Anda di halaman 1dari 40

BAB IX PRODUCT COSTING 9.

1 Investasi Pabrik Perusahaan ini berorientasi pada consumer goods karena melakukan kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang atau produk, yaitu nata de pina dari kulit nanas atau minuman sehat untuk memenuhi kebutuhan akan serat. Untuk mengetahui apakah produk nata de pina dari kulit nanas yang akan dipasarkan dapat memberikan keuntungan atau tidak, sebuah analisa ekonomi yang akurat perlu dilakukan. Dalam analisis ekonomi, semua biaya yang dapat mempengaruhi harga jual suatu produk harus dipertimbangkan. Untuk memulai suatu usaha maka akan diperlukan modal awal untuk mendirikan usaha tersebut. Modal awal yang dimaksud adalah investasi yang pada perancangan pabrik ini rencananya akan dibiayai secara swadaya ataupun dengan pinjaman ke bank. Untuk mengevaluasi harga jual produk, diambil beberapa asumsi sebagai berikut : 1. Pabrik nata de pina akan mulai dibangun pada tahun 2014. 2. Pabrik akan dibangun selama 1 tahun dan akan beroperasi pada awal tahun 2015. 3. Nilai sisa properti yang dapat didepresiasikan adalah 10%, kecuali pada nilai sisa bangunan. 4. Untuk menentukan harga pokok penjualan, digunakan asumsi-asumsi sebagai berikut : - Pabrik diasumsikan beroperasi selama 20 tahun - 1 tahun = 300 hari kerja dan 1 tahun terdiri dari 52 minggu - 1 bulan = 25 hari kerja 5. Perhitungan depresiasi menggunakan metode garis lurus Salah satu komponen biaya yang penting untuk diperhitungkan dalam menghitung kelayakan ekonomi dari suatu pabrik adalah biaya investasi pabrik.

85

Investasi pabrik adalah biaya modal yang dibutuhkan untuk dapat membangun fasilitas pabrik dan juaga biaya pra operasi. Komponen dalam perhitungan investasi pabrik adalah biaya peralatan dan infrastruktur pabrik. 9.1.1 Biaya Lahan dan Pengembangan Biaya lahan pabrik Nata de pina dari kulit nanas menggunakan 2% dari biaya investasi pabrik. Pabrik nata de pina dari kulit nanas rencananya dijalankan di bangunan dengan luas 70 x 70 m2, yang terdiri di atas tanah seluas 80 x 70 m2. Harga tanah di lapangan untuk 1 m2 adalah Rp 200.000,- sehingga biaya pembelian tanah sebesar Rp 1.120.000.000,-. Untuk pengembangan lahan pabrik nata de pina akan menggunakan jasa kontraktor untuk mendisain sekaligus merealisasikan desain tersebut menjadi bangunan pabrik. Total lahan yang akan dibangun adalah sebesar 4900 m2 sehingga biaya pembangunan memerlukan biaya Rp 9.800.000.000,-. Sisa tanah seluas 700 m2 digunakan untuk lahan hijau dan parkir kendaraan distribusi. 9.1.2 Biaya Pembelian Alat Biaya pengadaan peralatan produksi merupakan semua biaya peralatan utama yang berkaitan dengan proses produksi. Biaya pengadaan peralatan produksi ini merupakan Equipment Cost (EC). Untuk menentukan kapasitas alat yang digunakan, dasar yang digunakan adalah tabel mengenai scheduling peralatan dan juga kapasitas produksi setiap harinya. Setiap peralatan produksi memiliki biaya pengiriman dan biaya pemasangan selain harga satuan alat tersebut. Biaya pengiriman dianggap 10% dari harga satuan dan biaya pemasangan 10% dari biaya pengiriman. Oleh karena itu, total harga setiap alat produksi adalah harga satuan ditambah biaya pengiriman dan biaya pemasangan. Setiap alat yang digunakan memiliki umur manfaat sebesar 10 tahun dan juga mengalami depresiasi. Perhitungan mengenai total investasi perlatan pabrik nata de pina dapat dilihat pada tabel 9.1 berikut.

86 Tabel 9.1 Total investasi peralatan pabrik

87

Alat

Jumlah

Harga satuan (Rp)

Biaya pengiriman

Biaya pemasangan

Total harga

Umur manfaat (tahun) 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10

Conveyor 1 Hammer mill

Rp10.000.000 Rp1.000.000 Rp1.000.000 Rp6.175.000 Rp617.500 Rp115.000 Rp750.000 Rp250.000 Rp800.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp617.500 Rp115.000 Rp750.000 Rp250.000 Rp800.000 Rp500.000 Rp500.000

Rp12.000.000 Rp7.410.000 Rp1.380.000 Rp9.000.000 Rp3.000.000 Rp9.600.000 Rp6.000.000 Rp6.000.000 Rp4.800.000 Rp6.960.000 Rp4.200.000 Rp24.000.000 Rp6.960.000 Rp24.000.000 Rp12.000.000

1 Disc mill 1 Mixer 1 Dough feeder DCM Laminate roller Continous roller Slitter Steamer Cutter Fryer Booler Packer Produk conveyor Control settling machine Rp2.500.000 1 1 1 Rp5.000.000 1 1 1 1 1 1 1 Rp8.000.000 Rp5.000.000 Rp7.500.000 Rp1.150.000

Rp4.000.000 Rp400.000 Rp400.000 Rp5.800.000 Rp580.000 Rp580.000 Rp3.500.000 Rp350.000 Rp350.000 Rp20.000.000 Rp2.000.000 Rp2.000.000 Rp5.800.000 Rp580.000 Rp580.000 Rp20.000.000 Rp2.000.000 Rp2.000.000 Rp10.000.000 Rp1.000.000 Rp1.000.000

1 Rp5.750.000 1 Total biaya Rp144.210.000 Rp575.000 Rp575.000 Rp6.900.000 10

88

89

9.1.3

Biaya Pembelian Peralatan Penunjang Peralatan penunjang adalah salah satu bagian yang dibutuhkan untuk

memperlancar proses produksi. Perlatan penunjang juga berkaitan dengan peralatanperalatan yang dibutuhkan untuk proses administrasi pabrik nata de pina. Peralatanperalatan penunjang adalah komputer, fotokopi, AC, meja, dan kursi karyawan, mobil dinas dan lainnya. Tabel 9.2 Biaya Pembelian Peralatan Penunjang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Peralatan Komputer Mesin Foto Copy, Scanner dan Printer AC Meja dan Kursi Karyawan White Board Mobil Distribusi Locker Karyawan Faximile Telepon Jumlah 4 2 6 Harga per satuan Rp 4.000.000 Rp 15.000.000 Rp 2.500.000 Harga Total Rp 16.000.000 Rp Rp 30.000.000 15.000.000

