamu, bantuan yang tak terduga serta
inspirasinya.
16. Sahabat mayaku, Ratna, untuk semua petualangan, ilmu, inspirasi dan semangat
untuk menyelesaikan amanah ini.
17. Temanku, Mas Kiki, atas semua waktu, ilmu, inspirasi, semangat dan keceriaan
yang pernah kau tularkan.
18. Teman-teman Akuntansi`06 atas bantuan, dan kerjasamanya selama ini.
19. Berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna.
Untuk itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kebaikan dan kesempurnaan
skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga karya ini bermanfaat bagi semua pihak
yang berkepentingan dan semoga amal kebaikan semua pihak yang telah membantu
tersebut mendapatkan imbalan dari Allah SWT.

Surakarta, 17 Januari 2011



Penulis
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i
HALAMAN PENGAJUAN ............................................................................ ii
HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... vi
HALAMAN ABSTRAK ................................................................................. v
HALAMAN MOTTO ..................................................................................... ix
HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... x
KATA PENGANTAR .................................................................................... xi
DAFTAR ISI .................................................................................................. xiii
DAFTAR TABEL ........................................................................................... xv
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xviii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1
B. Perumusan Masalah ................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian ....................................................................... 6
D. Manfaat Penelitian ..................................................................... 6
BAB II LANDASAN TEORI
A. Tinjuan Pustaka ......................................................................... 8
1. Hakikat Penilaian ................................................................ 8
2. Hakikat Metode Penilaian Teman (Peer Assessment) ........ 13
3. Motivasi Belajar .................................................................. 18
5. Kemandirian Belajar ........................................................... 22
6. Hakikat Mata Pelajaran Akuntansi...................................... 26
7. Hakikat Prestasi Belajar ...................................................... 27
B. Hasil Penelitian yang Relevan .................................................. 30
C. Kerangka Pemikiran .................................................................. 31
D. Hipotesis Tindakan.................................................................... 32
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian ................................................... 33
B. Subyek Penelitian ..................................................................... 34
C. Metode Penelitian ..................................................................... 34
D. Teknik Analisis Data ................................................................ 39
E. Sumber Data ............................................................................. 39
F. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 40
G. Prosedur Penelitian ................................................................... 41
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian....................................................... 45
B. Identifikasi Masalah Pembelajaran Akuntansi Kelas XI IPS 1
SMA Negeri Kebakkramat ........................................................ 51
C. Deskripsi Hasil Penelitian ......................................................... 55
D. Pembahasan ............................................................................... 79
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A. Simpulan ................................................................................... 85
B. Implikasi .................................................................................... 86
C. Saran .......................................................................................... 87
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 90
LAMPIRAN .................................................................................................... 93


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Dalam Penelitian ............................... 33
Tabel 2. Indikator Ketercapain Belajar Siswa................................................. 42
Tabel 3. Sarana dan Prasarana Sekolah........................................................... 48
Tabel 4. Siswa-Siswi SMK Batik 2 Surakarta ................................................ 49
Tabel 5. Nilai Tes Siswa Kelas X Ak 1 Kondisi Awal ................................... 52
Tabel 6. Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer Assessment) .................. 61
Tabel 7. Motivasi Belajar Siswa ..................................................................... 62
Tabel 8.Kemandirian Belajar Siswa ............................................................... 62
Tabel 9. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa ....................................................... 63
Tabel 10. Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer Assessment) ................ 71
Tabel 11. Motivasi Belajar Siswa ................................................................... 72
Tabel 12. Kemandirian Belajar Siswa ............................................................. 72
Tabel 13. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa ...................................................... 73
Tabel 14. Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer Assessment) ................ 74
Tabel 15. Motivasi Belajar Siswa .................................................................. 74
Tabel 16. Kemandirian Belajar Siswa ............................................................. 75
Tabel 17. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa ...................................................... 75
Tabel 18. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa ................................................ 75
Tabel 19. Pedoman Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa ....................... 98
Tabel 20. Perolehan Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum dan Setelah
Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer Assessment) ............... 104
Tabel 21. Daftar Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat ............... 106
Tabel 22. Skor Penilaian Teman Siswa .......................................................... 122
Tabel 23. Rekapitulasi Nilai Hasil Penilaian Teman oleh Siswa Kelas
XI IPS 1 .......................................................................................... 125
Tabel 24. Perolehan Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum dan Setelah
Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer Assessment) Siklus I ... 142
Tabel 25. Skor Penilaian Teman Siswa .......................................................... 159
Tabel 26. Rekapitulasi Nilai Hasil Penilaian Teman oleh Siswa Kelas
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
XI IPS 1 .......................................................................................... 163
Tabel 27. Perolehan Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum dan Setelah
Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer Assessment) Siklus II .. 183


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Alur Kerangka Berpikir Penelitian Tindakan Kelas ..................... 45
Gambar 2. Model Siklus Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ........................ 49
Gambar 3. Struktur Organisasi SMA Negeri Kebakkramat ........................... 61
Gambar 4. Grafik Hasil Penelitian .................................................................. 79
Gambar 5. Kondisi Awal Suasana Pembelajaran Akuntansi........................... 95
Gambar 6. Struktur Organisasi SMA Negeri Kebakkramat ........................... 107
Gambar 7. Suasana Pembelajaran Siklus I ..................................................... 113
Gambar 8. Siswa Melaksanakan Penilaian Teman ........................................ 113
Gambar 9. Suasana Pembelajaran Siklus II .................................................... 148
Gambar 10. Siswa Melaksanakan Penilaian Teman ....................................... 149
Gambar 11. Siswa Mengerjakan Tes Akhir Siklus II dengan Hikmat ............ 181



perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Catatan Lapangan 1 .................................................................... 93
Lampiran 2. Lembar Observasi Kualitas Penerapan Teknik Penilaian
Peer Assessment ........................................................................ 96
Lampiran 3. Pedoman Angket Penilaian Motivasi Belajar Siswa .................. 98
Lampiran 4. Angket Motivasi Belajar Siswa .................................................. 99
Lampiran 5. Lembar Observasi Penilaian Kemandirian Belajar Siswa .......... 101
Lampiran 6. Perolehan Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum dan Setelah
Penerapan Metode Penilaian Teman (PeerAssessment) ........... 104
Lampiran 7. Daftar Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat .......... 106
Lampiran 8. Struktur Organisasi Sma Negeri Kebakkramat .......................... 107
Lampiran 9. Catatan Lapangan 2 .................................................................... 108
Lampiran 10. Dokumentasi ............................................................................. 113
Lampiran 11. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ......................................... 114
Lampiran 12. Lampiran Materi Pembelajaran ................................................. 119
Lampiran 13. Tujuan Pembelajaran dan Kriteria Penilaian Akuntansi Sebagai
Sistem Informasi ....................................................................... 121
Lampiran 14. Skor Penilaian Teman Siswa .................................................... 122
Lampiran 15. Soal Ulangan (Pelaksanaan Penilaian Teman) ........................ 123
Lampiran 16. Kunci Jawaban .......................................................................... 124
Lampiran 17. Rekapitulasi Nilai Hasil Penilaian Teman Oleh Siswa ............ 125
Lampiran 18. Lembar Observasi Kualitas Penerapan Teknik Penilaian
Peer Assessment Siklus I ......................................................... 126
Lampiran 19. Lembar Observasi Kualitas Penerapan Teknik Penilaian
Peer Assessment Siklus I ......................................................... 130
Lampiran 20. Angket Motivasi Belajar Siswa Siklus I ................................... 134
Lampiran 21. Lembar Observasi Penilaian Kemandirian Belajar Siklus I ..... 139
Lampiran 22. Perolehan Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum dan
Setelah Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer
Assessment) Siklus I .................................................................. 142
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Lampiran 23. Catatan Lapangan 3 .................................................................. 144
Lampiran 24. Dokumentasi ............................................................................. 148
Lampiran 25. RPP ........................................................................................... 150
Lampiran 26. Materi pembelajaran.................................................................. 155
Lampiran 27. Tujuan Pembelajaran dan Kriteria Penilaian Proses Akuntansi
dan Laporan Keuangan ............................................................. 158
Lampiran 28. Skor Penilaian Teman Siswa ..................................................... 159
Lampiran 29. Soal Ulangan (Pelaksanaan Penilaian Teman) Siklus II ........... 160
Lampiran 30. Kunci Jawaban .......................................................................... 161
Lampiran 31. Rekapitulasi Nilai Hasil Penilaian Teman Oleh Siswa ............. 163
Lampiran 32. Lembar Observasi Kualitas Teknik Penilaian Peer Assessment
Siklus II .................................................................................... 164
Lampiran 33. Lembar Observasi Kualitas Teknik Penilaian Peer Assessment
Siklus II .................................................................................... 168
Lampiran 34. Angket Motivasi Belajar Siswa Siklus II ................................. 172
Lampiran 35. Lembar Obeservasi Kemandirian Belajar Siklus II .................. 177
Lampiran 36. Lembar Obeservasi Kemandirian Belajar Siklus II .................. 180
Lampiran 37. Perolehan Hasil Belajar Peserta Didik Sebelum dan
Setelah Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer
Assessment) Siklus II ................................................................ 183




perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Peningkatan kualitas pendidikan menjadi perhatian bagi pemerintah.
Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Salah satu komponen yang menjadi sasaran peningkatan kualitas pendidikan
adalah sistem pembelajaran di kelas. Kegiatan pembelajaran di kelas bertujuan untuk
membantu dan memudahkan siswa agar dapat belajar dengan baik untuk
mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu, kualitas pembelajaran
sangat mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar untuk meningkatkan
prestasi belajar siswa.
Pembelajaran atau proses belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi
(hubungan timbal balik) antara guru dan siswa atau pembelajar beserta unsur-unsur
yang ada di dalamnya. Pembelajaran yang berkualitas adalah pembelajaran yang
melibatkan seluruh komponen utama proses belajar mengajar, yaitu guru, siswa dan
interaksi antara keduanya. Pembelajaran yang berkualitas juga ditunjang oleh
berbagai unsur-unsur pembelajaran, meliputi tujuan pembelajaran, pemilihan materi
pelajaran, sarana prasarana yang menunjang, situasi atau kondisi belajar yang
kondusif, media pembelajaran yang inovatif, lingkungan belajar yang mendukung
KBM, penerapan metode pembelajaran inovatif, serta metode evaluasi yang sesuai
dengan kurikulum.
Permasalahan yang terjadi adalah selama ini guru kesulitan menciptakan
pembelajaran yang berkualitas, salah satunya pada pembelajaran akuntansi. Berbagai
upaya dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran akuntansi.
Pembelajaran akuntansi yang didominasi pemberian soal dari modul, buku panduan,
dibuat sendiri oleh guru maupun dari sumber luar yang diharapkan mampu
meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran akuntansi guna
meningkatkan prestasi belajar.
1
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Namun, kenyataannya yang terjadi selama ini guru belum dapat menciptakan
pembelajaran yang berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari capaian hasil belajar siswa
yang masih dibawah KKM. Rendahnya prestasi belajar siswa diantaranya mungkin
disebabkan karena penerapan metode pembelajaran konvensional, penggunaan media
belajar yang terbatas, mungkin juga karena kegiatan penilaian yang masih sebatas
mengukur aspek kognitif serta sekedar untuk mendapatkan nilai atau angka kelulusan.
Hasil pengamatan yang dilakukan peneliti di kelas XI IPS 1 SMA Negeri
Kebakkramat, adalah dalam mengajar guru menggunakan metode ceramah dengan
sedikit melakukan interaksi dengan siswa, sehingga siswa menjadi bosan dan tidak
tertarik dengan penjelasan yang diberikan oleh guru. Hal ini menyebabkan siswa
menjadi mengalihkan perhatiannya ke hal yang lain, seperti tidur, bermain sendiri
atau mengobrol bersama teman, hal ini akan mengganggu konsentrasi teman yang
ada di sebelahnya, sehingga suasana kelas menjadi gaduh dan tidak kondusif untuk
melakukan proses belajar-mengajar. Situasi seperti ini sangat mempengaruhi motivasi
dan kemandirian belajar siswa. Pembelajaran akuntansi yang didominasi dengan
mengerjakan soal-soal diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan
siswa pada materi akuntansi. Namun, kenyataannya hal ini membuat siswa merasa
jenuh dan tidak bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar, mungkin
dikarenakan sumber belajar yang sangat terbatas dan alokasi waktu pembahasan soal
yang hanya sebentar. Siswa mengerjakan kemudian dinilai oleh guru tanpa ada
pembahasan. Hal ini membuat siswa tidak dapat merenungkan kekuatan dan
kelemahan dari kemampuannya, karena dengan mengetahui kelemahan dirinya akan
menumbuhkan dorongan untuk melakukan perbaikan guna meningkatkan prestasi
belajarnya.
Dari uraian di atas, nampak bahwa pentingnya penilaian dalam kegiatan
pembelajaran. Penilaian dalam proses pembelajaran di samping untuk mendapatkan
informasi dan data mengenai tingkat keberhasilan siswa, dapat pula dijadikan alat
untuk meningkatkan proses pembelajaran lebih efektif. Penggunaan metode
penilaian yang tepat sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Penerapan metode
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
penilaian dapat menjadi alternatif strategi selain metode pembelajaran. Akan tetapi,
penerapan berbagai teknik penilaian untuk meningkatkan hasil belajar siswa kurang
mendapat perhatian guru. Permasalahannya adalah kemampuan guru dalam
menyiapkan dan melakukan penilaian masih kurang dan bahkan masih banyak guru
yang belum memiliki pemahaman yang memadai tentang sistem penilaian yang
sesuai dengan penerapan kurikulum yang berlaku. Selama ini, upaya guru untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa masih berfokus pada implementasi metode
pembelajaran. Namun demikian, belum tentu guru menerapkan metode secara efektif.
Sehingga prestasi belajar siswa belum sesuai dengan yang diharapkan
Rendahnya prestasi belajar siswa ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Hal ini
bisa disebabkan oleh banyak faktor, baik itu faktor dari dalam diri siswa maupun
faktor yang berasal dari luar siwa. Salah satu faktor yang berasal dari luar diri siswa
adalah evaluasi pembelajaran dalam hal ini adalah penilaian.
Penilaian adalah suatu proses untuk mengetahui apakah proses dan hasil dari
suatu program kegiatan telah sesuai dengan tujuan atau kriteria yang telah ditetapkan.
Penilaian dalam proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, karena
penilaian adalah salah satu kegiatan yang harus dilakukan guru dan siswa dari
serangkaian kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan. Baxter menyatakan beberapa
alasan mengenai pentingnya penilaian dalam pembelajaran. pertama, untuk
membandingkan siswa satu dengan siswa yang lain. Kedua, untuk mengetahui apakah
para siswa memenuhi standar tertentu. Ketiga, untuk membantu kegiatan
pembalajaran siswa. Keempat, untuk mengetahui atau mengontrol apakah program
pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya. Penggunaan penilaian yang tepat akan
mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Akan tetapi, pada kenyataan yang
ada saat ini bahwa masih banyak guru yang melakukan penilaian dengan cara yang
kurang tepat.
Hasil pengamatan yang dilakukan peneliti terhadap guru yang mengajar
akuntansi di kelas XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat, kemampuan guru dalam
menyiapkan dan melakukan penilaian masih kurang dan dilakukan seorang diri.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Sedangkan penilaian merupakan salah satu rangkaian kegiatan belajar-mengajar yang
dilakukan oleh siswa dan guru. Hal ini menyebabkan siswa jadi mengacuhkan proses
penilaian, dan tidak tertarik dengan penilaian, yang di inginkan siswa hanya
mendapatkan nilai yang baik tanpa mau tahu bagaimana dia mendapatkan nilai itu.
Situasi ini akan mempengaruhi seluruh kegiatan belajar siswa dan menjadikan siswa
tidak bertanggung jawab atas proses pembelajaran yang di jalani nya, yang
mengakibatkan rendahnya prestasi belajar siswa.
Agar proses penilaian dalam kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan sesuai
yang diharapkan, maka dapat dilaksanakan dengan berbagai teknik/cara, seperti
penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and
pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil
kerja/karya peserta didik portofolio, dan penilaian teman (peer assessment).
Ahli evaluasi menyarankan penerapan metode Penilaian Teman (Peer
Assessment) dalam pembelajaran. Brown, Gibbs (1994), Zariski (1996), dan Race
(1998) menjelaskan beberapa keuntungan potensial dari penilaian teman bagi siswa
diantaranya adalah memberikan rasa kepemilikan dari proses penilaian, peningkatan
motivasi, mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka
sendiri, mengembangkan mereka sebagai pembelajar mandiri, memperlakukan
penilaian sebagai bagian dari pembelajaran, sehingga kesalahan adalah kesempatan
daripada kegagalan, mempraktekkan keterampilan yang dibutuhkan untuk belajar,
terutama keterampilan evaluasi.
Boud (1991) menyatakan bahwa penilaian teman adalah sebuah proses di
mana seorang pelajar menilai hasil belajar teman atau pelajar lainnya yang berada
dalam tingkatan kelas yang sama atau subjek pelajaran yang sama. Penilaian teman
dapat digunakan untuk menilai kemampuan yang meliputi dimensi kognitif dan
dimensi humanistic.
Dari uraian latar belakang masalah yang telah dibahas sebelumnya, peneliti
merasa perlu mengadakan suatu penelitian yang bertujuan memperbaiki prestasi
belajar akuntansi siswa. Hal itulah yang menjadikan peneliti tertarik mengadakan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
penelitian dengan judul 'PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MELALUI
PENERAPAN PEER ASSESSMENT (PENILAIAN TEMAN) PADA MATA
PELAJARAN AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI
KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 2010/2011

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka penelitian dapat
dirumuskan menjadi rumusan masalah umum dan rumusan masalah khusus. Rumusan
masalah umum merupakan rumusan pokok yang menjadi fokus penelitian, sedangkan
rumusan masalah khusus dirumuskan dari rumusan masalah umum untuk
memudahkan peneliti memecahkan masalah penelitian. Maka penelitian dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut :
Rumusan masalah umum:
Apakah dengan menerapkan peer assessment (penilaian teman) dapat
meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Akuntansi kelas XI IPS 1 di Sekolah
Menengah Atas (SMA) Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011?
Rumusan masalah khusus:
1. Apakah dengan menerapkan peer assessment (penilaian teman) dapat
menumbuhkan motivasi belajar pada mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS
1 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran
2010/2011?
2. Apakah dengan menerapkan peer assessment (penilaian teman) dapat
meningkatkan kemandirian siswa kelas XI IPS 1 di Sekolah Menengah Atas
(SMA) Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011?
3. Apakah dengan menerapkan peer assessment (penilaian diri) dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa kelas XI IPS 1 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri
Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011?

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
C. Tujuan Penelitian
Setiap aktivitas manusia baik lahiriah maupun batiniah pasti mempunyai
tujuan yang ingin dicapai, untuk itu seorang peneliti harus menentukan tujuan dari
penelitiannya, agar arah penelitian lebih jelas dan terarah. Tujuan penelitian ini
adalah :
Tujuan umum:
Meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran Akuntansi melalui
penerapan peer assessment (penilaian teman) dapat meningkatkan prestasi belajar
mata pelajaran Akuntansi kelas XI IPS 1 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri
Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011
Tujuan khusus:
a. Mengetahui dan mendeskripsikan penerapan peer assessment (penilaian teman) dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1
di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran
2010/2011.
b. Mengetahui dan mendeskripsikan penerapan peer assessment (penilaian teman) dalam
meningkatkan kemandirian siswa pada pembelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1 di
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran
2010/2011.
c. Mengetahui dan mendeskripsikan penerapan peer assessment (penilaian teman) dalam
meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1
di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran
2010/2011.

D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan
tentang penerapan sistem penilaian pada pembelajaran akuntansi melalui berbagai
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
teknik penilaian berbasis kelas, khususnya peer assessment dan sebagai bahan
referensi peneliti lain yang akan meneliti permasalahan yang berhubungan dengan
penilaian hasil belajar siswa.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi kelas akuntansi
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi dalam
pelaksanaan penilaian hasil belajar dalam pembelajaran akuntansi guna
meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa yang optimal.
b. Bagi siswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam menumbuhkan
rasa percaya diri dan motivasi siswa yang akan mendorong kemandirian siswa
dalam kegiatan pembelajaran khususnya akuntansi.
c. Bagi guru
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi dan
menambah referensi bagi guru dalam mengembangkan dan merencanakan
kegiatan penilaian secara sistematis sesuai kurikulum yang berlaku.
d. Bagi peneliti
Hasil penelitian ini dapat menambah pengalaman peneliti dalam hal
pengelolaan kegiatan belajar mengajar.


