Anda di halaman 1dari 10

PEMELIHARAAN/ SERVIS SISTEM PENDINGIN DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA

NAMA : ADITYA NICO MAHENDRA KELAS : XI TKR

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 5 BALIKPAPAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF TAHUN AJARAN 2013/2014

Prinsip Kerja Sistem Pendinginan Mesin 1) Sistem Pendinginan Mesin Sangat diperlukan

Menurut neraca panas, pada motor bakar hanya akan diperoleh sekitar 25 persen hasil pembakaran bakar yang 7 dapat diubah menjadi energi mekanik. Sebagian besar panas akan keluar melalui gas buang (kira-kira 34 persen),melalui sistem pendinginan (kira-kira 32 persen) dan sisanya akan melalui kerugian pemompaan dan gesekan.

Gambar 1. Neraca panas pada mesin

Berdasarkan neraca panas di atas maka fungsi pendinginan pada motor menjadi penting, karena panas yang akan terserap oleh sistem pendinginan dapat mencapai 32 persen. Bila mesin tidak didinginkan akan terjadi pemanasan yang lebih (overheating) dan akan mengakibatkan gangguan- gangguan sebagai berikut: a) Bahan akan lunak pada suhu tinggi. Contoh: torak yang terbuat dari logam paduan aluminium akan kehilangan kekuatannya (kira-kira sepertiganya) pada suhu tinggi (300C), bagian atas torak akan berubah bentuk atau bahkan mencair.

b) Ruang bebas (clearance) antara komponen yang saling bergerak menjadi terhalang bila terjadi pemuaian karena panas berlebihan. Misalnya torak akan memuai lebih 8 besar (karena terbuat dari paduan aluminium) daripada blok silinder (yang terbuat dari besi tuang) sehingga gerakan torak menjadi macet. c) Terjadi tegangan termal, yaitu tegangan yang dihasilkan oleh perubahan suhu. Misalnya cincin torak yang patah, torak yang macet karena adanya tegangan tersebut. d) Pelumas lebih mudah rusak oleh karena panas yang berlebihan. Jika suhu naik sampai 250 C pada alur cincin, pelumas berubah menjadi karbon dan cincin torak akan macet sehingga tidak berfungsi dengan baik, atau cincin macet (ring stick). Pada suhu 500 C pelumas berubah menjadi hitam, sifat pelumasannya turun, torak akan macet sekalipun masih mempunyai ruang bebas. e) Pembakaran tidak normal. Motor bensin cenderung untuk terjadi ketukan (knocking). Sebaliknya bila motor terlalu dingin akan terjadi masalah, yaitu: a) Pada motor bensin bahan bakar akan sukar menguap dan campuran udara bahan bakar m,enjadi gemuk. Hal ini menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna. b) Pada motor diesel bila udara yang dikompresi dingin akan mengeluarkan asap putih dan menimbulkan ketukan dan motor tidak mudah dihidupkan. c) Kalau pelumas terlalu kental, akan mengakibatkan motor mendapat tambahan tekanan d) Uap yang terkandung dalam gas pembakaran akan terkondensasi pada suhu kira-kira 50 C Fungsi sistim pendingin adalah untuk :

Sirkulasi coolant mengelilingi c y l in de r he a d d an c yl in d e r b l oc k pada m e s i n u n t u k menyerap panas. Membawa panas ke Radiator dimana dibuang oleh aliran udara. Menjaga mesin pada temperatur pengoperasian yang efisien. Coolant Air adalah cairan yang paling populer digunakan dalam sistim pendingin karena dapatm e nye r ap ju m l a h p ana s ya n g b e s a r . A k a n t e t ap i a i r d a p at m e n ye b ab k a n k o ro s i d a n ak a n membeku pada musim dingin. Karena alasan inilah , bahan aditif kimia sering ditambahkanuntuk mencegah korosi dan larutan anti beku ditambahkan untuk mencegah pembekuan.Inilah alasannya mengapa cairan dalam sistim pendingin disebut coolant Karena bukan hanyaair tetapi campuran air dan aditif. Jika karena alasan tertentu perlu mengganti coolant atau mengisi ulang sistem setelah terjadi bocor, aditif yang benar harus dicampur dengan coolant
2)

Macam Sistem Pendinginan


a) Sistem Pendinginan Udara

Pendinginan oleh aliran udara secara alamiah. Pada sistem ini panas (1) yang dihasilkan oleh pembakaran gas dalam ruang bakar sebagian dirambatkan keluar dengan menggunakan sirip-sirip pendingin (cooling fins) yang dipasangkan di bagian luar silinder (Gambar 2). Pada tempat yang suhunya lebih tinggi yaitu pada ruang bakar diberi sirip pendingin yang lebih panjang daripada sirip pendingin yang terdapat di sekitar silinder yang suhunya lebih rendah.

