Anda di halaman 1dari 8

26 Pengaruh Konsentrasi Katalis Enzim Glukoamilase (Aspergillus Niger) pada Reaksi Simultan Sakarifikasi dan Fermentasi (Saccharomyces Cerevisiae)

Pembuatan Bioetanol Dari Sorgum (Sorghum Bicolor L.)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1. Rancangan Penelitian Langkah-langkah dalam penelitian dapat digambarkan dengan bagan sebagai berikut :
Biji sorgum Pengeringan Penggilingan Pengayakan Tepung sorgum Larutan buffer fosfat pH 6,9 Gelatinasi Likuifikasi

Enzim Alpha-amilase

Filtrasi Filtrat

Ampas

Enzim glukoamilase
Yeast Saccharomyces cerevisiae dan nutrien (Urea dan NPK) _

SSF

CO2

Filtrasi

Ampas

Filtrat
Distilasi air

Etanol

Jurusan Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

27 Pengaruh Konsentrasi Katalis Enzim Glukoamilase (Aspergillus Niger) pada Reaksi Simultan Sakarifikasi dan Fermentasi (Saccharomyces Cerevisiae) Pembuatan Bioetanol Dari Sorgum (Sorghum Bicolor L.)

3.2. Bahan dan Alat 3.2.1. Bahan-bahan yang digunakan a. Sorgum b. Larutan buffer fosfat pH 6,9 c. Enzim Alpha-amilase d. Enzim glukoamilase
e. Yeast Saccharomyces cerevisiae

f. Nutrien (Urea dan NPK) 3.2.2. Alat-alat yang digunakan a. Rangkaian alat likuifikasi b. Rangkaian alat sakarifikasi dan fermentasi simultan c. Rangkaian alat distilasi Rangkaian alat bisa dilihat pada gambar berikut : Keterangan: 1. pendingin 2. motor pengaduk 3. pengaduk merkuri 4. labu leher tiga 5. pemanas mantel 6. statif 7. termometer 8. klem

Jurusan Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

28 Pengaruh Konsentrasi Katalis Enzim Glukoamilase (Aspergillus Niger) pada Reaksi Simultan Sakarifikasi dan Fermentasi (Saccharomyces Cerevisiae) Pembuatan Bioetanol Dari Sorgum (Sorghum Bicolor L.)

Gambar III.1 Rangkaian alat likuifikasi Keterangan :


1 2 3 4 5 6

1. Selang pengambilan sampel 2. Shaker bath 3. Erlenmeyer 4. Selang CO2 5. Gelas Beaker 6. Filter udara

Gambar III.2 Rangkaian alat sakarifikasi dan fermentasi simultan

Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. 6.
1 5 6 4 3 2

Termometer Statif Pendingin balik Kran refluks Labu leher tiga Pemanas mantel

Gambar III.3 Rangkaian alat distilasi

Jurusan Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

29 Pengaruh Konsentrasi Katalis Enzim Glukoamilase (Aspergillus Niger) pada Reaksi Simultan Sakarifikasi dan Fermentasi (Saccharomyces Cerevisiae) Pembuatan Bioetanol Dari Sorgum (Sorghum Bicolor L.)

3.3. Langkah Percobaan 3.3.1. Persiapan Alat dan Bahan Baku a. Sterilisasi alat Semua alat disterilisasi dengan autoklaf pada tekanan 15 psia suhu 121C selama 15 menit. Kemudian dikeluarkan dan dilakukan pendinginan. b. Pembuatan tepung sorgum c. Biji sorgum dilepaskan dari tongkolnya. Mengeringkan biji sorgum sampai kering. Menggiling sorgum hingga berbentuk tepung. Mengayak tepung dengan screener agar ukuran sama. Membuat larutan Natrium fosfat monobasis (NaH 2PO4.2H20) dengan melarutkan 6,95 gr dalam aquades sampai 250 ml. Membuat larutan Natrium fosfat dibasis (Na2HPO4.2H2O) dengan melarutkan 8,1898 gr dalam aquades sampai 250 ml. Mencampur 180 ml larutan Natrium fosfat monobasis dan 180 ml larutan Natrium fosfat dibasis, kemudian mengencerkannya sampai 800 ml. 3.3.2. Gelatinasi a. b. Menimbang pati dengan berat 96 gram dan melarutkan dalam 800 ml buffer fosfat pH 6,9. Memasukkan dalam labu leher tiga. Mengaduk dengan magnetic stirer 5 menit sampai homogen, kemudian memanaskan sampai terbentuk bubur/ gelatin (suhu 90oC).