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user 8
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka
Model Penilaian Peer Assessment
1. Hakekat Penilaian
a. Pengertian
Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan
beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil
belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan)
peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau
prestasi belajar seorang peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif
(pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka).
Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai
kuantitatif tersebut. Menurut Nana Sudjana (1989), 'Inti penilaian adalah proses
memberikan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu.
Penilaian adalah kegiatan untuk megetahui prestasi yang dicapai siswa pada akhir
pelajaran sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan pada awal pelajaran.
Penilaian (assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua
metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan
cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok (Mimin
Haryati:2007).
Beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan
bahwa penilaian adalah suatu proses yang mencakup semua metode yang dipakai
untuk mengetahui keberhasilan belajar sesuai dengan kriteria tertentu guna
mengambil keputusan mengenai proses dan hasil belajar siswa. Penilaian hasil
belajar siswa yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses, kemajuan
dan perkembangan hasil belajar siswa, juga sekaligus sebagai umpan balik bagi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
guru agar dapat menyempurnakan strategi dan proses belajar mengajar guna
meningkatkan prestasi belajar siswa.
Dalam proses penilaian, para pelaku penilaian sangat berpengaruh dalam
merencanakan dan melaksanakan penilaian. Pelaku penilaian terhadap proses dan
hasil belajar peserta didik dibagi menjadi dua. Pertama, yaitu pihak internal,
merupakan penilaian yang dilakukan dan direncanakan oleh guru pada saat
pembelajaran berlangsung. Kedua, pihak eksternal, penilaian yang dilakukan oleh
pihak luar yang tidak melaksanakan proses pembelajaran, biasanya dilakukan
oleh suatu institusi/lembaga baik di dalam maupun di luar negeri. Penelitian yang
dilakukan institusi/lembaga tersebut dimaksudkan sebagai pengendali mutu
proses dan hasil belajar. Kenyataan di lapangan, umumnya penilaian hanya
dilakukan oleh guru, yaitu penilaian yang berpusat pada guru.
b. Tujuan Penilaian
Setiap kegiatan atau aktivitas yang terencana pasti mempunyai tujuan
yang hendak dicapai. Begitu pula dengan kegiatan penilaian. Menurut Akhmad
Sudrajat, penilaian memiliki tujuan yang sangat penting dalam pembelajaran,
diantaranya adalah :
1. Sebagai grading, penilaian ditujukan untuk menentukan atau
membedakan kedudukan hasil kerja peserta didik dibandingkan
dengan peserta didik lain.
2. Sebagai alat seleksi, penilaian ditujukan untuk memisahkan antara
peserta didik yang masuk dalam kategori tertentu dan yang tidak.
3. Untuk menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah
menguasai kompetensi.
4. Sebagai bimbingan, penilaian bertujuan untuk mengevaluasi hasil
belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami
dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya, baik untuk
pemilihan program, pengembangan kepribadian maupun untuk
penjurusan.
5. Sebagai alat diagnosis, penilaian bertujuan menunjukkan kesulitan
belajar yang dialami peserta didik dan kemungkinan prestasi yang bisa
dikembangkan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
6. Sebagai alat prediksi, penilaian bertujuan untuk mendapatkan
informasi yang dapat memprediksi bagaimana kinerja peserta didik
pada jenjang pendidikan berikutnya atau dalam pekerjaan yang sesuai.
Sedangkan tujuan penilaian menurut Nana Sudjana (1989:4)
mengemukakan beberapan tujuan penilaian, diantaranya:
1) Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga dapat
diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi
atau mata pelajaran yang ditempuhnya.
2) Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah,
yakni seberapa jauh keefektivannya dalam mengubah tingkah laku para
siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.
3) Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan
dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran
serta strategi pelaksanaannya.
4) Memberikan pertanggungjawaban dari pihak sekolah kepada pihak-
pihak yang berkepentingan.
Sesuai dengan tujuan tersebut, penilaian menuntut guru agar secara
langsung atau tak langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan
proses pembelajaran. Untuk menilai sejauh mana siswa telah menguasai beragam
kompetensi, tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan
kompetensi yang akan dinilai, seperti unjuk kerja/kinerja (performance),
penugasan (proyek), hasil karya (produk), kumpulan hasil kerja siswa
(portofolio), dan penilaian tertulis (paper and pencil test). Jadi, tujuan penilaian
adalah memberikan masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar
peserta didik, baik dilihat ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun
dilihat dari hasil akhirnya, dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai
dengan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik. Penilaian
tersebut digunakan guru sebagai dasar pengambilan keputusan guna merumuskan
strategi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran bagi siswa yang belum memenuhi
kriteria atau standar tertentu. Pengambilan keputusan yang diambil berdasarkan
hasil penilaian dapat lebih tepat dibandingkan dengan keputusan yang dilakukan
pada perencanaan pembelajaran. Kemudian, hasil penilaian tersebut disusun
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
dalam suatu laporan sebagai pertanggungjawaban pihak sekolah kepada pihak-
pihak yang berkepentingan, baik kepada orang tua, lembaga maupun guru itu
sendiri. Pelaporan hasil penilaian harus dapat dan mudah dipahami dan bersifat
obyektif dan pada dasarnya harus menggambarkan tingkat pencapaian siswa.
Penyusunan laporan tersebut dapat dibedakan atas dua cara, yaitu: (1) dengan
menyatakan lulus (tuntas) atau belum lulus (belum tuntas); atau (2) dengan nilai
siswa. Laporan tentang hasil belajar siswa yang dibuat setiap akhir suatu
program.
c. Prinsip-prinsip Penilaian
Selain tujuan dan fungsi penilaian, guru juga harus memahami prinisp
prinsip penilaian. Prinsip-prinsip penilaian akan digunakan guru dalam
merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar. Prinsip penilaian yang
dimaksud antara lain adalah sebagai berikut :
1. Penilaian hasil belajar hendaknya menjadi bagian integral dari proses
pembelajaran. Artinya setiap guru melaksanakan proses pembelajaran ia
harus melaksanakan kegiatan penilaian. Penilaian yang dimaksud adalah
penilaian formatif. Tidak ada proses pembelajaran tanpa penilaian.
Dengan demikian maka kemajuan belajar siswa dapat diketahui dan
guru dapat selalu memperbaiki kualitas proses pembelajaran yang
dilaksanakannya.
2. Penilaian hasil belajar hendaknya dirancang dengan jelas kemampuan
apa yang harus dinilai, materi atau isi bahan ajar yang diujikan, alat
penilaian yang akan digunakan, dan interpretasi hasil penilaian. Sebagai
patokan atau rambu-rambu dalam merancang penilaian hasil belajar
adalah kurikulum yang berlaku terutama tujuan dan kompetensi mata
pelajaran, ruang lingkup isi atau bahan ajar serta pedoman
pelaksanaannya.
3. Penilaian harus dilaksanakan secara komprehensif, artinya kemampuan
yang diukurnya meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotiris. Dalam
aspek kognitif mencakup: pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis,
sintesis, dan evaluasi secara proporsional.
4. Alat penilaian harus valid dan reliabel. Valid artinya mengukur apa
yang seharusnya diukur (ketepatan). Reliabel artinya hasil yang
diperoleh dari penilaian adaalah konsisten atau ajeg (ketetapan).
5. Penilaian hasil belajar hendaknya diikuti dengan tidak lanjutnya. Data
hasil penilaian sangat bermanfaat bagi guru sebagai bahan untuk
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
menyempurnakan program pembelajaran, memperbaiki kelemahan-
kelemahan pembelajaran, dan kegiatan bimbingan belajar pada siswa
yang memerlukannya.
6. Penilaian hasil belajar harus obyektif dan adil sehingga bisa
mengambarkan kemampuan siswa yang sebenarnya.
(Depdiknas, 2008)
d. Komponen dan Aspek Penilaian
Menurut M. Chabib Thoha (1990:13) mengemukakan bahwa evaluasi
pendidikan terkait dengan lima komponen utama, yaitu tujuan pendidikan, bahan
pengajaran, pendidik, peserta didik, dan proses belajar mengajar. Perencanaan
evaluasi harus mempertimbangkan semua komponen tersebut. Mengingat
evaluasi merupakan bagian dari proses pendidikan secara menyeluruh dan
kontinyu, evaluasi bukan hanya sekedar sekumpulan teknik/metode dalam
mengukur hasil belajar siswa.
Selain itu, penentuan teknik/metode penilaian yang akan digunakan
harus disesuaikan dengan karakteristik indikator, standar kompetensi, dan
kompetensi dasar yang diajarkan oleh guru. Tidak menutup kemungkinan bahwa
satu indikator diukur dengan beberapa teknik penilaian, karena memuat domain
kognitif, psikomotor, dan afektif. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang
berlaku saat ini, dalam melakukan penilaian menerapkan sistem penilaian
berkelanjutan yang mencakup tiga aspek, yaitu 1) aspek kognitif, 2) aspek
psikomotor dan 3) aspek afektif.
1) Aspek kognitif
Aspek kognitif pada umumnya berhubungan dengan pengetahuan,
kemampuan berfikir termasuk kemampuan memahami, menghafal,
mengaplikasi, menganalisis dan mengevaluasi. Menurut Mimin Haryati
(2009:23), aspek kognitif terdiri atas enam tingkatan dengan aspek belajar
yang berbeda-beda, yaitu (1) tingkat pengetahuan, (2) pemahaman, (3)
penerapan, (4) analisis, (5) sintesis, dan (6) evaluasi.
2) Aspek psikomotor
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Aspek psikomotor berhubungan dengan kecakapan atau ketrampilan yang
dikuasai. Pengukuran hasil belajar ranah psikomotor dilakukan dengan
menggunakan tes unjuk kerja, lembar tugas atau lembar pengamatan.
Menurut Leighbody (1968), dalam melakukan penilaian hasil belajar
ketrampilan sebaiknya mencakup : Pertama, kemapuan siswa
menggunakan alat dan sikap kerja. Kedua, kemampuan siswa
menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urutan pekerjaan. Ketiga,
kecepatan siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya.
Keempat, kemampuan siswa dalam membaca gambar dan atau symbol.
Kelima, keserasian bentuk dengan yang diharapkan dan atau ukuran yang
telah ditentukan.
(Mimin Haryati, 2009: 26)
3) Aspek afektif
Aspek afektif berhubungan dengan sikap dan nilai. Karakteristik ranah afektif
yang penting diantaranya: sikap, minat, konsep diri, nilai dan moral (Mimin
Haryati, 2009: 38).
Kemampuan afektif merupakan bagian dari hasil belajar dan memiliki
peran penting. Keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif dan psikomotorik
sangat ditentukan oleh kondisi afektif siswa. Siswa yang memiliki minat belajar
dan sikap positif terhadap pembelajaran akan merasa senang mempelajari mata
pelajaran tersebut, sehingga diharapkan akan meningkatkan hasil belajar yang
optimal. Walaupun para guru sadar akan hal ini, namun belum banyak tindakan
yang guru lakukan secara sistematik untuk meningkatkan minat belajar siswa.
Oleh karena itu untuk mencapai hasil belajar yang optimal, guru dalam merancang
program pembelajaran harus memperhatikan aspek afektif siswa.

2. Hakikat Penilaian Teman (Peer Assesment)
a. Pengertian
Peer Assessment adalah salah satu metode penilaian yang diakukan oleh
siswa terhadap hasil belajar teman mereka. Menurut Boud (1991) peer
assessment adalah sebuah proses di mana seorang pelajar menilai hasil
belajar teman atau pelajar lainnya yang berada dalam tingkatan kelas yang
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
sama atau subyek pelajaran yang sama. Peer Assessment dapat digunakan
untuk menilai kemampuan yang meliputi dimensi kognitif dan dimensi
humanistic.
Peer Assessment merupakan salah satu bentuk penilaian yang inovatif
(Mowl, 1996, McDowell dan Mowl, 1996), yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran dan memberdayakan peserta didik, dimana bentuk-bentuk
tradisional dapat menjadi jalan pintas kebutuhan pembelajar. Peer Assessment
dapat mencakup keterlibatan siswa tidak hanya dalam penilaian akhir yang terdiri
dari pekerjaan siswa, tetapi juga dalam pengaturan sebelum kriteria dan pemilihan
bukti prestasi (Biggs, 1999, Brown, karat dan Gibbs, 1994).
Dari pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa Peer Assessment adalah
suatu bentuk penilaian yang dilakukan dimana seorang pelajar menilai hasil belajar
temannya yang berada dalam satu kelas agar dapat mengetahui hasil belajar teman
dan memberikan umpan balik, sehingga bisa dijadikan bahan penialaian bagi guru
serta untuk merencanakan program pembelajaran yang lebih baik, agar bisa
meningkatkan prestsi belajar siswa.
Peer Assessment merupakan suatu cara penilaian hasil belajar yang
berpusat pada siswa. Metode penilaian ini dapat diterapkan untuk menilai
kemampuan kognitif, maupun kemampuan non kognitif siswa apabila
dilihat dari kemampuan yang ingin diuji. Apabila dilihat dari tujuan
penilaian, Peer Assessment dapat di gunakan sebagai alat penilaian formatif
dan sumatif. metode ini lebih sering diterapkan sebagai penilaian formatif
daripada sumatif.
b. Manfaat Peer Assessment
Peer assessment dapat digunakan untuk membantu siswa dalam
mengembangkan kemampuan bekerjasama, mengkritisi proses dan hasil
belajar orang lain (penilaian formatif), menerima umpan balik atau kritik
dari orang lain, memberikan pengertian kepada para siswa tentang kriteria
yang digunakan untuk menilai proses dan hasil belajar dan untuk penilaian
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
sumatif. Penggunaan Peer Assessment untuk penilaian formatif bertujuan
untuk memberikan umpan balik terhadap hasil belajar teman.
Brown, karat dan Gibbs (1994), Zariski (1996), Race (1998)
menyebutkan beberapa keuntungan dari Peer Assessment bagi siswa, diantaranya:
1) Memberikan rasa kepemilikan dari proses penilaian, sehingga
meningkatkan motivasi.
2) Mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka
sendiri, mengembangkan mereka sebagai pembelajar mandiri.
3) Memperlakukan penilaian sebagai bagian dari pembelajaran, sehingga
kesalahan adalah kesempatan daripada kegagalan.
4) Mempraktekkan keterampilan yang dibutuhkan untuk belajar, terutama
keterampilan evaluasi.
5) Menggunakan evaluasi eksternal untuk menyediakan model dan untuk
penilaian belajar internal diri siswa (metakognisi).
6) Mendorong siswa dalam belajar lebih baik lagi.

Peer Asesment dapat digunakan sebagai bagian dari Peer Tutoring ( Donaldson
dan Topping, 1996). Seperti bentuk-bentuk peer tutoring lain, Peer Assessment
memberikan keuntungan untuk Tutor dan Tutee (Hartley 1998, 135). Topping (1996, 7)
menggambarkan potensi keuntungan Peer Tutoring, termasuk pengembangan
keterampilan mengevaluasi dan membenarkan, serta menggunakan pengetahuan disiplin,
dengan menilai pekerjaan orang lain, siswa memperoleh wawasan ke dalam kinerja
mereka sendiri. "Peer and self assessment membantu mengembangkan kemampuan untuk
melakukan penilaian, suatu keterampilan yang diperlukan untuk belajar" (Brown, karat
dan Gibbs, 1994).
Peer Assessment agar bisa berjalan secara efektif, maka lingkungan belajar di
kelas harus mendukung. Siswa harus merasa nyaman dan percaya satu sama lain untuk
memberikan umpan balik yang jujur dan konstruktif. Guru yang menggunakan kerja
kelompok dan Peer Assessment sering dapat membantu siswa mengembangkan
kepercayaan dengan membentuk mereka menjadi kelompok-kelompok kecil di awal
semester dan setelah mereka bekerja dalam kelompok yang sama. Hal ini memungkinkan
mereka untuk menjadi lebih nyaman dengan satu sama lain dan mengarahkan teman untuk
memberikan umpan balik yang lebih baik.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Tiga profesor, Lin-Agler, Moore, dan Zabrucky melakukan eksperimen di
mana mereka menemukan bahwa siswa mampu menggunakan pengalaman
sebelumnya dari mempersiapkan dan melakukan tes untuk membantu mereka
membangun hubungan antara alokasi waktu mereka belajar. siswa lebih mampu
mengetahui bagaimana belajar untuk ujian setelah berpartisipasi dalam Peer
Assessment.
Tetapi meski penerapan peer assessment dapat memberikan berbagai
manfaat, namun menurut artikel dari Institute For Interactive Media and Learning,
ada beberapa kekurangan yang dapat ditemukan dalam penerapan peer assessment,
yakni:
1) Kurangnya kemampuan siswa untuk mengevaluasi satu sama lain.
2) Siswa mungkin tidak menganggap serius, yang memungkinkan
persahabatan, nilai hiburan, dll untuk mempengaruhi penilaian mereka.
3) Siswa mungkin tidak menyukai penilaian teman karena kemungkinan
diskriminasi, salah paham, dll
4) Tanpa intervensi dosen, siswa bisa saja salah dalam memberikan
keterangan satu sama lain.
c. Langkah-langkah Peer Assessment
Pelaksanaan penilaian Peer assessment membutuhkan persiapan yang baik.
Proses Peer Assessment dimulai dengan mendiskusikan item dan kriteria
penilaian oleh guru dan para siswa. Kemudian masing-masing siswa menilai
teman mereka yang telah ditunjuk dan juga memberikan umpan balik. Hasil
penilaian ini biasanya dicocokkan dengan hasil penilaian guru. Apabila
selisih nilai penilaian peer kurang dari 10 % maka penilaian ini dapat
diterima ( Zulharman, 2007 ).
Dalam penerapan Peer Assessment ini terdapat berbagai hambatan
yang akan dialami, diantaranya adalah sikap pelajar yang masih memandang
penilaian merupakan tugas guru, kepercayaan diri pelajar yang masih
kurang untuk melakukan penialaian dan ketidak mengertian pelajar
terhadap kriteria penilaian. Menurut Zulharman (2007), ada empat langkah
dalam perencanaan dan penerapan peer assessment agar efektif yaitu :
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
1 Menentukan kriteria.
Melibatkan siswa dalam menentukan kriteria yang akan digunakan untuk
menilai kinerja mereka. Mengajak siswa berdiskusi mengenai kriteria
penilaian yang akan digunakan. Kriteria yang dipilih tidak harus selalu sama
dengan tujuan sekolah, tetapi perlu memperhatikan kemampuan siswa dengan
pengarahan guru.
2 Melakukan penilaian dengan cara menerapkan kriteria yang ditentukan.
Mengajarkan pada siswa bagaimana menerapkan kriteria untuk pekerjaan
mereka sendiri. Jika siswa telah terlibat dalam diskusi pada tahap 1, kriteria
yang hasilnya akan terpadu antara kriteria dari siswa dan tujuan sekolah,
karena tidak sepenuhnya tujuan siswa sendiri. Kemudian guru memberikan
contoh atau kisi-kisi pekerjaan yang sesuai dengan kriteria penilaian. Kisi-kisi
atau contoh ini membantu siswa memahami hasil konkrit dan harapan.
Kemudian, siswa mulai memahami dan menginternalisasi langkah yang
diperlukan untuk memenuhi tujuan. Pada tahap ini peran guru sangat penting,
guru menyediakan contoh yang sesuai dengan kriteria penilaian.
3 Memberikan umpan balik dan pengolahan evaluasi.
Proses ini tidak memerlukan umpan balik tentang apakah sebuah jawaban atau
produk sudah benar, tetapi lebih tentang seberapa baik para siswa memahami
dan menerapkan kriteria. Diskusi memungkinkan siswa untuk menyelesaikan
pertanyaan dan ketidakpastian tentang kriteria. Saran atau masukan harus
dengan jelas berhubungan dengan kriteria dan akhirnya, siswa harus mampu
melakukan umpan balik terhadap hasil pekerjaan teman mereka.
4 Mengembangkan tujuan, rencana dan strategi untuk belajar lebih lanjut.
Tahap terakhir, melibatkan identifikasi tujuan pembelajaran selanjutnya dan
strategi yang dapat mencapai tujuan. Awalnya, guru menentukan tujuan dan
strategi, akhirnya siswa menyusun tujuan-tujuan mereka sendiri dan strategi
dengan bimbingan guru. Dengan demikian, guru secara penuh
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
mengintegrasikan Penilaian Teman dalam mengajar di tahap 3 dan 4, ketika
siswa dapat memberikan umpan balik terhaap pekerjaan teman mereka.
Peer Assessment dapat digunakan untuk membantu siswa dalam
mengembangkan kemampuan menilai, mengkritisi proses dan hasil
belajarnya melalui penilaian formatif. Peer Assessment juga membantu
pelajar menentukan kriteria yang dapat digunakan untuk menilai hasil
belajarnya, serta sebagai syarat yang diperlukan dalam sebuah proses
pembelajaran untuk memutuskan kelulusan melalui penilaian sumatif.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan Peer
Assessment dapat meningkatkan prestasi belajar melalui peningkatan motivasi
belajar dan kemandirian belajar siswa.

