Anda di halaman 1dari 12

KANKER LIVER

Kenalilah Liver Anda !


Liver terletak di belakang tulang rusuk bawah pada sisi kanan abdomen atau perut. Memiliki berat kira-kira 1,5 kg dan merupakan organ terbesar di dalam tubuh. Wanita memiliki ukuran liver lebih kecil dibandingkan laki-laki. Liver secara luas dibagi dalam dua lobus atau daun,yaitu lobus kanan yang berukuran kira-kira enam kali lebih besar dari lobus kiri. Lobus yang lebih kecil lainnya dihubungkan sebagai kaudat atau kuadrat. Untuk identifikasi dalam sebuah studi anatomi atau CT Scan, liver dibagi lagi ke dalam delapan segmen.

Gambar struktur Liver. Struktur Internal.


Liver terbuat dari banyak unit fungsional yang disebut Lobule. Setiap lobule berisi beberapa lapisan sel-sel hepatik atau hepatosit. Di antara lapisan sel-sel hepatik terdapat darah yang mengisi ruang yang disebut sinusoid. Berkelompok dengan sinusoid adalah fagositik sel-sel kupffer atau sel-sel stellate reticuloendhothelial yang fungsinya adalah untuk menghilangkan bakteri, tubuhtubuh asing dan melemahkan sel-sel darah.

Fungsi-fungsi Liver.
Liver melaksanakan lebih dari lima ratus fungsi di dalam tubuh. Semua fungsi ini dapat sebaik mungkin dimengerti dan disederhanakan dalam tiga bagian utama :

1.Aliran Darah ke Liver.


Kira-kira 75% dari volume darah di dalam tubuh mengalir melalui liver setiap menit. Hal ini menjadikan liver sebagai organ pemurni dan pembersih yang penting dari tubuh. Sistem hepatik portal dari vena membawa kekayaan darah dalam makanan dari lambung dan usus-usus ke liver. Kemudian, liver adalah pusat pengolahan utama dari nutrisi dan obat-obatan yang telah diserap dari alat pencerna makanan. Hal ini juga berarti bahwa liver adalah organ pertama penerima nutrisi, obat-obatan atau toksin yang diserap dari lambung dan usus. Liver juga menerima darah yang mengandung oksigen dari jantung. Aliran-aliran ini melalui arteri hepatik . Darah keluar dari liver melalui vena hepatik dan mengalir melalui vena cava yang merupakan vena terbesar dari tubuh, dan kembali ke jantung. Di dalam liver darah mengalir melalui sinusoid khusus yag membolehkan darah ke dalam kontak langsung dengan hepatosit. Demikian pula nutrisi, obatobatan, toksin-toksin,dll diserap, diproses dan dimetabolisme oleh hepatosithepatosit.

2.Fungsi Biokimia Liver.

Bagian primer dari aktifitas biokimia di dalam liver adalah hepatosit dan proses biokimia tersebut adalah sebagai berikut : Mensintesa faktor pembekuan darah yang diperlukan untuk mencegah pendarahan. Mensintesa dan mensekresi albumin, sebuah protein darah mayor yang diperlukan untuk memelihara keseimbangan cairan penting di dalam tubuh. Sebuah penurunan jumlah albumin darah dapat menyebabkan akumulasi abnormal dari cairan-cairan tubuh. Detoksifikasi dari berbagai macam substansi berbahaya, racun, alkohol, dll. Sisa-sisa metabolisme yang terdetoksifikasi kemudian dikurangi dari tubuh melalui kedua ginjal dan urin. Mensintesa empedu untuk pencernaan dan penyerapan Empedu juga merangsang gerak peristalsis dari usus besar. Mensintesa kolesterol dan asam lemak. Memelihara glukosa darah. Menyimpan zat-zat besi, tembaga, vitamin-vitamin seperti : A, D, E, K dan B 12. Memetabolisme amoniak, produksi pokok dari metabolisme protein. Jika liver tidak mampu untuk memetabolisme amoniak dengan baik, dapat mengakibatkan fungsi mental yang lemah. lemak-lemak.

3.Konjugasi dan Sekresi dari Bilirubin.


