Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan adalah hal yang bersifat dinamis, selalu mengikuti arus perkembangan zaman dan kemajuan intelektualitas. Arus perkembangan zaman dan intelektualitas manusia baik didunia pendidikan maupun didunia kehidupan biasa terjadi evolusi dan revolusi. Namun tidak selamanya perkembangan keduanya berjalan seimbang dan selaras. Karena itu sering muncul berbagai gejala pendidikan yang mengandung berbagai permasalahan yang banyak sekali. Pelaksanaan pendidikan di Indonesia berupaya merealisir tujuan pendidikan nasional yaitu untuk : Meningkatkan Kualitas Manusia Indonesia, Yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Dengan tujuan pendidikan nasional tersebut perlu adanya perhatian yang tinggi dalam mengelola dan mengembangkan pendidikan untuk mengukur sampai dimana pengembangan dalam mengelola pendidikan, salah satu acuan pengukuran adalah dengan melihat perkembangan peserta didik. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik. Para ahli genetik menyatakan kemampuan berpikir (IQ) dan temperamen merupakan aspek-aspek yang paling banyak ditelaah yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan. Kemampuan berpikir (IQ) banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan perkembangan anak.

Namun, pada ddasarya faktor yang dapat mempegaruhi terhadap pendidikan dan pengembangan serta keberhasilan suatu pendidikan adalah faktor lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang ada disekitar anak didik. Lingkungan dapat memberikan pengaruh yang positif atau negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak. Sebab seumur hidupnya, manusia paling banyak menghabiskan waktunya bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Lingkungan tersebut terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Pertama, keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Kedua, lingkungan sekolah merupakan lingkungan formalisasi lembaga pendidikan. Dimana tempat pematangan pengetahuan peserta didik melalui proses belajar mengajar. Ketiga, lingkungan masyarakat merupakan lingkungan penyelenggara pendidikan baik yang di lembagakan maupun tidak di lembagakan yang sangat berpengaruh terhadap peserta didik. Oleh karena itu, melalaui makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pengaruh dari masing-masing lingkungan terhadap perkembangan peserta didik tersebut. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, di peroleh permasalahan yaitu Pengaruh Lingkungan Terhadap Peserta Didik . C. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan lingkungan? 2. Apa saja jenis-jenis lingkungan? 3. Bagaimana pengaruh lingkungan terhadap peserta didik? D. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Menjelaskan pengertian lingkungan 2. Menjelaskan jenis-jenis lingkungan 3. Mendeskripsikan pengaruh lingkungan terhadap peserta didik

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Lingkungan Lingkungan adalah segala sesuatu yang mempegaruhi individu baik yang berasal dari dalam diri individu maupun dari luar individu. Lingkungan ini menitik beratkan pada proses interaksi, baik lingkungan informal (keluarga), atau non formal (masyarakat), atau lingkungan formal sekolah itu sendiri. Lingkungan adalah merupakan salah satu faktor dalam pendidikan yang tidak kalah pentingnya dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan pendidikan yang digolongkan salah satu faktor disamping faktor-faktor lainnya. Menurut Ngalis Purwanto dalam Bahan Ajar Pengantar Pendidikan (2006:53) lingkungan (emvirement) : meliputi semua kondisi dalam dunia ini yang dengan cara tertentu mempegaruhi tingkah laku kit, pertumbuhan, perkembangan atau life processes kita. Sedangkan menurut Wasty Soemanto dalam Bahan Ajar Pengantar Pendidikan (2006:53) mengemukakan bahwa lingkungan mencakup segala material dan stimulasi didalam dan diluar diri individu,baik yang bersifat fisiologis, psikologis, maupun sosial kultural. Berdasarkan kedua pendapat ini dapat menggambarkan pengertian lingkungan sekaligus jenis-jenisnya. Lingkunganbagi seorang individu adalah adalah segala sesuatu yang berasal dari dalam maupun luar dirinya. Lingkungan dalam bagi individu identik dengan keluarga sedangkan lingkungan luar identik dengan masyarakat. Jadi yang mana lingkungan dalam maupun luar tergantung dari lembaga mana seseorang melihat.
B. Pengertian Peserta Didik

