Anda di halaman 1dari 0

8

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012


Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengantar Teori Sistem Pakar
2.1.1 Pengertian Sistem
Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri
dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan. (Jogianto H.M, 1995)

2.1.2 Pengertian Pakar
Pakar, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, seseorang dengan
tingkat keahlian dan pengetahuan yang tinggi dalam suatu bidang.
Pakar yaitu orang yang mempunyai knowledge atau kemampuan
khusus yang orang lain tidak mengetahui atau mampu dalam bidang yang
dimilikinya. (Arhami, 2005)

2.1.3 Teori Sistem Pakar
Sistem pakar adalah salah satu cabang dari kecerdasan buatan yang
membuat penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk penyelesaian
masalah tingkat manusia yang pakar. (Arhami, 2005)
9

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi
pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan
kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan
sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau
hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya
dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya.
Sistem pakar ini juga akan dapat membantu aktivitas para pakar
sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang
dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-
kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan
tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu.
Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang
selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk
penyelesaian masalah tertentu.
Ada berbagai kategori pengembangan sistem pakar, yaitu: control,
design, diagnosis, instruksi, interpretasi, monitor, perencanaan, prediksi,
seleksi dan simulasi. Namun pada permasalahan yang coba diangkat pada
sistem ini adalah sistem pakar instruksi yang berguna dalam bidang ilmu
pengetahuan dan pendidikan. Dimana sistem dapat memberikan instruksi dan
pengajaran tertentu terhadap suatu topik permasalahan.



10

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
2.1.4 Perbandingan Pakar dengan Sistem Pakar
Perbandingan pakar dan sistem pakar dapat dilihat dari berbagai faktor,
antara lain:
Tabel 2.1 Perbandingan antara Pakar dan Sistem Pakar
No Faktor Pembanding Pakar Sistem Pakar
1 Ketersediaan Waktu Hari Kerja Setiap Saat
2 Geografis Lokal/ tertentu Dimana Saja
3 Pengetahuan
Bersifat variable dan
dapat berubah-ubah
tergantung situasi
Bersifat konsisten
4
Pengambilan
Keputusan
Waktunya bervariasi
Lebih cepat dari
manusia
5 Keamanan Tidak Terganti Dapat Diganti
6 Ketersediaan Dapat Habis Tidak Dapat Habis
7 Performasi Variable Konsisten
8 Biaya Tinggi/Mahal Terjangkau

Tabel 2.2 Perbandingan Perangkat Lunak Konvensional dengan
Perangkat Lunak Sistem Pakar

No
Perangkat Lunak
Konvensional
Perangkat Lunak Sistem Pakar
1 Fokus pada solusi Fokus pada permasalahan
2 Pengembangan dapat dilakukan
secara individu
Pengembangan dilakukan oleh
tim kerja
3 Pengembangan secara sekuensial Pengembangan secara iteratif

11

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
2.1.5 Karakteristik Sistem Pakar
Pada dasarnya ada 5 karakteristik utama sistem pakar, yaitu:
a. Terbatas pada domain keahlian yang spesifik
b. Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti
c. Dapat mengungkapkan rangkaian alasan-alasan yang diberikan
dengan cara yang dapat dipahami pemakai
d. Berdasarkan pada rule atau aturan tertentu
e. Sistem dapat mengaktifkan kaidah yang sesuai, dituntun oleh
dialog dengan pemakai.
2.1.6 Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar memiliki dua bagian utama, yaitu (Sri Kusumadewi,
2003:11) :
1. Lingkungan pengembangan (development environment), yaitu bagian
yang digunakan sebagai pembangunan sistem pakar baik dari segi
pembangunan komponen maupun basis pengetahuan.
2. Lingkungan konsultasi (consultation environment), yaitu bagian yang
digunakan oleh seorang yang bukan ahli untuk berkonsultasi.
2.1.7 Arsitektur Sistem Pakar
Pengguna berinteraksi dengan sistem melalui sebuah user interface
(antar muka pengguna) yang menggunakan menu-menu, bahasa natural atau
gaya interaksi lainnya. Kemudian sebuah inference engine (mesin inferensi)
digunakan untuk penalaran dengan pengetahuan pakar dan data yang spesifik
12

