Anda di halaman 1dari 3

MORBILI Diagnosis Diagnosis didasarkan atas gejala dan tanda sebagai berikut : a.

Anamnesis - Anak dengan panas 3-5 hari (biasanya tinggi, mendadak), batuk, pilek harus dicurigai atau di diagnosis banding morbili. - Mata merah, tahi mata, fotofobia, menambah kecurigaan. - Dapat disertai diare dan muntah. - Dapat disertai dengan gejala perdarahan (pada kasus yang berat) : epistaksis, petekie, ekimosis. - Anak resiko tinggi adalah bila kontak dengan penderita morbili (1 atau 2 minggu sebelumnya) dan belum pernah vaksinasi campak. b. Pemeriksaan fisik - Pada stadium kataral manifestasi yang tampak mungkin hanya demam (biasanya tinggi) dan tanda-tanda nasofaringitis dan konjungtivitis. - Pada umunya anak tampak lemah. - Koplik spot pada hari ke 2-3 panas (akhir stadium kataral). - Pada stadium erupsi timbul ruam (rash) yang khas : ruam makulopapular yang munculnya mulai dari belakang telinga, mengikuti pertumbuhan rambut di dahi, muka, dan kemudian seluruh tubuh

Gambaran darah tepi ialah limfositosis dan leukopenia pada stadium prodromal

DEMAM DENGUE VS DEMAM BERDARAH DENGUE

Pemeriksaan laboratorium DBD yang digunakan untuk menunjang diagnosis sesuai kriteria adalah hitung trombosit dan nilai hematokrit dilanjutkan dengan tes konfirmasi. Namun demikian dengan melihat gejala dan tanda serta patofisiologi DBD pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah : 1. Yang non spesifik : Utama * penetapan nilai hematokrit ; meningkat 20% * hitung trombosit ; menurun 150.000 / l - Lain-lain * hitung lekosit ; biasanya lekositosis sedang atau lekopenia dengan limfositosis atau monositosis relatif * albumin serum ; biasanya menurun * natrium serum ; biasanya menurun * transaminase (GOT, GPT) ; biasanya meningkat * urea ; biasanya meningkat 2. Yang spesifik : Tes imunologi Isolasi virus,deteksi virus atau komponen virus

Perjalanan Penyakit DD/DBD

Infeksi virus Dengue

Masa akut (Hari 1,2,3): muncul gejala-gejala. Demam 2 hari pertama dapat dipastikan DD dengan pemeriksaan lab Ns 1 Ag

Masa kritis (Hari 4,5,6): suhu tubuh mulai turun, jumlah trombosit turun dan darah mengental. Kritis karena dapat terjadi perdarahan dan syok

Masa pemulihan (Hari 7,8)

Yang harus diperhatikan pada masa kritis: 6K Kritis



Kesadaran menurun, gelisah, rewel Kulit, kaki, tangan lembab, dingin Kencing berkurang Kejang Kurang makan, minum, muntah terus Keluar darah ( hidung, gusi, mulut, dubur) DEMAM TIFOID Pemeriksaan laboratorium untuk membantu menegakkan diagnosis demam tifoid dibagi dalam empat kelompok, yaitu : (1) pemeriksaan darah tepi (2) pemeriksaan bakteriologis dengan isolasi dan biakan kuman (3) uji serologis, dan (4) pemeriksaan kuman secara molekuler. 1. PEMERIKSAAN DARAH TEPI Pada penderita demam tifoid bisa didapatkan anemia, jumlah leukosit normal, bisa menurun atau meningkat, mungkin didapatkan trombositopenia dan hitung jenis biasanya normal atau sedikit bergeser ke kiri, mungkin didapatkan aneosinofilia dan limfositosis relatif, terutama pada fase lanjut. Penelitian oleh beberapa ilmuwan mendapatkan bahwa hitung jumlah dan jenis leukosit serta laju endap darah tidak mempunyai nilai sensitivitas, spesifisitas dan nilai ramal yang cukup tinggi untuk dipakai dalam membedakan antara penderita demam tifoid atau bukan, akan tetapi adanya leukopenia dan limfositosis relatif menjadi dugaan kuat diagnosis demam tifoid.

2. IDENTIFIKASI KUMAN MELALUI ISOLASI / BIAKAN Diagnosis pasti demam tifoid dapat ditegakkan bila ditemukan bakteri S. typhi dalam biakan dari darah, urine, feses, sumsum tulang, cairan duodenum atau dari rose spots. Berkaitan dengan patogenesis penyakit, maka bakteri akan lebih mudah ditemukan dalam darah dan sumsum tulang pada awal penyakit, sedangkan pada stadium berikutnya di dalam urine dan feses. 3. IDENTIFIKASI KUMAN MELALUI UJI SEROLOGIS

Uji serologis digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis demam tifoid dengan mendeteksi antibodi spesifik terhadap komponen antigen S. typhi maupun mendeteksi antigen itu sendiri. Volume

darah yang diperlukan untuk uji serologis ini adalah 1-3 mL yang diinokulasikan ke dalam tabung tanpa antikoagulan. Beberapa uji serologis yang dapat digunakan pada demam tifoid ini meliputi :

1. 2. 3. 4. 5.

uji Widal tes TUBEX metode enzyme immunoassay (EIA) metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), dan pemeriksaan dipstik.

Pemeriksaan feces lengkap merupakan pemeriksaan feces yang terdiri atas : Pemeriksaan makroskopik (dapat dilihat dengan mata telanjang: konsistensi, warna, darah, lendir). Adanya darah dan lendir menandakan infeksi yang harus segera diobati, yaitu infeksi karena amuba atau bakteri shigella.

Pemeriksaan mikroskopik (hanya dapat dilihat melalui mikroskop: leukosit, eritrosit, epitel, amilum, telur cacing dan amuba). Adanya amuba menandakan adanya infeksi saluran cerna terhadap amuba tersebut, dan adanya telur cacing menandakan harus diobatinya pasien dari infeksi parasit tersebut.