Peserta didik adalah manusia yang memiliki kemampuan berpikir untuk mengalami perubahan secara bertahap. Dimana untuk mengalami perubahan tersebut setiap potensi yang ia miliki harus dibimbing dan dikembangkan. Perkembangan setiap peserta didik memiliki perbedaan. Hal ini terjadi akibat irama dan tempo perkembangan yang beragam oleh adanya faktor perkembangan, Faktor

perkembangan tersebut adalah faktor kemampuan dasar, faktor lingkungan, dan faktor kepribadian. (Bahan Ajar Pengantar Pendidikan, 2006:43) Berdasarkan hal ini Raka Joni dalam Bahan Ajar Pengantar Pendidikan (2006:42) menyatakan bahwa hakikat subjek didasarkan atas empat hal yakni; (a) subjek didik bertanggung jawab atas pendidikannnya sendiri sesuai dengan wawasan seumur hidup, (b) subjek didik memiliki potensi, baik fisik maupun psikologis yang berbeda-beda sehingga masing-masing subjek didik adalah insane yang unik, (c) subjek didik memerlukn pembinaaan individual serta perlakuan yang manusiawi, (d) subjek didik pada dasarnya merupakan insan yang aktif menghadapi lingkungan. C. Jenis-Jenis Lingkungan dan Pengaruhnya Menurut tempat pelaksanaan pendidikan, lingkungan dibedakan atas : 1. Keluarga 2. Sekolah 3. Masyarakat (Bahan Ajar Pengantar Pendidikan, 2006:49) Masing-masing jenis lingkungan tersebut akan diuraikan sebagai berikut : 1. Keluarga Keluarga mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan jiwa anak. Hal ini disebabkan karena keluargalah tempat pertama dan utama bagi anak-anak dalam memperoleh pendidikan. Pandangan ini sangat logi karena beberapa alasan sebagai berikut : a. Keluarga merupakan pihak yang paling awal memberikan banyak perlakuan terhadap anak. b. Sebagian besar waktu anak berada di lingkungan keluarga. c. Karakteristik hubungan orang tua-anak berbeda dengan hubungan anak dengan pihak lain (guru,teman,dan sebagainya). d. Interaksi kehidupan orang tua-anak bersifat asli, seadanya dan tidak dibuatbuat. Selain berpengaruh terhadap perkembangan jiwa anak, keluarga juga berpengaruh terhadap proses sosialisasi anak. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan

lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Oleh karena itu, pihak utama yang paling dekat dengan anak sebagai pembentuk adalah keluarga. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga. Oleh sebab itu, dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 Tahun 1989 menyatakan secara jelas dalam pasal 10 ayat 4, bahwa keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral dan keterampilan kepada anak. Hal ini disebabkan keluarga merupakan pusat pendidikn dan memiliki pengaruh kuat. Namun, perlu dipahami beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik yang justru berasal dari keluarga, yaitu : Cara orang tua mendidik Cara orang tua mendidik sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak. Orang tua yang tidak perhatian terhadap anak membuat anak tidak peka terhadap keadaan sekitar. Sebaliknya, memanjakan anak juga pola yang salah. Sebab hal ini akan membuat anak terlau bergantung pada orang tua. Bahkan anak tidak takut jika prestasi belajarnya menurun sebab orang tuanya tidak memarahi karena sudah terbiasa dimanjakan. Pola didikan disiplin namun tetap penuh kasih sayang sangatlah dianjurkan. Pemberian aturan yang telah disepakati sangat diperlukan. Sebab jika anak dari kecil sudah terbiasa disiplin, maka sampai ia dewasa akan tetap disiplin seperti yang diajarkan orang tuanya. Komunikasi antar anggota keluarga Komunikasi antara anak dengan orang tua sangat penting. Tanggung jawab orang tua tidak hanya sebatas uang dalm pemenuhan kebutuhan keperluan sekolah. Akan tetapi, kewajiban utama orang tua adalah mengetahui perkembangan tingkah laku dan perilaku anak. Jika pendidikan berfungsi untuk mengubah tingkah laku anak, maka orang tua

