Anda di halaman 1dari 10

PEMBERIAN OBAT PADA GANGGUAN GINJAL

Ratih

Pendahuluan
Ginjal merupakan organ yg rentan terjadi kerusakan akibat pemakaian obat-obatan maupun zat-zat kimia lainnya, disebabkan karena :

Ginjal mendapat suplai darah terbesar didalam tubuh pengaliran obat-obatan ke ginjal tinggi sekali. Mempunyai permukaan endotel yg sangat luas menjadi tempat pengendapan kompleks imun pd proses imunologik. Sel tubulus permukaan baso-lateral (bagian dalam) maupun permukaan luminal (brush border) sering mengalami kontak dengan obat-obatan Paparan terhadap obat-obatan bertambah bila fungsi ginjal menurun, terjadi karena adanya perlambatan pada eliminasi obat-obat yg potensial bersifat nefrotoksik.

Beberapa keadaan yg dpt menimbulkan disfungsi ginjal akibat obat-obatan adalah : perubahan perfusi ginjal, perubahan filtrasi glomerulus, kerusakan sel tubulus dan obstruksi tubulus.

Mekanisme nefrotoksisitas, terjadi melalui beberapa mekanisme, diantaranya: Efek pada aliran darah ginjal. Efek toksik pada sel tubulus Kelainan Imunologik Obstruksi pada tubulus atau ureter.

Efek toksik obat yg mengenai pembuluh darah ginjal sbbkn pe aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus ; misalnya : endometasin memblokir produksi vasodilator prostaglandin. Zat/obat di tubulus bersinggungan langsung dgn permukaan sel tubulus atau masuk ke sel tubulus pada proses reabsorpsi atau sekresi shg terjadi: ^kerusakan brush border, ^berbagai organel sel, ^inaktivasi enzim misalnya efek toksik aminoglikosida, sefaloridin, logam berat dll.

Bersifat Hapten dan menimbulkan reaksi imunologik pd glomerulus (glomerulonefritis) dan jaringan interstisial (nefritis interstisial akut) misalnya antibiotik metisilin dan rifampisin. Akibat pemekatan filtrat tubulus atau perubahan pH shg terjadi pembentukan kristal, sumbatan dpt terjadi akibat nekrosis sel tubulus atau silinder, ureter dpt tersumbat oleh kristal atau jaringan nekrotik dari papil (papillary necrosis). misalnya obat sulfa

Kerusakan ginjal akibat obat nefrotoksik


Jenis Obat Aminoglikosida Analgesic Efek Nefrotoksik Nekrosis tubulus akut Nefritis intersisial Nekrosis papilla ginjal Amfoterisin-B Kerusakan tubulus dan glomerulus Asidosis tubulus ginjal Sisplatin Nekrosis tubulus akut

Nefritis interstisial
Zat kontras Kerusakan tubulus akut Iskemia ginjal Siklosporin Lesi tubulus interstisial dan glomerulus Gagal ginjal NSAID Penisilin (metilisin) Nefritis interstisial Nefritis interstisial

Prinsip penanggulangan dan Terapi konservatif


Cronik Kidney Disease
glomerular

filtration rate (GFR) 60 ml/minute/1.73m2 atau GFR 60 ml/minute/1.73m2 disertai adanya kerusakan ginjal selama lebih dari 3 bulan.

Hiperurikemia sering terjadi pada CKD dsbbkn o/ me ekskresi asam urat akibat me faal ginjal. Pengaturan diet atau obat seperti allopurinol dpt atasi hal ini. Penggunaan obat-obat nefrotoksik harus dihindari. Antibiotika golongan aminoglikosida bersifat nefrotoksik langsung.

Diuretika secara tidak langsung sbbkn kontraksi cairan ekstraseluler shg me faal ginjal. Obat-obat gol analgetika khususnya gol. penghambat siklooksigenase seperti indometasin, aspirin, dapat secara cepat menurunkan faal ginjal.

Hipertensi pada CKD

Diuretic bermanfaat pd hipertensi akibat kelebihan cairan. Diuretika umumnya menurunkan LFG 10-15%. Obat dari gol. tiazida efektif bila LFG diatas 25-30 ml/menit. Bila LFG dibawah nilai ini, dan kadar kreatinin serum >2 mg/dl, maka dipilih obat dari gol loop diuretic seperti furosemid atau bumetanid. ACE inhibitor seperti captopril dpt memberi perlindungan pd ginjal terutama pd peny. ginjal diabetik, dpt menurunkan proteinuria tanpa memperburuk profil lipid dan gula darah penderita, bahkan memperbaiki sensitivitas jar perifer terutama hati dan otot rangka trhadap insulin. Calcium antagonis seperti nifedipine, amlodipine memberi perlindungan yang cukup baik pada ginjal, juga dilaporkan dpt menurunkan proteinuria, efek netral terhadap profil lipid dan metabolism glukosa.

Efek samping akibat interaksi obatpenyakit


Disease Bladderoutflow obstruction Drugs Anticholinergic drugs Antihistamin Antidepressant Decongestan Flavoxate GI antispasmodics Muscle relaxant Oxybutynin Tolteroxline Posible adverse effects Gangguan pengeluaran urin memicu retensi urin

Chronic renal Impairment

Aminoglycosides NSAIDs

Acute renal Failure