3. Motivasi Diri
a. Pengertian Motivasi
Manusia adalah makhluk yang aktif, yang snantiasa berusaha untuk
mencapai tujuannya. Didalam usaha tersebut manusia di dorong oleh daya
penggerak yang disebut dengan motif. Sehingga dapat dikatakan bahwa motif
adalah daya penggerak dari dalam diri dan dari dalam subyek untuk melakukan
aktifitas aktifitas tertentu demi mencapai tujuan ( Sardiman, 2001 : 71 ).
Berawal dari kata motif, maka kata motivasi dapat diartikan sebagai daya yang
telah aktif.
Menurut I.L. Pasaribu dan B. Simanjuntak (1980:19) 'Motivasi adalah
tenaga dari dalam diri manusia yang mendorong bertindak, suatu proses yang
berlangsung dalam diri seseorang. Lebih lanjut I.L. Pasaribu dan B. Simanjuntak
(1980:17) mengemukakan 'Motivasi itu merupakan suatu tenaga (dorongan,
alasan kemauan) dari dalam yang menyebabkan kita berbuat/bertindak yang mana
tindakan itu diarahkan kepada tujuan tertentu yang hendak dicapai. Sedangkan
menurut Mc. Donald yang dikutip Sardiman A.M (2001: 71), 'Motivasi adalah
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya Ieeling`
dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
Berdasarkan beberapa pendapat yang telah di sebutkan diatas, dapat
dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan motivasi adalah dorongan yang timbul
pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu guna
mencapai suatu tujuan dengan didorong oleh suatu kekuatan yang disebut motif.
b. Macam-macam Motivasi
Ditinjau dari alasan timbulnya motivasi yang ada pada siswa dalam
proses belajar mengajar, motivasi dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu:
1) Motivasi Intrinsik
Yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu
dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan
untuk melakukan sesuatu. Atau dapat dikatakan sebagai motivasi yang berasal
dari dalam diri individu itu sendiri. Sebagai contoh konkrit, seorang siswa
yang belajar karena ingin mendapatkan pengetahuan, nilai dan ketrampilan
agar dapat berubah tingkah lakunya secara konstruktif, bukan karena tujuan
lainnya. Siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan menjadi
orang yang terdidik, berpengetahuan dan ahli dalam bidang studi tertentu.
2) Motivasi Ekstrinsik
Yaitu motif-motif yang aktif dan timbul karena adanya dorongan dari luar.
Merupakan motivasi yang berasal dari lingkungan. Misalnya, seorang siswa
yang belajar karena tahu besok akan ada ulangan dengan harapan
mendapatkan nilai baik.
Motivasi intrinsik pada umumnya muncul dari kesadaran sendiri dengan
tujuan esensial, bukan sekedar symbol dan pengaruh motivasi ini lebih kuat dalam
mendorong seseorang untuk belajar daripada motivasi ekstrinsik (yang berasal
dari luar). Namun demikian, karena berasal dari luar individu bukan berarti
motivasi ekstrinsik tidak penting. Motivasi ekstrinsik tetap penting dan juga harus
ditumbuhkan karena tidak semua siswa memilliki kesadaran sendiri untuk belajar.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Arden N. Frandsen dalam Sardiman A.M. (2001: 44) menyatakan ada
beberapa hal yang mendorong seseorang untuk belajar, yakni:
1) Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas.
2) Adanya sifat yang kreatif pada orang yang belajar dan adanya keinginan
untuk selalu maju.
3) Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru dan
teman-temannya.Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang
lalu dengan usaha yang baru, baik dengan kooperasi maupun dengan
kompetisi.
4) Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai
pelajaran
5) Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari belajar.
c. Karakteristik Motivasi
Tinggi rendahnya motivasi yang ada pada diri seseorang dapat diketahui
dari perilakunya. Menurut sardiman AM. (2001: 81) seseorang dikatakan
memiliki motivasi apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu
lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai)
b. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa), tidak memerlukan
dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas
dengan prestasi yang telah dicapainya).
c. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah 'untuk orang
dewasa (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi,
keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak
criminal, amoral, dan sebagainya).
d. Lebih senang bekerja mandiri.
e. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis,
berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif).
f. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).
g. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu.
h. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.
Apabila seseorang memiliki ciri-ciri tersebut, maka dapat dikatakan
seseorang itu memiliki motivasi yang cukup kuat. Kegiatan belajar mengajar akan
berhasil baik kalau siswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan
berbagai masalah dan hambatan secara mandiri. Oleh karena itu, guru harus
berupaya memupuk motivasi belajar siswa, salah satunya dengan menciptakan
pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Diantaranya dapat diciptakan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif, penilaian yang efektif, dan
sebagainya.
d. Hubungan Motivasi Diri dengan Peer Assessment
Disadari atau tidak setiap kegiatan manusia pasti didasari adanya
motivasi, terutama dalam belajar. Motivasi merupakan salah satu faktor penting
dalam meningkatkan prestasi belajar. Oleh karena itu, dalam pembelajaran guru
perlu memberikan suatu saran atau tindakan yang membangkitkan motivasi
belajar siswa. Motivasi dapat ditumbuhkan dengan berbagai cara.
Siswa akan dapat menerima pelajaran dengan mudah apabila siswa
senang dan tertarik dengan mata pelajaran yang diajarkan. Namun, jika suasana
pembelajaran yang ada berlangsung monoton dan tidak kondusif akan sangat
mempengaruhi dorongan siswa mengikuti pembelajaran. Motivasi merupakan
faktor intrinsik diri penting yang turut menentukan keberhasilan pencapaian
prestasi belajar yang optimal. Selama ini faktor tersebut sering diabaikan oleh
guru. Melalui penerapan Peer Assessment dapat menumbuhkan motivasi belajar
siswa.
Penilaian Teman mengajak siswa turut terlibat dalam merancang kriteria
penilaian, menerapkan kriteria tersebut, kemudian penilaian teman dilakukan oleh
siswa terhadap teman belajarnya. Siswa dapat mengetahui kelebihan dan
kekurangan teman belajarnya pada pokok bahasan yang dipelajarinya, sehingga
timbul dorongan untuk memperbaiki kekurangan dirinya dan meningkatkan
kemampuannya. Hal ini diperkuat dengan pendapat para ahli, Brown, Zariski
(1996), Race (1998), karat dan Gibbs (1994) yang mengatakan bahwa salah satu
keuntungan dari penilaian teman adalah memberikan rasa kepemilikan siswa
terhadap proses belajar sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa serangkaian
kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing pihak sebenarnya dilatarbelakangi
oleh sesuatu yang dinamakan motivasi. Begitu pula kegiatan belajar dan usaha
mencapai tujuan pembelajaran sangat diperlukan adanya motivasi diri peserta
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
didik. Capain tujuan belajar akan optimal jika terdapat motivasi belajar pada diri
siswa. Dengan usaha yang tekun dan motivasi belajar yang kuat, maka siswa
tersebut akan mencapai prestasi belajar yang baik. Melalui penerapan Peer
Assessment diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

4. Kemandirian Belajar
e. Pengertian Kemandirian
Terdapat beberapa istilah yang digunakan oleh para ahli untuk
mendefinisikan kemandirian, seperti autonomy, indenpendency, selI reliance,
yaitu mengatasi sesuatu, bertidak secara aktif terhadap lingkungan dan
merencanakan serta mewujudkan harapan-harapannya (Lindzey Gardner dan
Hall Calvin, Theories Of Personality).
Menurut Herman Holstein, kemandirian merupakan suatu keadaan yang
menandakan suatu kebebasan dari ketergantungan bagi keputusan, penilaian,
pendapat dan pertanggung-jawaban. Kemandirian menunjukkan dirinya dalam
cara pengambilan sikap dan bukan abstraksi. Menurut Mungin Eddy Wibowo
(1992:69), 'Kemandirian diartikan sebagai tingkat perkembangan seseorang
dimana ia mampu berdiri sendiri dan mengandalkan kemampuan dirinya sendiri
dalam melakukan berbagai kegiatan dan menyelesaikan berbagai masalah yang
dihadapi.
Menurut Smart M.S dan Smart R.C, 'Independency is marked with selI
confidence, have own goal and self control, explorative, being able and statisty of
his job (artinya kemandirian ditandai oleh adanya kepercayaan diri, mempunyai
tujuan, dan kontrol diri, ekploratif, mampu dan puas atas pekerjaannya).
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa
kemandirian adalah sikap tanggung jawab seseorang terhadap dirinya untuk
mengorganisir dirinya dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Seseorang yang memiliki kemandirian tahu bagaimana harus bersikap dalam
menyelesaikan permasalahannya tanpa tergantung pada orang lain, dia mampu
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
mengorganisir dirinya dalam bersikap. Akan tetapi, bukan berarti orang yang
mandiri itu tidak membutuhkan bantuan orang lain, mengingat manusia adalah
makhluk sosial.
Kemandirian identik dengan belajar mandiri, belajar mandiri adalah cara
yang sebagian strategi belajarnya dilakukan oleh siswa sendiri, baik secara
perorangan maupun secara kelompok. Jika dihubungkan dengan belajar,
kemandirian merupakan salah satu faktor internal yang memberikan kontribusi
dalam pencapaian prestasi. Pendapat ini diperkuat oleh The Liang Gie bahwa
'Kemandirian siswa dalam belajar adalah situasi yang memungkinkan seseorang
siswa memperoleh pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan atas prakarsa
atau inisiatif dan kemampuan sendiri" (The Liang Gie, Kemajuan Studi).
Haris Mudjiman (2006:7) menyatakan bahwa 'Belajar mandiri adalah
kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai
sesuatu kompetensi guna mengatasi suatu masalah, dan dibangun dengan bekal
pengetahuan dan kompetensi yang telah dimiliki. Sedangkan menurut
Tirtaraharja & La Sulo (2000:50) bahwa 'Kemandirian dalam belajar diartikan
sebagai aktivitas belajar yang berlangsung lebih didorong oleh kemauan sendiri,
pilihan sendiri dan tanggung jawab sendiri daari pelajar. Dari beberapa
pengertian kemandirian belajar tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemandirian
belajar adalah kegiatan belajar aktif yang berlangsungnya lebih karena dorongan
internal dan tanggung jawab sendiri dari pelajar untuk menguasai suatu
kompetensi guna mengatasi suatu masalah.
Pembelajar mandiri bukanlah berarti anak hanya belajar sendiri tanpa
membutuhkan guru atau orang lain. Tetapi, pembelajar mandiri selalu memiliki
dorongan internal untuk belajar dan bertanggung jawab atas proses belajar yang
dijalaninya. Kemandirian belajar adalah termasuk bentuk kreativitas yang dimiliki
seseorang bersifat individualistis atau dengan kata lain orang-orang kreatif
cenderung memiliki rasa individualistis yang kuat. Mereka memiliki kemampuan
membuat keputusan sendiri. Percaya pada daya pikir sendiri dan mempunyai
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
pendapat sendiri (independent judgement). Oleh karena itu, pada umumnya orang-
orang yang memiliki kemandirian yang kuat, mampu berdiri tenang di tengah
kekacauan pendapat, tidak mudah terpengaruh isu dan berita yang belum jelas.
f. Ciri-ciri Kemandirian
Sifat kemandirian memiliki ciri-ciri yang nampak pada diri setiap
individu yang mempunyai sikap kemandirian. Menurut Sumini dalam Tokol
Sumadijono (2003:49), perilaku mandiri memiliki beberapa ciri tertentu
diantaranya:
1) Menyadari bahwa dirinya adalah individu yang unik yang berbeda dari
yang lain.
2) Pengorbanan tujuan-tujuan material dan sifat kepribadian akan
mendorong seseorang mencapai tujuan.
3) Intergrasi diri.
4) Ungkapan yang merupakan ungkapan dari individu.

Belajar mandiri adalah khas belajarnya orang dewasa, meskipun hasil
yang optimal akan tercapai kalau sikap belajarnya meniru sikap belajar yang
dilakukan dengan suasana gembira dan santai. Laird dalam Haris Mudjiman
(2006:14) mengemukakan ciri-ciri belajarnya orang dewasa sebagai berikut:
1) Kegiatan belajar bersifat self directing mengarahkan diri sendiri, tidak
independen.
2) Pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam proses pembelajaran dijawab
sendiri atas dasar pengalaman, bukan mengharapkan jawaban dari guru
atau orang lain.
3) Tidak mau didekte guru, karena mereka tidak mengharapkan secara
terus menerus diberitahu what to do
4) Orang dewasa mengharapkan immediate application dari apa yang
dipelajari dan tidak dapat menerima delayed application.
5) Lebih senang problem-centered learning dari pada content-centered
learning.
6) Lebih senang dengan partisipasi aktif daripada pasif mendengarkan
ceramah guru.
7) Selalu memanfaatkan pengalaman yang dimiliki (konstruktivistik),
karena sebagai orang dewasa mereka tidak datang dengan kepala
kosong`.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
8) Lebih menyukai collaborative learning, karena belajar dan tukar
pengalaman dengan sama-sama orang dewasa menyenangkan dan bisa
sharing responsibility.
9) Perencanaan dan evaluasi belajar lebih baik dilakukan dalam batas
tertentu bersama antara siswa dan gurunya.
10) Activities are experiential, not transmitted and absorbed belajar harus
dengan berbuat, tidak cukup hanya mendengarkan da menyerap.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku mandiri
memiliki ciri adanya tanggung jawab, keputusan yang diambil atas dorongan
sendiri (inisiatif), kebebasan kreativitas, self management, integritas dan identitas
yang jelas yang semuanya akan menghasilkan ide-ide baru, sehingga bermanfaat
bagi diri sendiri, maupun orang lain. Belajar bukanlah kewajiban, tetapi bagi
pembelajar mandiri adalah sebuah kebutuhan dan hal yang menyenangkan
sekaligus menantang.
g. Hubungan Kemandirian dengan Peer Assessment
Metode Penilaian Teman memainkan peran penting dalam
pembelajaran mandiri. Konsep pembelajaran mandiri adalah pusat dari cara
siswa menjadi pelajar independen (wenden, 2001). Pembelajar mandiri
"memantau kinerja mereka sendiri dan mengevaluasi kemajuan dan prestasi
"(O'Malley & Valdez, 1996). Ketika siswa mengatur diri sendiri, 'Siswa
memiliki kendali atas pembelajaran mereka, mereka dapat memutuskan
bagaimana menggunakan sumber daya yang tersedia bagi mereka di dalam atau
di luar kelas " (O'Malley & Valdez, 1996). Pengaruh Penialaian Teman dengan
kemandirian diataranya ditunjukkan pada adanya aktivitas siswa menilai
pekerjaan temannya berkaitan dengan status, proses dan pencapaian kompetensi
yang dipelajari dengan menggunakan kumpulan catatan hasil belajar siswa
belajar melalui pengalaman. Jika hal ini dibiasakan pada pembelajaran, maka
siswa akan terlatih bersikap mandiri dalam setiap aktivitas yang mendukung
proses belajarnya. Dengan penerapan Peer Assessment dan berbekal motivasi
yang tinggi, maka siswa akan terdorong untuk lebih mandiri dalam belajar.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Seorang pembelajar mandiri mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya, serta
merasa bertanggungjawab terhadap pendidikanya dan kebutuhan untuk belajar.
Dia tahu, dengan metode atau strategi belajar seperti apa yang paling efektif
untuk dirinya. Dia pun bisa mengatur jadwal yang paling sesuai untuk dirinya.
Termasuk di dalam pengelolaan diri adalah kemampuan melakukan evaluasi atas
proses yang dilakukannya dan menyelesaikan proses belajar yang dijalaninya
hingga tuntas.
Melalui Peer Assessment dan didukung dengan motivasi belajar yang
cukup kuat dan kemandirian belajar siswa dapat meningkatkan kualitas kinerja
siswa, sehingga mendorong peningkatan prestasi belajar yang optimal.

5. Hakikat Mata Pelajaran Akuntansi
Menurut American Accounting Assosiation, 'akuntansi adalah suatu proses
pengidentifikasian (pengkajian), pengukuran dan pengkomunikasian informasi
ekonomi untuk membantu para pemakai informasi dalam membuat pendapat-
pendapat dan keputusan-keputusan. Terjemahan dalam buku A Statement of Basic
Accounting Theory (ASOBAT), Akuntansi diartikan sebagai 'Proses
mengidentifikasikan, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai
bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil
kesimpulan oleh para pemakainya. (SyaIri, 2003: 4).
Berdasarkan pendapat pendapat yang telah dikemukakan di atas dapat
disimpulkan bahwa pengertian akuntansi merupakan bahan kajian mengenai suatu
sistem untuk menghasilkan informasi berkenaan dengan transaksi keuangan.
Informasi tersebut dapat digunakan dalam rangka pengambilan keutusan dan
tanggung jawab di bidang keuangan.
Di sekolah, Akuntansi berperan sebagai suatu mata pelajaran, bagian dari
kompetensi yang harus dikuasai dan dituntaskan untuk memenuhi syarat kelulusan.
Mata pelajaran tersebut melatih siswa untuk berfikir, menguasai konsep dan
berhitung. Selain itu mata pelajaran Akuntansi memiliki karakteristik sebagai berikut:
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
a. Akuntansi merupakan seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan informasi
yang bermanfaat.
b. Materi Akuntansi berupa pokok-pokok bahasan dari pengertian secara umum
pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan baik perusahaan
jasa, dagang, maupun koperasi sampai pada analisis laporan keuangan tersebut.
c. Pokok-pokok bahasan tersebut diurutkan sesuai dengan sekuensial proses
akuntansi dari bukti transaksi sampai menjadi laporan keuangan.
(Depdiknas, 2002: 3).
Mempelajari Akuntansi dibutuhkan logika berpikir kreatif dan keterampilan
berhitung yang baik. Siswa harus berpikir secara komprehensif dan menyeluruh
dalam mempelajari mata pelajaran ini. Oleh karena itu, dalam mempelajari Akuntansi
tidak bisa dilakukan hanya ketika menjelang ulangan harian atau ujian saja. Apalagi
materi Akuntansi saling berurutan dan berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

6. Hakikat Prestasi Belajar.
a. Pengertian Prestasi Belajar
Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu 'hasil
yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan
dalam raport. Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa 'prestasi
belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa
dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.
Sedangkan menurut S. Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah:
'Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berIikir, merasa dan berbuat.
Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif,
affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika
seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut. Winkel
(1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan
yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil
maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
belajar. Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993 : 77) mengemukakan bahwa
prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah
melaksanakan usaha-usaha belajar.
Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat diambil kesmpulan bahwa
prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam
menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses
belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan
sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai
atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.
Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari
evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar
siswa.
Prestasi belajar dapat diukur dengan mengadakan kegiatan penilaian
dengan berbagai teknik penilaian secara berkelanjutan, akurat dan konsisten dari
pokok bahasan satu ke pokok bahasan selanjutnya baik dalam bentuk angka,
simbol maupun huruf yang diperoleh melalui berbagai instrumen penilaian.
Prestasi belajar merupakan hasil dari penilaian siswa melalui pengukuran hasil
belajar siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor setelah
mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan alat penilaian
yang relevan. Salah satu alat penilaian dapat berupa tes, tes tersebut dapat
berbentuk tes tertulis, lisan, maupun dengan bentuk tes lain. Dengan demikian
dapat dikatakan prestasi belajar dapat berupa nilai tes pelajaran.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan,
maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
antara lain adalah dar faktor intern serta faktor ekstern yang berasal dari luar
siswa, yakni : .
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
1) Faktor Intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri,
adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu:
kecedersan/intelegensi, bakat, minat dan motivasi.
a) Kecerdasan/intelegensi adalah kemampuan belajar disertai kecakapan
untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya.
b) Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai
kecakapan pembawaan.
c) Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan
mengenai beberapa kegiatan.
d) Motivasi, dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut
merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan
belajar.
2) Faktor Ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar
yang sifatnya di luar diri siswa.
a) Keadaan Keluarga, Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam
masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Keluarga yanng
sehat besar artinya untuk pendidikan kecil, tetapi bersifat menentukan
dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia.
Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan
seseorang dalam belajar. Rasa aman itu membuat seseorang akan
terdorong untuk belajar secara aktif, karena rasa aman merupakan salah
satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk
belajar.
b) Keadaan Sekolah, Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal
pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar
siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk
belajar yang lebih giat.
c) Lingkungan Masyarakat, di samping orang tua, lingkungan juga
merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
hasil belajar siswa dalm proses pelaksanaan pendidikan. Karena
lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap
perkembangan pribadi anak, sebab dalam kehidupan sehari-hari anak
akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada.

c. Hubungan Antara Peer Assessment dengan Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang dicapai menurut
kemampuan siswa melalui usaha belajar secara maksimal ditandai dengan
perkembangan serta perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang diperoleh
dari belajar. Prestasi belajar seseorang dapat diukur dengan mengadakan
penilaian. Penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat
penilaian untuk memperoleh informasi sejauh mana proses penilaian peserta didik
atau ketercapaian kompetensi peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan
tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. Penilaian yang
diselenggarakan secara efektif dapat meningkatkan prestasi belajar.
Penyelenggaraan penilaian bermanfaat untuk memperoleh gambaran
mengenai perkembangan dan prestasi belajar semua siswa dengan berbagai teknik
dan alat penilaian. Penilaian dapat dilaksanakan melalui beberapa teknik, salah
satunya adalah Peer Assessment (penilaian teman). Apabila diterapkan, Penilaian
Teman dapat mendorong pelajar untuk memiliki rasa tanggungjawab terhadap
proses belajarnya sehingga pelajar dapat mandiri, melatih keterampilan penilaian
yang berguna untuk belajar di masa depan dan mendorong untuk belajar lebih
baik lagi.

