Anda di halaman 1dari 10

Aplikasi Teori Nursing as Caring Pada Situasi Emergency Care (Studi Kasus)

Abdurahman Wahid 25 Desember 2011

Program Magister Keperawatan Peminatan Emergency Universitas Brawijaya

1
1.1

Pendahuluan
Latar Belakang

Era 50 tahun terakhir merupakan masa perkembangan teori keperawatan. Pada masa ini, banyak dihasilkan teori keperawatan pada berbagai tingkatan teori. Banyaknya teori yang dikembangkan oleh para ahli di bidang keperawatan merupakan penegasan bahwa keperawatan merupakan suatu profesi dan mempunyai batang keilmuan tersendiri yang khas keperawatan. Sebagai bagian dari dunia keperawatan, kita harus bisa memanfaatkan teori - teori yang sudah dihasilkan tersebut baik pada ranah pendidikan, penelitian, dan juga pelayanan. Pada masa lalu, praktik keperawatan sangat mirip dengan praktik kedokteran sehingga berkembanglah pemikiran bahwa perawat adalah pesuruh dokter. Salah satu cara untuk keluar dari stereotip tersebut adalah dengan melakukan praktik keperawatan sesuai teori keperawatan. Namun, tidak semua perawat mampu menerjemahkan teori - teori keperawatan ke tataran praktik. Banyak perawat yang bingung dalam memilih mana teori yang paling sesuai dengan ranah pelayanannya. Makalah ini mencoba menjelaskan salah satu teori keperawatan, yaitu teori Nursing as Caring, dan bagaimana aplikasi teori tersebut pada tataran praktik keperawatan emergency.

1.2

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah: 1. Menjelaskan tingkatan teori dalam keperawatan 2. Menjelaskan konsep dasar teori Caring 3. Menganalisis posisi teori Caring dalam tingkatan teori keperawatan 4. Menjelaskan aplikasi teori Caring dalam setting emergency

2
2.1

Konsep
Tingkatan teori dalam keperawatan

Theory is a set of concepts, denition, and propositions that project a systematic view of phenomena by designating specic interrelationships among concepts for purposes of describing, explaining, predicting, and/ or controlling phenomena (McKenna, 1998). Sedangkan teori keperawatan didenisikan sebagai a set of interrelated propositions and denitions which present a systematic view of one or more of the essential [concepts] of nursing person, environment, health, nursing by specifying relations among relevant variables (Fawcett as cited in Reed, Shearer & Nicoll, 2004). Profesi keperawatan mengenal empat tingkatan teori, yang terdiri dari meta theory, grand theory, middle range theory, dan practice theory. Teori-teori tersebut diklasikasikan berdasarkan tingkat keabstrakannya, dimulai dari meta theory sebagai yang paling abstrak, hingga practice theory sebagai yang lebih konkrit. Meta-theory Level ke empat dari teori tersebut (metatheory) adalah teori dengan level tertinggi dan dijelaskan dengan prex meta, yang berarti perubahan pada posisi, diluar, pada level tertinggi, atau melebihi dan merujuk pada body of knowledge tentang body of knowledge atau tentang suatu bidang pembelajaran seperti metamatematika (Krippendorf 1986 dalam Sell dan Kalossudis, 2004). Walaupun metateory sangat abstrak dan tidak mudah untuk diuji coba, meta theory menyediakan arti-arti, kalimat-kalimat, situasi struktur interkoneksi, dan bahkan observasi oleh perawat-perawat dalam skala global. Meta theory dapat terdiri dari beberapa grand theory, middle range theory, bahkan practice theory. Meta theory keperawatan adalah teori keperawatan tentang teori keperawatan. Meta theory dapat dikritik, terbatas, abstrak dan sangat sulit untuk diaplikasikan dalam praktik.

