Anda di halaman 1dari 6

RESUME MATA KULIAH HIGIENE INDUSTRI

PEKERJAAN

BEBAN KERJA

KAPASITAS KERJA

BEBAN TAMBAHAN

Definisi: A. Beban kerja Beban kerja adalah tanggung jawab pekerjaan yang harus dikerjakan oleh pekerja. Tapi masih banyak lagi definisi beban kerja menurut bebera ahli, diantaranya adalah sebagai berikut: Jumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh seseorang ataupun sekelompok orang selama periode waktu tertentu dalam keadaan normal. (Haryanto, 2004). Menurut Menpan (1997) pengertian beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah

kegiatanyang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangkawaktu tertentu. Pengukuran beban kerja diartikan sebagai suatu teknik untuk mendapatkaninformasi tentang efisiensi dan efektivitas kerja suatu unit organisasi, atau pemegang jabatanyang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan teknik analisis jabatan, teknik analisisbeban kerja atau teknik manajemen lainnya.

Beban kerja dibagi menjadi beberapa, diantaranya: 1. Beban kerja fisik bisa berupa: berupa beratnya pekerjaan seperti mengangkat, merawat, mendorong. 2. Beban kerja psikologis: dapat berupa sejauh mana tingkat keahlian dan prestasi kerja yang dimiliki individu dengan individu lainnya. B. Kapasitas kerja Kapasitas kerja adalah kemampuan seseorang pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam suatu medan kerja tertentu. Kemampuan kerja seorang tenaga kerja berbeda dan sangat tergantung pada ketrampilan, keserasian, status gizi, status kesehatan, jenis kelamin, usia dan ukuran-ukuran tubuh.

C. Beban tambahan Beban tambahan adalah beban yang ditimbulkan akibat faktor lingkungan dalam suatu pekerjaan yang dapat berakibat atau mempengaruhi kondisi jasmani dan rihani.

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan pekerjaan: Faktor fisik: Unsur udara (suhu basah dan kering), Kelembaban, Panas radiasi, Kecepatan udara. Faktor kimia: zat-zat kimia berbahaya, Gas, uap, debu kabut, fume, asap, dll Faktor biologis: Baik golongan tumbuhan, hewan bisa berupa parasit, jamur atau mikroorganisme lainnya yang berbahaya. Faktor psikologis: Suasana kerja, hubungan diantara pekerja / pengusaha

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KERJA, STRESS, DAN STRAIN

LINGKUNGAN KERJA

STRESS

STRAIN(tegangan)

A. Stress (tekanan) bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain. Faktor-faktor stress tersebut antara lain: 1. Kondisi individu seperti umur, jenis kelamin, temperamental, genetic, intelegensia, pendidikan, kebudayaan dll. 2. Ciri kepribadian seperti introvert atau ekstrover, tingkat emosional, kepasrahan, kepercayaan diri dll. 3. Sosial kognitif seperti dukungan sosial, hubungan social dengan lingkungan sekitarnya 4. Strategi untuk menghadapi setiap stress yang muncul. Sedangkan pengaruh stress di tempat kerja, reaksi stress dikelompokkan menjadi dua yaitu pengaruhnya kepada individu dan organisasi kerja. 1. Pengaruh terhadap individu seseorang a. Reaksi emosional. Dalam keadaan stress tingkat emosi seseorang sangat tidak stabil di mana sering kita lihat orang tersebut mudah marah, emosi yang tidak terkontrol, curiga yang berlebihan, perasaan tidak aman dll (Mendelson, 1990) b. Reaksi perubahan kebiasaan. Dalam keadaan stress atau tertekan seseorang dengan tanpa sadar mencari pelarian dari permasalahan yang diterima yang terkadang mempengaruhi kebiasaan seseorang. Sebagai contoh perubahan kebiasaan untuk merokok, minumminuman keras dan penggunaan obat-obat terlarang. c. Perubahan fisiologis. Dalam keadaan stress otot-otot kepala dan leher menjadi tegang yang menyebabkan sakit kepala, susah tidur (insomnia), gangguan fisiologis lainnya dapat berupa hipertensi, sakit ginjal, serangan jantung, maag, menurunnya daya tahan tubuh dll. Selanjutnya untuk dapat lebih memahami hubungan antara tuntutan tugas sebagai penyebab terjadinya stress (stressor), kapasitas kerja dan akibat yang ditimbulkan (strain) B. Strain (regangan)