berkewajiban memantau, mengamati, dan memperbaiki perilaku dan tingkah laku anaknya. Jika anak melakukan kesalahan, maka sudah menjadi kewajiban rang tua untuk menasehati. Orang tua juga harus mengetahui perkembangan belajar anaknya dengan meluangkan waktu belajar dengan anaknya. Selama ini orang tua hanya mengetahui perkembangan belajar anak setelah menerima rapor. Orang tua marah dan sring kali menyalahkan anak. Hal ini akan menyebabkan anak stress dan putus asa. Oleh karena itu, dibutuhkan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dalam memberikan pengarahan. Selain itu, anak dengan saudaranya juga menentukan kenyamanan anak. Suasana rumah Suasana rumah mencakup situasi dan kejadian-kejadian di tempat anak belajar. Suasana yang gaduh tentu akan mengganggu konsentrasi belajar anak. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan suasana rumah yang tentram. Keadaan ekonomi keluarga Hal ini disebabkan anak membutuhkan fasilitas untuk belajar, seperti buku, pena, meja belajar, dan lain-lain. Jika anak hidup dalam kondisi keuangan kurang mampu bahkan harus bekerja membantu orang tua akan mengganggu belajarnya. Sebaliknya, dalam keluarga kaya pun orang tua akan cenderung memanjakan anak sehingga anak akan bersenang-senang dan tidak lagi fokus belajar. 2. Sekolah Seiring dengan kemajuan zaman, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, keluarga tidak mungkin lagi dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengetahuan dan pendidikan. Sehingga, orang tua memperkenalkan anak dengan dunia sekolah. Jalur pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar dengan organisasi yang terorganisir rapi, terencana, berjenjang dan berkesinambungan. Sifatnya formal, diatur berdasarkan ketentuanketentuan pemerintah dan memiliki keseragaman pola secara nasional, dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Indonesia dalam menwujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur (Bahan Ajar Pengantar Pendidikan, 2006:59).

Melalui pendidikan formal di sekolah maka sekolah harus berfungsi : a. Menumbuh kembangkan anak sebagai makhluk individu melalui pembekalan semua bidang studi. Sehingga intelektual, insiatif, kreatifitas, tanggung jawab peserta didik akan diasah. b. Sekolah mengembangkan peserta didik menjadi makhluk social yang demokrasi. c. Sekolah membina watak peserta didik melalui bidang studi yang relavan. d. Sekolah membina peserta didik menjadi makhluk yang religius. e. Sekolah harus menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas. f. Sekolah memngenalkan dan mempertahankan nilai budaya kepada peserta didik. Namun demikian, beberapa faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik yang berasal dari sekolah, yaitu : Metode Mengajar Guru harus memperhatikan metode-metode yang akan ia berikan pada peserta didik. Sebab akan mempengaruhi semangat belajar anak. Metode pengajaran yang tidak baik akan membuat anak tidak mengerti atau cenderung bosan terhadap materi yang diberikan. Komunikasi Guru dengan Siswa Proses belajar mengajar terjadi antara guru dengan siswa. Komunikasi yang baik diberikan guru kepada siswa akan membuat siswa akan berusaha mempelajari mata pelajaran yang diberikan dengan baik pula. Komunikasi Siswa dengan Siswa Siswa yang memiliki tingkah laku yang kurang menyenangkan tentu akan diasingkan dari kelompok teman-temannya. Hal ini akan membuat anak malas ke sekolah dan belajar. Disiplin Sekolah Agar disiplin selama berada di lingkungan sekolah diharapkan para guru dan staf membuat aturan yang membawa pengaruh positif terhadap belajar siswa. Alat Pelajaran

Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan membuat siswa lebih cepat dalam menerima materi yang diberikan guru. Namun, sebagian besar sekolah masih minim media dalam proses mengajar. Padahal alat pendidikan sangat membantu murid maupun guru, terutama pada murid-murid SD yang berada pada fase berpikir konkret. Waktu Sekolah Waktu sekolah dapat terjadi pada pagi maupun siang hari. Namun, sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari sebab pikiran dalam keadaan segar sehingga dapat konsentrasi belajar. Standar Pelajaran Guru harus memberikan materi yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Seringkali guru dengan pendidikan terakhir tingg memberikan standar pelajaran yang tinggi pula. Hal ini tentu membuat siswa tidak mengerti dan jenuh. Keadaan Gedung Keadaan gedung sangat mempengaruhi kenyamanan belajar siswa. Dengan jumlah siswa yang banyak serta memiliki karakter yang berbeda-beda maka sekolah dituntut memberikan fasilitas gedung sekolah yang memadai dan memberikan kenyamanan dalam proses belajar menngajar. Metode Belajar Peserta didik sering kali mengalami masalah dengan membagi waktu untuk belajar. Pihak sekolah harus memberikan solusi dalam pembagian waktu. Tugas Rumah Waktu luang siswa tidak hanya untuk belajar, tetapi juga hal lain seperti sosialisai dengan lingkungan. Maka dharapksn guru tidak memberikan tugas rumah terlalu banyak. 3. Masyarakat Masyarakat adalah salah satu lingkungan pendidikan yang sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian seseorang. Kaitan masyarakat dan pendidikan yaitu : a. Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan baik yang dilembagakan maupun tidak dilembagakan. b. Kelompok sosial dalam masyarakat memiliki peran dan fungsi edukatif.