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
tentang masalah yang sedang diselesaikan. Pengetahuan pakar biasanya ada
dalam bentuk sekumpulan aturan IF-THEN. Hampir semua sistem pakar
mempunyai sebuah explanation system, yang memungkinkan program untuk
menjelaskan penalaran yang dilakukannya kepada user. Beberapa sistem juga
mempunyai knowledge base editor untuk membantu pakar atau knowledge
engineer dalam meng-update dan memeriksa basis pengetahuan dengan
mudah.
Gambar berikut merupakan arsitektur sistem pakar:
Gambar 2.1 Arsitektur Sistem Pakar




Secara umum arsitektur sistem pakar terdiri dari komponen penyusun
sebagai berikut[3]:
a. Knowledge Base (Basis Pengetahuan)
Basis pengetahuan merupakan hasil akuisisi dan representasi
pengetahuan dari seorang pakar. Basis pengetahuan tersusun atas fakta
yang berupa informasi tentang objek, aturan (rule) yang merupakan
informasi mengenai cara bagaimana membangkitkan fakta baru dari
fakta yang sudah diketahui, ide, teori, prosedur praktis, hubungan dan
interaksi dalam suatu domain yang ditentukan. Basis pengetahuan

User
Interface

Knowledge
Base
Explanation System
Inference Engine
Knowledge Base Editor
User
13

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
membentuk sumber sistem kecerdasan dan digunakan oleh mekanisme
inferensi untuk melakukan penalaran dan menarik kesimpulan.
Pada sistem pakar, basis pengetahuan dapat dihasilkan dari
berbagai sumber. Seperti buku, laporan, basis data, studi kasus, data
empiris dan pengalaman pribadi. Sumber pengetahuan yang dominan
pada sistem pakar saat ini kebanyakan dari para pakar. Perancang
pengetahuan biasanya memperoleh pengetahuan melalui interaksi
langsung dengan para ahli.
b. Inference Engine (Mesin Inferensi)
Mesin inferensi adalah bagian yang mengandung mekanisme
fungsi berpikir dan pola-pola penalaran sistem dengan mencocokkan
fakta-fakta dan aturan yang ada di basis pengetahuan untuk
menganalisis suatu masalah dan mencari jawaban atau kesimpulan
yang terbaik.
Mekanisme inferensi yang utama pada sistem pakar dapat
dibedakan menjadi inferensi dengan mekanisme adaptive network
fuzzy inference system.
c. User Interface (Antarmuka Pengguna)
User Interface adalah penghubung antara program sistem pakar
dengan pengguna. Pada bagian ini terjadi dialog/ interaksi antara
program dan pengguna. Program sistem pakar akan mengambil
kesimpulan berdasarkan jawaban-jawaban dari pengguna.
d. Kemampuan Tambahan
14

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
i. Explanation Sistem (Fasilitas Penjelasan)
Berdasarkan pengamatan, pengguna yang baru pertama kali
menggunakan sistem pakar, mereka akan terkejut dengan kecepatan
sistem pakar dalam mengambil keputusan. Rasa terkejut ini bisa
berkembang menjadi rasa tidak percaya pada kebenaran kesimpulan
yang diambil. Karena itulah diperlukan suatu fasilitas untuk
menjelaskan bagaimana proses yang dijalani sistem sampai diperoleh
kesimpulan tersebut. Dan penjelasan diberikan dengan menampilkan
aturan yang digunakan.
ii. Kemudahan Modifikasi
Ilmu pengetahuan terus berkembang dan kemampuan seorang
pakar juga akan bertambah terus. Oleh karena itu sebuah program
sistem pakar dibuat dengan kemudahan modifikasi, terutama dalam hal
basis pengetahuan dari sistem pakar tersebut.
iii. Compatibility (Kompatibilitas)
Kompatibilitas adalah kemampuan dari program sistem pakar
untuk dijalankan. Biasanya program sistem pakar dibuat untuk
dijalankan pada suatu konfigurasi komputer tertentu, dan kadang ini
menyulitkan. Kemampuan suatu program sistem pakar untuk
dijalankan pada berbagai jenis komputer merupakan suatu nilai lebih,
sebab akan memperluas pemakaian sistem pakar tersebut.
iv. Kemampuan Belajar
15

