Anda di halaman 1dari 5

KEMANDIRIAN DALAM BERWIRAUSAHA Oleh Putu Semaradana, S.

Pd

Dalam kehidupan sehari-hari, orang sering kali menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan identik dengan apa yang dimiliki dan dilakukan oleh usahawan atau wiraswasta. Selanjutnya menganggap bahwa kewirausahaan itu adalah bawaan atau bakat dari lahir, oleh karenanya tidak dapat diajarkan kepada orang lain. Namun pandangan tersebut, kurang tepat karena jiwa dan sikap kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh usahawan, namun juga oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan mengadakan pembaharuan-pembaharuan dalam usahanya. Kewirausahaan tidak lahir atas bakat melainkan berkaitan erat dengan tindakan atau aksi. Jadi tindakan atau aksi itulah yang menentukan seseorang sukses menjadi wirausahawan atau tidak.

Pengertian kewirausahaan Sebelum istilah wirausaha sepopuler seperti sekarang ini, dulu sering kita dengar istilah wiraswasta. Kata "wiraswasta" berasal dari Wira yang berarti utama, gagah, berani, luhur, teladan atau pejuang. Swa berarti sendiri dan Sta berarti berdiri. Jadi wiraswasta (entrepreneur) berarti pejuang yang utama, gagah, luhur, berani dan layak menjadi teladan dalam bidang usaha dengan landasan berdiri di atas kaki sendiri Definisi kewirausahaan memang banyak dibuat oleh para ahli, tetapi mereka melihat dari perspektifnya masing-masing. Agar pengertian kewirausahaan dapat diterapkan sesuai dengan lingkungan negara kita, maka telah disepakati definisi sebagai berikut ini. Kewirausahaan adalah kesatuan terpadu dari semangat, nilai-nilai, dan prinsip serta sikap, kuat, seni, dan tindakan nyata yang sangat perlu, tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan piahak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat, bangsa dan negara.

Kemandirian dalam berwirausaha Seorang wirausaha senantiasa menghadirkan sesuatu benda atau hal yang sebelumnya sama sekali belum ada untuk dipergunakan. Ide kreatif ini dapat melibatkan sebuah usaha
1

penggabungan dua hal atau lebih ide-ide secara langsung. Melalui ide-ide kreatif inilah maka kewirusahaan mampu mewujudkan gagasan yang bagus ke dalam dunia nyata secara kreatif. Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri. Orang yang mandiri adalah orang yang tidak suka mengandalkan orang lain, namun justru mengoptimalkan segala daya dan upaya yang dimilikinya sendiri. Hal ini berarti di dalam menjalankan usaha, seorang wirausahawan harus pandai dalam memanfaatkan potensi diri tanpa harus diatur oleh orang lain. Potensi diri masing-masing tentunya berbeda-beda. Ada yang memiliki potensi dalam bidang penjualan, promosi, atau ada juga yang memiliki potensi dalam distribusi. Yang jelas untuk bisa memanfaatkan potensi berwirausaha, hendaknya mulailah untuk tidak mengandalkan orang lain. Kemandirian adalah pilihan atas prioritas ketergantungan kita pada sesuatu. Ini berarti bahwa kemandirian adalah cara kita memandang bagaimana hubungan ketergantungan kita kepada orang lain. Hubungan ketergantungan tersebut dapat dijelaskan dengan 3 (tiga) tingkatan hubungan yaitu : 1. Bergantung pada yang lain 2. Mandiri 3. Membina hubungan saling tergantung Jika dalam segala hal, kita tak mampu berbuat, kecuali ada pertolongan orang lain, maka kita bergantung pada orang lain. Dan ini sifat anak kecil, orang lemah, yang selalu menengadah. Jika dalam hampir segala hal, kita mengandalkan kemampuan diri untuk berbuat, sesedikit mungkin meminta pertolongan orang lain, maka kita sudah mandiri Tetapi ada kemampuan lebih yang harus lebih kita bina, yaitu membangun hubungan saling tergantung satu sama lain. Hubungan terakhir ini berdimensi social yang menggambarkan pentingnya interaksi, hubungan dan komunikasi kita dengan komunitas kita. Hubungan ini mengakibatkan aliran nilai, semangat, aura, ilmu pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang ketidak-tahuan kita akan sesuatu. Hubungan ini lebih realistis; lebih mengembangkan pemahaman kita atas keterbatasan dan kemampuan atau sumber daya patner bisnis kita. Kemandirian dalam berwirausaha diperlukan untuk mengoptimalkan kemampuan kita melalui kerja keras, keuletan, tanggung jawab, dan daya saing agar senantiasa dengan ide-ide kreatif yang ada mampu tidak mengandalkan orang lain di dalam menjalankan usaha atau bisnis kita. Untuk menjadi seorang wirausaha yang mandiri, harus memiliki berbagai jenis modal. Ada tiga jenis modal utama yang menjadi syarat, yaitu : 1. Sumber daya internal
2

2. 3.

