Anda di halaman 1dari 12

Konsep Mendirikan Home Care

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT sebagai pengendali segala bentuk unsur kehidupan baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Karena, hanya dengan rahmat dan ridhonya makalah ini dapat penulis selesaikan. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa makalah ini masih banyak kekurangan.Makalah ini menyajikan materi tentang konsep mendirikan home care Tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Dan tentu saja dosen pembimbing yang tidak bosan bosanya memberikan pengarahan sehingga makalah ini dapat tersaji. Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini dimasa mendatang. Melalui makalah ini penulis berharap menambah pengetahuan pembaca secara lebih mendalam tentang bagaimana cara mendirikan home care . yogyakarta, 3 juni 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Sejauh ini, bentuk-bentuk pelayanan kesehatan yang di kenal masyarakat dalam system pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Pada sisi lain, banyak anggota masyarakat yang menderita sakit dan karena berbagai pertimbangan terpaksa di rawat di rumah dan tidak di rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, seperti kasus-kasus penyakit terminal, keterbatasan kemampuan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan, manajemen rumah sakit yang berorientasi pada profit, banyak orang merasakan bahwa di rawat inap membatasi kehidupan manusia, lingkungan di rumah yang dirasakan lebih nyaman ( Depkes RI,2002 ). Maka dari itu diperlukan pelayanan kesehatan yang murah serta aman di rumah seperti home care. Perawatan kesehatan di rumah merupakan salah satu jenis dari perawatan jangka panjang (long term care) yang dapat diberikan oleh tenaga profesional maupun non-profesional yang telah mendapatkan pelatihan. Perawatan kesehatan di rumah yang merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah suatu komponen tentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka dengan tujuan meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan, serta memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan klien individual dan keluarga harus direncanakan, dikoordinasikan, dan disediakan oleh pemberi pelayanan yang diorganisasi untuk memberi perawatan kesehatan dirumah (homecare), melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi dari keduanya (C. Warhola, 1980) Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi pelayanan primer,sekunder, dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan klien melalui kerja sama dengan keluarga dan tim kesehatan lainnya. Perawatan kesehatan di rumah adalah spectrum kesehatan yang luas dari pelayanan social yang ditawarkan pada lingkungan rumah untuk memulihkan ketidakmampuan dan membantu klien yang menderita penyakit kronis ( NAHC,1994 ) Di Amerika Home care sudah terorganisasi mulai sekitar tahun 1880 an, di mana pada saat itu banyak sekali pasien penyakit infeksi dengan angka kematian yang tinggi. Meskipun pada saat itu telah banyak didirikan rumah sakit modern, namun pemanfaatannya masih sangat rendah, karena masyarakat lebih menyukai perawatan di rumah. Kondisi ini berkembang secara profesional, sehingga pada tahun 1900 terdapat 12.000 perawat terlatih di seluruh USA (visiting nurse/VN) memberikan asuhan keperawatan di rumah pada keluarga miskin, public health nurses, melakukan upaya promosi dan prevensi untuk melindungi kesehatan masyarakat, serta perawat praktik mandiri yang melakukan asuhan keperawatan pasien di rumah sesuai dengan kebutuhannya (Lerman D dan Eric B.L, 1993).

Di Indonesia layanan home care sebenarnya bukan merupakan hal yang baru karena merawat pasien di rumah sudah dilakukan oleh anggota keluarga maupun oleh perawat sejak jaman dahulu melalui kunjungan rumah. Dengan jasa layanan home care ini banyak kemudahan yang akan dirasakan oleh keluarga pasien, misalnya, keluarga pasien dapat dengan mudah memantau perkembangan kesehatan pasien setiap harinya, tanpa perlu bolak balik ke rumah sakit. Setidaknya pihak keluarga akan lebih tenang untuk dapat mengerjakan hal lain. Dalam hal ini, seorang tenaga perawat profesional akan menggantikan keluarga pasien sehari-harinya dalam menemani dan merawat pasien di rumah, secara profesional, sabar, telaten, penuh dedikasi dan bertanggung jawab. 2.TUJUAN a. Tujuan Umum Mahasiswa S-1 Ilmu Keperawatan memproleh gambaran tentang mendirikan home care sebagai bentuk pelayanan keperawatan kepada klien secara komprehensif b. Tujuan Khusus 1. Mahasiswa mampu mengetahui Definisi home care 2. Mahasiswa mampu mengetahui Tujuan home care 3. Mahasiswa mampu mengetahui Manfaat home care 4. Mahasiswa mampu mengetahui Ruang lingkup home care 5. Mahasiswa mampu mengetahui Bentuk pelayanan home care 6. Mahasiswa mampu mengetahui siapa Pemberi pelayanan home care 7. Unsure perawatan kesehatan di rumah 8. Mahasiswa mampu mengetahui cara mendirikan home care Kelembagaan Home Care Struktur Organisasi Home Care Rencana Kegiatan Pelayanan Home Care Penjadwalan Kunjungan