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Yang dimaksud dengan kemampuan belajar disini adalah
kemampuan suatu sistem pakar untuk menambah sendiri
pengetahuannya, selama interkasinya dengan pemakai.
2.2 Adaptive Network Fuzzy I nference System (ANFI S) Handoff Algorithm
2.2.1 Fuzzy Handoff Algorithm
Fuzzy secara bahasa diartikan sebagai kabur atau samar-samar. Suatu
nilai dapat bernilai besar atau salah secara bersamaan. Dalam fuzzy dikenal
derajat keanggotaan yang memiliki rentang nilai 0 (nol) hingga 1(satu).
Berbeda dengan himpunan tegas yang memiliki nilai 1 atau 0 (ya atau tidak).
Logika Fuzzy merupakan seuatu logika yang memiliki nilai kekaburan atau
kesamaran (fuzzyness) antara benar atau salah. Dalam teori logika fuzzy suatu
nilai bias bernilai benar atau salah secara bersama. Namun berapa besar
keberadaan dan kesalahan suatu tergantung pada bobot keanggotaan yang
dimilikinya. Logika fuzzy memiliki derajat keanggotaan dalam rentang 0
hingga 1. Berbeda dengan logika digital yang hanya memiliki dua nilai 1 atau
0.
Logika fuzzy adalah suatu cara yang tepat untuk memetakan suatu
ruang input kedalam suatu ruang output, mempunyai nilai kontinyu. Fuzzy
dinyatakan dalam derajat dari suatu keanggotaan dan derajat dari kebenaran.
Oleh sebab itu sesuatu dapat dikatakan sebagian benar dan sebagian salah
pada waktu yang sama (Kusumadewi. 2004). Logika Fuzzy memungkinkan
nilai keanggotaan antara 0 dan 1, tingkat keabuan dan juga hitam dan putih,
dan dalam bentuk linguistik, konsep tidak pasti seperti "sedikit", "lumayan"
16

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
dan "sangat" (Zadeh 1965). Kelebihan dari teori logika fuzzy adalah
kemampuan dalam proses penalaran secara bahasa (linguistic reasoning).
Sehingga dalam perancangannya tidak memerlukan persamaan matematik dari
objek yang akan dikendalikan.
Secara umum pada fuzzy handoff algorithm ini diperlukan
pembentukan fuzzy set dan aturan atas jumlah N dari input. Dengan
mendefinisikan fungsi keanggotaan yang sesuai input data dari proses fuzzier
(crispy-in) akan dianalisis dalam mesin inferensi fuzzy berbasis IF-THEN-
RULE kemudian menghasilkan output data melalui proses defuzzier (crispy-
out). Output dari fuzzier tersebut didefinisikan sebagai handoff criteria. Untuk
lebih jelasnya, berikut adalah gambaran dari fuzzy block diagram:





Berikut merupakan gambar dari fuzzy handoff algorithm block diagram:



Gambar 2.2 Fuzzy Block Diagram
Gambar 2.3 Fuzzy Handoff Algorithm Block Diagram
17

