Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM PROYEK ANATOMI FISIOLOGI HEWAN (BI-2103) PENDEDAHAN ZAT PADA HEWAN DAN ANATOMI VERTEBRATA

Tanggal Praktikum: 4 September 2013 Tanggal Pengumpulan: 11 September 2013 Disusun oleh: Dwi Suci Candraningsih 10612003 Kelompok 4 Asisten: Adisty Virakawugi/ 20612015

PROGRAM STUDI BIOLOGI SEKOLAH DAN ILMU TEKNOLOGI HAYATI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG BANDUNG 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Setiap zat yang akan digunakan pada manusia sudah selayaknya dilakukan uji terlebih dahulu agar aman ketika digunakan. Uji zat ada berbagai macam prosedurnya, salah satunya adalah dengan dilakukan pendedahan pada hewan. Dalam praktikum ini dilakukan pembedahan pada lima hewan, yaitu: ikan, katak, kadal, burung, dan mencit karena kelima hewan tersebut mewakili lima kelas hewan vertebrata. Dengan membedah dan memelajari anatomi organ kelima hewan ini sudah mewakili anatomi organ hewan vertebrata secara umum. Setelah mengetahui anatomi organ hewan vertebrata, kita dapat mengkaji jika terjadi kasus kelainan pada sistem metabolisme hewan tertentu.

1.2 Tujuan Praktikum ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:

1. Menentukan jalur dari beberapa jenis pendedahan; 2. Menentukan pendedahan; 3. Menentukan cara memgang mencit yang benar; 4. Menentukan struktur, lokasi, dan fungsi organ-organ penyusun sistem kardiovaskular, respirasi, pencernaan, reproduksi pada ikan, katak, kadal, burung, dan mencit. volume pendedahan untuk masing-masing jenis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Posisi Anatomi dan Bidang Pembelahan Menurut Sloane (1994), bidang pembelahan tubuh dibagi oleh 3 bidang, yaitu: 1. Bidang sagital yang membagi tubuh menjadi bagian kiri dan kanan. a. Midsagital: kanan dan kiri sama besar b. Parasagital: kanan dan kiri tidak sama besar 2. Bidang transversal yang membagi tubuh menjadi bagian atas dan bawah. 3. Bidang frontal atau koronal yang membagi tubuh menjadi bagian depan dan belakang. Masih dalam buku yang sama, dijelaskan bahwa posisi anatomi ditujukan untuk dapat menjadi rujukan dalam menjelaskan semua hubungan dalam bagian tubuh. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.1 dan 2.2. 1. Bagian anterior pada tubuh (ventral pada binatang) merupakan bagian depan tubuh atau bagian perut. 2. Posterior adalah bagian belakang atau punggung (dorsal pada hewan). 3. Superior adalah mengarah ke kepala atau bagian tertinggi pada tubuh. 4. Inferior adalah arah menjauhi kepala dan mengarah ke bagian bawah tubuh. 5. Medial berarti dekat dengan garis tengah tubuh. 6. Lateral berarti menjauhi garis tengah tubuh. 7. Proksimal merupakan bidang acuan yang dekat dengan tubuh. 8. Distal merupakan bidang acuan yang menjauhi tubuh. 9. Superfisial adalah bagian permukaan tubuh.

