Anda di halaman 1dari 12

Lia Choirunnisa 240210100010

V.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Larutan buffer atau larutan penyangga adalah larutan yang terdiri dari

asam lemah dan garam-nya yang dapat mempertahankan dan menjaga pH. Larutan buffer biasanya terdiri dari campuran asam lemah dengan garam dari asam lemah tersebut, seperti CH3COOH dengan CH3COONa ataupun dapat terdiri dari campuran basa lemah dengan garam dari basa lemah tersebut, sepertiNH4OH dengan NH4Cl. Larutan buffer adalah larutan kimia yang mampu mempertahankan pH, dimana larutan ini terdiri atas campuran asam lemah dan basa konjugatnya atau campuran basa lemah dan asam konjugatnya. Suatu larutan yang ditambahkan larutan buffer ke dalamnya akan dapat mempertahankan pHnya dengan catatan tidak ada kontaminan lain selama penambahan larutan buffer tersebut. Dalam suatu reaksi kimia perubahan pH walaupun sangat kecil maka sangat berpengaruh besar terhadap kestabilan. Dalam sistem biologis, buffer sangat diperlukan untuk mempertahankan kestabilan metabolisme sistem tersebut, perubahan pH yang kecil saja dapat merusak sistem metabolisme. Hal ini berhubungan dengan enzim yang terdapat pada sistem biologis, dimana setiap enzim memiliki pH optimum dan pH diluar optimum akan berakibat buruk terhadap penurunan kecepatan katalitik dan pada akhirnya mempengaruhi sistem tersebut secara keseluruhan. Pada sistem biologis manusia terdapat dua sistem buffer yaitu buffer fosfat dan buffer bicarbonate. Buffer bicarbonate berperan dalam menjaga kestabilan pH pada sistem dalam sel (intraselular), sedangkan buffer fosfat berperan dalam menjaga kestabilan plasma darah. Pada praktikum ini, dipelajari cara membuat larutan buffer dengan berbagai pH dan menguji kestabilan larutan buffer tersebut. Selain itu, pada praktikum ini juga dilakukan perbandingan antara perhitungan teoritis larutan buffer dengan yang sebenarnya jika diukur dengan pH meter. Sebelum membuat larutan buffer, terlebih dahulu menghitung berapa gram garam (asam/basa konjugatnya) dan berapa mililiter larutan asam/basa lemah yang diperlukan untuk membuat larutan buffer dengan pH tertentu, kelompok kami

Lia Choirunnisa 240210100010

membuat larutan buffer dengan pH 4,5. Dengan menggunakan persamaan Henderson-Hasselbach, yaitu : pH = pKa + log [anion] [acid] pOH = pKb + log [base] [kation]

Dari persamaan tersebut maka didapat konsentrasi asam dan garam yang diperlukan untuk membuat larutan buffer dengan pH 4,5. Pada praktikum ini digunakan sampel asam asetat (CH3COOH) dan sodium asetat (CH 3COONa). Setelah diketahui konsentrasi yang diperlukan, maka dengan mengetahui berapa banyak larutan yang akan dibuat (ml), berat molekul masing-masing asam dan garamnya serta berat jenis asam, maka berapa banyak asam dan garam yang dibutuhkan dapat dihitung. Dari hasil perhitungan, maka diketahui untuk membuat larutan buffer asetat dengan pH 4,5 sebanyak 100 ml dengan konsentrasi 0,1 M, diperlukan 3,688 ml asam asetat dan 2,925 gram garam. Selanjutnya larutan buffer asetat dibuat dan diukur pH nya dengan menggunakan pH-meter untuk memastikan pH larutan buffer tersenut. Ternyata dari hasil pengukuran pHnya adalah 5,99. Hal ini kemungkinan besar adalah kesalahan alat, karena dari awal pengukuran alat tersebut tidak menunjukkan angka 7. PH meter yang tidak akurat dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya pada ujung pengukur pH tidak steril, maksudnya steril dari komponen asam atau basa. Jadi ujung pH meter sedapat mungkin harus berada pada pH netral, yaitu 7. Sebab lainnya adalah kemungkinan pH meter tergoyang saat melakukan pengukuran, karena seharusnya tidak ada goncangan apapun saat melakukan pengukuran, akibatnya keadaan pH meter sudah tidak dalam keadaan baik lagi. Alasannya pada ujung pH meter dimasukkan ke dalam larutan seharusnya layar monitor menunjukkan angka yang pasti dan tidak berubah-ubah, namun kenyataannya angka sesekali berubah sehingga menimbulkan keraguan. Sifat larutan buffer yaitu pH larutan tidak berubah jika diencerkan. Dan pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau basa. Untuk mengetahui nilai pH pada larutan buffer dapat dilakukan melalui penggunaan Ph meter (alat pengukur pH) atau pun menggunakan perhitungan rumus.

