Anda di halaman 1dari 20

Bed Side Teaching

SKIZOFRENIA TAK TERINCI

Oleh: Meta Gapila, S.Ked 0818011031

KEPANITERAAN KLINIK UNIVERSITAS LAMPUNG SMF ILMU KESEHATAN JIWA RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI LAMPUNG SEPTEMBER 2013

BED SIDE TEACHING

I. IDENTITAS PENDERITA

Nama Umur Jenis kelamin Agama Alamat Pendidikan Pekerjaan Status perkawinan Tanggal pemeriksaan

: Tn. S : 27 tahun : Laki-laki : Islam : Pekalongan : SMP :: Belum kawin : 19 September 2013

II. PEMERIKSAAN FISIK

A. Status Internus Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu Pernafasan : Baik : Compos Mentis : 120/70 mmHg : 78 x/menit : 36,90 C : 18 x/menit

Sistem Respiratorik Sistem Kardiovaskuler Sistem Gastrointestinal Sistem Urogenital Kelainan khusus

: dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : tidak ada

B. Status Neurologikus Rangsang meningeal : tidak ada Sistem motorik Saraf vegetatif Fungsi luhur : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal

III. PEMERIKSAAN PSIKIATRI A. Anamnesis Anamnesis diperoleh dari pasien sendiri (auto anamnesis). A.1 Sebab Dibawa Ke RSJP Lampung Sekitar 6 (enam) bulan yang lalu, pasien dibawa oleh ibu dan kakaknya ke poli RSJP provinsi Lampung dengan keluhan pasien sering marahmarah tanpa sebab yang jelas. A.2 Riwayat Penyakit Sekarang Dan Stresor
Pasien mengalami kecelakaan mobil, kepala pasien dijahit, pasien tidak pingsan, tidak muntah dan tidak keluar perdarahan dari THT Pasien mulai suka marah-marah, Halusinasi auditorik (+), halusinasi taktil (+), Halusinasi olfaktorik (+), halusinasi visual (+), waham curiga (+), tought broadcasting (+) Berangsurangsur emosi dapat dikendalikan, halusinasi dan waham masih ada dan sudah dapat dihiraukan walaupun tak sepenuhnya Pasien control ke RSJP Lampung karena obat habis dan keluhan tidak bisa tidur karena merasa sehari sebelumnya ada yang menjalar dikepala dan perutnya

Pasien diberitahu oleh ibunya pernah mengalami kejang

Pasien berobat di RSJP Lampung

1990

SMP

2007

2008

...... ...

2013

April 2013

September 2013

19 September 2013

waktu

Ayah kandung pasien menikah lagi Pasien menjadi sering melamun

Hubungan pasien dengan ayah kandungnya tidak dekat Pasien sudah bisa menerima ayahnya menikah lagi dan tidak sering melamun

Pada saat pasien masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Pasien mengatakan ayah kandungnya menikah lagi dengan wanita lain. Pada saat itu pasien sering melamun namun masih dapat berinteraksi baik dengan teman-temannya. Seiring waktu berjalan, pasien sudah dapat menerima keadaannya dan pasien tidak sering melamun lagi.

Pada tahun 2007, pasien mengatakan pernah mengalami kecelakaan mobil. Pada saat itu kepala pasien dijahit (pasien lupa jumlah jahitan). Pasien menyangkal sempat pingsan, muntah-muntah ataupun keluar darah dari telinga, hidung dan tenggorokan. Pasien juga mengatakan pada saat itu tidak dilakukan pemeriksaan rekam otak, rotgen kepala ataupun CT Scan kepala. Pasien juga tidak mengeluh kepalanya sering pusing setelah peristiwa kecelakaan.

