Anda di halaman 1dari 72

Ismet M Nur, dr, SpPA(K)

BAGIAN PATOLOGI ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN


musay_trcp 1

MULUT, RAHANG & KELENJAR LIUR


Penyakit rongga mulut terdiri dari Lokal & Sistemik Lesi pada mukosa mulut berhubungan dengan : Trauma lokal; Infeksi (bakteri, virus, jamur); Tumor (jinak, ganas); Kelainan pertumbuhan; Penyakitpenyakit autoimun; Penyakit-penyakit genetik; psikosomatik dan lain-lain
Lesi Berhubungan dengan Defisiensi nutrisi;

Gangguan hematologik & Penyakit endokrinopati


Lesi mulut dapat menyertai lesi pada organ lain seperti

Penyakit Crohn; Kolitis ulserativa; Fibrosis sistika; Penyakit Raynaud & Syndroma Sjorgen
musay_trcp 2

1. Kelainan pertumbuhan (Developmental Malformation)


Satu gigi, beberapa gigi atau seluruh gigi dan dapat berhubungan dengan :
Inflamasi Trauma Refleksi ggn.sistemik Pembentukan gigi Kelainan genetik
K E L A I N A N

Penyakit Gigi

Pembentukan email
Gangguan kalsifikasi Pigmentasi patologik Perubahan bentuk gigi

musay_trcp

Pertumbuhan (Perkembangan gigi)


Asal gigi : pertumbuhan ektodermal Kuncup gigi (organ enamel) dari cekungan dari epitel rongga mulut waktu fetus Enamel dibentuk oleh ameloblas Mesoderm dari papila dentis dentin, sementum, pulpa gigi

musay_trcp

Gangguan perkembangan gigi


1. 2. 3. 4.

5.
6. 7.

8.

Anodontia Fusi (Fusion) Concrescence (tumbuh menjadi 1) Supernumerary (gigi lebih) Dens in dente (gigi dalam gigi) Hipoplasia enamel Penyakit genetik : Dentinogenesis inperfekta & Kalsifikasi inperfekta Pertumbuhan gigi yang mengalami pigmentasi
musay_trcp 5

2. Karies dentis
Karena resorbsi / destruksi struktur kalsifikasi dari gigi Penyebab utama : bakteri Streptokokus mutans Th/ : fluorida, hilangkan sisa-sisa makanan, dll

musay_trcp

Infeksi-infeksi odontogenik Pulpitis : inflamasi pulpa dentin


Etiologi

: zat kimia, panas, iritasi fisik, bakteri, dll Lokal : abses pulpa (Acute Partial Pulpitis) Kena seluruh pulpa : destruksi pulpa komplit (Acute Totalis Pulpitis)

Tak diobati
musay_trcp 7

Infeksi odontogenik

Penyakit periapikal (Infeksi Apikal


Periodontium) 3 tipe lesi : 1. Abses apikal / alveolar 2. Granuloma periapikal (jaringan granulasi) 3. Granuloma epitelialisasi / kista radikuler

Penyakit periodontal :

Infeksi pada gingiva (gingivitis) / disertai oleh peradangan jaringan sekitar periodontium (Periodontitis) Etiologi : bakteri dan jamur
musay_trcp 8

Infeksi odontogenik

Stomatitis Aphthosa (Recurrent Aphthous


ulcers, sores)

Etiologi : penyakit autoimun / psikosomatik Mikroskopik ulkus non spesifik; Jaringan lebih dalam respon vaskuler hebat

Sindroma Behcet : stomatitis aphthosa + lesi konjungtiva & genital


musay_trcp 9

Infeksi odontogenik

Penyakit Keratotik
Likhen Planus

Etiologi : ? Otoimun? Psikosomatik? Lichenoid Drug Eruption Klinis : erupsi papuler putih retikuler, kadang : plak, erosif, ulseratif, atrofi / bulosa Mikroskopik : hiperkeratosis, degenerasi hidrofik stratum basale, infiltrasi limfosit di daerah korium

Leukoplakia : plak putih pada mukosa

Mikroskopik 90% (hiperkeratosis + infiltrasi sel radang kronis submukosa) dan 10% (displasia sel epitel prekanker Ca.insitu Ca.epidermoid invasif)
musay_trcp 10