Meta theory dalam keperawatan akan tampil sebagai superstruktur dengan aplikasi praktik ganda dan kesempatan tambahan untuk peneliti-peneliti guna penemuan grand theory-grand theory, middle range theory, paradigma yang berhubungan, serta model-model dan mengeksplorasi bagaimana keperawatan merekonstruksi dan direkonstruksi. Grand theory Level ke tiga dari teori keperawatan adalah grand theory yang menegaskan fokus global dengan board perspective dari praktik keperawatan dan pandangan keperawatan yang berbeda terhadap sebuah fenomena keperawatan. Fawcett (1995 dalam Sell dan Kalossudis, 2004) mendenisikan grand theory sebagai teori yang memiliki cakupan yang luas, kurang abstrak dibanding model konseptual tetapi tersusun atas konsep-konsep umum yang relatif abstrak dan hubungannya tidak dapat di uji secara empiris. Contohnya yaitu Science of Unitary. Human Being Martha Rogers; Health as Expanding Consciousness Margaret Newman; Theory of Human Becoming Rosemarie Rizzo Parse. Grand theory dapat menyediakan dasar bagi middle range theory. Contohnya teori Self care decit Orem adalah middle range theory dengan self care sebagai grand theory, dan model adaptasi Roy dengan konsep manusia adalah sistem adaptif sebagai middle range theory. Konsepsual model dan grand theory mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Cakupannya luas dan kompleks 2. Para ahli mengatakan grand theory merupakan rumusan teoritis mereka pada tingkat abstraksi yang sangat umum 3. Sering dijumpai kesulitan dalam mengaitkan rumusan tersebut dengan realita 4. Membedakan disiplin ilmu keperawatan dengan ilmu medis, dapat membantu perawat dalam menemukan dan mencapai tujuan keperawatan Middle-range theory Menurut Mc.Kenna (1997), ciri - ciri middle-range theory adalah: 3

1. Bisa digunakan secara umum pada berbagai situasi 2. Sulit mengaplikasikan konsep ke dalam teori 3. Tanpa indikator pengukuran 4. Masih cukup abstrak 5. Konsep dan proposisi yang terukur 6. Inklusif 7. Memiliki sedikit konsep dan variabel 8. Dalam bentuk yang lebih mudah diuji 9. Memiliki hubungan yang kuat dengan riset dan praktik 10. Dapat dikembangkan secara deduktif, retroduktif. Lebih sering secara induktif menggunakan studi kualitatif 11. Mudah diaplikasikan ke dalam praktik, dan bagian yang abstrak merupakan hal ilmiah yang menarik 12. Berfokus pada hal-hal yang menjadi perhatian perawat. 13. Beberapa di antaranya memiliki dasar dari grand teori, salah satu contohnya adalah : middle range theory dari self care decit diturunkan dari grand theory self care oleh Orem 14. Midle-range theory tumbuh langsung dari praktik. Misalnya, caring in perinatal nursing dari Swansons Chinn and Kramer (1995) menyatakan bahwa ada 8 mid-range theory yaitu teori perawatan mentruasi, teori family care-giving, theory of relapse among ex-smokers (kekambuhan di antara mantan perokok), a theory of uncertainty in illness (ketidakpastian saat sakit), a theory of the peri-menopausal process (proses menopause), a theory of self-transcendence, a theory of personal risking and a theory of illness trajectory.

Micro-range theory Micro-range theory merupakan teori yang paling informal dibandingkan dengan yang lain. Teori ini paling konkrit dan dapat diaplikasikan. Mikro range teori juga sering disebut sebagai praktikal teori. Teori ini memiliki 2 level: 1. Level I: menghubungkan dengan middle range theory 2. Level II: mendesain sebuah hipotesa

