Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS SKENARIO Identitas Nama : Mrs.

X Usia : 54 tahun

Anamnesis KU RPS RPD : Visus turun mendadak mata tenang : Visus turun mendadak saat bangun tidur, tidak disertai mata merah. : Riwayat menderita hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol

Riwayat medikamentosa : Minum Clonidin 10 mg, 2 kali sehari

Pemeriksaan Pemeriksaan visus Pemeriksaan pupil : VOD : 1/300 (lambaian tangan), VOS : 20/70 : refleks pupil kanan melambat dengan relative afferent

pupillary defect, pupil kiri reaktif Pemeriksaan fundus : pada fundus mata kanan tampak vena yang berkelok-kelok, perdarahan intraretina (dot-blot and flame-shaped hemorrhages) di keempat kuadran selain itu terdapat gambaran opaksitas di makula, sedangkan pada fundus mata kiri optik disk dan makula tampak normal. Analisis tanda dan gejala Tajam penglihatan (visus) yang turun mendadak tanpa tanda radang ekstraokular dapat disebabkan oleh beberapa kelainan. Seperti: a. gangguan pada nervus optikus. b. pembuluh darah (vena maupun arteri retina). c. gangguan fungsi retina maupun makula. Kelainan ini dapat terlihat pada neuritis optik, ablasi retina, obstruksi vena retina sentral, oklusi arteri retina sentral, perdarahan badan kaca, ambliopia toksik, histeria, retinopati serosa sentral, amaurosis fugaks dan koroiditis.

Adanya riwayat penyakit seperti hipertensi dan diabetes melitus merupakan faktor resiko terjadinya kerusakan dinding endotel maupun oklusi pembuluh darah retina baik arteri ataupun vena. Adanya oklusi arteri retina dapat menyebabkan gangguan aliran darah menuju retina sehingga terjadi penurunan visus secara mendadak. Begitu pula, dengan oklusi vena retina yang akan menghambat aliran darah yang akan keluar dari retina, adanya bendungan aliran darah dapat menyebabkan vena menjadi berkelok-kelok hingga terjadinya perdarahan retina sehingga terjadi penurunan visus yang mendadak. Hal ini dapat menyebabkan penekanan pada nervus optikus, sehingga dapat menyebabkan manifestasi seperti neuritis optik dapat menyebabkan terhambatnya impuls penglihatan yang menimbulkan penurunan visus yang mendadak pula. Perdarahan retina terjadi karena proses diapedesis dari vena atau kapiler retina dan gambaran morfologiknya tergantung pada ukuran, tempat, dan luas kerusakan pembuluh darah. Perdarahan dapat disebabkan oleh keadaaan apa pun yang menggangu integritas selsel endotel. Perdarahan biasanya mengisyaratkan adanya beberapa kelainan pada retina, dan harus di pertimbangkan faktor-faktor sistemik yang berkaitan dengan penyakit dinding pembuluh darah sepert hipertensi, diabetes melitus, gangguan darah leukemia, polisitemia, dan penurunan perfusi seperti fistula sinus kavernosa-arteri karotis, dan perdarahan akut. Kedalaman perdarahan retina dapat ditentukan melalui tampilan perdarahan yang tampak pada hasil pemeriksaan fundus retina. Perdarahan intraretina profunda yang disebut juga sebagai perdarahan "dot and blot shape" karena perdarahan ini melingkupi bagian fotoreseptor dan sel retina tengah. Perdarahan intraretina superficial cenderung berbentuk corakan api (flame shape hemorrhage) karena perdarahan tersebar di lapisan serat saraf.

Diagnosis Banding 1. CRVO (Central Retinal Vena Oclusion) 2. Retinopaty DM 3. Retinopaty HT 4. CRAO (Central Retinal Arteri Oclusion) Penatalaksanaan Penatalaksanaan pada pasien di skenario menurut kelompok kami adalah penatalaksaan awal untuk mengatasi kegawatdaruratannya terlebih dahulu, seperti perbaikan kondisi umum, dan melakukan drainase serta pemberian obat-obatan seperti antihipertensi, untuk menurunkan tekanan darahnya. Serta dilakukan pengontrolan terhadap gula darah dan hipertensinya.
ANAMNESIS TAMBAHAN 1. Sejak kapan penglihatan turun mendadak? Apakah sebelumnya pernah megalami hal seperti ini? 2. Apa adakah nyeri pada bola mata? PEMERIKSAAN FISIK 1. Vital sign 2. Palpasi daerah kelopak mata atau menggunakan tonometri untuk mengukur TIO 3. Tes Konfrontasi Untuk Menilai Luas Lapang Pandang PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Pemeriksaan laboratorium sederhana 2. Funduskopi

PENATALAKSANAAN 1. Masase bola mata 2. Turunkan TIO

RUJUK