B. Hasil Penelitian Yang Relevan
Penelitian yang relevan merupakan hasil penelitian orang lain yang relevan
dijadikan titik tolak penelitian kita dalam mencoba melakukan pengulangan, revisi,
modifikasi, dan sebagainya. Penelitian yang relevan dan selaras dengan judul
penelitian yang diambil, yaitu 'Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Penerapan Peer
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Assessment (Penilaian Teman) Pada Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI IPS 1
SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011. Tetapi sejauh ini peneliti
hanya menemukan penelitian yan dilakukan oleh para ahli dari luar negeri
diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Orpen (1982) yang menemukan
bahwa tidak ada perbedaan antara penilaian oleh instruktur dengan penilaian oleh
peer. Arnold et al. (1981) melaporkan bahwa Peer Assessment di pendidikan dokter
memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Boud (1995) melaporkan bahwa dari
penelitian penelitian mengenai Peer Assessment yang ia analisa, 17 penelitian
melaporkan bahwa pelajar menilai lebih tinggi daripada guru dan 12 penelitian
melaporkan bahwa pelajar menilai lebih rendah daripada penilaian guru

C. Kerangka Pemikiran
Kerangka berpikir merupakan alur penalaran untuk dapat memberikan
jawaban sementara atas masalah yang telah dirumuskan. Kerangka berpikir ini
digambarkan dengan skema secara holistik dan sistematik, didasarkan pada kajian
teori dan hasil penelitian yang relevan. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
Penyelenggaraan penilaian bermanfaat untuk memperoleh gambaran
mengenai perkembangan dan prestasi belajar semua siswa dengan berbagai teknik
dan alat penilaian. Penilaian dapat dilaksanakan melalui beberapa teknik, salah
satunya adalah Peer Assessment (penilaian teman). Yang apabila diterapkan,
penilaian bermanfaat bagi guru untuk bisa merencanakan kegiatan pembelajaran yang
akan dijalankan setelah mengetahui hasil belajar siswa. Selain itu penilaian teman
dapat mendorong pelajar untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap proses
belajarnya sehingga pelajar dapat mandiri, melatih kemampuan penilaian yang
berguna untuk belajar di masa depan.
Berdasarkan pada masalah yang dirumuskan serta kajian teori yang sesuai
dengan judul penelitian yang diambil peneliti, yaitu Peningkatan Prestasi Belajar
Melalui Penerapan Peer Assessment (Penilaian Teman) Pada Mata Pelajaran
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Akuntansi Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran
2010/2011 maka dapat dibuat suatu kerangka berpikir.
Kerangka berpikir tersebut dapat digambarkan dengan skema sebagai
berikut :














Gambar 1. Alur Kerangka Berpikir
D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari masalah yang telah
dirumuskan yang belum diuji kebenaranya sehingga dapat dipertegas atau ditolak
secara empiris. Berdasarkan landasan teori yang mencakup tinjauan pustaka serta
kerangka pemikiran, maka penulis merumuskan hipotesa sebagai berikut:
Dengan menerapkan peer assesment (penilaian teman) dapat
meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS1 SMA
Negeri Kebakkramat Tahun Pelajaran 2010/2011


Penilaian Kelas
Penilaian Guru Penilaian Teman
Motivasi Belajar Siswa Rendah Motivasi Belajar Siswa Tinggi
KemandirianBelajar Siswa
Rendah
Prestasi Belajar Siswa Rendah
Kemandirian Belajar Siswa
Tinggi
Prestasi Belajar Siswa Tinggi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri
Kebakkramat yang berada di kabupaten Karanganyar, khususnya di kelas XI IPS
1. Adapun alasan yang mendasari pelaksanaan penelitian di lokasi ini adalah:
a. Pengamatan awal peneliti di kelas IPS 1 menunjukkan bahwa minat belajar
akuntansi siswa rendah, akibatnya prestasi belajar siswa kurang optimal.
b. Antara peneliti dan sekolah sudah ada hubungan baik, karena peneliti juga
pernah belajar di sekolah ini,sehingga peneliti sedikit banyak mengetahui
mekanisme pembelajaran di sekolah ini.
c. Secara khusus, di kelas XI IPS 1 belum pernah dilaksanakan penelitian
sejenis sehingga terhindar dari kemungkinan adanya penelitian ulang.
2. Waktu Penelitian
Penulis merencanakan pelaksanaan penelitian dari bulan Juli 2010
sampai November 2010. Waktu ini meliputi kegiatan persiapan hingga
penyusunan laporan penelitian , dengan jadwal sebagai berikut :
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Dalam Penelitian
Jenis Tahun 2010
Kegiatan Juli Agustus September Oktober November
1. Persiapan Penelitian
a. Penyusunan Judul
b. Penyusunan Proposal
c. Perijinan
2. Perencanaan Tindakan
3. Implementasi Tindakan
a. Siklus I
b. Siklus II
4. Review
5. Penyusunan Laporan

33
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
B. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat,
karanganyar. Alasannya, pertama terdapat permasalahan rendahnya hasil belajar
siswa XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat. Kedua, karena kelas XI IPS 1 belum
pernah digunakan penelitian sejenis, sehingga tehindar dari kemungkinan adanya
penelitian ulang pada subjek, waktu dan objek yang sama.

C. Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolabaratif dan partisipatif. Kolabaratif
artinya peneliti berkolaborasi atau bekerja sama dengan guru kelas XI IPS 1 SMA
Negeri Kebakkramat. Sedangkan partisipatif artinya peneliti yang dibantu dengan
teman sejawat sebagai partner penelitian. Menurut Supardi dalam Suharsimi Arikunto
dkk (2007:104) 'Penelitian tindakan kelas sebagai suatu bentuk investigasi yang
bersifat reflektif partisipatif, kolaboratif dan spiral, yang memiliki tujuan untuk
melakukan perbaikan sistem, metode kerja, proses, isi, kompetensi dan situasi.
Menurut Suharsimi Arikunto dkk (2007: 3) 'Penelitian tindakan kelas
merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar mengajar berupa sebuah
tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.
Penelitian ini mempunyai akar permasalahan yang muncul secara langsung dikelas,
dan dirasakan guru yang bersangkutan. Istilah dalam bahasa Inggris adalah
Classroom Action Research (CAR) yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di kelas,
dilihat dari namanya ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut, yaitu
penelitian, tindakan, dan kelas; 1) Penelitian merupakan Kegiatan mencermati suatu
objek, menggunakan aturan metodologi untuk memperoleh data atau informasi yang
bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi
peniliti; 2) Tindakan merupakan suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan
tujuan tertentu yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan; 3) Kelas
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
merupakan sekelompok peserta didik yang sama dan menerima pelajaran yang sama
dari seorang guru.
Berdasarkan definisi tersebut penelitian tindakan kelas dapat diartikan
bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk Pencermatan terhadap
kegiatan belajar mengajar berupa sebuah tindakan yang sengaja dimuncukan dengan
tujuan untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran
kelas.
Untuk lebih memahami apa yang dimaksud PTK, perlu diketahui
karakteristik dari PTK itu sendiri. Menurut Supardi dalam Suharsimi Arikunto dkk
(2007:110) karakteristik PTK meliputi :
1. Inkuiri reflektif. PTK merupakan kegiatan penelitian berdasarkan pada
pelaksanaan tugas (practice driven) dan pengambilan keputusan. Masalah yang
menjadi focus adalah permasalahan yang spesifik dan kontekstual sehingga tidak
merisaukan kepresentatifan sampel dan generalisasi.
2. Kolaboratif. Upaya perbaikan proses dan hasil pembelajarantidak dapat dilakukan
sendiri oleh peneliti di luar kelas, tetapi harus berkolaborasi dengan guru.
3. Reflektif. PTK memiliki ciri khusus, yaitu sikap reflektif yang berkelanjutan.
Didalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) suatu hal yang penting
untuk dilakukan, yaitu selalu mengikutsertakan secara aktif guru dan siswa dalam
berbagai tindakan dan adanya kegiatan refleksi berdasarkan pertimbangan yang
mantap dan valid guna melakukan perbaikan dan pemecahan masalah yang terjadi
dalam situasi dan kondisi pembelajaran. Tindakan itu harus direncanakan dengan
baik dan dapat diukur tingkat keberhasilannya dalam suatu pemecahan masalah,
maka perlu dilakukan penelitian siklus berikutnya (siklus kedua) untuk mencoba
tindakan lain (sebagai alternatif pemecahan lain sampai permasalahan teratasi).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan melalui empat
tahap, yakni : perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (acting),
pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting) yang dapat digambarkan sebagai
berikut :

Gambar 2. Model Siklus Penelitian Tindakan Kelas ( PTK )
Permasalahan
Baru
Dicukupkan apabila
permasalahan terselesikan
Identifikasi
Masalah
Refleksi
Pengamat
Perbaikan Perencanaan
Pelaksanaan
Pelaksanaan
Refleksi
j
Pengamatan
SIKLUS 1
Perencanaan
SIKLUS II
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Keterangan :
Rincian kegiatan pada setiap tahap adalah sebagai berikut:
a. Perencanaan
Tahapan ini berupa menyusun rancangan tindakan yang menjelaskan
tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan
tersebut akan dilakukan.
Secara rinci, pada tahapan perencanaan terdiri dari kegiatan sebagai berikut:
1) Mengidentifikasi cara menganalisis masalah, yaitu secara jelas dapat
dimengerti masalah apa yang akan diteliti. Masalah tersebut harus benar-benar
faktual terjadi di lapangan, masalah bersifat umum di kelasnya, masalah
cukup penting dan bermanfaat bagi peningkatan mutu hasil pembelajaran, dan
masalah pun harus dalam jangkauan kemampuan peneliti.
2) Menetapkan alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan, yang akan
melatarbelakangi PTK.
3) Merumuskan masalah secara jelas, baik dengan kalimat tanya maupun kalimat
pernyataan.
4) Menetapkan cara yang akan dilakukan untuk menemukan jawaban, berupa
rumusan hipotesis tindakan. Umumnya dimulai dengan menetapkan berbagai
alternatif tindakan pemecahan masalah, kemudian dipilih tindakan yang
paling menjanjikan hasil terbaik dan yang dapat dilakukan oleh guru.
5) Menentukan cara untuk menguji hipotesis tindakan dengan menjabarkan
indikator-indikator keberhasilan serta berbagai instrumen pengumpul data
yang dapat dipakai untuk menganalisis indikator keberhasilan itu.
6) Membuat secara rinci rancangan tindakan.
b. Tindakan
Pada tahap ini, rancangan strategi dan skenario penerapan pembelajaran
akan diterapkan. Skenario atau rancangan tindakan yang akan dilaksanakan
hendaknya dijabarkan serinci mungkin secara tertulis. Rincian tindakan tersebut
menjelaskan antara lain:
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
1) Langkah demi langkah kegiatan yang akan dilakukan,
2) Kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh guru,
3) Kegiatan yang diharapkan dilakukan oleh siswa,
4) Rincian tentang jenis media pembelajaran yang akan digunakan dan cara
menggunakannya,
5) Jenis instrumen yang akan digunakan untuk pengumpulan data/ pengamatan
disertai dengan penjelasan rinci penggunaannya.
c. Pengamatan atau Observasi
Tahap ini diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan penelitian.
Pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang berjalan. Jadi keduanya
berlangsung dalam waktu yang sama.
Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan dan mencatat semua hal
yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan. Pengumpulan data
dilaksanakan dengan menggunakan format observasi/penilaian yang telah
disusun, termasuk juga pengamatan secara cermat pelaksanaan skenario tindakan
dari waktu ke waktu serta dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa.
Data yang dikumpulkan dapat berupa data kualitatif (hasil tes, kuis, presentasi,
nilai tugas, dan lain-lain) atau data kuantitatif yang menggambarkan kreatifitas
siswa, antusias siswa, mutu diskusi yang dilakukan, dan lain sebagainya.
Data yang dikumpulkan hendaknya dicek untuk mengetahui keabsahannya.
Data yang telah terkumpul memerlukan analisis, baik untuk mempermudah
penggunaan maupun dalam penarikan kesimpulan. Untuk hal ini berbagai teknik
analisis statistika dapat digunakan.
d. Refleksi
Tahapan ini bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang
telah dilakukan, berdasarkan data yang telah terkumpul, kemudian dilakukan
evaluasi guna menyempurnakan tindakan berikutnya.
Refleksi dalam PTK mencakup analisis, sintesis, dan penilaian terhadap
hasil pengamatan atas tindakan yang dilakukan. Jika terdapat masalah dari proses
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
refleksi, maka dilakukan proses pengkajian ulang melalui siklus berikutnya yang
meliputi kegiatan perencanaan ulang, tindakan ulang, dan pengamatan ulang
sehingga permasalahan dapat teratasi.

D. Teknik Analisis Data
Data yang tersedia dari pengumpulan data perlu dianalisis, sedangkan untuk
menganalisis data tersebut perlu digunakan teknik analisis data sehingga data yang
ada dapat dimanfaatkan dengan baik. Data penelitian ini dianalisis dengan
menggunakan teknik analisis data sebagai berikut:
1. Analisis deskriptif komparatif
Analisis deskriptif komparatif dilakukan dengan membandingkan antara kondisi
awal sebelum dilakukannya tindakan dengan hasil yang diperoleh pada siklus I
dan siklus II sehingga dapat dilihat adanya perbedaan sebelum dan sesudah
dilakukannya tindakan.
2. Analisis data kuantitatif
Analisis data kuantitatif digunakan untuk mengolah hasil belajar siswa yang
diperoleh dari tes formatif. Data kuantitatif yang digunakan adalah kuantitatif
sederhana yang berupa penghitungan nilai rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah,
dan persentase jumlah siswa yang mencapai batas ketuntasan. Dari informasi ini
dapat diketahui sampai sejauh manakah keberhasilan siswa dalam proses belajar
mengajar.
3. Analisis data kualitatif
Analisis kualitatif berupa catatan lapangan yang disajikan secara rinci dan
lengkap selama proses penelitian berlangsung. Analisis data kualitatif diperoleh
berdasarkan hasil observasi, refleksi dari tiap-tiap siklus, dan membandingkan
kinerja siswa maupun guru dalam hasil pengamatan dengan parameter atau teori
tertentu.
E. Sumber Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa sumber data yakni,
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
1. Ruang kelas sebagai tempat berlangsungnya penelitian.
2. Siswa untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa.
3. Guru untuk melihat bagaimana guru melakukan evaluasi terhadap hasil belajar
siswa.
4. Buku buku teori yang relevan dengan penelitian,
5. Artikel yang relevan dengan penelitian yang diteliti oleh peneliti.

F. Teknik Pengumpulan Data
Sesuai dengan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, maka teknik
pengumpulan data yang digunakan antara lain:
1. Observasi
Observasi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan dan perkembangan
pembelajaran akuntansi yang dilakukan oleh para siswa. Pengamatan dilakukan
sebelum, selama, dan sesudah siklus penelitian berlangsung. Jenis observasi yang
digunakan adalah observasi partisipan artinya peneliti ikut terlibat dalam proses
pembelajaran (tindakan).
2. Wawancara
Jenis wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara
terstruktur, dimana bahan wawancara telah dipersiapkan terlebih dahulu.
Wawancara dilakukan oleh interviewer kepada guru mata pelajaran akuntansi
dan siswa terhadap kegiatan belajar mengajar, yang dimaksudkan untuk
memperoleh informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembelajaran akuntansi, penentuan tindakan dan respon yang timbul sebagai
akibat dari tindakan yang dilakukan.
3. Teknik Evaluasi/ Tes
Tes digunakan untuk mengetahui perkembangan atau keberhasilan pelaksanaan
tindakan.
4. Dokumentasi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Dokumentasi non tes yaitu dokumentasi berupa gambar atau foto proses belajar
mengajar.
5. Angket
digunakan untuk mengukur nilai, sikap, motivasi, dan sebagainya yang disusun
dalam bentuk pernyataan untuk dinilai oleh responden.

G. Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini merupakan rangkaian siklus-siklus yang
dirancang dalam dua siklus. Setiap siklus ada empat tahapan, yaitu perencanaan,
pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Tahapan tersebut disusun dalam
siklus dan setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan target yang ingin dicapai dalam
penelitian ini.
Siklus I
1. Perencanaan
Perencanaan akan meliputi kegiatan sebagai berikut:
1) Guru bersama peneliti menyusun rencana pembelajaran.
2) Menyusun lembar observasi, kisi-kisi angket, lembar angket atau rubrik
penilaian untuk mengukur kualitas pembelajaran dan pelaksanaan penilaian
dengan memperhatikan pertimbangan dosen pembimbing.
3) Menyusun lembar kerja siswa dengan memperhatikan pertimbangan guru
akuntansi.
4) Menetapkan indikator ketercapaian
Indikator ketercapain diperoleh dari beberapa komponen, seperti yang disajikan
dalam tabel berikut ini.





perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Tabel 2. Indikator Ketercapain Belajar Siswa
Aspek yang diukur Presentase
Target Capaian
Cara mengukur
Pelaksanaan Peer
Assessment (Penilaian
temani) pada
penilaian formatif
80% Mengamati apakah guru melibatkan
siswa dalam menentukan kriteria,
menerapkan penilaian dengan
menerapkan kriteria, memberikan
umpan balik dan pengolahan
evaluasi serta menentukan tujuan,
rencana dan strategi untuk belajar
lebih lanjut.
Motivasi diri siswa
mengikuti
pembelajaran
70 % Mengamati timbulnya minat dan
semangat untuk belajar siswa,
komitmen, mempertahankan
pendapat yang diyakininya, lebih
senang bekerja mandiri, dan ulet
menghadapi masalah.
Kemandirian siswa
selama KBM
70 % Mengamati apakah siswa
berpartisipasi aktif dalam kegiatan
belajar, aktif berdiskusi, bekerja
sendiri dalam mengerjakan ulangan
serta banyak berlatih soal - soal.
Ketentuan hasil
belajar (standar nilai
70)
70 % Diamati dari hasil tes belajar siswa
(penilaian formatif) yang dihitung
dari jumlah siswa yang mendapat
nilai 7,00 ke atas
2. Pelaksanaan tindakan
Tindakan yang akan dilakukan dalam penelitian ini meliputi kegiatan sebagai
berikut:
1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan memerikasa kehadiran siswa.
2) Guru mengajak siswa menentukan tujuan pembelajaran.
3) Guru menjelaskan materi pelajaran.
4) Guru menyampaikan hakikat dan tujuan peer assessment kepada semua
siswa
5) Guru bersama siswa menentukan kriteria penilaian.
6) Guru membagikan lembar kerja siswa untuk dikerjakan secara individu
(penilaian formatif).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
7) Siswa mengerjakan soal pada lembar jawab yang telah disediakan.
8) Guru bersama siswa menentukan skor atas masing-masing capaian kriteria
penilaian.
9) Guru menjelaskan pada siswa bagaimana menerapkan kriteria atas
pekerjaan teman mereka.
10) Siswa melakukan penilaian teman.
11) Siswa memberikan umpan balik atas penilaian pekerjaan teman dan
mendiskusikannya menurut kriteria penilaian yang telah di sepakati..
12) Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong
siswa supaya senantiasa melakukan penilaian teman secara cermat dan
obyektif.
13) Guru menyampaikan umpan balik kepada siswa berdasarkan hasil kajian
terhadap sampel hasil penilaian yang diambil acak.
3. Pengamatan
Untuk mengetahui kegiatan yang terjadi selama pembelajaran diperlukan
lembar pengamatan bagi siswa. Pengamatan aktivitas siswa dalam
pembelajaran menggunakan lembar observasi yang diisi oleh observer.
4. Refleksi
Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis semua kegiatan yang
dilakukan dalam penelitian ini. Refleksi dilaksanakan setelah tindakan pada
siklus pertama selesai dilaksanakan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan
serta kendala yang dialami selama pelaksanaan tindakan pertama. Refleksi
dilaksanakan dengan memperhatikan hasil observasi dan diskusi dengan guru
akuntansi kelas XI IPS 1 di SMA Kebakkramat. Diskusi tersebut bertujuan
untuk mengevaluasi hasil tindakan dan merumuskan perencanaan berikutnya,
yaitu siklus II.



perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Siklus II
Pada siklus II perencanaan tindakan dikaitkan dengan hasil yang telah
dicapai pada tindakan siklus I sebagai upaya perbaikan dari siklus tersebut
dengan materi pembelajaran sesuai dengan silabus mata pelajaran Akuntansi,
termasuk perwujudan tahap pelaksanaan, observasi, serta analisis dan refleksi
yang juga mengacu pada siklus sebelumnya.
Langkah-langkah yang dilaksanakan pada siklus II sama dengan
langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus I, meliputi perencanaan,
pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Apabila hasil refleksi belum
terjadi peningkatan prestasi belajar siswa, maka masih perlu dilakukan tindakan
siklus ke III, IV, dan seterusnya. Akan tetapi, apabila pada akhir siklus II sudah
ada peningkatan kualitas pembelajaran akuntansi, maka tindakan penelitian dapat
dihentikan.


