Anda di halaman 1dari 40

PERKERASAN/PAVEMENT

Perkerasan jalan adalah suatu lapisan tambahan yang diletakan


diatas jalur Jalan tanah, dimana lapisan tambahan tersebut terdiri dari bahan material yang lebih keras/kaku dari tanah dasarnya, dengan tujuan agar jalur jalan tersebut dapat dilalui oleh kendaraan(berat) dalam segala cuaca.

Konsep dasar perkerasan jalan : 1. Mempunyai tebal total yang cukup. 2. Mampu mencegah masuknya air, baik dari luar maupun dari dalam. 3. Mempunyai permukaan yang rata, tidak licin, awet terhadap distorsi oleh lalu lintas dan cuaca
Perkerasan jalan ada 2 macam : 1. Perkerasan lentur (Flexible pavement) 2. Perkerasan Kaku ( rigid pavement)

Perkerasan lentur : 1. beban dibagi ketiap lapis sampai ketanah dasar 2. Kekuatan tanah dasar menentukan tebal perkerasan Perkerasan kaku (rigid) 1. Beban hanya diterima perkerasan oleh slab beton 2. sesuai untuk tanah dasar jelek Pada Flexible pavement, dianggab beban disebarkan kebawah dan dipikul oleh semua komponen perkerasan, Makin kebawah tekanan persatuan luasnya makin kecil. Sehingga kualitas bahan boleh makin kurang. Lapis permukaan harus memiliki kwalitas yang paling tinggi Karena harus : 1. Menahan tekanan beban langsung 2. Menahan gesekan roda 3. Menghadapi (expoce) langsung terhadap cuaca,panas hujan

Perkerasn Flexible Surface Subbase

Perkerasan kaku

Subgrade Base Subgrade/asli ,perbaikan Penyebaran beban p

Tegangan = P/A

A A

Tegangan yang terjadi pada setiap lapisan, pada lapisan atas tegangan besar dan pada lapisan bawah tambah kecil

PERKERASAN PADA TANAH RAWA

CBR

Tanah dasar

Perkerasan Flexible Lapisan permukaan (surface course)/ lapis aus Lapisan pondasi atas( Sub base) lapisan Pondasi bawah(Base) Tanah dasar ( subgrade ) Tanah dasar Kekuatan dan keawetan kontruksi perkerasan jalan sangat bergantung dari sifat sifat dan daya dukung tanah dasar. Umumnya persoalan yang menyangkut tanah dasar adalah sebagai berikut: a. perubahan bentuk tetap( deformasi permanen ) dari macam tanah tertentu akibat beban lalu lintas. b. sifat mengembang dan menyusut dari tanah tertentu akibat oerubahan kadar air. c. Daya dukung tanah yang tidak merata dan sukar ditentukan secara pasti pada daerah dengan macam tanah yang sangat berbeda sifat dan kedudukannya, atau akibat pelaksanaan. d. Lendutan dan lendutan balik selama dan sesudah pembebanan lalu lintas dari macam tanah tertentu. e. Tambahan pemadatan akibat pembebanan lalu lintas dan penurunan yang diakibatkannya, yaitu pada tanah yang berbutir kasar(Granular soil) yang tidak dipadatkan secara baik pada saat pelaksanaan

Lapis pondasi bawah Fungsi lapis pondasi bawah antara lain: a. Sebagai bagian dari kontruksi perkerasan yang mendukung dan menyebarkan beban roda. B. Mencapai effisiensi penggunaan materialyang relatif murah

Lapis pondasi atas Fungsi lapis pondasi atas antara lain: a. Sebagai lapis perkerasan yang menahan beban roda b. Sebagai perletakan terhadap lapis permukaan
Lapis permukaan Fungsi lapis permukaan : a. Sebagai bahan perkerasan yang menahan beban roda b. sebagai lapisan rapat air untuk melindungi badan jalan dari kerusakan akibat cuaca. c.sebagai lapisan aus

Beberapa metode menghitung tebal perkerasan Plexible


1. Metode SNI 2. Metode ASSTHO 72. 93 3. Metode NCSA 4.Metode Aspal Institute 5. Metode Benkelmen Beam

Metode analisa komponen (SNI)

Data L-L. Data Link Data CBRdsn

Untuk jalan baru

LHRo LHRur LEP


LEA LET = LHRo(1+i) n

= LHRoxCxE
= LHRurxCxE = (LEP+LEA)/2 =LETxFP ITP=(a1xD1)+(a2D2)+(a3xD3)

DDT

FR

LER

ITP

a1
a2 a3

D1 D2 D3

D1,D2,D3

Peningkatan jalan
yaitu peningkatan pada jalan yang sudah ada atau peningkataan pada jalan yang rusak.
0% 50% A1 D1 A2 D2

100%

A3 D3

A.Jalan lama dalam kondisi rusak


Setelah disurvey didapat : mis.