Pada tahun 2008, pasien mulai merasa bahwa setiap orang yang lewat di depannya seperti sedang mengejek-ngejeknya dan tau apa yang ia pikirkan. Hal tersebut membuat pasien sering marah dengan orang yang lewat di depannya. Pasien memarahi orang-orang tersebut dengan perkataan, tidak dengan perbuatan. Namun pasien mengatakan hubungannya dengan orang-orang disekitarnya masih baik-bak saja. Pasien juga merasakan sering mendengar bisikan-bisikan. Bisikan bisikan tersebut kadang berasal dari arah kanan dan kadang dai arah kiri. Bila bisikan datang dari arah kanan, pasien meyakini bahwa bisikan tersebut adalah hal yang baik, dan sebaliknya bila bisikan datang dari arah kiri. Bisikan-bisikan yang didengar seperti suara-suara yang tidak jelas maksudnya dan kadang seperti memberitahu pasien bahwa orang yang dihadapannya baik atau jahat. Selain medengar bisikan-bisikan, pasien juga mengatakan kadang suka melihat bayangan-bayangan putih kadang hitam yang berjalan di depannya. Pasien sering menanyakan dengan orang didekatnya apakah mereka

melihat bayangan-bayangan tersebut, namun mereka mengatakan tidak melihat bayangan-bayangan yang seperti dilihat oleh pasien.

Pasien juga sering merasa mencium aroma harum seperti parfum padahal disekitarnya tidak terdapat benda-benda yang menimbulkan aroma harum. Aroma harum tersebut menimbulkan perasaan kenyang diperut pasien, sehingga bila aroma tersebut tercium, pasien kadang tidak makan. Pasien juga mengatakan di kepala dan perutnya terasa seperti ada yang menjalar. Perasaan menjalar tersebut sering timbul pada saat pasien mau tidur sehingga kadang pasien sulit untuk tidur. Pasien menyangkal memiliki hal-hal lain yang diyakini benar dan berbeda dengan orang lain selain keyakinannya bahwa orang-orang yang lewat didepannya seperti sedang mengejek-ngejeknya. Pasien mengatakan bahwa perasaan-perasaan tersebut tidak terlalu

mengganggu hubungannya dengan keluarga atau lingkungannya. Pasien yang bekerja sebagai petani ini mengatakan masih dapat menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Pada bulan April tahun 2013, pasien mulai menyadari ada yang tidak benar pada dirinya. Ibu dan kakak pasien juga mengeluh sikap pasien yang suka marah-marah kepada orang lain. Menurut ibu dan kakak pasien, pasien marah-marah tanpa sebab yang jelas, namun pasien selalu mengatakan sebab ia marah-marah yaitu orang-orang yag lewat di depannya tau isi pikiran dan sedang mengejek-ngejeknya. Karena hal tersebut, pasien dibawa oleh ibu dan kakaknya untuk berobat ke RSJP Lampung. Selama pengobatan, pasien kontrol dan meminum obat teratur. Sejak menjalani pengobatan, terdapat kemajuan yang dirasakan oleh pasien. Pasien sudah dapat mengontrol emosinya untuk tidak marah-marah dan tidak menghiraukan apa yang ia rasakan seperti membaui aroma harum, melihat bayangan-bayangan, mendengar bisikan-bisikan dan merasa rabaan di kepala dan perutnya. Pasien

mengatakan bila ia memikirkan apa yang dirasakannya, kepalanya akan terasa sakit.

Pada tanggal 18 September 2013, obat pasien habis dan pasien juga mengeluh merasakan ada yang menjalar di kepala dan perutnya yang semakin menjadi. Perasaan tersebut membuat pasien sulit untuk tidur. Karena obat habis dan keluhan tersebut, pasien berobat ke poli RSJP Lampung.

Stressor: Berdasarkan hasil wawancara dengan pasien, tidak ada hal yang menjadi stressor terhadap keluhan-keluhan pasien.

A3. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien pernah diberitahu oleh ibunya bahwa pada tahun 1990 ketika pasien berusia sekitar 4 (empat) tahun, pasien menderita kejang, pasien tidak tahu pada saat sedang apa dan berapa kali pasien pernah kejang. Setelah dewasa pasien mengatakan tidak pernah kejang lagi. Pada tahun 2007 pasien mederita trauma kepala dimana kulit kepala dijahit.

