Anda di halaman 1dari 2

IRIGASI KOLON DENGAN ENEMA HIPERTONIK

7 Januari 2009 oleh PRO-HEALTH


A. Pengertian

Irigasi ini disebut juga enema Fleet. Jenis irigasi yang merupakan enema cara lama dan mudah menggunakannya karena hanya sedikit cairan yang digunakan untuk merangsang peristaltik dan membantu memperlancar defekasi. Unit enema jenis ini berisi 240 ml cairan yang diberikan pada suhu ruangan. Tidak ada persiapan khusus, siap digunakan bila dipergunakan. Ujung yang ada pelumasnya dimasukkan ke dalam rektum/kolon dan cairan disemprotkan dengan ujung botol palstik yang elastik
B. Tujuan

Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi konstipasi/pengerasan feces, membersihkan saluran cerna bagian bawah yang diprioritaskan pada pembedahan, melahirkan anak atau pemeriksaan diagnostik, membantu mengeluarkan defekasi pada klien yang tidak berfungsi persyarafan eleminasinya.
C. Kontra indikasi irigasi kolon reguler

* Hemorrhoid yang mudah berdarah * Keganasan kolon/rektum


D. Persiapan Alat

Botol khusus enema-hipertonik sekali pakai Pelumas Alas karet Selimut mandi Kertas toilet Bedpan/pispot atau commode Handuk Lap mandi Sarung tangan sekali pakai

E. Prosedur

1. Mencuci tangan 2. Menjelaskan tujuan pemberian enema 3. Menjelaskan rasional setiap langkah pada prosedur 4. Menutup pintu/memasang penyekat ruangan/tirai 5. Mengatur posisi klien, miring kiri dangan kaki kanan fleksi 6. Memasang alas karet di bawah bokong klien 7. Memasang selimut mandi dengan hanya memperlihatkan daerah anal 8. Meletakkan bedpan dekat tempat tidur 9. Mencuci tangan 10. Memasang sarung tangan sekali pakai 11. Membuka penutup palstik selang rektal; menambah pelumas pada ujung selang rektal

12. Membuka bokong klien dengan cermat, sampai anus kelihatan; menganjurkan klien untuk bernapas dalam dan menghembuskan napas perlahan melalui mulut 13. Memasukkan ujung botol ke rektum dengan cermat, mendorong sampai 7,5-10 cm 14. Meremas botol enema sampai semua cairan memasuki kolon dan rektum 15. Meletakkan kertas toilet sekitar anus dan mencabut selang dengan cermat 16. Menerangkan pada klien bahwa perasaan kembung yang timbul, merupakan hal biasa. Menganjurkan klien untuk menhan cairan selama mungkin sambil berbaring dengan tenang ditempat tidur 17. Membuang wadah enema pada tempatnya 18. Membuka sarung tangan secara terbalik dan membuangnya pada tempatnya 19. Membawa klien ke toilet atau mendudukkannya pada pispot/commode; mengingatkan klien untuk tidak menyiram toilet sebelum dilihat perawat 20. Mengamati karakteristik feces dan cairan yang keluar 21. Membantu klien untuk membersihkan daerah anus dengan air dan sabun 22. Mencuci tangan 21. Mendokumentasikan hasil enema dan reaksi klien pada catatan klien.