Anda di halaman 1dari 5

STIKes PATRIA HUSADA BLITAR

Standar Operating Procedure (SOP) DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK


Pengertian Indikasi Kontraindikasi Adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah. Anak umur 0 6 tahun 1. Dosen S1 Keperawatan STIKes Patria Husada Blitar2. Perawat/Bidan

3. 4.
Petugas

Kader Posyandu Mahasiswa S1 Keperawatan

1. Menjelaskan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan2. Persiapan pasien senyaman mungkin Persiapan lingkungan Persiapan alat

Mengatur posisi pasien

Memberikan lingkungan yang tenang, aman dan nyaman. 1. Timbangan2. Pengukur Tinggi Badan

3. 4. 5. 6.

Pita Ukur Kartu KMS Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sesuai umur anak Instrumen tes daya dengar (TDD) Istrumen TDD menurut umur anak Gambar binatang (ayam, anjing, kucing, manusia) Mainan (boneka, kubus, cangkir,bola) Instrumen tes daya lihat

7.

Ruangan yang bersih,tennag, penyinaran baik 2 buah kursi, 1 untuk anak; 1 untuk pemeriksa Poster E untuk digantung dan kartu E untuk dipegang Alat penunjuk

8. 9.

Koesioner Masalah Mental Emosional (KMME) Check list for autism in toddlers (CHAT)

10. Check list gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH)

1.

Menimbang berat badan2.

Mengukut tinggi badan/panjang badan

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
Prosedur 1.

Mengukur lingkar kepala Menanyakan perkembangan anak dengan KPSP sesuai umur anak Melakukan tes daya dengar pada usia 0 3 tahun Melakukan tes daya lihat pada usia 36 72 bulan Melakukan test KMME pada usia 36 72 bulan Melakukan test CHAT pada usia 18 36 bulan Melakukan test GPPH pada usia 36 bulan ke atas

Menunjukkan sikap sopan dan ramah2.

Menjamin privacy pasien

3. 4.
Evaluasi sikap

Bekerja dengan teliti Memperhatikan body mecanisme

Daftar pustaka:1. Dirjen Pembinaan kesehatan masyarakat.(2006). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini Tumbuh Kembang Anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar.Jakarta:Depkes RI.

2.

http://fk.unand.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=104 di

akses tanggal 03 Juli 2007.


Daftar rujukan

STIKes PATRIA HUSADA BLITAR

Standar Operating Procedure (SOP) Kuesioner Pra Skrining Perkembangan


KPSP adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. (http://draguscn.wordpress.com/clinics/alat/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-kpsp/)

Pengertian Indikasi 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, 72 bulan

Kontraindikasi -

1. Dosen S1 Keperawatan STIKes Patria Husada Blitar 2. Perawat/Bidan 3. Kader Posyandu


Petugas

4. Mahasiswa S1 Keperawatan 1. Menjelaskan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan 2. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
Memberikan lingkungan yang tenang, aman dan nyaman. 1. Kuesioner (daftar pertanyaan) sesuai umur anak2. Kertas, pensil,

Persiapan pasien Persiapan lingkungan

3. Bola karet atau plastik seukuran bola tenis, 4. Kerincingan, 5. Kubus berukuran sisi 2,5 cm sebanyak 6 buah, 6. Benda-benda kecil seperti kismis/potongan biskuit kecil berukuran 0,5-1 cm
Persiapan alat Prosedur

1. Menghitung umur anak (tanggal, bulan, tahun) Bila umur anak lebih 16 hari dibulatkan menjadi 1 bulan. Contoh: bayi umur 3 bulan 16 hari, dibulatkan menjadi 4 bulan.Bila umur bayi 3 bulan 15 hari dibulatkan menjadi 3 bulan. 1. Buka kuesioner KPSP sesuai dengan umur anak 2. Menjelaskan tujuan KPSP pada orangtua 3. Menanyakan isi KPSP sesuai urutan atau melaksanakan perintah sesuai KPSP 4. Interprestasi hasil KPSP

Hitung jawaban Ya (bila dijawab bisa atau sering atau kadang-kadang)

Hitung jawaban Tidak (bila jawaban belum pernah atau tidak pernah) Bila jawaban YA = 9-10, perkembangan anak sesuai dengan tahapan perkembangan (S) Bila jawaban YA = 7 atau 8, perkembangan anak meragukan (M) Bila jawaban YA = 6 atau kurang, kemungkinan ada penyimpangan (P). Rincilah jawaban TIDAK pada nomer berapa saja. Tindak Lanjut Untuk Anak dengan Perkembangan SESUAI (S) Orangtua/pengasuh anak sudah mengasuh anak dengan baik. Pola asuh anak selanjutnya terus lakukan sesuai dengan bagan stimulasi sesuaikan dengan umur dan kesiapan anak. Keterlibatan orangtua sangat baik dalam tiap kesempatan stimulasi. Tidak usah mengambil momen khusus. Laksanakan stimulasi sebagai kegiatan sehari-hari yang terarah. Ikutkan anak setiap ada kegiatan Posyandu. Konsultasikan nomer jawaban tidak, mintalah jenis stimulasi apa yang diberikan lebih sering . Lakukan stimulasi intensif selama 2 minggu untuk mengejar ketertinggalan anak. Bila anak sakit lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter/dokter anak. Tanyakan adakah penyakit pada anak tersebut yang menghambat perkembangannya. Lakukan KPSP ulang setelah 2 minggu menggunakan daftar KPSP yang sama pada saat anak pertama dinilai. Bila usia anak sudah berpindah golongan dan KPSP yang pertama sudah bisa semua dilakukan. Lakukan lagi untuk KPSP yang sesuai umur anak. Lakukan skrining rutin, pastikan anak tidak mengalami ketertinggalan lagi. Bila setelah 2 minggu intensif stimulasi, jawaban masih (M) = 7-8 jawaban YA. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau ke rumah sakit dengan fasilitas klinik tumbuh kembang.

1.

Untuk Anak dengan Perkembangan MERAGUKAN (M)

Untuk Anak dengan Penyimpangan perkembangan (P)


Segera rujuk ke Rumah Sakit Tulis jenis dan jumlah penyimpangan perkembangan

(mis. gerak kasar, halus, bicara & bahasa, sosial dan kemandirian)

1.

Menunjukkan sikap sopan dan ramah2.

Menjamin privacy pasien

3. 4.
Evaluasi sikap Daftar rujukan

Bekerja dengan teliti Memperhatikan body mecanisme

Daftar pustaka:

1. Dirjen Pembinaan kesehatan masyarakat.(2006).Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan

intervensi dini Tumbuh Kembang Anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar.Jakarta:Depkes RI. 2. http://draguscn.wordpress.com/clinics/alat/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-kpsp/ di akses tanggal 03 Juli 2007. 3. http://www.litbang.depkes.go.id/riskesdas/download/PedomanPengisianKuesioner.pdf di akses tanggal 03 Juli 2007. 4. http://fk.unand.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=104 di akses tanggal 03 Juli 2007.