Anda di halaman 1dari 4

Penatalaksanaan uretrolitiasis : 1. Nonmedikamentosa a. Edukasi pasien untuk mengetahui pengertian uretrolitiasis b.

Meningkatkan konsentrasi inhibitor pembentuk batuk seperti air jeruk nipis atau lemon setelah makan pada malam hari c. Meningkatkan asupan cairan d. Hindari masukan minuman berkarbonasi e. Kurangi masukan protein sebanyak 1g/kg berat badan perhari f. Membatasi masukan natrium g. Memasukan kalsium h. Kurangi asupan puriin i. Perbanyak aktifitas jangan banyak duduk j. Pencegahan 1) Pencegahan primer yaitu dengan mencegah agar tidak terjadinya penyakit batu saluran kemih dengan mengendalikan factor risiko 2) Pencegahan sekunder yaitu dengan mengendalikan penyakit agar tidak terjadi komplikasi ataupun menyebar 2. Medika mentosa a. Analgesik Tramadol HCl kapsul 50 mg 3 kali sehari b. Anti inflamasi nonsteroid Asam Mefenamat kapsul 500 mg 1 kali sehari

c. Antibiotic (bila perlu karena ada infeksi) Gentamicine sulfat ampul 80 mg/2 ml 3 kali sehari d. Diuretic Furosemide tablet 40 mg 3 kali sehari e. Tindakan non invasive dan invasive non pembedahan 1) ESWL (extracorporeal shockwave lithotripsy) Tindakan noninvasive tanpa pembiusan. Digunakan gelombang kejut eksternal yang dialirkan melalui tubuh untuk memecah batu. Alat ini memecah batu menjadi fragmen fragmen kecil sehingga mudah untuk dikeluarkan. 2) Endourologi Tindakan invasive minimal untukmengeluuarkan batu, prinsipnya hampir sama yaitu memcah lalu kemudian mengeluarkan batu. Berikut merupakan nama metode pengeluaran batu a) PNL (percutaneous Nephron Litolaphaxy) Memeasukan alat untuk menghancurkan batu dengan memasukan alat kedalam kalies melalui insisi kulit. b) Litotripsi Memecah batu buli buli atau batu uretra dengan memasukan alat pemecah batu kedalam buli buli c) Ureteroskopi Memasukan alat ureteroskopi kedalam uretram kemudian dengan energy tertentu batu ureter dapat dipecah. d) Ekstradormia

Mengeluarkan batu ureter dengan menjaring batu melalui alat dormia f. Tindakan pembedahan (ureterolilitomi) yaitu suatu tindakan bedah untuk mengambil batu ureter.

Daftar pustaka : Sjaabani, Mochamad. 2009. Batu Saluran Kemih Dalam Ilmu Penyakit Dalam . Jakarta: PublishingInternal