Pembuatan larutan buffer fosfat pH 6,9

Jurusan Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

30 Pengaruh Konsentrasi Katalis Enzim Glukoamilase (Aspergillus Niger) pada Reaksi Simultan Sakarifikasi dan Fermentasi (Saccharomyces Cerevisiae) Pembuatan Bioetanol Dari Sorgum (Sorghum Bicolor L.)

3.3.3. Likuifikasi a. b. Mengkondisikan gelatin untuk enzim alpha-amilase sehingga pH 6,9 dan suhu 80oC. Memasukkan 2 ml enzim alpha-amilase ke dalam gelatin dan menghitungnya sebagai jam ke nol. Selama reaksi (2 jam), tetap melakukan pengadukan dan suhu dibuat konstan. 3.3.4. Reaksi Simultan Sakarifikasi dan Fermentasi a. Mengkondisikan larutan (turunkan suhu dan pH) untuk enzim glukoamilase sehingga suhu 30oC dan pH 4,5 dengan menambahkan asam sitrat 1 M. Kemudian memasukkan larutan tersebut ke dalam erlenmeyer 1000 ml. b. Pembuatan Starter Mengambil larutan dari erlenmeyer sebanyak 3-10 % dari larutan dan ditambahkan nutrient (urea dan NPK) dan yeast Saccharomyces cerevisiae. c. Memasukkan enzim glukoamilase (dengan variasi 4 ml, 8 ml, 10 ml, 12 ml untuk setiap 200 ml larutan) dan starter ke dalam erlenmeyer dan menghitungnya sebagai jam ke nol. Erlenmeyer ditutup rapat dan dihubungkan dengan selang plastik yang telah dihubungkan dengan filter udara. Selama reaksi (6 jam), tetap melakukan pengadukan di dalam shaker bath dan suhu dibuat konstan (30oC).

Jurusan Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

31 Pengaruh Konsentrasi Katalis Enzim Glukoamilase (Aspergillus Niger) pada Reaksi Simultan Sakarifikasi dan Fermentasi (Saccharomyces Cerevisiae) Pembuatan Bioetanol Dari Sorgum (Sorghum Bicolor L.)

3.3.5. Analisa Kadar Glukosa Metode Shafer Somogy a. Pembuatan dan standarisasi larutan Natrium thiosulfat 0,1 M Persiapan larutan standar Melarutkan 1,25 gr Na2S2O3 dengan 500 ml aquades. Mendidihkan selama 5 menit. Botol untuk menyimpan adalah botol gelap. Standarisasi Menimbang dengan tepat 0,2-0,23 gr K2Cr2O7 (sebelumnya ditimbang, keringkan dulu dalam oven 1000C selama 2 jam). Menempatkan dalam erlenmeyer 250 ml, tambahkan 80 ml larutan yang berisi 2 gr KI (melarutkan 2,5 gr KI dalam 100 ml aquades). Tambahkan 20 ml larutan HCl 1 M dan tempatkan dalam ruang gelap selama 10 menit. Kemudian titrasi dengan larutan standar Na2S2O3 0,1 M dengan indikator amilum. Molaritas Na2S2O3 b. Pembuatan reagen (a) Reagen Shaffer Somogyi carbonat 50, 5 gr KI. Larutkan masing-masing 25 gram Na2CO3 dan Kalium Natrium Tartrate.4H2O dengan 500 ml aquades dalam gelas beker 1 L. Aduk dan tambahkan 75 ml larutan CuSO4.5H2O (kadar 100 gr/L). Larutkan 20 gr NaHCO3 dan 5 gr KI. Pindahkan semua larutan diatas dalam labu ukur 1L kemudian tambahkan 250 larutan KIO3 0,0167M (3,567 gr KIO3 yang =
gr K 2 Cr2 O 7 x 1000 mL Na 2 S 2 O 3 x 49.032