A4. Riwayat Penyakit Fisik dan Pemakaian Obat Pasien mengaku tidak pernah menderita penyakit yang parah, hanya batuk pilek saja. Pasien merokok sejak sekitar 3 (tiga) tahun yang lalu, sehari menghabiskan rokok sebanyak 3-4 batang. Pasien tidak pernah menggunakan alkohol maupun obat-obatan terlarang.

A5. Taraf Fungsi Penyesuaian dalam Satu Tahun Terakhir Dalam setahun terakhir, dimana 6 (enam) bulan terakhir pasien sudah mendapatkan pengobatan, gejala yang timbul adalah ringan dan menetap, disabilitas ringan dalam fungsi dan secara umum masih baik

(Aktifitas sehari-hari, makan, minum, dan mandi mampu dilakukan sendiri). GAF scale : 70-61

A6. Riwayat Premorbid a. Riwayat kehamilan dan persalinan Pasien lahir normal dan cukup bulan di dukun beranak. Pasien adalah anak yang diharapkan. b. Riwayat bayi dan balita Pasien berkembang dan tumbuh sesuai dengan umurnya. c. Riwayat anak dan remaja Pasien tumbuh dan berkembang dengan sewajarnya waktu anak sampai remaja, pasien termasuk orang yang sering bermain dan memiliki cukup teman. d. Riwayat pendidikan Pendidikan terakhir pasien adalah SMP. Pasien tidak pernah

tinggal kelas waktu bersekolah di SD maupun SMP. e. Riwayat Agama Dari sejak kecil pasien mendapatkan pendidikan agama islam dari ibunya. Pasien mengaku rajin shalat dan sering membaca Al Quran di rumah. f. Riwayat Aktiviti Sosial Aktivitas social pasien tidak terganggu. Pasien mengatakan hubungannya dengan lingkungan sosail baik. g. Riwayat Hukum Tidak ada

A7. Riwayat Pekerjaan Pasien bekerja sebagai petani, dalam keluarga pasien tidak menjadi tulang punggung satu-satunya karena ada anggota keluarga lain yang bekerja.

A8. Riwayat Perkawinan Pasien belum menikah. Pasien pernah menjalani hubungan satu kali degang wanita namun tidak sampai ke jenjang pernikahan karena orangtua wanita tersebut tidak menyetujui hubungan mereka, namun hal itu tidak membuat pasien stress.

A9. Riwayat Keluarga Pasien merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara. Ayah kandung pasien bercerai dengan ibunya dan menikah lagi. Pasien tinggal bersama ibu, kakak, adik, kaka ipar dan keponakannya. Hubungan pasein dengan anggota keluarga baik, namun hubungan pasien dengan ayah kandungnya tidak dekat. Tidak terdapat keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Riwayat kejang pada keluarga tidak diketahui.

Skema pohon keluarga

Tn, S

Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Pasien : bercerai : tinggal dalam satu rumah

A10. Riwayat Sosial Ekonomi Pasien memiliki hubungan sosial yang baik dengan tetangga, maupun kerabat, walau dalam beberapa kali ditemukan adu mulut tetapi pasien masih suka mengikuti acara masyarakat. Ekonomi keluarga tergolong menengah kebawah, penghasilan dalam keluarga diperoleh dari pasien sendiri, kakak kandung dan kakak iparnya yang bekerja sebagai

petani dengan penghasilan tidak tetap yang berkisar satu sampai dua juta perbulan.

B. Autoanamnesis DM : Selamat siang pak, perkenalkan saya dokter muda, nama saya Meta. Maaf pak, nama bapak siapa? P DM P DM P : Saya S dok. (benar) : Umur bapak berapa sekarang? : 27 tahun dok. (benar) : Bapak tanggal lahirnya berapa? : 7 September dok, 86 apa 87 ya.. eh tahun 86 dok (ingatan jangka panjang baik) DM P DM P DM P DM P : O iya pak. Bapak tinggal dimana sekarang? : Pekalongan dok : Dulu bapak sekolahnya sampai mana? : Cuma sampai SMP aja dok, setelah itu gak lanjut lagi. : Sekarang kerja sehari-harinya apa? : Garap sawah dok, tani. (benar) : Bapak tau sekarang lagi dimana? : Tau dok, Kurungan nyawa Rumah sakit Jiwa. (orientasi tempat baik) DM : Bisa diceritakan bapak sampai disini diantar siapa dan naik apa? P DM : Saya datang sendiri dok. Saya bawa motor sendiri dok : Bapak kan kesini naik motor, dulu pernah gak kecelakaan?

