Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Nn. A DENGAN MASALAH UTAMA HALUSINASI PENGLIHATAN DI RUANG I (ARIMBI) RSJ DAERAH DR.

AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG


Nama perawat yang mengkaji: Lidia Kurnia Astuti Unit/ bangsal Tanggal klien dirawat Sumber pengkajian A. PENGKAJIAN I. Identitas Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Alamat Tanggal Masuk RSJD Tanggal Pengkajian No. RM Diagnosa Medik : Nn. A : 22 tahun : Perempuan : SMP : Belum bekerja : Pemalang : 21 Juli 2013 : 24 Juli 2013 : 074996 : Skizofrenia Tak Terinci : Rawat Inap / R I Arimbi : 21 Juli 2013 : autoanamnase dan rekam medik

Identitas Penanggungjawab Nama Umur Pekerjaan Alamat : Tn. S : 28 tahun : Swasta : Pemalang

Hubungan dengan Pasien: Kakak kandung

II.

Alasan Masuk Klien marah-marah tanpa sebab, bicara dan tertawa sendiri, suka mondarmandir, tidak bisa tidur, keluyuran dan pergi dari rumah selama 1 hari oleh keluarga klien dibawa ke RSJ Daerah Amino Gondohutomo Semarang

III.

Faktor Predisposisi Keluarga pasien mengatakan bahwa ini ketiga kalinya pasien dirawat di RSJD AGH. Pertama kali klien dirawat pada tahun 2010 kemudian tahun 2012 pada bulan desember. Pengobatan sebelumnya kurang berhasil karena dapat beradaptasi tapi masih ada gejala sisa kurang dari 6 bulan. Klien kurang mampu beradaptasi dengan masyarakat sekitarnya. Klien tidak kontrol, tidak minum obat. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah mengalami trauma, penganiayaan fisik, penganiayaan seksual dan tindakan kriminal, baik sebagai korban maupun pelaku. Pasien juga tidak pernah mengalami kekerasan dalam keluarga, serta penolakan di lingkungan tempat tinggalnya. Keluarga pasien mengatakan bahwa tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien mengalami putus cinta, mau menikah tetapi tidak jadi. Faktor Presipitasi Sudah 2 bulan klien tidak minum obat, klien merasa sudah sembuh, obatobat dibakar oleh klien. Akibat dari putus cinta klien menjadi pemarah, akhirakhir ini klien sering teriak-teriak, suka mengambil barang-barang orang lain, keluyuran dan berbicara sendiri, marah-marah tanpa sebab, makan pun harus dipaksa. Klien mengiris jari tangan adiknya 1 hari yang lalu sebelum klien dibawa ke RSJ AGH. Klien di rumah sering membawa pisau. MK : Halusinasi, perilaku kekerasan

IV.

Pemeriksaan Fisik 1. 2. 3. 4. 5. Kepala Rambut Mulut Leher Dada I P P A 6. I A P P 7. : Bentuk dada datar / flat, tidak terdapat retraksi otot rongga dada. : Vocal fremitus sama antara lapang paru kanan dan kiri. : Sonor :: Tidak terdapat benjolan maupun luka pada sekitas abdomen. : Bising usus 11 x/menit. : Tidak terdapat nyeri tekan maupun nyeri lepas. : Tympani : Finger print negatif, konjungtiva ananemis. : Rambut terlihat bersih, warna hitam, pendek. : Bentuk bibir simetris, tidak terdapat luka, mukosa lembab. : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.

Abdomen

Ekstremitas Atas : Tidak terdapat edema maupun luka, akral hangat, capilary refil < 2 detik. Bawah : Tidak terdapat edema maupun luka, akral hangat, capilary refil < 2 detik. Kekuatan otot : 5 5 5 5

8.

Tanda tanda Vital TD : 100/60 mmHg Nadi : 72 x/menit Suhu : 36 C RR : 18 x/menit

V.