Jangka waktu hidup normal sel-sel darah merah adalah kira-kira 120 hari. Kelelahan dan kematian sel-sel darah merah diserap dan diproses oleh sel-sel khusus di dalam limpa. Haemoglobin dari sel-sel darah merah kemudian dirubah ke bilirubin, sebuah substansi berwarna kuning kehijauan. Bilirubin sendiri tidak larut di dalam air dan bersirkulasi di dalam aliran darah yang dibatasi untuk menuju ke albumin. Albumin- bilirubin kompleks diserap oleh hepatosit di dalam liver dan diubah ke dalam bilirubin konjugasi. Bilirubin konjugasi lebih larut di dalam air. Bilirubin konjugasi kemudian disembunyikan oleh hepatosit-hepatosit dan dimasukkan ke dalam saluran empedu kecil yang terdapat di dalam liver dimana bilirubin konjugasi akhirnya disimpan di dalam kantung empedu. Selama pencernaan, empedu mengalir melalui saluran empedu secara bersamaan dan mengkosongkan sendiri di dalam usus kecil. Pada kasus malfungsi liver, bilirubin konjugasi bisa keluar dari liver, kemudian masuk ke dalam aliran darah dan pada akhirnya disembunyikan di dalam air seni. Jika hal ini terjadi, air seni terlihat berwarna kuning gelap atau cokelat.

Organ- organ Yang Berhubungan.


Fungsi liver secara teliti berhuibungan dengan dua organ lainnya : 1. Kantung Empedu. Terletak di bawah liver dan berfungsi menyimpan empedu. 2. Limpa. Vena portal di dalam liver berhubungan dengan vena limpa. Gejala-gejala Dan Tanda-tanda Problem Liver. Pasien-pasien bisa mengalami gejala-gejala sebagai berikut : Jaundice atau kuning abnormal pada kulit dan mata. Air seni gelap atau keruh. Darah dan warna hitam pada tinja, disebabkan pendarahan usus. Muntah darah. Mual, muntah dan kehilangan napsu makan. Pembengkakan pada abdominal atau perut disebabkan cairan ascites atau akumulasi cairan di dalam rongga badan. Umumnya terjadi gatal-gatal yang berkepanjangan. Kehilangan berat badan. Nyeri pada abdominal. Gangguan tidur, kebingungan mental dan koma atau pinsan. Kelelahan dan kehilangan stamina. Kehilangan gairah seksual.

PANDANGAN MEDIS KANKER LIVER


Empat Jenis Utama Kanker Liver : 1.Hepatoma atau hepatocellular carcinoma.

Adalah kanker liver primer yang berasal dari hepatosit atau sel-sel dari liver. Pasien dengan kanker jenis ini pada umumnya menunjukkan kenaikan nilai alpha fetoprotein(AFP) dan alkaline phospatase(ALP), level rendah dari glukosa darah dan level tinggi kalsium, lipid dan sel-sel darah merah.

2.Cholangiocarcinoma.
Adalah kanker liver primer yang berasal dari lapisan saluran empedu di dalam liver atau kantung empedu. Pasien dengan kanker jenis ini menunjukkan kenaikan level CEA.

3.Heptoblastoma.
Adalah kanker yang biasa dijumpai pada bayi.

4.Kanker Liver Metastase.


Adalah kanker yang telah menyebar ke liver yang berasal dari organ tubuh yang berdekatan seperti : paru-paru, payudara, usus besar, pankreas, lambung dan kelenjar getah bening. Pasien-pasien kanker liver pada umumnya tidak dapat bertahan hidup lama. Dan juga pengobatannya memiliki nilai sedikit untuk penyembuhannya. Hal ini disebabkan waktu pertumbuhan tumor sulit dideteksi, biasanya langsung diketahui sudah berada pada tahap akhir atau stadium lanjut.

PENGOBATAN DAN PROGNOSIS KANKER LIVER PRIMER


Jika tidak diobati, kebanyakan pasien meninggal dunia dalam waktu tiga sampai enam bulan setelah didiagnosa.