BAB II TINJAUAN TEORI 1. Definisi home care

Home care (HC) menurut Habbs dan Perrin (1985) merupakan layanan kesehatan yang dilakukan di rumah pasien (Lerman D dan Eric B.L, 1993) Menurut Departemen Kesehatan (2002) menyebutkan bahwa home care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit. Menurut Sherwen ( 1991 ) mendefenisikan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian integral dari pelayanan keperawatan yang di lakukan oleh perawat untuk membantu individu, keluarga, dan masyarakat mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang mereka hadapi. Sedangkan menurut Stuart ( 1998 ) menjabarkan perawatan kesehatan di rumah sebagai bagian dari proses keperawatan di rumah sakit, yang merupakan kelanjutan dari rencana pemulangan ( discharge planning ), bagi klien yang sudah waktunya pulang dari rumah sakit. Perawatan di rumah ini biasanya dilaksanakan oleh perawat dari rumah sakit semula, perawat komunitas dimana klien berada, atau tim khusus yang menangani perawatn di rumah. Sedangkan menurut Neis dan Mc Ewen (2001) menyatakan home health care adalah sistem dimana pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial diberikan di rumah kepada orang-orang yang cacat atau orang-orang yang harus tinggal di rumah karena kondisi kesehatannya. 2. Tujuan home care (Ferry Efendi- Makhfudli,2009) a. Membantu klien memelihara atau meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup klien. b. Meningkatkan keadekuatan dan keefektifan perawatan pada anggota keluarga dengan masalah kesehatan dan kecacatan. c. Menguatkan fungsi keluarga dan kedekatan antar keluarga. d. Membantu klien untuk tinggal atau kembali ke rumah dan mendapatkan perawatan yang di perlukan, rehabilitasi, atau perawatan paliatim. e. Biaya kesehatan akan lebih terkendali. 3. Manfaat pelayanan home care Menurut Ferry Efendi Makhfudli,2009 Perawatan kesehatan di rumah juga memiliki manfaat baik untuk keluarga maupun perawat. Manfaat tersebut adalah sebagai berikut: Manfaat untuk keluarga. Biaya kesehatan akan lebih terkendali Mempererat ikatan keluarga karena dapat berdekatan dengan anggota keluarga yang lain saat sakit Merasa lebih nyaman karena berada di rumah sendiri Manfaat untuk perawat