Lia Choirunnisa 240210100010

Perhitungan nilai pH larutan buffer disesuaikan dengan komponen penyusun larutan buffer tersebut yang didasari oleh persamaan HendersonHasselbatch . Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan garamnya (dengan pH < 7) digunakan rumus: [H+] = Ka. Ca/Cg pH = pKa + log Ca/Cg dimana: Ca = konsentrasi asam lemah Cg = konsentrasi garamnya Ka = tetapan ionisasi asamlemah Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran basa lemah dengan garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH > 7), digunakan rumus: [OH-] = Kb . Cb/Cg pOH = pKb + log Cg/Cb dimana: Cb = konsentrasi basa lemah Cg = konsentrasi garamnya Kb = tetapan ionisasi basa lemah Selain untuk mengetahui nilai pH persamaan di atas juga dapat digunakan dalam penentuan banyaknya asam lemah dan garam atau basa lemah dan garam yang diperlukan untuk membuat larutan buffer pada pH tertentu. Setelah dilakukan pembuatan dan penilaian pH larutan buffer biasanya dilakukan uji kestabilan larutan buffer tersebut. Uji kestabilan ini dilakukan karena larutan buffer harus benar-benar stabil karena larutan buffer biasa digunakan untuk menjaga suatu larutan pada pH tertentu. Pengujian ini dilakukan agar larutan buffer tidak mudah terpengaruh terhadap penambahan asam ataupun basa sehingga pH tetap stabil dan terjaga kualitasnya. Semakin stabil larutan buffer tersebut maka semakin baik larutan buffer yang telah dibuat serta semakin sedikit resiko ketidakakuratan analisis yang menggunakan larutan buffer tersebut seperti proses titrasi. Pengukuran kestabilan larutan buffer dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut:

Lia Choirunnisa 240210100010

Kestabilan buffer pada pH tertentu dapat dilihat pada tebel di bawah ini. Tabel 1. Hasil Pengamatan Pembuatan larutan Buffer dan Pengujian Kestabilannya Kelompok pH teori pH yang di dapat Kestabilan 11 4 5,39 65,25% 12 4,5 5,99 66% 13 4,76 6,27 68,28% 14 5 6,38 72,4% 15 5,5 7,14 77,03% 16 6 7,57 73,83% Sumber : dokumentasi Pribadi (2011) Contoh Perhitungan Kestabilan dari pH 4.5 : Kestabilan(%) = [1-(pH/pHawal)]x100% =[1-((5,99-4,5)/4,5]x100% =66% Berdasarkan data hasil pengamatan, seharusnya larutan buffer saat ditambahkan dengan asam ataupun basa pHnya tidak berubah. Perubahan pH pada praktikum ini kemungkinan adalah akibat konsentrasi dari larutan buffer tersebut yang rendah dan harga pH larutan buffer tersebut yang tidak sama dengan harga pKa larutan asam, karena larutan buffer mempunyai kestabilan pada pH efektif yaitu harga pH yang sama dengan harga pKa. Dari hasil pengukuran juga dapat diketahui, larutan buffer dengan konsentrasi semakin kecil maka kestabilannya pun makin rendah atau dengan kata lain makin tidak stabil. Keefektifan suatu larutan buffer dalam menahan perubahan pH per satuan basa atau asam kuat yang ditambahkan mencapai nilai maksimumnya ketika rasio asam konjugat terhadap garam adalah satu. Dalam titrasi asam lemah titik maksimum keefektifan ini dicapai bila asam tersebut ternetralkan separuh atau pH=pKa. Selain itu kapasitas suatu larutan buffer juga merupakan ukuran keefektifannya dalam menahan perubahan pH pada penambahan asam atau basa. Semakin besar konsentrasi asam dan basa konjugatnya semakin besar pula kapasitas buffer. Untuk menghasilkan efektifitas yang tinggi, dalam menyiapkan suatu larutan buffer kita harus memilih suatu system asam-garam atau basa-garam