Pembedahan.
Jika terdeteksi dini dan jika ukuran tumor masih sangat kecil. Pasien bisa bertahan hidup satu atau dua tahun setelah pembedahan. Prosentase kelangsungan hidup atau bisa bertahan hidup selama 5 tahun setelah pembedahan adalah 10% - 30%. Pembedahan atau operasi hanyalah plihan pengobatan yang menawarkan perubahan dari kesembuhan pasien dengan ukuran tumor yang sangat kecil pada saat diagnosa. Sayangnya pasien-pasien serupa jarang dijumpai. Kirakira 80% pasien dengan hepatoma juga menderita liver cirrhosis atau pengerasan hati. Untuk kasus-kasus yang sama, prosentase kelangsungan hidup selama 5 tahun adalah rendah. Pembedahan tidak mungkin dilakukan pada pasien yang menderita cirrhosis tahap lanjut. Jika pasien-pasien serupa nekad menjalani pembedahan, maka prognosis atau ramalan medis untuk kelangsungan hidup pasien rendah.

Prosentase kelangsungan hidup selama 5 tahun hanya kira-kira 1% pada pasien dengan tumor di liver yang tidak dapat diangkat secara keseluruhan melalui pembedahan.

Pilihan-pilihan pengobatan terbatas untuk pasien-pasien dengan tumor berukuran besar di liver atau pada kasus-kasus stadium lanjut dimana kanker sudah menyebar ke luar dari liver. Pada kasus-kasus yang sama, semua pengobatan medis yang diberikan hanya bersifat paliatif atau meredakan gejala-gejala yang muncul dan tidak satupun yang menyembuhkan. Hal ini disebabkan : Liver tidak tahan terhadap radiasi dosis tinggi. Sebagai akibat dari percobaan-percobaan yang membabibuta telah menunjukkan bahwa kemoembolisasi atau pengobatan serupa lainnya telah memberikan kesempatan kelangsungan hidup. Catatan : Kemoembolisasi merupakan sebuah prosedur dimana kateter dilewatkan melalui arteri hepatik ke saluran makanan tumor. Obat-obatan dan material lainnya diinjeksikan ke pembekuan aliran darah pada tumor. Prosedur ini tidak menyembuhkan. Kanker liver tidak responsif terhadap kemoterapi.

Singkatnya, prognosis sesudah pengobatan untuk hepatoma banyak tergantung pada ukuran tumor yang semakin membesar setelah dirusak oleh cirrhosis dan presentasi dari pasien-pasien itu sendiri, yaitu jika kondisi yang ditunjukkan optimal untuk pembedahan atau kebijaksanaan pengobatan lainnya.

PENGOBATAN DAN PROGNOSIS UNTUK KANKER LIVER METASTASE


Pasien-pasien dengan kanker yang telah menyebar ke liver yang berasal dari organorgan lainnya hamper selalu memiliki prognosis atau ramalan medis yang buruk. Penelitian dari tahun 1954 sampai 1995 menunjukkan bahwa pasien-pasien dengan kanker liver yang tidak diobati memiliki kelangsungan hidup hanya 4,5 sampai 19 bulan. Dimana laporan terbanyak menunjukkan kelangsungan hidup kurang dari 12 bulan. Prosentase kelangsungan hidup selama 5 tahun adalah jarang dan kurang dari 1%.

Pembedahan.
Untuk kanker liver yang berasal dari kolorektal atau usus besar dan anus, telah ditunjukkan bahwa pembedahan menyisakan satu-satunya harapan. Prosentase kelangsungan hidup selama 5 tahun adalah 20% - 35% sedangkan prosentase kelangsungan hidup selama 10 tahun adalah 12% - 21%. Itupun jika pembedahan

dilakukan secara tepat dan cepat. Akibatnya, pembedahan kemungkinan hanya bisa dilakukan jika kondisinya sebagai berikut : Jika ahli bedah memiliki keahlian yang teliti. Bagian yang metastase atau menyebar diiris dengan marginal kurang dari 1 cm dari jaringan-jaringan parenkim yang sehat. Kehilangan darah seminimal mungkin selama pembedahan. Ukuran tumor relatif kecil. Pembedahan tidak direkomendasikan jika ukuran tumor besar.

Kanker liver metastase biasanya tidak respon atau memiliki respon yang sangat kecil terhadap semua jenis pengobatan medis. Jadi kebanyakan pengobatan untuk kanker liver metasatase ini hanyalah bersifat paliatif alami, tidak untuk menyembuhkan. Hal ini disebabkan : Radioterapi terkadang bisa mengurangi rasa nyeri yang hebat, tetapi membuatnya tidak ada kemanjuran lainnya. Kemoterapi sementara waktu bisa menyusutkan ukuran tumor dan memperpanjang kelangsungan hidup, tetapi tidak menyembuhkan. Pengobatan bisa memperlambat pertumbuhan tumor dan mengurangi gejalagejalanya tetapi tidak mengubah prognosis. Kemoembolisasi, kemoterapi intra hepatik, alkohol atau ablasi frekuensi radio bisa memberikan paliasi tetapi tidak mengobati.