10 Rp 150.000 2 Rp 75.000 3 Rp 80.000.000 1 Rp 800.000 2 Rp 400.000 2 Rp 400.000 Total Harga Alat Penunjang

Rp 1.500.000 Rp 150.000 Rp 240.000.000 Rp 800.000 Rp 800.000 Rp 800.000 Rp 305.050.000

Referensi : http://iklanbarisgratis.net/pemasangan-telepon-rumah-dan-speedy/ www.hino.co.id/produk 9.1.4 Biaya Riset Pasar (Market Research) Dalam perancangan produk nata de pina, perusahaan mengadakan market research terlebih dahulu untuk mengetahui keinginan pasar khususnya konsumen. Market research ini juga ditujukan menentukan target pasar yang akan dimasuki sehingga ketika produk baru dilempar ke pasaran, diharapkan produk ini akan diterima pasar dengan baik. Untuk melakukan market research ini dibuthkan waktu

90

dan biaya yang tidak sedikit. Total biaya untuk market research adalah sebesar Rp 16.000.000,- yang terdiri dari biaya survey, penyebaran kuesioner. Tabel 9.3 Biaya Riset Pasar Jenis biaya Survey Polling jasa konsultan Total biaya market research (Rp) 9.1.5 Biaya lain-lain Selain biaya-biaya yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat juga biayabiaya lainnya terdiri dari biaya paten, izin usaha, uji klinis produk, pemasangan instalasi listrik, pemasangan instalasi telepon, instalasi telepon, instalasi air, jaringan, telepon dan jaringan internet. Tabel 9.4 menunjukkan perincian untuk tiap-tiap komponen ini. Tabel 9.4 Biaya Penunjang Keterangan izin usaha Paten uji BPPOM pemasangan instalasi listrik pemasangan instalasi air pemasangan jaringan telpon pemasangan jaringan internet Total biaya Referensi : http://iklanbarisgratis.net/pemasangan-telepon-rumah-dan-speedy/ http://id.88db.com/peluang-bisnis/hukum/ad Biaya total investasi Pabrik Nata de pina secara ringkas dapat digambarkan dalam tabel berikut : Tabel 9.5 Biaya investasi total perusahaan Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Biaya 1,500,000.00 5,000,000.00 10,000,000.00 16,000,000.00 13,000,000.00 1,000,000.00 5,000,000.00 51,500,000.00 Biaya (Rp) 7,000,000 3,000,000 6,000,000 16,000,000

91

Biaya lahan dan pengembangan lahan Biaya pembelian alat utama Biaya pembelian peralatan penunjang Biaya riset pasar Biaya lain-lain Biaya investasi 9.2 Direct Material

Rp11.120.000.000 Rp144.210.000 Rp465.050.000 16000000 51500000 Rp11.796.760.000

Direct material atau bahan baku langsung merupakan bahan baku yang secara langsung mempengaruhi proses. Bila jumlah bahan baku tersebut berubah, maka dapat berakibat pada perubahan jumlah produk yang dihasilkan. Bahan baku langsung terdiri atas bahan-bahan yang diperlukan saat proses pembuatan hingga menjadi produk dalam kemasan. Tabel 9.6 menunjukkan nilai bahan baku langsung untuk nata de pina. Tabel 9.6 Nilai bahan baku langsung Nata de pina Bahan baku Jumlah Jumlah kebutuhan kebutuhan per hari per tahun (kg) (ton) 2760 828 78,9 23,67 157,8 47,34 100 30 Harga (Rp/kg) Total (Rp/ton)

Kulit nanas Biakan Asam asetat Glukosa Ekstra ragi K2HPO4 (NH4)2SO4 MgSO4 Agar Referensi :

1620 500 7500 9800

Rp Rp Rp Rp

1.341.360.000 11.835.000 355.050.000 294.000.000

Total biaya www.kemendag.go.id/tepungterigu www.kemendag.go.id/minyakgoreng

Rp

2.002.245.000

Kemasan yang digunakan untuk mengemas produk nata de pina tidak diproduksi sendiri oleh manufaktur, tetapi dibeli dan dipesan secara khusus dari

92

perusahaan lain yaitu Dedi Makmur dan untuk dus yaitu PT Indah Kiat Pulp and Paper. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk pengemasan nata de pina dapat dilihat pada tabel berikut : Total kapasitas nata de pina = 1500 kg/hari = 4415 kemasan/hari 1 bungkus kemasan nata de pina berisi 340 gr dengan volume 250 mL Maka dihasilkan 1.324.500 kemasan nata de pina per tahun (@kardus = 44 kemasan gelas nata de pina) sehingga diperlukan 30.105 kardus Tabel 9.7 Biaya Pengemasan Nata de pina Harga Keterangan Packing/plastik (72 gr) Kardus (@kardus = 250 gr) per Unit (Rp) Rp 50,Rp 1050,Jumlah kebutuhan/tahun 6250200 156255 kardus = 39064 kg Total Biaya per Tahun (Rp) Rp 312.510.000 Rp 41.017.200 Rp 353.527.200

Total Biaya (Rp) Referensi: Indah Kiat Pulp and Paper

Total biaya yang dikeluarkan untuk pembelian direct material adalah sebagai berikut: Rp 2.002.245.000 + Rp 353.527.200 = Rp 2.355.772.200 Jika dihitung per hari, total biaya yang dikeluarkan untuk pembelian direct material adalah sebesar Rp. 7.852.574 9.3 Direct Labor (Tenaga Kerja Langsung) Tenaga kerja langsung atau direct labor merupakan tenaga kerja atau karyawan yang terlibat langsung dengan proses produksi. Tenaga kerja langsung mempengaruhi jumlah produk yang dihasilkan. Penetapan besarnya gaji tenaga kerja langsung pada pabrik nata de pina dari kulit nanas didasarkan pada UMR (Upah Minimum Regional) yang berlaku pada daerah yang menjadi lokasi pabrik produk nata de pina dari kulit nanas. Pabrik nata de pina dari kulit nanas berada di Kabupaten