10. Dalam adalah bagian tubuh dalam.

2.2 Jalur-jalur Pendedahan Zat Menurut Duke University (2011) dalam halaman web nya, jalur pendedahan ada 6 cara, satu cara melalui oral dan lima cara dengan disuntikkan. 1. Oral gavage, luruskan badan mencit dari kepala hingga badan dan ukur jarum gavage yang harusnya dimasukkan dari hidung hingga rusuk terakhir. Masukkan perlahan jarum gavage dari mulut mencit, lewatkan melalui esophagus dan lakukan tanpa dipaksa karena seharusnya jarum gavage bisa masuk dengan mudah. Kedalaman jarum seperti yang telah diukur, jika lebih dalam lagi takutnya dapat melukai lambung mencit. Langkah berikutnya adalah injeksikan cairan dan amati tanda-tanda bahwa mencit mengalami kesulitan bernafas, terlihat terengah-engah atau keluar busa dari mulutnya. 2. Injeksi subkutan, pegang mencit dengan cara yang benar lalu bersihkan area yang akan diinjeksi dengan disinfektan. Tarik kulit hingga membentuk tenda dan tusukkan jarum ke bagian subkutan. Lakukan aspirasi terlebih dahulu, jika tidak ada apa-apa saat dilakukan aspirasi maka bisa dilakukan injeksi. 3. Injeksi intramuskular, pegang mencit dengan cara yang benar dan tarik pahanya lalu bersihkan area yang akan diinjeksi dengan disinfektan. Tusukkan jarum pada otot pahanya dan lakukan aspirasi, jika tidak ada darah dalam aspirasi tersebut berarti dapat dilakukan injeksi. 4. Injeksi intradermal, cara ini jarang dilakukan pada mencit karena aplikasi kliniknya minim. 5. Injeksi intraperitoneal, pegang mencit dengan cara yang benar dan posisikan perutnya lebih menonjol/ teramati dan bersihkan area yang akan diinjeksi dengan disinfektan. Tusukkan jarum 30-45% terhadap perut dan lakukan aspirasi. Jika udara yang teraspirasi maka bisa dilakukan injeksi. Jika cairan hijau kecoklatan yang teraspirasi berarti

yang tertusuk adalah usus halus, jika cairan kekuningan yang teraspirasi berarti kandung kemih yang tertusuk. Jika cairan-cairan tersebut yang teraspirasi, maka ulangilah prosedur dengan syringe dan jarum yang baru. 6. Injeksi intravena, kekang mencit dengan zat kimia atau alat dan putar ekornya hingga terlihat vena. Bersihkan area yang akan diinjeksi dengan disinfektan dan tusukkan jarum pada vena dengan sudut yang kecil lalu injeksikan cairan. Jika darah pada vena seperti terdorong cairan lain (warna yang lain) maka injeksi yang dilakukan benar jika yang terjadi justru penggelembungan pada bagian ekor berarti caranya salah dan ulangi prosedur.

2.3 Anatomi Hewan Vertebrata 1. Ikan Ikan merupakan vertebrata yang hidup di perairan, memiliki jantung dengan dua ruang, alat respirasi berupa insang, tubuhnya dipenuhi sisik, hati dan pankreasnya masih menjadi satu, dan memiliki gelembung renang. (Hickman, 2008) 2. Katak Alat respirasi katak ada pada permukaan kulitnya dan juga memiliki paru-paru, jantung katak terdiri atas tiga ruang. (Hickman, 2008) 3. Kadal Kadal memiliki jantung beruang empat, sistem peredarannya tertutup, sistem respirasinya dengan paru-paru, memiliki kloaka yang merupakan penyatuan tiga saluran. (Hickman, 2008) 4. Burung Burung bernafas denga paru-paru, memilik ventrikula dan

proventrikula, jantungnya memiliki empat ruang. (Hickman, 2008) 5. Mencit

Mencit merupakan mamalia, pernafasannya dibantu oleh paru-paru, jantungnya memiliki empat ruang, hati nya berukuran besar. (Hickman, 2008)

BAB III METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan Dalam praktikum ini dibutuhkan peralatan dan bahan sebagai berikut: Tabel 3.1 Alat dan Bahan Alat Syringe 1mL Jarum suntik Jarum gavage Botol vial Pinset Scalpel Tabung falcon Jarum pentul Baki Papan styrofoam Gunting bedah Sarung tangan Masker Bahan Ikan mas Burung merpati Katak Kadal Mencit Alkohol 70% Kapas NaCl 0,9%

3.2 Cara Kerja Dalam praktikum ini dilakukan beberapa prosedur pendedahan dan pembedahan. Berikut merupakan prosedur pendedahan yang dilakukan: 1. Injeksi intravena Mencit dimasukkan dalam tabung falcon lalu ekornya dihangatkan dengan air hangat(suhu maksimal 43o C). Ekor mencit diposisikan keluar dari tabung falcon lalu ditahan dengan jempol dan