: Kalo kecelakaan motor sih gak pernah dok, tapi dulu pernah kecelakaan mobil. Kejadiannya itu pas tahun 2007 : Kepalanya sampai terbentur gak? : Iya dok, kepala saya sampe dijahit, tapi saya lupa dijahitnya berapa : Dulu inget gak pas kejadian bapak sampe pingsan, muntahmuntah atau keluar darah dari hidung, tenggorokan sama telinga? : Seinget saya gak pingsan dok, gak muntah sampe berdarahdarah gitu juga. Dulu itu kan dibawa ke rumah sakit, trus kepala saya dijahit, trus disuruh istirahat, gak lama dari itu saya minta pulang aja : Dulu sempat dilakuin rekam otak gak? Atau foto kepala? : Gak dok : Setelah kejadian itu, kepala bapak sering sakit gak? Atau bapak sering kejang : Gak dok, biasa aja, kejang juga gak, cuma pas masih kecil kata ibu saya, saya pernah kejang : Umur berapa waktu itu? : Empat tahun dok : Dulu ibunya cerita gak kejangnya berapa kali, trus pas kejang badan bapak lagi panas atau gak? : Gak, ibu saya gak cerita banyak, cuma pernah dikasitau aja dulu pernah kejang : Bapak dulu lahir ditolong siapa? : Sama dukun dok : O iya, bapak ngerokok gak? : Ngerokok dok, tapi Cuma 3-4 batang aja sehari, gak banyak kaya orang-orang : Kalo minum-minum alkohol, pake obat-obatan, atau ngelem aibon pernah gak? : Gak pernah dok, gak mau saya

DM P

DM

DM P DM

DM P DM

DM P DM P

DM

DM P DM

: Bapak kenapa hari ini berobat? : Semalem saya susah tidur dok. : Oo gitu.. Sekarang kan bukan kontrol bapak yang pertama kali ke sini, dulu pertama kali kesini bapak diantar siapa? : Sama ibu dan kakak saya dok? : Dulu kenapa bapak dibawa kesini? : Kata ibu saya saya sering marah-marah gak ada sebab dok? : Sejak kapan bapak suka marah-marah? : Udah lima tahun ini dok, tapi karna sekarang udah minum obat, saya bisa nahan supaya gak marah dok? : Kira-kira setahun setelah kecelakaan? : Iya dok. : Bapak dulu sadar gak kalo suka marah-marah gak ada sebab? : Saya sadar dok kalo saya marah-marah, tapi saya marah itu ada sebabnya. : Menurut bapak apa sebabnya? : Karna orang-orang yang lewat di depan saya itu ngejek-ngejek saya dok? : Bapak yakin mereka ngejek-ngejek bapak? : Ya yakin dok, mereka emang ngejek-ngejek saya. (waham curiga) : Bapak melihat atau mendengar mereka ngejek-ngejek bapak? : Saya gak liat atau denger dok, tapi perasaan saya mereka yang lewat didepan saya ngejek-ngejek saya : Bapak kan gak lihat atau dengar mereka ngejek bapak, kenapa bisa yakin kalau mereka ngejek bapak? : Tapi saya yakin dok mereka ngejek-ngejek saya. : Menurut bapak kalo orang mau ngejek-ngejek itu harus ada alasan gak? : Iya dok. : Trus kenapa bapak masih yakin? Kira-kira apa alasan mereka ngejek bapak?

