Anda di halaman 1dari 7

MACAM-MACAM MATRIKS, KEGUNAAN DAN CARA APLIKASI (TYPES OF MATRICES, ITS FUNCTION, AND METHOD OF APPLICATION)

Yuki Indah Swana Sirait

Fakultas Kedokteran Gigi, Unversitas Sumatera Utara Jl. Alumni No. 2 Kampus USU, Medan 20155, Indonesia E-mail: yukiswann@ymail.com

PENDAHULUAN Tujuan setiap perawatan restoratif adalah untuk perbaikan atau membatasi kerusakan karies gigi, melindungi dan melestarikan sisa pulpa dan struktur gigi yang tersisa, memastikan kembalinya fungsi gigi, mengembalikan estetika (jika ada), dan memberikan kemudahan dalam menjaga kebersihan mulut yang baik. Selain memulihkan gigi primer, juga memastikan bahwa ruang gigi primer dipertahankan untuk gigi permanen yang sedang dan akan berkembang.1 Gigi sulung yang direstorasi akan mencegahnya hilangnya ruangan dengan cara mempertahankan panjang lengkung rahang. Restorasi yang dibuat harus sebaik mungkin untuk mencegah adanya retensi makanan, materi alba dan plak. Untuk itu, restorasi harus mencapai kontur dan dimensi semula. Agar memenuhi persyaratan tersebut, matriks dapat digunakan untuk mempertahankan kontur restorasi interproksimal yang tepat.

KEGUNAAN MATRIKS Bila bagian dari salah satu dinding kavitas sudah rusak, maka umumnya perlu digunakan beberapa bentuk penganti dari dinding ini untuk dapat memampatkan bahan restorasi dengan baik ke dalam kavitas. Pengganti dari dinding yang sudah rusak tersebut disebut dengan matriks. Fungsi utama matriks adalah:2 Untuk mempertahankan bahan restorasi di dalam kavitas selama pemampatan Untuk menahan tekanan sehingga dapat diperoleh pemampatan bahan restorasi yang baik. Untuk mendapatkan adaptasi restorasi yang baik terhadap tepi boks aproksimal dan untuk menghindari terbentuknya kelebihan bahan restorasi di gingiva

Untuk memastikan direstorasinya daerah kontak dan kontur eksternal dari permukaan aproksimal gigi.

Dalam buku Operative Dentistry, kegunaan matriks disebutkan:3 untuk membatasi restorasi sebelum diaplikasikan untuk memberikan kontak proksimal yang tepat dan memberikan kontur yang baik untuk memberikan tekstur permukaan yang optimal untuk restorasi untuk mencegah overhanging pada gingiva

JENIS-JENIS MATRIKS2,4 Band matriks harus cocok dengan ukuran gigi dan lingkungan mulut si anak. Adaptasi terhadap tepi interproksimal kavitas harus baik, cukup stabil menahan tekanan kondensasi dan cukup tahan terhadap usaha anak yang bermaksud melepaskannya. Walaupun sulit untuk mengembalikan kontur proksimal tepat seperti semula, hasil yang lebih baik akan diperoleh jika matriks diberi kontur dengan baik, diberi penyekat matriks (wedge), dan didukung dengan baik. Kontur proksimal yang ideal diperlihatkan dengan adanya kontak positif dengan gigi sebelahnya dan harus halus. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tersebut, maka matriks yang digunakan juga harus sesuai. Matriks dapat dibedakan dari bahan dan cara penggunaannya. Gigi posterior biasanya akan menggunakan matriks yang berbeda dengan gigi anterior. Matriks ada yang terbuat dari stainless steel, polyacetate, cellulose acetate, dan cellulose nitrate. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan gigi yang akan direstorasi. Dalam hal ini, contoh-contoh matriks misalnya Band-T, band ortodonti buatan sendiri, tofflemire atau siqueland, bonnalie, nystrom, dan automatriks.

PENYEKAT MATRIKS (WEDGE) Wedge digunakan untuk mencegah mengempernya tumpatan di daeerah serviks. Penyekat yang dipasang dengan benar akan meningkatkan adaptasi serviks dari band matriks terhadap dinidning kavitas dan menstabilkannya sampai kadang-kadang alat pendukung band yang lain tidak diperlukan. Pemasangan dapat dari bukal atau lingual tergantung kemudahannya; kadang-kadang pemasangan di bukal dan lingual diperlukan untuk meningkatkan adaptasinya.4 Penyekat matriks dapat memberikan dua fungsi apabila diletakkan dengan akurat di tepi gingiva. Pertama, untuk mengadaptasikan matriks ke tepi kavitas dan lainnya adalah

untuk mendapatkan sedikit pemisahan antar gigi. Adaptasi yang baik dapat menghindari restorasi yang berlebih di daerah gingival dan sedikit pemisahan antar gigi memastikan bahwa bila wedge dan pita matriks dilepas permukaan aproksimal akan berkontak dan mengisi celah yang terbentuk dengan pita matriks.2 Untuk memasang matriks-penyekat yang efektif dan tidak menyakitkan diperlukan anestesi yang cukup.