telunjuk(sedikit dilingkarkan pada telunjuk). Bagian ekor mencit yang akan diinjeksi dibersihkan dengan alkohol 70%. Jarum suntik disuntikkan ke ekor mencit dengan posisi sejajar, lalu larutan NaCl 0,9 % diinjeksikan secara perlahan. Tempat bekas injeksi tadi dibersihkan lagi dengan alkohol 70%. 2. Injeksi intraperitonial Mencit dipegang dengan cara kulit bagian punggung hingga leher ditarik oleh jempol dan telunjuk dengan erat. Bagian kanan abdomen mencit dibersihkan dengan alkohol 70%, lalu ditusukkan jarum suntik. Dilakukan aspirasi terlebih dahulu sebelum injeksi dilakukan, bila tidak ada zat yang tertarik berarti posisi jarum sudah benar, dapat dilakukan injeksi langsung dan bekas suntikan dibersihkan dengan alkohol 70%. Jika ada zat yang tertarik (kuning menusuk kandung kemih, kehijauan menusuk intestin, merah menusuk organ), prosedur segera dihentikan dan diulangi dari awal. 3. Injeksi intramuskular Mencit dibius atau diposisikan bagian ventral menghadap atas dengan bantuan orang lain. Paha mencit dibersihkan dengan alkohol 70% dan ditusuk jarum suntik tegak lurus terhadap permukaan paha(jangan terlalu dalam) dan dilakukan injeksi. Jarum suntik dilepaskan dan bekas suntikan dibersihkan dengan alkohol 70%. Jika keluar datah atau cairan lain, prosedur segera dihentikan dan dilakukan injeksi pada lokasi lain. 4. Injeksi subkutan Mencit dipegang dengan menarik kulit punggung hingga leher menyerupai tenda. Ditusukkan jarum suntik pada bagian dasar kulit dan diinjeksikan larutan NaCl 0,9%. Jarum suntik dilepaskan dan bekas tusukkan dibersihkan dengan alkohol 70%. 5. Oral gavage Mencit ditahan dengan dipegang kulitnya dari dorsal hingga thoraks dan kepala mencit diposisikan menghadap ke atas. Dimasukkan alat

gavage melalui rongga mulutnya hingga batasnya. Larutan NaCl 0,9% diinjeksikan perlahan. Alat gavage segera dilepaskan dari saluran pencernaan mencit. Mencit diamati terhadap tanda-tanda gangguan respirasi. Berikut prosedur pembedahan yang dilakukan: 1. Pembedahan ikan Ikan diposisikan pada styrofoam dengan anterior di sebelah kiri dan posterior di sebelah kanan. Jarum pentul ditusukkan di ekor dan dekat insang. Ikan digunting dari anus menuju anterior hingga dekat insang, lalu digunting ke arah dorsal hingga sejajar vertebra, digunting hingga anus ke arah posterior sesuai batas rongga abdomen. Otot dilepaskan dari badan ikan. Ikan siap untuk diamati anatomi organ dalamnya. 2. Pembedahan katak Katak disposisikan pada styrofoam dengan bagian ventral dihadapkan ke atas. Katak ditusuk jarum pentul bagian kaki depan dan kaki belakangnya. Kulit bagian pangkal femur ditarik dengan pinset lalu digunting dari posterior ke anterior hingga batas kepala. Pada tiap ujung pemotongan dipotong kulitnya secara lateral. Lakukan juga pada ototnya, lalu tusuk kulit dan otot dengan jarum pentul ke arah lateral membentuk jendela yang dibuka. Anatomi organ dalam katak siap diamati. 3. Pembedahan kadal Kadal diposisikan pada styrofoam dengan ventral dihadapkan ke atas. Kaki depan dan kaki belakang kadal ditusuk dengan jarum pentul. Kulit dekat kloaka(terlihat seperti sisik terpotong) ditarik dengan pinset, lalu digunting kulitnya dari posterior ke anterior sampai batas thoraks. Kulit dan ototnya digunting ke arah lateral pada setiap ujung pengguntingan sebelumnya. Kulit dan otot ditusuk dengan jarum pentul ke arah lateral membentuk jendela yang dibuka. Anatomi organ dalam kadal siap di amati.