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
2.2.2 Adaptive Network Fuzzy I nference System
Adaptive Network Fuzzy Inference System (ANFIS ) Handoff
Algorithm merupakan pengembangan algoritma fuzzy berbasis handoff. Pada
dasarnya pendekatan jaringan ini adalah dimana elemen pelatihan
dimasukkan ke dalam pelatihan algortima fuzzy handoff.
Adaptive Network Fuzzy Inference System (ANFIS ) Handoff
Algorithm sesuai untuk pengambilan keputusan secara cepat yang memiliki
banyak aturan. Algoritma pelatihan untuk ANFIS didasarkan pada algoritma
pembelajaran hibrida dimana parameter premis dan konsekuen harus
diperbaharui setiap data yang disajikan ke algoritma, yang dikenal sebagai
pola pembelajaran. Algoritma pelatihannya terdiri dari maju dan mundur.
ANFIS di desain dengan menggunakan aturan sederhana IF-THEN-RULE
dengan jaringan umpan maju multilayer dimana setiap node akan melakukan
fungsi khusus pada input yang masuk. Setiap node akan beradaptasi dan
dilatih dengan mengubah parameter menjadi nilai dan akan melewati 5 layer
yang berbeda. Berikut merupakan gambar dari basic structure of ANFIS:







Gambar 2.4 Basic Structure of ANFIS
18

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
1.Layer 1: di sini, fungsi keanggotaan didefinisikan secara hipotetis dan
biasanya berbentuk lonceng.


Ketika nilai-nilai berubah, fungsi berbentuk lonceng juga akan berubah sesuai
lapisan ini, parameter yang terlibat dalam proses ini dikenal sebagai parameter
premis.
2.Layer 2: dalam lapisan ini, setiap output dari node didefinisikan dalam aturan
mesin inferensi fuzzy.
3.Layer 3: lapisan ini menghitung rasio hasil dari mesin inferensi fuzzy, seperti
yang ditunjukkan di bawah ini:


4.Layer 4: parameter dari node dalam lapisan ini disebut parameter konsekuen.
Dalam lapisan ini beradaptasi dengan output node.
5.Layer 5: node dalam lapisan ini bersifat tetap dan merangkum semua sinyal
yang masuk dari lapisan sebelumnya.

u
Ai
(x) = ____1____
1+[(x - c
i
)
2
]
bi
a
i


= ___
i
____

1
+
2



19

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Gambar berikut merupakan gambar penggunaan logika faktor ANFIS:








2.3 Program Latihan Pencak Silat
Program latihan adalah suatu materi latihan yang disusun secara
sistematis, terukur dan berkelanjutan serta merupakan variasi intensitas, volume
dan istirahat latihan dalam rangka meningkatkan kemampuan fisik, teknik dan
mental untuk mencapai peak performance pada waktu yang diinginkan.
Program latihan merupakan sesuatu yang mutlak dimiliki oleh setiap
kegiatan olahraga, dan fungsi adanya program latihan tersusun adalah :
1. Pedoman bagi pelatih menjalankan tugasnya
2. Bahan asesmen & evaluasi
3. Mengembangkan program latihan yang akan datang
4. Modifikasi materi latihan dan pertandingan berdasarkan hasil evaluasi
Program latihan yang sesuai untuk pencak silat adalah program latihan
yang sesuai adalah program yang dapat menggunakan pendekatan latihan
Gambar 2.5 Handoff Factor Profile
Generated by using Fuzzy Handoff
Algorithm
20

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
fungsional, artinya suatu pendekatan latihan yang terpadu dengan
memaksimalkan perpindahan dari dampak latihan kepada olahraga pencak silat.

2.3.1 Definisi Program Latihan
Menurut Harsono:1988, berdasarkan ciri-ciri latihan yang benar, maka
dapat dikemukakan definisi latihan atau training adalah suatu proses berlatih
yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang dan kian hari jumlah
beban latihannya kian bertambah.
a. Sistematis, berarti bahwa pelatihan dilaksanakan secara teratur,
terencana, menurut jadwal, menurut pola dan sistem tertentu, metodis,
berkesinambungan dari yang sederhana ke yang lebih kompleks.
b. Berulang-ulang, berarti bahwa gerakan yang dipelajari harus dilatih
secara berulang kali agar gerakan yang semula sukar dilakukan dam
koordinasi gerakan yang masih kaku menjadi kian mudah, otomatis
dan reflektif pelaksanaannnya.
c. Beban kian hari kian bertambah, berarti secara berkala beban
latihan harus ditingkatkan manakala sudah tiba saatnya untuk
ditingkatkan.