c. Dalam masyarakat terdapat sumber belajar baik langsung maupun tidak langsung. Dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan keberadaan sekolah agar tetap survive, diharapkan peranan masyarakat dalam memberikan nilai-nilai edukatif serta nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Selain itu semangat solidaritas agar jangan sampai ada peserta didik yang gagal sekolah karena tidak mampu membiayai sekolah anaknya(Hasbullah, 2006:58). Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dalam lingkungan masyarakat adalah : Kegiatan Siswa dalam Masyarakat Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat menguntungkan dan merugikan. Ditinjau dari sudut positif dapat membangun rasa kebersamaan dan solidaritas siswa, namun dari sudut negatif ada kalanya lingkungan yang mengadakan kegiatan berlatar belakang buruk seperti penjudi. Hal ini kan mempengaruhi kepribadian siswa. Mass Media Mass media terdiri dari radio, televise, koran, internet, dan lain-lain. Mass media ini mempengaruhi semangat belajar siswa. Sebab mass media dapat membantu proses belajar yakni memberi informasi-informasi terbaru, namun juga sering membuat lupa waktu. Teman Bergaul Teman bergaul memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap siswa. Teman yang baik tentu akan membuat siswa akan bersikap baik pula, begitu pula sebaliknya. Bentuk Kehidupan Masyarakat Masyarakat yang berada disekitar siswa adalah orang-orang tidak terpelajar, penjudi, dan memiliki kebiasaan buruk hamper dapat dipastikan akan membuat siswa terpengaruh. Sebaliknya, dengan latar kehidupan masyarakat yang terpelajar dan berkelakuan baik, maka siswa akan mengikutinya.

10

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Ada tiga lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap peserta didik yaitu : 1. Keluarga Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik yang berasal dari keluarga, yaitu : (a) cara orang tua mendidik, (b) komunikasi antar anggota keluarga, (c) suasana rumah, dan (d) keadaan ekonomi keluarga 2. Sekolah Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik yang berasal dari sekolah, yaitu : (a) metode mengajar, (b) komunikasi guru dengan siswa, (c) komunikasi siswa dengan siswa, (d) disiplin sekolah, (e) alat pelajaran, (f) waktu sekolah, (g) standar pelajaran, (h) keadaan gedung, (i) metode belajar, dan (j) tugas rumah 3. Masyarakat Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik yang berasal dari masyarakat, yaitu : (a) kegiatan siswa dalam masyarakat, (b) mass media, (c) teman bergaul, dan (d) bentuk kehidupan masyarakat. B. Saran Kita menyadari bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap peserta didik. Keluarga adalah faktor pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Sehingga diharapkan agar orang tua memenuhi kebutuhan anak, memberikan kenyamanan kepada anak, dan pola pendidikan yang benar. Sekolah pun diharapkan dapat memberikan pembekalan kepada peserta didik agar menjadi masyarakat masa depan Indonesia. Demikian pula dengan masyarakat diharapkan memberikan kontribusi yang baik dalam penanaman nilai dan norma yang dapat membawa pengaruh positif.

11

Maka, diharapkan kerja sama dari masing-masing lingkungan demi kelancaran proses dan dan hasil pendidikan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA Gusmal. 2007. Pendidikan Tanpa Akhir. Padang: Padang Media Muhardjo, Redja. 2002. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Tim Pembina Mata Kuliah Pengantar Pendidikan. 2006. Bahan Ajar Pengantar Pendidikan. Padang : Bahan Ajar Hasbullah.2006. Otonomi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada http://abyfarhan7.blogspot.com/2011/12/faktor-faktor-pengaruhperkembangan.html#ixzz1hXmEHF1O http://www.masbied.com/2011/06/21/macam-macam-lingkungan-tujuan-serta-fungsi masyarakat/ http://ahmadazhar.wordpress.com/2009/09/14/lingkungan-dan-pengaruhnya/

12