4. Pembedahan burung Burung dibunuh dengan dimasukkan kepalanya ke dalam plastik berisi kapas yang diberi dietileter. Jasad burung diposisikan pada styrofoam dengan bagian ventral menghadap ke atas. Kaki burung ditusuk dengan jarum pentul lalu dibasahi bulunya. Dipotong sisi kanan dan kiri otot dada ke arah anterior hingga rusuknya terpotong, lalu bagian yang sudah terpotong diangkat dan dipisahkan dari tubuh b urung. Anatomi organ dalam burung siap diamati. 5. Pembedahan mencit Mencit dibunuh dengan cara didislokasi lalu diposisikan pada styrofoam sengan bagian ventral menghadap ke atas. Kaki depan dan kaki belakangnya ditusung dengan jarum pentul. Bagian abdomen mencit dibasahi, lalu kulit bagian abdomen mencit ditarik dengan pinset. Kulit dan otot mencit digunting dari posterior ke aran anterior sampai batas thoraks. Kulit dan otot pada bagian ujung pengguntingan sebelumnya digunting ke arah lateral. Otot dan kulit mencit yang sudah digunting ditusuk ke arah lateral dengan jarum pentul membentuk jendela yang dibuka. Mencit siap diamati anatomi organ dalamnya.

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan Berdasar praktikum yang telah dilakukan, berikut hasil yang dapat kami amati: Gambar pengamatan Situs Viserum Ikan Gambar literatur Ikan

(Hickman, 2008)

(Candraningsih, 2013)

Situs Viserum Katak

Katak

(Dokumentasi pribadi, 2013) Situs Viserum Kadal

(Wingerd, 1988) Kadal

(MerckManual.com, 2011)

(Dokumentasi pribadi, 2013) Situs Viserum Burung Burung

(greyforums.net, 2007) (Dokumentasi pribadi, 2013)

Situs Viserum Mencit

Mencit

(Hickman, 1992) (Dokumentasi pribadi, 2013)

4.2 Pembahasan Dalam mempelajari anatomi hewan, posisi anatomi biasa digunakan untuk generalisasi bahasa saat bekerja di laboratorium maupun saat

menuliskannya dalam jurnal penelitian. Dengan menggunakan posisi anatomi, antara satu praktikan dengan yang lainnya bahkan dengan praktikan dari negara lain pun dapat mengerti apa yang kita maksud atau lokasi mana yang kita maksud. Tanpa adanya posisi anatomi, penggunaan bahasa untuk menjelaskan posisi suatu organ akan menjadi rancu, seperti: lebih atas dari jantung, bisa jadi atas yang dimaksud adalah anterior atau ventral dari jantung. Aplikasi dari posisi anatomi adalah mampu digunakan untuk pemetaan anatomi. Dengan bahasa yang universal, posisi anatomi dapat dipahami oleh siapa saja yang mempelajari peta anatomi. Setiap kelas dalam vertebrata memiliki organ khas masing-masing, hal ini sesuai dengan habitat dan cara hidup mereka yang berbeda pula. Ikan memiliki tiga organ khas, yaitu: gelembung renang, hepatopankreas, dan insang. Ikan memiliki gelembung renang untuk meringankan masa

jenisnya sehingga dapat mengapung dan berenang di air. Organ hati dan pankreas pada ikan masih belum sempurna terdiferensiasi dibandingkan dengan vertebrata lain, jika dilihat dari sejarahnya ikan memang termasuk organisme purba yang lebih dahulu ada dibandingkan amfibi maupun reptil sehingga organnya juga masih lebih sederhana. Hati dan pankreas merupakan organ pencernaan, jika dilihat dari fungsinya memang hepatopankreas pada ikan masih tidak maslaah untuk bekerja bersama. Makanan yang dikonsumsi ikan juga tidak sekompleks makanan vertebrata lain sehingga apabila fungsi hati dan pankreas masih dalam satu organ tidak menjadi masalah. Ikan merupakan vertebrata yang hidup di air, sumber oksigen yang digunakannya juga berada di air maka alat respirasi ikan bukanlah paru paru seperti vertebrata lain. Alat respirasi ikan adalah insang yang berbentuk lembaran-lembaran halus jaringan yang memiliki banyak pembuluh darah sehingga memungkinkan terjadi pertukaran gas antara pembuluh darah di insang dengan air di lingkungan ikan. Organ khas pada katak adalah paru-parunya yang berbentuk seperti gelembung-gelembung udara, berukuran kecil, dan sangat elastis. Organ respirasi katak tidak hanya paru-paru, melainkan kulitnya juga. Katak melakukan pertukaran gas secara difusi melalui kulitnya yang tipis, kaya akan pembuluh darah, dan selalu basah. Kondisi sistem respirasi yang dilakukan oleh dua organ ini membuat paru-paru katak cenderung fleksibel untuk digunakan optimal atau tidak sehingga paru-paru katak strukturnya sangat elastis, bisa dikembangkang saat dibutuhkan, atau dikempiskan saat kurang dibutuhkan. Ciri khas pada reptil seperti kadal adalah kemampuannya untuk beradaptasi terhadap suhu, kadal termasuk hewan poikilotermik. Sesuatu yang khas yang terlihat saat pembedahan adalah tidak keluarnya darah secara berceceran, berbeda dengan vertebrata lainnya. Sifat kadal yang poikilotermik ini lah yang membuat darahnya tidak berceceran kemanamana.