2.3.2 Prinsip-prinsip Pelatihan
Agar prestasi dapat meningkat, latihan haruslah berpedoman pada teori
serta prinsip latihan yang benar dan yang sudah diterima secara universal.
21

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Tanpa berpedoman pada teori serta prinsip latihan yang benar, latihan
seringkali menjurus pada mal-praktek (mal-practice) dan latihan yang tidak
sistematis-metodis sehingga peningkatan prestasi pun sukar dicapai.
Beberapa prinsip latihan yang penting, yaitu:
a. Pemanasan Tubuh
Pemanasan tubuh (warming-up) penting dilakukan sebelum
berlatih. Seusai berlatih sebaiknya dilakukan pendinginan (cooling-
down) tujuannya untuk menghindari otot sakit atau kaku pada
keesokan harinya.
b. Metode Latihan
Untuk mempercepat peningkatan prestasi, latihan tidak cukup
hanya dilakukan secara motoric (gerakan) saja. Penelitian
membuktikan bahwa latihan motorik harus dibarengi dengan metode
latihan nir-motoric (tanpa gerakan).
c. Berpikir Positif
Berpikir positif berguna untuk meningkatkan kemampuan atlit.
d. Prinsip Beban Lebih
Prinsip beban lebih (overload principle) adalah prinsip latihan
yang menekankan pada pembebanan latihan yang semakin berat.
Penambahan beban latihan yang bertambah setiap latihan akan
meningkatkan kemampuan atlit.
e. Intensitas Latihan
22

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Latihan yang intensif ialah proses latihan yang kian berat dengan
menambah beban kerja, jumlah repetisi gerakan serta kadar intensitas
pengulangan gerak.
f. Kualitas Latihan
Beberapa ciri latihan yang bermutu diantaranya; latihan yang
bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan atlit, koreksi yang tepat dan
konstruktif, pengawasan terhadap setiap detil latihan, memperbaiki
setiap kesalahan.
g. Variasi Latihan
Variasi latihan perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya
kebosanan berlatih.
h. Perbaikan Kesalahan
Perbaikan kesalahan yang dilakukan atlit dilakukan secara bertahap
sampai kesalahan tidak lagi dilakukan.
i. Menetapkan Sasaran
Sasaran latihan itu dijadikan motivasi dan target oleh atlit dan
pelatih.

2.3.3 Aspek-aspek latihan
Dalam setiap latihan, terdapat aspek yang memiliki tujuan dan unsur
yang dilatih agar mendapatkan hasil yang ingin dicapai. Terdapat 4 aspek,
diantaranya;
a. Latihan fisik
23

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Latihan fisik adalah latihan yang bertujuan untuk meningkatkan
kondisi fisik sebagai faktor yang amat penting bagi seorang atlet.
b. Latihan teknik
Latihan teknik bertujuan untuk mempermahir atau memperdalam
penguasaan keterampilan gerak dalam suatu cabang olahraga.
c. Latihan taktik
Latihan taktik bertujuan untuk mengembangkan dan
menumbuhkan daya tafsir pada atlet ketika melaksanakan kegiatan
olahraga.
d. Latihan mental
Latihan mental sama pentingnya dengan ketiga aspek sebelumnya.
Sebab ketiga aspek tersebut saling berkesinambungan. Latihan mental
adalah latihan yang lebih banyak menekankan pada perkembangan
kedewasaan (maturitas) serta emosional atlet.