Untuk kebanyakan pasien dengan kanker liver ekstensif, semua dokter dapat melakukan tindakan paliatif atau meringankan gejala-gejalanya saja. Singkatnya tidak satupun dari kebanyakan orang dapat melakukan untuk menyembuhkannya.

TES DARAH DAN TUMOR MARKER


Dasar pemahaman fungsi-fungsi liver sangat memungkinkan dengan menggunakan hasil-hasil tes darah untuk selanjutnya digunakan sebagai diagnosa masalahmasalah yang berkaitan dengan liver.

1. ALT (alanine aminotransferase).


Juga dikenal sebagai SGPT. Enzim ini semata-mata hanya berada di dalam hepatosit-hepatosit.

2. AST (aspartate aminotransferase).

Juga dikenal sebagai SGOT, enzim ini juga dijumpai di dalam jantung dan otot-otot kerangka di samping liver. JIka sel-sel liver sehat, aktifitas ALT dan AST di dalam darah berada dalam batasan normal. Ketika hepatosit-hepatosit sedang mati, ALT dan AST mulai keluar dari sel-sel mati dan sebagai akibatnya, aktifitas-aktifitasnya di dalam darah meningkat. Jadi, kenaikan level ALT dan AST berhubungan dengan kematian sel-sel liver. Keuntungannya, banyak dokter yang menghubung-hubungkan ALT dan AST sebagai enzim liver atau sebagai tolak ukur hasil tes fungsi liver. Hal ini tidak benar, ALT dan AST tidak berhubungan dengan fungsi liver secara keseluruhan, tetapi agaknya mengindikasikan tingkatan kematian sel-sel liver.

3. ALP (alkaline phosphatase).


Enzim ini dijumpai pada lapisan saluran empedu, sel-sel ginjal, tulang dan plasenta. Jadi kenaikan level dari ALP di dalam darah bisa mengindikasikan kekacauan dari jaringan-jaringan ini. Contoh : pasien-pasien dengan penyakit tulang atau wanita-wanita hamil (penyebab keberadaan plasenta) bisa memiliki kenaikan level ALP.

4. GGTP (gamma glutamyl transpeptidase).


Enzim ini semata-mata hanya berada di dalam sel-sel saluran empedu dan beberapa hepatosit yang tersembunyi di dalam empedu. Jadi pada penyakitpenyakit liver, yang pertama kali mempengaruhi adalah saluran empedu, ditandai dengan kenaikan aktifitas alkaline phosphatase dan GGTP. Kenaikan aktifitas GGTP juga diakibatkan pengaruh obat-obatan dan alkohol.

5. Bilirubin.
Kenaikan level bilirubin, dalam kondisi yang disebut hyperbilirubinnemia, dapat mengakibatkan penyumbatan besar dan kecil pada saluran empedu atau disfungsi liver atau kerusakan liver. Level normal bilirubin di dalam darah adalah kira-kira 1 mg/dL. Jika level bilirubin melebihi 2 mg/dL, seseorang dapat mengalami jaundice.

6. Albumin.
Protein ini disintesa di dalam liver dan disembunyikan di dalam aliran darah. Pada malfungsi liver, albumin darah bisa jatuh bangun dalam kondisi yang disebut hypoalbuminemia. Albumin rendah juga bisa mengakibatkan beberapa malfungsi, penyakit ginjal atau keanehan bentuk dari disfungsi usus.

7. Prothrombin Time (PT).

Liver abnormal gagal untuk mensintesa beberapa faktor pembeku darah. Pada kasus-kasus serupa . prothrombin time diperpanjang . Kondisi lain yang bisa memperpanjang PT adalah defisiensi vitamin K, penyerapan obat-obatan seperti warfarin atau ketidakteraturan pembekuan dalam darah genetik.

