Anda di halaman 1dari 6

Troublemaker Lagi, aku duduk termangu di sini, ujar Caleb dalam hati.

Akhir-akhir ini ia sering melamun sejak kepergian kekasihnya ke Negeri Paman Sam. Caleb Collins adalah seorang cowok kelahiran Australia yang memiliki tinggi 168 cm, mata hijau zambrut dan rambut pirang mengesankan. Setiap wanita yang melihatnya tidak mungkin akan sanggup mengalihkan pandangannya dari Caleb. Sudah satu bulan ia masih memikirkan mantan kekasihnya yang jauh, walau banyak wanita yang mendekatinya, namun tidak sedikitpun ia tertarik terhadap mereka. Caleb! teriak Pogue yang seketika mengagetkannya. Hey Pogue, ada apa? Bisa santai sedikit? Kamu mengagetkanku. Ujar Caleb yang sedikit kesal. Maaf teman, aku hanya ingin mengingatkanmu, malam ini kita akan makan malam bersama dengan keluarga Danvers. Jawab Pogue. Pogue Garwin sahabat sekaligus pemberi semangat untuk Caleb agar melupakan Lisa mantan kekasihnya. Baiklah, jam 7 di Restoran Provost. Jawab Caleb. Jam 7 malam, Caleb dan Pogue sudah sampai di restoran tersebut, tetapi nampaknya keluarga Danvers telat seperti biasanya. Pelayan! teriak Pogue memanggil seorang pelayan restoran tersebut. Selamat malam tuan, anda ingin memesan apa? tawar pelayan itu. Saya ingin memesan lasagna dan lemon tea. Dan kau ingin memesan apa, Caleb? tanya Pogue tetapi Caleb tidak menjawab. Caleb! teriak Pogue. Hah? Ada apa Pogue? Oh iya saya ingin memesan jus jeruk saja. Ujar Caleb. Baiklah pesanan anda telah saya catat dan silahkan menunggu selama 15

menit, pelayan yang lain akan mengantarkannya ke anda. Jawab si pelayan. *** Siapa laki-laki itu? Sangat tampan dengan mata hijaunya dan rambut pirangnya itu, ujar Kyle dalam hati. Kyle Tunney seorang pelayan baru di restoran Provost. Ia memiliki catatan reputasi pekerjaan yang buruk, malah sangat buruk. Ia pernah dipecat karena pernah menumpahkan air di wajah salah satu pelanggannya karena telah menggodanya. Kyle memang wanita yang sangat menawan dan anggun. Ia memiliki mata besar dengan wanra coklat muda, hidung mancung dan rambut coklat tua. Khas orang Turki seperti almarhum ibunya. Kyle, antarkan makanan dan minuman ini ke meja 11! pekik sang koki. Kyle langsung mengambil nampan tersebut dan langsung menuju ke meja 11. Selamat malam pak, ini pesanan anda. Kata Kyle dengan ramah. Terimakasih cantik. Ujar laki-laki tua itu dengan genitnya. Kyle kali ini bisa menahan emosinya. Namamu siapa cantik? ujar orang itu masih dengan nada yang sangat genit. Kyle seketika menjadi marah, kesal dan ia langsung menumpahkan minumannya ke kepala laki-laki tua itu. Dan seisi restoran pun menjadi gaduh. *** Hey Caleb, berhentilah melamun. Rosella ada di sini. Bisik Pogeu kepada Caleb. Keluarga Danvers sudah datang sejak 10 menit yang lalu, ia baru mengetahui tujuan

mereka bertemu adalah untuk menjodohkan Caleb dengan putri Danvers, Rosella Danvers. Caleb seketika memberi nilai C pada gadis itu. Rosella memang gadis cantik, tetapi sifatnya yang terlalu manja membuat paras cantiknya menghilang. Tiba-tiba terdengar kegaduhan dari ujung ruangan, Caleb yang sedari tadi melamun sontak kaget dengan kegaduhan yang terjadi. Kyle! Apa yang kau lakukan kepada tamu kita? Belum seminggu kau bekerja di sini dan kau sudah membuat kegaduhan! bentak manager itu, mata Caleb menangkap seorang wanita yang benar-benar membuatnya terpanah dengan mata coklatnya yang membesar seakan siap menerkam pelanggan itu. Tapi dia menggodaku! Aku bukan wanita yang bisa seenaknya dia goda! ujar Kyle dengan menunjuk laki-laki tua itu. Ia mengesankan, itu yang dipikirkan Caleb. Maafkan aku, Kyle. Aku harus memecatmu. Ujar manager itu. *** Aku dipecat lagi? Yang benar saja? Apakah salah aku membela diriku? Kyle hanya bisa mengumpat dalam hati. Ia dengan enggannya membuka lokernya dan membereskan semua barangnya. *** Terimakasih Tuan Danvers atas jamuan makan malamnya. Ucap Caleb. Dengan senang hati Caleb, Rosella sangat senang kamu bisa ikut makan malam. Ah, ayah. Jangan terlalu jujur. Ucap Rosella dengan nada manjanya yang membuat Caleb semakin jijik dengan sikapnya. Baiklah

