Anda di halaman 1dari 36

CASE REPORT

RIZKY SYAWALUDDIN DJAMAL 0861050043

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. L

Umur
Pekerjaan Alamat Agama Pendidikan Status Pernikahan Tanggal diperiksa

: 54 tahun
: Ibu Rumah Tangga : Kp. Pedurenan no. 11 RT 01/ 01 Bekasi : Kristen : SMA : Menikah : 03 September 2013

ANAMNESIS
Keluhan Utama Pasien merasa ada sesuatu pada telinga kanannya sejak + 1 minggu lalu Keluhan Tambahan Pendengaran pada telinga kanan berkurang

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien datang ke poliklinik THT RS UKI mengeluh ada sesuatu di dalam telinganya sejak 1 minggu SMRS. Pasien menyadari keadaan tersebut ketika menggerakkan kepalanya ke kanan ke kiri dan mendengar ada sesuatu yang bergerak pada telinga kanannya. Sebelum timbul keluhan tersebut, pasien tidak merasa telinganya kemasukan sesuatu, ataupun mengorek telinganya. Untuk mengurangi keluhan tersebut pasien mengorek kupingnya dan memberikan obat tetes telinga. Suara benda yang bergerak ditelinga kanan menghilang, namun pasien mengeluh telinganya terasa penuh dan sedikit kurang mendengar pada telinga kanannya.

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Demam sebelum timbulnya keluhan disangkat, keluar cairan dari telinga disangkal, riwayat trauma pada telinga disangkal. Pasien tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan. Pasien mengaku jarang membersihkan telinganya, pasien hanya membersihkan telinga sebanyak + 1x sebulan dengan menggunakan cotton bud.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Pasien baru pertama kali mengalami keadaan seperti ini. Riwayat diabetes melitus disangkal, riwayat hipertensi disangkal. Riwayat alergi juga disangkal.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Dalam keluarga pasien tidak ada yang mengalami keadaan seperti pasien. Riwayat diabetes, hipertensi dan alergi dalam keluarga juga disangkal

PEMERIKSAAN TELINGA
DEXTRA Normal Normotia TELINGA LUAR Bentuk telinga luar Daun telinga SINISTRA Normal Normotia

Normal
DEXTRA

Retroaurikuler
Radang Nyeri tarik Nyeri tragus LIANG TELINGA

Normal
SINISTRA

Sempit
Merah muda -

Kondisi
Warna Hiperemis Edema

Lapang
Merah muda -

Massa

PEMERIKSAAN TELINGA
DEXTRA + DEXTRA Sulit dinilai Sulit dinilai Sulit dinilai Sulit dinilai Sulit dinilai SEKRET Serumen Warna sekret Jumlah sekret Konsistensi sekret MEMBRANA TIMPANI Warna Refleks cahaya Bulging Retraksi Perforasi SINISTRA SINISTRA Putih + -

PEMERIKSAAN TELINGA
DEXTRA + Lateralisasi ke kanan TES GARPU TALA Rinne 512 Hz Weber SINISTRA + Lateralisasi ke kanan

Memanjang

Schwabach

Sama dengan Pemeriksa

tidak dilakukan
Tuli Konduktif

Tes berbisik
Kesimpulan

tidak dilakukan
Normal

PEMERIKSAAN HIDUNG
DEXTRA Normal HIDUNG Bentuk hidung Deformitas SINISTRA Normal -

Normal Normal DEXTRA -

Nyeri tekan
Dahi Pipi Krepitasi SINUS PARANASAL Radang Trauma Massa Nyeri tekan

Normal Normal SINISTRA -

Nyeri ketuk
Sikatriks

PEMERIKSAAN RHINOSKOPI ANTERIOR


DEXTRA Lapang Eutrofi Eutrofi, tidak hiperemis Eutrofi, tidak hiperemis Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tidak hiperemis RINOSKOPI ANTERIOR Vestibulum Konka inferior Konka media Konka superior Meatus nasi Kavum nasi Mukosa Sekret SINISTRA Lapang Eutrofi, tidak hiperemis Eutrofi, tidak hiperemis Tidak terlihat Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tidak hiperemis -