Sumber daya eksternal Modal lain lain

Hal ini lebih rinci dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Sumber daya internal meliputi : 2. kepandaian keberanian kemampuan menganalisis dan menghitung resiko keberanian dalam menentukan tingkat peluang memiliki visi jauh kedepan

Sumber daya eksternal meliputi : Modal usaha dan modal kerja yang cukup memadai Jaringan sosial serta jalur permintaan dan penawaran yang bagus Strategi promosi yang tepat sasaran

3.

Modal lain-lain meliputi : Kesempatan Keberuntungan

Seorang wirausaha dengan ketiga sumber daya tersebut harus dapat menghitung dengan seksama apakah ketiga sumber daya ini dimiliki sebagai modal atau tidak. Jika faktor-faktor tersebut dapat dimiliki, maka ia akan merasa optimis dan boleh berharap bahwa impianna dapat menjadi kenyataan. Berwirausaha, meskipun mengandung arti mandiri, namun bukanlah menonjolkan kemandirian semata, tetapi menggali hubungan ketergantungan satu sama lain yang saling menguntungkan. Dengan menjalin hubungan yang saling menguntungkan maka kita akan mengetahui sejauh mana usaha atau bisnis kita sudah berjalan. Tanpa adanya interaksi timbale balik, tidaklah mungkin seorang wirausaha itu mampu menjalankan bisnisnya dengan baik. Kemandirian dalam berwirausaha pada dasarnya adalah penerapan dari konsep kerja sama, kerja keras, keuletan, inisiatif, kreatifitas dan juga tanggung jawab yang besar. Dengan kata lain untuk bias menjadi seorang wirausaha yang mandiri, hal-hal tersebut di atas haruslah dipenuhi untuk memperkokoh kemandirian itu sendiri. Berkaitan dengan kemandirian berwirausaha, ada hal-hal yang hendaknya dijadikan pedoman di dalam menjalankan bisnis atau usaha yaitu : 1. Mulailah dengan mimpi

Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, Janganlah hanya mengandalkan terobosan yang telah diciptakan oleh orang lain. 2. Mencintai produk atau pelayanan Cintailah produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa masa sulit. 3. Pelajari konsep dasar bisnis Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuaan dasar untuk bisnis yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Contoh dari penerapan ini adalah seorang wiraswasta secara mandiri harus mampu menganalisis dengan konsep analisis SWOT. 4. Berani mengambil resiko Ambillah resiko. Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. 5. Konsultasi dengan ahlinya Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata kata kita. Wirausahawan selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enamnya. Pada tahap awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. 6. Kerja keras Ethos kerja yang keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard work and smart work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Seorang pengusaha sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Apapun yang kita lakukan dengan kerja keras pasti akan membuahkan hasil. Di samping itu pula kerja keras dengan fokus adalah sesuatu yang patut kita perhitungkan dalam berbisnis. 7. Carilah teman sebanyak mungkin Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman
4

akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit. 8. Hadapi kegagalan Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak mematikan. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah. Seorang wiraswasta yang mandiri hendaknya meyakini bahwa kegagalan adalah pelajaran bagi kita untuk terus menerus berkarya, berkreasi, sehingga menganggap bahwa kegagalan sejatinya adalah suatu kesuksesan yang tertunda.

Sumber : 1. Suryana. 2008. Kewirausahaan. Penerbit : Salemba Empat. Jakarta 2. Sutirman. 2005. Keberanian dalam berwirausaha. Makalah (disampaikan dalam ceramah Kewirausahaan KKN Universitas Negeri Yogyakarta). Yogyakarta 3. Slamet Santoso. 2008. Kemandirian dan Kewirausahaan.

http://garaside.wordpress.com 4. http://www.pembelajar.com 5. http://www.kebunku@yahoogroups.com