Tuan Danvers, saya dan Pogue akan pulang sekarang. Selamat malam. Pogue dan Caleb langsung menuju mobil Porche mereka. Pogue heran selama di perjalanan Caleb menjadi lebih ceria. Caleb, sejak melihat gadis troublemaker kau menjadi lebih bahagia. Apa apa? Kau menyukainya? tanya Pogue dengan herannya. Troublemaker maksudmu Kyle? tanya Caleb. Bagaimana kau mengetahui namanya? Pogue semakin heran. Aku mendengar managernya memanggilnya Kyle. Ia terlalu cantik untuk disebut troublemaker. *** Dipecat...dipecat... apa yang harus aku lakukan sekarang? Lamun Kyle selama diperjalanan. Saat ia menyeberang jalan ia tidak mendengar klakson mobil yang melaju dengan cepat. Ia merasa terdorong ke depan dan seketika semua menjadi gelap. *** Pogue dan Caleb tidak sengaja menabrak seorang wanita. Siapa wanita bodoh itu? Umpat Caleb dalam hati. Pogue dan Caleb pun turun dari mobil dan melihat Kyle dalam keadaan tidak sadar. Kyle! Bangun! pekik Caleb. Huh! Dasar troublemaker! umpat Pogue. Berhenti memaki dan bantu dia! bentak Caleb yang panik. Ini hanya karena kau menyukainya, jadi aku bantu dia. Ujar Pogue. ***

Caleb dan Pogue sudah sejam di rumah sakit dan Kyle belum sadar. Caleb menjadi semakin khawatir dengan wanita yang baru dilihatnya sekitar 2 jam yang lalu. Dokter keluar dari UGD dan menyatakan bahwa Kyle tidak mengalami luka serius, tetapi ia masih belum sanggup untuk sadar. Caleb sebaiknya kita pulang, besok aku akan mengantarkanmu ke sini untuk menjenguk Kyle. Ok? tawar Pogue. Baiklah teman, sepertinya itu ide yang sangat bagus. Caleb dan Pogue pun meninggalkan rumah sakit dan pulang. *** Hari ini Pogue mengantarkan Caleb ke rumah sakit seperti janjinya semalam. Sesampainya di sana ia menyusuri koridor mencari letak kamar di mana Kyle dirawat. Dari kejauhan ia melihat seorang wanita muda, dengan kacamata dan rambut pirang. Lisa, ujar Caleb dari kejauhan. Caleb pun seketika terdiam, tanpa disadarinya Lisa telah berjalan mendekatinya. Hai Caleb. Ujar Lisa. Hai Lisa, apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah kamu seharusnya di Amerika? tanya Caleb dengan heran. Iya memang aku seharusnya di sana. Tpi kemarin sepupuku di tabrak orang. Yah, dia memang anak yatim piatu. jelas Lisa. Apakah namanya Kyle? Kyle Tunney? ujar Caleb. Ia sangat kaget. Benar, kau tau dari mana?. Maafkan aku Lisa, aku dan Pogue yang menabraknya semalam. Tapi jika kalian sepupu, kenapa tidak ada kemiripan sedikitpun diantara kalian? ujar Caleb. Yah, kami memang sepupu. Tpi beda kakek. Aku dan Kyle sangat dekat, sampai-sampai kakekku dan