Lia Choirunnisa 240210100010

dimana pKa asam tersebut sedekat mungkin ke pH yang diinginkan. Dengan pemilihan ini rasio asam per garam mendekati satu dan diperoleh efektifitas maksimum atas peningkatan atau penurunan pH. Begitupun sebaliknya dengan basa. Konsentrasi sebenarnya dari asam dan garam yang dipakai tergantung pada ketahanan yang diinginkan untuk mengubah pH. Larutan buffer banyak digunakan pada percobaan biokimia atau bioteknologi yang menggunakan enzim, oleh karena itu prinsip kerja dan cara pembuatan larutan buffer sangat penting untuk diketahui.

VI.

KESIMPULAN

Lia Choirunnisa 240210100010

Larutan Buffer adalah larutan yang mampu mempertahankan pH. Larutan ini terdiri atas asam lemah dan basa konjugatnya atau basa lemah dan asam konjugatnya. pH hasil perhitungan tidak sama dengan pH yang ditunjukan pH meter, hal ini disebabkan oleh kesalahan alat yang sensitif terhadap gangguan dari luar berupa goncangan.

pH meter yang tidak akurat dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya pada ujung pengukur pH kurang steril, maksudnya steril dari komponen asam atau basa.

Perubahan pH dari 4,5 menjadi 5,99 pada praktikum ini kemungkinan adalah akibat konsentrasi dari larutan buffer tersebut yang rendah dan harga pH larutan buffer tersebut yang tidak sama dengan harga pKa larutan asam, karena larutan buffer mempunyai kestabilan pada pH efektif yaitu harga pH yang sama dengan harga pKa.

Semakin rendah konsentrasi larutan buffer, maka kestabilannya semakin rendah. Semakin stabil larutan buffer maka semakin baik larutan buffer yang telah dibuat serta semakin sedikit resiko ketidakakuratan analisis yang menggunakan larutan buffer tersebut seperti proses titrasi.

Ketidaktepatan pH yang diinginkan dan pH yang dihasilkan pada larutan buffer dapat diakibatkan dari kesalahan proses penimbangan asam/basa dan garam ataupun karena bahan yang digunakan kualitasnya sudak tidak baik atau sudah rusak.

DAFTAR PUSTAKA

Lia Choirunnisa 240210100010

Anonima.

2010.

Larutan

Buffer.

Available

at

http://www.chem-is-

try.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas-2/larutan-buffer/ (diakses tanggal 26 September 2010) Harjadi, W. 1986. Ilmu Kimia analitik Dasar. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Riyadi, Wahyu. 2008. Berbagai Larutan Buffer dan Cara Pembuatan. Available at http://wahyuriyadi.blogspot.com/2008/11/berbagai-larutan-buffer-dancara.html (diakses tanggal 26 September 2010) Harjadi. W., 1990, Ilmu Kimia Analitik Dasar, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. John M deMan. 1990. Kimia Makanan. Penerjemah Kosasih Padmawinata. Penerbit ITB. Bandung. Slamet Sudarmadji, Bambang Haryono dan Suhardi. 1996. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

LAMPIRAN

Lia Choirunnisa 240210100010

JAWABAN PERTANYAAN 1. Diketahui : [CH3COOH] = 17,6 M Mr CH3COONa = 82 Dibuat buffer 100 ml, 0,2 M pH = 3,9 & pKa = 4,8 Ditanya : Volume CH3COOH dan Massa CH3COONa ? Jawab : pH = pKa + log

[Garam] [ Asam]

3,9 = 4,8 + log log

x 0 , 2 x

x = - 0,9 0,2 x

x = 0 , 2 x

10

0 , 9

x = 0,1259 0,2 x

x = 0,0252 0,1259x 1,1259x = 0,0252 x = 0,0224 M (Garam)

( 0,2 x ) = 0,2 0,0224 = 0,1776 M (Asam)


Asam : V1M1 = V2M2 100 x 0,1776 = V2 17,6 V2 = 1,0091 ml Garam :
massa 1000 . V ( ml ) Mr