93

Kampar, Provinsi Riau. UMR adalah salah satu kebijakan pemerintah yang mengatur tentang gaji atau upah minimum yang layak bagi seorang pekerja berdasarkan pada daerah dimana ia bekerja. Pemerintah Kabupaten Kampar menetapkan UMR yang berlaku sebesar Rp.1.300.000 per bulannya untuk tahun 2013 sehingga untuk perusahaan ini, besarnya gaji karyawan paling kecil adalah Rp. 1.300.000,- (gaji 1 bulan). Gaji karyawan ini termasuk ke dalam biaya tetap (fixed cost), yaitu biaya yang tidak akan berubah ketika kapasitas produksi diubah. Tabel 9.8 menunjukkan rincian jumlah tenaga kerja langsung beserta gajinya. Selain gaji yang diterima setiap bulannya, tenaga kerja langsung juga mendapatkan tunjangan setiap tahunnya sebesar satu kali gaji perbulan, yaitu Tunjangan Hari Raya (THR). Gaji tenaga kerja langsung sudah termasuk uang makan, uang transportasi, asuransi kecelakaan dan keselamatan kerja, dan tunjangan kesehatan untuk tenaga kerja langsung tersebut dan keluarga. Tabel 9.8 Rincian jumlah dan gaji tenaga kerja langsung Perusahaan Direct Labour Buruh - Buruh pabrik - Warehouseman Operator Teknisi Total Jumlah pekerja (orang) 10 5 4 4 23 Gaji per bulan per orang Total

Rp1.300.000 Rp1.500.000 Rp1.750.000 Rp2.200.000 Total Gaji per Bulan Total Gaji per Tahun

Rp 13.000.000 Rp 7.500.000 Rp 7.000.000 Rp 8.800.000 Rp 36.300.000 Rp 435.600.000

Total biaya untuk gaji karyawan yang tergolong tenaga kerja langsung adalah sebesar Rp 435.600.000 per tahunnya dengan pengeluaran terbesar pada operator dengan gaji total Rp 36.300.000 per bulannya. Digunakan operator yang berjumlah paling banyak diantara tenaga kerja langsung lainnya karena dibutuhkan tenaga operator untuk mengoperasikan jalannya atau keberlangsungan alat.

94

9.4 9.4.1

Biaya Factory Over Head (FOH) Tenaga Keja Tak Langsung Pada bagian ini akan dibahas rincian biaya Factory Over Head (FOH) yang

meliputi biaya Indirect labour, biaya bulanan pabrik dan depresiasi. FOH perusahaan dapat dibagi-bagi menjadi beberapa jenis biaya yaitu variable cost dan fixed cost. Karena nata de pina memiliki 1 jenis produk maka terdapat 1 jenis variable cost dan 1 jenis fixed cost yang dapat dirinci dalam subbab selanjutnya. Tenaga kerja tak langsung terdiri dari pekerja-pekerja yang tidak mempengaruhi jumlah produk yang dihasilkan. Kebutuhan tenaga kerja tak langsung disesuaikan dengan struktur organisasi yang dimiliki. Rincian tenaga kerja tak langsung dapat diihat pada tabel berikut.

95 Tabel 9.9 Rincian tenaga kerja tak langsung Bidang Jabatan Direktur utama Sekretaris Manajer Sekretaris Staf Manajer Sekretaris Akuntan Manajer Sekretaris Staf Superintenden Keamanan Jumlah Tenaga Kerja 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 Gaji / orang / bulan Rp8.000.000 Rp4.000.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp1.500.000 Rp1.350.000 Rp1.350.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Total / jabatan Rp8.000.000 Rp4.000.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp3.000.000 Rp2.700.000 Rp2.700.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000

Departemen Pemasaran

Departemen Keuangan

Departemen HRD

Security OB&OG Cleaning Service Departemen Produksi dan Manajer Maintenance Sekretaris Superintenden Fasilitas

96 Superintenden Logistik & Distribusi Staf Superintenden Quality Control Departemen HSE Superintenden Proses Manager Sekretaris Staf Manager Sekretaris Superintenden Safety Superintenden Maintenance Fasilitas Staf Total SDM 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp6.000.000 Rp3.000.000 Rp2.500.000 Rp2.500.000

1 33

Rp2.500.000 Total Gaji/bulan Total Gaji/tahun

Rp2.500.000 Rp106.900.000 Rp1.282.800.000

97

9.4.2 yaitu : -

Biaya Listrik Biaya listrik yang akan dikeluarkan oleh perusahaan dibagi menjadi 2 macam, Biaya instalansi pemasangan listrik Biaya listrik bulanan Sementara itu, untuk biaya listrik bulanan akan dibagi menjadi 2, yaitu : Biaya listrik yang dikeluarkan untuk kebutuhan proses produksi Biaya listrik yang dikeluarkan untuk kebutuhan perkantoran Biaya listrik yang dikeluarkan untuk proses produksi disesuaikan dengan

kebutuhan peralatan proses. Pemakaian energi listrik untuk proses produksi di pabrik nat de pina sebesar 553,2 (kWh)/hari atau 165.9 MWh/tahun. Tarif listrik untuk industri sebesar Rp. 1.023,00/kWh. Tabel 9.10 menunjukkan biaya listrik total yang akan dikeluarkan oleh Pabrik Nata de pina Tabel 9.10 Biaya listrik total untuk kebutuhan produksi Nama Peralatan Washing Unit Conveyor 1 Hammer mill Disc mill Mixer Dough feeder DCM Laminate roller Continous roller Slitter Steamer Cutter Fryer Daya (kW) 0,75 0,35 2,5 2,5 2 0,35 0,75 0,75 0,75 1,25 2,75 1 3,5 Lama (jam) 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 Jumlah (unit) 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 Energi (kWh) 18 8,4 60 60 48 8,4 18 18 18 30 66 24 84