kakeknya heran, ujar Lisa menahan rasa geli. Ayo kita ke ruangan Kyle, sepertinya kamu harus meminta maaf. Ujar Lisa. Kau benar. Ujar Caleb. Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Semalam aku merasa aku telah jatuh hati kepada Kyle. Tapi pagi ini aku melihat Lisa. Aku tidak dapat membohongi perasaanku bahwa aku masih menyukai Lisa, pikir Caleb. Caleb sangat gelisah, ia nyaris menabrak seorang suster di rumah sakit tersebut. Hai Kyle, sapa Lisa kepada Kyle. Hai kak Lisa. Siapa yang disebelahmu? Pacarmu? Kyle memandang lakilaki itu. *** Laki-laki itu tampan, matanya indah. Kyle tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Caleb. Ia terlalu tampan untuk menjadi kekasih Lisa, umpat Kyle dalam hati. Haha, kau salah. Kami sudah berpisah sejak aku ke Amerika ujar Lisa. Oh baguslah, jerit Kyle dalam hati. Oh Kyle, kenalkan ini Caleb. Dia yang menabrakmu semalam. Sebenarnya bukan dia yang menyupir, tapi sepertinya dia sangat merasa bersalah, jelas Caleb. Oh bagus, dia yang menabrakku, ujar Kyle. Hai Kyle, sebenarnya bukan maksudku untuk menabrakmu. Hanya saja Pogue dalam keadaan mengantuk semalam. sesal Caleb. Sebentar, bukannya kamu laki-laki yang datang ke restoran Provost semalam? Kau pasti melihat semua kejadiannya. Dan yah aku sudah biasa dipecat karena hal itu, jelas Kyle. Kyle melihat wajah Caleb berubah seperti ingin tertawa sekeras-kerasnya. Dasar tidak sopan! umpat Kyle. Kyle, aku ingin pulang untuk

mengambil pakaianmu dulu. Sekarang kamu ditemani Caleb dulu ya? Lisa keluar dari ruang rawat Kyle. *** Dia telah melupakanku, pikir Caleb. Tapi tidak apalah, yang penting aku bisa bersama Kyle, Caleb senyumsenyum sendiri. Hey siapa namamu tadi? Calib? Susah sekali menyebut namamu. Ujar Kyle yang mengagetkan Caleb. Caleb. Namaku Caleb. C-A-L-E-B. Ujar Caleb yang kesal. wow..wow.. sabar Tuan Caleb. Jangan emosi. Aku hanya bercanda, ujar Kyle sambil tertawa. Kyle, tadi kamu bilang kalau kamu sudah biasa dipecat karena digoda. Kenapa kamu selalu melakukan itu? tanya Caleb. Aku bukan wanita gampangan Tuan Caleb. Aku tidak suka digoda. Bukan karena aku sangat menginginkan sebuah pekerjaan mereka bisa menggodaku dengan mudah. bela Kyle. Kau tau, aku menyukai gayamu itu. Jarang ada wanita yang jual mahal pada era krisis ekonomi ini. kata Caleb sambil mengganggukkan kepalanya. Haha, kau menyukai gayaku atau aku? Kyle terbahak. Hm, sepertinya itu harus dipikirkan. Karena aku memikirkanmu sejak awal, ujar Caleb dengan bergaya seperti sedang berpikir. *** Hm, sepertinya itu harus dipikirkan. Karena aku memikirkanmu sejak awal. Lisa yang terpaku di depan pintu melihat Caleb menyukai Kyle. Ah sudahlah, aku memang sudah putus dengannya, pikir Lisa. Lisa pun memilih untuk

ke kantin rumah sakit daripada melihat Caleb dan Kyle berduaan. *** Aku menyukai Kyle, pikir Caleb dalam perjalanan pulang. Aku tidak tau alasannya. Sejak aku melihatnya semua mulai berubah, aku mulai memikirkan orang-orang di sekitarku, pikir Caleb.Pogue, bagaimana kalau aku menjadikan dia pacarku besok? Aku sudah benar-benar sudah gila. Caleb bercerita dengan sahabatnya itu. Benar, kau memang sudah gila! Kau baru bertemu dengannya 2 hari yang lalu! ujar Pogue yang kaget. *** Selamat pagi, Kyle! sapa Caleb. Caleb hari ini datang lebih cepat daripada kemarin. Selamat... Caleb, aku butuh bicara kepadamu, kata Lisa yang memotong ucapan Kyle. *** Aku sudah muak, aku harus bicara. Selamat... Caleb, aku butuh bicara kepadamu, Lisa benar-benar tidak bisa menahan emosinya. Ia terpaksa menarik Caleb keluar dari ruangan Kyle. Ada apa Lisa? tanya Caleb yang sedang bingung. Lisa tiba-tiba menangis, ia tidak bisa menahannya. Apa benar kau menyukai Kyle? Begitu cepatnya kau melupakanku. Dan baru 4 hari lalu kamu bertemu dengannya! ujar Lisa sambil tersedu. Maafkan aku Lisa,