Infeksi odontogenik

Gingivitis : peradangan kronis pada gingiva


Pada pubertas, hamil, gangguan nutrisi, penyakit hematologik (leukemia, trombositopenia)
Pregnancy Tumor (Angiogranuloma Gingiva) berhubungan dengan perubahan hormonal saat hamil

musay_trcp

11

Infeksi odontogenik

Periodontitis Penyebaran gingivitis ke


daerah sekitar membran periodontal, tulang alveolar dan sementum gigi Alveolar Pyorrhea : periodontitis kronis cairan purulen mengalir dari sulkus gingiva

musay_trcp

12

Penyakit Mukosa Mulut


Normal : epitel berlapis skuamosa Lapisan epitel Mukosa bukal tidak berkeratin, Mukosa lidah / gingiva sedikit berkeratin Mukosa rongga mulut terdiri 3 lapisan epitel yaitu Germinativum, Spinosum & Korneum

Kelainan perkembangan

Adanya kelenjar sebasea di bawah mukosa bukal Hiperplasia kelenjar mukosa (Adenomatosis Oris) Fibrotik frenulum lidah (Ankyloglossia)
musay_trcp 13

Penyakit - penyakit Traumatik


Karena makanan keras / tajam, penderita neurosis, kimia Sembuh 10 14 hari !!! Ulkus dalam & degenerasi keganasan

Penyakit penyakit Infeksi

Flora rongga mulut dapat menjadi patogen dan terjadi : a) Necrotizing gingivitis E/ : defisiensi imun, terapi b) Kandidiasis radiasi, kemoterapi

musay_trcp

14

Peny Sifilis, TBC & Lepra pada Mulut


Sifilis: terjadi dalam semua stadium Chancre of the lip, ulkus lebar pada bibir, tak mau sembuh perlu biopsi Sifilis sekunder erupsi makulo-papuler Sifilis tertier guma palatum / glositis luetika lidah (Smooth atrofi) Sifilis prenatal gigi hipoplastik (Hutchinson)
Tuberkulosis : ulkus / nodul-nodul yang menonjol pada mukosa mulut Lepra : diagnosis sulit bila tidak disertai lesi lepra kulit biopsi !
musay_trcp 15

Infeksi Virus
Stomatitis Herpetik Klinis : gingivitis akut, erupsi vaskuler, lidah berselaput, limfadenopati lokal Mikroskopik : degenerasi epitelial, inti hiperkromatik, multilobuler, inti besar (khas oleh virus) Herpes Labialis : oleh virus Herpes tipe I
Herpangina Oleh virus Koksakie A Klinis : orofaringitis akut, lesi vaskuler palatum dan jaringan rongga mulut belakang30
musay_trcp 16

Infeksi Jamur
Terutama kandidiasis (Thrush) Klinis : bercak-bercak / fokal-fokal putih pada mukosa mulut Mikroskopik : destruksi epitel, hifa / spora kandida (+)

musay_trcp

17

Penyakit Otoimun
Systemik Lupus Erytematosus (SLE) Ulkus non spesifik
Pemfigus Lesi vesikobulosa Khas : Akantholisis vesikulasi intraepitelial karena kehilangan desmosom terlepasnya lapisan epitelial dari lapisan spinosum ; sedangkan stratum basal & korium tetap bersatu Pemfigoid Membran Mukosa Mikroskopik : vesikulasi subepitelial
musay_trcp 18

Penyakit Otoimun

Chronic Discoid Lupus Erythematosus


Plak putih / ulserasi Mikroskopik : parakeratosis, degenerasi hidropik lapisan basal, infiltrasi limfosit perivaskuler di daerah korium & degenerasi kolagen

musay_trcp

19

Reaksi obat-obatan
1. 2.

3.

4.
5. 6. 7. 8.