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Sejarah dan Perkembangan SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar
Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar yang
beralamat di Jalan Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar. Sejarah dan perkembangan
singkat SMA tersebut akan diuraikan sebagai berikut :
Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Negeri Kebakkramat, Karanganyar berdiri
mulai tahun ajaran 1985/1986 berdasarkan Keputusan Mendikbud RI tanggal 22
November 1985 No. 060/10/1985 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Wilayah
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah.
Pada tahun ajaran pertama SMA Negeri Kebakkramat membuka kelas 1
dengan 3 kelas. Proses belajar mengajar sementara bertempat di SMA Negeri 1
Karanganyar dengan cara masuk siang karena belum mempunyai gedung sendiri.
Pada tahun ajaran 1986/1987 SMA Kebakkramat menempati gedung baru di Jalan
Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar.
Sejak berdirinya SMA Negeri Kebakkramat sampai pada saat ini jumlah
kelas bertambah setiap tahunnya. Pada saat ini di bawah pimpinan Drs. Sri Wardoyo,
B.Sc, M.T sebagai kepala sekolah, SMA Negeri Kebakkramat mempunyai 25 kelas
dengan 928 siswa. Kelas X berjumlah 9 kelas dengan 36 siswa pada setiap kelas.
Kelas XI berjumlah 9 kelas, 5 kelas untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial dan 4
kelas untuk Ilmu Pengetahuan Alam, dengan 36 siswa pada setiap kelas. Kelas XII
berjumlah 7 kelas, 4 kelas untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial dan 3 kelas untuk
jurusan Ilmu Pengetahuan Alam.




45
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
2. VISI dan MISI SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar
a. Visi
Visi SMA Negeri Kebakkramat, Karanganyar adalah unggul alam
prestasi, terampil dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, beriman dan
berbudaya
b. Misi
Misi yang telah di tetapkan SMA Negeri Kebakkramat, Karanganyar
adalah :
1) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga
prosentase siswa yang diterima di perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN
meningkat.
2) Melaksanakan proses pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehungga
dapat mempunyai prestasi alam perolehan nilai UANAS, daya serap dan
ketuntasan belajar yang tinggi.
3) Melaksanakan bimbingan dan pelatihan keterampilan hidup, pembinaan bakat
dan prestasi.
4) Melaksanakan pembinaan dalam melaksanakan tata tertib dan kedisiplinan
terhadap seluruh warga sekolah.
5) Melaksanakan kegiatan keagamaan dalam rangka meningkatkan keimanan
dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
3. Struktur Organisasi Sekolah
Setiap perusahaan maupun organisasi tentu harus mempunyai struktur
organisasi yang jelas untuk mengetahui tugas, wewenang, dan tanggungjawab setiap
bagian maupun personel. Berikut ini merupakan struktur organisasi SMA Negeri
Kebakkramat, Karanganyar :




perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
STRUKTUR ORGANISASI SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar
















Keterangan :
: Garis Koordinasi
: Garis Komando

Gambar 3. Struktur Organisasi SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar
Sumber: Data Administrasi SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar


Komite Kepala Sekolah Kepala Tata Usaha
Wakasek Urusan
Kesiswaan
Wakasek urusan
Kurikulum
Wakasek urusan
SARPRA
Wakasek
urusan Humas
Koordinator
BP/BK
Koordinator
Laboratorium
Koordinator
Perpustakaan
Koordinator SBI
/ Akselerasi /
Imersi
Dewan Guru
Siswa
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
4. Sarana Prasarana
SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar sebagian besar terdiri dari
bangunan yang dipergunakan untuk proses belajar mengajar dan memiliki kapasitas
daya tampung sebanyak 1000 siswa yang terbagi dalam 25 ruang kelas. Ruang kelas
tersebut terdiri dari:
a. Kelas X : 9 kelas
b. Kelas XI : 5 kelas IPS
4 kelas IPS
c. Kelas XII : 4 kelas IPS
3 kelas IPA
Selain ruang kelas tersebut, SMK Batik 2 Surakarta juga memiliki fasilitas-
fasilitas pendukung untuk memperlancar proses belajar mengajar. Fasilitas-fasilitas
tersebut antara lain:
Tabel 3. Sarana dan Prasarana Sekolah
No Nama Ruang Jumlah
1 Ruang Kepala Sekolah 1 buah
2 Ruang Wakasek 1 buah
3 Ruang Tata Usaha 1 buah
4 Ruang Kelas 25 buah
5 Ruang Guru 1 buah
6 Ruang BP 1 buah
7 Ruang UKS 1 buah
8 Ruang Perpustakaan 1 buah
9 Koperasi 1 buah
10 Ruang OSIS/Pramuka 1 buah
11 Ruang Keterampilan 1 buah
12 Kamar Mandi/WC Guru 20 buah
13 Masjid 1 buah
14 Kantin Sekolah 4 buah
15 Gudang 1 buah
16 Laboratorium Komputer 1 buah
17 Laboratorium Bahasa 1 buah
18 Laboratorium IPA 1 buah
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
19 Aula 1 buah
20 Lapangan Sepak Bola 1 buah
Sumber: Data Administrasi SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar
5. Guru, Siswa dan Karyawan
a. Tenaga Pengajar SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar
Tenaga pengajar yang tersedia di SMA Negeri Kebakkramat karanganyar
adalah 64 orang guru, dengan rincian 4 guru pada setiap mata pelajaran, 3 orang
guru TIK, dan 5 orang guru BP/BK.
b. Siswa SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar
Jumlah siswa SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar tahun ajaran
2009/2010 adalah 928 siswa dengan rincian sebagai berikut:
Table 4. Siswa-Siswi SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar
No Kelas Jumlah kelas Jumlah Siswa Jumlah
1. X 9 36 324
2. XI
IPA 4 36 144
IPS 5 36 180
3. XII
IPA 3 40 120
IPS 4 40 160
Jumlah 25 928
Sumber: Data Administrasi SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar
a. Karyawan SMK Batik 2 Surakarta
Karyawan di SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar berjumlah 14 orang,
dengan rincian 7 orang sebagai tenaga administrasi dan 7 orang sebagai tenaga
lapangan. Tugas karyawan tersebut adalah membantu jalannya kegiatan sekolah
agar dapat berjalan dengan lancar, kegiatan tersebut meliputi:
1) Administrasi, yang terdiri dari:
a) KTU
b) Agendaris
c) Kepegawaian
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
d) Keuangan
e) Inventaris
f) Kesiswaan
g) Perpustakaan
h) Bendahara
i) Presensi
2) Tenaga Lapangan, yang terdiri dari:
a) Cleaning Service
b) KopSis
c) Penjaga
d) Teknisi
e) Laboratorium




perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
B. Identifikasi Masalah Pembelajaran Akuntansi Kelas XI IPS 1
SMA Negeri Kebakkramat karanganyar
Sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan
identifikasi masalah atau observasi awal untuk mengetahui bagaimana keadaan
sebenarnya pada saat pembelajaran akuntansi berlangsung. Observasi awal ini
dilakukan peneliti pada bulan Agustus 2010. Hasil dari identifikasi masalah tersebut
adalah sebagai berikut :
1. Ditinjau dari Segi Siswa
a. Siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran akuntansi.
Sebagian besar siswa memiliki persepsi yang kurang positif terhadap guru, siswa
takut pada reaksi guru. Kondisi semacam ini membuat siswa sulit menerima
materi pelajaran karena siswa belajar disertai rasa khawatir, kondisi atau
suasana belajar terkesan tegang. Ketika guru menerangkan, semua siswa
memperhatikan penjelasan guru, namun hanya sebagian kecil siswa yang
aktif. Hal ini dapat dilihat dari prilaku siswa. Diantaranya: ketika diberi
kesempatan bertanya, siswa tidak mengajukan pertanyaan; ketika guru
bertanya selalu siswa tertentu saja yang menjawab; ketika diberi kesempatan
mengerjakan soal di papan tulis, hanya siswa tertentu saja yang aktif
mengerjakan; dan ketika diberi pekerjaan rumah, sebagian besar siswa
menyontek pekerjaan temannya. Situasi semacam ini sangat mempengaruhi
semangat dan motivasi belajar siswa.
b. Siswa kurang mandiri dan percaya diri dengan kemampuan diri sendiri
sehingga menyontek tugas milik teman.
Ketika guru memberikan tugas, siswa tidak segera mengerjakan. Ditambah
lagi masih ada beberapa siswa yang tidak membawa penggaris, tidak
membawa kalkulator sehingga siswa harus meminjam dan menunggu sampai
temannya selesai. Perilaku tersebut menunjukkan kurangnya kemandirian
siswa. Kondisi ini dapat menghambat kegiatan belajar siswa. kemudian
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
ketika diberikan pekerjaan rumah, siswa lebih senang menyontek pekerjaan
teman yang lebih pandai dengan alasan tidak bisa mengerjakan, ada pekerjaan
rumah lain, dan tidak sempat.
c. Prestasi belajar yang tercermin dari hasil belajar siswa belum menunjukkan
hasil yang maksimal.
Kelas X Ak 1 merupakan salah satu kelas yang memiliki permasalahan dan
kendala-kendala dalam pelaksanaan pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dari
banyaknya siswa kelas X Ak 1 yang belum mencapai standar Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah, yaitu
7,00 untuk mata pelajaran Akuntansi. Berikut ini nilai tes siswa yang
diperoleh dari guru mata pelajaran akuntansi yang diambil dari hasil ulangan
harian siswa pada semester genap. Dari 36 siswa kelas XI IPS 1 sebanyak
44,44% siswa dinyatakan tuntas dan 55,56% siswa masih belum tuntas.
Tabel 5. Nilai Tes Siswa Kelas X Ak 1 Kondisi Awal
Kategori
Jumlah
Siswa Prosentase
Tuntas 16 44,44%
Belum Tuntas 20 55,56%
(Sumber : Data primer yang diolah, 2010)
2. Ditinjau dari Segi Guru
a. Guru kesulitan menerapkan metode pembelajaran yang inovatif.
Selain itu, metode mengajar yang digunakan guru juga dirasa kurang
membangkitkan semangat siswa untuk mengikuti pelajaran Akuntansi.
Umumnya sebagian besar siswa masih kesulitan memahami dan menguasai
konsep dan hitungan pada mata pelajaran akuntansi. Mungkin karena selama
KBM berlangsung guru masih menerapkan metode pembelajaran yang
monoton, yaitu selalu menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Hal
ini mengakibatkan siswa mudah merasa jenuh. Karena siswa terlalu
dimudahkan dengan rutinitas mendengarkan ceramah dan mencatat
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
penjelasan guru. Kegiatan rutin semacam ini akan membuat siswa cepat
merasa bosan dan akan berakibat hasil balajar yang kurang maksimal.
b. Guru kesulitan menerapkan metode penilaian yang melibatkan siswa dan
mengoptimalkan hasil belajar siswa untuk tujuan meningkatkan prestasi
belajar siswa.
Kegiatan penilaian yang melibatkan siswa kurang mendapatkan perhatian
guru. Selama ini metode penilaian yang digunakan guru kurang memberikan
kesempatan kepada siswa untuk sesering mungkin berintrospeksi diri dari
hasil belajar yang telah mereka capai. Karena proses penilaian hanya
dilakukan oleh guru, sedangkan siswa hanya mendapatkan daftar nilai yang
mereka capai, ini akan membuat siswa tidak dapat merenungkan lebih dalam
mengenai kemampuan, kualitas kinerja, dan prestasi maksimal yang dapat
mereka capai. Hal ini membuat siswa tidak dapat merenungkan kekuatan dan
kelemahan dari kemampuannya, karena dengan mengetahui kelemahan
dirinya akan menumbuhkan dorongan untuk melakukan perbaikan guna
meningkatkan prestasi belajarnya. Kondisi tersebut semakin diperparah
dengan kurangnya perhatian guru dalam memanfaatkan hasil belajar siswa
untuk tujuan perbaikan. Selama ini hasil belajar siswa dari penilaian formatif
hanya digunakan oleh guru untuk menentukan ketuntasan belajar siswa.
Guru belum memanfaatkan hasil belajar siswa sebagai pegangan untuk
menentukan strategi pengajaran selanjutnya untuk tujuan perbaikan, serta
untuk memberikan umpan balik kepada siswa dengan hasil belajar rendah
sehingga dapat membantu mengoptimalkan prestasi belajar siswa.
Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi tersebut, maka penelitian
tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat
Karanganyar dengan menerapkan metode penilaian Peer Assessment. Diharapkan
dengan usaha ini akan mampu mengurangi permasalahan selama pembelajaran dan
dapat meningkatkan motivasi siswa, kemandirian serta prestasi belajar siswa.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Penerapan metode Penilaian Teman diharapkan dapat berlangsung dengan
efektif. Metode penilaian yang akan diterapkan adalah metode baru, jarang digunakan
dan terdiri dari tahapan-tahapan yang jarang sekali dilakukan di kelas. Oleh karena
itu, sebelum pelaksanaan tindakan siklus I terlebih dahulu akan diadakan latihan
Penilaian Teman di kelas XI IPS 1. Perencanaan tindakan dilaksanakan pada hari
Selasa 28 September 2010 di ruang Guru. Guru bersama peneliti mendiskusikan
materi yang akan disampaikan dan rancangan tindakan yang akan dilakukan dalam
penelitian ini. Latihan ini akan dilaksanakan oleh peneliti (sebagai pengajar) bersama
siswa kelas X Ak 1 pada hari Selasa, 5 Oktober 2010 selama 2x45 menit dengan
materi yang mudah dikuasai siswa, yaitu Akuntansi Sebagai Sistem Informasi. Materi
ini dipilih karena lebih mudah agar siswa bisa memahami dan menguasai materi ini
sehingga diharapkan pelaksanaan latihan menjadi lebih mudah dipraktekkan sebab
siswa dapat fokus pada latihan dan bukan pada materi yang harus mereka pelajari.
Latihan penerapan metode penilaian Peer Assessment di kelas XI IPS 1 ini
bertujuan untuk memperkenalkan metode tersebut pada siswa dan
mempraktekkannya dalam pembelajaran di kelas serta membiasakan siswa dengan
tahap-tahap yang ada pada metode tersebut sehingga penerapan metode tersebut
dalam pembelajaran yang sesungguhnya tidak mengganggu konsentrasi siswa
terhadap materi yang mereka pelajari, serta bertujuan membuat siswa tidak merasa
asing dan kaku dengan langkah-langkah pada metode penilaian Peer Assessment.
Latihan ini hanya berlangsung selama 1 kali pertemuan, yaitu pada hari Selasa, 5
Oktober 2010, karena siswa merasa sudah mengerti dan tampak mulai jenuh, siswa
juga meminta melanjutkan ke materi inti. Pelaksanaan latihan penerapan metode
Penialaian Teman (Peer Assessment) dilaksanakan sesuai tingkatan penerapan
Peer Assessment. Pelaksanaan Peer Assessment terdiri dari tiga tingkatan, yaitu
pemula, sedang, dan tertinggi. Sedangkan latihan Penilaian Teman yang dilaksanakan
adalah tahap pemula dan dilanjutkan pada tahap sedang.