Pada burung kita dapat menjumpai organ khasnya pada sistem pencernaan, yaitu ventrikulum dan proventrikulum yang merupakan lambung dari burung. Ventrikulum merupakan lambung mekanik bagi burung karena burung tidak memiliki gigi sehingga burung akan mencerna makanannya secara mekanik di ventrikulum ini dengan nabtuan batuan kecil yang sengaja ia telan. Proventrikulum adalah lambung kimia bagi burung. Setelah makanan dicerna secara mekanik untuk membuat ukurannya menjadi lebih kecil, proventrikulum berfungsi untuk mencerna secara kimia makanan yang telah ditelan burung agar dapat diserap oleh usus halus. Organ khas pada mencit adalah hatinya yang ada 5 lobus. Banyaknya lobus hati yang dimiliki mencit ini membuat mencit atau vertebrata pengerat lainnya lebih tahan terhadap racun dibandingkan vertebrata lainnya. Dengan melakukan pembedahan secara langsung dan telah mengamati situs viserum lima hewan dari masing-masing kelas vertebrata, letak-letak organ dalam vertebrata secara umum menjadi lebih jelas untuk dibayangkan. Dalam mempelajari anatomi dan fisiologi hewan lebih lanjut menjadi lebih mudah untuk membayangkan organ dalam vertebrata selain hewan yang kita amati sekarang. Dan dengan mengetahui secara langsung letak organ-organ dalam hewan tersebut yang asli, menjadi lebih mudah juga dalam mempelajari fungsi dan mencari hubungan antar organ dalam satu sistem. Untuk mendedahkan suatu zat kepada mencit ada lima cara, yaitu: oral gavage, injeksi intravena, injeksi intraperitonial, injeksi intramuskular, injeksi subkutan. Setiap cara memiliki tujuan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Oral gavage bertujuan untuk memasukkan suatu zat langsung ke lambung mencit. Cara ini tidak meninggalkan luka pada hewan yang diberi perlakuan, prosesnya juga cepat. Hanya saja karena jalur dari mulut ke lambung tidak dapat dilihat oleh mata, ada risiko jarum gavage masuk ke saluran pernafasan dan justru berakibat fatal.

Injeksi intravena bertujuan untuk memasukkan suatu zat ke dalam pembuluh darah langsung. Kelebihannya adalah kemungkinan salah suntik lebih kecil karena pembuluh vena mencit sangat terlihat di bagian ekornya. Kekurangannya adalah dapat mengakibatkan pembengkakan. Injeksi intraperitonial bertujuan untuk menginjeksi suatu zat ke rongga udara di bagian perut. Kelebihannya adalah jumlah zat yang diinjeksikan bisa banyak. Kelemahannya, injeksi jenis ini rawan menusuk organ lain karena kita tidak bisa melihat langsung letak rongga udara tersebut dan seberapa dalam. Injeksi intramuskular merupakan jenis injeksi yang bermaksud

memasukkan suatu zat di antara jaringan otot. Kelebihannya adalah tidak jika jarum tidak tepat pada otot dampak yang dialami mencit tidak fatal. Kekurangannya, injeksi ke otot hanya bisa menggunakan volume yang kecil karena otot merupakan jaringan yang rapat dan hanya bisa dilakukan pada bagian tubuh yang memiliki otot tebal. Injeksi subkutan bertujuan untuk menginjeksi zat kebagian di bawah kulit. Kelebihannya adalah rasa sakit yang dirasakan mencit minimal. Kelemahannya, hanya bisa dilakukan pada bagian tubuh yang berkulit tebal.