Stomatitis venenata Reaksi alergik yang menyertai penyakit sistemik Reaksi toksik Reaksi idiosinkrasi Black tongue Eritema multiforme Sindrom Steven Johnson Edema angioneurotik
musay_trcp 20

Penyakit genetik
Jarang, antara lain : White Sponge Nevus Neurofibromatosis Von Recklinghausen Penyakit Osler Weber Rendu (Herediter Hemorrhagic Teleangiectasis)

Tumor like lesion


(Lesi menyerupai tumor)

Mukokel Ranula Kista dermoid Granuloma piogenik Giant cell granuloma

musay_trcp

21

Tumor jinak rongga mulut


Terutama : Fibroma, Hemangioma Angioma seluruh lidah Makroglosia Lesi lebih besar : Angiomatosis Tumor jinak lain : Neurofibroma Papiloma Schwannoma Limfangioma Nevus Lipoma Adenoma, Pleomorfik adenoma

musay_trcp

22

Tumor ganas rongga mulut


Terutama : Ca. epidermoid (sel skuamosa) 97% 38% bibir bawah, 22% lidah, 17% dasar mulut Klinis : papiloma yang ulseratif Mikroskopis macam-macam derajat differensiasi : Lesi bibir bawah differensiasi baik Lesi lidah differensiasi buruk / anaplasia 2 3% : Adenokarsinoma dari kelenjar liur submukosa
musay_trcp 23

Penyakit Rahang
Penyakit kelainan pertumbuhan

Celah palatum Mikrognathia & Hipoplasia rahang Osteomielitis

Jarang di rahang Osteomielitis kronis non spesifik Radang spesifik : TBC, Sifilis
musay_trcp 24

Penyakit Rahang

Penyakit peyakit kista Kista Radikuler akibat peradangan Kista Folikuler (Odontogenic Developmental Cyst) Kista Fisura Kista Dentigerous

Semua kista dilapisi oleh epithelial : epitel skuamosa berlapis, non keratin. Dibawahnya jaringan ikat fibrosa
musay_trcp 25

Penyakit Rahang

Tumor tumor Odontogenik

Odontoma Keras & Lunak


Odontoma keras : kalsifikasi >>, unsur-unsur gigi (+) Rontgen : Compound Composite Odontoma Unsur gigi lengkap Complex Composite Odontoma Unsur gigi tidak teratur
Odontoma lunak Terdiri dari Odontogenic Fibromyoma Fibroma Ameloblastik musay_trcp

26

Penyakit Rahang
Tumor tumor Odontogenik

Ameloblastoma
Destruktif, tidak bermetastase Mikroskopik : Genjel genjel epitel ameloblastik dengan pinggir terdiri dari sel-sel kuboid / kolumner Tengah : sel-sel retikulum bentuk bintang sering nekrotik Polikistik Bila alami keratinisasi Ameloblastoma Akantomatosa Bila sel retikulum menghilang bentuk seperti kelenjar Adenoameloblastoma tidak seagresif ameloblastoma
musay_trcp 27

Penyakit Rahang
Tumor tumor Odontogenik

Melanoameloblastoma
Tumor neuroektodermal melanotik dari infant Jinak, invasif lokal, tidak rekurent post operasi

Tumor tumor non Odontogenik jinak


Hemangioma; Miksoma; Fibroma; Neurofibroma; Tumor sel raksasa (True Giant Cell Tumor) Tumbuh membentuk cabang-cabang ke dalam trabekula tulang tertinggal waktu operasi rekurensi
musay_trcp 28

Penyakit Rahang
Tumor tumor Non Odontogenik Ganas

1. Primer sangat jarang Fibrosarkoma, Osteogenik sarkoma, Khondrosarkoma,Limfoma, Neurogenik sarkoma, Angiosarkoma, dll 2. Sekunder (metastase) pada rahang Lebih sering Tumor metastase dari mammae, paru, ginjal, kolon, dll. > 85% kena mandibular 3. Metastase pada jaringan lunak rahang Sangat jarang
musay_trcp

29

Penyakit penyakit tulang metabolik


1. Displasia Fibroma
2. Penyakit Paget tulang 3. Histiositosis 4. Hiperparatiroidi 5. Osteofibrosis

musay_trcp

30

Penyakit penyakit kelenjar liur


1.

Xerostamia (mulut kering)

Akibat mekanisme fisiologik : obat-obatan simpatomimetik, degenerasi kelenjar akibat radiasi, atrofi usia lanjut, dll. Penyakit infeksi akut : Mumps jarang xerostamia Penyakit akibat sumbatan duktus kelenjar liur fungsi kelenjar tidak rusak

2. Sumbatan Duktus Glandularis

Sering : sumbatan pada Ductus Stensen & Wharton, oleh batu / fibrosis setelah peradangan predisposisi penyebaran retrograde bakteri rongga mulut
musay_trcp 31

Neoplasma kelenjar liur

Frekuensi :
Kelenjar parotis 75 80% Kelenjar submandibula 10 20% Kelenjar liur kecil 5 15% (terutama palatum)