Gambar 1. Posisi wedge yang tepat5

BEBERAPA CONTOH MATRIKS Band-T Band T dapat dibeli dalam berbagai ukuran. Atau dapat dibuat sendiri dengan lembar kuningan atau aloi perak Jerman. Band dibuat sebelum atau sesudah preparasi kavitas. Band berbentuk T , yaitu ada dua lengan pendek diujung lengan panjangnya. Lengan yang pendek dari band T dilipat agar membentuk loop; ujungnya yang bebas dilewatkan pada loop, dengan kepastian bahwa letaknya di sebelah bukal dan dapat digerakkan dengan bebas. Band dipasang pada gigi sampai melewati tepi gingival dari boks proksimalnya.

Gambar 2. Example of copper T-band used for primary molars5

Tofflemire atau Siqueland Matriks ini dapat juga dipakai untuk gigi sulung, walaupun ukuran band sempit (5mm) dan dianjurkan bagi pencegahan trauma gingiva yang berlebihan dan untuk meningkatkan retensi matriks. Keuntungan utama perangkat matriks ini adalah operatornya telah terbiasa menggunakan jenis ini pada orang dewasa. Satu keuntungan dari tofflemire adalah band Tofflemire dapat dikeluarkan dalam arah bukolingual. Kerugian dari tofflemire, yang pertama Siqueland harus dikeluarkan dalam arah oklusal yang mungkin akan menyebabkan fraktur ridge tepi. Kedua, akan lebih banyak volume yang masuk ke mulut anak, yang mungkin bersandar pada bibir, pipi dan lidah. Stimulus ini akan meningkatkan keluarnya saliva. Juga pegangan matriksnya mungkin menggangu kenyamanan si anak sehingga ia akan berusaha melepaskannya, seringkali sesaat sebelum penumpatan selesai. Kedua kelemahan diatas dapat diatasi dengan pemasangan isolator karet.

Gambar 3. Components of a Universal Retainer5

Band ortodonti buatan sendiri Band ini serupa ukuran dan bentuknya dengan band T dan dapat disiapkan sebelum dan sesudah preparasi kavitas. Band ortodonti terbuat baja berukuran satu atau setengah inci dan tebal 3/16 sampai 0,0020 dipatri agara membentuk loop yang lebih luas daripada ukuran ratarata molar sulung. Loop ini ditempatkan di gigi; bila perlu kontak rapat gigi dikuakkkan dulu oleh wedge agar loop bisa masuk. Kelemahan utama dari band ortodonti buatan sendiri adalah harus digunakannya pematrian. Meraka yang khusus bekerja di bidang kedokteran gigi anak lebih mungkin menggunakan metode ini secara rutin berhubung sisten pematrian digunakan juga dalam pembuatan mahkota logam, perawatan darurat fraktur insisif dan penggerakan gigi minimal.

PEMBAHASAN Pemilihan akhir band matriks yang diperlukan ditentukan oleh dokter gigi sendiri. Band apapun yang dipilih, seharusnya adalah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh proses restorasi gigi si anak. Matriks yang digunakan haruslah memenuhi kriteria berikut: mudah dipasang dan dilepas,

tidak menimbulkan trauma pada jaringan, dan tidak bereaksi dengan bahan tumpat

Matriks yang biasa digunakan untuk gigi posterior anak adalah Band T, Band ortodonti buatan sendiri dan tofflemire atau siqueland. Sedangkan matriks yang biasa digunakan untuk gigi anterior anak yaitu pada kelas 3 adalah band lembaran lurus yang panjangnya sekitar 20mm, dan pada kelas 4 digunakan matriks seluloid dengan penyekat (wedge). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pita matriks: Pita harus tipis (0,05 mm), halus, dan kuat. Mampu menciptakan adaptasi yang baik terutama di tepi servikal. Memungkinkan terjadinya kontak dengan gigi tetangganya supaya tidak

mengakibatkan terselipnya makanan. Penyekat (wedge) dapat digunakan untuk memisahkan atau mencegah gerakan bebas, memegang pita matriks agar terletak dengan baik dan erat di daerah tepi servikal suatu kavitas yang baru dipreparasi, dan untuk memisahkan gigi.

Tabel 1. Jenis-jenis matriks yang digunakan 3 KESIMPULAN Tujuan restorasi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, secara singkat ialah memugar daerah kontak dan linger tepi, dan pada saat yang sama memperoleh pertautan halus antara restorasi dan gigi. Akan tetapi jika kasusnya karena dinding kavitas tidak lengkap, maka dinding tambalan harus dibuat agar bahan restorasi dapat diisikan dan dikondensasikan secara leluasa, hal itu dapat diatasi dengan penggunaan matriks. Jadi, kegagalan dalam restorasi dapat dicegah yaitu salah satunya dengan penggunaan matriks.

DAFTAR PUSTAKA 1. Mahoney E . Handbook Of Pediatric Dentistry. 3rd ed. Australia: J Medicals Publishing, 2008. 71-93. ISBN: 909-519-064-7 2. Eccles JD, Green RM. Konservasi Gigi. Alih bahasa: Lilian Yuwono. Editor: Susianti. Edisi kedua.. Jakarta: Widya Meka, 1994. 99-103. ISBN : 979-519-034-2 3. Garg, Nisha. Textbook of Operative Dentistry. 2nd ed. New Delhi: Jaypee Brothers Medicals Publisher, 2013. 233-235. ISBN: 978-93-5025-939-9 4. Kennedy DB. Paediatric Operative Dentistry. 3rd ed. England: IOP Publishing Limited,1986: 112-123. ISBN : 0 7236 0877 6 5. Powers JM, Wataha JC. Dental materials properties and manipulation. 9th Ed. St Louis: Mosby Elsevier, 2008: 186-195.