8. Hitungan Jumlah Darah Lengkap.


Pasien-pasien dengan gangguan-gangguan liver bisa menunjukkan : a. Anemia yaitu jumlah sel-sel darah merah rendah. b. Penurunan jumlah sel darah putih mengindikasikan cirrhosis hepatis. c. Peningkatan jumlah peradangan akut. sel-sel darah putih mengindikasikan adanya

d. Jumlah platelet rendah atau thrombocytopenia.

9. Ammonia.
Ammonia di dalam darah meningkat dalam kasus-kasus ketika liver mengalami malfungsi.

10.

Alpha-Fetoprotein (AFP).

AFP biasanya digunakan sebagai tumor marker atau pertanda tumor. Kenaikan level AFP memberi kesan penyakit liver kronis. Kira-kira 70% pasien dengan hepatocellular carcinoma memiliki kenaikan AFP. Pasien dengan kanker testicular juga mengalami kenaikan AFP.

PENYEMBUHAN HOLISTIK KANKER LIVER


Menurut Pengobatan Tradisional China atau Traditional Chinese Medicine (TCM), liver adalah tempat tinggal dari jiwa, gudang penyimpan darah dan master dari tendon. Seseorang dengan keseimbangan dan keharmonisan fungsi liver kelihatannya berada dalam pengawasan dirinya sendiri dan akan mampu merespon kepada perubahan dalam sesuatu yang betul-betul dipertimbangkan dan cara yang fleksibel. Seseorang dengan fungsi liver yang rusak memiliki kecenderungan menjadi yang lainya atau di bawah pengawasannya sendiri. Seseorang yang berada di luar pengawasan adalah kaku dan tidak fleksibel. Seseorang yang berada di bawah pengawasan cenderung menunjukkan ledakan tiba-tiba dari kemarahan atau reaksi emosional yang irrasional. Stress atau problem yang saling berhubungan juga menggambarkan ketidakharmonisan liver. Fungsi kunci liver adalah membuyarkan dan menyalurkan. Liver menyimpan dan mengatur darah dan menjamin aliran halus dari energi vital (Qi) ke seluruh tubuh.

Ketidakmampuan menyimpan dan membebaskan darah mengkontribusikan kepada stagnasi Qi di dalam tubuh. Jika hal ini terjadi, distribusi energi di dalam tubuh membahayakan dan mengakibatkan sakit. Ketika tubuh dalam keadaan istirahat, tubuh memerlukan sedikit darah dan kelebihan darah disimpan di dalam liver. Liver akan meningkat aliran darahnya, ketika tubuh memerlukan lebih banyak darah. Dalam hal ini, liver mengatur jumlah darah yang bersirkulasi di dalam tubuh setiap waktu. Qi adalah komandan dari darah. Jika darah mengalir, maka Qi juga mengalir. Harus ada aliran bebas dari Qi supaya tubuh menjadi sehat. Stagnasi Qi membawa kepada ketidakharmonisan di dalam tubuh yang berakibat kesehatan menurun. Pada wanita, liver berhubungan dengan menstruasi. Kebanyakan problem ginekologi berhubungan dengan ketidakharmonisan liver. Contoh : benjolan di payudara dan di daerah pangkal paha disebakan oleh stagnasi liver. Kekurangan darah dari liver mengakibatkan ketidaksuburan dan kekurangan darah pada saat menstruasi. Panas dalam liver mengakibatkan menstruasi berlebihan. Aliran halus Qi mengakibatkan ketidakharmonisan emosi. Aliran halus Qi juga menggiatkan pencernaan yang sehat. Stagnasi Qi liver menyerang lambung dan limpa, mengakibatkan muntah, mual, sendawa, nyeri di perut, perut kembung dan tinja lembek. Sekresi empedu juga memerlukan aliran bebas Qi. Ketidakharmonisan di antara liver dan kantung empedu mengakibatkan rasa pahit. Sendawa dengan mulut berbusa, muntah dengan cairan pahit, sembelit, ketidakmampuan membuat keputusan atau kecenderungan untuk membuat keputusan terburu-buru, perut kembung dan jaundice. Seseorang dengan ketidakharmonisan liver atau stagnasi Qi liver sering menunjukkan kemarahan, frustasi, sifat lekas marah, depresi, ketidakstabilan emosional, dada mengencang, sakit kepala, sindrom menstruasi terus menerus, pembengkakan payudara, perut kembung, dll. Liver juga mempengaruhi pergerakan dan fleksibilitas dikarenakan fungsi dari tendon dan urat bergantung pada makanan dari darah di liver. Makanan yang baik dalam pengolahannya memerlukan aliran lembut dari liver. Jika fungsi liver terganggu, tubuh menjadi lemah dan kaku dan bisa terjadi kejang, mati rasa pada tungkai dan lengan, kehilangan tenaga pada persendian dan ketegangan pada tendon dan uraturat. Ketegangan otot yang berlebihan, khususnya daerah di sekitar bahu dan leher adalah gejala dari problem liver. Sakit punggung yang terasa pada bagian tengah punggung belakang mengindikasikan ketidakseimbangan liver. Jendela dari liver yang sehat adalah kuku dan mata. Menurut TCM, kuku termasuk tendon yang berhubungan dengan liver. Liver yang sehat menggiatkan kekuatan dan membasahi kuku-kuku. Liver yang rusak ditunjukkkan degan liver yang tipis, rapuh dan kuku-kuku pucat. Liver membuka mata. Liver yang sehat memelihara kesehatan mata dengan penglihatan yang baik. Liver yang rusak menimbulkan penglihatan kabur dan aneka ragam ketidakberesan pada mata. Contoh : panas dalam liver memanifestasikan dirinya sendiri dan mengakibatkan mata merah.