98

Booler Packer Produk conveyor Control settling machine

2,5 0,5 0,35 0,5 Total

24 24 24 24

1 1 1 1

60 12 8,4 12 553,2

Tabel di atas merupakan total kebutuhan energi yang diperlukan untuk satu batch proses produksi. Maka total kebutuhan energinya sebesar Rp 169.777.080/tahun. Dengan demikian, biaya listrik untuk proses produksi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan ini adalah sebesar Rp169.777.080/tahun. Sementara itu biaya listrik yang dikeluarkan untuk kebutuhan perkantoran dianggap tetap karena jumlah pemakaian setiap harinya cenderung tetap sesuai dengan jam kerja yang berlaku dan alokasi penggunaan peralatan kantor. Biaya listrik yang dibutuhkan tiap tahunnya sebesar Rp.8.500.000,00/tahun. Tabel 9.11 merincikan total biaya listrik yang dikeluarkan. Tabel 9.11 Biaya listrik total Pabrik nata de pina dari kulit nanas Jenis Kebutuhan proses produksi Kebutuhan perkantoran Total 9.4.3 Biaya Air Pabrik rencananya akan dibangun Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Di Kabupaten Kampar ini yang menyimpan cadangan air yang cukup banyak untuk keperluan dalam pembuatan nata de pina dari kulit nanas. Ketersedian air sangat melimpah meskipun saat musim kemarau. Air dalam perusahaan ini meliputi pemakaian air untuk kebutuhan perkantoran dan pabrik. Biaya air untuk kebutuhan perkantoran dianggap tetap karena selalu sama setiap harinya. Biaya air yang Biaya Listrik Rp169.777.080 Rp8.500.000 Rp178.277.080

99

dikeluarkan yaitu sekitar Rp 20.000.000,- dengan biaya perawatan 10% yaitu sebesar Rp 2.000.000,- . Biaya air ini sebesar 2,87% dar total investasi. 9.4.4 Depresiasi Biaya depresiasi merupakan biaya yang disebabkan oleh penggunaan properti sehingga berkurang nilai gunanya seiring dengan waktu. Dalam hal ini biaya penyusutannya nilai fisik property nyata (tangible) yaitu objek yang dapat dilihat atau dipegang, disebut dengan depresiasi. Metode yang akan digunakan untuk menghitung biaya penyusutan adalah metode garis lurus (straight-line). Metode ini menggunakan asumsi bahwa asset terdepresiasi dengan nilai yang konstan selama umur manfaatnya. nilai depresiasinya dihitung dengan menggunakan persamaan : dk = (B-SVN)/N dengan : dk B N SVN = depresiasi tahunan = basis harga (investasi) = umur terdepresiasi asset = nilai sisa yang diperkirakan pada akhir tahun ke-N

Nilai depresiasi akan dihitung untuk setiap aset yang dimiliki pabrik dengan salvage value 10% dari harga peralatan. Tanah tidak terdepresiasi karena nilai tanah tidak berkurang seiring dengan waktu dua penggunaannya. Tabel 9.12 merinci depresiasi untuk pabrik nata de pina.

100 Tabel 9.12 Perincian depresiasi pada Pabrik Produk Nata de pina Harga Satuan (Rp) Rp200.000 Rp2.000.000 Biaya Pengiriman Biaya Pemasangan Umur Manfaat (thn) ~ Rp1.120.000.000 20 Rp9.800.000.000 Rp16.000.000 Rp30.000.000 5 5

Ket Tanah Bangunan

Jumlah 5600 m2 4900 m2 4 2

Total Harga

Nilai Sisa Rp112.000.0 00 Rp980.000.0 00 Rp1.600.000 Rp3.000.000

Depresiasi/thn Rp0 Rp441.000.000

Peralatan penunjang Komputer Rp4.000.000 Rp2.880.000 Rp5.400.000

Mesin Rp15.000.00 Foto 0 Copy, Scanner dan Printer AC Rp2.500.000

Rp15.000.000

Rp1.500.000

Rp2.700.000

Meja dan Kursi Karyawan White Board

Rp150.000

10

Rp1.500.000

Rp150.000

Rp270.000

Rp75.000

Rp150.000

Rp15.000

Rp27.000

101 Mobil Distribusi Locker Karyawan Faximile Telepon Rp80.000.00 0 Rp800.000 Rp400.000 Rp400.000 5 1 2 2 Rp400.000.000 Rp800.000 Rp800.000 Rp800.000 5 5 5 5 Rp40.000.00 0 Rp80.000 Rp80.000 Rp80.000 Rp72.000.000 Rp144.000 Rp144.000 Rp144.000

Peralatan Produksi Conveyor Rp10.000.00 1 0 Hammer mill Rp6.175.000 Disc mill Rp1.150.000 Mixer Dough feeder DCM Laminate roller Continous roller Slitter Steamer Rp7.500.000 Rp2.500.000 Rp8.000.000 Rp5.000.000 Rp5.000.000 Rp4.000.000 Rp5.800.000

Rp1.000.00 0 Rp617.500 Rp115.000 Rp750.000 Rp250.000 Rp800.000 Rp500.000 Rp500.000 Rp400.000 Rp580.000

Rp100.000 Rp61.750 Rp11.500 Rp75.000 Rp25.000 Rp80.000 Rp50.000 Rp50.000 Rp40.000 Rp58.000

1 1 1 4 1 1 1 1 1 1

Rp11.100.000 Rp6.854.250 Rp1.276.500 Rp30.825.000 Rp2.775.000 Rp8.880.000 Rp5.550.000 Rp5.550.000 Rp4.440.000 Rp6.438.000

10 10 10 10 10 10 10 10 10 10

Rp1.110.000 Rp685.425 Rp127.650 Rp3.082.500 Rp277.500 Rp888.000 Rp555.000 Rp555.000 Rp444.000 Rp643.800

Rp999.000 Rp616.883 Rp114.885 Rp2.774.250 Rp249.750 Rp799.200 Rp499.500 Rp499.500 Rp399.600 Rp579.420

102 Cutter Fryer Booler Packer Produk conveyor Control settling machine Total Rp3.500.000 Rp20.000.00 0 Rp5.800.000 Rp20.000.00 0 Rp10.000.00 0 Rp350.000 Rp2.000.00 0 Rp580.000 Rp2.000.00 0 Rp1.000.00 0 Rp35.000 Rp200.000 Rp58.000 Rp200.000 Rp100.000 1 1 1 1 1 Rp3.885.000 Rp22.200.000 Rp6.438.000 Rp22.200.000 Rp11.100.000 10 10 10 10 10 Rp388.500 Rp2.220.000 Rp643.800 Rp2.220.000 Rp1.110.000 Rp349.650 Rp1.998.000 Rp579.420 Rp1.998.000 Rp999.000