Psikososial 1. Genogram

Keterangan : : Laki laki : Perempuan : Klien Klien adalah sebagai anak kedua dari 5 bersaudara klien tinggal serumah dengan orang tua juga ketiga adiknya. a. Pola asuh dalam keluarga Hubungan antar keluarga harmonis. b. Pola komunikasi dalam keluarga Pasien mengatakan kalau ada masalah tidak dikomunikasikan, cenderung diam dan memendam permasalahannya. c. Pengambilan keputusan dalam keluarga Jika ada anggota keluarga yang sakit, pengambil keputusan adalah ayahnya. MK : Koping Keluarga Inefektif Kompromi : Pasien : Tinggal dalam satu rumah

2. Konsep Diri a. Gambaran diri klien mengatakan menyukai rambutnya karena rambutnya lurus. b. Identitas diri klien adalah seorang perempuan berusia 22 tahun, belum menikah dan belum bekerja, status sekolah klien adalah SMP. Klien adalah anak kedua dari lima bersaudara. c. Peran klien adalah sebagai anak, pasien dirumah tidak membantu pekerjaan rumah, hanya menganggur. d. Ideal diri klien mengatakan ingin menikah dan juga ingin bisa bekerja e. Harga diri Klien merasa tidak berguna karena tidak bekerja dan menikah MK : Harga Diri Rendah 3. Hubungan Sosial a. Selama di rumah Orang terdekat dengan pasien adalah kakaknya, hubungan klien dengan keluarga dan masyarakat kurang, pasien tidak pernah mengikuti kegiatan di masyarakat. Hambatannya adalah pasien suka menyendiri dan bingung. b. Selama di RSJ AGH Pasien kadang terlihat sendiri, pasien jarang berkomunikasi dengan teman-temannya. MK : Kerusakan Isolasi Sosial : Menarik Diri 4. Spiritual a. Nilai dan keyakinan Klien beragama Islam.

b. Kegiatan beribadah Selama berada di RSJD AGH pasien tekun menjalankan sholat. VI. Status Mental 1. Penampilan Kadang penampilan klien rapi, kancing baju dikancingkan 2. Pembicaraan Selama interaksi klien berbicara kacau dan tidak nyambung, suka diam, baru mau bicara setelah ditanya. MK : Kerusakan Komunikasi Verbal 3. Aktivitas motorik Klien suka mondar-mandir, kadang gelisah, duduk tidak tenang MK : Resiko Perilaku Kekerasan 4. Alam perasaan Klien merasa sedih dan juga marah, benci kepada mantan tunanganannya serta tetangganya MK : Resiko Perilaku Kekerasan 5. Afek Labil : Emosi klien mudah berubah, kadang gelisah, kadang sedih. Tumpul : Dalam menjawab pertanyaan pasien harus mendapat stimulus yang kuat, pertanyaan harus diulangi beberapa kali. MK : Resiko Perilaku Kekerasan 6. Interaksi selama wawancara Klien dapat kooperatif, ada kontak mata, kontak mata pasien tidak dapat dipertahankan saat gelisah. MK : Resiko Perilaku Kekerasan 7. Persepsi Jenis halusinasi : halusinasi penglihatan dan pendengaran Isi : klien melihat tuyul dan sering mendengar suara-suara yang menyatakan orang tuanya sudah mati

Frekuensi : 1 kali dalam sehari Durasi : 1 menit Situasi : siang hari Respon : perasaan klien saat halusinasi muncul yaitu jengkel dan ingin membunuh dengan pisau. MK : Perubahan Persepsi sensori :Halusinasi Penglihatan 8. Proses Pikir Saat berdiskusi dengan klien proses pikir klien adalah tangensial karena pembicaraannya yang berbelit-belit tapi tidak sampai tujuan, kadang jawaban pasien tidak sesuai dengan pertanyaan. MK : Perubahan Proses Pikir 9. Isi pikir Klien mengatakan bahwa dirinya adalah seorang ratu yaitu ratu nyai blorong MK : Waham Magic 10.Tingkat kesadaran klien tampak bingung, orientasi klien terhadap tempat dan waktu bagus, namun saat pengkajian orientasi klien pada orang kurang bagus, klien tidak bisa mengingat nama perawat yang merawatnya. MK : Perubahan Proses Pikir 11.Memori Klien tidak mampu mengingat nama perawat yang berkenalan dengannya, klien lupa makan makanan yang ia makan tadi pagi MK : Perubahan Proses Pikir 12. Tingkat konsentrasi dan berhitung Saat berinteraksi dan waawancara klien tidak berfokus pada satu topik pembicaraan MK : Perubahan Proses Pikir 13. Kemampuan penilaian klien diam saja ketika perawat menawari pasien mau tidur atau nonton TV. MK : Perubahan Proses Pikir

