Anda di halaman 1dari 20

TUMOR COLON RECTUM

PRAPTIWI DWISARI 0970121053

PENDAHULUAN
Kolon

(termasuk rectum) merupakan tempat keganasan tersering dari saluran cerna. Kanker kolon menyerang individu dua kali lebih besar dibandingkan kanker rectal. Kanker kolon merupakan penyebab ketiga dari semua kematian akibat kanker di Amerika Serikat,baik pada pria maupun wanita.

Insidensnya

meningkat sesuai dengan usia, kebanyakan pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun. Kanker ini jarang ditemukan di bawah usia 40 tahun, kecuali pada orang dengan riwayat kolitis ulseratif atau poliposis familial.

PENGERTIAN
Kanker

koloektal adalah kanker yang menyerang kolon sampai ke rektum Sebagian besar kanker kolorektal berasal dari adenokarsinoma. Adenokarsinoma adalah neoplasma ganas epitelial dengan sel-sel penyusunnya identik struktural bahkan kadang-kadang fungsional dengan sel-sel epitel kelenjar normal pasangannya apokrin, ekrin, endokrin dan kelenjar parenkrim.

EPIDEMIOLOGI
Dapat

terjadi pada semua umur Lebih sering terjadi pada usia tua puncaknya umur 70-80 tahun Kanker kolorektal merupakan insiden terbanyak dari seluruh kanker di AS Indonesia laki-laki = perempuan (lebih banyak pada usia muda) Eropa laki-laki : perempuan = 3:1

FAKTOR RISIKO
Colorectal

polyps Colitis Ulcerative atau penyakit Crohn Riwayat kanker sebelumnya Penderita dengan uretro sigmoidektomi Gaya hidup : Perokok, makanan berlemak Usia > 50 tahun

3 TIPE KARSINOMA KOLON REKTUM


1.

2.

3.

Polipoid atau vegetatif menonjol kedalam lumen usus dan berbentuk bunga kol Tipe skirus penyempitan lumen stenosis dan gejala obstruksi Tipe ulseratif nekrosis bagian sentral

GAMBARAN KLINIS
1.

Kanker di sekum

Biasanya tanpa keluhan Anemia BB menurun Massa di perut kanan bawah

2.

Kanker kolon ascenden


Nyeri perut Sindrom dispepsi (gangguan pencernaan) Rasa tidak enak pada perut kanan atas Mual, muntah Badan lemas BB menurun

3. Kanker kolon transversum Jarang memberi keluhan Fungsi kolon tidak terganggu Melena periodik Timbul keluhan metastase paru-paru, hepar

4. Kanker kolon decendens Nyeri perut Perubahan kebiasaan defikasi konstipasi atau diare Feses disertai darah

5. Kanker kolon sigmoid Perubahan defekasi Feses berlendir dan berdarah Nyeri (kolik) pada abdomen kiri bawah Sering terjadi obstruksi

6. Kanker rectum Gangguan defekasi Sering terjadi perdarahan segar bercampur lendir BB menurun tenesmus

KOLON KANAN

KOLON KIRI

RECTUM

TIPE TUMOR

VEGETATIF ULSERATIF

STENOTIK

INFILTRATIF VEGETATIF ULSERATIF

ISI VISKUS

SETENGAH CAIR

SETENGAH PADAT

PADAT

FUNGSI UTAMA

ABSORPSI

PENYIMPANAN

DEFEKASI

KOLON KANAN
ASPEK KLINIS DEFEKASI KOLITIS

KOLON KIRI RECTUM

OBSTRUKSI PROKTITIS

KARENA OBSTRUKSI TENESMUS PENYUSUPA N OBSTRUKSI JARANG HAMPIR HAMPIR SELALU SELALU DARAH PADA FESES SAMAR SAMAR MAKROSKO PIS

KOLON KANAN

KOLON KIRI

REKTUM

FESES

NORMAL/DIA RE

NORMAL

PERUBAHAN BENTUK

ANEMIA

HAMPIR SELALU

LAMBAT

LAMBAT

MEMBURUKN HAMPIR YA KEADAAN SELALU UMUM

LAMBAT

LAMBAT

STADI TUMOR UM PRIMER 0 I II Tis T1 T2 T3 T4

KELENJA R LIMFE REG N0 N0 NO

METAS DUKE TASIS S JAUH STAGE M0 M0 MO A B

III IV

SETIAP T N1 SETIAP T N2/N3

MO

SETIAP T SETIAP N M1

KLASIFIKASI CUTHBERT DUKES


A invasi ke dalam dinding usus, belum menembus. Prognosis hidup setelah 5 tahun 97 % B invasi menembus dinding usus tanpa metastasis ke kelenjar limfe. Prognosis hidup setelah 5 tahun 80% C metastasis ke kelenjar limfe C1 : beberapa kelenjar limfe dekat tumor primer. Prognosis hidup setelah 5 tahun 65%

C2 dalam kelenjar limfe jauh. Prognosis hidup setelah 5 tahun 35 % D ditemukan metastasis hati. Prognosis hidup setelah 5 tahun < 55

PEMERIKSAAN PENUNJANG
LAB

: DL, ELEKTROLIT, CEA (carcinoma embrionic antigen) Radiologi : Double contrast barrium enema (DCBE) Flexible Sigmoidoscopy Endoscopy dan biopsi Colonoscopy CT scan

PENGOBATAN
antiinflamatori Nonsteroid (OAIN) Pembedahan Radiasi pra bedah hanya pada karsinoma rektum Kemoterapi metastasis ke kelenjar regional, tumor menembus muskularis propria
Kemoprevensi