Anda di halaman 1dari 51

ReferaT

INFEKSI
INTRAUTERIN
Oleh: Elvira Cesarena 04.45432.00222.09 Pembimbing: dr. H. Syafardi Ibrahim, Sp.OG

PENDAHULUAN

Infeksi Intrauterin meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada fetomaternal Peningkatan resiko persalinan prematur dan kerusakan otak janin Menurut pemeriksaan histology hal ini mempengaruhi 20% dibandingkan 60% kelahiran prematur Begitupun terdapat hubungan diantara korioamnionitis dengtan cerebral palsy dan leukomalasia periventrikuler kistik yang dilaporkan dengan tinjauan yang unggul

Tujuan
1. Untuk mengetahui patofisiologi terjadinya infeksi intrauterin pada masa kehamilan. 2. Untuk mengetahui akibat yang disebabkan oleh infeksi intrauterin pada kehamilan baik pada segi maternal maupun neonatal. 3. untuk mengetahui penatalaksanaan bagi kondisi infeksi intrauterin.
4

Tinjauan pustaka

Definisi
invasi mikrobial pada kavum amniotik yang simptomatik dan asimptomatik

pecahnya ketuban secara prematur Penyebab utama infeksi infeksi intrauterin yang subklinik ataupun klinik. Penyebab lainnya regangan yang berlebihan pada membran amnion & peregangan uterus yang berlebihan serta kehamilan multipel. tanpa bukti klinis infeksi intrauterin, bakteri pathogen dapat terlihat pada cairan amnion 20% wanita (amniosintesis transabdominal)
7

Infeksi intrauterin berhubungan erat dengan kejadian chorioamnionitis. infeksi ascending dari vagina dan cervik Penyebaran hematogen melalui placenta kontaminasi mikroba iatrogenik (amniosintesis atau pengambilan sampel vili chonionik) migrasi dari kavum abdomen melalui tuba falopiipenyebaran hematogen melalui plasenta
8

Didalam uterus, infeksi bakterial dapat terjadi:


Diantara jaringan maternal dan membran amnion fetus Didalam membran amnion fetus (chorioamnionitis) Didalam placenta Didalam cairan amnion ( infeksi intraamniotik, amnionitis) Didalam tali pusat (funitis) Pada fetus
10

11

mikroorganisme
membran amnion yang intak
Ureaplasma urealyticum Mycoplasma hominis Gardnerella vaginalis Peptosterptococcus species Bacteriodes.

Post ketuban pecah dini


Sterptococcus grup B Escherichia coli .
12

mikroorganisme

13

14

15

Wanita dengan hasil kultur membran yang positif respon inflamasi yang positif diindikasikan dengan penemuan histologist leukositosis pada membran amnion dan adanya konsentrasi yang tinggi interleukin-6 pada cairan amnion fetus memilki kultur darah atau cairan cerebrospinal yang positif saat persalinan

16

17

Vaginosis bakterial
Wanita yang mengalami vaginosis bakterial terjadi penurunan pada spesies lactobacillus normal & peningkatan yang menyeluruh dari berbagai jenis organisme lainnya: G. Vaginalis spesies bacteroides spesies mobiluncus U. Urealyticum M homini mekanismenya masih belum diketahui. Satu-satunya penjelasan yang mungkin adalah aktivasi dari respon inflamasi lokal 18 oleh sitokin atau endotoksin

19

Ureaplasma urealyticum telah dideteksi pada beberapa sampel cairan amnion usia gestasi 15 -18 minggu Kebanyakan wanita ini mengalami persalinan gestasi sekitar 24 minggu konsentrasi yang tinggi dari interleukin6 pada cairan amnion pada usia gestasi 15-20 minggu berhubungan dengan persalinanprematur spontan paling lama 32-34 minggu

20

Jika organisme intrauterin tidak bersih dalam 4 sampai 8 minggu setelah masuk melalui membran ke kavum endometrium pada pertengahan kehamilan infeksi kemudian akan berubah menjadi simptomatik persalinan prematur spontan atau ruptur dari membran amnion
21

22

23

24

Marker infeksi
Tempat infeksi yang sangat baik diteliti adalah cairan amnion (amniosintesis) bakteri yang terkandung cairan amnion dari wanita dengan infeksi intrauterine memiliki kadar glukosa yang rendah jumlah sel darah putih yang tinggi tingginya konsentrasi komplemen C3 dan berbagai sitokin
25

26

Hematogenously Acquired Cytomegalovirus Rubella virus Varicella-herpes zoster virus Variola virus Vaccinia virus Listeria monocytogenes Treponema pallidum Toxoplasma gondii Enteric bacteria Mumps virus Rubeola virus Vibrio fetus Coxsackievirus B

Acquired by Ascending Infection Escherichia coli Streptococcus faecalis Staphylococci -Hemolytic streptococci groups A and B Anaerobic cocci Bacteroides fragilis Candida albicans Herpes simplex virus Clostridium perfringens Listeria monocytogenes 27 Proteus, klebsiella, and

Mekanisme biokimia
Prostaglandin memiliki peran dalam proses inisiasi kelahiran: 1. Prostaglandin dan prekursosrnya, asam arakhidonat, menstimulasi abortus dan partus. 2. Level prostaglandin dan asam arakhidonat didalam cairan amnion meningkat selama proses kelahiran. 3. Inhibitor prostaglandin menahan kontraksi prematur dan menunda mulainya proses kelahiran.
28

29

Persalinan prematur
Persalinan premature adalah masalah utama dalam bidang obstetric saat ini, yang bertanggung jawab kepada 70 persen kematian perinatal dan hampir setengah morbiditas neurologis jangka panjang persentase yang selamat dengan kecacatan mengalami sedikit perubahan sehingga jumlah absolut infan prematur yang selamat dengan kecacatan meningkat
30

31

32

epidemiologi

33

Persalinan prematur

34

35

Kerusakan otak fetus

36

37

38

TNF alfa
meningkatkan permeabilitas dan untuk melewati blood brain barrier TNF alfa juga mengurangi pengambilan oksigen cerebral meningkatkan tekanan intracranial memicu koagulopati intravaskuler yang difus peningkatan permeabilitas kapiler yang menfhasilkan odem cerebral TNF alfa diduga merupakan agen sitotoksik yang poten [pada jaringan neuronal. 39

Disease

Material From Which Etiologic Agent Can be Isolated Urine, biopsy specimen

Serologic Tests Which can Be Performed Indirect hemagglutinatio n Neutralizing antibody Complement fixation Fluorescent antibody

Cytomegalovir us infection Herpes simplex Rubella

Local lesion Pharynx

Neutralizing Material from lesion antibody Syphilis (dark-field examination) Complement fixation Infected tissue Hemagglutination Toxoplasmosis inh. Neutralizing antibody 40 Vesicular fluid Complement

41

42

Melalui aliran darah feto-maternal


Effect on Placenta Severe Agent Vaccinia virus Varicella virus Variola virus Treponema pallidum Listeria monocytogenes Rubella virus Toxoplasma gondii Cytomegalovirus Coxsackievirus B Poliomyelitis virus43

Moderate Mild

Minimal None

44

45

46

47

48

kesimpulan

49

Tidak diketahui bagaimana dan kapan bakteri menginvasi uterus dan apakah infeksi tambahan dengan virus, protozoa atau bakteri lain selain yang telah dijelaskan terlibat dalam persalinan prematur

Karena infeksi saluran genitalia atas sangat asimptomatik, lebih banyak marker pemisah untuk mengidentifikasi wanita dengan infeksi ini untuk pemeriksaan dan intervensi dibutuhkan
50

Terima kasih

51