Rp5.750.000

Rp575.000

Rp57.500

Rp6.382.500 Rp11.540.944.25 0

10

Rp638.250

Rp574.425 Rp538.739.483

103

9.4.5

Asuransi Asuransi merupakan biaya yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pihak

asuransi yang ditunjuk. Asuransi merupakan salah satu bagian proteksi untuk perusahaan yaitu asset perusahaan baik yang bergerak maupun yang tetap. Biaya asuransi yang dibayarkan meliputi biaya asuransi gedung dan peralatan milik perusahaan (asuransi asset perusahaan) dan biaya asuransi baku langsung. Biaya asuransi diestimasikan di awal yaitu sebesar : Biaya asuransi = 2% * Total Investasi Tabel 9.13 Biaya asuransi PT. Suka Cita Indonesia Jenis asuransi Asuransi Total Investasi Asuransi Bahan Baku Langsung Jumlah 2% TPI Biaya per tahun Rp11.540.944.250 Biaya Asuransi Rp230.818.885

2% total biaya baha baku langsung

Rp2.185.920.000

Rp43.718.400

Total Biaya Asuransi (Rp) 9.4.6 Biaya Pemasaran

Rp274.537.285

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapakan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Sugito, Hadi). Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia. Biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memenuhi tujuan tersebut sangatlah penting untuk menjaga consumer awareness dan brand image produk yang dihasilkan. Untuk dapat membuat

104

nata de pina dapat bersaing dengan produk - produk sejenis lainnya yang telah beredar di pasaran, maka dibutuhkan strategi promosi yang tepat, yaitu melalui media cetak, media elektrnik, promosi langsung, dan grand launching. 1. Media cetak Media cetak yang akan digunakan untuk mempromosikan Produk Nata de pina dari kulit nanas adalah Koran, majalah dan brosur dengan alokasi biaya Rp 22.100.000,00/tahun. Tabel 9.14 Biaya iklan media cetak Produk Nata de pina dari kulit nanas Media Cetak Gaul Nova Jenis Dimensi (mmk) Harga per Waktu Dimensi (hari/tahun) Rp1.000.000 12 Harga Total Rp 12.000.000 Rp 100.000

Display Full 260 mm x 97 mm Collor Display Full 2 x 80 mm Rp20.000 5 Color Total Promosi Media Cetak per Tahun (Rp) Brosur TOTAL

Rp 12.100.000 Rp 10.000.000 Rp 22.100.000

2. Media Elektronik Untuk jenis media elektronik, perusahaan akan membuat dua jenis iklan, yaitu untuk radio dan website. Hal ini mengingat hampir seluruh rakyat Indonesia gemar mendengarkan radio sehingga akan lebih efektif untuk mempromosikan produk nata de pina ini. Selain itu, strategi promosi juga menggunakan teknologi internet, seperti website. Hal ini dikarenakan gaya hidup masyarakat Indonesia yang sudah lebih maju dalam pengguanaan internet. Saat ini banyak sekali masyarakat Indonesia yang telah mengakses internet untuk mencari berbagai informasi sehingga dengan mengadakan bazaar nata de pina masyarakat dapat mencoba langsung keunggulan produk nata de pina ini. Untuk iklan di website, kami akan menampilkan iklan di website khusus kuliner, yang akan menghabiskan dana sebesar Rp 5.000.000,00/tahun.

105

3. Peluncuran Produk (gand Launching) Peluncuran produk ini dimaksudkan untuk mengenalkan produk Nata de pina dari kulit nanas kepada masyarakat luas. Biaya yang akan dikeluarkan sekitar R 50.000.000. 4. Biaya Distribusi Produk Sistem distribusi yang di pilih adalah sistim pendistribusian melalui sistem distribution center. Dari distribution center kemudian akan di distribusikan ke retailer. Dengan demikian biaya distribusi nata de pinadari kulit nanas, terdiri dari : a) Biaya sewa public warehouse b) Biaya distribusi dari manufaktur ke public warehouse, yang meliputi biaya bahan bakar dan uang transportasi. Biaya distribusi dari public warehouse ke retailer tidak ditanggung oleh perusahaan, tetapi di tanggung oleh public warehouse. Tabel berikut menunjukkan perincian dari biaya distribusi yang akan di keluarkan oleh Nata de pina. Tabel 9.16 Biaya distribusi produk Biaya sewa public warehouse Biaya distribusi dari manufaktur ke public warehouse (biaya bahan bakar + uang makan supir) Total Asumsi : 1 L premium untuk 10 km, dengan harga Rp 4.500/L Estimasi jarak = 350 km = 35 L 3 mobil x 2 / minggu x 300 hari/6 x 35 Liter x Rp 4.500 = Rp 47.250.000 Tabel berikut menunjukkan total biaya pemasaran yang dikeluarkan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Rp 20.000.000 Rp 50.000.000 Rp 70.000.000

106

Tabel 9.17 Biaya pemasaran perusahaan Tabel Biaya Iklan di media cetak Iklan radio Iklan televisi Pemasangan iklan di kuliner Biaya distribusi Peluncuran produk Total 9.4.7 Biaya Administrasi Umum Biaya administrasi umum adalah biaya yang dibutuhkan untuk kelancaran biaya administrasi perusahaan. Yang termasuk dalam biaya administrasi umum adalah biaya surat menyurat, biaya telepon dan faksimili, biaya internet, dan biaya operasional peralatan kantor. a) Biaya Surat Menyurat ; Untuk keperluan biaya administrasi kantor yang berhubungan dengan surat menyurat, diperkirakan akan dikeluarkan biaya sebesar Rp 5.000.000 per tahun. b) Biaya telepon dan faksimili ; Untuk keperluan operasional pabrik yang berhubungan dengan telepon dan faksimili akan dikeluarkan biaya sebesar Rp 15.000.000 per tahun c) Biaya Internet ; Untuk internet diperkirakan akan menghasilkan biaya sebesar Rp 5.000.000 per tahun. d) Biaya Operasional Peralatan Kantor ; Biaya operasional kantor terdiri dari kertas, alat tulis, dan sebagainya. Biaya operasional peratalan kantor ini telah di akumulasikan sehingga biaya yang harus di keluarkan oleh perusahaan sebesar Rp 10.000.000 per tahun. Tabel 9.17 berikut menunjukkan total biaya administrasi umum yang akan di keluarkan oleh perusahaan. Jumlah Rp22.100.000 Rp84.000.000 Rp1.000.000.000 Rp5.000.000 Rp70.000.000 Rp50.000.000 Rp5.386.500.000