Tumor tumor epitelial :


Adenoma pleomorfik, monomorfik Mukoepidermoid tumor Tumor sel asinik Karsinoma : adenoid kistik, adenokarsinoma, Epidermoid & Takmusay_trcp berdiferensiasi

32

Neoplasma kelenjar liur

Tumor tumor jinak


1. Adenoma Pleomorfik

: kelenjar liur besar, terdiri dari komponen epitel dan mioepitel Matriks : mukoid, miksoid, jaringan ikat khondroid, kadang-kadang jaringan tulang rawan, tulang, sel skuamosa, kelenjar = Mixed Tumor - campuran epitel dan mesenkhim Makroskopik : tak bersimpai, ukuran 1 6 cm, dibawah kelenjar liur, putih kekuningan, lunak seperti daging Mikrosopik : unsur2 epitel, mioepitel, mesenkhimal
musay_trcp 33

Neoplasma kelenjar liur


Tumor tumor jinak

2. Adenolimfoma (Tumor Warthin, Lymphomatosa)

Terdiri dari : kista / kelenjar dilapisi epitel silindris (kolumner) dan jaringan limfoid banyak mengandung senter germinal Asal : unsur epitel menjadi tumor jinak unsur limfoid unsur limfoid

3. Adenoma lainnya

Dari 1 unsur : adenoma monomorfik Adenoma oksifilik, Adenoma tubuler, Adenoma Sel Basal & Adenoma Sel Clear
musay_trcp 34

Neoplasma kelenjar liur

Tumor tumor ganas kelenjar liur


1.

Tumor Mukoepidermoid
2 7% Terdiri dari sel skuamosa, sel yang memproduksi musin dan sel dengan diferensiasi intermediet Makroskopik : bersimpai, : padat/kistik /semikistik Mikroskopik : terdiri dari sel-sel seperti diatas membentuk kelompok sel-sel tumor yang dibatasi jaringan ikat fibrosa Pada diferensiasi kurang : padat, unsur epitel , mitosis , invasi perineural dan saluran limfe
musay_trcp 35

Neoplasma kelenjar liur


Tumor tumor ganas kelenjar liur

2. Tumor sel asinik


Terdiri dari sel-sel asini yang jernih (serous), parotis Asal : sel-sel multipotensial duktus Makroskopik : Adenoma Pleomorfik, + nekrosis perdarahan Mikroskopik :
kadang bentuk kelenjar, kadang parotis normal Terdiri dari kista-kista kecil, ke dalamnya menonjol papil-papil sel tumor Sel-sel tumor bentuk poligonal / bulat, inti kecil, mitosis jarang, infiltrasi masif sel limfoid ke stroma
musay_trcp 36

Neoplasma kelenjar liur


Tumor tumor ganas kelenjar liur

3. Karsinoma Adenoid Kistik (Silindroma)


Parotis, paling ganas Makroskopik : infiltratif, menginvasi kelenjar sekitar, putih keabuan, kenyal Mikroskopik : sangat bervariasi tubuler / kribriform / padat
Asal sel tumor : mioepitel Tipe kribriform khas untuk karsinoma adenoid kistik
musay_trcp 37

Neoplasma kelenjar liur


Tumor tumor ganas kelenjar liur

4. Karsinoma in Pleomorphic Adenoma

2 10% menjadi prekanker Disebut Malignant Mixed Salivary Gland Tumor Tumor jinak alami transformasi keganasan Unsur epitel : sering menjadi ganas

musay_trcp

38

Neoplasma kelenjar liur


Tumor tumor ganas kelenjar liur

5. Karsinoma lain kelenjar liur


Adenokarsinoma Ca. epidermoid Undiff. Ca jarang

Necrotizing Sialometaplasia

Lesi jinak palatum, klinis menyerupai ulkus Mikroskopis : nekrosis kelenjar mucin diganti jaringan granulasi, jaringan ikat
musay_trcp 39

Gastrointestinal
ESOFAGUS = KERONGKONGAN
tabung muskularis hubungan faring - gaster Dilapisi epitel skuamosa bertingkat (gepeng berlapis) 1/3 atas: otot seran lintang, 2/3 bawah: otot polos PATOLOGI : Klinis lesi esofagus: Disfagia, Heartburn Penyakit Esofagus: 1. Karsinoma Esofagus 2. Varises Esofagus 3. Akhalasia, Esofagitis, Hiatus Hernia musay_trcp

40

Kelainan Kongenital

1. Atresia & Fistula


Dekat Bifurkasio Trakhea, 80-90%

Skema Atresia & Fistula Esofagus

2.