P DM P DM P

DM P DM P

DM P

DM P

DM P

DM

P DM

P DM

10

P DM P

: Saya gak tau dok. : Mereka ngejek apa? : Ya banyak dok, ngejekin saya jelek, miskin, ya gitu dok pokoknya, saya jadi kesel kalo mereka begitu. : Bapak marah-marah-marahnya kaya mana? : Ya saya tegor aja, kadang saya omel-omelin, tapi saya gak sampe mukul atau tendang-tendang. : Bapak ngerasa orang-orang tau apa yang bapak pikirkan atau malah bapak tau apa yang dipikirkan orang? : Saya gak tau isi pikiran orang dok, tapi orang-orang kayanya tau apa yang dipikirin saya. (tough broadcasting (+)) : Pernah gak bapak ngerasa jadi takut ketemu orang karna takut diejek-ejek atau karna mereka tau apa yang dipikirn bapak? : Gak dok, biasa aja. : Hubungan bapak dengan orang-orang disekitar bapak gimana? : Baik-baik aja dok, walopun saya suka marah-marah tapi mereka masih baik sama saya. : Sebelumnya keseharian bapak gimana, suka marah-marah juga? : Gak kok dok. : Pernah ada kejadian yang ngebuat bapak stress atau sedih sebelum bapak suka marah-marah? : Gak ada dok. : Bapak suka melamun? : Dulu pernah dok, pas waktu SMP. : Kenapa pak? : Dulu bapak saya nikah lagi sama perempuan laen, trus cerai, saya jadi sedih, suka ngelamun : Sampe kapan bapak suka melamun? : Cuma beberapa bulan aja dok, gak terus terusan, saya udah bisa nerimanya?

DM P

DM

DM

P DM P

DM

P DM

P DM P DM P

DM P

11

DM

: Pas Bapak suka ngelamun itu, bapak sampe ngurung diri gak? Sampe gak mau makan? Sampe aktivitas bapak terganggu atau bahkan sampe pengen ngelukain diri bapak sendiri? : Gak dok, gak sampe segitunya, saya cuma suka ngelamun aja, saya masih bisa maen-maen sama temen-temen saya. : Bapak sudah berkeluarga? : Belum dok. : Pernah menjalin hubungan sebelumnya? : Pacaran maksudnya dok? Iya pernah sekali, tapi gak lanjut, orangtua nya gak setuju, jadi ya putus. : Dulu sampai bapak stress atau murung? : Gak dok, saya bisa nerima kok. : Bapak kan sebagai tani, dirumah tinggal sama siapa saja? Memenuhi kebutuhan sehari-hari siapa? : Saya tinggal sama ibu, kakak sama kakak ipar, trus adek saya dok. Kami ya gotong royong, alhamdulillah cukup-cukup aja sih. Selaen saya yang kerja, kaka sana ipar saya juga kerja tani dok. : Oya.. Selain bapak ngerasa orang yang lewat didepan bapak ngejek-ngejek bapak, ada hal lain yang bapak yakini tapi orangorang bilangnya tidak? : Gak ada dok. : Bapak pernah mendengar bisikan-bisikan? : Pernah dok, ya sama sekitar lima tahun yang lalu juga, saya sering ngedenger bisikan-bisikan. Bisikannya kadang dari kuping kanan kadang dari kuping kiri. : Bisikan seperti apa? : Kadang suara-suara gak jelas dok, kadang juga suara-suara yang ngasitau saya misalnya orang itu baik. Kalo suaranya dari kuping kanan saya percaya kalo itu bisikan baik, kalo dari kuping kiri saya gak percaya. (halusinasi audiotorik) Itu penyakit ya dok?