2.3.4 Sejarah dan Perkembangan Pencak Silat
Definisi pencak silat menurut Notosoejitno (1997:35) adalah, gerak
bela diri tingkat tinggi yang disertai dengan perasaan, sehingga merupakan
pengusaan gerak efektif dan terkendali serta sering digunakan dalam latihan
sabung atau pertandingan. Sedangkan menurut Maryono (1998:5) bahwa,
pencak diartikan sebagai fitrah manusia untuk membela diri dan silat sebagai
unsur yang menghubungkan gerakan dan fikiran.
24

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Dari beragam definisi yang telah di kemukakan, maka pada tahun 1975
pengurus besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) mendefinisikan pencak
silat sebagai berikut: Pencak silat adalah hasil budaya manusia Indonesia
untuk membela ,mempertahankan eksistensi dan integritas terhadap
lingkungan hidup, alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna
peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2.3.5 Teknik-teknik Pencak Silat
Salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi
seorang atlet pencak silat, antara lain adalah kemampuannya dalam
menyerap/menguasai teknik-teknik dasar secara sempurna. Pada cabang
olahraga beladiri pencak silat memiliki beberapa teknik dasar diantaranya
kuda-kuda, pukulan, tangkisan, tendangan, jatuhan dan bantingan (R. Kotot
Slamet Hariyadi 2003:16)
a. Kuda-kuda
Menurut PB IPSI (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia)
yang dimaksudkan dengan kuda-kuda adalah suatu teknik yang
memperlihatkan kaki dalam keadaan statis. Kuda-kuda berdasarkan
bentuknya dapat dibagi menjadi empat jenis, yakni:
1. Kuda-kuda Depan, terdapat 2 macam kuda-kuda depan, yakni
kuda-kuda Depan Lurus dan kuda-kuda Depan Serong.
2. Kuda-kuda belakang.
25

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
3. Kuda-kuda Tengah.
4. Kuda-kuda Samping
b. Teknik Belaan
Menurut PB IPSI yang dikutip oleh R.Kotot Slamet Hariyadi.
Belaan didefinisikan sebagai suatu upaya menggagalkan serangan
lawan dengan tangkisan maupun hindaran. Dengan demikian bean
terdiri dari tangkisan dan hindaran, masing-masing teknik tersebut
memiliki beragam variasi teknik;
1. Tangkisan
Yang dimaksud dengan tangkisan adalah suatu teknik belaan
untuk menggagalkan serangan lawan dengan melakukan
tindakan menahan serangan lawan dengan melakukan
tindakan menahan serangan lawan dengan tangan, kaki dsn
tubuh.
2. Hindaran
Hindaran adalah suatu teknik menggagalkan serangan lawan
yang dilakukan dengan tanpa menyentuh tubuh lawan (alat
serang).
c. Teknik Serangan
1. Pukulan
Pukulan adalah semua jenis teknik menyerang yang dilakukan
dengan menggunakan tangan dalam posisi terkepal (R.Kotot
Slamet Hariyadi 2003:57).
26

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
2. Tendangan
Ada beberapa teknik tendangan yang terdiri dari: Tendangan
lurus, tendangan sabit, tendangan blok, tendangan jejeg dan
tendangan belakang.
d. Teknik Jatuhan
Teknik jatuhan merupakan teknik yang dikhususkan untuk
menjatuhkan lawan dengan menggunakan komponen serangan kaki
dan tangan.
e. Teknik Bantingan
Berdasarkan cara menangkapnya terhadap kaki lawan, terdapat dua
bentuk teknik bantingan, yakni: Teknik bantingan dengan
tangkapan dalam dan teknik bantingan dengan tangkapan luar.