Respon adalah reaksi sesorang terhadap stresor. Untuk itu dapat diketahui dari dua komponen yang saling berhubungan, yaitu komponen psikologis dan komponen fisiologis. adalah tarikan pada otot, ligament atau tendon yang disebabkan oleh regangan (streech) yang berlebihan. a. Komponen psikologis, seperti perilaku, pola pikir dan emosi b. Komponen fisiologis, seperti detak jantung, mulut yang mongering (sariawan), keringat dan sakit perut. Kedua respon tersebut disebut dengan strain atau ketegangan. Pengelompokan Bahaya Atas Dasar Perbedaan Bentuk Fisik a) Partikel adalah sebuah satuan dasar dari benda atau materi. Bisa juga dikatakan Partikel merupakan satuan bagian terkecil dari suatu materi. Jenis Partikel ini ada 3 yaitu: atom, molekul, dan ion. Jadi baik atom, molekul, dan ion ke tiga-nya merupakan satuan terkecil dari materi yg secara umum disebut partikel a) Gas Gas adalah suatu fase benda dalam ikatan molekul, bisa berbentuk cairan, benda padat, ikatan molekul akan terlepas pada suhu titik uap benda. Gas mempunyai kemampuan untuk mengalir dan dapat berubah bentuk. Namun berbeda dari cairan yang mengisi pada besaran volume tertentu, gas selalu mengisi suatu volume ruang, mereka mengembang dan mengisi ruang di manapun mereka berada. Tenaga gerak/energi kinetis dalam suatu gas adalah bentuk zat terhebat kedua (setelah plasma). Karena penambahan energi kinetis ini, atom-atom gas dan molekul sering memantul antara satu sama lain, apalagi jika energi kinetis ini semakin bertambah. b) uap air adalah gas yang terjadi dari proses pemanasan air (H2O). menjadi Uap air terpisahnya Hidrogen (H) dan Oksigen (O) pada ikatan molekul air, uap air mempunyai potensi kekuatan yang luar biasa yang bisa digunakan untuk menggerakkan turbin listrik PLTU, kereta uap atau mesin uap. Uap air di alam bisa berupa awan atau kabut. c) Cairan adalah salah satu dari empat fase benda yang volumenya tetap dalam kondisi suhu dan tekanan tetap; dan, bentuknya ditentukan oleh wadah penampungnya. Cairan juga

melakukan tekanan kepada sisi wadahnya dan juga kepada benda yang terdapat dalam cairan tersebut; tekanan ini disalurkan ke seluruh arah. d) pelarut adalah benda cair atau gas yang melarutkan benda padat, cair atau gas, yang menghasilkan sebuah larutan. Pelarut paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Pelarut lain yang juga umum digunakan adalah bahan kimia organik (mengandung karbon) yang juga disebut pelarut organik. Pelarut biasanya memiliki titik didih rendah dan lebih mudah menguap, meninggalkan substansi terlarut yang didapatkan. Untuk membedakan antara pelarut dengan zat yang dilarutkan, pelarut biasanya terdapat dalam jumlah yang lebih besar.

2) a) Debu

Bukan

Partikel

Debu ialah nama umum untuk sejumlah partikel padat kecil dengan diamter kurang dari 500 mikrometer (lihat juga pasir atau granulat). Di atmosfer Bumi, debu berasal dari sejumlah sumber: loess yang disebarkan melalui angin, letusan gunung berapi, pencemaran, dll. Debu udara dianggap aerosol dan bisa memiliki tenaga radiasi lokal yang kuat di atmosfer dan berpengaruh pada iklim. Di samping itu, jika sejumlah partikel kecil disebarkan ke udara di daerah tertentu (seperti tepung terigu), dalam keadaan tertentu ini bisa menimbulkan bahaya ledakan. b) Uap Logam Logam dapat membentuk gas (uap). Contoh yang sering ditemui adalah uap raksa dalam lamu fluoresen (raksa adalah logam). Namun, sifat logam padat/cair sangatlah berbeda dari logam gas. Sebagai contoh, raksa menghantarkan listrik dengan baik, tapi uap raksa tidak dapat menghantarkan listrik (tidak memiliki sifat logam yang ini). Jika gas raksa dapat menghantarkan listrik, maka diubutuhkan tegangan tinggi untuk membuatnya berhenti menyala. c) Asap

adalah suspensi partikel kecil di udara (aerosol) yang berasal dari pembakaran tak sempurna dari suatu bahan bakar. Asap umumnya merupakan produk samping yang tak diinginkan dari api (termasuk kompor dan lampu) serta pendiangan, tapi dapat juga digunakan untuk pembasmian hama (fumigasi), komunikasi (sinyal asap), pertahanan (layar asap, smoke-screen) atau penghirupan tembakau atau obat bius. Asap kadang digunakan sebagai agen pemberi rasa (flavoring agent), pengawet untuk berbagai bahan makanan, dan bahan baku asap cair.

d) Kabut Dalam sebuah kabut, uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100%. Tempat yang paling berkabut di dunia adalah Grand Banks di lepas pantai pulau Newfoundland, Kanada. Hal ini dikarenakan tempat ini merupakan pertemuan arus Labrador yang dingin dari utara dengan arus Teluk yang hangat dari selatan. Daratan yang paling berkabut di dunia terletak di Point Reyes.