PANDANGAN TCM KANKER LIVER


Menurut TCM, penyebab kanker liver adalah : Gangguan emosional, seperti : depresi, kesedihan, ketakutan, dll. Gangguangangguan ini melemahkan organ-organ internal dan perlawanan tubuh. Akumulasi dari racun atau toksin yang diperoleh dari makanan dan lingkungan. Luka yang disebabkan mengkonsumsi makanan yang salah.

Contoh : Uap panas, alkohol, gangguan emosional, racun, dll. Luka pada liver dan limpa mengakibatkan stasis darah atau stagnasi. Rangkaian peristiwa yang terjadi : Limpa yang rusak atau terganggu kehilangan fungsi vitalnya yaitu pergantian dan pengangkutan. Seperti malfungsi mengakibatkan retensi kelembaban. Liver yang rusak tertekan mengakibatkan stagnasi Qi dan darah sehingga mengakibatkan pembentukan benjolan. Jika stagnasi Qi liver diperbolehkan terus menerus untuk waktu yang terlalu lama, maka akan terjadi peruibahan bentuk ke dalam api yang kemudian terakumulasi di sepanjang pembangkit bagian dalam panas udara. Kondisi lebih serius berkembang. Di bawah situasi ini, stasis darah kemudian bertambah buruk. Benjolan menjadi lebih besar. Panas uap dan api di liver akan terjadi pertarungan sengit sehingga mengakibatkan termakan dan habisnya cairan tubuh dan membawa kepada defisiensi ginjal dan liver. Penyakit pada tingkatan ini bisa memanifestasikan sendiri ke dalam tanda-tanda seperti : lidah berwarna merah gelap dan kehausan, pengkonsumsian cairan YIN, nyeri hypochondriac, pembengkakan pada anggota badan bawah dan sedikit sekali urin dan berwarna gelap dan keruh. Akumulasi panjang stasis darah memberikan reaksi kepada penyakit demam dan jaundice.

Gejala-gejala kanker liver pada stadium awal, lebih utama disebabkan stagnasi Qi. Jadi, prinsip dalam pengobatan pada kanker liver stadium dini adalah mengurangi depresi liver dan menguatkan limpa. Sebagaimana penyakit yang akan berkembang lebih jauh, gejala-gejala akan timbul menjadi lebih serius akibat dari terganggunya YIN. Pada kanker stadium lanjut atau akhir, problem utamanya disebabkan kerusakan YIN Pengobatan kemudian mengarah pada pemberian makanan YIN dan menghilangkan panas. Ketika panas hilang, penyakit masih dapat dikontrol.

Perkembangan kanker liver agak cepat pada pasien-pasien kanker. Dimulai pada stadium dini yang ditandai dengan hilangnya napsu makan dan kelesuhan. Diikuti perut dan dada kembung sesudah makan dan kegelisahan. Tumor biasanya keras seperti batu dan memiliki batas yang kasar. Pada pasien-pasien stadium serius bisa memiliki otot terbuka subcutaneous dari dinding abdominal, retensi dan protrusi dari umbilicus. Bibir dan kaki bengkak. Pasien yang memiliki warna kulit pucat secara berangsur-angsur berubah menjadi lebih gelap. Sebagai tambahan, pasien tersebut akan kurus, produksi urin sangat sedikit dan bisa mengalami pendarahan pada hidung, muntah darah dan menuju kepada koma.