Stenosis
Penyempitan abnormal esofagus & menetap Etiologi: bawaan, skleroderma, sikatriks musay_trcp 41

Penyakit-penyakit yang Berhubungan dgn Gangguan Motorik 1. Akhalasia : gangguan motilitas esofagus = Kardiospasme 3 kelainan: gangguan peristaltik, gangguan relaksasi sfingter inferior esofagus, peningkatan tonus basal sfingter inferior esofagus Etiologi ?? Peny. Chagas Esofagus diatas daerah penyempitan membesar, otot-otot normal/ menebal/ menipis, mukosa ulseratif, meradang fibrotik, leukoplak
musay_trcp 42

2. Ring & Web pada Esofagus Penebalan melingkar (anuler) esofagus


1. WEB: penebalan diatas bifurkasio trakhea 2. RING: penebalan dibawah bifurkasio trakhea

3. Hiatus Hernia 2 type:


1. Sliding Hernia: 80-90% 2. Rolling Hernia

4. Sindroma Mallory-Weiss (Laserasi Esofagus)


1. Laserasi longitudinal, mukosa esofagus sampai mukosa gaster
musay_trcp 43

Peradangan Esofagus Esofagitis


Faktor2 esofagitis : Refluks esofagitis, intubasi gaster lama, iritasi, radiasi, sitostatik, dll

Divertikula
Benjolan keluar dinding esofagus, 2-4 cm 3 tempat : Tepat diatas sfingter esofagus superior (Divertikulum Zenker) Dekat bagian tengah esofagus Tepat diatas sfingter esofagus inferior

Skleroderma (Systemic Sclerosis)


musay_trcp

44

Penyakit-penyakit Vaskuler Varises: Hipertensi portal saluran2 Bypass, kolateral: cabang-cabang hubungan V.cava sist portal Bila aliran portal dialihkan ke V.coronaria lambung bendungan V.submukosa esofagus Penyebab tersering hipertensi portal: Sirosis Hati
musay_trcp 45

Tumor-tumor Esofagus Tumor jinak jarang Biasanya dari unsur mesenkhial, < 3 cm >>: leiomioma fibroma, lipoma, hemangioma Tumor Ganas >> Karsinoma Sel Skuamosa Adenokarsinoma: 5-10% Karsinoma tidak Berdifferensiasi; 5-10%
musay_trcp 46

Karsinoma Esofagus
10% keganasan sal. Cerna >>: usia 50 tahun, (90%) Etiologi & Patogenesis ?? : Esofagitis, Akhalasia, Striktura Barrett Esofagus 10% Adenokarsinoma Faktor lingkungan: alkohol, rokok, makanan iritan

Lokasi:

50%: 1/3 tengah esofagus 30%: 1/3 bawah esofagus 20%: 1/3 atas esofagus
musay_trcp 47

Morfologi: Penebalan mukosa, plak kecil, putih keabuan Lanjut: polipoid (60%), nekrotik ulseratif (25%)
Mikroskopis: 60-70% Ca.skuamosa, berdifferensiasi baik/ kurang 5-10% Adenokarsinoma dari kelenjar musin/ Barrettes Sisa: Undiff: sel-sel besar, pleomorfik, sel Oat
musay_trcp 48

Stadium I. Terbatas pada esofagus, panjang <5 cm II. Terbatas pada esofagus, panjang >5 cm, masih dapat dioperasi III. Kena esofagus & jaringab sekitar, panjang>10 cm, inoperable IV. Stad III (+) perforasi, fistula, meta Gambaran Klinis: Disfagi, BB , perdarahan esofagus, infeksi Angka harapan hidup 5-10%
musay_trcp 49

GASTER (lambung, Stomach)


Normal: Anatomi: kardia, fundus,korpus, pyloric antrum, pilorus 3 daerah sekresi: Kardia musin Korpus sel Chief pepsin sel Oksintik parietal HCl sel duktus musin Pilorus gastrin
musay_trcp 50

Sel lain: sel endokrin:


1. Sel Argentafin: dapat mengikat perak = sel kromafin, ok dapat berreaksi dengan kromafin 2. Sel Argirofil: hanya sedikit mengikat perak

Proses sekresi cairan lambung:


1. Fase sefalik: melihat, cium, rasa, kunyah, telan 2. Fase gastrik: 3. Fase intestinal; sejak makan di proximal usus halus

Histamin rangsang produksi asam lambung

Histamin endogen : ada dalam tubuh, dikeluarkan oleh Sel mast musay_trcp 51 Simetidin: H. reseptor inhibitor, hambat kerja Histamin

Kelainan Kongenital
1. Hernia Diafragmatika kelemahan sebagian/ seluruh diafragma
Isi:Gaster, sebagian/ seluruh usus halus, kolon Klinis: mula2 tanda gejala sesak

2. Stenosis Pilorus penyempitan lumen pilorus, sejak lahir/ dewasa

Penyakit lain
1. Divertikula Gaster biasa di Antrum, Kardia 2. Dilatasi Gaster : Organik, fungsional 3. Ruptur Gaster musay_trcp

52

PERADANGAN
GASTRITIS

1. Gastritis akut sebagian/ keseluruhan dr :


G.A Peradangan, G.A Hemoragika, G.A Erosiva, G.A Erosiva akibat stress peradangan akut mukosa gaster

Patogenesis:
Produksi as.lambung , difusi balik ke mukosa prod.bufer bikarbonat aliran darah akumulasi ion H kerusakan barier mukosa lambung

Etiologi:
Aspirin, alkohol, rokok, stres, kemoterapi, dll musay_trcp
53

2. Gastritis Kronis sering: di antrum/ fundus ok. Gastritis


akut berulang

Morfologi:
Awal = gastritis akut kronis: 3 fase G. Superfisialis kronika G. Atrofi Atrofi Gaster

musay_trcp

54

Perubahan fungsi

Destruksi progresif sel-sel parietal produksi as. lambung Akhlorhidria Insidensi : - usia setengah baya, usia tua - o>, familial

Hipertropi Gaster jarang 3 bentuk:


1. Peny. Menetries: Hiperplasia mukosa gaster 2. Hipersekresi Gastropati 3. Hiperplasia kelenjar gaster
Bentuk lain Gastritis : Gastritis Granulomatosa Gastritis eosinofilik
musay_trcp 55

Erosi Gastrik akut & Ulserasi Gastrik akut


Destruksi akut mukosa gaster yg fokal, singel/ multipel, biasa stl stres berat
Ulkus Curling: kerusakan mukosa gaster berhubungan dg kelainan intrakranial

musay_trcp

56

ULKUS PEPTIKUM
Kronis, soliter, di semua tempat GI tract Ok. Aksi agresif asam peptik Lokalisasi: duodenum (>>), gaster (antrum) esofagus

Epidemiologi: Hilang timbul, usia setengah baya & usia tua Ulkus di duodenum o : = 3:1 di gaster o : = (1,5-2):1 Patogenesis ?? Diduga kadar kalsium merangsang sekresi gastrin sekresi as.lambung
musay_trcp 57

Patogenesis Ulkus Peptik diduga: 1. Sekresi pepsin asam ulkus duodenum, gaster 2. Gangguan keseimbangan antara aksi agresif pepsin asam & pertahanan normal mukosa gaster/ duodenum 3. Asam & pepsin >> ulkus duodenum Daya tahan mukosa lambung rusak ulkus gaster 4. Helicobacter pilori !! Ulkus gaster
musay_trcp 58

MORFOLOGI ULKUS GASTER & ULKUS DUODENUM Makroskopis: Ulkus gaster & duodenum hampir sama 80% soliter Sindroma Zollinger-Ellison lesi multipel
Lokalisasi: ddg anterior duodenum > ddg posterior Ukuran ulkus peptikum kecil,50% < 2cm Bentuk: bulat oval, tepi tajam
musay_trcp 59

Tgt dari tingkatan lesi, ulkus dibagi mjd: A. Tipe erosi hemoragik B. Tipe ulkus peptikum akut C. Tipe ulkus pepetikum subakut D. Tipe ulkus peptikum kronis

musay_trcp

60

Ulkus Duodenum
Akut multipel, kronis soliter Ddg anterior & posterior, 2 ulkus berhadapan kissing ulcer

