Anda di halaman 1dari 7

Syaraf

2 Nov

1 Votes A. Kejang Demam Adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh yang disebabkan oleh suatu proses extracranium Patofisiologi Pada kenaikan suhu tubuh yang tertentu dapat terjadi perubahan keseimbanngan deari membran sel neuron dan dalam waktu singkat terjadi defusi ion Na & K melalui membran dengan akibat lepasnya muatan listrik sehingga terjadi kejang. Faktor : - Suhu - Umur - Genetik - Gangguan SSP sebelum dan sesudah lahir Pada tiap anak mempunyai ambang kejang yang berbeda : - Ambang kejang rendah sushu 380C Kejang - Ambang kejang tinggi suhu 410C Kejang ( Ada faktor keturunan juga pada kejang ) LIVING STONE membagi menjadi 2 : 1. Kejang demam sederhana ( Simple Febril Convulsi ) 2. Epilepsi yang diprovorkasi oleh demam Tiger Of bay Fever ( ETF ) Living Stone membuat kriteria kejang pedoman menjadi sederhana : 1. Umur anak ketika kejang antara 6 bulan 4 tahun 2. Kejang berlangsung < 15 menit 3. Kejang bersifat umum 4. Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbul demam 5. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal 6. Pencetusan EEG 1 minggu setelah suhu nornal Normal 7. Frekuensi .. Kejang dalam 1 thn 6 tahun saat kejang

3. Frekuensi kejang > 4x dalam1 tahun 4. Gambaran EEG normal setelah tidak demam Faktor genetik : 25% penderita kejang demam mempunyai keluarga dekat yang juga pernah menderita kejang demam Penanggulangan / Penatalaksanaan : 1. Memberantas kejang secepat mungkin 2. Pengobatan penunjang Panas diturunkan, pengisapan lendir, baju dibuka 3. Memberikan pengobatan rumat / standar 4. Mencari & mengobati penyebab Bagan pemberantasan Kejang 1. Kejang 2. Dengan diazepam kejang akan hilang dan tunggu 15 menit, bila kejang beri diazepam lagi dengan dosis yang sama. Bila kejang hilang langsung masuk lluminal, nila kejang masih, beri drip valium atau ditambah diazepam + luminal Luminal injeksi pada neonatus = 30 mg/IM Luminal unjeksi pada 1 bl 1 th = 50 mg/IM Luminal injeksi > 1 th = 75 mg/IM 4 jam ( Luminal tab ) : Hari I II : 8 10 mg/kg/hr Hari III : 4 mg/kg/hr Profilaksis : 1. Profilaksis Intermitten ( waktu demam ) 2. Profilaksis terus menerus 2 tahun - Bila kejang terus, langsung diberi : - Luminal - BG - Elektrolit B. Epilepsi Definisi : Keadaan dimana pasien cenderung mengalami serangan kejang akibat lepasnya muatan listrik yang berlebuhan di sel neuron. Bangkitan dapat berupa : Gangguan kesadaran, gangguan fungsi motorik, gangguan sensorik, gangguan tingkah laku, kombinasi Etiologi - kejang demam - Cerebral Palsy / trauma perinatal - Infeksi SSP ( Encephalitis, Meningitis ) - Perdarahan otak, hydrocephalus

- Penyakit metabolik - Keracunan ( Obat-obatan, timbal ) - Penyakit Sistemik - Penyakit keturunan Klasifikasi 1. Epilepsi Umum, dibagi : Epilepsi Grand mal - Ditandai jeritan / pasien jatuh, kaku ( Tonik ), radang, sianosis, karena spasme otaot. Pernafasan disusul puse ( Klonik ) dimana terjadi kejang pada ke-4 tungkai - Bunyi nafas mendengkur, mulut berbusa, setelah sadar pasien bingung beberpa saat. ( Fase tonik : 10-30 detik, Fase klonik : 30 detik ) Epilepsi Mioklonik Kontraksi singkat dari sekitar otot, sentakan dapat berulang Epilepsi Infantil Spasme ( Pada bayi ) Serangan berupa flexi / ekstensi otot secara mendadak berurutan sering disertai jeritan Epilepsi Petitmal - Berupa gangguan kesadaran secara mendadak beberpa detik, kegiatan motorik berhenti - Pasien tanpa reaksi, kehilangan tonus otot, sehingga kepala mengangguk-angguk 2. Epilepsi Fokal ( Fokal motor & Fokal Sensor ) Serangan yang mengenai suatu focus kecil diotak. Khas menggambarkan bagian otak yang terkena sehingga gejala yang timbul 3. Tidak dapat diklasifikasikan Prinsip Pengobatan 1. Pilihan obat bergantung pada jenis serangan 2. Dosis rumat serendah mungkin 3. Kepatuhan makan obat Obat antikonvulsan Grand Mal Pilihan I : Karbamazin, Luminal, Fenitoin, Valproat II : Benzidoazepam Petit Mal Pilihan I : Valproat II : Benzodiazepam Mioklonik Pilihan I : Valproat, Benzodiazepin II : Etosuksimid Infantil Pilihan I : ACTH

