Anda di halaman 1dari 6

Meningoencepalitis

Terapi
Penanganan paling pertama yang harus dilakukan ialah stabilisasi keadaan umum pasien, antara lain : Pemasangan oksigen. Usahakan agar konsentrasi O2 berkisar antara 30-50%. Pemberian cairan intravena untuk rehidrasi dan koreksi elektrolit3. Pengawasan terhadap adanya syok, dehidrasi, gangguan elektrolit dan TIK. Keseimbangan cairan dan elektrolit harus diawasi dengan ketat.Hindari terjadinya overhidrasi karena dapat menyebabkan perburukan penyakit atau mempercepat terjadinya edema serebri.

Terapi
Tatalaksana medikamentosa terutama harus didasarkan pada penyebab meningoensefalitis Pengobatan simptomatis diberikan berdasarkan gejala.

Komplikasi
Efusi subdural Lesi saraf kranial Infark serebral Kejang Syndrome Inappropriate Antidiuretic Hormone ((SIADH) Gangguan intelektual Meningococcal septicemia, Sindrom Water-Friedeichsen (septik syok,DIC, perdarahan adrenal bilateral)

komplikasi
Gangguan mental Hidrosefalus obstruktif Edema dan herniasi serebral

prognosis
Penderita meningoensefalitis dapat sembuh, sembuh dengan cacatmotorik/mental atau meninggal, hal tergantung dari: Umur penderita Jenis kuman penyebab Berat ringan infeksi