Anda di halaman 1dari 3

Tugas Operasi Teknik Kimia 2 Destilasi

Rido Oktobriananta K 115061100111016

A. Pendahuluan Distilasi adalah operasi atau metode yang digunakan utnuk memisahkan komponenkomponen dari larutan yang tergantung pada distribusi berbagai komponen-komponen tersebut antara fase cair dan fase uap (kesetimbangan), dimana seluruh komponen ada dalam kedua phase tersebut. Fase baru tersebut dihasilkan dengan penguapan atau pendinginan larutan awal. Secara umum destilasi dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan ada atau tidaknya kesempatan kontak antara destilat dengan uap yang baru terbentuk. Kedua metode tersebut adalah single stage method dan multi stage method. Single stage method adalah metode destilasi yang destilatnya tidak ada yang kembali kontak dengan uap baru dengan kata lain destilat tidak dipanaskan kembali atau tidak ada refluks. Yang termasuk dalam metode ini adalah Flash distillation, simple batch or differential distillation dan simple steam distillation. Multi stage distillation adalah metode destilasi yang destilatnya dikontakkan kembali dengan uap liquid yang baru terbentuk atau refluks. Yang termasuk dalam metode ini adalah fractional distillation dan rectification or reflux distillation . B. Flash distillation Distilasi kilat (flash) terdiri dari penguapan sebagian tertentu zat cair, sehingga uap yang keluar berada dalam kesetimbangan dengan zat cair yang tersisa. Uap ini lalu dipisahkan dari zat cair dan dikondensasikan. Pada destilasi ini liquida menguap secara parsial. Dimana prosesnya suatu umpan yang volatil dialirkan melalui pemanas, kemudian dilewati ke keran penurun tekanan (choke valve), lalu masuk ke tangki pemisah. Fase uap dan fase cair yang meninggalkan tangki pemisah dianggap berada dalam kesetimbangan. Metode Flash distillation ini dapat digunakan dalam proses membuat air laut menjadi air tawar. C. Simple batch or differential distillation Simple batch or differential distillation proses yang digunakan untuk memisahkan campuran larutan binar ataupun multikomponen. Proses awal dalam destilasi ini adalah campuran liquida volatil dipanaskan pada bejana pemanas, sehingga liquida yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu dan membentuk destilat. Destilat yang terbentuk akan kaya dengan komponen yang memiliki titik didih lebih rendah. Namun komposisi dari destilat tersebut berubah siring waktu karena komponen volatil yang memiliki titik didih tinggi akan menguap dan menjadi destilat juga. Metode distilasi ini sering digunakan dalam skala laboratorium. Seperti proses pemisahan etanol dengan air. Selain itu metode ini dimungkinkan untuk digunakan dalam skala industri. Di dalam industri hasil dari suatu distilasi batch sering diambil dalam bentuk fraksi-fraksi yang terpisah, sehingga ketel distilasi atau kondenser totalnya seringkali dilengkapi dengan lebih dari satu tangki pengumpul distilat. Dewasa ini banyak unit-unit distilasi batch di industri menggunakan suhu atau indeks bias sebagai indikator pemindahan fraksi dari tangki penampung satu ke tangki lainnya.

D. Steam Distillation atau destilasi uap Pada tekanan atmosfer cairan yang bertitik didih tinggi tidak dapat dimurnikan hanya dengan destilasi sederhana karena cairan ini terdekomposisi pada suhu tinggi. Karena itu cairan ini atau substan ini sering kali tidak dapat larut dengan air. Campuran heterogen dari kedua kedua komponen ini ( A dan B) tidak mengikuti hukum Raoult, tetapi masing meiliki tekanan parsial sendiri ( PA dan PB) yang sama dengan tekanan uap zat murni pada suhu tertentu. Dengan kata lain tekanan uap parsial masing-masing komponen bergantung suhu, maka ketika PA + PB sama dengan tekanan atmosferik maka tekan