BAB V KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan dan pembahasan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Terdapat 5 jalur pendedahan yang umum dilakukan, yaitu oral gavage, injeksi subkutan, injeksi intraperitonial, injeksi intramuskular, dan injeksi intravena. 2. Volume pendedahan yang aman bagi objek maksimalnya adalah 10% dari masa tubuhnya. 3. Cara memegang mencit yang benar yaitu dengan menjepit kulit bagian dorsalnya dari posterior ke anterior dan menahan ekornya dengan kelingking. 4. Organ yang berperan dalam sistem kardiovaskular adalah jantung, fungsinya untuk memompa darah ke seluruh tubuh organisme. Jantung pada ikan berada lebih posterior dan lebih inferior dari insang, terdiri atas dua ruang (satu atrium dan satu ventrikel). Jantung pada katak berada lebih posterior dari thoraks dan lebih ke arah dorsal dari hatinya, berwarna merah dan bulat agak lonjong dan terdiri atas empat ruang. Jantung pada kadal berada lebih posterior dari thoraks dan lebih anterior dari hati, warnanya merah, dan terdiri atas empat ruang yang sekatnya kurang sempurnya. Jantung pada burung lebig anterior dan lebih ventralis dari hati, terdiri atas empat ruang dengan sekat sempurna. Jantung mencit lebig anterior dari hati dan lebih posterior dari thoraks, memiliki empat ruang yang sekatnya sempurna. Organ utama sistem respirasi adalah paru-paru atau insang. Pada ikan didapati insang lebih posterior dari mata, insang berbentuk seperti filamen

yang berwarna merah. Pada katak organ respirasi adalah paru-paru yang seperti balon dan sangat elastis, letaknya di lateral jantung. Paru-paru kadal berada lebih dorsal dari hati, bercabang pada bronkiolusnya. Paruparu burung menempel pada rusuk yang berada di bagian dalam dorsal, warnanya merah. Paru-paru mencit berada lebih dorsal dari hati dan berwarna putih. Sistem pencernaan ikan terdiri atas lambung dan hepatopankreas yang berada lebih inferior dari gelembung renang. Pada katak, kadal, dan mencit organ pencernaannya sama yaitu lambung, usus, dan hati. Semuanya berada di bagian abdomen. Pada burung ada organ khas yaitu ventrikula dan proventrikula yang bekerja sebagai lambung mekanik dan lambung kimia. Sistem urogenital ikan ada gonad, ginjal, dan anus yang mana ginjal terletak lebih dorsal dari gelembung renang dan aorta. Katak memiliki gonad yang berwarna hitam dan memenuhi abdomen saat masa kawin. Kadal memiliki ovidak, ovary, dan kandung kemih bagi yang betina. Yang jantang memiliki hemipenis dan testis. Burung jantan memiliki testis, ginjal, vas deferens, dan kloaka. Burung betina meiliki ovarium, funnel, oviduk, ginjal, dan kloaka. Mencit jantan meiliki ginjal, testis yang menonjol dan dibungkus skrotum. Mencit betina memiliki ovarium, uterus, ginjal, dan vagina.

DAFTAR PUSTAKA

Bretz, William L dan Nielsen, Knut Schmidt. 1971. Bird Respiration: Flow Patterns in the Duck Lung. J. Exp. Biol. (54): 103-118 Chia, Li Ping, et all. 2009. Substance P scavenger enhances antioxidant defenses and prevents prothrombotic effects on the rat lung after acute exposure to oil smoke. Journal of Biomedical Science: 1-10 Duke University. 2011. Guide Lines for Rodent Techniques. www.vetmed.duhs.duke.edu. (Diakses pada tanggal 9 September 2013 pukul 22:23)

Hickman, et all. 2008. INTERGRATED PRINCIPLES OF ZOOLOGY. USA: The McGraw-Hill Hildebrandt, Isabel J, et all. 2008. Anesthesia and Other Considerations for in Vivo Imaging of Small Animals. Ilarjournal (49): 17- 26 Sloane, Ethel. 1994. Anatomy and Physiology: an easy learner. Sudbury: Jones and Barlett Publishers, Inc.