Memberikan variasi lingkungan kerja sehingga tidak jenuh dengan lingkungan yang sama. Dapat mengenal lingkungan dan klien dengan baik sehingga pendidikan kesehatan yang diberikan sesuai dengan situasi dan kondisi rumah klien. 4. Ruang lingkup pelayanan home care Menurut Nuryandari (2004) menyebutkan ruang lingkup pelayanan home care adalah: pelayanan medik; pelayanan dan asuhan keperawatan; pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan terapeutik; pelayanan rehabilitasi medik dan keterapian fisik; pelayanan informasi dan rujukan; pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan kesehatan; higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan; pelayanan perbantuan untuk kegiatan sosial. 5. Bentuk pelayanan home care Berbagai bentuk pelayanan home care yang dapat dilakukan di rumah. Tindakan tersebut antara lain: pengukuran tanda-tanda vital; pemasangan atau penggantian selang lambung (NGT); pemasangan atau penggantian kateter; pemasangan atau penggantian tube pernafasan; perawatan luka dekubitus atau ulcer dan jenis luka lainnya; penghisapan lendir dengan atau tanpa mesin; pemasangan peralatan oksigen; penyuntikan (IM, IV, Sub kutan); pemasangan atau penggantian infus; pengambilan preparat laboratorium (urin, darah, tinja, dll); pemberian huknah; perawatan kebersihan diri (mandi, keramas, dll); latihan atau exercise, fisioterapi, terapi wicara, dan pelayanan terapi lainnya; transportasi klien; pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan perawatan kesehatan; konseling pada kasus-kasus khusus; konsultasi melalui telepon; memfasilitasi untuk konsultasi ke dokter; menyiapkan menu makanan; menyiapkan dan membersihkan tempat tidur; memfasilitasi terhadap kegiatan sosial atau mendampingi; memfasilitasi perbaikan sarana atau kondisi kamar atau rumah. 6. Pemberi pelayanan home care Pelayanan kesehatan ini diberikan oleh para professional yang tergabung dalam tim home care. Menurut Setyawati (2004) tim home care tersebut antara lain: 1) Kelompok profesional kesehatan, termasuk di dalamya adalah ners atau perawat profesional, dokter, fisioterapis, ahli terapi kerja, ahli terapi wicara, ahli gizi, ahli radiologi, laboratorium, dan psikolog. 2) Kelompok profesional non kesehatan, yaitu pegawai sosial dan rohaniawan atau ahli agama. 3) Kelompok non profesional, yaitu nurse assistant yang bertugas sebagai pembantu yang menunggu untuk melayani kebutuhan atau aktivitas sehari-hari dari klien. Kelompok ini bekerja di bawah pengawasan dan petunjuk dari perawat. Sedangkan menurut Allender (1997) pemberi pelayanan dalam home health care meliputi: 1) pelayanan keperawatan dapat diberikan oleh registered nurse, perawat vokasional, pembantu dalam

home health yang disupervisi oleh perawat; 2) suplemental therapiest meliputi terapi fisik, terapi wicara, terapi okupasional, dan terapi rekreasi; 3) pelayanan pekerja sosial. 7. Unsure perawatan kesehatan di rumah(Ferry Efendi-Makhfudli,2009) Perawatan kesehatan di rumah terdiri atas 3 unsur, yaitu : pengelolah pelayanan, pelaksana pelayanan, dan klien. Pengelolah pelayanan. Merupakan individu, kelomok, ataupun organisasi yang bertanggung jawab terhadap seluruh pengelolaan pelayanan kesehatan rumah baik penyediaan tenaga, sarana dan peralatan, serta mekanisme pelayanan sesuai standar yang ditetapkan. Pelaksana pelayanan. Merupakan tenaga keperawatan profesional bekerja sama dengan tenaga profesional lain terkait dan tenaga non-profesional. Pelaksana pelayanan terdiri atas koordinator kasus dan pelaksana pelayanan. Klien. Merupakan penerima perawatan kesehatan di rumah dengan melibatkan salah satu anggota keluarga sebagai penanggung jawab yang mewakili klien. Apabila diperlukan keluarga dapat juga menunjuk sesorang yang akan menjadi pengasuh yang melayani kebutuhan sehari-hari klien. 8. Mendirikan Home Care A. Kelembagaan Home Care Secara kelembagaan, home care melekat dengan Rawat Inap (Palaran) sebagai salah satu bentuk layanan medis yakni Rawat Inap yang memiliki hirarki baku. Dalam institusi layanan kesehatan (dalam hal ini milik pemerintah) semua sistem ada aturannya, dan sudah tentu kompetensi medis diserahkan kepada dokter. Selanjutnya dokter dapat mendelegasikan tindakan medis kepada paramedis berdasarkan indikasi dan protap (prosedur tetap). Ini dimaksudkan untuk melindungi pasien dan petugas, sehingga jika terjadi sesuatu berkenaan dengan tindakan medis, dapat dipertanggung jawabkan sesuai undang-undang dan kompetensi. Kecuali jika Homecare tidak ada tindakan medis, maka perawatan bersifat follow up, bisa jadi tidak diperlukan penanggung jawab dokter. Adanya kelembagaan Home Care mengacu pada UU No. 12 Tahun 1992 dan UU No. 29 tahun 2004, kompetensi tindakan medis (praktek, homecare, klinik, balai pengobatan, RS dan lain-lain) adalah seorang dokter sesuai Ketentuan Konsil Kedokteran Indonesia. Artinya penanggung jawabnya seorang dokter atau dokter gigi (dalam hal perawatan kesehatan gigi dan mulut). Health home care dilakukan oleh tiga kelompok lembaga berwenang, yaitu: Lembaga Kesehatan di Rumah Bersertifikat (certified home health agency / CHHA); Program Perawatan Kesehatan di Rumah Jangka Panjang (the long-term home health care program (LTHHCP); dan Lembaga Berlisensi. Rinciannya adalah sebagai berikut: 1). Lembaga Kesehatan di Rumah Bersertifikat (CHHA) Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi individu yang mengalami penyakit akut untuk