PENGOBATAN TCM KANKER LIVER


Kanker liver dapat dibedakan ke dalam enam jenis :

1. Stagnasi Qi dan penghambatan kelembaban.


Jenis kanker ini disebabkan oleh gangguan emosional. Mengakibatkan ketidakseimbangan di dalam liver dan limpa. Terdapat akumulasi kekeruhan kelembaban pada tengah-tengah titik JIAO menyebabkan hypofungsi dari limpa. Ketika terdapat gangguan dari gerakan pendakian dan penrunan Qi, akan terjadi kehilangan napsu makan dan perut kembung. LIdah memiliki lapisan minyak berwarna keputih-putihan mengindikasikan stagnasi Qi liver dan akumulasi kekeruhan kelembaban. Prinsip pengobatan pada kanker jenis ini adalah mengurangi stagnasi Qi liver dan menghilangkan kelembaban untuk mengurangi kepadatan abdominal.

2. Akumulasi panas dan kelembaban.


Menyebabkan masuknya makanan yang tidak layak dan alkohol secara berlebihan. Limpa terganggu mengakibatkan retensi air. Prinsip pengobatan pada kasus ini adalah menghilangkan panas, menghilangkan kelembaban dan mengurangi retensi air.

3. Akumulasi kelembaban dingin.


Menyebabkan defisiensi limpa dan ketidakmampuan melakukan fungsi transportasi. Hypofungsi dari limpa juga mempengaruhi YANG ginjal dan kelelahan kandung kemih mengakibatkan urin sedikit, kehilangan tinja dan akumulasi kelembaban. Kanker jenis ini memanifestasi sendiri kepada abdominal penuh dan kembung. Prinsip pengobatan untuk kasus ini adalah menghangatkan ginjal, menguatkan limpa dan melancarkan diuresis untuk menghilangkan kelembaban.

4. Stagnasi Qi dan stasis darah di dalam liver dan limpa.

Depresi emosional dan kurangnya koordinasi dari liver dan limpa dapat mengakibatkan stagnasi Qi dan darah, mengakibatkan hambatan pada meridian dan akumulasi kelembaban. Prinsip pengobatan pada kasus ini adalah melancarkan sirkulasi darah, menghilangkan stasis darah dan mengatur aliran Qi.

5. Defisiensi YIN dan gangguan penyebab kelembaban.


Defisiensi limpa dan ginjal mengakibatkan retensi air di bagian tengah dan bawah JIAO. Sebagai akibatnya, pasien-pasien mengalami abdominal penuh dan kembung dengan sedikit urin, bibir dan mulut kering. Mereka bisa juga mengalami demam. Kesemuanya ini disebabkan oleh panas internal dan kekurangan cairan menyebabkan terganggunya YIN liver dan ginjal. Prinsip pegobatan pada kasus ini adalah member makan YIN dan mengurangi kelembaban.

6. Jaundice.
Disebabkan oleh akumulasi panas dan kelembaban lainnya atau produksi internal dari kelembaban dingin dikarenakan hypofungsi limpa dan lambung. Prinsip pengobatan adalah menghilangkan kelembaban dengan menguatkan limpa, menormalkan fungsi lambung dan mengatur aliran Qi.

Penyakit Liver Polikistik


Kista berisi cairan, merupakan struktur lapian sel yang terjadi di dalam jaringan. Pada beberapa kasus, membuat liver terlihat menyerupai sepon atau karet busa. Kebanyakan kista bukan kanker meskipun bisa menyebabkan rasa nyeri. Meskipun demikian tidak terlihat mempengaruhi fungsi liver. Pasien-pasien bisa memiliki harapan hidup normal. Pada kebanyakan pasien, kista juga dijumpai pada ginjal disamping liver. Penyakit polikistik adalah warisan atau keturunan. Kista bisa telah timbul sejak kelahiran, tetapi biasanya tidak membesar dan tidak menyebabkan problem sampai menginjak dewasa.