website

107

Tabel 9.17 Detail biaya administrasi umum Jenis Biaya Biaya surat menyurat Biaya telepon dan faksimili Biaya internet Biaya operasional peralatan kantor Total 9.4.8 Perawatan Alat dan perbaikan Dalam masa produksi, tentunya diperlukan biaya untuk merawat peralatan yang dipakai dalam proses produksi Nata de pina. Diperkirakan nilai biaya perawatan alat sebesar 10% dari biaya investasi peralatan yaitu : Biaya Perawatan = 10% x Biaya investasi peralatan Pajak yang harus dibayarkan oleh pabrik ini diestimasi sebesar : Pajak = 30% x jumlah fixed cost FOH sebelum ditambah pajak Tabel 9.18 Biaya fixed cost dari FOH sebesar Fixed Cost Biaya Air Depresiasi Biaya Listrik Indirect Labour Biaya Administrasi Biaya Perawatan Peralatan Marketing Expenses Asuransi Total Maka nilai pajak Rp 1.282.800.000 Rp 35.000.000 Rp 1.154.094.425 Rp 5.386.500.000 Rp 274.537.285 Rp 1.332.371.505 Tabel 9.19 Rp Rp 22.000.000 538.739.483 Rp 178.277.080 Variable Cost Jumlah (Rp) 5.000.000 15.000.000 5.000.000 10.000.000 35.000.000

Rp 7.539.576.768 perusahaan sebesar

Rp2.261.873.030/tahun.

menunjukkan total dari FOH pabrik Nata de pina. Total FH terdiri dari biaya air,

108

depresiasi, biaya listrik, indirect labour, biaya administrasi, biaya perawatan peralatan, marketing expenses, dan asuransi dan pajak perusahaan. Tabel 9.19 Total biaya FOH Nata de pina Fixed Cost Biaya Air Depresiasi Biaya Listrik Indirect Labour Biaya Administrasi Biaya Perawatan Peralatan Marketing Expenses Asuransi Pajak Total 9.5 Biaya Reinvestasi Reinvestasi merupakan biaya investasi ulang pada peralatan yang sudah habis umur manfaatnya. Reinvestasi berbentuk pembelian ulang peralatan. Diasumsikan harga peralatan naik sebesar 1,5% per tahun. Tabel berikut menjelaskan tentang biaya reinvestasi untuk tiap lat dan jangka waktu reinvestasi tiap alat. Tabel 9.21 Biaya reinvestasi tiap alat dan jangka waktunya Peralatan Komputer 5 Jangka Waktu Harga Peralatan Rp16.000.000 Rp30.000.000 Rp15.000.000 Rp1.500.000 Harga Reinvestasi Alat Rp16.240.000 Rp30.450.000 Rp15.225.000 Rp1.522.500 Rp 1.282.800.000 Rp 35.000.000 Rp Rp 22.000.000 538.739.483

Rp 5.386.500.000 Rp 274.537.285 Rp 2.261.873.030 Rp 9.801.449.798

Mesin Fotokopi, 5 Scanner dan Printer AC Meja dan karyawan 5 kursi 5

109

White Board Mobil Locker Karyawan Faximile Telepon

5 5 5 5 5 Total

Rp150.000 Rp400.000.000 Rp800.000 Rp800.000 Rp800.000

Rp152.250 Rp406.000.000 Rp812.000 Rp812.000 Rp812.000 Rp472.025.750

9.6 9.6.1

Forecasting dan Cost of Goods (COGs) Penentuan Harga Produk per Unit Penentuan biaya pokok pabrik atau COGM (Cost of Goods Manufacture)

dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan: COGM = raw material awal periode + pembelian material raw material akhir periode + biaya produksi (bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, FOFi) + beban operasi (biaya pemasaran, biaya umum, dan administrasi) + work in process awal- work in process akhir Kemudian dari biaya COGM ini dapat ditentukan harga pokok penjualan atau Cost of Goods Sold ( COGS) dengan persamaan : COGS = COGM + finish goods awal finish goods akhir Untuk menyederhanakan perhitungan maka digunakan beberapa asumsi, yaitu: Raw material awal = raw material akhir Work in process awal = work in process akhir Finish goods awal = finish goods akhir Jumlah penjualan = jumlah produksi COGS = biaya produksi + beban operasi + pembelian material COGS inilah yang nantinya akan menjadi harga produk yang akan dijual di pasaran. Selain itu, terdapat tiga tipe COGS yaitu berdasarkan hasil ramalan (forecasting)

Sehingga diperoleh persamaan akhir COGS, yaitu:

110

tinggi, moderat, dan rendah. Untuk biaya produksi, mencakup biaya investasi awal yang dibuat dalam hitungan anuitas per tahun. Forecasting COG dihasilkan dari simulasi fluktuasi harga semua faktor yang mempengaruhi COG dimana fluktuasi harga diasumsikan 10%. Tabel 9.21 Forecasting produk Nata de pina Sales Volume (kg) Cast components (Rp) Direct Material Direct Labor Factory Overhead Total Costs (COGS) 55% Expected 45% Expected Sales Revenues Unit Price (Rp/kg) Harga setelah PPN 10% Ukuran Kemasan Harga jual / kemasan 72 gr (Rp) Harga Jual Rp 1.885 Harga Pasar 1,800 450000 Rp 2.355.772.200 Rp 435.600.000 Rp 9.818.349.798 Rp 14.965.494.198 Rp 8.683.450.000 Rp 5.386.500.000 Rp 23.809,09 Rp 26.189,999

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa harga yang akan dijual ke pasaran sebesar Rp.1885. Harga tersebut merupakan harga ideal dari produk nata de pina ini. 9.6.2 Analisis Forecasting Nata de Pina Berdasarkan hasil forecasting Nata de pina dapat diambil beberapa kesimpulan secara kualitatif. Forecasting untuk produk baru memang cendrung menghasilkan kesimpulan yang kualitatif berbeda halnya dengan forecasting untuk produk yang telah beredar.