Lapisan permukaan(surface) kondisi 0%


Lapisan Pondasi atas kondisi 50% Lapisan Pondasi bawah kondisi 100% Lapisan sisa ini sebagai kondisi yang ada Yaitu ITP yang ada = 0% x a1x D1 + 50%x a2x D2 + 100% x a3 x D3

Metode analisa komponen SNI

Data L-L Data CBRdsn

Untuk jalan lama / rusak

LHRo LHRur LEP


LEA LET = LHRo(1+i) n

= LHRoxCxE
= LHRurxCxE = (LEP+LEA)/2 =LETxFP ITP=(a1xD1)+(a2D2)+(a3xD3)

DDT

FR

LER

ITP Nom ITP perlu = ITP Nom ITPyg ada

a1
a2 a3

D1 D2 D3

ITP Yg ada

LHR = Lintas Harian rata rata CBR=California bearing ratio DDT= Daya Dukung Tanah LEP=Lintas Ekivalen Permulaan LEA= Lintas Ekivalen Akhir LET= Lintas Ekivalen Tengah LER= Lintas Ekivalen Rencana FR = Factor Regional ITP = Indek Tebal Perkerasan IPo = Index permukaan awal umur rencana IPt= Index permukaan akhir umur rencana

Metode analisa Asstho 72

Data L-L Data CBRdsn

Untuk jalan baru

ADTo ADTn ADTAvr


ADT1 Jur E18AL =ADT xTEF (grafic) TEF ..SN =3 =LETxFP

=(ADTo +ADTn):2

SS

RF

E18AL

SN=(a1xD1)+(a2D2)+(a3xD3) SN ..3

a1
a2 a3

D1 D2 D3

D1,D2,D3

CATATAN :
ADT = Average Diary Traffic
SN = Structure Number

E 18 AL = Eqivalent 18 Acseload

SS =Soil Suffort

TEF=Traffic Eqivalent Factor

Metode analisa Asstho

Data L-L Data CBRdsn

Untuk jalan lama

ADTo ADTn ADTAvr


ADT1 Jur E18AL =ADT xTEF TEF ..SN =3 =LETxFP

=(ADTo +ADTn):2

SS

RF

E18AL

SN=(a1xD1)+(a2D2)+(a3xD3) SNnom

a1
a2 a3

D1 D2 D3

SN yg ada

Lanjutan
SN perlu = SN nom SN yg ada

SN perlu = a1 D1 + a2 D2 Atau SN = a1 D1

Metode NCSA
data : CBRtanah dasar, data lalu lintas 1 Data LHR (EAL) didapat Grub DI.(tabel) 2. DI didapat D1 minimal (tabel). 3. Data GrubDI dan CBR tanah dasar didapat tebal H total dari grafik (dalam inci) 4.Data CBR pondasi bawah dan GrubDI didapat tebal D1 +D2 dari Grafik 5.sehingga didapat D2 = (D1 + D2) D1 6. Didapat D3 = Htot (D1+D2)
_______________ _______________ D1

________ D2 ________ D3 Tanah dasar

RIGID PAVEMENTS
Contoh Diketahui Traffic (perhari satu jurusan) Truck = 200 kendaraan I = 10%. Beton Sc = 335 psi. Bus = 200 - Lx = 24, Ly = 40 Car = 1000 - Sub base = river Gravel Subgrade = k = 100 psi Rencanakan tebal plat beton dengan umur rencana 10 tahun. Jawab : 10 ADT 10 Truk = 200 x (1+ 0,1 ) = 519 kendaraan = 1559 smp Bus = 200 x 2,593 = 519 -= 1559 Car = 1000x2,593 = 2593 = 2593 ----------ADT10 = 5711 smp. Maka jalan adalah Mayor Highway, pt =2,5 Taksir tebal plat = 10

