Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Penghulu, macam", perbedaan penghulu yg satu dgn yg lain..

Tulis tangan kumpul pling lambat jumat

484

Sejarah Jurnalistik

Sejarah jurnalistik yang pertama kali di dunia menurut sejarah Islam, bermula pada zaman Nabi Nuh a.s dan beliau merupakan orang pertama yang melakukan pencarian dan penyampaian berita. Dikisahkan bahwa pada waktu itu Allah SWT akan menurunkan banjir yang sangat hebat kepada kaum kafir. Sebelum terjadinya banjir, Allah SWT mengutus malaikat untuk menemui dan mengajarkan cara membuat sebuah kapal yang sangat besar kepada Nabi Nuh a.s. Kapal tersebut dibuat di atas bukit dan digunakan untuk menyelamatkan Nabi Nuh a.s, keluarganya, seluruh umatnya yang saleh dan segala jenis hewan masing-masing satu pasang. Setelah kapal itu selesai dan semua umatnya naik ke kapal, turunlah hujat lebat disertai badai selama berhari-hari yang menghancurkan segala yang ada di dunia kecuali kapal Nabi Nuh a.s. Seketika dunia pun menjadi lautan yang sangat besar dan luas. Setelah berbulan-bulan lamanya di atas kapal, air bah tersebut belum juga surut. Sementara itu Nabi Nuh a.s dan semua yang ada di kapal mulai khawatir karena persediaan makanan sudah menipis. Untuk

mengetahui keadaan air dan kemungkinan adanya makanan, Nabi Nuh a.s mengutus seekor burung dara keluar kapal. Setelah terbang mengamati keadaan air dan berusaha mencari makanan, tetapi hal itu sia-sia. Burung dara itu hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu dipatuk dan dibawanya ke kapal. Atas kembalinya burung itu dengan membawa ranting zaitun, Nabi Nuh a.s mengambil kesimpulan bahwa air bah sudah mulai surut, namun seluruh permukaan bumi masih tertutup air. Demikianlah kabar dan berita tersebut disampaikan Nabi Nuh a.s kepada seluruh umat yang ada di kapalnya. Berdasarkan fakta tersebut para ahli sejarah menamakan Nabi Nuh a.s sebagai seorang pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) yang pertama kali di dunia bahkan ada yang menyimpulkan bahwa kantor berita yang pertama kali di dunia adalah kapal Nabi Nuh a.s. Menurut sejarah kerajaan Romawi, pada awal berdirinya Raja Imam Agung mencatat segala kejadian penting yang diketahuinya pada annals (papan tulis yang digantungkan di serambi rumahnya). Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya. Pengumuman sejenis itu dilanjutkan oleh Julius Caesar pada zaman kejayaannya. Caesar mengumumkan hasil persidangan senat, berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya, dengan jalan menuliskannya pada papan pengumuman berupa papan tulis pada masa itu (60 SM) dikenal dengan acta diurna dan diletakkan di Forum Romanum (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum. Terhadap isi acta diurna tersebut setiap orang boleh membacanya, bahkan juga boleh mengutipnya untuk kemudian disebarluaskan dan dikabarkan ke tempat lain. Menurut keterangan Flavius Josephus, baik sejarah Nabi Nuh a.s maupun munculnya acta diurna belum merupakan suatu penyiaran atau penerbitan sebagai harian. Akan tetapi sudah jelas terlihat gejala awal perkembangan jurnalistik. Dari kejadian tersebut dapat kita ketahui adanya suatu kegiatan yang berhubungan dengan prinsip-prinsip komunikasi massa pada umumnya dan kejuruan jurnalistik pada khususnya. Karena itu tidak heran kalau Nabi Nuh a.s dikenal sebagai wartawan pertama di dunia. Demikian pula acta diurna sebagai awal lahirnya surat kabar harian. Seiring kemajuan teknologi informasi, yang bermula dari laporan harian, tercetak menjadi surat kabar harian. Dari media cetak berkembang ke media elektronik, dari kemajuan elektronik terciptalah media informasi berupa radio. Kemudian tidak puas dengan radio yang hanya berupa suara, muncul pula terobosan baru berupa media audio visual yaitu TV (televisi). Media informasi tidak puas hanya dengan televisi, lahirlah berupa internet, sebagai jaringan yang bebas dan tidak terbatas. Dan sekarang dengan perkembangan teknologi telah melahirkan banyak media (multimedia). Seseorang yang membuka internet, bisa sekaligus mendengarkan berita radio, musik dan menonton televisi.

Sumber :

Anshory, M. Subhan. "Dasar-dasar Jurnalistik". www.pmiiumm.com, 9 April 2010. Diakses 1 September 2013. Safitri, Wahyu. "Pengertian dan Sejarah Jurnalistik". wahyusafitri.blogspot.com, 5 Oktober 2012. Diakses 1 September 2013.