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
C. Deskripsi Hasil Penelitian
Proses penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus
terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3)
observasi dan interpretasi (4) analisis dan refleksi.
1. Siklus Pertama
Penerapan pembelajaran akuntansi pada siklus I melalui metode penilaian
Peer Assessment sebagai berikut :
a. Perencanaan Tindakan
Kegiatan perencanaan tindakan I dilaksanakan pada hari Senin, 18
Oktober 2010 di ruang guru SMA Negeri Kebakkramat. Guru kolaborasi
bersama peneliti mendiskusikan materi yang akan disampaikan dan rancangan
tindakan yang akan dilakukan dalam penelitian ini. Peneliti mengungkapkan
bahwa siswa menemui permasalahan dalam membangun semangat belajar
serta memahami materi akuntansi. Pelaksanaan kegiatan direncanakan akan
dilaksanakan dalam 1 kali pertemuan, yaitu pada hari Senin 13 Desember
2010.
Pada tahap perencanaan peneliti mempersiapkan beberapa komponen
terkait dengan materi yang disampaikan pada siklus I ini, yaitu tentang
Akuntansi Sebagai Sistem Informasi. Hal-hal yang direncanakan pada siklus I
antara lain:
1). Bersama dengan Guru kolaborasi, peneliti merencanakan jadwal
pelaksanaan kegiatan, yaitu pada pertemuan pertama dilaksanakan pada
hari Senin, 13 Desember 2010 selama 2 x 45 menit dengan lokasi berada di
kelas XI IPS 1 SMA Negeri kebakkramat Karanganyar.
2). Merencanakan skenario pembelajaran akuntansi dengan metode Penilaian
Teman (Peer Assessment), berupa :
a) Kegiatan awal
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Kegiatan awal ini meliputi, membuka pelajaran dengan salam dan
memerikasa kehadiran siswa. Kemudian bersama siswa menentukan
tujuan pembelajaran serta menjelaskan materi pelajaran.
b) Kegiatan inti
Kegiatan inti dilakukan dalam empat tahap yakni, menentukan kriteria
penilaian, melakukan penilaian dengan menerapkan kriteria penilaian
yang telah ditentukan, memberikan umpan balik dan pengolahan
evaluasi, serta mengembangkan tujuan, rencana dan strategi untuk
pembelajaran selanjutnya.
c) Kegiatan akhir
Bersama siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah diajarkan
sebelum menutup proses pembelajaran, dan menutup dengan salam
penutup.
3). Peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk materi
Akuntansi Sebagai Sistem Informasi dengan metode Penilaian Teman
(Peer Assessment).
4). Peneliti menyusun instrumen penelitian, yang berupa test dan non-test.
Instrumen test dari hasil pekerjaan siswa (evaluasi akhir siklus) sedangkan
instrumen non-test dinilai berdasarkan pedoman observasi yang dilakukan
oleh peneliti. Instrumen non test yang akan digunakan selama pelaksanaan
tindakan siklus I antara lain: lembar observasi kualitas penerapan metode
Penilaian Teman (pengamatan pada kelas), angket motivasi belajar oleh
siswa, serta lembar observasi kemandirian belajar siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan Tindakan Siklus I ini dilaksanakan dalam 1 kali
pertemuan, yaitu tanggal 13 Desember 2010 di ruang kelas XI IPS 1 SMA
Negeri Kebakkramat Karanganyar. Pertemuan dilaksanakan selama 2 x 45
menit sesuai dengan skenario pembelajaran dan RPP. Selain itu peneliti juga
menyiapkan lembar observasi kualitas penerapan metode Penilaian Teman
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
(Peer Assessment) dan lembar observasi kemandirian belajar siswa.
Pengamatan dilakukan sejak pembelajaran dimulai sampai akhir pembelajaran
siklus 1. Pada saat pembelajaran berlangsung peneliti bertindak sebagai
pengajar sedangkan guru dan seorang observan melakukan pengamatan
terhadap jalannya pembelajaran. Materi yang disampaikan yaitu tentang
Akuntansi Sebagai Sistem Informasi.
Sebelum memasuki materi inti terlebih dahulu siswa diberikan
penjelasan tentang maksud dan tujuan metode Penilaian Teman untuk
memberi gambaran atau arah dari proses pembelajaran. Guru menyampaikan
juga langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Langkah pertama dalam kegiatan awal adalah menentukan tujuan
pembelajaran, guru mengajak dan mengarahkan siswa dalam menentukan
tujuan pembelajaran dengan mengacu pada tujuan sekolah. Selanjutnya guru
menjelaskan materi tentang Akuntansi Sebagai Sistem Informasi. Kemudian
dalam kegiatan inti, guru mengarahkan siswa bersama-sama merumuskan
kriteria penilaian melalui diskusi bersama.
Guru kemudian menunjukkan contoh pekerjaan yang sesuai dengan
kriteria penilaian yang telah ditentukan bersama. Pekerjaan tersebut
merupakan jawaban dari soal yang sudah dipersiapkan guru, maupun soal-soal
yang belum dipersiapkan. Pemberian contoh pekerjaan tersebut bertujuan
untuk menunjukkan pada siswa pekerjaan yang tepat dan sesuai dengan
kriteria yang diharapkan agar siswa terpancing supaya mau bertanya
(terstimulus). Kemudian guru mengadakan ulangan secara individu dan
meminta siswa menilai pekerjaan teman dengan berpedoman pada kriteria dan
skor penilaian yang telah disepakati bersama. Dari hasil belajar tersebut akan
diketahui kualitas kinerja yang dicapai siswa dilihat dari kriteria penilaian
yang telah tercapai, kemudian siswa mengadakan umpan balik kepada
temannya. Selanjunya guru mengajak siswa merumuskan strategi pengajaran
selanjutnya.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Urutan pelaksanaan tindakan tersebut diuraikan sebagai berikut :
1) Kegiatan awal
Kegiatan awal dalam pembelajaran dimulai dengan membuka pelajaran
dengan mengucapkan salam, dilanjutkan dengan mengabsen siswa.
Semua siswa hadir sehingga dapat mengikuti pelajaran. Setelah itu siswa
diberi penjelasan mengenai kegiatan pembelajaran hari ini dimana siswa
dilibatkan dalam kegiatan penentuan tujuan pembelajaran, kriteria
penilaian yang akan diterapkan, dan skor penilaian yang dipakai, lalu
guru menyampaikan materi. Kemudian bersama siswa menentukan tujuan
pembelajaran secara bersama-sama dengan mengacu pada tujuan sekolah.
Dalam merumuskan tujuan, guru mengawali dengan memberikan suatu
masalah. Namun, hampir semua siswa tampak bingung. Kemudian guru
mencoba memberikan contoh atau perumpamaan dari pengalaman siswa,
hal ini bertujuan untuk memancing siswa agar ikut berfikir dan mau
menyatakan pendapatnya (menstimulus). Hasilnya, siswa mulai mengerti
maksud dari tujuan pembelajaran, beberapa siswa mulai menyatakan
pendapatnya tanpa diminta oleh guru. Setelah itu guru menjelaskan materi
Akuntansi sebagai Sistem Informasi yang berisi pengertian akuntansi dan
pengertian transaksi keuangan.
2) Kegiatan inti.
a) Menentukan kriteria penilaian.
Tahap ini dimulai dengan menjelaskan maksud dan tujuan metode
penilaian yang akan dipakai, yaitu metode Penilaian Teman (Peer
Assessment). Ketika guru memberikan gambaran dan langkah-langkah
penerapan metode ini sebagian besar siswa memperhatikan dengan
baik dan tampak tidak bingung dengan metode ini. Sebab pada
pertemuan sebelumnya guru dan siswa telah melakukan latihan
penerapan metode Penilaian Teman dalam pembelajaran. kemudian
dilanjutkan dengan bersama siswa merumuskan kriteria penilaian
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
melalui diskusi. Diawali dengan meminta siswa menyebutkan
pengertian akuntansi dan transaksi keuangan dengan benar dan tepat.
Cara ini cukup efektif untuk membangkitkan pengetahuan siswa
mengenai materi yang dibahas dan membangkitkan keaktifan siswa
dalam proses merumuskan kriteria penilaian, tampak beberapa siswa
mulai berani mengemukakan pendapatnya. Guru menanggapi dengan
baik pendapat siswa. Dengan interaksi yang baik seperti ini, kriteria
penilaian yang dihasilkan mudah dipahami siswa karena siswa turut
terlibat dalam proses perumusannya. Menanyakan kepada siswa
bagian mana yang belum dipahami. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui sampai dimana penguasaan siswa. Sebagian besar siswa
menjawab sudah paham, dan sebagain kecil siswa tidak menjawab.
Oleh karena itu, kegiatan dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
b) Melakukan penialaian dengan menerapkan kriteria penilaian.
Selanjutnya guru menginformasikan bahwa akan diadakan kuis/ulangan.
Guru membagikan lembar jawab dan soal evaluasi berupa soal uraian
dan meminta agar siswa tidak saling bekerja sama dalam menjawab
soal. Guru dan peneliti mengawasi dengan baik agar hasil dari evaluasi
dapat mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan
tenang. Sebelum penilaian dilakukan, guru mengajak siswa
menentukan skor penilaian yang akan digunakan secara bersama-sama
dengan mengacu pada kriteria penilaian yang disepakati. Kemudian
dilanjutkan dengan menjelaskan kepada siswa bagaimana menerapkan
kriteria atas pekerjaan teman mereka. Siswa tidak tampak kebingungan
karena telah melakukan latihan sebelumnya. Setelah itu siswa
melakukan penilaian terhadap pekerjaan teman sebangku mereka.
Guru juga mengingatkan kembali mengenai maksud dan tujuan dari
metode Penilaian Teman (Peer Assessment).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
c) Memberikan umpan balik dan pengolahan evaluasi.
Tahap selanjutnya adalah mengarahkan siswa untuk mengadakan umpan
balik terhadap pekerjaan teman mereka. Beberapa siswa masih
bingung dan bertanya, sehngga sedikit menimbulkan kegaduhan.
Kemudian guru memberikan penjelasan kepada siswa yang masih
bingung, sehingga siswa dapat mengerti dan memberikan umpan balik
kepada temannya. Kemudian guru mencatat hasil belajar siswa dengan
cara memanggil nama siswa satu per satu kemudian meminta teman
siswa yang membawa pekerjaannya menyebutkan nilai yang
dicapainya.
d) Menentukan tujuan, rencana dan strategi untuk pembelajaran
selanjutnya.
Data yang diperoleh menunjukkan beberapa siswa masih belum
memenuhi semua kriteria. Langkah selanjutnya adalah merancang
strategi pengajaran selanjutnya untuk penyempurnaan kegiatan
pembelajaran selanjutnya. Pada kegiatan ini guru mengajak siswa
mendiskusikan kegiatan atau tindakan yang akan diambil.
3) Kegiatan akhir.
Siswa diminta mengumpulkan lembar jawab soal yang sudah selesai
dikerjakan. Kemudian guru membuat kesimpulan dari materi yang sudah
diajarkan kemudian menutup pembelajaran dengan salam.
Kegiatan selanjutnya pada akhir siklus I ini adalah pemberian angket
motivasi belajar oleh siswa. Guru meminta siswa mengisi angket dengan jujur
sesuai dengan diri sendiri.
c. Observasi dan Interpretasi
Observan mengamati proses pembelajaran akuntansi dengan
menggunakan metode Penilaian Teman (Peer Assessment) di kelas XI IPS 1.
Guru dan observan mengambil posisi di dalam kelas, yaitu di belakang para
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
siswa sambil sesekali berkeliling untuk mengamati dengan jelas jalannya
pembelajaran sehingga dapat menilai dengan baik.
Pada hari Senin, 13 Desember 2010, guru memulai pembelajaran
dengan mengajak siswa menentukan tujuan pembelajaran. Dilanjutkan dengan
penyampaian materi Akuntansi Sebagai Sistem Informasi dengan metode
ceramah secara jelas. Setelah itu menjelaskan penggunaan metoe penilaian
teman kepada siswa serta bersama siswa menentukan kriteria penilaian yang
diharapkan. Kemudian guru memberikan lembar soal dan lembar jawab yang
dikerjakan oleh siswa. Kemudian bersama siswa menentukan skor atas
capaian kriteria dan menjelaskan cara mnerapkan kriteria. Siswa menilai
pekerjaan teman mereka (penilaian teman) selanjutnya memberikan umpan
balik pada pekerjaan teman mereka dengan menerapkan kriteria. Kemudian
guru mengajak siswa merencanakan strategi pengajaran selajutnya. Dari
kegiatan tersebut, deskripsi tentang jalannya proses pembelajaran akuntansi
dengan metode Penilaian Teman sudah dijelaskan secara rinci dalam
pelaksanaan tindakan I.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap pelaksanaan proses belajar
mengajar akuntansi, diperoleh gambaran tentang aktivitas siswa selama
kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hasil pengamatan yang diperoleh dari
dua observan hampir sama dan diambil nilai yang tertinggi, sebagai berikut:
1) Hasil pengamatan yang diambil oleh guru dan observan terhadap
pelaksanaan metode Penilaian Teman (Peer Assessment) dalam
pembelajaran akuntansi menunjukkan bahwa setiap langkah Peer
Assessment dilaksanakan dengan kurang baik oleh guru dan siswa di kelas.
Terjadi interaksi yang kurang baik antara guru dan siswa dalam
melaksanakan Penilaian Teman, sehingga belum cukup memenuhi kriteria
dari 80% pencapaian., dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 6. Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer Assessment)
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Aspek yang diteliti Persentase
Capaian
Keterangan
Metode Penilaian Teman
Diskusi merumuskan tujuan
pembelajaran dan kriteria penilaian
66,67% Belum tercapai
Penjelasan materi pelajaran 80,00% Tercapai
Penilaian teman siswa 60,00% Belum tercapai
Pemberian umpan balik 60,00% Belum tercapai
Penentuan strategi pengajaran
selanjutnya
60,00% Belum tercapai
Rata -rata 65,33% Belum tercapai
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
2) Hasil penilaian melalui angket yang disebar pada siswa kelas XI IPS 1
menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa sudah cukup memenuhi kriteria
dari 70% pencapaian, yaitu sebesar 75,49% (dari 36 siswa). Hal ini dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 7. Motivasi Belajar Siswa
Aspek yang diteliti
Persentase Capaian Keterangan
Motivasi Belajar Siswa
Semangat belajar 77,22% Tercapai
Komitmen 69,44% Belum tercapai
Senang mandiri 73,89% Tercapai
Keuletan 75,00% Tercapai
Tekun belajar 81,94% Tercapai
Rata-rata 75,49% Tercapai
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
3) Secara umum, tingkat kemandirian siswa masih rendah, yaitu sebesar
47,22%. Hal ini belum memenuhi kriteria dari 70% target pencapaian dan
dapat dilihat dari prilaku siswa selama pembelajaran, yang tersaji pada
tabel berikut:
Tabel 8. Kemandirian Belajar Siswa
Aspek yang diteliti
Persentase Capaian Keterangan
Kemandirian Belajar Siswa
Berpartisipasi aktif 50,00% Belum tercapai
Aktif berdiskusi 44,44% Belum tercapai
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Mandiri 47,22% Belum tercapai
Rata-rata 47,22% Belum tercapai
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010
4) Berdasarkan hasil belajar siswa dapat diidentifikasi bahwa siswa yang
sudah memahami pengertian akuntansi serta pengertian transaksi keuangan
dan mendapatkan nilai 7,00 ke atas sebesar 75%, sedangkan 25% siswa
lainnya belum sempurna dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Hal ini
disebabkan mereka kurang memahami penjelasan dari guru, karena tidak
mau memperhatikan penjelasan guru sewaktu menjelaskan materi.
Tabel 9. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa
Kriteria
Jumlah Siswa Persentase
Sebelum
Penerapan
Setelah
Penerapan
Sebelum
Penerapan
Setelah
penerapan
Tuntas 16 27 44,44% 75,00%
Tidak Tuntas 20 9 55,56% 25,00%
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
d. Analisis dan Refleksi Tindakan
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa
penerapan Penilaian Teman (Peer Assessment) mampu meningkatkan hasil
belajar dan prestasi belajar akuntansi siswa. Hal ini ditunjukkan dengan
meningkatnya nilai rata-rata kelas. Sebelum penerapan metode Penilaian
Teman, rata-rata kelas adalah 67,67. Namun, sesudah penerapan metode ini,
rata-rata kelas menjadi 77,50. Jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas
standar ketuntasan 7,00 sebanyak 27 siswa dari jumlah keseluruhan 36 siswa.
Indikator ketercapaian prestasi belajar pada siklus I sudah tercapai dari 70%
target yang direncanakan, yaitu 75% siswa memperoleh nilai diatas 70
sedangkan 25% siswa yang lainnya masih belum tuntas. Meskipun demikian,
karena indikator ketercapaian penerapan Penilaian Teman pada siklus I belum
tercapai dari 80% yang direncanakan, yaitu 65,33%; ketercapaian indikator
motivasi belajar sebesar 75,49% dari 70%; ketercapaian indikator
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
kemandirian belajar sebesar 47,22% dari 70% yang direncanakan Oleh karena
itu, pelaksanaan pembelajaran perlu dilanjutkan ke siklus selanjutnya, yaitu
siklus II.
Berdasarkan hasil observasi saat pelaksanaan siklus I, penganalisis
melakukan analisis sebagai berikut:
1) Beberapa kelemahan guru dalam Siklus I adalah :
a) Guru kurang tegas ketika memperingatkan siswa, guru kurang dapat
mengatasi siswa yang tidak mau mengerjakan tugas.
b) Guru belum memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu
menuntaskan semua kriteria penilaian dalam satu kali ulangan.
2) Dari segi siswa ditemukan beberapa kekurangan sebagai berikut:
a) Beberapa siswa masih kurang konsentrasi dalam mengikuti
pembelajaran, saat pemberian apersepsi beberapa dari mereka belum
mengeluarkan buku yang berkaitan dengan akuntansi, bahkan ada siswa
yang sibuk ngobrol dengan teman sebangku.
b) Ketika penyampaian materi, beberapa siswa mengabaikan guru, terdapat
dua kelompok siswa yang mengobrol, yakni Arga Brando, David
Efendi, Antok Meiseno, Fajar Adi W, Johan Dodik P dan Wandra
Johantara.
c) Siswa hanya akan bertanya atau menyatakan pendapatnya kepada guru
apabila guru melakukan pendekatan. Oleh karena itu, peran guru sebagai
fasilitator sangatlah dibutuhkan dalam konteks seperti ini.
d) Siswa masih kesulitan memberikan umpan balik pada teman mereka
serta dalam menerapkan kriteria penilaian.
e) Secara umum, tingkat motivasi siswa sudah mencapai 75,49%, tetapi
kemandirian belajar siswa masih rendah, yaitu sebesar 47,22% dari
indikator ketercapaian sebesar 70% yang direncanakan.
f) Dari segi ketuntasan belajar masih terdapat 9 siswa yang tidak tuntas
dalam mengerjakan ujian, disebabkan karena kurangnya ketelitian
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
siswa, siswa tidak membaca dengan cermat dan teliti soal yang
diberikan oleh guru sehingga tidak lengkap dalam menjawab soal. Siswa
yang tidak berhasil menuntaskan semua kriteria sebanyak 9 siswa (25%
dari 36 siswa).
g) Siswa yang sudah mencapai standar nilai 70 ke atas sebanyak 27 siswa
(75% dari 36 siswa) dan siswa tersebut dapat dinyatakan sudah
mencapai ketuntasan hasil belajar. Nilai tertinggi adalah 100, nilai
terendah adalah 60. Nilai rata-rata kelas sudah baik, yaitu 77,50
dibanding sebelum diterapkannya siklus I, yaitu sebesar 67,67.
Tindakan refleksi yang dapat diambil berdasarkan pengamatan dan
analisis yang telah dilakukan adalah:
a) Guru lebih kreatif dalam melakukan pendekatan dan membangkitkan
semangat siswa melalui pemberian kata-kata yang memberikan pengaruh
positif pada diri siswa sehingga siswa memiliki persepsi yang positif
kepada guru dan siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
b) Guru harus memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu
menuntaskan semua kriteria penilaian dan menyelesaikan tugas dengan
baik. Penghargaan ini bertujuan untuk memacu semangat atau motivasi
setiap siswa untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepat.
c) Guru masih harus lebih aktif berinteraksi dan meluangkan waktu untuk
melakukan pendekatan dan monitoring yang merata kepada semua siswa
terutama pada saat kegiatan diskusi,menerapkan kriteria penilaian dan
pemberian umpan balik, sehingga setiap siswa yang mengalami kesulitan
akan tersalurkan untuk mendapatkan penjelasan dari guru.
2. Siklus Kedua
Pembelajaran akuntansi pada siklus II melalui penerapan metode Penilaian
Teman (Peer Assessment) sebagai berikut :
a. Perencanaan Tindakan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Kegiatan perencanaan tindakan siklus II dilaksanakan pada hari senin,
13 Desember 2010 di ruang guru SMA Negeri Kebakkramat Karanganyar.
Guru bersama peneliti mendiskusikan rancangan tindakan yang akan
dilakukan dalam penelitian ini. Guru kolaborasi mengungkapkan bahwa
berdasarkan hasil analisis dan refleksi dari siklus I masih terdapat beberapa
kekurangan, kemudian disepakati pelaksanaan tindakan pada siklus II akan
dilaksanakan selama 1 kali pertemuan, yakni pada hari Selasa 14 Desember
2010 dengan rancangan sebagai berikut:
1) Peneliti bersama guru mendiskusikan skenario pembelajaran akuntansi
menggunakan metode Penilaian Teman (Peer Assessment), dengan
skenario pembelajaran sebagai berikut:
a) Kegiatan awal
Kegiatan awal ini meliputi, membuka pelajaran dengan salam dan
memerikasa kehadiran siswa. Kemudian bersama siswa menentukan
tujuan pembelajaran serta menjelaskan materi pelajaran.
b) Kegiatan inti
Kegiatan inti dilakukan dalam empat tahap yakni, menentukan kriteria
penilaian, melakukan penilaian dengan menerapkan kriteria penilaian
yang telah ditentukan, memberikan umpan balik dan pengolahan
evaluasi, serta mengembangkan tujuan, rencana dan strategi untuk
pembelajaran selanjutnya.
c) Kegiatan akhir
Bersama siswa membuat kesimpulan dari materi yang telah diajarkan
sebelum menutup proses pembelajaran, dan menutup dengan salam
penutup.
2) Peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk
materi Akuntansi Sebagai Sistem Informasi dengan metode Penilaian
Teman (Peer Assessment).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
3) Peneliti menyusun instrumen penelitian, yang berupa test dan non-test.
Instrumen test dari hasil pekerjaan siswa (evaluasi akhir siklus)
sedangkan instrumen non-test dinilai berdasarkan pedoman observasi
yang dilakukan oleh peneliti. Instrumen non test yang akan digunakan
selama pelaksanaan tindakan siklus II antara lain: lembar observasi
kualitas penerapan motode Penilaian Teman (pengamatan pada kelas),
angket motivasi belajar oleh siswa, lembar observasi kemandirian belajar
oleh siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan
Kegiatan pelaksanaan tindakan siklus II dilaksanakan selama 1 kali
pertemuan seperti yang telah direncanakan, yakni pada hari Selasa 14
Desember 2010. Pertemuan dilaksanakan selama 2x45 menit sesuai dengan
skenario pembelajaran dalam RPP. Sebelum pembelajaran dimulai, peneliti
menyiapkan lembar observasi kualitas penerapan metode Penilaian Teman
(Peer Assessment) dan lembar observasi kemandirian belajar. Pengamatan
dilakukan sejak pembelajaran dimulai sampai akhir pembelajaran siklus II.
Pada saat pembelajaran berlangsung peneliti bertindak sebagai pengajar serta
guru dan observan melakukan observasi terhadap jalannya pembelajaran.
Pelaksanaan tindakan siklus II hampir sama dengan pelaksanaan
tindakan siklus I, hanya pada pelaksanaan tindakan II ini terdapat perbaikan
yang masih diperlukan dari tindakan I. Materi yang disampaikan pada
pelaksanaan tindakan II masih sama dengan pelaksanaan tindakan I, yaitu
Akuntansi Sebagai Sistem Informasi, namun dikhususkan pada proses
akuntansi dan pengertian informasi keuangan.
Pertemuan siklus II diawali dengan menentukan tujuan pembelajaran
dengan melibatkan siswa. Kemudian guru menjelaskan materi proses
akuntansi dan pengertian informasi kepada siswa, selanjutnya dibuka
kesempatan tanya jawab. Selanjutnya guru menjelaskan penggunaan metode
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Penilaian Teman dan dilanjutkan dengan berdiskusi untuk menentukan kriteria
penilaian yang diharapkan.
Sebelum memasuki materi inti terlebih dahulu siswa diberikan
penjelasan tentang maksud dan tujuan metode Penilaian Teman untuk
memberikan gambaran atau arah dari proses pembelajaran. Langkah pertama
adalah menentukan tujuan pembelajaran, guru mengajak dan mengarahkan
siswa dalam menentukan tujuan pembelajaran dengan mengacu pada tujuan
sekolah. Selanjutnya guru menjelaskan materi proses akuntansi dan pengertian
informasi keuangan. Kemudian guru mengarahkan dan mengajak siswa
bersama-sama merumuskan kriteria penilaian melalui diskusi bersama. Guna
mengetahui hasil belajar siswa, guru mengadakan ulangan secara individu,
kemudian siswa menilai pekerjaan teman sebangku nya dengan berpedoman
pada kriteria dan skor penilaian yang telah disepakati bersama. Kemudian
siswa memberikan umpan balik pada teman siswa tentang pekerjaan mereka.
Karena semua siswa yang hadir telah menuntaskan semua kriteria, perumusan
strategi pengajaran selanjutnya tidak perlu dilaksanakan.
Urutan pelaksanaan tindakan tersebut diuraikan sebagai berikut :
1) Kegiatan awal
Kegiatan awal dalam pembelajaran dimulai dengan membuka pelajaran
dengan mengucapkan salam, dilanjutkan dengan mengabsen siswa.
Semua siswa hadir sehingga dapat mengikuti pelajaran. Kemudian
bersama siswa menentukan tujuan pembelajaran secara bersama-sama
dengan mengacu pada tujuan sekolah. Setelah itu guru menjelaskan
materi Akuntansi sebagai Sistem Informasi yang berisi proses akuntansi
dan pengertian informasi keuangan.
2) Kegiatan inti.
a) Menentukan kriteria penilaian.
Tahap ini dimulai dengan menjelaskan maksud dan tujuan metode
penilaian yang akan dipakai, yaitu metode Penilaian Teman (Peer
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Assessment). Kemudian dilanjutkan dengan bersama siswa
merumuskan kriteria penilaian melalui diskusi. Diawali dengan
meminta siswa menyebutkan proses akuntansi dan pengertian
informasi keuangan dengan benar dan tepat, tampak beberapa siswa
mulai berani mengemukakan pendapatnya. Guru menanggapi dengan
baik pendapat siswa. Dengan interaksi yang baik seperti ini, kriteria
penilaian yang dihasilkan mudah dipahami siswa karena siswa turut
terlibat dalam proses perumusannya. Menanyakan kepada siswa
bagian mana yang belum dipahami. Hal ini dilakukan untuk
mengetahui sampai dimana penguasaan siswa. Sebagian besar siswa
menjawab sudah paham, dan sebagain kecil siswa tidak menjawab.
Oleh karena itu, kegiatan dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
b) Melakukan penialaian dengan menerapkan kriteria penilaian.
Selanjutnya guru menginformasikan bahwa akan diadakan kuis/ulangan.
Guru membagikan lembar jawab dan soal evaluasi berupa soal uraian
dan meminta agar siswa tidak saling bekerja sama dalam menjawab
soal. Guru dan peneliti mengawasi dengan baik agar hasil dari evaluasi
dapat mencerminkan kemampuan mereka dan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan soal dengan tertib dan
tenang. Sebelum penilaian dilakukan, guru mengajak siswa
menentukan skor penilaian yang akan digunakan secara bersama-sama
dengan mengacu pada kriteria penilaian yang disepakati. Kemudian
dilanjutkan dengan menjelaskan kepada siswa bagaimana menerapkan
kriteria atas pekerjaan teman mereka. Siswa terlihat antusias pada
tahap ini karena telah dilakukan pada siklus sebelumnya. Setelah itu
siswa melakukan penilaian terhadap pekerjaan teman sebangku
mereka. Guru juga mengingatkan kembali mengenai maksud dan
tujuan dari metode Penilaian Teman (Peer Assessment).
c) Memberikan umpan balik dan pengolahan evaluasi.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Tahap selanjutnya adalah mengarahkan siswa untuk mengadakan umpan
balik terhadap pekerjaan teman mereka. Siswa memberikan umpan
balik kepada teman mereka dengan baik karena tahap ini telah
dilakukan pada siklus I. Kemudian guru mencatat hasil belajar siswa
dengan cara memanggil nama siswa satu per satu kemudian meminta
teman siswa yang membawa pekerjaannya menyebutkan nilai yang
dicapainya.
d) Menentukan tujuan, rencana dan strategi untuk pembelajaran
selanjutnya.
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa lebih dari 70% siswa telah
memenuhi semua kriteria, sehingga penelitian dicukupkan pada siklus
II.
3) Kegiatan akhir.
Siswa diminta mengumpulkan lembar jawab soal yang sudah selesai
dikerjakan. Kemudian guru membuat kesimpulan dari materi yang
sudah diajarkan kemudian menutup pembelajaran dengan salam
Kegiatan selanjutnya pada akhir siklus II ini adalah membagikan angket
motivasi belajar pada siswa. Guru meminta siswa mengisi angket dengan jujur
sesuai dengan diri sendiri.
c. Observasi dan Interpretasi
Guru dan seorang observan mengamati proses pembelajaran akuntansi
dengan menggunakan metode Penilaian Teman di kelas XI IPS 1. Guru dan
observan mengambil posisi di dalam kelas, yaitu di belakang para siswa
sambil sesekali berkeliling untuk mengamati dengan jelas jalannya
pembelajaran sehingga dapat menilai dengan baik.
Pada hari Selasa 14 Desember 2010, guru menyampaikan materi buku
Akuntansi Sebagai Sistem Informasi dengan metode ceramah. Guru mampu
menerapkan metode Penilaian Teman dalam pembelajaran dengan lebih baik
dari siklus I. Pembelajaran dimulai dengan mengajak siswa menentukan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
tujuan pembelajaran. Dilanjutkan dengan penyampaian materi proses
akuntansi dan pengertian informasi keuangan dengan metode ceramah secara
jelas. Kemudian bersama siswa menentukan kriteria penilaian yang
diharapkan. Guru mengadakan ulangan yang nantinya dinilai oleh teman
siswa. Selanjutnya siswa memberikan umpan balik terhaap pekerjaan teman
mereka. Ditutup dengan memberikan kesimpulan pelaksanaan penialaian
teman serta membagikan angket motivasi belajar siswa yang akan diisi oleh
siswa.
Berdasarkan hasil observasi terhadap pelaksanaan proses belajar
mengajar akuntansi, diperoleh informasi tentang motivasi dan aktivitas siswa
selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hasil pengamatan yang
diperoleh dari dua observan hampir sama dan diambil nilai yang tertinggi,
yaitu sebagai berikut:
1) Hasil pengamatan terhadap pelaksanaan metode Penilaian Teman (Peer
Assessment) dalam pembelajaran akuntansi menunjukkan bahwa setiap
langkah Peer Assessment telah dilaksanakan dengan baik oleh guru dan
siswa di kelas. Terjadi interaksi yang lebih baik antara guru dan siswa
dalam melaksanakan Penilaian Teman. Hal ini ditunjukkan oleh hasil
penilaian kualitas pelaksanaan Penilaian Teman mencapai 82,92%, dan
dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 10. Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer Assessment)
Aspek yang diteliti Persentase
Capaian
Keterangan
Metode Penilaian Teman
Diskusi merumuskan tujuan
pembelajaran dan kriteria penilaian
86,67% Tercapai
Penjelasan materi pelajaran 80,00% Tercapai
Penilaian teman siswa
85,00% Tercapai
Pemberian umpan balik
80,00% Tercapai
Penentuan strategi pengajaran
selanjutnya
0,00% Tidak dilakukan karena
telah memenuhi target
pencapaian
Rata-rata 82,92%
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
2) Hasil penilaian motivasi diri siswa melalui angket yang disebar pada siswa
kelas XI IPS 1 menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa baik, yaitu
sebesar 80,99% (dari 36 siswa). Indikator ketercapaian sudah tercapai pada
siklus II dari 70% yang direncanakan. Hal ini dapat dilihat pada tabel
berikut ini:
Tabel 11. Motivasi Belajar Siswa
Aspek yang diteliti
Persentase
Capaian
Keterangan
Motivasi Belajar Siswa
Semangat belajar 81,11% Tercapai
Komitmen 75,55% Tercapai
Senang mandiri 80,00% Tercapai
Keuletan 83,33% Tercapai
Tekun belajar 85,00% Tercapai
Rata-rata 80,99% Tercapai
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
3) Secara umum, kemandirian belajar siswa cukup, yaitu 75% (dari 36 siswa).
Indikator ketercapaian sudah tercapai pada siklus II dari 70% yang
direncanakan. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 12. Kemandirian Belajar Siswa
Aspek yang diteliti
Persentase
Capaian
Keterangan
Kemandirian Belajar Siswa
Berpartisipasi aktif 77,78% Tercapai
Aktif berdiskusi 75,00% Tercapai
Mandiri 72,22% Tercapai
Rata-rata 75,00% Tercapai
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
4) Berdasarkan hasil pekerjaan siswa dapat diidentifikasi bahwa siswa yang
sudah memahami proses akuntansi dan pengertian informasi keuangan
serta mendapatkan nilai 7,00 ke atas sebesar 94,44% (dari 36 siswa),
sedangkan 5,56% siswa tidak tuntas karena siswa tersebut masih
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
mendapatkan nilai kurang dari 7,00. Indikator ketercapaian prestasi belajar
sudah tercapai pada siklus II dari 70% yang direncanakan, dan dapat dilihat
pada tabel berikut ini:
Tabel 13. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa
Kriteria
Jumlah Siswa Persentase
Sebelum
Penerapan
Siklus
I
Siklus
II
Sebelum
Penerapan
Siklus
I
Siklus
II
Tuntas 16 27 34 44,44% 75,00% 94,44%
Tidak Tuntas 20 9 2 55,56% 25,00% 5,56%
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
d. Analisis dan Refleksi Tindakan
Berdasarkan hasil observasi siklus II yang telah dilakukan dapat dilihat
bahwa penerapan metode Penilaian Teman (Peer Assessment) dapat
meningkatkan hasil belajar dan prestasi belajar akuntansi siswa pada mata
pelajaran akuntansi. Siswa sudah jelas dan paham mengenai bagaimana
penerapan metode Penilaian Teman karena siswa mulai terbiasa dengan
metode pembelajaran yang digunakan. Hal ini tentu saja menyebabkan
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode
Penilaian Teman menjadi lebih efektif. Rata-rata nilai ulangan harian siswa
kelas XI IPS 1 pada siklus II mengalami peningkatan. Sebanyak 94,44% siswa
dinyatakan tuntas, karena pencapaian hasil belajar mereka diatas standar batas
tuntas nilai, yaitu 7,00. Berdasarkan hasil refleksi tersebut dapat diketahui
bahwa penerapan metode Penilaian Teman pada siklus II dinilai telah berhasil
dan dianggap sudah memuaskan sehingga tidak perlu dilanjutkan lagi ke
siklus berikutnya.
Berdasarkan hasil observasi dan interpretasi tindakan pada siklus II,
penganalisis melakukan analisis sebagai berikut:
1) Guru lebih mampu menguasai kelas sehingga ketika guru menjelaskan
siswa tidak ada yang ramai atau tidur.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
2) Keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar mengalami
peningkatan. Siswa tidak segan bertanya mengenai hal-hal yang tidak
dimengerti maupun menyampaikan pendapatnya ketika berdiskusi.
3) Kemandirian siswa dalam mengerjakan ulangan mengalami peningkatan.
Tindakan refleksi yang dapat diambil berdasarkan pengamatan dan
analisis yang telah dilakukan adalah :
1) Guru lebih kreatif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif
sehingga siswa memiliki minat dan motivasi belajar yang tinggi.
2) Guru lebih inovatif dalam menggunakan berbagai model dan metode
pembelajaran pada saat mengajar sehingga siswa lebih bersemangat dalam
mengikuti pelajaran dan tidak cepat bosan.
Setiap siklus yang diterapkan pada proses pembelajaran dengan metode
Penilaian Teman (Peer Assessment) mampu meningkatkan motivasi belajar,
kemandirian, serta prestasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut
ini :
Tabel 14. Penerapan Metode Penilaian Teman (Peer Assessment)
Aspek yang diteliti Persentase Capaian
Peningkatan
Metode Penilaian Teman Siklus I Siklus II
Diskusi merumuskan tujuan
pembelajaran dan kriteria penilaian
66,67% 86,67% 20,00%
Penjelasan materi pelajaran 80,00% 80,00% 00,00%
Penilaian teman siswa
60,00% 85,00% 25,00%
Pemberian umpan balik
60,00% 80,00% 20,00%
Penentuan strategi pengajaran
selanjutnya
60,00% 0,00% 0,00%
Rata-rata 65,33% 82,92% 17,59%
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)

