Anda di halaman 1dari 3

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan

penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengerti hukum dari perbuatan yang sudah dianggap sebagai hal lumrah yang ditautkan dengan agama. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini memuat tentang Agama Islam Jawa yang sangat penting dan harus diperhatikan. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru mata pelajaran Agama Islam sang penyusun yaitu Ibu Islamiyati, S.A.G. M. Si. yang telah membimbing. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Semarang, 10 September 2013

Penulis

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam proses akulturasi ini ada dua pendekatan mengenai bagaimana cara yang ditempuh supaya nilai-nilai islam dapat di serap menjadi bagian dari budaya jawa, antara lain. 1. Islamisasi kultur jawa mulai pendekatan ini budaya jawa diupayakan agar tampak bercorak islam baik secara formal maupun secara substansial yang ditandai dengan penggunaan istilah-istilah islam, nama-nama islam, pengambilan, peran tokoh islam pada berbagai cerita lama, sampai kepada penerapan hukum-hukum, norma-norma islam dalam berbagai aspek kehidupan. 2. Jawanisasi islam, yang diartikan sebagai upaya penginternalisasian nilai-nilai islam melalui cara penyusupan kedalam budaya jawa. Maksudnya disini adalah meskipun istilah-istilah dan nama-nama jawa tetapi dipakai, tetapi nilai yang dikandungannya adalah nilai-nilai islam sehingga islam menjadi men-jawa. Berbagai kenyataan menunjukkan bahwa produk-produk budaya orang jawa yang beragama silam cenderung mengarah kepada polarisasi islam kejawaan atau jawa yang keislaman sehingga timbul istilah jawa atau islam kejawen. Ritual atau ritualistic adalah kegiatan yang meliputi berbagai bentuk ibadah sebagaimana yang terdapat dalam rukun islam yaitu, syahadat, sholat, puasa, zakat, dan haji. Dalam hal ini agama merupakan pedoman yang dijadikan sebagai kerangka interpretasi tindakan,yaitusesuatu yang hidup dalm diri manusiayang tampak dalam kehidupan kesehariannya.Disini agam dianggap bagian dari sistem kebudayaan. Ketika Islam datang ke Jawa berhadapan dengan dua jenis lingkungan budaya kejawen,yaitu lingkungan budaya istana yang telah menjadi canggih dengan mengolah unsure-unsur Hinduisme dan budaya pedesaan yang tetap hidup dalam kegelapan animism- dinamisme dan lapisan kulitnya yang tersentuh Hinduisme. Dalam keadaan demikian para penyebar Islam dalam hal ini Walisongo melakukan dua pendekatan dalam menyampaikan ajaran Islam yakni dengan Islamisasi Kultur jawa dan jawanisasi islam. Pendekatan yang pertama budaya Jawa diusahakan agar tampak bercorak Islam,baik secara formal maupun substansial sedangkan yang kedua penginternalisasian nilai-nilai Islam melalui cara penyusupan kedalam budaya Jawa. Sehingga dalam hal keprcayaan dan ritual terjadi akulturasi antara Islam dan budaya Jawa. Ini membuktikan Islam bukan hanya untuk bangsa tertentu tetapi untuk semua bangsa yang mana dalam ajaran Islam likuli zamanin wa makanin . 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana pandangan Islam terhadap kegiatan-kegiatan kultural Islami tersebut?

1.3 Tujuan 1. Untuk meluruskan pandangan masyarakat tentang kebiasaan yang ditautkan dengan agama. 2. Untuk mengetahui hukum dari kebiasaan yang ditautkan dengan agama.

1.4 Manfaat Melalui makalah ini, para pembaca diharapkan dapat memperoleh mandaat sebagai berikut: 1. Pembaca dapat mengetahui tentang hukum kebiasaan di masyarakat yang ditautkan dengan agama. 2. Pembaca dapat mengetahui salah dan benar dari kebiasaan-kebiasaan tersebut. 3. Pembaca dapat mengetahui bagaimana cara menyikapi kebiasaan tersebut. 1.5 Sistematika Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan 1.4 Manfaat 1.5 Sistematika Bab 2 Pembahasan Bab 3 Kesimpulan dan Saran 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran Daftar Pustaka s