Gambar 2. Pendinginan Udara Secara Alamiah

(2) Pendinginan oleh tekanan udara Udara yang menyerap panas dari sirip-sirip pendingin harus berbentuk aliran atau udaranya hrus mengalir agar suhu udara di sekitar sirip tetap rendah sehingga penyerapan panas tetap berlangsung sempurna. Hal ini dapat dicapai dengan jalan menggerakkan sirip pendingin atau udaranya. Bila sirip pendingin yang digerakkan atau mesinnya bergerak seperti pada sepedamotor. Pada mesin stasioner aliran udaranya diciptakan dengan cara menghembuskannya 10 melalui blower yang dihubungkan langsung dengan poros engkol Gambar 3 menunjukkan pendinginan udara menggunakan kipas/blower yang terpasang pada roda gila (flywheel fan), yang dianggap tidak efisien karena tanpa pengarah aliran (shroud). Agar aliran udara pendingin lebih dapat mendinginkan sirip-sirip digunakan pengarah (Gambar 4)

Gambar 3. Kipas udara pada roda gila

Gambar 4. Kipas pada roda gila dengan pengarah aliran

Cooling fins (sirip/sudu pendingin) dicetak ke dalam cylinder head Dan cylinder block .Mereka digunakan untuk membawa panas dari cylinder head dan cylinder block ke aliranudara.

Blower fan Blower Fan di pasang pada bagian depan mesin dan dikendalikan langsung baik dari crankshaft m e s i n a t au d ik e n d al i k an b e l t d ar i crankshaft mesin. Fan menarik udara dariatmosfer disekitarnya dan mendorongnya melalui ducting dan Shrouds mengelilingi mesin. Shrouds dan ducting Pressed metal Shrouds m e nu t u p m e s i n d e ng a n s al u ra n d u c t d id al am n y a u nt u k mengarahkan aliran udara ke cylinder head dan cylinder block
b) Sistem Pendinginan Air

Pada sistem ini sebagian panas dari hasil pembakaran dalam ruang bakar diserap oleh air pendingin setelah melalui dinding silinder. Oleh karena itu di luar silinder 11 dibuat mantel air (water jacket). Pada system pendinginan air ini air harus bersirkulasi. Adapun sirkulasi air dapat berupa 2 (dua) macam, yaitu: (1) Sirkulasi alamiah/Thermo-syphon (2) Sirkulasi dengan tekanan Pada sistem pendinginan air dengan sirkulasi alamiah, air pendingin akan mengalir dengan sendirinya yang diakibatkan oleh perbedaan massa jenis air yang telah panas dan air yang masih dingin (Gambar 5). Agar air yang panas dapat dingin, maka sebagai pembuang panas dipasangkan radiator (Gambar 6). Air yang berada dalam mantel air dipanaskan oleh hasil pembakaran sehingga suhunya naik, sehingga massa jenisnya akan turun dan air ini didesak ke atas oleh air yang masih dingin dari radiator. Agar pembuangan panas dari radiator terjadi sebesar mungkin maka pada sistem pendingin dilengkapi juga dengan kipas yang berfungsi untuk mengalirkan udara pada radiator agar panas pada radiator dapat dibuang atau diserap udara.

Pada sirkulasi dengan tekanan pada prinsipnya sama dengan sirkulasi alam, tetapi untuk mempercepat terjadinya sirkulasi maka pada sistem dipasang pompa air (Gambar 7)

Radiator (1) Radiator d i t e m p at k an p a d a b ag i an d e p an k e nd a r aa n at au m e s in s e h i ng g a d ap at memperoleh aliran udara yang baik melaluinya. Radiator memberikan permukaan yang luasterbuat dari pipa tembaga dimana udara dapat mengalir untuk membuang panas dari coolant yang sedang melalui pipa. Coolant yang panas sedikit lebih padat daripada Coolant dingindan akan mengalir menuju bagian atas mesin dan menuju bagian atas radiator. Ketika udaramengalir melalui radiator ,