menerima perawatan terampil yang dibutuhkan di rumah mereka sendiri. CHHA memenuhi kebutuhan individu dengan memberi berbagai jenis pelayanan, termasuk pelayanan keperawatan terampil, terapi wicara, terapi fisik dan terapi okupasi, pelayanan sosial medis, asisten perawatan kesehatan di rumah (HHA), konseling nutrisi, transportasi, peralatan, dan terapi pernapasan. CHHA juga memiliki program khusus, seperti pelayanan kesehatan mental, pelayanan pediatrik, program untuk anak dan ibu, dan program AIDS, terdapat juga pelayanan berteknologi tinggi seperti terapi intravena, kemoterapi di rumah, dan penatalaksanaan nyeri. CHHA dikenal sebagai program jangka pendek karena pelayanan yang diberikan biasanya singkat. 2). Program Perawatan Kesehatan di Rumah Jangka Panjang (LTHHCP) Program Perawatan Kesehatan di Rumah Jangka Panjang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan individu yang menderita penyakit kronis di rumah. Merupakan program yang memberikan pelayanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan kesehatan di rumah dalam waktu yang lama. Biaya pelayanan kesehatan pasien tidak boleh lebih dari 75% biaya rata-rata perawatan institusional jangka panjang di wilayah setempat. Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi terapi fisik, okupasi, dan wicara, pelayanan sosial medis, dukungan nutrisi serta pelayanan perawatan personal. B. Struktur Organisasi Home Care

Adapun susunan dari organisasi home care ini adalah: 1. Penanggung Jawab a. Bertanggung jawab atas sagala bentuk pelayanan home cara b. Menerima konsultasi dari pelaksanaan home care c. Mengetahui segela bentuk perawtan bagi klien 2. Ketua Umum a. Mengkoordinasikan tim pelayanan b. Mengelola segala bentuk pelayanan yang diberikan

c. Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan terhadap kinerja pelayanan. d. Membuat laporan kegiatan pelayanan 3. Ketua Pelayanan a. Mengkoordinasikan semua kegiatan pelayanan perawatan b. Menjalin komunikasi antar ketua pelaksanaan Home Care c. Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan pelayanan Home Care. 4. Ketua Pelaksana 1, 2 dan 3 a. Mengkoordinasikan semua kegiatan pelayanan perawatan dengan timnya b. Mengatur proses pelayanan Home Care c. Menjalin kerjasama antar tim d. Menyusun laporan kegiatan pelayanan keperawatan di rumah 5. Pelaksana Pelayanan 1 a. Melaksanakan pengkajian dan menentukan diagnosa keperawatan b. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan c. Melaksanakan intervensi / tindakan keperawatan sesuai rencana yang ditentukan d. Mengevaluasi kegiatan/ tindakan yang diberikan dg. berpedoman pada renpra. e. Membuat dokumentasi tertulis pada rekam kep. setiap selesai melaksanakan tugas f. Memberikan pendidikan kesehatan g. Melakukan usha promotif, preventif dan edukasi. 6. Pelaksana Pelayanan 2 a. Memberikan terapi pada klien b. Memantau perkembangan dan kemampuan klien c. Memberikan pengetahuan keluarga dan klien tentang gizi yang tepet bagi klien 7.Pelaksana Pelayanan 3 a. Memberikan terapi medis yang sesuai b. Menerima konsulan dari tim perawat