[Garam] =
0,0224 =

massa 1000 . 82 100

Massa = 0,1837 gram 2. Diketahui : Mr KH2PO4 = 136 (Asam)

Lia Choirunnisa 240210100010

Mr K2HPO4 = 174 (Basa Konjugat) Dibuat buffer 100 ml, 0,2 M pH = 6,5 & pKa = 6,8 Ditanya : Massa KH2PO4 dan Massa K2HPO4? Jawab : pH = pKa + log

[ Basa _ Konjugat ] [ Asam]

6,5 = 6,8 + log log

x 0,2 x

x = - 0,3 0,2 x

x = 0,2 x

10

0 , 3

x = 0,5012 0,2 x

x = 0,1002 0,5012x 1,5012x = 0,1002 x = 0,0667 M (Basa Konjugat)

( 0,2 x ) = 0,2 0,0667 = 0,1333 M (Asam)


Asam :

[ KH2PO4] =
0,1333 =

massa 1000 . V ( ml ) Mr

massa 1000 . 136 100

Massa = 1,8129 gram Basa Konjugat :


massa 1000 . V ( ml ) Mr

[ K2HPO4] =
0,0667 =

massa 1000 . 174 100

Massa = 1,1606 gram 3. Diketahui : Mr KH2PO4 = 136 (Asam) Mr Na2HPO4 = 142 (Basa Konjugat) Dibuat buffer 100 ml, 0,2 M

Lia Choirunnisa 240210100010

pH = 6,5 & pKa = 6,8 Ditanya : Massa KH2PO4 dan Massa Na2HPO4? Jawab : pH = pKa + log

[ Basa _ Konjugat ] [ Asam]

6,5 = 6,8 + log log

x 0,2 x

x = - 0,3 0 , 2 x

x = 0,2 x

10

0 , 3

x = 0,5012 0 , 2 x

x = 0,1002 0,5012x 1,5012x = 0,1002 x = 0,0667 M (Basa Konjugat)

( 0,2 x ) = 0,2 0,0667 = 0,1333 M (Asam)


Asam :

[ KH2PO4] =
0,1333 =

massa 1000 . V ( ml ) Mr

massa 1000 . 136 100

Massa = 1,8129 gram Basa Konjugat :


massa 1000 . V ( ml ) Mr

[ Na2HPO4] =
0,0667 =

massa 1000 . 142 100

Massa = 0,9471 gram 4. Diketahui : Mr Na2CO3 = 106 (Basa Konjugat) Mr NaHCO3 = 84 (Asam) Dibuat buffer 100 ml, 0,2 M pH = 10,2 & pKa = 9,8 Ditanya : Massa Na2CO3 dan Massa NaHCO3 ?

Lia Choirunnisa 240210100010

Jawab :

pH = pKa + log

[ Basa _ Konjugat ] [ Asam]


x 0 , 2 x

10,2 = 9,8 + log log

x = 0,4 0,2 x

x = 0 , 2 x

10

0, 4

x = 0,3981 0,2 x

x = 0,0796 0, 3981x 1, 3981x = 0,0796 x = 0,0569 M (Basa Konjugat)

( 0,2 x ) = 0,2 0, 0569 = 0,1431 M (Asam)


Asam :

[ NaHCO3] =
0,1431 =

massa 1000 . V ( ml ) Mr

massa 1000 . 84 100

Massa = 1,2020 gram Basa Konjugat :


massa 1000 . V ( ml ) Mr

[ Na2CO3 ] =
0,0569 =

massa 1000 . 106 100

Massa = 0,6031 gram 5. Diketahui : Buffer Asetat 100 ml, 0,01 M, pH = 4,5 Ditanya : Volume Buffer Asetat dengan konsentrasi 0,2 M, pH = 4,5 ? Jawab : V1M1 = V2M2 100 x 0,01 = V2 0,2 V2 = 5 ml (Buffer Asetat) 6. Diketahui : [CH3COOK] = 0,15 M [CH3COOH] = 0,3 M

Lia Choirunnisa 240210100010

Dibuat buffer pKa = 4,8 Ditanya : pH Buffer ? Jawab : pH = pKa + log

[Garam] [ Asam]

pH = 4,8 + log

0,15 0,3

pH = 4,8 + log(0,5) pH = 4,8 0,3 pH = 4,5