Anda di halaman 1dari 26

Oleh : Andika Retno Ayuni

SKIZOFRENIA

DEFINISI
Skizofrenia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu gangguan psikiatrik mayor perubahan pada persepsi, pikiran, afek, dan perilaku seseorang. Kesadaran yang jernih dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun defisit kognitif tertentu dapat berkembang kemudian

EPIDEMIOLOGI
Pada 1% populasi dewasa onset: remaja akhir/ awal masa dewasa Laki-laki biasanya usia 15-25 tahun, pada perempuan sekitar 25-35 tahun. Insiden skizofrenia pd laki-laki > perempuan Onset untuk perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu sampai umur 36 tahun lebih banyak perempuan yang mengalami skizofrenia pada usia yang lebih lanjut bila dibandingkan dengan laki-laki

ETIOLOGI
Model Diatesis-Stres Neurobiologi Faktor Genetika Faktor Psikososial a. Teori Psikoanalitik b. Teori Pembelajaran c. Dinamika Keluarga

GEJALA KLINIK
Adanya hendaya berat dalam RTA (Reality Testing Ability/kemampuan daya menilai realitas bermanifestasi berupa kesadaran diri (awareness) terganggu, daya nilai norma sosial (judgement) terganggu, dan daya tilikan (insight) terganggu. 2. Hendaya berat dalam fungsi-fungsi mental adanya Gejala Positif dan Gejala Negatif. Gejala Positif berupa : gangguan asosiasi pikiran (inkoherensi), isi Pikiran yang tidak wajar (waham), gangguan persepsi (halusinasi), gangguan perasaan (tidak sesuai dengan situasi), perilaku yang aneh atau tidak terkendali. Gejala Negatif berupa : gangguan perasaan (afek tumpul, respon minimal), gangguan hubungan sosial (menarik diri, pasif, apatis), gannguan proses pikir (lambat, terhambat), isi pikiran yang stereotip dan tidak ada inisiatif, perilaku yangsangant terbatas dan cenderung menyendiri (abulia) 3. Hendaya berat dalam fungsi kehidupan sehari-hari, bermanifestasi seperti tidak mau bekerja, menjalin hubungan sosial, dan melakukan kegiatan rutin
1.

KRITERIA DIAGNOSA MENURUT PPDGJ


a) b) c)

d)

1 gejala yang amat jelas / 2 gejala kurang jelas thought echo - thought insertion or withdrawal - thought broadcasting delusion of control - delusion of passivitiy - delusional perception Halusinasi auditorik yang didefinisikan dalam 3 kondisi dibawah ini: Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien, atau Mendiskusikan perihal pasien pasein di antara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara), atau Jenis suara halusinasi lain yang berasal dan salah satu bagian tubuh. Waham menetap lainnya

Min 2 gejala yang jelas:

Halusinasi + waham yang mengambang +over-valued ideas menetap / terjadi setiap hari selama berminggu minggu atau berbulan-bulan terus menerus Arus pikiran yang terputus (break) / mengalami sisipan (interpolation) berkibat inkoherensi /pembicaraan yang tidak relevan/neologisme Perilaku katatonik: gaduh-gelisah (excitement), posisi tubuh tertentu (posturing), fleksibilitas cerea, negativisme, mutisme, dan stupor Gejala-gejala negatif, seperti sikap sangat apatis, bicara yang jarang, dan respon emosional yang menumpul atau tidak wajar, biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial; tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika

Berlangsung 1 bulan/lebih Perubahan konsisten bermakna : hilang minat, hidup tak bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri sendiri, dan penarikan sosial

KRITERIA DIAGNOSA MENURUT DSM-IV

Gejala Karakteristik - Waham - Halusinasi - Bicara terdisorganisasi(misalnya, sering menyimpang atau inkoheren) - Perilaku terdisorganisasi atau katatonik yang jelas - Gejala negativependataran afektif,alogia atau tidak ada kemauan(avolition) Catatan : hanya satu gejala kriteria A yang diperlukan jika waham adalah kacau atau halusinasi terdiri dari suara yang terus menerus mengomentari perilaku atau pikiran pasien atau dua atau lebih suara yang saling bercakap-cakap satu sama lainnya. Disfungsi Sosial/Okupasional Durasi :tanda gangguan terus-menerus menetap selama sekurangnya 6 bulan Eksklusi Gangguan Mood dan Skizoafektif Eksklusi Kondisi Medik Umum/Zat

