Anda di halaman 1dari 2

LATAR BELAKANG Elektronika adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang Pdioperasikan dengan cara

mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya. Ilmu yang mempelajari alat-alat seperti ini merupakan cabang dari ilmu fisika, sementara bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya adalah bagian dari teknik elektro, teknik komputer, dan ilmu atau teknik elektronika dan instrumentasi. Adapun di dalam dunia elektronika dikenal yang namanya komponen elektronika, dimana pada komponen elektronika tersebut memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda dalam peralatan elektronik. Selain itu, setiap komponen elektronika memiliki besaran listrik masingmasing. Besaran listrik seperti kuat arus, tegangan, hambatan, daya, dan sebagainya yang terdapat pada komponen elektronika tidak dapat secara langsung ditangkap oleh panca indera. Oleh karena itu, diperlukan alat-alat ukur untuk mengukur besaran listrik tersebut, seperti amperemeter, voltmeter, ohm-meter, multimeter, osiloskop, dan sebagainya. Hukum Ohm semulanya terdiri atas dua bagian. Bagian pertama tidak lain ialah definisi hambatan, yakni V= IR. Sering hubungan ini dinamai hukum ohm. Akan tetapi, ohm jugamenyatakan, bahwa R adalah suatu konstanta yang tidak bergantung pada v maupun I. Bagian kedua huku ohm ini tidak seluruhnya benar. Hubungan V=IR dapat diterapkan pada resistor apa saja, dimana V adalah beda potensial antara kedua ujung hambatan, dan I adalah arus yang mengalir didalamnya, sedangkan R adalah hambatan (Resistensi) Resistor tersebut. ( Bueche ) Hambatan suatu pengantar terhadap aliran muatan disebabkan oleh benturan yang sering terjadi antara elektron-elektron yang bergerak dengan atom-atom stasioner. Bila beda potensial diterapkan sepanjang kawat medan elektrik yang ditimbulkan menerapkan kakas pada setiap elektron didalam kawat. ( Cromer, 1994 )

INTISARI PERCOBAAN

Percobaan ini bertujuan untuk mengukur kuat arus dan beda tegangan pada rangkaian arus searah (DC), mengukur hambatan dalam dari voltmeter dan amperemeter, serta mengukur daerah pengukuran voltmeter dan amperemeter. Amperemeter adalah alat untuk mengukur kuat arus listrik (i). Pengukuran arus listrik dilakukan dengan memasang amperemeter secara seri dengan rangkaian. Untuk keakuratan pengukurannya, amperemeter seharusnya tidak memiliki hambatan dalam. Dalam pengukuran hambatan dalam dari suatu amperemeter digunakan rumus :

Ra

i ia R
ia

box

Voltmeter adalah alat untuk mengukur beda potensial atau tegangan (v) antara dua titik yang berbeda. Untuk mengukur beda potensial antara dua titik pada suatu komponen, voltmeter harus dihubungkan secara paralel dengan titik yang akan diukur. Untuk mengukur hambatan dalam dari suatu voltmeter, digunakan persamaan:

Rv

Vv Rbox E Vv