111

1. Respon konsumen semua segmen usia sebagai target produk nata de pina ini cukup prospektif. Hal ini dikarenakan harganya yang ditawarkan cukup terjangkau dan tidak terlalu mahal. 2. Dikarenakan harga jual produk yang cukup bersaing dan memiliki kualitas healthy food, maka diharapkan volum penjualan akan cukup besar. 3. Dengan produksi mencapai 450000 kg /tahun diharapkan kebutuhan pasar akan produk nata de pina ini akan terus bertambah. 9.7 9.7.1 Analisis Keekonomian Cost Breakdown Cost breakdown adalah suatau diagram yang menyatakan komposisi besarnya masing-masing pengeluaran seperti biaya bahan baku langsung, direct labor, biaya factory over head. Ketiga biaya ini dianalisis karena biaya-biaya ini memiliki peran penting dalam proses produksi. Dengan cost breakdown dapat diketahui variabel biaya yang paling berpengaruh untuk memproduksi produk mie jagung Daebak. Sehingga akan diketahui dimana akan dilakukan penghematan jika produk yang dihasilkan terlalu mahal dan bagian mana yang sangat mempengaruhi harga jual produk. Cost breakdown dari mie jagung dapat dilihat pada gambar

Gambar 9.1 Cost Breakdown Nata de pina

112

9.7.2

Break Event Point (BEP) Dalam menentukan break event point harus ditentukan break event quantity

(QBE) dngan persamaan : QBE = FC/(P-V) dimana: QBE = break event quantity FC = fixed cost P = harga per kemasan V = variabel cost per kemasan

BEP =

Total Fixed Costs Unit Price Total Variabel Costs ( per unit )
Jika total produksi maksimal : Untuk kemasan 72 gr :

BEP = 20834 +(10% x 20834) = 22918 kemasan

9.7.3

Payback Period Payback period merupakan waktu minimum untuk merecofery investasi biaya

kapital awal. Payback period dihitung berdasarkan profit rata-rata dan depresiasi ratarata. Payback period disebut juga payback time. Payback period pabrik mie jagung Daebak adalah : PB = Untuk kemasan 72 gr : 110 hari

Perhitungan payback period didapatkan setelah dilakukan perhitungan jumlah yang dihasilkan untuk mendapatkan break event point (BEP) dibagi dengan kapasitas perhari. Dalam hal ini 1 bulan diasumsikan sebanyak 25 hari. 9.7.4 Cash Flow

113

Aliran kas tahunan ini berisi aliran masuk berupa pendapatan sebelum dan setelah pajak, operasi, investasi, dan reinvestasi. Aliran kas keluar diantaranya adalah biaya investasi dan pembayaran pinjaman selama 20 tahun. Rincian dari perhitungan aliran kas keluar dan masuk dapat dilihat pada tebel berikut. Pada perhitungan, nilai invetasi awal sudah mencakup nilai reinvestasi yang dibutuhkan untuk alat-alat yang habis umur manfaatnya di tahun-tahun berikutnya.

Gambar 9.2 Grafik Cash Flow Tahunan Perusahaan

114 Tabel 9.23 Before Tax Cash Flow Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Penerimaan Biaya Operasi Investasi 11.596.760.00 0 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 12.600.000.000 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 9.801.449.798 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.326.524.452 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 Re-Inventasi BTCF (11.596.760.000)

472.025.750

115 Tabel 9.24 After Tax Cash Flow Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 BTCF (11.596.760.000 ) 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.326.524.452 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.465.741.922 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 439.722.576,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 Depriasi Biaya Bunga Pendapatan Kena Pajak Pajak Pendapatan (11.596.760.000) 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 1.886.801.876 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 Net Cash Flow

116 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 2.798.550.202 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 44100000 0 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 419.782.530 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 1.937.767.672 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 581.330.301,57 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901

117

118

9.7.5

IRR (Internal Rate Return) Metode tingkat pengembalian internal (IRR) yang bisa disebut juga

metode investor, metode discounted cash flow dan profitability index merupakan metode yang banyak digunakan dalam analisis keekonomian. Nilai IRR merupakan resultan dari perhitungan dengan 3 metode lainnya dimana metode ini memberikan solusi untuk tingkat bunga yang menunjukkan persamaan dari nilai ekivalen arus kas masuk dengan nilai ekivalen arus kas keluar.

Discounted cash flow =

Nondiscounted cash flowi ((1 + IRR )i )

Penentuan nilai IRR dengan trial and error, sehingga didapatkan nilai discount rate yang memenuhi adalah 0.1822 = 18,22% Tabel 9.25 Internal Rate Return Tahun Nondiscounted 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 cash Flow (11.596.760.000) 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 1.886.801.876 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 Discounted Cash flow (11.596.760.000) 1.875.466.581 1.586.389.737 1.341.870.031 1.135.039.605 817.013.267 812.104.916 686.930.344 581.049.676 491.489.025 415.732.892 351.653.504 297.451.053 251.603.149 212.822.056 Cumulative Discounted cash Flow (11.596.760.000) (9.721.293.419) (8.134.903.682) (6.793.033.651) (5.657.994.046) (4.840.980.779) (4.028.875.864) (3.341.945.520) (2.760.895.844) (2.269.406.819) (1.853.673.926) (1.502.020.423) (1.204.569.370) (952.966.221) (740.144.165)

119

15 16 17 18 19 20

2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901

180.018.524 152.271.196 128.800.729 108.947.905 92.155.115 77.950.697

(560.125.641) (407.854.445) (279.053.717) (170.105.812) (77.950.697) 0

9.7.6

NPV (Net Present Value) Nilai bersih sekarang adalah besarnya nilai aliran kas pabrik yang

dikonversikan pada waktu sekarang. NPV adalah nilai sekarang dari sejumlah uang yang akan diterima dimasa yang akan datang dan dikonversikan ke massa sekarang dengan menggunakan tingkat bunga yang terpilih, persamaannya adalah :
NPV =
0 n

Xn (1 + I ) n

Dimana : Xn = Jumlah pendapatan dan pengeluaran pertahun n I = Umur ekonomis alat mesin = Bunga uang Pertahun

Tabel 9.26 Net Present Value Tahun 0 1 2 3 Net cash Flow A-E (11.596.760.000) 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 Net Present Value Cumulative Net Cash Flow (11.596.760.000) (9.581.105.545) (7.748.692.404) (6.082.862.276)

120

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

2.217.219.901 1.886.801.876 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901 2.217.219.901

(4.568.471.250) (3.396.915.733) (2.145.352.902) (1.007.568.510) 26.780.937 967.098.617 1.821.932.871 2.599.054.920 3.305.529.510 3.947.779.137 4.531.642.434 5.062.427.250 5.544.958.901 5.983.624.038 6.382.410.527 6.744.943.698 7.074.519.308

Maka Didapatkan nilai Net Present Value (NPV) dari pabrik ini adalah Rp 7.074.519.308 9.7.7 ROI (Return of Investment) Annual Net Profit sebelum atau sesudah tax. Net profit yang dimasukkan kedalam perhitungan dapat menggunakan net profit ditahun pertama. Capital yang diinvestasikan termasuk ke dalam original total capital investment, fixed capital, depreciated investment, average investment dan lainnya.