14. Daya tilik diri Pasien mengatakan bahwa dirinya sehat. MK : Perubahan Proses Pikir VII. Kebutuhan Persiapan Pulang 1. Makan klien makan 3 kali sehari,sesuai porsi yang disediakan rumah sakit, klien mengatakan tidak senang dengan menu makan yang disediakan. 2. BAK / BAB klien secara mandiri BAK/BAB di kamar mandi/WC. 3. Mandi klien secara mandiri mandi 2 kali sehari di kamar mandi pagi dan sore. 4. Berpakaian klien secara mandiri dapat melepas dan memakai pakaiannya, ganti pakaian tiap pagi hari. Klien mampu berdandan menyisir rambut. 5. Istirahat dan tidur klien kadang tidur siang kira-kira 2 jam dan tidur malam kurang lebih 10 jam. 6. Penggunaan obat Saat ini klien mengkonsumsi Stelazin, Chlorpromazine, dan Trihexyphenidyl. Sehabis makan pagi dan sore klien minum obat. 7. Pemeliharaan kesehatan klien selalu minum obat secara teratur. 8. Kegiatan di dalam rumah Keluarga klien mengatakan bahwa pasien tidak pernah membantu pekerjaan rumah. 9. Kegiatan di luar rumah Pasien tidak pernah mengikuti kegiatan kemasyarakatan. MK : Isolasi Sosial

VIII.

Mekanisme Koping klien mengatakan jika ada permasalahan ia lebih banyak diam, klien lebih suka memendamnya sendiri dan enggan bercerita. MK : Koping Individu Inefektif

IX.

Masalah Psikososial klien merasa tidak berguna. MK : Harga Diri Rendah

X.

Pengetahuan klien tidak mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit jiwa, pasien merasa dirinya waras. MK : Koping Individu Inefektif

XI.

Aspek Medik Diagnosa Medik : Skizofrenia Tak Terinci Terapi Medik : Tanggal Mulai 22 Juli 2013 Terapi Stelazin Chlorpromazine Trihexyphenidyl Dosis 2 x 5 mg 1 x 5 mg 2 x 2 gr

XII.

Daftar Masalah Keperawatan 1. Halusinasi Pendengaran dan penglihatan 3. Koping Keluarga Inefektif Kompromi 4. Harga Diri Rendah 5. Kerusakan Komunikasi Verbal 6. Resiko Perilaku Kekerasan 7. Kerusakan Interaksi sosial : Menarik Diri 8. Perubahan Proses Pikir 9. Koping Individu Inefektif

B. ANALISA DATA Tanggal/ Jam 24 Juli 2013 16.00 DS: -keluarga klien mengatakan klien suka berbicara sendiri dan tertawa sendiri -klien mengatakan Jenis halusinasi : halusinasi penglihatan, Isi : klien melihat tuyul dan sering mendengar suara-suara yang menyatakan orang tuanya sudah mati, Frekuensi : 1 kali dalam sehari, Durasi : 1 menit, Situasi : siang hari, Respon : perasaan klien saat halusinasi muncul yaitu jengkel dan ingin membunuh dengan pisau. DO: - klien terlihat kadang menyendiri - Bingung - Kontak mata tidak dapat dipertahankan 24 Juli 2013 16.00 DS; Keluarga klien mengatakan Klien mengiris jari tangan adiknya 1 hari yang lalu sebelum klien dibawa ke RSJ AGH. Klien di rumah sering membawa pisau. Keluarga klien mengatakan akhirakhir ini klien sering teriak-teriak, suka mengambil barang-barang orang lain, keluyuran, marah-marah tanpa sebab Resiko Perilaku Kekerasan Data Fokus Masalah Keperawatan Gangguan persepsi sensori halusiasi penglihatan TTD

Lidi a

Lidi a

DO: 24 Juli 2013 16.00 DO : Pasien kadang terlihat sendiri, pasien jarang berkomunikasi dengan temantemannya. Klien suka mondar-mandir Isolasi Sosial - Klien tampak gelisah DS : keluarga klien mengatakan klien keluyuran dan pergi dari rumah selama 1 hari

Lidi a

Pohon Masalah

Resiko meciderai diri, orang lain, dan lingkungan

Resiko Perilaku kekerasan

akibat

Perubahan persepsi sensori: Penglihatan dan pendengaran

core problem

Isolasi Sosial

penyebab