c. Mendiagnosa kemajuan klien. C. Rencana Kegiatan Pelayanan Home Care (Ferry Efendi- Makhfudli,2009) Rencana kegiatan meliputi beberapa fase, sebagai berikut : 1. Fase persiapan : Pada Fase pertama ini,perawat mendapatkan data tentang keluarga yang akan dikunjungi dari Puskesmas atau Ibu Kader.Perawat perlu membuat laporan pendahuluan untuk kunjungan yang akan dilakukan.Kontrak waktu kunjungan perlu dilakukan pada fase ini. 2. Fase Inisiasi (perkenalan) Fase ini mungkin memerlukan beberapa kali kunjungan. Selama fase ini,perawat dan keluarga berusaha untuk saling mengenal dan bagaimana keluarga menanggapi suatu masalah kesehatan. 3. Fase implementasi : Pada Fase ini,Perawat melakukan pengkajian dan perencanaan untuk mengatasi masalah kesehatan yang dimiliki oleh klien dan keluarga. Lakukan intervensi sesuai rencana. Eksplorasi Nilai-nilai keluarga dan persepsi keluarga terhadap kebutuhannya. Berikan pendidikan kesehatan sesuai tingkat Pendidikan Klien dan keluarga serta sediakan pula informasi tertulis. 4. Fase terminasi : Fase ini perawat membuat kesimpulan hasil kunjungan berdasarkan pada pencapaian tujuan yang ditetapkan bersama keluarga.Menyusun rencana tindak lanjut terhadap masalah kesehatan yang sekarang di tangani dan masalah kesehatan yang mungkin di alami oleh keluarga sangat penting dilakukan pada fase terminasi. 5. Fase pasca kunjungan : Sebagai fase terakhir hendaknya perawat membuat dokomentasi lengkap tentang hasil kunjungan untuk disimpan di pelayanan kesehatan ,dokumentasi tersebut harus memenuhi aspek lengkap(komplit),jelas(clear),dan dapat dibaca(legible). Adapun cara untuk melakukan kunjungan yaitu: - angket - pertelepon - lewat email - Kunjungan D. Penjadwalan Kunjungan Penjadwalan kegiatan ditetapkan berdasarakan kesepakatan bersama dengan klien. Jadwala pelaksanaan kegiatan ini bisanya lebih sering dilakuakn pada saat pertama kemudian secara bertahap akan berkurang seiring dengan kemajuan klien. Akan tetapi pemantau perkembangan klien tidak

dibiarka begitu saja melainkan melalui via telepon dan kunjungan bulanan saja. Mengenai jadwal kunjungan kami cantumkan padalampiran

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Home care merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang akan sangat dibutuhkan pada masa depan karena dengan home care, pasien dapat dirawat dirumahnya sendiri dengan ditemani oleh anggota keluarga yang lain sehingga kecemasan pasien dapat diminimalkan.Dengan melakukan Perawatan di rumah selain dapat mengurangi kecemasan juga dapat menghemat biaya dari beberapa segi misal biaya kamar, biaya transpor dan biaya lain-lain yang terkait dengan penjaga yang sakit. Tetapi perlu diingat bahwa pasien yang dapat layanan home care adalah pasien yang secara medis dinyatakan aman untuk dirawat di rumah dengan kondisi rumah yang memadai. B. SARAN Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan haruslah mampu memberikan pelayanan keperawatan yang komprehensif kepada klien salah satunya dengan mendirikan Home Care dan mengembangkan Home Care tersebut dengan terus secara aktif melihat dan mampu menanggapi secara tepat perubahan kebutuhan kesehatan dimasyarakat. Dengan adanya home care ini di harapkan Klien mendapatkan beberapa keuntungan,seperti: a) Pelayanan akan lebih sempurna, holistik dan komprehensif b) Pelayanan keperawatan mandiri bisa diaplikasikan dengan di bawah naungan legal dan etik keperawatan c) Kebutuhan klien akan dapat terpenuhi sehingga klien akan lebih nyaman dan puas dengan asuhan

keperawatan yang profesional.

DAFTAR PUSTAKA

American Medical Association. (2001). Guide To Home Caregiving. New York: John Wiley & Sons. Diterbitkan Agustus 5, 2007 Artikel , Health , Kesehatan , Personal 41 Comments Tags: Artikel, Health, Kesehatan, Personal Efendi,ferry dan makhfudli.2009.Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori Dan Praktek Dalam Keperawatan.Jakarta:Salemba Medika Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2007.Kurikulum dan Modul Pelatihan Pos Kesehatan(Poskestren).Jakarta:Depkes RI. Dinas Kesehatan Provinsi Jatim,2007.Pokestren dan PHBS Tatanan Pesantren,Surabaya:Dinkesprop Jatim.