Tentukan TEF ( Traffic Ekivalen Factor ) Truk AS depan 5 ton 11,1 Kips, TEF = 0,135 (tabel) belakang 8 ton . 17,6 Kips TEF = 0,920 ---------------TEF = 1,055 Bus as depan 3ton .........6,6kips TEF =0,016 ( interpolasi) as belakang 5ton 11,1 kips .. TEF = 0,135 ----------------TEF = 0,151 Car as depan 0,75 ton . 2kips .. TEF = 0,0002 as belakang 1 ton 2kips .. TEF = 0,0002 ------------------TEF= 0.0004 ADT dalam priode 10 tahun Truk = (200 + 519)/ 10/20 = 360 kendaraan Bus = (200 +519)/2 = 359 -Car = (1000 + 2593 )/2 = 1796 ED-18 kips SAL = (360x1,055) +(359x0,151)+(1793x0,0004)=343,927
3

Total E-18KIps SAL = 343,927 x 365 x 10 = 1,587 x10 ft = 0,75 Sc = 251 psi , Kontrol Tebal pada nomogram Ternyata 10 okey

Maka dengan : Total E. 18 SAL, ft. dan k didapat tebal MIN.plat. PENULANGAN Tulangan memanjang As = w. f. Ly .fs ------------2 As= 0,07 sqi / feet Tulangan melintang As = w . f . Lx . -----------------------2 fs 125 . 1,2 . 24 = --------------------- = 0,04 sqi / feet 2 . 45000 125 x 1,2 x 40 x 45000 = -----------------------------2

Catatan : maka tebal plat beton tergantung : Subgrade (k), traffic (T.E.18SAL), jumlah jalur, dan mutu beton (ft).

KERUSAKAN JALAN
Tipe kerusakan jalan flexible Bergelombang

R BAHAN PERKERASAN JALAN


Perkerasan jalan adalah segala jenis material kontruksi yang dihampar dan dipadatkan diatas tanah dasar.
Bahan jalan dapat terdiri dari satu jenis maupun berbagai jenis material baik kuantitas maupun kualitas Bahan perkerasan jalan salah satu factor utama dari beberapa factor yang ikut menentukan kestabilan perkerasan jalan secara keseluruhan . Ada 2 macam perkerasan ; 1. Flexible(lentur). Bahan :- Agregat Aspal 2 Rigid (kaku) Bahan : -Agregat Semen

ASPAL merupakan material yang termoplastis yaitu melunak jika dipanaskan dan menjadi padat jika didinginkan. Aspal menjadi sangat berguna untuk para ahli jalan mengingat bahwa aspal merupakan bahan pengikat yang kuat, kedap air dan tahan terhadap keawetan, walaupun secara fisik aspal bahan setengah padat. Jenis jenis aspal dan ter Aspal yang sering digunakan untuk bahan konstruksi jalan dapat terdiri dari aspal alam dan aspal buatan.
Aspal alam a. Aspal alam ditemukan dipulau Buton ( Sulawesi Tenggara- Indonesia). Prancis Swis dan Amerika latin. Menurut sifat dan kekerasannya aspal rtersebut al: 1. Batuan (Rock aspahlt) 2.Plastis(Trinidat lake Asphalt=TLA) 3.cair (Bermuda Lake Asphlt)

b. Sedangkan tingkat kemurniannya dapat diperingkat sebagai berikut: 1. Murni dan hampir murni ( Bermuda lake asphalt) 2. tercampur dengan mineral(Rock aspal pulau Buton, Trinidad, Prancis dan Swiss) c. Berhubung aspal alam tidak mempunyai mutu yang tetap dan seragam penggunaan aspal alam tersebut memerlukan perhatian tersebdiri. ASPAL buatan Jenis aspal ini dibuat dari minyak bumi sebagai bahan baku dimana minyak bumi yang banyak mengandung aspal.(Aspaltene) dan hanya sedikit mengandung parafin. Parapin dengan berat melekultinggi membentuk hablin hablin yang dapat mempengaruhi tingkat kelekatan aspal terhadap batuan. Oleh karena itu untuk mendapatkan aspal yang mutu baik dipilih bahan baku minyak bumi dengan kandungan kadar farapin yang rendah. Minyak bumi dapat digolongkan kedalam paraffin base crude oil ialah minyak bumi yang berkadar farafin tinggi dn aspaltene atau naphten base crude oil ialah minyak bumi dengan kadar paraffin rendah dan mixed base crude oil mengandung banyak gugusan aromat dn siklis sehingga kadar aspalnya tinggi sedangkan kadar parafinya rendah. Minyak bumi tersebut kemudian disuling untuk meisahkan bagian bagian yang mudah menguap dari. Residu atau sisa dari distilasi ini disulingkan sekali lagi pada suhu yang sama akan tetapi pada tekanan rendah (hampa udara) dan menghasilkan praksi praksi separti Gas, Oil, minyak pelumas, sebagai sisa yang dihasilkan straight run bitumen. Pada umumnya staright run bitumen umumnya mempunyai penetrasi yang tinggi sehingga untuk menghasilkan bitumen dengan penetrasi yng dibutuhkan, bitumen tersebut masih harus diproses dengan cara blowing menjadi semi-blown asphalt.