2.3.6 Aspek-aspek Pembelajaran Pencak Silat
Notosoejitno (1997:7) menjelaskan, pencak silat mempunyai
karakteristik sendiri yang berkaitan dengan budaya Indonesia yang menjadi
sumbernya.
Karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Pencak silat merupakan sarana dan materi pendidikan rohani dan
jasmani untuk membentuk manusia utuh yang berkualitas.
2. Pencak silat mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan yakni :
a. Mental-Spiritual
27

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
b. Beladiri
c. Seni
d. Olahraga
3. Pencak silat sebagai sarana dan materi pendidikan serta ke empat
aspeknya dilandasi suatu falsafah yang bersumber pada falsafah masyarakat
dan mendambakan perwujudan perwujudan cita-cita kemasyarakatan yang
mulia melalui perwujudan manusia mulia.
Pengajaran seni bela diri pencak silat terdiri dari empat aspek yang
dapat membangun manusia seutuhnya baik jasmani maupun rohani .
penjelasan aspek dalam pencak silat adalah sebagai berikut:
a. Pencak Silat Mental Spiritual
Pencak silat diajarkan dengan tujuan mewujudkan cita-cita
kemanusiaan dan kemasyarakatan yang luhur sesuai dengan nilai-nilai yang
dijunjung tinggi oleh masyarakat indobesia, yaitu nilai-nilai agama, pribadi
(individu) dan sosial.
b. Pencak Silat Bela Diri
Pencak silat bela diri berisikan pengetahuan tentang sistem gerak
berpola untuk mengamankan diri yang terkendali beserta praktek
pelaksaannya. Bela diri adalah kemahiran terkendali yang disiapkan dan
disiagakan untuk menghadapi serangan yang mengabaikan kaidah-kaidah dan
nilai-nilai luhur agam, social dan budaya. Bela diri tersebut meliputi mental
dan fisik yang terlatih dan terbina.
28

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
c. Pencak Silat Seni
Pencak silat mempunyai keselarasan , keserasian, dam keseimbangan
antara wirama (irama), wirasa (perasaan), wiraga (ketepatan gerakan). Adanya
keserasian antara estetika dan irama di dalam pencak silat, diajarkan ada dan
sopan santun dengan langkah-langkah persembahan untuk memberikan
penghormatan kepada yang patut dihormati, menanamkan perasaan yang halus
dengan tangan yang lemah gemulai, tetapi sewaktu-waktu dapat bersifat keras
dan kasar.
d. Pencak Silat Olahraga
Apabila diperhatikan sikap dan gerak pencak silat memiliki kaidah-
kaidah tertentu yang teratur dan sistematis, serta mempunyai tujuan-tujuan
tertentu, memungkinkan seluruh anggota badan dapat bergerak dan terlatih
dengan teratur secara harmonis dan seimbang.

2.3.7 Perbandingan Pelatih dan Asisten Pelatih
Pada dasarnya pelatih mengatur taktik, strategi, pelatihan fisik dan
menyediakan dukungan moral kepada atlet. Pelatih sering dibantu oleh orang
lain, seperti staf asisten pelatih. Asisten pelatih hanya bertugas untuk
melakukan instruksi dari pelatih. Berikut perbedaan keahlian keduanya dalam
bentuk tabel berikut:


29

Dian Ayu Fuji Lestari, 2012
Sistem Pakar Program Latihan Pencak Silat Tingkat Remaja Bagi Asisten Pelatih
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Tabel 2.3 Perbandingan antara Pelatih dan Asisten Pelatih
No Keahlian
Pengeksekusi
Keterangan
Pelatih Asisten
1 Menentukan kategori
pertandingan berdasarkan
kemampuan

2 Menentukan program
latihan

3 Menyusun program
latihan

4 Memberikan materi aspek
latihan teknik

5 Memberikan materi aspek
latihan taktik

6 Memberikan materi aspek
latihan fisik

7 Memberikan materi aspek
latihan mental

8 Membantu atlit dalam
pemilihan cabang
spesialisasi

9 Mengontrol jalannya
program latihan

10 Ikut andil dalam setiap
jalannya latihan

11 Melakukan evaluasi
program latihan