2.2

Konsep dasar teori Nursing as Caring

Teori ini diperkenalkan oleh Boykin dan Schoenfer, dosen pada College of Nursing at Florida Atlantic University, USA pada tahun 1990. Hingga saat ini, teori ini masih terus mengalami pengembangan keilmuan. Fokus utama pengembangan adalah bagaimana membahasakan caring agar bisa diaplikasikan pada semua siklus kehidupan. Teori ini dibangun dari beberapa konsep yang saling memperkuat dalam menciptakan suasana caring. Caring Caring adalah bagaimana seorang perawat itu bersikap altruistik dan menampilkan ekspresi merawat dengan cinta, dengan memberikan perhatian terhadap nilai yang dianut oleh pasien. Caring bukan hanya masalah pengetahuan tentang teori caring, namun lebih kepada bagaimana menampilkannya dalam praktik sehari - hari. Focus and intention of Nursing Fokus dari keperawatan dari teori ini adalah bagaimana membuat pasien tumbuh dan berkembang dalam Caring. dalam suasana caring. Nursing situation Nursing situation dimaknai sebagai pertukaran nilai, minat, dan aktivitas diantara perawat dan pasien. Di dalam teori ini, nursing situation sangat Sedangkan minat utama teori ini adalah untuk memelihara individu agar tetap tumbuh dan berkembang

baik dilakukan dengan menggunakan media - media yang mempunyai unsur estetika semisal puisi dan lukisan. Personhood Personhood atau kepribadian dimaknai sebagai universal human call. Call for nursing Call for nursing bermakna panggilan pasien kepada perawat untuk memberikan caring pada situasi yang bersifat segera. Hal ini merupakan bentuk kepercayaan dari pasien kepada perawat. Perawat harus jeli dan mau mendengarkan panggilan pasien dengan penuh minat. Nursing response Pada situasi ini, perawat masuk ke situasi keperawatan dengan penuh komitmen dan siap memberikan pengetahuan yang dimilikinya untuk mengenal pasien sebagai caring person. Nursing response merupakan situasi yang sangat penting bagi perawat untuk menunjukkan caring kepada pasien. Perawat hendaknya mengkomunikasikan kembali apa yang dia pahami dari situasi yang dihadapinya kepada pasien. The caring between Caring between adalah suasana caring yang terbangun antara perawat dengan pasien. Situasi ini tercipta dari hubungan yang sudah terbina. Pada situasi ini, masing - masing pihak yang terlibat dalam suasana caring mampu saling memahami apa yang diinginkan oleh pihak lain, kedua pihak sudah mampu mengekspresikan caring kepada pihak lain. Lived meaning of nursing as caring Pada situasi ini, masing - masing pihak yang terlibat sudah merasakan manfaat dan saling memberikan caring kepada yang lain. Caring sudah diadopsi menjadi nilai dalam diri masing - masing.

3
3.1

Pembahasan
Posisi teori dalam tingkatan teori keperawatan

Teori Nursing as caring termasuk dalam tingkatan grand theory. Hal ini bisa dilihat dari indikator - indikator berikut: Abstraksi Teori ini masih bersifat abstrak dan cakupannya luas, namun lebih konkrit jika dibandingkan dengan meta teori. Teori ini menjelaskan konsep caring dalam praktik keperawatan, namun kita belum mendapatkan indikator penerapan perilaku dan nilai - nilai caring tersebut. Untuk mengaplikasikan teori ini, kita butuh teori turunan yang sifatnya menjelaskan bagaimana metode penerapan nilai - nilai caring tersebut. Konsep Teori ini mempunyai sejumlah konsep yang relatif abstrak dan hubungannya tidak dapat diuji secara empiris. Konsep - konsep yang ada meliputi: caring, focus and intention of nursing, nursing situation, personhood, call for nursing, nursing responses, the caring between, dan lived meaning of nursing as caring.