Tidak ada deviasi

Septum

Tidak ada deviasi

PEMERIKSAAN TENGGOROK
DEXTRA PALATUM MOLE & ARKUS FARING Posisi SINISTRA

Simetris

Simetris

Merah muda
-

Warna
Edema Eksudat

Merah muda
-

PEMERIKSAAN TENGGOROK
DEXTRA Merah muda Licin OROFARING Warna faring Permukaan faring SINISTRA Merah muda Licin

T1
Merah muda Licin Tidak melebar -

Ukuran tonsil
Warna tonsil Permukaan tonsil Muara kripta Detritus Eksudat Perlengketan dengan pilar

T1
Merah muda Licin Tidak melebar -

PEMERIKSAAN TENGGOROK
DEXTRA
Merah muda -

PERITONSIL
Warna Edema Abses

SINISTRA
Merah muda -

DEXTRA Merah muda Normal

MULUT Karies gigi Warna lidah Bentuk lidah

SINISTRA Merah muda Normal

Massa

STATUS THT
Pemeriksaan Laringoskopi Indirek: Tidak dilakukan Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening Leher: Tidak terdapat pembesaran KGB daerah coli

RESUME
Pasein seorang wanita berumur 54 tahun datang dengan keluhan terdapat sesuatu pada telinga kanannya sejak + 1 minggu yang lalu. Sebelum timbul keluhan tersebut, pasien tidak merasa telinganya kemasukan sesuatu, ataupun mengorek telinganya. Untuk mengurangi keluhan, pasien mengorek kupingnya dan memberikan obat tetes telinga. Suara benda yang bergerak ditelinga kanan menghilang, namun pasien mengeluh telinganya terasa penuh dan sedikit kurang mendengar pada telinga kanannya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan liang telinga kanan sempit, cerumen (+), rinne +/+, webber laterralisasi ke kanan, swabach memanjang pada telinga kanan.

DIAGNOSIS
Cerumen Prop

DIAGNOSA BANDING
-

TATALAKSANA
Ekstraksi cerumen dengan Spooling telinga kanan.

PROGNOSIS
Ad vitam Ad sanationum Ad fungtionum : Ad Bonam : Dubia ad Bonam : Dubia ad Bonam

CERUMEN

DEFINISI
Serumen adalah suatu campuran dari material sebasea dan sekresi apokrin dari kelenjar seruminosa yang bersatu dengan epitel deskuamasi dan rambut.(5)

FISIOLOGI
Kelenjar seruminosa terdapat di dinding superior dan bagian kartilaginosa kanalis akustikus eksternus. Sekresinya bercampur dengan sekret berminyak kelenjar sebasea dari bagian atas folikel rambut membentuk serumen. Serumen membentuk lapisan pada kulit kanalis akustikus eksternus bergabung dengan lapisan keratin yang bermigrasi untuk membuat lapisan pelindung pada permukaan yang mempunyai sifat antibakteri.terdapat perbedaan besar dalam jumlah dan kecepatan migrasi serumen.

FISIOLOGI (FUNGSI SERUMEN)


FUNGSI SERUMEN(11) 1. Membersihkan Pembersihan kanalis akustikus eksternus terjadi sebagai hasil dari proses yang disebut conveyor belt process, hasil dari migrasi epitel ditambah dengan gerakan seperti rahang (jaw movement). 2. Lubrikasi Lubrikasi mensegah terjadinya desikasi, gatal, dan terbakarnya kulit kanalis akustikus eksternus yang disebut asteatosis. 3. Fungsi sebagai Antibakteri dan Antifungal

PENYEBAB AKUMULASI SERUMEN


Keratosis Obturans Beberapa pasien mendapati adanya benda yang putih seperti mutiara pada telinga mereka dan terbentuk dari keratin skuamosa yang terkompresi. Jenis ini sangat sulit untuk dibersihkan. Ketidakmampuan korneosit di stratum korneum untuk terpisah-pisah, yang dikarenakan : 1. Keratinocyte attachment-destroying substance (KADS) 2. Steroid sulfatase yaitu enzim arylsulfatase-C yang normalnya terdapat di sel epithelial, fibroblast, dan leukosit. Enzim ini diketahui dapat membantu proses deskuamasi sel epidermal.