Komplikasi untuk subakut & kronis: Cekungan, kontraksi, stenosis pilorus ulkus besar Hour Glass Stomach
musay_trcp 61

Skema terjadinya Ulkus Peptikum


A. Pada keadaan normal: keadaan keasaman lambung yang Seimbang dengan pertahanan mukosa lambung B. Pertahanan mukosa lambung Rusak karena Hiperasiditas atau karena NSAID sehingga terjadi ulkus di mukosa lambung C. Ulkus lama peradangan

kronis Helicobacter pylori masuk melalui barier mukosa lambung


musay_trcp

62

Tumor Gaster
Tumor Jinak *Leiomioma kecil, batas tegas, dari otot polos, jarang menonjol ke permukaan, <2cm *Polip tipe hiperplastik, inflamasi:80-90% kas polip adenoma Mikro: kelenjar hiperplasia dilapisi sel2 = mukosa gaster
musay_trcp 63

Polip Hiperplasia: lesi non neoplasma, tdk pernah jadi ganas Polip Adenoma : lesi neoplasma (True Neoplasm) 18-75% ganas; 80%> 2cm
Makros: Bentuk sesil, flat/ bertangkai besar, jarang multipel Mikros: Massa padat hemoragik tdd sel2 displastik

Th/ Polipektomi
musay_trcp 64

Pankreas Aberan pada Mukosa Gaster <1cm, massa submukosa menonjol ke ermukaan mukosa

Tumor Ganas
90-95% karsinoma, 2% leiomiosarkoma, 3% limfoma KARSINOMA 15% dari seluruh kematian oleh keganasan usia >>: 60-70 th, o:=2:1
musay_trcp 65

Faktor Predisposisi: Ulkus peptikum Bahan makanan: alkohol, nikotin Tumor2 jinak: papiloma, adenoma Metaplasia intestinal & gastritis atrofi
Lokasi: Pilorus/ antrum pilorus (50%), kurva minor (25%)
musay_trcp 66

MORFOLOGI: 5 bentuk pertumbuhan 1. Early gastric Ca. (Ca.Superficial) 2. Karsinoma fungating 3. Ulseratif infiltratif 4. Karsinoma polipoid 5. Karsinoma difus infiltratif
Berdasarkan sifat biologik: 1. Karsinoma ekspanding 2. Karsinoma infiltrasi
musay_trcp 67

Presentase tipe tumor berdasarkan bentuk makroskopik karsinoma gaster:


Makrokopis Polipoid Superficial Ulserasi Fungating Difus Ekspanding Ca. 100% 100% 57% 96% 9%
musay_trcp

Ca.infiltratif 0% 0% 43% 4% 91%


68

Prognosis tipe ekspanding>baik Metastase ke KGB regional 80-90% liver, paru, peritoneum 20-40%, ke ovarium: 10% Krukenberg Gambaran klinik:
BB , abdomen sakit, anoreksia, muntah

musay_trcp

69

Ulkus Jinak

Ulkus Ganas
Tua Jarang sp tahunan jarang Kurv. Major pilorus

Usia penderita Lama gejala Jenis kelamin Lokasi lesi

Ukuran lesi Respon therapy Foto R

Muda Bbrp mg th Terutama >> kurv.minor dari pilorus/ pre pilorus Biasanya <2cm Baik, dgn th/ adekuat Bercak teratur, tdk kena daerah sekitar

Biasanya >4cm Biasanya refrakter Defek, tepi irreguler, jaringan sekitar kena

musay_trcp

70

Tumor Sel Endokrin = Argentafinoma = Karsinoid Jarang pada gaster, morfologi & sifat = usus halus, kolon Infiltratif, metastatik, agresif Limfoma Gastrointestinal Biasanya sekunder, bisa primer Morfologi: 1 segmen, >>: lesi infiltratif, tepi menonjol, polipoid, berlobi, tumbuh ke lumen Prognosis > baik dari Ca. Lambung
musay_trcp 71

Sarkoma Jarang; sering: Leimiosarkoma, fibrosarkoma, sarkoma endotel Leiomiosarkoma Semua umur, & o Pertumbuhan benjolan submukosa, kdg menonjol ke lumen; ulserasi + Tumor2 Metastase Jarang Bila ada, dari payudara, melanoma maligna Multipel, kena submukosa & muskularis mukosa
musay_trcp 72