DM P DM P

DM P DM

DM

P DM P

DM P

12

DM

: Iya pak itu penyakit, makanya bapak sekrang diobati. Selain bisikan bapak juga pernah melihat hal-hali yang orang lain gak lihat? : Iya dok, saya sering melihat bayangan-bayangan, kadang item kadang putih lewat didepan saya. Tapi kalo saya tanya orang lain, mereka bilang gak liat (halusinasi visual) : Bapak sering mencium bau-bauan juga? : Nah itu juga dok, saya tuh sering juga ngebaui yang harumharum. Tapi gak ada apa-apa disekitar saya yang nimbulin baubau harum. Kalo saya nyium bau-bau harum itu, saya jadi kenyang, trus kadang saya gak makan. (halusinasi olfaktorik) : Orang lain ikut mencium bau-bau harum itu? : Ya gak dok, dulu saya sering kaya ngendus-ngendus idung, trus saya tanya ke yang lain mereka ngebauin apa gak, tapi kata mereka gak dok. : Oo gitu.. Kalo misalnya bapak lagi gak makan sesuatu, pernah gak lidah nya ngerasain kaya makanan, misalnya masin, asin, asem? : Pernah dok, rasanya asin mulut saya kalo saya gak ngerokok : Bapak juga pernah merasa ada yang menjalar ditubuhnya? : Iya dok, dikepala sama perut saya ada kaya sesuatu yang ngejalar-jalar, terutama kalo saya mau tidur, kepala saya kadang sampe sakit trus saya gak bisa tidur (halusinasi taktil) : Semua itu timbulnya secara bersamaan atau gak pak? : Saya ngerasanya gak bersamaan tapi ya lima tahun yang lalu saya mulai ngerasa-ngerasa kaya gitu dok. : O gitu. Tadi bapak bilang semalam bapak susah tidur, kira-kira apa yang bapak rasakan? : Iya dok saya semalem susah tidur, perasaan saya yang ngejalar dikepala sama perut saya nambah, kepala saya jadi sakit, jadinya saya semalem susah tidur. : Sebelumnya tidurnya nyenyak?

DM P

DM P

DM

P DM P

DM P

DM

DM

13

P DM

: Ya lumayan dok, ini juga obat saya udah habis. : Sekarang kan bapak udah berobat selama enam bulan, gimana gejala-gejala lainnya seperti suka marah-marah, suka denger bisik-bisikan dan yang alinnya? : Setelah berobat ini sih udah mendingan dok, saya bisa ngontrol emosi saya, suara-suara atau bayangan-bayangan yang saya liat sekarang saya hirauin aja gak saya pikirin, soalnya kepala saya sakit kalo dipikirin. : Bapak, nanti saya akan sebutkan beberapa angka, nanti bapak ingat-ingat ya karna angka-angka itu setelah pertanyaanpertayaan kedepan akan saya tanyakan kembali, bapak mengerti? : Iya dok, mengerti. : 14628, bisa sebutka angkanya pak? : Bisa dok, 14628 : Bisa bapak ulangi sekali lagi, dan nanti jgn lupa diingat-ingat angkanya ya. : Iya dok, 14628 : Tadi alamat bapak dimana? : Dipekalongan dok, di desa Sumber Asih (Ingaan jangka menengah baik) : Bapak tadi sarapan dengan apa? : Nasi pake ikan goreng dok (ingatan jangka pendek baik) : Pak, saya akan berikan itung-itungan ke bapak, bapak jawab ya, 100-7 berapa? : 93 : 93-7 ? : 86 : 86-7 ? : 79 : 79-7 ? : 72