PENATALAKSANAAN
Membersihkan serumen dari lubang telinga tergantung pada konsistensi serumen itu. Serumen cair, maka dibersihkan dengan mempergunakan kapas yang dililitkan pada peilit kapas. Serumen keras dikeluarkan dengan pengait atau kuret, sedangkan apabila dengan cara in sukar dikeluarkan, dapat diberikan karbon gliserin 10% dulu selam 3 hari untuk melunakkannya. Atau dengan melakukan irigasi teinga dengan air yang suhunya sesuai dengan suhu tubuh.

Perlu diperhatikan sebelum melakukan irigasi telinga, riwayat tentang adanya perforasi membran timpani, oleh karena pada keadaan demikian irigasi telinga tidak diperbolehkan. Sumbatan lubang telinga oleh pelepasan kulit sebaiknya dibersihkan secara manual dengan kapas yang dililitkan pada pelilit kapas daripada dengan irigasi.

PENATALAKSANAAN
Zat serumenolisis Terdapat 2 tipe seruminolitik yaitu aqueos dan organic. (13) Solutio aqueos tersusun atas air yang dapa dengan baik memperbaiki masalah sumbatan serumen dengan melunakkannya, diantaranya : 1. 10% Sodium bicarbonate B.P.C (sodium bicarbonate dan glycerine) 2. 3% hidrogen peroksida 3. 2% asam asetat 4. Kombinasi 0,5% aluminium asetat dan 0,03% benzetonium chloride.

PENATALAKSANAAN
Solusio organic dengan penyusun minyak hanya berfungsi sebagai lubrikan, dan tidak berefek mengubah intergitas keratin skuamosa, antara lain : 1. Carbamide peroxide (6,5%) dan glycerine 2. Various organic liquids (propylene glycerol, almond oil, mineral oil, baby oil, olive oil) 3. Cerumol (arachis oil, turpentine, dan dichlobenzene) 4. Cerumenex (Triethanolamine, polypeptides, dan oleate-condensate) 5. Docusate, sebagai active ingredient ditentukan pada laxatives

PENATALAKSANAAN
Penyemprotan telinga Beberapa serumen bisa dilunakkan, ini bisa dikeluarkan dari kanalis telinga dengan cara irigasi. Larutan irigasi dialirkan di canalis telinga yang sejajar dengan lantai, mengambil serumen dan debris dengan larutan irigasi mengunakan air hangat (37oC), larutan sodium bicarbonate atau larutan dan cuka untuk mencegah sekunder infeksi. (11)

PENATALAKSANAAN
Metode Kuretase

PENATALAKSANAAN
Pengambilan Serumen dengan Suction

PEMBAHASAN
Diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pada anamnesis didapatkan keluhan seperti terdapat sesuatu dalam telinga, benda tersebut bergerak apabila menggerakkan kepala, tidak ada riwayat kemasukan sesuatu kedalam telinga, telinga terasa penuh sehabis diberikan obat tetes, pendengaran berkurang, pasien juga jarang membersihkan telinga. Dari pemeriksaan fisik ditemukan liang telinga kanan sempit, cerumen (+), rinne +, webber lateralisasi ke kanan, swabach memanjang pada telinga kanan.

PEMBAHASAN
Penatalaksaan yang dilakukan adalah ekstraksi telinga dengan spooling. Hal tersebut dipilih berdasarkan konsistensi cerumen yang tidak begitu keras.