Hubungan dengan Gangg. Pervasif: Jika terdapat adanya riwayat gangguan autistic atau gangguan perkembangan pervasif lainnya, diagnosis tambahan skizofrenia dibuat hanya jika waham atau halusinasiyang menonjol juga ditemukan untuk sekurangnya satu bulan(atau kurang jika diobati secara berhasil). Klasif. Perjalanan Peny. Longitudinal Klasifikasi perjalanan penyakit longitudinal(dapat diterapkan hanya setelah sekurangnya 1 tahun lewat sejak onset awal gejala fase aktif); Episodik dengan gejala residual interepisode(episode didefinisikan oleh timbulnya kembali gejalapsikotik yang menonjol); juga sebutkan jika;dengan gejala negatif yang menonjol Episodik tanpa gejala residual interepisodik Episode tunggal dalam remisi parsial; juga sebutkan dengan gejala negatif yang menonjol Episode tunggal dalam remisi penuh Pola lain atau tidak ditentukan

PROSES PERJALANAN PENYAKIT


1. Fase Prodomal Berlangsung antara 6 bulan sampai 1 tahun Gangguan dapat berupa Self care, gangguan dalam akademik, gangguan dalam pekerjaan, gangguan fungsi sosial, gangguan pikiran dan persepsi. 2. Fase Aktif Berlangsung kurang lebih 1 bulan. Gangguan dapat berupa gejala psikotik ; Halusinasi, delusi, disorganisasi proses berfikir, gangguan bicara, gangguan perilaku, disertai kelainan neurokimiawi. 3. Fase Residual Mengalami minimal 2 gejala Gangguan afek dan gangguan peran, serangan biasanya berulang

prodormal

aktif

residual

remisi

KLASIFIKASI SKIZOFRENIA
Skizofrenia Paranoid Skizofrenia Hebefrenik Skizofrenia Katatonik Skizofrenia Tak Terinci Depresi Pasca Skizofrenia Skizofrenia Residual Skizofrenia Simpleks Skizofrenia Lainnya

SKIZOFRENIA PARANOID
Memenuhi Dx Skizofrenia Sebagai tambahan: - halusinasi/waham hrs menonjol - Gg. Afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan, & gejala katatonik relatif tdk menonjol

SKIZOFRENIA HEBEFRENIK

Memenuhi Dx Skizofrenia Usia remaja/dewasa muda (15-25 thn) Kepribadian premorbid: pemalu dan solitary Pengamatan kontinu 2-3 bln

Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan, serta mannerisme; solitary, perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan; Shallow, inappropriate, giggling, self-satisfied, self-absorbed smiling atau oleh sikap, tinggi hati (lofty manner), grimaces, mannerisme, mengibuli secara bersenda gurau (pranks), keluhan hipokondrial, dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases); Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren.

Gg Afektif & dorongan kehendak, gg proses pikir menonjol. Halusinasi/waham biasanya ada tp tdk menonjol. Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan, sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas, yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuatbuat terhadap agama, filsafat dan tema abstrak lainnya, makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien.

SKIZOFRENIA KATATONIK

Memenuhi Dx Skizofrenia. Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya :

Stupor atau mutisme Gaduh gelisah Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela mengambil dan mempertahankan posisi tubuh tertentu yang tidak wajar atau aneh); Negativisme Rigiditas Fleksibilitas cerea / waxy flexibility Gejala-gejala lain seperti command automatism (kepatuhan secara otomatis terhadap perintah), dan pengulangan kata-kata serta kalimat-kalimat.

Pada pasien yang tidak komunikatif dengan manifestasi perilaku dari gangguan katatonik, diagnosis skizofrenia mungkin harus ditunda sampai diperoleh bukti yang memadai tentang adanya gejala-gejala lain. Penting untuk diperhatikan bahwa gejala-gejala katatonik bukan petunjuk diagnostik untuk skizofrenia. Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit otak, gangguan metabolik, atau alkohol dan obat-obatan, serta dapat juga terjadi pada gangguan afektif.

SKIZOFRENIA SIMPLEKS

Diagnosis skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan perkembangan yang berjalan perlahan dan progresif dari :

Gejala negatif yang khas dari skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi, waham, atau manifestasi lain dari episode psikotik, dandisertai dengan perubahanperubahan perilaku pribadi yang bermakna, bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok, tidak berbuat sesuatu, tanpa tujuan hidup, dan penarikan diri secara sosial. Gangguan ini kurang jelas gejala psikotiknya dibandingkan subtipe skizofrenia lainnya.