DM

P DM P DM

P DM P

DM P DM

P DM P DM P DM P

14

DM P

: 72-7 ? : 65, kaya belajar pengurangan ya dok, hehehe.. (fungsi kognitif baik) : Hehehe, iya pak, kan bapak lagi saya periksa. : Iya dok : Bapak tau gak sekarang pagi, siang atau malam? : Ya tau dok sekarang masih siang, zuhur. (orientasi waktu baik) : Pernah gak dalam setahun terakhir bapak ngerasa seneng banget, sampe boros, sampe waktu tidurnya sedikit atau sebaliknya bapak ngerasa murung, sedih terus ? : Gak dok, biasa-biasa aja : Seandainya bapak dikasi mobil, apa perasaan bapak? : Alhamdulillah dok, ya saya mah seneng lah. (wajah ceria, afek sesuai) : Kalo bapak kena musibah, seperti gagal panen, apa yang bapak rasakan? : Jangan sampe dok, ya saya bakal sedih lah. (wajah tampak lemas, afek sesuai) : Iya pak, jangan sampe ya Bapak ngerasa gak kalau dengan gejala-gejala yang bapak rasakan sekarang bapak sedang sakit? : Iya dok, saya ngerasa gak bener, gak sehat, saya pengen sembuh makanya saya mau berobat. (insigh baik) : O ya, bisa bapak sebutka angka-angka tadi pak? : Iya dok.. 146..2..8 dok. (ingatan segera baik) : Ya benar.. Sekian dulu ya pak saya tanya-tanya nya. Bapak bisa tunggu dipanggil lagi untuk diberi obat-obatnya, terima kasih ya pak. : Iya dok sama-sama.

DM P DM P

DM

P DM P

DM

DM

DM P DM

Keterangan : DM (Dokter Muda), P (Pasien).

15

C. Status Psikiatrikus 1. Kesan Pertama : Seorang laki-laki, perawakan sedang, kulit sawo matang, kebersihan cukup. 2. Keadaan Umum a. Kesadaran b. Sikap c. Pembicaraan : compos mentis : kooperatif : kuantitas volume cukup, artikulasi jelas, kualitas cukup 3. Afek dan Reaksi Emosional a. afek b. hidup emosi c. pengendalian d. stabilitas e. arus emosi f. mood 4. Proses Pikir a. Bentuk Pikiran : nonrealistik : serasi : stabil : cukup : stabil : biasa : eutimia

b. Kecepatan Proses pikir : cukup c. Mutu proses pikir Jelas dan tajam Sirkumstansial retardasi terhambat meloncat-loncat perseverasi asosiasi longgar jawaban irrelevan inkoheren bloking : jelas, tajam : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada

16

Isi pikiran pola sentral fobia obsesi waham konfabulasi rasa permusuhan rasa bersalah rasa rendah diri rasa takut hipokondri kemiskinan isi pikiran : tidak ada : tidak ada : tidak ada : waham curiga : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada

5. Gangguan Persepsi a. Halusinasi : halusinasi audiotorik (+), halusinasi visual (+)a, halusinasi taktil (+), halusinasi olfaktori (+), halusinasi gustatorik tidak ada b. Ilusi : tidak ada

6. Gangguan Orientasi a. waktu b. tempat c. orang 7. Kontak Psikis 8. Perhatian : tidak ada : tidak ada : tidak ada : baik : baik

9. Gangguan Kecerdasan dan intelektual a. daya ingat segera jangka pendek : baik : baik

jangka menengah : baik jangka panjang : baik : baik

b. daya konsentrasi 10. Insight : level 4

17

11. Judgment : tidak benar 12. Gangguan pikir : a. Tough echo : tidak ada

b. Tough insertion atau withdrawal : tidak ada c. Tough broadcasting : ada

IV. Formulasi Diagnostik a. Pasien laki-laki, usia 27 tahun, datang ke poli RSJP untuk yang kesekian kalinya datang dengan keluhan sering marah-marah sejak 5(lima) tahun yang lalu. Saat ini pasien merasa sulit tidur karena perasaan sesuatu ada yang menjalar di kepala dan perutnya bertambah karena obat habis. b. Pada pemeriksaan fisik status internus dan status neurologikus dalam batas normal. c. Pemeriksaan psikiatri yang didapatkan : Gangguan persepsi : halusinasi auditorik, halusinasi visual, halusinasi, taktil dan halusinasi olfaktori Isi pikiran Gangguan pikir : waham curiga : tough broadcasting

V. Diagnosis Multiaksial Aksis I : F20.3 Skizofrenia Takterinci Diagnosis Bandng : F20.0 Skizofrenia Paranoid Gangguan Mental Organik Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V :::: GAF 70-71

18

VI . Terapi Suportif: Psikoedukasi

Medikamentosa Haloperidol 2x5mg

VII. Pemeriksaan Anjuran EEG

VIII. Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam

19