Tabel 15. Motivasi Belajar Siswa
Aspek yang diteliti Persentase Capaian
Peningkatan
Motivasi Belajar Siswa Siklus I Siklus II
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Semangat belajar 77,22% 81,11% 3,89%
Komitmen 69,44% 75,55% 6,11%
Senang mandiri 73,89% 80,00% 6,11%
Keuletan 75,00% 83,33% 8,33%
Tekun belajar 81,94% 85,00% 3,06%
Rata-rata 75,49% 80,99% 5,50%
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
Tabel 16. Kemandirian Belajar Siswa
Aspek yang diteliti Persentase Capaian Peningkatan
Kemandirian Belajar Siswa Siklus I Siklus II
Berpartisipasi aktif 50,00% 77,78% 27,78%
Aktif berdiskusi 44,44% 75,00% 30,56%
Mandiri 47,22% 72,22% 25,00%
Rata-rata 47,22% 75,00% 27,78%
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
Tabel 17. Ketuntasan Hasil Belajar Siswa
Kriteria
Jumlah Siswa Persentase
Sebelum
Penerapan
Siklus
I
Siklus
II
Sebelum
Penerapan
Siklus
I
Siklus
II
Tuntas 16 27 34 44,44% 75,00% 94,44%
Tidak Tuntas 20 9 2 55,56% 25,00% 5,56%
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
Tabel 18. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa
Aspek yang dinilai
Persentase
Peningkatan
Siklus I Siklus
II
Penerapan metode Penilaian Teman
(Peer Assessment)
65,33% 82,92% 17,59%
Motivasi belajar siswa 75,49% 80,99% 5,50%
Kemandirian belajar siswa 47,22% 75,00% 27,78%
Prestasi belajar dilihat dari ketuntasan
hasil belajar
75,00% 94,44% 19,44
(Sumber: Data primer yang diolah, 2010)
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Berdasarkan tabel data yang disajikan pada siklus I dan siklus II di atas
diperoleh prestasi belajar yang mengalami peningkatan disertai adanya peningkatan
motivasi dan kemandirian belajar siswa. Kualitas penerapan metode Penilaian Teman
(Peer Assessment) yang baik berdampak positif terhadap prestasi belajar akuntansi
siswa. Deskripsi hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II dapat dijelaskan sebagai
berikut:
Sebelum melaksanakan siklus I, peneliti melakukan survei awal untuk
mengetahui kondisi yang ada di kelas XI IPS 1 SMA Negeri Kebakkramat
Karanganyar. Dari hasil survei peneliti menemukan prestasi belajar akuntansi siswa
kelas XI IPS 1 masih kurang optimal. Oleh karena itu, peneliti mengadakan diskusi
dengan guru kelas dan mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu
dengan menerapkan metode Penilaian Teman.
Brian Noonan dan C. Randy Duncan (2005) mengemukakan 'Metode Peer
Assessment adalah metode penialaian yang berorientasi pada siswa dengan seditkit
bantuan guru serta lebih berkonsentrasi pada proses pembelajaran. Kegiatan
menentukan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian, melakukan penilaian dan
memberikan umpan balik kepada pekerjaan teman oleh siswa diharapkan dapat
meningkatkan kesadaran belajar siswa, serta memberikan kesempatan pada siswa
untuk melakukan introspeksi terhadap kualitas kinerja mereka untuk selanjutnya
dilakukan perbaikan melalui kegiatan perencanaan strategi pengajaran selanjutnya
dengan melibatkan siswa.
Peneliti dibantu guru kelas kemudian menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) guna melaksanakan kegiatan siklus I sekaligus siklus II dengan
materi Buku Akuntansi Sebagai Sistem Informasi, meliputi Pengertian Akuntansi dan
Pengertian Transaksi Keuangan (pada siklus I) serta Proses Akuntansi dan Pengertian
Informasi Keuangan (pada siklus II). Materi pada pelaksanaan tindakan siklus I ini
adalah Pengertian Akuntansi dan Pengertian Transaksi Keuangan. Pada saat
pembelajaran, peneliti bertindak sebagai pengajar dan guru kolaborasi melakukan
pengamatan terhadap proses pembelajaran.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Pembelajaran akuntansi dengan metode Penilaian Teman dimulai dengan
menyampaikan maksud dan tujuan Peer Assessment. Bersama siswa merumuskan
tujuan pembelajaran dan menjelaskan materi dengan menggunakan metode yang
biasa diterapkan oleh guru, yaitu metode ceramah. Kemudian menjelaskan
penggunaan metode Penilaian Teman dan menentukan kriteria penilaian melalui
diskusi. Setelah itu diadakan ulangan untuk nantinya dilakukan penilaian oleh teman
siswa. Sebelum penilaian dilakukukan, guru bersama siswa menentukan skor
penilaian yang akan diterapkan dengan mengacu pada kriteria penilaian. Kemudian
siswa mengadakan penilaian dengan menerapkan kriteria penilaian dan memberikan
umpan balik pada hasil pekerjaan teman mereka. Guru meminta siswa
mengumpulkan lembar kerja mereka. Selanjutnya guru mengajak siswa
merencanakan strategi pengajaran selanjutnya agar dapar mencapai tujuan
pembelajaran yang diharapkan.
Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Penilaian Teman pada
siklus I terlaksana dengan kurang baik. Setiap langkah dalam metode Penilaian
Teman dilaksanakan dengan runtut dan sesuai dengan skenario pembelajaran yang
direncanakan, namun siswa kurang aktif melaksanakan tahapan Penilaian Teman. Di
pihak lain, guru masih kurang optimal dalam mengarahkan semua siswa agar
berpartisipasi aktif. Namun, kekurangan tersebut sudah dapat diatasi dengan baik
pada siklus II. Prosentase ketercapaian pada siklus I sebesar 65,33% meningkat
sebesar 17,59% menjadi 82,92% pada siklus II.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses belajar mengajar akuntansi
pada siklus I masih terdapat kekurangan dan kelemahan, yaitu siswa masih kurang
aktif dan mandiri dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari respon siswa pada
saat kegiatan diskusi dan masih dominasi beberapa siswa dalam mengajukan
pertanyaan dan mengemukakan pendapatnya selama proses pembelajaran
berlangsung serta dapat dilihat juga ketika pemberian soal dan pembahasan, ada
beberapa siswa yang belum berpartisipasi. Karena itu, peneliti mencari solusi untuk
mengatasi kekurangan dan kelemahan dalam pembelajaran akuntansi pada siklus I.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Materi pembelajaran pada siklus II masih sama hanya saja dikhususkan pada
proses akuntansi dan pengertian informasi keuangan. Dalam pelaksanaan siklus II ini
siswa terlihat lebih antusias dalam proses pembelajaran, selain siswa menjadi aktif,
siswa juga merasa tidak segan bertanya dan menyatakan pendapatnya, serta berani
dan mengajukan diri mengerjakan soal di depan.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses belajar mengajar akuntansi
dengan menerapkan metode Penilaian Teman, perkembangan kepribadian dan
prestasi belajar siswa menunjukkan peningkatan. 1) Dari segi motivasi belajar siswa
menunjukkan peningkatan 5,50% dari 75,49% pada siklus I menjadi 80,99% pada
siklus II. 2). Kemandirian belajar siswa menunjukkan peningkatan 27,78% dari
47,22% pada siklus I menjadi 75,27% pada siklus II.
Peningkatan motivasi dan kemandirian belajar siswa berdampak positif
terhadap tanggung jawab dan antusias siswa selama pembelajaran untuk
meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar mereka. Dari hasil tes akhir siklus
diperoleh informasi bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan di setiap
siklus dibandingkan sebelum penerapan metode Peer Assessment sebesar 44,44%
atau sebanyak 16 siswa. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya siswa yang sudah
mencapai batas ketuntasan minimal, yaitu sebesar 75,00% atau sebanyak 27 siswa
pada siklus I dan 94,44% atau sebanyak 34 siswa pada siklus II.
Siswa yang sebelumnya kurang aktif dalam kegiatan diskusi, sekarang
menjadi lebih antusias dan merespon stimulus yang diberikan guru. Kelemahan-
kelemahan yang ada dalam proses pembelajaran pada siklus I sudah dapat diatasi.
Guru mampu membangkitkan semangat siswa untuk mengikuti kegiatan belajar-
mengajar dengan tertib. Guru mampu menciptakan kesan dan persepsi yang positif
dalam pandangan siswa. Guru juga mampu memancing siswa dengan stimulus yang
diberikannya. Sikap antusias siswa terlihat meningkat dari siklus sebelumnya. Meski
demikian, ada diantara mereka yang masih pasif ketika mengikuti pelajaran maupun
saat kegiatan diskusi dan tanya jawab. Oleh karena itu, masih diperlukan motivasi
dan pendekatan dari guru untuk mendukung berhasilnya proses belajar mengajar
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
akuntansi. Masalah yang dihadapi pada pembelajaran akuntansi sudah dapat diatasi
dengan cara penerapan metode Penilaian Teman (Peer Assessment) yang secara
langsung dapat meningkatkan motivasi belajar, pemahaman siswa, kemandirian
belajar siswa dalam proses pembelajaran, untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
D. Pembahasan
Penerapan metode Penilaian Teman (Peer Assessment) merupakan penelitian
tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar akuntansi siswa.
Penelitian dilakukan dengan menerapkan dua siklus pembelajaran dengan metode
yang sama pada tiap siklusnya, yaitu metode Penilaian Teman (Peer Assessment).
Setiap siklus yang diterapkan pada proses pembelajaran mampu meningkatkan hasil
belajar serta prestasi belajar siswa. Berdasarkan tabel data yang disajikan pada siklus
I dan siklus II pada deskripsi hasil penelitian di atas diperoleh prestasi belajar
akuntansi siswa yang mengalami peningkatan yang dapat dilihat pada grafik berikut
ini :