entah apa yang membuatku tertarik dengannya. Tetapi aku menyayanginya. Aku merasa ia bisa menemaniku. Kamu akan mendapatkan seseorang yang lebih daripada aku di Amerika, ujar Caleb sambil memeluk Lisa. Baiklah aku mengerti, Lisa mencoba melepaskan diri dari pelukan Caleb. Besok aku akan kembali ke Amerika. Aku harap kamu mau mengantarku ke bandara dengan Kyle, ujar Lisa. Baiklah Lisa, jam berapa besok kamu pergi? tanya Caleb. Jam 8 pagi, jawab Lisa. *** Akhirnya mereka datang. Aku tidak sabar memberikan kabar baikku. Caleb! Lisa! Aku ada kabar baik! Kata dokter, hari ini aku dibolehkan pulang. Ujar Kyle dengan semangatnya. Caleb mendekatinya dan langsung memeluk Kyle, Itu kabar baik sayang, ayo kita berkemas. Sayang? Sejak kapan kita pacaran? ujar Kyle yang tidak percaya. Sejak aku memelukmu tadi, ujar Caleb sambil mengedipkan sebelah matamya. Seketika wajah Kyle menjadi merah padam. *** Lisa, apakah semuanya sudah siap? Aku tidak ingin kau menghabiskan uangmu untuk kembali ke sini dari Amerika hanya karena kau ketinggalan sebuah barang berhargamu. Ujar Kyle. Kyle, aku sudah siap. Sudah 10 kali kau menanyakan pertanyaan itu sejak di rumah sampai di bandara ini, ujar Lisa.

*** Hey Lisa, maaf aku telat, ujar Caleb. Tidak apaapa Caleb. Mana Pogue? Aku tidak melihatnya sejak aku sampai di sini? tanya Lisa. Kau tau kan, Pogue sangat suka pacaran. Dan sekarang ia sedang pacaran, ujar Caleb sambil tertawa. Caleb, Kyle aku harus pergi sekarang. Dan khusus untuk kau Caleb, jaga baik-baik sepupuku. Lisa kemudian pergi. Pada saat Kyle dan Caleb berjalan, Kyle tidak sengaja menumpahkan air pel lantai bandara tersebut dan seketika orang-orang yang lewat terjatuh dan Kyle meminta maaf kepada mereka semua. Caleb tertawa dengan terbahak. Pacarku si Troublemaker ujar Caleb yang menggandeng tangan Kyle sambil tertawa. Dasar jahat, ujar Kyle yang tersenyum malu dan langsung menuju mobil Caleb.

Biografi Penulis Nama penulis Siti Zulimas Rasman. Memiliki nama panggilan Siti atau Uli. Penulis lahir pada tanggal 3 Desember 1997 di Kota Palembang. Wanita muda ini lahir di keluarga yang berkecukupan untuk memenuhi kebutuhannya. Ia bersekolah di SMA Xaverius 1 Palembang dan masih duduk di kelas X (sepuluh). Penulis mempunyai hobi untuk mengumpulkan novel, dan biasanya novel yang dikumpulkan tidak dibacanya kurang lebih selama 2 bulan. Ia bercita-cita menjadi seorang penulis, dokter dan ahli astronomi. Ia masih digolongkan sebagai remaja labil yang belum dapat menentukan pilihannya. Penulis memiliki seorang idola, yaitu penyanyi asal Australia yang bernama Cody Robert Simpson. Dalam cerita ini, penulis terinspirasi dari sebuah lagu yang di nyanyikan oleh Olly Murs yang berjudul Troublemaker. Lagu itu bercerita tentang seorang lakilaki yang jatuh cinta kepada seorang perempuan yang sering membuat masalah dengan orang-orang sekitar. Nama-nama pemeran dalam cerita pendek ini diadopsi dari sebuah film supranatural The Covenant. Penulis sangat menyukai film tersebut. Penulis berharap agar cerita yang ditulisnya dapat menjadi hiburan dan semoga pembaca dapat menikmati cerita yang disajikan di atas. Terimakasih.