3.2

Aplikasi

Kasus Ns.A adalah seorang perawat jaga di sebuah UGD. Suatu hari, Ns.A bersiap untuk pulang setelah menyelesaikan shift dinasnya. Ns.A sudah menulis laporan pada buku daftar hadir pulang UGD. Pada saat itu, temannya yang lain memberitahu bahwa baru saja ada pasien masuk UGD. Pasien adalah seorang gadis kecil berumur kira - kira 5 tahun. Pasien mengalami trauma kepala dan ditemukan bekas roda ban motor pada sisi kiri kepalanya. Pasien masuk dengan keadaan tidak sadar dan terpasang dua jalur IV line, dilakukan resusitasi pada pasien. Ns.A kemudian memutuskan untuk kembali ke ruang UGD dan bergabung bersama tim penolong. Ns.A mulai melakukan pengkajian dan tindakan sesuai dengan peran dan

tanggung jawabnya sebagai perawat. Tim penolong mulai memberikan sejumlah medikasi. Pasien mengalami pneumothoraks dan tim penolong memasang chest tube. Ns.A kemudian memanggil orang tua pasien dan memintanya untuk terus mendampingi. Ternyata, Ns.A kenal dengan kedua orang tua pasien. Ns.A berusaha untuk tetap tenang da n berupaya untuk terus menjaga harapan kedua orang tuanya. Ns.A kemudian berbincang dengan mereka dan meminta untuk terus memberikan dukungan bagi anak mereka. Kedua orang tua terus membisikkan kata - kata kamu bisa bertahan kepada anaknya. Setelah 30 menit pertolongan, dokter menyatakan pasien meninggal dunia. Ibu pasien sangat bersedih dan menangisi kepergian anaknya. Ns.A memberikan waktu yang longgar kepada orang tua pasien untuk memeluk anak mereka yang sudah meninggal. Ns.A menemani kedua orang tua pasien di ruangan tersebut, dan memberikan ruang privacy bagi mereka dalam menghadapi proses berduka. Berdasarkan kasus diatas, dapat dilihat bagaimana Ns.A menerapkan Caring dalam area emergency. Ns.A kembali ke ruang UGD (nursing situation) dengan niat (intention) untuk merawat korban. Pertanyaan pemandu bagi Ns.A adalah siapa orang yang memerlukan caring dan apa yang bisa saya lakukan untuk membantunya ?. Ns.A mengekspresikan caring dengan bergabung dengan tim penolong, melakukan pengkajian, dan melakukan beberapa tindakan sesuai tanggung jawabnya. Menurut Schoenhofer dan Boykin (1997, dalam Schoenhofer dan Boykin, 2005), termasuk ekspresi caring adalah ketika perawat berpartisipasi secara kompeten dalam memberikan perawatan pada pasien. Bentuk perhatian Ns.A terhadap nilai individu tercermin dari upaya Ns.A untuk melibatkan orang tua pasien dalam pengobatan. Ns.A sadar bahwa orang tua dan anak mempunyai hubungan yang sangat kuat. Dalam hal ini, Ns.A mengupayakan nilai kebersamaan antara perawat, orang tua, dan pasien. Ns.A tahu akan pentingnya kebersamaan antara orang tua dan anaknya, namun dia juga tahu bahwa harapan hidup pasien sangat tipis. Ns.A berupaya menciptakan hubungan kepercayaan dengan orang tua, tanpa harus mem8

berikan sugesti kesembuhan pasien. Diharapkan orang tua pasien menaruh kepercayaan kepada tim penolong dan tim penolong juga percaya orang tua akan melakukan upaya - upaya yang berguna buat pasien (caring between). Nursing responses pada kasus diatas dapat dilihat pada saat Ns.A secara reek bergabung dengan tim penolong, walaupun sebenarnya jam dinasnya sudah habis. Ini merupakan sebuah ekspresi dari perawat yang memberikan caring secara unik dan kreatif (Boykin dan Schoenhofer, 2005)

4
4.1

Penutup
Kesimpulan

1. Terdapat empat tingkatan teori dalam keperawatan; meta teori, grand teori, middle-range teori, dan practical / micro teori 2. Teori Nursing as caring berisi konsep - konsep yang saling berkaitan, yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan nilai caring dalam keperawatan 3. Teori Nursing as caring berada pada tingkatan grand teori 4. Teori Nursing as caring dapat diaplikasikan pada setting emergency care

4.2

Saran

Perlu dilakukan kajian penerapan teori - teori keperawatan dalam lingkup praktik keperawatan, khususnya keperawatan emergency.