II : Chlorazepam C. Encephalitis Definisi Infeksi jaringan otak oleh berbagai macam mikroorganisme bisa bakteri, protozoa, cacing, jamur, virus Gejala Klinis : 1. Panas Temperatur sangat tingi sering terjadi hypopireksi ( 400 ). Nyeri kepala, mual, muntah 2. Gangguan kesadaran - Kesadaran menurun - Saraf cranial : Reaksi pupil - Tekanan Intracranial ( Pupil edema ) - Sequele : Parase/Paralyse 3. Gangguan neurologis berupa kejang. = Diphteri Gejala serebral terjadi paresis / paralyse 4. Refleks Patologis (+) a. Refleks babinsky Dengan benda agak tajam, telapak kaki digores dari tumit menyusuri bagian lateral ke jari manis. (+) dorsofleksi ibu jari & penekanan jari lain b. Refleks Oppen Hein Dengan menguruti tulang tibia dengan ibu jari + jari telunjuk & dari atas menyusur ke bawah (+) sama dengan babinsky c. Rhoffman Tromer Dengan petikan jari telunjuk ke tengan dengan kuku. (+) gerakan mencengkeram Pada tetani juga (+) d. Refleks Klonus Melakukan dorsofleksi kaki, kaki diangkat (+) terjadi clonus ( tarik menarik ) akibat otot yang hiperaktif Prognosis : 50 % sembuh dengan sequele ( gangguan neurologis & Psychis ). Lebih muda terjadi lebih berat sequel ( <2th ) Pada LCS ( cairan ) - Warna jernih - sel 5-1500/mm3 dengan MN dominan - Protein sedikit - Glukosa dalam batas normal - EEG dalam batas normal - Test Pandy & None (-)

Pengelolaan : - Antibiotik antipiretik - Segi perawatan - Anti konvulsi - Neurotropik - Diet etik D. Meningitis Definisi : Infeksi pada selaput otak yang memberi gejala & tanda peradangan selaput otak yang dapat disebabkan oleh bacteri, virus, tuberculosa. Berdasarkan etiologi dibagi 3 : 1. M. Bakteri ( M. Purulent ) 2. M. Virus ( M. Aseptik ) 3. M. TBC ( M. Tuberculosa ) Gejala Klinis ( Sama ) 1. Tanda iinfeksi akut : Panas, anorexia 2. Tanda kenaikan intrakranial, muntah, nyeri kepala, kejang-kejang, kesadaran menurun, UUB menonjol, sutura melebar ( Belum menutup ), perdarahan retina, papil edema 3. Dapat terjadi kelumpuhan N.VI, VII, VIII dan hemiparesis yang bersifat sementara / menetap 4. Tanda rangsang meningeal a. Kaku kuduk b. Kerning Sign Pasien baring terlentang alkukan fleksi pada sendi panggul, ekstensi (+) Ekstensi lutut tidak seperti 1350C, disertai spasme otot paha & rasa nyeri c. Tanda Brudzinsky I Dengan cara : penderita menelentang. Tangan kiri pemeriksa dibawah kepala penderita dan tangan kanan diatas dada lalu kepala ditekuk sejauh mungkkin (+) bila terjadi flexi involunter ( Flexi pada ke-2 tungkai dan panggul ) d. Tanda Brudzinsky II Caranya sepertioi kering Sign (+) terjadi flexi involunter pada sendi panggul & lutut kontra lateral Laboratorium : Pem LCS : - Warna keruh - Test pandy & None (+) - Test None reagen None 1 cc = LCS 1 cc. (+) Terdapat cincin kekeruhan, berarti kadar globulinnya tinggi. Ini lebih bermakna dibanding test Pandy - Test pandy Reagen 1cc + 2 tetes LCS (+) saat ditetesi akan keruh berarti kadar proteinnya tinggi Berdasarkan Etiologinya dibagi 3 : 1. M Bakteri / purulent

Definisi : Infeksi bakteri, pada selaput otak yang memberikan reaksi purulent pada LCS Pemeriksaan LCS : - sel 400 40.000/mm3 - &5 % PMN - Kadar protein ( 60 500 mg% ) - Glukosa : 16 mmHg Penyebab : 1. Gangguan dinamik pada LCS a. Obstruksi aliran LCS diluar system Ventrikel : - Trauma Kelainan kongenital - Infeksi Perdarahan subarachnoid b. Obstruksi alliran LCS didalam ventrikel - Tumor dalam ventrikel - Kelainan kongenital - Perdarahan intra ventrikel c. Kelainan pada pleksus choroid d. Gangguan absorbsi 2. Peningkatan Volume Otak a. Oedema yang menyeluruh akibat trauma - Bisa menyebabkan oedema dan hidrocephalusHipoxia - Infeksi Encephalitis, peningkatan polipeptida b. Oedema setempat - Trauma - Tumor 3. Peningkatan Volume daerah Cerebral Obstruksi aliran darah vena - Hipoxia - Hipertensi - hiperkalemia 4. Proses Desak Ruang Pada abces cerebri, perdarahan & tumor otak Gejala Klinik - Sakit kepala - UUB - Muntah - Hipoplia - Iritable, apatis - Papil oedema - Pembesaran kepala >>> Pada anak < 2 th

Penatalaksanaan : Tujuan menurunkan tekanan intrakranial untuk memperbaiki aliran darah otak dan mencegah herniasi, antara lain : 1. Mengurangi volume Komponen-komponen otak intrakranial dengan jalan : a. Mengurangi volume cairan LCS Obat : Acetazolamide b. Mengurangi volume jaringan otak dengan cara osmo, therapi Menarik cairan ekstra vasculer ke pembuluh darah otak Diberi manitol ( Pekat ) c. Pengurangan volume darah intrakranial dengan cara melakukan hipertensi dan oksigenasi 2. Mempertahankan fungsi metabolisme otak dengan cara : - Menurunkan suhu tubuh - Pemberian O2 - Pemberian cairan glukosa 3. Menghindari peningkatan tekanan intracranial : Posisi penderita setengah duduk Akan menurunkan tekanan intrakranial