Gambar 4. Grafik Hasil Penelitian

0
20
40
60
80
100
Siklus 1 Siklus 2
p
r
e
s
e
n
t
a
s
e

c
a
p
a
i
a
n
pelaksanaan
Penerapan metode
Motivasi belajar
kemandirian belajar
Prestasi belajar
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) ini dilaksanakan
dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : (1) perencanaan
tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan
refleksi tindakan.
Dalam konsep student centered-learning, proses pembelajaran berpusat pada
siswa, bukan hanya ketika penyampaian materi, tetapi juga dalam kegiatan
penilaian/evaluasi hasil belajar siswa. Hasil dari penilaian/evaluasi sangat bermanfaat
untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan siswa, selanjutnya kekurangan tersebut
dilakukan perbaikan melalui strategi pengajaran yang lebih efektif. Metode
penilaian/evaluasi yang disarankan adalah metode yang melibatkan siswa dalam
penilaian hasil belajar mereka. Salah satunya yaitu metode penilaian Peer
Assessment. Metode penilaian Peer Assessment sangat dianjurkan untuk diterapkan
karena berdampak positif terhadap kepribadian siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat
ahli evaluasi, Rolheiser Carol dan John A. Ross (2001), yang menyatakan 'Evaluasi
diri merupakan teknik yang berpotensi kuat karena dampaknya pada kinerja siswa
melalui peningkatan eIikasi diri dan meningkatkan motivasi intrinsik. Phil Race
(2001) dalam penelitiannya yang berjudul 'A Briefing on Self, Peer & group
Assessment, menyimpulkan bahwa Peer Assessment adalah sebuah proses di mana
siswa terlibat dalam dan bertanggung jawab untuk menilai pekerjaan teman mereka
sehingga mendorong siswa untuk menjadi pembelajar mandiri dan dapat
meningkatkan motivasi mereka.
Penerapan metode penilaian Peer Assessment dalam proses belajar mengajar
dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar. Hasil belajar tersebut dinyatakan tuntas
karena secara umum pencapaian hasil belajar siswa berada di atas standar batas
tuntas, yaitu 7,00 dan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini
menunjukkan bahwa secara umum siswa telah memahami materi yang disajikan
dengan baik pada proses belajar mengajar yang menggunakan metode Penilaian
Teman (Peer Assessment).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
Prestasi belajar siswa dapat lebih efektif apabila metode Penilaian Teman
terlaksana dengan baik. Rolheiser dan Ross (2005) mengajukan suatu model teoretik
untuk menunjukkan kontribusi evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan. Model
tersebut menekankan bahwa, ketika mengevaluasi sendiri performansinya, peserta
didik terdorong untuk menetapkan tujuan yang lebih tinggi (goals). Model
tersebut adalah Peer Assessment. Oleh karena itu, agar evaluasi dapat berjalan
dengan efektif, Rolheiser dan Ross menyarankan agar peserta didik dilatih untuk
melakukannya. Hasil pengamatan terhadap pelaksanaan metode Penilaian Teman
(Peer Assessment) dalam pembelajaran akuntansi menunjukkan bahwa setiap langkah
Peer Assessment telah dilaksanakan dengan baik oleh guru dan siswa di kelas. Terjadi
interaksi yang baik antara guru dan siswa dalam melaksanakan Penilaian Teman. Hal
ini ditunjukkan oleh hasil penilaian kualitas pelaksanaan Penilaian Teman meningkat
sebesar 17,58% (65,34% pada siklus I menjadi 82,92% pada siklus II). Penilaian
dilakukan terhadap persentase yang ditunjukkan oleh indikator diantaranya: diskusi
merumuskan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian yang meningkat sebesar
20,00% (siklus I = 66,67%, siklus II = 86,67%), penjelasan materi tetap (siklus I =
80,00%, siklus II = 80,00%), penilaian Teman meningkat 25,00% (siklus I = 60,00%,
siklus II = 85,00%), pelaksanaan umpan balik meningkat 20,00% (siklus I = 60,00%,
siklus II = 80%), dan penentuan strategi pengajaran selanjutnya sebesar 60% pada
siklus I, sedangkan pada siklus II tahapan ini tidak dilaksanakan, sebab hampir semua
siswa berhasil menuntaskan semua kriteria penilaian.
Penerapan metode Penilaian Teman (Peer assessment) pada siswa kelas XI
IPS 1, siswa diminta menilai temannya berkaitan dengan kompetensi yang
dipelajarinya sehingga siswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan temannya,
dan di sampaikan dalam bentuk umpan balik, untuk selanjutnya kekurangan tersebut
dilakukan perbaikan dengan merencanakan strategi pengajaran selanjutnya sampai
tujuan yang diharapkan tercapai. Hal ini akan meningkatkan kesadaran siswa
terhadap kemampuannya dan keyakinan akan prestasi yang dapat mereka capai.
Penerapan metode Peer Assessment terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
siswa. Secara keseluruhan, motivasi belajar siswa meningkat pada siklus I sebesar
75,49% meningkat 5,50% menjadi 80,99% pada siklus II. Hal ini ditunjukkan oleh
sikap siswa yang menggambarkan ciri-ciri motivasi belajar yang cukup, diantaranya:
memiliki semangat belajar yang cukup (sebesar 77,22% pada siklus I menjadi
81,11% pada siklus II); memiliki komitmen yang cukup, tissdak mudah melepaskan
hal yang diyakininya (sebesar 69,44% pada siklus I menjadi 75,55% di siklus II);
senang bekerja mandiri (sebesar 73,89% pada siklus I meningkat 80,00% pada siklus
II); pantang menyerah (sebesar 75,00% pada siklus I meningkat 83,33% di siklus II);
tekun belajar (sebesar 81,94% pada siklus I menjadi 85,00% pada siklus II). Ciri-ciri
tersebut sesuai dengan pendapat Arden N. Frandsen dalam Sardiman (2001: 44) dan
Sardiman (2001: 81) yang telah disampaikan dalam tinjauan pustaka. Dari beberapa
pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan siswa yang memiliki motivasi belajar yang
cukup memiliki ciri-ciri diantaranya: tekun mengerjakan tugas, ulet dalam
memecahkan berbagai masalah, komitmen, tidak mudah melepaskan hal yang
diyakini dan senang bekerja mandiri.
Penerapan metode Penilaian Teman mengajarkan dan melatih siswa menilai
pekerjaan teman mereka tanpa melibatkan guru, guru hanya mengarahkan siswa
tentang bagaimana menerapkan kriteria terhadap pekerjaan teman mereka. Apabila
hal ini dibiasakan, maka dengan motivasi yang cukup penerapan metode Penilaian
Teman dapat melatih siswa menjadi seorang pembelajar mandiri. Hal ini terbukti dari
hasil pengamatan yang dilakukan pada aspek kemandirian siswa. secara keseluruhan
kemandirian belajar siswa meningkat dari 47,22% pada siklus I meningkat 27,78%
menjadi 77,78% pada siklus II. Selama pembelajaran, sikap siswa menggambarkan
ciri-ciri kemandirian belajar, diantaranya: berpartisipasi aktif selama penyampaian
materi dan melaksanakan penilaian diri (sebesar 50,00% di siklus I menjadi 77,78%
pada siklus II); aktif berdiskusi (sebesar 44,44% di siklus I menjadi 75,00% di siklus
II); dan senang bekerja mandiri (sebesar 47,22% di siklus I menjadi 72,22 di siklus
II).. Ciri-ciri tersebut sesuai dengan ciri kemandirian yang diungkapkan oleh Sumini
dalam Tokol Sumadijono (2003: 49), dan Laird dalam Haris Mudjiman (2006: 14)
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
yang disampaikan dalam tinjauan pustaka, dapat disimpulkan pembelajar yang
memiliki kemandirian yang cukup memiliki ciri-ciri diantaranya: berpartisipasi aktif,
adanya tanggung jawab, bekerja mandiri, keputusan yang diambil atas dorongan
sendiri (inisiatif), kebebasan kreativitas, self management, self directing, integritas
dan identitas yang jelas yang semuanya akan menghasilkan ide-ide baru, sehingga
bermanfaat bagi diri sendiri, maupun orang lain.
Penerapan metode Penilaian Teman dalam pembelajaran terbukti dapat
meningkatkan prestasi belajar melalui peningkatan motivasi dan kemandirian belajar
siswa dalam proses belajar mengajar. Hal ini dibuktikan oleh pencapaian prestasi
belajar siswa yang mengalami peningkatan sebesar 19,44% (prestasi belajar siswa
pada siklus I sebesar 75,00% atau sebanyak 27 siswa yang tuntas sedangkan pada
siklus II mengalami peningkatan menjadi 94,44% atau sebanyak 34 siswa yang
dinyatakan tuntas. Hal ini sesuai dengan pendapat ahli evaluasi, diantaranya : 1)
Rolheiser Carol dan John A. Ross (2004), yang menyatakan 'Evaluasi diri
merupakan teknik yang berpotensi kuat karena dampaknya pada kinerja siswa melalui
peningkatan eIektivitas diri dan meningkatkan motivasi intrinsik. 2) Menurut Boud
(1994) mengemukakan bahwa 'Penilaian diri tampaknya mempengaruhi hasil siswa,
kesadaran kritis karya mereka sendiri serta rasa tanggung jawab mereka, kemandirian
dan kepercayaan mereka terhadap kemampuan mereka sendiri dengan cara yang
positiI. 3) Lebih lanjut Race (1998) mengemukakan, 'Keuntungan dari self dan peer
assessment yaitu, mendorong pelajar untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap
proses belajarnya sehingga pembelajar dapat mandiri, melatih kemampuan penilaian
yang berguna untuk masa depan dan mendorong belajar lebih mendalam.
Dari uraian di atas, dapat diringkas bahwa metode penilaian Peer Assessment
terbukti dapat meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar siswa melalui
peningkatan motivasi dan kemandirian belajar siswa. Keberhasilan ini tidak terlepas
dari faktor guru dalam mengelola pembelajaran dan sebagai fasilitator dalam proses
pembelajaran. Selain itu, kinerja guru meningkat dalam melaksanakan pembelajaran
yang efektif dan menarik, karena siswa belajar dengan minat dan semangat yang
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
cukup tinggi. Keberhasilan pembelajaran akuntansi dengan metode penilaian Peer
Assessment ini tidak terlepas dari hal-hal sebagai berikut :
1. Kegiatan belajar mengajar di kelas yang berpusat pada siswa (student center), baik
dalam penyampaian materi maupun pada kegiatan evaluasi menempatkan siswa
sebagai subyek pembelajaran. Setiap tahapan dalam pembelajaran yang terdiri dari
penentuan tujuan pembelajaran sampai pada perencanaan strategi pengajaran
selanjutnya melibatkan siswa, baik melalui kegiatan diskusi, pembahasan soal,
penilaian diri, dan tanya jawab. Kegiatan ini dapat melatih siswa dalam
berkomunikasi, bekerja sama, dan menumbuhkan kemandirian siswa dalam
pembelajaran.
2. Suasana pembelajaran santai, menyenangkan, dan sesuai dengan keinginan siswa
sehingga membuat siswa nyaman dalam belajar. Hal ini terlihat dari semangat dan
antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran terus mengalami peningkatan.
3. Siswa mampu memahami materi yang telah diberikan. Hal ini terjadi karena siswa
yang mulanya belum memahami benar materi yang disampaikan oleh guru dapat
menanyakannya dengan leluasa dan mendapatkan umpan balik dari guru.


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A. Simpulan
Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas XI IPS 1 SMA Negeri
Kebakkramat ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam 1 kali
pertemuan. Setiap siklus meliputi empat tahap, yaitu : (1) perencanaan tindakan, (2)
pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi
tindakan.
Simpulan hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa penerapan metode
Penilaian Teman bisa meningkatkan motivasi siswa untuk belajar, yang kemudian
berpengaruh dalam meningkatkan kemandirian belajar siwa karena siswa menjadi
lebih bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan mereka. Peningkatan motivasi
belajar dan kemandirian belajar siswa ini kemudian menjadikan prestasi belajar siswa
mengalami peningkatan. Hal ini terefleksi dari beberapa indikator berikut ini:
1. Terdapat peningkatan motivasi belajar setelah penerapan metode Penilaian
Teman dalam pembelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1. Hal ini ditunjukkan
adanya peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 5,50% yang semula pada
siklus I sebesar 75,49% menjadi 80,49% pada siklus II.
2. Terdapat peningkatan kemandirian belajar setelah penerapan metode Penilaian
Teman dalam pembelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1. Hal ini ditunjukkan
adanya peningkatan kemandirian belajar siswa sebesar 27,78% (siklus I sebesar
47,22% dan siklus II sebesar 75,00%).
3. Terdapat peningkatan prestasi belajar siswa setelah penerapan metode Penilaian
Teman dalam pembelajaran akuntansi siswa kelas XI IPS 1. Hal ini ditunjukkan
adanya peningkatan rata-rata kelas dari 67,67 pada kondisi awal menjadi 77,50
pada siklus I dan 88,61 pada siklus II, dengan persentase ketuntasan 44,44%
pada kondisi awal, 75,00% pada siklus I, dan 94,44% pada siklus II.
.
85
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user

B. Implikasi
Berdasarkan pada kesimpulan penelitian di atas, maka implikasi yang dapat
dikaji dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Implikasi Teoretis
Secara teoretis hasil penelitian ini terbukti secara empirik, kegiatan belajar
mengajar akuntansi dengan menerapkan metode penilaian Peer Assessment dapat
meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa dalam belajar, serta berdampak
positif terhadap perkembangan kepribadian siswa. Hasil penelitian ini dapat
memberikan kontribusi keilmuan yang bermanfaat dalam dunia pendidikan dan
memantabkan metode Penilaian Teman (Peer Assessment) dalam teori pembelajaran.
Metode Penilaian Teman mengajarkan pada siswa keterampilan menilai pekerjaan
teman mereka secara mandiri sehingga membantu mereka mengembangkan
kemampuan bekerjasama, memberikan dan menerima umpan balik hasil
belajar mereka (penilaian formatif). Secara tidak langsung metode Peer
Assessment dapat membangkitkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap
kualitas kinerja mereka. Hal ini membuktikan bahwa permasalahan dalam
pembelajaran bukan hanya dapat diatasi melalui penerapan metode pembelajaran,
tetapi juga dapat diatasi dengan menerapkan metode penilaian. Selain itu, faktor guru
juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini.
Faktor dari guru antara lain: kemampuan guru dalam menciptakan suasana belajar
yang santai dan menyenangkan, kemampuan guru menciptakan persepsi positif
dirinya terhadap siswa, kemampuan guru mengarahkan siswa dalam kegiatan diskusi,
kemampuan guru mengelola kelas dan menyampaikan materi pelajaran, serta
kemampuan guru dalam meningkatkan rasa percaya diri, motivasi, dan kemandirian
belajar siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.


perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
2. Implikasi Praktis
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan metode
Penilaian Teman (Peer Assessment) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Metode ini dapat diterapkan dalam pembelajaran akuntansi pada penilaian formatif
untuk meningkatkan prestasi belajar yang optimal. Pembelajaran dengan metode
Penilaian Teman (Peer Assessment) akan semakin menarik apabila guru dapat
mengkombinasikan metode ini dengan metode pembelajaran maupun metode
pengolahan bahan ajar. Guru diharapkan lebih pandai dalam memilih dan
menggunakan metode yang tepat dan sesuai dengan kemampuan dan minat siswa,
serta kondisi lingkungan yang ada.

C. Saran
Berkaitan dengan kesimpulan di atas, maka peneliti dapat mengajukan saran-
saran sebagai berikut:
1. Bagi siswa
a. Selama pembelajaran masih terdapat beberapa siswa yang pasif. Oleh karena
itu, siswa hendaknya melatih ketrampilan berkomunikasi dimana hal ini pada
akhirnya akan sangat bermanfaat bagi siswa terutama dalam meningkatkan
rasa percaya diri akan kemampuan yang dimiliki dalam menjalani kehidupan
di masa yang akan datang.
b. Hambatan dalam pelaksanaan Penilaian Teman adalah tingkat validitas dan
reabilitas saat pelaksanaan penilaian oleh siswa. Oleh karena itu, siswa
hendaknya berlatih berbuat jujur dan obyektif, demi perbaikan belajar di masa
depan dan kemajuan pendidikan mereka.
c. Dalam konsep student centered learning, siswa merupakan subyek
pembelajaran. Oleh karena itu, siswa harus berperan aktif dalam proses
pembelajaran serta hendaknya membuka diri, tidak segan bertanya dan
mengemukakan pendapatnya, serta tidak menganggap pusat informasi adalah
guru.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
2. Bagi Guru
a. Untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan, guru
disarankan mengkombinasikan antara metode penilaian dengan metode lain
yang berkaitan dengan unsur pembelajaran, antara lain: unsur media, bahan
ajar, dan unsur pembelajaran lainnya.
b. Salah satu kelemahan dalam melaksanakan Penilaian Teman adalah validitas
dan obyektivitas penilaian. Oleh karena itu, guru hendaknya memberikan
motivasi melalui kata-kata dan memberikan himbauan yang positif dan mudah
diterima oleh siswa.
c. Guru yang belum menerapkan metode Penilaian Teman dapat menerapkan
metode tersebut dalam pembelajaran akuntansi dengan variasi pembelajaran
yang menarik sehingga dapat meningkatkan perhatian, motivasi, dan
kemandirian siswa dalam proses belajar mengajar untuk mempelajari materi
yang disajikan yang akan memberikan manfaat lebih bagi siswa untuk
meningkatkan prestasi belajar mereka.
d. Selama ini, media pembelajaran di kelas hanya menggunakan papan tulis.
Oleh karena itu, disarankan guru lebih optimal dalam memanfaatkan sarana
dan prasarana yang sudah dimiliki oleh pihak sekolah sebagai alat bantu
dalam pengembangan media pembelajaran.
e. Kerjasama dan interaksi guru dan siswa selama proses pembelajaran harus
diperhatikan sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif dan siswa
dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran.
3. Bagi Sekolah
Kepala Sekolah lebih memberikan kesempatan kepada guru-guru mata pelajaran
untuk mengikuti workshop yang berhubungan dengan model dan metode
penilaian sehingga guru dapat mengembangkan dan menerapkan metode
penilaian dalam pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
4. Bagi Orang Tua
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id










































commit to user
a. Motivasi belajar siswa dapat berasal dari dalam dan dari luar. Motivasi dari
dalam dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode Penilaian Diri,
sedangkan motivasi dari luar dapat diusahakan oleh orang-orang terdekat
siswa. oleh karena itu, perhatian dan dukungan dari keluarga, terutama orang
tua, sangat membantu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga
siswa memiliki motivasi belajar untuk meraih prestasi yang lebih baik.
b. Kemandirian pada anak berawal dari keluarga serta dipengaruhi oleh pola
asuh orang tua. Oleh karena itu, di dalam keluarga, orang tua yang berperan
dalam mengasuh dan membimbing anak hendaknya membantu mengarahkan
anak untuk menjadi mandiri.