121

= 19,12% % ROI yang telah dihitung menggunakan invested capital setelah pajak. Secara umum perusahaan dikatakan menguntungkan apabila %ROI sebesar 1520%. 9.8 Analisis Sensitivitas Pada kenyataannya, kondisi proses produksi dalam suatu pabrik tidaklah stabil, pasti terdapat fluktuasi atau perubahan yang disebabkan oleh berbagai macam faktor. Perubahan perubahan yang mempengaruhi proses produksi itu dapat memberikan efek yang menguntungkan atau merugikan. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis terhadap berbagai perubahan yang mungkin terjadi. Perubahan yang dianalisis disini adalah perubahan penurunan harga jual, penurunan kapasitas penjualan, dan kenaikan biaya operasional (bahan baku). Parameter parameter yang digunakan dalam analisis sensitivitas ini adalah IRR dan NPV. Analisis sensitivitas : a. Menguji pengaruh ketidakpastian komponen biaya (seperti biaya bahan baku) pada feasibility sebuah proyek b. Prosedur : Investasi dan cash flow dihitung dengan menggunakan nilai berbagai faktor yang paling mungkin terjadi (kasus dasar) Cash flow dan kriteria ekonomi dihitung dengan menggunkan rentang error setiap faktor; misalnya error 10% harga jual Hasilnya menunjukkan seberapa sensitive cash flow dan kriteria ekonomi terhadap error pada angka prediksi setiap faktor c. Memberikan informasi tentang derajat resiko dalam membuat keputusan mengenai kinerja prediksi

122

9.8.1

Fluktuasi Harga jual dan Kapasitas Produksi Analisis sensitivitas ini dilakukan terhadap penurunan tingkat harga

penjualan dari produk ini. Berikut ini adalah hasil perhitungan parameter parameter kelayakan ekonomi saat terjadi penurunan tingkat penjualan produk. Tabel 9.27 Efek Fluktuasi Harga Jual Terhadap Nilai NPV Deviasi -35% -30% -20% -10% 0% Harga Penjualan Rp 1206,4 Rp 1299,2 Rp 1484,8 Rp 1670,4 Rp 1856 NPV Rp (1.361.515.906) Rp (943.913.906) Rp 3.499.485.625 Rp 6.681.600.000 Rp 6.790.315.906

Apabila terjadi penurunan harga jual, maka persentasi NPV yang diperoleh semakin kecil yang artinya tingkat pengembalian modalnya akan semakin lama. Akan tetapi, dengan penurunan harga jual sebanyak 35%, nilai IRR yang diperoleh jauh dari MRR. Hal ini berarti pabrik masih tidak akan stabil apabila terdapat penurunan harga jual sampai 35%, sehingga maksimal penurunan harga jual hanya sampai 30% saja. 9.8.2 Perubahan Biaya Operasional Analisis sensitivitas ini dilakukan terhadap perubahan dari biaya operasional produk ini. Berikut ini adalah hasil perhitungan parameter parameter kelayakan ekonomi saat terjadi perubahan biaya operasional. Tabel 9.28 Efek Perubahan Kenaikan Biaya Operasional secara Keseluruhan Terhadap Nilai NPV Deviasi 0 10 20 40 Biaya operasi Rp 8.285.565.625 Rp 9.499.485.625 Rp 10.713.405.625 NPV Rp 8.445.304.779 Rp 17.658.364.538 Rp (9.369.808.925)

Peningkatan yang terjadi dalam biaya operasional yang menunjang aktivitas produksi memberikan pengaruh terhadap nilai NPV. Nilai NPV akan

123

semakin kecil seiring meningkatnya biaya operasional. Hal ini juga berhubungan dengan nilai IRR yang akan semakin kecil dengan meningkatnya biaya operasional. Nilai IRR yang semakin rendah ini berarti bahwa yang tingkat pengembaliannya akan semaikin rendah. Pabrik ini dikatakan viable karena sangat mudah goyah dengan adanya perubahan pada deviasi karena saat devisiasi 40% nilai NPV bernilai negatif. 9.9 Corporate Social Responsibility Tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility adalah suatu komitmen bagi perusahaan untuk berprilaku etis dan berkontribusi secara positif kepada karyawan, komunitas, lingkungan sekitar, serta masyarakat luas. Jadi selain mempunyai kewajiban ekonomis dan legal kepada shareholder, perusahaan juga diharapkan mempunyai perhatian terhadp stakeholders. Perencanaan alokasi dana CSR PT. Cita Rasa Indonesia dilakukan berdasarkan kebijakan para stakeholders yang mengalokasikan dana sebesar 10% dari annual profit. Kegiatan yang direncanakan antara lain : 1. Pengembanagan pusat pelatihan petani nans di kabupaten kampar. 2. Pembangunan instalasi air bersih bagi masyarakat sekitar 3. Pembangunan sekolah bagi masyarakat-masyarakat sekitar 4. Penanaman atau reboisasi hutan yang ada di kabupaten kampar. Kegiatan-kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan hubungan timbal balik kepada lingkungan serta masyarakat sekitar yang baik secara langsung maupun tidak langsung telah membantu proses produksi dan oprasional dari perusahaan ini. Kegiatan-kegiatan ini akan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan selama pabrik berdiri di daerah tersebut, hal ini dilakukan tidak hanya sebagai bentuk ucapan terimakasih perusahaan kepada masyarakat sekitar, tetapi juga sebagai penunjang operasional perusahaan dengan harpan kualitas produksi dapat meningkat.