ASPAL EMULSI Untuk beberapa jenis pembuatan jalan dibutuhkan aspal cair bahkan bahkan lebih cair dari pada aspal cair. Ama apabila batuan tersebut agak lembabdan mempunyai sifat dapat menembus fori fori halus dalam batuan yang tidak dapat dilalui oleh aspal cair biasa oleh karena sifat pelarut yang membawa aspal emulsi mempunyai day tarik terhadp batuan yang lebih baik dari pada pelarut dalam aspal cair, terutama apabila batuan tersebut agak lembab. Aspal emulsi terdiri dari butir butir aspl halus , dalam air umumnya butir butir yang sama mempunyai daya tarik besar jika mangkin dekat jaraknya. Untuk menghindarkan butir butir tersebut tertarik menjadi satu butir yng besar maka pada butir butir tersebut diberikan muatan listriktertentu dan sama sehingga jarak antara butir butir aspal tidak menjadi terlalu kecil. Untuk maksud tersebut diberikan dalam pelarut(air) suatu emulgator sehingga butir butir kecil tersebut selalu melayang layang dalam pelarutnya dan dihindarkan menggumpal. Tergantung dari muatan listrik ilah positip nduksi tersebut, maka aspal emulsi dibagi dalam aspal emulsi kationik bila muatan listrik butir butir aspal adalah positip dan anionik bila muatan listrik dari butir butir aspal tersebut adalah negatip.

Percobaan percobaan aspal

1. Penetrasi
2. Titik lembek 3. Daktility 4. Titik nyala titik bakar 5. Hilang dalam pemanasan 6. Berat jenis 7. Penyulingan aspal cair. 8. Kadar air dalam minyak bumi dan bahan mengandung bitumen

9. Kelekatan aspal dalam batuan


10. Proses pengerasan yang terjadi dalam aspal 11. Sifat Kimia

SAND EQUIVALEN TEST TITIK LEMBEK

OVEN

DAN

BOLA BAJA UNTUK ABRASI

TIMBANGAN DIAIR DAN TIMBANGAN BIASA

DCP PEMANASAN AGREGAT DAN ASPAL ALAT LOS ANGELES UNTUK ABRASI
DCP = Dinamic Cone Penetrometer Suatu alat untuk mengetahui daya dukung tanah dasar ( CBR)

Alat Los Angeles untuk Abrasi

SAND CONE ALAT PENETRASI PENYULINGAN ASPAL

SARINGAN AGREGAT TIMBANGAN AGREGAT (SNI 03-1968-1990, SK SNI M-09-1989-F)


Tujuan percobaan : untuk menentukan pembagian agregat kasar/ split, sedang/screen dan halus/ filler dengan menggunakan saringan.
Peralatan: 1 set saringan, 2. Alat penggetar, 3. Timbangan dan neraca dengan ketelitian 0,1 % dr berat uji. 4. Oven dengan pengatur suhu. 5. Alat pemisah contoh. 6. talam, sikat kuningan dan sendok. Proses percobaan : * benda uji yang telah kering dimasukan kedalam saringandengan meletakan saringan terbesar berada paling atas berturut turut hingga yang paling kecil *. Saringan diguncang dengan mesin pengguncang selama 30 menit.

TEMPAT RENDAMAN SAMPLE MARXAL TEST

AGREGAT Kadar agregat dalam campuran bahan perkerasan kontruksi jalan pada umumnya berkisar antara 90-95% dari berat total, atau berkisar antar a 7595%dari volume total. Agregat merupakan bahan utama yang turut menahan beban yang diderita bagian perkerasan jalan. Begitu pula dalam pelaksanaan perkerasan. Dimana digunakan beban pengikat aspal, sangat dipengaruhi mutu agregat.

Divinisi Agregat agregat adalah suatu bahan keras dan kaku yang digunakan sebagai bahan campuran yang berupa berbagai jenis butiran atau pecahan yang termasuk didalamnya antara lain : pasir, krikil, agregat pecah, terak dapur tinggi , abu agregat

PEMERIKSAAN AGREGAT 1. Analisa saringan 2. Sand equivalent 3. Berat Jenis dan penyerapan agregat kasar 4. Berat jenis dan penyerapan agregat halus 5. Pemeriksaan keausan agregat ( alat los Angeles )