Anda di halaman 1dari 3

ETIKA REKAYASA

Proyek Rumah Tuhan Bermasalah

MOLOR: Proyek revitalisasi Masjid Raya Bogor, molor. Proyek yang dimulai sejak 2005 itu telah menghabiskan anggaran sekitar Rp27,5 miliar.Alex Perdana/Radar Bogor

BOGORUsai kitab suci Alquran, kali ini proyek pembangunan rumah tuhan (masjid) yang menjadi sorotan. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di proyek revitalisasi Masjid Raya Bogor tahap pertama senilai Rp7 miliar, membuat sejumlah wakil rakyat Kota Bogor belingsatan. Itu karena sikap acuh pemkot menyikapi persoalan serius ini. Saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) belum lama ini, anggota Komisi C DPRD Kota Bogor menemukan sejumlah kejanggalan. Proyek itu diduga tak sesuai siteplan. Sejatinya, rumah tuhan itu dirombak total, tetapi kenyataannya hanya direhab sebagian. Tak hanya itu, kondisi bangunan masjid jugamemprihatinkan, seperti pada tiang penyangga yang terdapat rongga udara. Bila diketuk-ketuk seperti terdengar seperti beduk. Itu pertanda jika masih terdapat rongga udara, ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Muaz HD kepada Radar Bogor. Selain itu, pada tiang juga hanya dibungkus dengan glassfibre reinforced cement (GRC) yang berornamen serta ada pula bermotif batu alam. Meski secara kasatmata terlihat bagus, tetapi kualitasnya masih rendah. Apalagi bila diukur dengan biaya renovasi yang total mencapai Rp27,5 miliar dalam kurun waktu 2005 hingga 2011. Hal ini tidak sebanding dengan dana yang telah dikucurkan pemkot dari APBD Kota Bogor. Harusnya, ornamen masjid dibuat dengan baik dan benar. Bukan melalui cetakan GRC, Sumber: http://radar-bogor.co.id

ETIKA REKAYASA
sambung anggota Fraksi PKS itu. Begitu pula ornamen batu alam seharusnya menggunakan yang asli, sehingga hasil akhirnya berkualitas dan bukan seolah-olah bagus, beber Muaz. Muaz menilai, kontraktor seharusnya membangun tiang-tiang dalam kondisi sempurna. Bukan sebaliknya, terkesan acak-acakan sehingga akan mempengaruhi kekuatan dari bangunan. Untuk itu, Komisi C mendorong Pemkot Bogor, khususnya Dinas Pengawasan Pembangunan dan Pemukiman (wasbakim) agar merevisi renovasi masjid pada bagian luar. Sehingga hasilnya benar-benar maksimal. Kalau masalah anggaran, saya pikir untuk revitalisasi tahap kedua akan membutuhkan dana sekitar Rp10,5 miliar, tandasnya. Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jajat Sudrajat menjelaskan, dana yang digunakan untuk revitalisasi tahap II sudah dipastikan, yakni sebesar Rp10,5 miliar. Artinya, sejak tahun 2010 lalu, total dana yang diucurkan untuk Masjid Raya mencapai Rp17,5 miliar. Untuk revitalisasi tahap I anggaran sebesar Rp7 miliar telah dicairkan yang meliputi rehabilitasi bangunan utama dan kubah. Jajat melanjutkan, proses lelang yang telah selesai diharapkan tidak mengalami kemoloran seperti tahun lalu. Karena, warga Kota Bogor sudah lama menantikan kapan revitalisasi selesai dilakukan. Ya, kita lihat saja nanti, apakah untuk proses finishing Masjid Raya akan selesai tepat waktu atau tidak. Tapi, itu semuanya diserahkan kepada kontraktor yang telah memenangkan lelang, terangnya. Revitalisasi Masjid Raya sebenarnya telah dianggarkan sejak 2005 yang pembiayaannya menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp27,5 miliar hingga 2011. Saat ini, masjid megah di pusat kota tersebut sudah berusia lebih dari 32 tahun, sejak dibangun pada 1970. Sedangkan menurut catatan, usia pakai rencana saat itu hanya 20 tahun. Konstruksi revitalisasi sesi I dimulai pada 2006 dengan pekerjaan fondasi dan basement. Lalu 2007, dengan pembangunan untuk pelat menara lantai 3. Pada 2008 dilakukan finishing menara dan koridor. Selanjutnya, pada 2009 finishing plaza sayap timur dilakukan dengan menggunakan batu granit sekaligus menandakan revitalisasi sesi pertama telah selesai dikerjakan. Total keseluruhan revitalisasi sayap timur, menghabiskan dana sebesar Rp10 miliar. Untuk revitalisasi bangunan utama dilakukan sejak tahun 2011 lalu dengan dana sebesar Rp7 miliar. Yang meliputi perombakan bangunan utama dan penggantian kubah. Berbeda, Ketua Sumber: http://radar-bogor.co.id

ETIKA REKAYASA
Forum Pemerhati Jasa Konstruksi dan Pembangunan (FPJKP), Thoriq Nasution, justru melihat tak ada yang salah dengan konstruksi dan pembangunan masjid tersebut. Arsitekturnya sesuai dengan gambar dan bangunannya juga kokoh sehingga meski dalam tahap pembangunan jamaah tidak perlu merasa khawatir, jelasnya. Namun, Thoriq setuju jika dana pembangunan Masjid Raya yang tergolong besar itu mesti dipantau anggota DPRD.Jangan sampai pembangunan ini sama seperti kasus korupsi Alquran, keterlaluan kalau dana pembangunan untuk tempat ibadah juga dikorupsi, beber Thoriq. (rur/ram)

Sumber: http://radar-bogor.co.id