udara ini mengambil panas dari Coolant yang mengalir dari bagianatas radiator menuju ke bawah. Radiator cap (2) Radiator cap dapat dilepaskan dari Radiator Sehingga Coolant dapat ditambahkan. Radiator cap juga mempunyai sebuah spring loaded valve agar air yang berlebih dapat lolosketika tekanan didalam sistim pendingin menjadi terlalu tinggi. Ketika Coolant panasnya naik,d a n a k a n m e ng e m b a ng da n m e nc i p t ak a n t e k a na n d i d al am s i s t im p e n d ing i n ya ng d ap at menyebabkan kerusakan pada komponen jika tidak dibuang. Akan tetapi, sifat yang menarik pada air adalah titik didihnya dinaikkan ketika dalam keadaan bertekanan. Karena alasaninilah Radiator Caps didesain untuk menjaga tekanan kecil sekitar 70 kPa (10 PSI) dalam Radiator Selanjutnya mesin dapat dijaga pada temperatur yang lebih efiisien tanpa terjadi overheating . Radiator top hose (3) Radiator top hose menghubungkan dari bagian atas Radiator ke Thermostat housing .Air panas dari mesin bersirkulasi melalui hose menuju radiator untuk pendinginan. Bypass hose (4) B y -p as s h os e m e n s i rk u l a s i Coolant d a r i m e s i n k e m b a l i k e W at e r p u m p ketika Thermostat menutup. Thermostat (5) Thermostat adalah perangkat sensitif terhadap temperatur yang tetap menutup ketikam e s in k o n d is i d i ng i n u nt u k m e n j ag a a i r t e t a p s i r k u l as i m e ng e l i l i ng i cylinder block Dan cylinder head Thermostat tidak akan membuka dan sehingga memberi kesempatan Coolant bersirkulasi menuju Radiator sampai mencapai temperature pre-set. Ini berarti bahwa mesinakan memanasi dengan sangat cepat dan mencapai temperatur operasi tanpa ditunda. Jikatidak ada Thermostat Coolant akan bersirkulasi menuju Radiator

meskipun keadaan dingindan akan memakan waktu lebih lama agar mesin mendapatkan temperatur operasi normalnya.T e m p e r at u r o p e r as i no rm al s a ng at p e nt i ng b a gi m e s i n a ga r d a p at m e m b a k a r f u e l s e c a ra efisien. Ketika mesin running dalam keadaan dingin , banyak emisi uang dihasilkan dan fuelyang tidak terbakar mengkontaminasi oli mesin. Fan (6) Radiator Fan dipasang ke Water pump dan dikendalikan oleh belt dari crankshaft Fan mempunyai deretan blades/sudu yang dipasang menyudut sehingga mereka menyebabkanudara mengalir melalui Radiator Fan digunakan untuk mengalirkan udara melalui Radiator ketika kendaraan atau mesin stasioner atau bergerak sangat lambat. Dalam kondisi seperti ini,terdapat sangat sedikit sekali udara alami mengalir melalui Radiator dan tanpa Fan Coolant akan overheat Radiator bottom hose (7) Radiator bottom hose menghubungkan bagian bawah Radiator keWater pump A i r dingin dari Radiator bersirkulasi kembali dari Radiator ke mesin. Water pump (8) Water pump a dal ah p e r an gk a t y a ng d igu n ak a n u n t u k m e ns i r k u l as ik a n Coolant mengelilingi sistim pendingin. Biasanya dikendalikan oleh sebuah belt dari crankshaft pulley Impeller di dalam pompa berputar untuk mengambil Coolant dari mesin dan memompanyamelalui Radiator dan kembali ke dalam mesin.

3) Proses Pendinginan Pada Mesin

Pada mesin bensin ataupun pada mesin diesel proses pendinginan tergantung pada sistem pendinginan yang digunakan. Pada pendinginan udara, panas akan berpindah dari dalam ruang bakar melalui kepala silinder, dinding silinder dan piston secara konduksi. Selanjutnya yang melalui dinding dan kepala slinder, panas akan berpindah melalui sirip-sririp (fins) dengan cara konveksi ataupun radiasi di luar silinder. Pada pendinginan air secara alamiah, proses perpindahan panas/pendinginan melalui perubahan massa jenis air yang menurun karena panas selanjutnya air akan berpindah secara alamiah

berdasarkan rapat massa sehingga terjadi sirkulasi alamiah untuk pendinginannya. Untuk mempercepat pembuangan panas pada system pendinginan air dipasangkan radiator. Melalui radiator ini panas akan dibuang ke udara melalui sirip-sirip radiator. Pada pendinginan air dengan tekanan, sirkulasi akan dipercepat oleh putaran kipas pompa sehingga sirkulasi air pada sistem ini akan lebih baik. c. Rangkuman 1 1. Sistem pendinginan diperlukan dalam mesin bensin dan diesel dengan alasan panas pembakaran dari ruang bakar harus dikeluarkan sebesar 32 persen. Bila tidak ada system pendinginan yang baik akan menimbulkan dampak: bahan logam akan kehilangan kekuatan bahkan dapat mencair, ruang bebas antara komponen yang bergerak akan terhalang, timbul tegangan termal, dan kemampuan pelumas akan turun 2. Sistem pendinginan dapat digolongkan menjadi system pendinginan udara (alamiah dan tekanan pompa) dan sistem pendinginan air (alamiah dan pemompaan) 3. Proses pendinginan pada mesin berupa perpindahan panas melalui torak, silinder dan kepala silinder secara konduksi selanjutnya panas akan berpindah secara konveksi melalui sirip-sirip ke udara, sedangkan pada pendinginan air, panas akan berpindah melalui air yang bersirkulasi baik secara alamiah atau paksa. Pada sistem pendinginan air dipasangkan radiator yang berfungsi untuk mempercepat pembuangan panas ke udara.