SKIZOFRENIA RESIDUAL

Untuk suatu diagnosis yang meyakinkan, persyaratan berikut ini harus dipenuhi semua : Gejala negative dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik, aktivitas menurun, afek yang menumpul, sikap pasif dan ketiadaan inisiatif, kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan, komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka, kontak mata, modulasi suara, dan posisi tubuh, perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk; Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas di masa lampau yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofenia; Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom negative dari skizofrenia; Tidak terdapat dementia atau penyakit / gangguan otak organik lain, depresi kronis atau institusionalisasi yang dapat menjelaskan disabilitas negative tersebut.

SKIZOFRENIA TAK TERINCI


Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia paranoid, hebefrenik, atau katatonik. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skizofrenia.

DEPRESI PASCA SKIZOFRENIA


-

Diagnosis harus ditegakkan hanya kalau : Pasien telah menderita skizofrenia (yang memenuhi kriteria diagnosis umum skizzofrenia) selama 12 bulan terakhir ini; Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada (tetapi tidak lagi mendominasi gambaran klinisnya); dan Gejala-gejala depresif menonjol dan menganggu, memenuhi paling sedikit kriteria untuk episode depresif, dan telah ada dalam kurun waktu paling sedikit 2 minggu.

Apabila pasien tidak lagi menunjukkan gejala skizofrenia diagnosis menjadi episode depresif. Bila gejala skizofrenia diagnosis masih jelas dan menonjol, diagnosis harus tetap salah satu dari subtipe skizofrenia yang sesuai

SKIZOFRENIA LAINNYA
Bouffe Delirante (acute delusional psychosis) Konsep diagnosis skizofrenia dengan gejala akut yang kurang dari 3 bulan, kriteria diagnosisnya sama dengan DSM-IV-TR. 40% dari pasien yang didiagnosa dengan bouffe delirante akan progresif dan akhirnya diklasifikasikan sebagai pasien skizofren Oneiroid Pasien dengan keadaan terperangkap dalam dunia mimpi, biasanya mengalami disorientasi waktu dan tempat.Istilah oneiroid digunakan pada pasien yang terperangkap dalam pengalaman halusinasinya dan mengesampingkan keterlibatan dunia nyata. Early onset schizophrenia Skizofrenia yang gejalanya muncul pada usia anak-anak. Perlu dibedakan dengan retardasi mental dan autisme Late onset schizophrenia Skizofrenia yang terjadi pada usia lanjut (>45 tahun). Lebih sering terjadi pada wanita dan pasien-pasien dengan gejala paranoid.

TERAPI
Medikamentosa : Anti Psikotik Non Medikamentosa: ECT & Psikoterapi

ANTI PSIKOTIK
Tipikal 1. Phenothiazine a. Aliphatic : chlorpromazine b. Piperazine : perphenazine, trifluoperazine, fluephenazine c. Pipperidine : thioridazine 2. Butyrophenone : Haloperidol 3. Diphenyl-butyl-pipperidine : pimozide
1. 2. 3.

Atipikal Benzamide : supiride Dibenzodiazepine : clozapine, olanzapine, quetiapine, zotepine Benzisoxasole: risperidon, aripiprazole

ECT
-

Indikasi: Resisten terhadap obat Depresi berat, gg. Bipolar Skizofrenia (kataton, stupor, paranoid, kegaduhan) Eksaserbasi akut skizofrenia Keinginan bunuh diri

Kontra Indikasi : TIK meningkat, tumor otak, fraktur, infark miokard, osteoporosis, hipertensi, ibu hamil

Persiapan: Informed consent Puasa min 6 jam sebelum perlakuan Kosongkan kandung kemih dan rektum Pakaian dilonggarkan Gigipalsu dilepas Spattel dipasang Reaksi Penderita Konvulsi epilepsi grandmal F. Tonik : 10 menit F. Klonik : 30-40 menit F. Reaksi : Nafas dalam dan kuat Tidak sadar : 10 menit, kepala miring Sadar : Bingung/tertidur > 1 jam Pasca ECT : Pasien tertidur, awasi vital sign, keluhan pasien

PSIKOTERAPI
Terapi Psikoanalisa Terapi Perilaku (Behavioristik) Social Learning Program. Social Skills Training. Terapi Humanistik Terapi kelompok Terapi keluarga

TERIMA KASIH