Jurusan Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

32 Pengaruh Konsentrasi Katalis Enzim Glukoamilase (Aspergillus Niger) pada Reaksi Simultan Sakarifikasi dan Fermentasi (Saccharomyces Cerevisiae) Pembuatan Bioetanol Dari Sorgum (Sorghum Bicolor L.)

dilarutkan dalam 1L aquades). Kemudian tepatkan volumenya sampai tanda batas dengan aquades. (b) Larutan iodide oksalat Larutkan 2,5 gr KI dan 2,5 gr K 2C2O4 dengan aquades dan encerkan sampai 100 mL. Larutan dalam keadaan fresh setiap minggunya. (c) Larutan Thiosulfat standar Siapkan setiap hari 0,005M dari stok larutan standar Thiosulfat 0,1M. (d) Indikator amilum Mendidihkan aquades 100 ml kemudian menambahkan 0,5 gram amilum yang telah dilarutkan dalam sedikit aquades. c. Analisa sampel dengan menggunakan metode Shafer Somogy Mengambil 5 ml larutan dan menambahkan 5 ml reagen (a) dan 30 ml aquades. Mendidihkan selama 2 menit. Kemudian mendinginkan. Menambahkan masing-masing 2 ml reagen (b) dan 3 ml H 2SO4 1M. (larutan jangan digojog kalau belum ditambah asam sulfat). Kemudian larutan digojog setelah ditambah asam sulfat. Menitrasi dengan 0,005 M Na2S2O3 dengan indikator amilum (3 tetes) sampai larutan menjadi bening. Membuat blanko dengan menggunakan 5 ml aquades dengan perlakuan sama dengan sampel. Kurangi volume titrasi blanko dengan titrasi sampel dan plotkan dalam tabel untuk mengetahui kadar glukosa dalam 5 ml larutan sampel tersebut.

Jurusan Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta

33 Pengaruh Konsentrasi Katalis Enzim Glukoamilase (Aspergillus Niger) pada Reaksi Simultan Sakarifikasi dan Fermentasi (Saccharomyces Cerevisiae) Pembuatan Bioetanol Dari Sorgum (Sorghum Bicolor L.)

3.3.6. Proses Distilasi a. Larutan hasil fermentasi kemudian didistilasi. Proses distilasi dilakukan pada suhu 80oC, karena titik didih etanol 78oC dan titik didih air 100oC. Selanjutnya hasil distilasi dianalisis kadar alkoholnya. b. Analisa kadar etanol menggunakan picnometer Menimbang picnometer kosong (a gram) Mengisi picnometer dengan aquadest dengan berat jenisnya (). Menimbang picnometer yang telah diisi aquadest (b gram). Menghitung volume picnometer yang sebenarnnya.
V picnometer = (b a ) gram

aquadest

Mengisi picnometer dengan larutan etanol hasil destilasi yang akan diuji kadar etanolnya. Menimbang picnometer yang telah diisi larutan etanol (c gram). Menghitung berat jenis larutan etanol hasil distilasi
larutan etanol =
(c a ) gram V picnometer

Setelah diketahui berat jenis larutan etanol tersebut, kadar etanol dihitung dengan menggunakan Tabel Perry.

Jurusan Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta