Anda di halaman 1dari 50

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Tempat Tanggal Waktu

: Kardiovaskuler : Hipertensi : Warga Dusun Gunung Cilik : Rumah Bapak Dukuh : 22 September 2013 : 08.00 WIB selesai

A. Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti penyuluhan selama 60 menit warga dapat mengetahui

tentang hipertensi. pengertian hipertensi, klasifikasi hipertensi, kompliksi hipertensi, manifestasi klinik hipertensi, faktor resiko dari hipertensi, pencegahan, pengobatan hipertensi baik secara non farmakologis dan pengobatan secara farmakologi. B. Tujuan Instruksional Khusus
1. Warga mengerti dan memahami pengertian hipertensi 2. Warga mengerti klasifikasi hipertensi 3. Warga mengerti kompliksi hipertensi 4. Warga mengerti manifestasi klinik hipertensi 5. Warga mengerti faktor resiko dari hipertensi 6. Warga mengerti pencegahan hipertensi 7. Warga mengerti pengobatan hipertensi secara non farmakologis dan pengobatan

secara farmakologi.

C. Metode 1. Penyuluhan 2. Tanya Jawab 3. Evaluasi

D. Media 1. Microfone 2. Power Point 3. LCD 4. Laptop 5. Leaflet 6. Alat Peraga

E. Organisasi 1. Ketua 2. Moderator 3. Pemapar 4. Fasilitator : Iip Saepudin : Eka Sakti : Shinta : 1. Meryl 2. Benny 3. Veri 4. Sarah 5. Ashri 6. Susi 7. liana

F. Kegiatan Penyuluhan No Tahap Kegiatan Penyuluh 1. Pembukaan a. Salam b. Perkenalan c. Apersepsi d. Kontrak materi e. Kontrak Waktu 2. Materi Penyuluhan a. Menjelaskan definisi hipertensi b. Menjelaskan klasifikasi hipertensi c. Menjelaskan kompliksi hipertensi d. Menjelaskan manifestasi klinik hipertensi e. Menjelaskan faktor resiko hipertensi f. Menjelaskan dari Menjelaskan Mendengarkan Mendengarkan Menjelaskan 10 menit Menjelaskan Menjelaskan Mendengarkan Mendengarkan Microfone Lembar balik Menjelaskan Mendengarkan Memberikan salam Menjawab Memperkenalkan anggota salam Mendengarkan Microfone 5 menit Audience Media Waktu

Menjelaskan 10 menit Menjelaskan Mendengarkan Mendengarkan

pencegahan hipertensi g. Menjelaskan pengobatan hipertensi non dan secara farmakologi. h. Tanya Jawab 3. Penutup a. Evaluasi Microfone 5 menit secara sesi Mengajukan pertanyaan

farmakologis Membuka pengobatan tanya jawab

Menjawab pertanyaan

Mendengarkan

Kertas Mendengarkan

b. Kesimpulan

Membuat kesimpulan

c. Salam Penutup

Memberikan salam Menjawab Mengucapkan terima kasih salam

Total Waktu

30 menit

G. Evaluasi Warga mampu mengerti dan memahami pengertian hipertensi, pengertian hipertensi, klasifikasi hipertensi, kompliksi hipertensi, manifestasi klinik hipertensi, faktor resiko dari hipertensi, pencegahan, pengobatan hipertensi H. Kesimpulan

I. Daftar Pustaka

http://politik.kompasiana.com/2010/04/07/politik-strategi-nasional/ http://www.kosmaext2010.com/makalah-civic-education-politik-dan-strateginasional.php http://fhanincredible.wordpress.com/2010/04/11/politik-dan-strategi-nasional/ http://www.adipedia.com/2011/05/pengertian-dan-definisi-politik-dan.html http://puzies.blogspot.com/2010/03/demokrasi-dan-pelaksanaan-demokrasi-di.html http://pdfdatabase.com/contoh-contoh-pelaksanaan-demokrasi-di-indonesia.html http://kewarganegaraan-bayoe.blogspot.com/2010/05/politik-dan-strateginasional.html

J. Lampiran Materi Kasus Pemicu Pasien dengan diagnose gangguan jantung, seringkali menjadi cemas dan takut secara berlebihan akibat kondisinya penyakitnya. Kewajiban mengkonsumsi obat dan control kondisi kesehatan yang terus menerus dapat menimbulkan kebosanan dan kejenuhan sendiri bagi pasien. Ketidaktahuan tentang prognosis, pengobatan serta perawatan dirumah membuat pasien bingung dan tidak memahami langkahlangkah yang harus diambil. Kurang pengetahuan dalam pencegahan, perawatan dan pengobatan juga membuat pasien harus kembali ke Rumah Sakit dengan kasus yang sama dan berulang.

1. Definisi Hipertensi Definisi umum hipertensi adalah apabila tekanan sistolik (SBP) adalah 140 mm Hg atau lebih, atau tekanan diastolik adalah 90 mm Hg atau lebih, atau pun kombinasi keduanya. Artinya, tekanan dalam pembuluh darah secara konsisten berada di atas normal. Hipertensi terjadi bila diameter arteri berkurang atau bila volume darah yang melalui arteri meningkat. Hipertensi sering merupakan gejala yang menyertai penyakit jantung, ginjal, dan ketidakseimbangan hormon. Hipertensi berasal dari dua kata, hiper = tinggi dan tensi = tekanan darah, merupakan penyakit yang sudah lama dikenal. Menurut American Society of Hypertension (ASH), pengertian hipertensi adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala kardiovaskuler yang progresif, sebagai akibat dari kondisi lain yang kompleks dan saling berhubungan. ASH membagi hipertensi menjadi beberapa kelompok yaitu kelompok normal, hipertensi tahap 1, tahap 2 dan tahap 3. Gejala hipertensi tidak sama pada setiap orang. Gejala umumnya adalah sakit kepala, mudah marah, telinga berdengung, mata berkunang-kuang, sukar tidur, sesak napas, dan pusing. Akan tetapi gejala yang khas adalah sakit kepala yang dirasakan ada di sekitar tengkuk dan muncul di pagi hari dan mulai menghilang seiring dengan tingginya matahari. Ciri khas lain adalah sakit kepala berupa pusing yang tidak berdenyut tetapi terasa berat dan tegang.Berdasarkan Laporan ke-6 dari

Joint National Committee on Detection, Evaluation, and treatment of High Blood Pressure (JNC VI) hipertensi diklasifikasikan pada tahapan / tingkatan (stage) berdasarkan risiko perkembangan penyakit kardiovaskuler (CVD).

2. Pembagian Hipertensi
Berdasarkan asosiasi hipertensi eropa 2003, diklasifikasikan hipertensi sebagai berikut:

Katagori 1. Optimal 2. Normal 3. Hipertensi Ringan 4. Hipertensi Sedang 5. Hipertensi Berat

Sistolik (mmHg) < 120 <130 140-159 160-180 180

Diastolik (mmHg) <80 <85 90-99 100-110 110

Pembagian hipertensi berdasarkan penyebabnya: 1) Hipertensi primer Merupakan hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya (hipertensi esensial). Terjadi peningkatan kerja jantung akibat penyempitan pembuluh darah tepi. Sebagian besar (90-95%) penderita termasuk hipertensi primer. 2) Hipertensi sekunder Merupakan hipertensi yang disebabkan oleh penyakit sistemik lain, misalnya gangguan hormon (Gushing), penyempitan pembuluh darah utama ginjal (stenosis arteri renalis, akibat penyakit ginjal (glomerulonefritis)}, dan

penyakit sistemik lainnya (lupus nefritis). Jumlah hipertensi sekunder kurang dari 5% penduduk dewasa di Amerika. 3. Etiologi Hipertensi Penyebab hipertensi adalah tekanan darah yang lebih tinggi dari normal di pembuluh darah arteri. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah yang

mengandung udara dan nutrisi dari jantung ke seluruh organorgan dan jaringan dalam tubuh. Penyebab hipertensi yang tinggi bukan berarti tingkat emosi yang tinggi, walaupun

seseorang yang tidak dapat mengendalikan emosinya

dengan baik ada kemungkinan mudah memiliki kecenderungan untuk mengalami hal ini. Nilai dalam tekanan darah berupa : sistolik (angka pertama) memiliki arti tekanan jantung saat memompa darah keseluruh tubuh, diastolik (angka kedua) memiliki arti tekanan yang dialami pembuluh darah sesudah jantung memompa. 1. Penyebab primer : a. Gen : ras, etnis, bangsa, dan riwayat keluarga b. Faktor lingkungan c. Faktor konsumsi garam d. Faktor psikososial 2. Penyebab sekunder :

a. Penyakit ginjal kronis b. Kortasio aorta c. Gangguan endokrin d. Gangguan kardiovaskuler e. Gangguan neurologis : pasien pusing sehingga saraf simpatisnya terganggu

4. Komplikasi Kondisi hipertensi yang berkepanjangan menyebabkan gangguan pembuluh darah di seluruh organ tubuh manusia. Angka kematian yang tinggi pada penderita darah tinggi terutama disebabkan oleh gangguan jantung. 1) Pembuluh darah : a. Perubahan endotel b. Arterosklerosis 2) Jantung : a. LVH b. Gagal jantung c. PJK d. MCI 3) Ginjal a. Gagal ginjal b. Proteinuria 4) Otak TIA (Trans Ischemic Attec) 5) Mata Gangguan penglihatan 5. Manifestasi klinik (gejala) Sesak nafas, sakit kepala, penurunan kesadaran, gelisah, muntah, neri dada

6. Factor resiko hipertensi

Faktor resiko hipertensi yang dapat dikontrol :

Faktor risiko adalah karakteristik, tanda dan gejala penyakit yang terdapat pada individu dan kelompok masyarakat, yang secara statistik berhubungan dengan peningkatan insiden dari suatu penyakit. Terdapat dua faktor resiko pada penyakit hipertensi, yaitu faktor yang tidak dapat diubah atau dikontrol dan faktor yang dapat diubah atau dikendalikan. Di bawah ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat diubah atau dikontrol yang menyebabkan penyakit hipertensi, sebagian dari faktor di bawah ini juga relevan dengan faktor resiko terjadinya penyakit diabetes mellitus. a. Obesitas Obesitas sangat erat kaitannya dengan pola makan yang tidak seimbang. Di mana seseorang lebih banyak mengkonsumsi lemak dan protein tanpa memperhatikan serat. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular karena beberapa sebab. Makin besar massa tubuh, makin banyak darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan makanan ke jaringan tubuh. Ini berarti volume darah yang beredar melalui pembuluh darah menjadi meningkat sehingga memberi tekanan lebih besar pada dinding arteri. Ada hubungan antara berat badan dan hipertensi, bila berat badan meningkat di atas berat badan ideal maka risiko hipertensi juga meningkat. Penyelidikan epidemiologi juga membuktikan bahwa obesitas merupakan ciri khas pada populasi pasien hipertensi. Pada penyelidikan dibuktikan bahwa curah jantung dan volume darah sirkulasi pasien obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal dengan tekanan darah yang setara. Obesitas mempunyai korelasi positif dengan hipertensi. Anak-anak remaja yang mengalami kegemukan cenderung mengalami hipertensi. Ada dugaan bahwa meningkatnya berat badan normal relatif sebesar 10% mengakibatkan kenaikan tekanan darah 7 mmHg. Oleh karena itu, penurunan berat badan

dengan membatasi kalori bagi orang-orang yang obes bisa dijadikan langkah positif untuk mencegah terjadinya hipertensi. Sedangkan hipertensi sangat erat dengan kejadian penyakit jantung dan stroke. Untuk mengetahui seseorang mengalami obesitas atau tidak, dapat dilakukan dengan mengukur berat badan dengan tinggi badan, yang kemudian disebut dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT berkorelasi langsung dengan tekanan darah, terutama tekanan darah sistolik. Risiko relatif untuk menderita hipertensi pada orang gemuk (obesity) 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan seorang yang berat badannya normal. Pada penderita hipertensi ditemukan sekitar 20-30% memiliki berat badan lebih. Ketegorinya : Kurus tingkat berat : < 17 Kurus tingkat ringan : 17,0 18 Normal : 18,5 - 25,0 Gemuk tingkat ringan : 25,0 - 27,0 Gemuk tingkat berat : > 27,0

b. Kadar Lemak Tubuh Kadar lemak tubuh di golongkan menjadi lemak yang ada di jaringan bawah kulit, lemak yang menumpuk di jaringan perut dan lain-lain, tergantung di mana lokasi lemak itu berada pada tubuh. Kadar lemak di bawah jaringan kulit dan di perut yang berlebihan mempunyai hubungan yang sangat erat terhadap munculnya penyakit tertentu, seperti DM, hiperlipidemi dan penyakit jantung. Tingginya kadar lemak yang ada pada tubuh seseorang, meningkatnya kadar kolesterol sebagai faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Tingginya kadar lemak tubuh juga berpengaruh terhadap lemahnya kemampuan insulin merubah glukosa menjadi glikogen sehingga lama kelamaan kemampuan insulin akan terus berkurang dan menyebabkan penyakit DM. Lemak dibawah kulit yang berlebihan (>10) tidak hanya berada di sekeliling perut tetapi juga di pinggul dan paha, hal ini diperkirakan dapat meningkatkan

risiko perlemakan di hati dan komplikasi penyakit lainnya. Untuk mencegah munculnya penyakit tertentu adalah merupakan hal penting dengan mengurangi kegemukan sampai pada tingkat normal. Kadar lemak tubuh diukur dengan cara membagi massa lemak tubuh (kg) dengan berat badan (kg) dikalikan 100, dengan nilai satuan persen. Kadar lemak perut dikategorikan dengan normal, cenderung tinggi dan tinggi, dengan nilai ambang batas 10. Selengkapnya hasil perhitungan dapat diklasifikasikan seperti tertera di bawah.

Klasifikasi kadar lemak tubuh : Laki-Laki 25% / > 20% - < 25% 10% - < 20% < 10% Klasifikasi Tinggi Cenderung Tinggi Normal Rendah Perempuan 35% / > 30% - < 35% 20% - < 30% < 20%

Kadar lemak perut : Klasifikasi Normal Cenderung Tinggi Tinggi Nilai 19 10 14 15 ke atas

c. Konsumsi Lemak Jenuh Kebiasaan konsumsi lemak jenuh erat kaitannya dengan peningkatan berat badan yang berisiko terjadinya hipertensi. Konsumsi lemak jenuh juga meningkatkan risiko aterosklerosis yang berkaitan dengan kenaikan tekanan darah. Penurunan konsumsi lemak jenuh, terutama lemak dalam makanan yang bersumber dari hewan dan peningkatan konsumsi lemak tidak jenuh secukupnya

yang berasal dari minyak sayuran, biji-bijian dan makanan lain yang bersumber dari tanaman dapat menurunkan tekanan darah. d. Olahraga / Aktifitas Fisik Olahraga banyak dihubungkan dengan pengelolaan penyakit tidak menular, karena olahraga isotonik dan teratur dapat menurunkan tahanan perifer yang akan menurunkan tekanan darah (untuk hipertensi) dan melatih otot jantung sehingga menjadi terbiasa apabila jantung harus melakukan pekerjaan yang lebih berat karena adanya kondisi tertentu. Pada kasus diabetes mellitus, olah raga ringan dapat membantu pembakaran kalori sehingga memacu insulin untuk metabolisme glukosa. Pada penderita jantung, olah raga sangat bermanfaat karena dapat membakar lemak sehingga risiko penumpukan kolesterol dapat dikontrol. Olahraga juga dikaitkan dengan peran obesitas pada hipertensi. Kurang melakukan olahraga akan meningkatkan kemungkinan timbulnya obesitas dan jika asupan garam juga bertambah akan memudahkan timbulnya hipertensi. Kurangnya aktifitas fisik meningkatkan risiko menderita DM dan hipertensi karena meningkatkan risiko kelebihan berat badan. Orang yang tidak aktif juga cenderung mempunyai frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi sehingga otot jantungnya harus bekerja lebih keras pada setiap kontraksi. Makin keras dan sering otot jantung harus memompa, makin besar tekanan yang dibebankan pada arteri. e. Kebiasaan Merokok Hubungan antara rokok dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler telah banyak dibuktikan. Selain dari lamanya merokok, risiko akibat merokok terbesar tergantung pada jumlah rokok yang dihisap per hari.

Seseorang lebih dari satu pak rokok sehari menjadi 2 kali lebih rentan dari pada mereka yang tidak merokok. Zat-zat kimia beracun, seperti nikotin dan karbon monoksida yang dihisap melalui rokok, masuk kedalam aliran darah dan merusak lapisan endotel pembuluh darah arteri, mengakibatkan proses aterosklerosis dan hipertensi. Nikotin dalam tembakaulah penyebab meningkatnya tekanan darah segara setelah isapan pertama. Seperti zat-zat kimia lain dalam asap rokok, nikotin diserap oleh pembuluh-pembuluh darah amat kecil di dalam paru-paru dan diedarkan ke aliran darah. Hanya dalam beberapa detik nikotin sudah mencapai otak. Otak bereaksi terhadap nikotin dengan memberi sinyal pada kelenjar adrenal untuk melepas epinefrin (adrenalin). Hormon yang kuat ini akan menyempitkan pembuluh darah dan memaksa jantung untuk bekerja lebih berat karena tekanan yang lebih tinggi. Setelah merokok dua batang saja maka baik tekanan sistolik maupun diastolik akan meningkat 10 mmHg. Tekanan darah akan tetap pada ketinggian ini sampai 30 menit setelah berhenti mengisap rokok. Sementara efek nikotin perlahan-lahan menghilang, tekanan darah juga akan menurun dengan perlahan. Namun pada perokok berat tekanan darah akan berada pada level tinggi sepanjang hari. Secara langsung setelah kontak dengan nikotin akan timbul stimulan terhadap kelenjar adrenal yang menyebabkan lepasnya epineprin (adrenalin). Lepasnya adrenalin merangsang tubuh melepaskan glukosa mendadak sehingga kadar gula darah meningkat dan tekanan darah juga meningkat, selain itu pernafasan dan detak jantung akan meningkat. Nikotin mendesak pengeluaran insulin dari pankreas, berarti perokok sering mengalami hiperglikemi (kelebihan gula dalam darah). Nikotin secara tidak langsung menyebabkan pelepasan dopamin dalam otak yang mengontrol

kesenangan dan motivasi. Selain kerusakan organ di atas juga kerusakan kronis syaraf dan perubahan perilaku. f. Konsumsi Garam Reaksi orang terhadap asupan garam yang di dalamnya mengandung natrium, berbeda-beda. Pada beberapa orang, baik yang sehat maupun yang mempunyai hipertensi, walaupun mereka mengkonsumsi natrium tanpa batas, pengaruhnya terhadap tekanan darah sedikit sekali atau bahkan tidak ada. Pada kelompok lain, terlalu banyak natrium menyebabkan kenaikan darah yang juga memicu terjadinya hipertensi. Garam merupakan faktor penting dalam patogenesis hipertensi. Hipertensi hampir tidak pernah ditemukan pada suku bangsa dengan asupan garam yang minimal. Asupan garam kurang dari 3 gram/hari prevalensi hipertensinya rendah, sedangkan asupan garam antara 5-15 gram/hari prevalensi hipertensi meningkat menjadi 15-20%. Pengaruh asupan terhadap hipertensi terjadi melalui peningkatan volume plasma, curah jantung dan tekanan darah. Garam meyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, karena menarik cairan di luar sel agar tidak keluar, sehingga akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Pada manusia yang mengkonsumsi garam 3 gram atau kurang ditemukan tekanan darah rata-rata rendah, sedangkan asupan garam sekitar 7-8 gram tekanan darahnya rata-rata lebih tinggi. Konsumsi garam yang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram/hari yang setara dengan 110 mmol natrium atau 2400 mg/hari. Asupan natrium akan meningkat menyebabkan tubuh meretensi cairan yang meningkatkan volume darah.

g. Stress Stres adalah suatu kondisi disebabkan oleh transaksi antara individu dengan lingkungan yang menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan yang berasal dari situasi dengan sumber-sumber daya sistem biologis, psikologis dan sosial dari seseorang. Stres adalah yang kita rasakan saat tuntutan emosi, fisik atau lingkungan tak mudah diatasi atau melebihi daya dan kemampuan kita untuk mengatasinya dengan efektif. Namun harus dipahami bahwa stres bukanlah pengaruh-pengaruh yang datang dari luar itu. Stres adalah respon kita terhadap pengaruh-pengaruh dari luar itu. Sudah lama diketahui bahwa stres atau ketegangan jiwa (rasa tertekan, murung, rasa marah, dendam, rasa takut, rasa bersalah) dapat merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat, sehingga tekanan darah akan meningkat. Jika stres berlangsung cukup lama, tubuh akan berusaha mengadakan penyesuaian sehingga timbul kelainan organis atau perubahan patologis. Gejala yang muncul berupa hipertensi atau penyakit maag. Stress juga diyakini memiliki hubungan dengan hipertensi. Hal ini diduga melalui saraf simpatis yang dapat meningkatkan tekanan darah secara intermiten. Apabila stress berlangsung lama dapat mengakibatkan peninggian tekanan darah yang menetap. Stres dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu dan bila stres sudah hilang tekanan darah bisa normal kembali. Peristiwa yang mendadak yang menyebabkan stres dapat meningkatkan tekanan darah, namun akibat stress berkelanjutan yang dapat menimbulkan hipertensi belum dapat dipastikan. h. Penggunaan Jelantah

Jelantah adalah minyak goreng yang sudah lebih dari satu kali dipakai untuk menggoreng, dan minyak goreng ini merupakan minyak yang telah rusak. Bahan dasar minyak goreng bisa bermacam-macam seperti kelapa, sawit, kedelai, jagung dan lain-lain. Meskipun beragam, secara kimia isi kendungannya sebetulnya tidak jauh berbeda, yakni terdiri dari beraneka asam lemak jenuh (ALJ) dan asam lemak tidak jenuh (ALTJ). Dalam jumlah kecil terdapat lesitin, cephalin, fosfatida, sterol, asam lemak bebas, lilin, pigmen larut lemak, karbohidrat dan protein. Hal yang menyebabkan berbeda adalah komposisinya, minyak sawit mengandung sekitar 45,5% ALJ yang didominasi oleh lemak palmitat dan 54,1% ALTJ yang didominasi asam lemak oleat sering juga disebut omega-9. minyak kelapa mengadung 80% ALJ dan 20% ALTJ, sementara minyak zaitun dan minyak biji bunga matahari hampir 90% komposisinya adalah ALTJ.12,20 Jelantah dapat menyebabkan risiko hipertensi sebesar 5,43 kali dibanding yang tidak mengkonsumsi jelantah. Penggunaan minyak goreng sebagai media penggorengan bisa menjadi rusak karena tidak tahan terhadap panas. Minyak goreng yang tinggi kandungan ALTJ-nya memiliki nilai tambah hanya pada gorengan pertama saja, selebihnya minyak tersebut menjadi rusak. Bahan makanan kaya omega-3 yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah, akan tidak berkasiat bila dipanaskan dan diberi kesempatan untuk dingin kemudian dipakai menggoreng kembali, karena komposisi ikatan rangkapnya telah rusak. Minyak goreng terutama yang dipakai oleh pedagang goreng-gorengan pinggir jalan, dipakai berulang kali, tidak peduli apakah warnanya sudah berubah menjadi coklat tua sampai kehitaman. Alasan yang dikemukakan cukup sederhana yaitu demi mengirit biaya produksi. Bagi mereka yang tidak menginginkan menderita hiperkolesterolemi untuk membatasi.

Penggunaan minyak goreng terutama jelantah karena akan meningkatkan pembentukan kolesterol yang berlebihan yang dapat menyebabkan

aterosklerosis dan hal ini dapat memicu terjadinya penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, darah tinggi dan lain-lain. Faktor Resiko Hipertensi Yang Tidak Dapat Dikontrol Berikut ini adalah gambaran secara jelas beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit hipertensi : f. Keturunan Orang-orang dengan riwayat keluarga yang mempunyai penyakit tidak menular lebih sering menderita penyakit yang sama. Jika ada riwayat keluarga dekat yang mempunyai faktor keturunan hipertensi, akan mempertinggi risiko terkena hipertensi pada keturunannya. Keluarga yang memiliki riwayat hipertensi akan meningkatkan risiko hipertensi sebesar 4 kali lipat. Dari data statistik terbukti bahwa seseorang memiliki kemungkinan lebih besar mendapatkan penyakit tidak menular jika orang tuanya penderita PTM. Jika seorang dari orang tua menderita PTM, maka dimungkinkan sepanjang hidup keturunannya mempunyai peluang 25% terserang penyakit tersebut. Jika kedua orang tua mempunyai penyakit tidak menular maka kemungkunan mendapatkan penyakit tersebut sebesar 60%. g. Jenis Kelamin Faktor jenis kelamin berpengaruh pada terjadinya penyakit tidak menular tertentu, yang banyak dicetuskan oleh hipertensi dimana pria lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan wanita dengan rasio sekitar 2,29 mmHg untuk peningkatan darah sistolik. Wanita yang sedang memasuki menopause berpengaruh terhadap terjadinya hipertensi.

Penelitian lain mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang relatif sama menderita hipertensi. Sedangkan pada penyakit diabetes mellitus antara pria dan wanita mempunyai risiko yang sama. h. Umur Penyakit tidak menular tertentu seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, dan lain-lain erat kaitannya dengan umur. Semakin tua seseorang maka semakin besar risiko terserang penyakit tersebut. Umur lebih dari 40 tahun mempunyai risiko terkena hipertensi dan penyakit DM. Dengan bertambahnya umur, risiko terkena hipertensi lebih besar sehingga prevalensi dikalangan usia lanjut cukup tinggi yaitu sekitar 40 % dengan kematian sekitar 50 % diatas umur 60 tahun. Arteri kehilangan elastisitas atau kelenturan serta tekanan darah meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Peningkatan kasus hipertensi akan berkembang pada umur lima puluhan dan enampuluhan. Dengan bertambahnya umur, dapat meningkatkan risiko hipertensi. Hipertensi bisa terjadi pada segala usia, namun paling sering dijumpai pada usia 35 tahun atau lebih. Sebenarnya biasa saja bila tekanan darah kita sedikit meningkat dengan bertambahnya umur. Ini sering disebabkan oleh perubahan alami pada jantung, pembuluh darah dan hormon. Hanya saja bila perubahan ini disertai faktor-faktor lain maka bisa memicu terjadinya hipertensi. 7. Pencegahan Primer, Sekunder dan terstier pada masalah Sistem Hipertensi.

1. Pencegahan Primer : Tidur yang cukup, antara 6-8 jam per hari Kurangi makanan berkolesterol tinggi dan perbanyak perbanyak aktifitas fisik untuk mengurangi berat badan. Berdasarkan penelitian oleh Clinical and Public Health Advisory from the National High Blood Pressure Education Program Amerika Serikat bahwa penurunan berat badan

sebesar 4,4 kg dapat menurunkan tekanan darahsampai dengan 7.0 mmHg dan aerobik selama 30 menit setiap hari bisamenurunkan tekanan darah sampai 4.05 mmHg. Kurangi konsumsi alkohol. Konsumsi Minyak ikan. Telah diketahui bahwa peningkatan konsumsi minyak ikan yang mengandung Asam Lemak (omega-3) dapatmenurunkan tekanan darah secara signifikan terutama bagi merekayang menderita diabetes. Suplai kalsium, meskipun hanya menurunkan sedikit tekanan darah tapi kalsium juga cukup membantu. Promosi kesehatan meliputi kegiatan dasar gaya hidup sehat: gizi yang baik dan kebersihan, olahraga dan istirahat, dan menghindari risiko kesehatan dan lingkungan. Membuat perubahan lingkungan, seperti meningkatkan keselamatan dan kemurnian makanan dan air dan memberikan imunisasi. 2. Pencegahan Sekunder : Hipertensi Pencegahan Dalam 6 Langkah Pencegahan Hipertensi termasuk mempertahankan berat badan

yangsehat; secara fisik aktif; berikut pola makan yang sehat, yang menekankanbuah-buahan, sayuran, dan makanan rendah lemak susu; memilih danmenyiapkan makanan dengan garam kurang dan natrium, dan, jika Andaminum minuman beralkohol, minum di moderasi. Langkah 1: Setelah Pola Makan Sehat Penelitian telah menunjukkan bahwa mengikuti rencana makan sehat bisabaik mengurangi risiko perkembangan tekanan darah tinggi danmenurunkan tekanan darah tinggi yang sudah. Bagi penderita hipertensidianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa makanan berikut:

Buah-buahan Jenis makanan ini sangat baik untuk melawan penyakit

hipertensi.Dengan mengonsumsi buah dan sayur segar secara teratur dapatmenurunkan risiko kematian akibat hipertensi, stroke dan penyakitjantung koroner, menurunkan tekanan darah, dan mencegah kanker.Buah dan sayur mengandung zat kimia tanaman (phytochemical)yang penting,

seperti flavonoids, sterol, dan phenol. Flavonoids,yang terdapat dalam anggur merah dan apel dapat mengurangibahaya kolesterol dan mencegah

penggumpalan darah. Buah jenis berry bersifat antioksidan; buah yang berwarna gelap juga banyak mengandung serat (Marzukli, 2004) Selain itu buah yang sering dikonsumsi utnuk mengatasi hipetrsiadalah buah pisang. Secara umum kandungan gizi yang terkandungdalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: kalori 99kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 mg, serat1,7 gram, kalsium 8 gram, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg serta vitamin A 44 RE, Vitamin B 0,08 mg, vitamin C 3 mg dan air 72 gram.Kandungan buah pisang di atas dianggap cukup baik untuk mengatasihipertensi.bahkan lembaga food and Drug Administrition

Amerikamemperbolehkan pengusaha pisang untuk membuat kalim bahwapisang dapat menurangi resiko tekanan darah dan stroke (Didinkaem,2007) Sayur Sebagaimana buah-buahan, sayur juga banyak mengandung vitamindan phytochemical serta serat. Sayur yang dapat digunakan untukpencegahan hipertensi ini seperti seledri, bawang dan sayur hijaulainnya. Bawang putih misalnya mampu menurunkan tekanan darahtinggi serta menurunkan kolesterol, berkat adanya senyawa yangdisebut ajone, yaitu senyawa yang selain penurun hipertensi jugasebagai pemcegah pengumpalan darah. Serat Makanan yang banyak mengandung serat sangat penting untuk keseimbangan kolesterol. Serat terdapat dalam tumbuhan, terutamapada sayur,

buah, padi-padian, kacang-kacangan, dan biji-bijian.Selain dapat menurunkan kadar kolesterol karena dapat mengangkutasam empedu, serat juga dapat mengatur kadar gula darah danmenurunkan tekanan darah (Marzukli, 2004). Karbohidrat jenis kompleks Karbohidrat jenis kompleks seperti nasi, pasta, kentang, roti lebihaman bagi penderita hipertensi daripada karbohidrat sederhanaseperti gula, manisan atau soda. Hal ini dikarenakan gula sederhanalebih mudah meningkatkan kadar gula darah dan ini berimplikasikepada terjadinya hipertensi (Marzukli, 2004). Vitamin dan mineral Vitamin dan mineral juga sangat penting untuk menyeimbangkan prosesproses fisiologi di dalam tubuh kita, termasuk juga untukmenyeimbangkan tekanan darah. Teh Teh telah cukup terkenal sebagai antioksidan yang efektif, selain ituteh juga dapat mengurangi resiko hipertensi ataupun stroke.Pengkonsumsian teh secara teratur dan seimbang dapat menjaga polahidup sehat. Ada beberapa makanan yang harus dihindari atau dibatasi, antara lain: Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru-paru, minyak kelapa, gajih, dll) Makanan yang diolah menggunakan garam natrium, misalnya biscuit, cracer, keripik dan makanan kering yang asin. Makanan atau minuman kaleng, contohnya adalah sarden,sosis, korned, soft drink dll. Hal ini dikarenakan makanan-makanan tersebut umumnya mengandung pengawet yang tidakbaik bagi kesehatan. Makanan yang diawetka (dendeng, asinan, ikan asin, telur asin, selai kacang, pindang dll) Susu full cream, mentega, margarin, keju mayonise, serta sumber protein hewani yang mengandung banyak kolesterol, sepertidaging merah (baik sapi apalagi kambing), kuning telur, dankulit ayam. Penyedap makanan.

Alkohol serta makanan yang mengandung alcohol

Untuk pengaturan pola makanan sehari-hari bagi penderitahipertensi yaitu dengan selalu menggunakan garam beryodiumdan penggunaan garam jangan sampai lebih dari 1 sendok perhari. Meningkatkan pasokan kalium 94,5 gram atau 120-175mEq/hari) dapat memberikan efek penurunan tekanan darah yangringan. Selain itu, pemberian kalium juga membantu untukmengganti kehilangan kalium. Kecukupan kalsium juga harusdipantau untuik mencegah atau mengobati hipertensi: 2-3 gelas susu skim atau 40 mg/hari, 115 gram keju rendah natrium dapat memenuhi kebutuhan kalsium (Anie kurniawan, 2002) Untuk diet bagi rasa penderita dengan hipertensi menambah dapat gula dilakukan merah/putih,

denganmemperbaiki

tawar

bawang,jahe, kencur serta bumbu-bumbu lain yang tidak asin atau mengandungbanyak garam natrium. Untuk memeperbaiki ras, makanan juga dapatditumis. Untuk mengurangi penggunaan garam yang berlebih, dapatdiatasi dengan membubuhkan garan di meja makan.

Langkah 2: Mengurangi Garam dan Natrium di Diet Anda Kunci untuk makan sehat adalah memilih makanan rendah garam danmengkonsumsi natrium Kebanyakan. Amerika garam lebih dari yangmereka butuhkan. Rekomendasi saat ini adalah untuk mengkonsumsikurang dari 2,4 gram (2.400 miligram [mg]) natrium hari. Itu samadengan 6 gram (sekitar 1 sendok teh) garam meja sehari. 6 gram termasukgaram SEMUA dan natrium dikonsumsi, termasuk yang digunakan dalammemasak dan di meja. Untuk seseorang dengan tekanan darah tinggi,dokter mungkin menyarankan makan kurang garam dan sodium, karenapenelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi diet1.500 mg natrium memiliki tekanan darah lebih baik bahkan menurunkanmanfaat. Ini-sodium diet rendah juga dapat menjaga tekanan darah naikdan obat tekanan darah membantu bekerja lebih baik.

Langkah 3 : Memelihara Berat Sehat Menjadi gemuk meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darahtinggi. Bahkan, tekanan darah meningkat seiring dengan

meningkatnyaberat badan. Losing bahkan 10 dapat menurunkan tekanan darah -dan memiliki pengaruh terbesar bagi mereka yang kelebihan beratbadan dan sudah memiliki hipertensi.

Langkah 4: Menjadi Secara fisik Aktif Menjadi aktif secara fisik merupakan salah satu langkah paling pentingyang dapat Anda ambil untuk mencegah atau mengontrol tekanan darahtinggi. Hal ini juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Tidakperlu banyak upaya untuk menjadi aktif secara fisik.

Langkah 5: Membatasi Alkohol Intake Minum terlalu banyak alkohol dapat menaikkan tekanan darah. Hal inijuga dapat merusak hati, otak, dan jantung. Minuman beralkohol jugamengandung kalori, yang masalah jika Anda mencoba untuk

menurunkanberat badan. Jika Anda minum minuman beralkohol, hanya dalam jumlahsedang - satu gelas sehari untuk wanita; dua gelas sehari untuk pria.

Langkah 6 Berhenti Merokok: Bebas melukai dinding pembuluh darah dan mempercepat

prosespengerasan arteri. Hal ini berlaku bahkan untuk rokok filter. Sehinggameskipun tidak menimbulkan tekanan darah tinggi, merokok adalahburuk bagi siapa pun, khususnya mereka yang tekanan darah tinggi. JikaAnda tidak merokok, jangan mulai. Setelah Anda berhenti, risiko terkenaserangan jantung berkurang setelah tahun pertama. Jadi Anda memilikibanyak untuk mendapatkan dengan berhenti. Salah satu cara untuk menghindari darah tinggi adalah menjaga berat tubuh ideal, kemudian melakukan hal-hal berikut ini:

a. Jalan Kaki Rutin melakukan jalan cepat ternyata efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi hingga 8 mmhg.

b.Konsumsi Makanan Berpotasium Perbanyak mengonsumsi makanan akan kaya potasium, seperti buahsayur, sangat baik untuk menurunkan tekanan darah. Sumberpotasium terbaik antara lain kentang, tomat, orange juice, pisang, kacang-kacangan, belewah, melon, serta buah yang dikeringkan, seperti kismis. Konsumsi potasium minimal 2000 - 4000 mg per hari. Tujuan pencegahan sekunder adalah untuk mengidentifikasi

danmendeteksi penyakit dalam tahap awal. Dengan deteksi dini dandiagnosis, dimungkinkan untuk menyembuhkan penyakit, memperlambatpengembangan perusahaan, kecacatan. Tujuan lain pencegahan sekunder adalah untuk mencegah mencegah atau meminimalkan komplikasi,dan membatasi

penyebaranpenyakit menular (penyakit yang dapat ditularkan dari satu orang keorang lain di masyarakat, identifikasi awal dan perawatan orang denganpenyakit menular, seperti penyakit menular seksual, tidak

hanyamemberikan pencegahan sekunder untuk mereka yang terinfeksi tetapijuga pencegahan primer untuk orang-orang yang datang dalam kontakdengan individu yang terinfeksi. Contoh pencegahan sekunder yang dilakukan oleh para profesional yangberbeda (dokter, perawat, bersekutu profesional kesehatan) dalamberbagai pengaturan (kantor medis, klinik, pameran kesehatan) adalahtekanan darah skrining untuk mengidentifikasi orang dengan hipertensi(tekanan darah tinggi). Contoh pencegahan kesehatan mental sekunderadalah upaya untuk

mengidentifikasi anak-anak muda dengan masalahperilaku dalam rangka

melakukan intervensi awal dan mencegahperkembangan, atau kemajuan untuk, gangguan mental yang lebih serius. 3. Pencegahan Tersier Diet rendah lemak, diet rendah garam Berhenti merokok dan minuman alkohol Kurangi atau berhenti minum kopi Hindari mengkonsumsi daging kambing, dan buah durian Olahraga secara teratur yang disesuaikan dengan kondisi tubuh

8. Pengobatan Olah raga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi, karena olah raga isotonik (spt bersepeda, jogging, aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Olah raga juga dapat digunakan untuk mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yang berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit). Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi 2 jenis yaitu: 1) Pengobatan non obat (non farmakologis) 2) Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis) 1) Pengobatan non obat (non farmakologis) Pengobatan non farmakologis kadang-kadang dapat mengontrol tekanan darah sehingga pengobatan farmakologis menjadi tidak diperlukan atau sekurang-kurangnya ditunda. Sedangkan pada keadaan dimana obat anti hipertensi diperlukan, pengobatan non farmakologis dapat dipakai sebagai pelengkap untuk mendapatkan efek pengobatan yang lebih baik. Pengobatan non farmakologis diantaranya adalah :

a. Diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh b. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh. Nasehat pengurangan garam, harus memperhatikan kebiasaan makan penderita. Pengurangan asupan garam secara drastis akan sulit dilaksanakan. Cara pengobatan ini hendaknya tidak dipakai sebagai pengobatan tunggal, tetapi lebih baik digunakan sebagai pelengkap pada pengobatan farmakologis. c. Ciptakan keadaan rileks Berbagai cara relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis dapat mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah. Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 3045 menit sebanyak 3-4 kali seminggu. d. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol 2) Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis) Obat-obatan antihipertensi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter. Diuretik Obat-obatan jenis diuretik bekerja dengan cara mengeluarkan cairan tubuh (lewat kencing) sehingga volume cairan ditubuh berkurang yang mengakibatkan daya pompa jantung menjadi lebih ringan. Contoh obatannya adalah Hidroklorotiazid. Penghambat Simpatetik

Golongan obat ini bekerja dengan menghambat aktivitas saraf simpatis (saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas ). Contoh obatnya adalah : Metildopa, Klonidin dan Reserpin. Betabloker Mekanisme kerja anti-hipertensi obat ini adalah melalui penurunan daya pompa jantung. Jenis betabloker tidak dianjurkan pada penderita yang telah diketahui mengidap gangguan pernapasan seperti asma bronkial. Contoh obatnya adalah : Metoprolol, Propranolol dan Atenolol. Pada penderita diabetes melitus harus hati-hati, karena dapat menutupi gejala hipoglikemia (kondisi dimana kadar gula dalam darah turun menjadi sangat rendah yang bisa berakibat bahaya bagi penderitanya). Pada orang tua terdapat gejala bronkospasme (penyempitan saluran pernapasan) sehingga pemberian obat harus hati-hati. Vasodilator Obat golongan ini bekerja langsung pada pembuluh darah dengan relaksasi otot polos (otot pembuluh darah). Yang termasuk dalam golongan ini adalah : Prasosin, Hidralasin. Efek samping yang kemungkinan akan terjadi dari pemberian obat ini adalah : sakit kepala dan pusing. Penghambat ensim konversi Angiotensin Cara kerja obat golongan ini adalah menghambat pembentukan zat Angiotensin II (zat yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah). Contoh obat yang termasuk golongan ini adalah Kaptopril. Efek samping yang mungkin timbul adalah : batuk kering, pusing, sakit kepala dan lemas.

Antagonis kalsium Golongan obat ini menurunkan daya pompa jantung dengan cara menghambat kontraksi jantung (kontraktilitas). Yang termasuk golongan obat ini adalah : Nifedipin, Diltiasem dan Verapamil. Efek samping yang mungkin timbul adalah : sembelit, pusing, sakit kepala dan muntah.

Penghambat Reseptor Angiotensin II Cara kerja obat ini adalah dengan menghalangi penempelan zat Angiotensin II pada reseptornya yang mengakibatkan ringannya daya pompa jantung. Obat-obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah Valsartan (Diovan). Efek samping yang mungkin timbul adalah : sakit kepala, pusing, lemas dan mual.

Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur, serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi, maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan.

MASALAH Kasus Pemicu Pasien dengan diagnose gangguan jantung,seringkali menjadi cemas dan takut secara berlebihan akibat kondisinya penyakitnya. Kewajiban mengkonsumsi obat dan control kondisi kesehatan yang terus menerus dapat menimbulkan kebosanan dan kejenuhan sendiri bagi pasien. Ketidaktahuan tentang prognosis, pengobatan serta perawatan dirumah membuat pasien bingung dan tidak memahami langkahlangkah yang harus diambil. Kurang pengetahuan dalam pencegahan, perawatan dan pengobatan juga membuat pasien harus kembali ke Rumah Sakit dengan kasus yang sama dan berulang.

1. Pencegahan Primer, Sekunder dan terstier pada masalah Sistem Hipertensi.

1.1 Pencegahan Primer : Tidur yang cukup, antara 6-8 jam per hari Kurangi makanan berkolesterol tinggi dan perbanyak perbanyak aktifitas fisik untuk mengurangi berat badan. Berdasarkan penelitian oleh Clinical and Public Health Advisory from the National High Blood Pressure Education Program Amerika Serikat bahwa

penurunan berat badan sebesar 4,4 kg dapat menurunkan tekanan darahsampai dengan 7.0 mmHg dan aerobik selama 30 menit setiap hari bisamenurunkan tekanan darah sampai 4.05 mmHg. Kurangi konsumsi alkohol. Konsumsi Minyak ikan. Telah diketahui bahwa peningkatan konsumsi minyak ikan yang mengandung Asam Lemak (omega-3) dapatmenurunkan tekanan darah secara signifikan terutama bagi merekayang menderita diabetes. Suplai kalsium, meskipun hanya menurunkan sedikit tekanan darah tapi kalsium juga cukup membantu.

Promosi kesehatan meliputi kegiatan dasar gaya hidup sehat: gizi yang baik dan kebersihan, olahraga dan istirahat, dan menghindari risiko kesehatan dan lingkungan.

Membuat perubahan lingkungan, seperti meningkatkan keselamatan dan kemurnian makanan dan air dan memberikan imunisasi.

1.2 Pencegahan Sekunder : Hipertensi Pencegahan Dalam 6 Langkah Pencegahan Hipertensi termasuk mempertahankan berat badan yangsehat; secara fisik aktif; berikut pola makan yang sehat, yang menekankanbuahbuahan, sayuran, dan makanan rendah lemak susu; memilih danmenyiapkan makanan dengan garam kurang dan natrium, dan, jika Andaminum minuman beralkohol, minum di moderasi. Langkah 1: Setelah Pola Makan Sehat Penelitian telah menunjukkan bahwa mengikuti rencana makan sehat bisabaik mengurangi risiko perkembangan tekanan darah tinggi danmenurunkan tekanan darah tinggi yang sudah. Bagi penderita hipertensidianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa makanan berikut: Buah-buahan Jenis makanan ini sangat baik untuk melawan penyakit hipertensi.Dengan mengonsumsi buah dan sayur segar secara teratur dapatmenurunkan risiko kematian akibat hipertensi, stroke dan penyakitjantung koroner, menurunkan tekanan darah, dan mencegah kanker.Buah dan sayur mengandung zat kimia tanaman (phytochemical)yang penting, seperti flavonoids, sterol, dan phenol. Flavonoids,yang terdapat dalam anggur merah dan apel dapat

mengurangibahaya kolesterol dan mencegah penggumpalan darah. Buah jenis berry bersifat antioksidan; buah yang berwarna gelap juga banyak mengandung serat (Marzukli, 2004) Selain itu buah yang sering dikonsumsi utnuk mengatasi hipetrsiadalah buah pisang. Secara umum kandungan gizi yang terkandungdalam setiap buah pisang

matang adalah sebagai berikut: kalori 99kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 mg, serat1,7 gram, kalsium 8 gram, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg serta vitamin A 44 RE, Vitamin B 0,08 mg, vitamin C 3 mg dan air 72 gram.Kandungan buah pisang di atas food dianggap and cukup Drug baik untuk

mengatasihipertensi.bahkan

lembaga

Administrition

Amerikamemperbolehkan pengusaha pisang untuk membuat kalim bahwapisang dapat menurangi resiko tekanan darah dan stroke (Didinkaem,2007) Sayur Sebagaimana buah-buahan, sayur juga banyak mengandung vitamindan phytochemical serta serat. Sayur yang dapat digunakan untukpencegahan hipertensi ini seperti seledri, bawang dan sayur hijaulainnya. Bawang putih misalnya mampu menurunkan tekanan darahtinggi serta menurunkan kolesterol, berkat adanya senyawa yangdisebut ajone, yaitu senyawa yang selain penurun hipertensi jugasebagai pemcegah pengumpalan darah. Serat Makanan yang banyak mengandung serat sangat penting untuk

keseimbangan kolesterol. Serat terdapat dalam tumbuhan, terutamapada sayur, buah, padi-padian, kacang-kacangan, dan biji-bijian.Selain dapat menurunkan kadar kolesterol karena dapat mengangkutasam empedu, serat juga dapat mengatur kadar gula darah danmenurunkan tekanan darah (Marzukli, 2004). Karbohidrat jenis kompleks Karbohidrat jenis kompleks seperti nasi, pasta, kentang, roti lebihaman bagi penderita hipertensi daripada karbohidrat sederhanaseperti gula, manisan atau soda. Hal ini dikarenakan gula sederhanalebih mudah meningkatkan kadar gula darah dan ini berimplikasikepada terjadinya hipertensi (Marzukli, 2004). Vitamin dan mineral

Vitamin dan mineral juga sangat penting untuk menyeimbangkan proses-proses fisiologi di dalam tubuh kita, termasuk juga untukmenyeimbangkan tekanan darah.

Teh Teh telah cukup terkenal sebagai antioksidan yang efektif, selain ituteh juga dapat mengurangi resiko hipertensi ataupun stroke.Pengkonsumsian teh secara teratur dan seimbang dapat menjaga polahidup sehat. Ada beberapa makanan yang harus dihindari atau dibatasi, antara lain: Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru-paru, minyak kelapa, gajih, dll) Makanan yang diolah menggunakan garam natrium, misalnya biscuit, cracer, keripik dan makanan kering yang asin. Makanan atau minuman kaleng, contohnya adalah sarden,sosis, korned, soft drink dll. Hal ini dikarenakan makanan-makanan tersebut umumnya mengandung pengawet yang tidakbaik bagi kesehatan. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan, ikan asin, telur asin, selai kacang, pindang dll) Susu full cream, mentega, margarin, keju mayonise, serta sumber protein hewani yang mengandung banyak kolesterol, sepertidaging merah (baik sapi apalagi kambing), kuning telur, dankulit ayam. Penyedap makanan. Alkohol serta makanan yang mengandung alcohol

Untuk pengaturan pola makanan sehari-hari bagi penderitahipertensi yaitu dengan selalu menggunakan garam beryodiumdan penggunaan garam jangan sampai lebih dari 1 sendok perhari. Meningkatkan pasokan kalium 94,5 gram atau 120-175mEq/hari) dapat memberikan efek penurunan tekanan darah yangringan. Selain itu, pemberian kalium juga membantu untukmengganti kehilangan kalium. Kecukupan kalsium juga harusdipantau untuik mencegah atau mengobati hipertensi: 2-3 gelas susu skim atau 40 mg/hari, 115 gram keju rendah natrium dapat memenuhi kebutuhan kalsium (Anie kurniawan, 2002)

Untuk diet bagi penderita hipertensi dapat dilakukan denganmemperbaiki rasa tawar dengan menambah gula merah/putih, bawang,jahe, kencur serta bumbu-bumbu lain yang tidak asin atau mengandungbanyak garam natrium. Untuk memeperbaiki ras, makanan juga dapatditumis. Untuk mengurangi penggunaan garam yang berlebih, dapatdiatasi dengan membubuhkan garan di meja makan.

Langkah 2: Mengurangi Garam dan Natrium di Diet Anda Kunci untuk makan sehat adalah memilih makanan rendah garam danmengkonsumsi natrium Kebanyakan. Amerika garam lebih dari yangmereka butuhkan. Rekomendasi saat ini adalah untuk mengkonsumsikurang dari 2,4 gram (2.400 miligram [mg]) natrium hari. Itu samadengan 6 gram (sekitar 1 sendok teh) garam meja sehari. 6 gram termasukgaram SEMUA dan natrium dikonsumsi, termasuk yang digunakan dalammemasak dan di meja. Untuk seseorang dengan tekanan darah tinggi,dokter mungkin menyarankan makan kurang garam dan sodium, karenapenelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi diet1.500 mg natrium memiliki tekanan darah lebih baik bahkan menurunkanmanfaat. Ini-sodium diet rendah juga dapat menjaga tekanan darah naikdan obat tekanan darah membantu bekerja lebih baik.

Langkah 3 : Memelihara Berat Sehat Menjadi gemuk meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darahtinggi. Bahkan, tekanan darah meningkat seiring dengan meningkatnyaberat badan. Losing bahkan 10 dapat menurunkan tekanan darah -dan memiliki pengaruh terbesar bagi mereka yang kelebihan beratbadan dan sudah memiliki hipertensi.

Langkah 4: Menjadi Secara fisik Aktif Menjadi aktif secara fisik merupakan salah satu langkah paling pentingyang dapat Anda ambil untuk mencegah atau mengontrol tekanan darahtinggi. Hal ini

juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Tidakperlu banyak upaya untuk menjadi aktif secara fisik.

Langkah 5: Membatasi Alkohol Intake Minum terlalu banyak alkohol dapat menaikkan tekanan darah. Hal inijuga dapat merusak hati, otak, dan jantung. Minuman beralkohol jugamengandung kalori, yang masalah jika Anda mencoba untuk menurunkanberat badan. Jika Anda minum minuman beralkohol, hanya dalam jumlahsedang - satu gelas sehari untuk wanita; dua gelas sehari untuk pria.

Langkah 6 Berhenti Merokok: Bebas melukai dinding pembuluh darah dan mempercepat prosespengerasan arteri. Hal ini berlaku bahkan untuk rokok filter. Sehinggameskipun tidak menimbulkan tekanan darah tinggi, merokok adalahburuk bagi siapa pun, khususnya mereka yang tekanan darah tinggi. JikaAnda tidak merokok, jangan mulai. Setelah Anda berhenti, risiko terkenaserangan jantung berkurang setelah tahun pertama. Jadi Anda memilikibanyak untuk mendapatkan dengan berhenti. Salah satu cara untuk menghindari darah tinggi adalah menjaga berat tubuh ideal, kemudian melakukan hal-hal berikut ini:

a. Jalan Kaki Rutin melakukan jalan cepat ternyata efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi hingga 8 mmhg.

b.Konsumsi Makanan Berpotasium Perbanyak mengonsumsi makanan akan kaya potasium, seperti buahsayur, sangat baik untuk menurunkan tekanan darah. Sumberpotasium terbaik antara lain kentang, tomat, orange juice, pisang, kacang-kacangan, belewah, melon, serta buah yang dikeringkan, seperti kismis. Konsumsi potasium minimal 2000 4000 mg per hari.

Tujuan pencegahan sekunder adalah untuk mengidentifikasi danmendeteksi penyakit dalam tahap awal. Dengan deteksi dini dandiagnosis, dimungkinkan untuk menyembuhkan penyakit, memperlambatpengembangan perusahaan, mencegah atau meminimalkan komplikasi,dan membatasi kecacatan. Tujuan lain pencegahan sekunder adalah untuk mencegah penyebaranpenyakit menular (penyakit yang dapat ditularkan dari satu orang keorang lain di masyarakat, identifikasi awal dan perawatan orang denganpenyakit menular, seperti penyakit menular seksual, tidak hanyamemberikan pencegahan sekunder untuk mereka yang terinfeksi tetapijuga pencegahan primer untuk orang-orang yang datang dalam kontakdengan individu yang terinfeksi. Contoh pencegahan sekunder yang dilakukan oleh para profesional yangberbeda (dokter, perawat, bersekutu profesional kesehatan) dalamberbagai pengaturan (kantor medis, klinik, pameran kesehatan) adalahtekanan darah skrining untuk mengidentifikasi orang dengan hipertensi(tekanan darah tinggi). Contoh pencegahan kesehatan mental sekunderadalah upaya untuk mengidentifikasi anak-anak muda dengan masalahperilaku dalam rangka melakukan intervensi awal dan mencegahperkembangan, atau kemajuan untuk, gangguan mental yang lebih serius. 2. Pencegahan Tersier Diet rendah lemak, diet rendah garam Berhenti merokok dan minuman alkohol Kurangi atau berhenti minum kopi Hindari mengkonsumsi daging kambing, dan buah durian Olahraga secara teratur yang disesuaikan dengan kondisi tubuh

2. Masalah Utama dalam kasus tersebut adalah Kurangnya Pengetahuan akan penyakit tersebut, Psikologis karena klien cemas dan takut secara berlebihan akibat kondisi penyakitnya,jenuh terhadap pengobatan mengkonsumsi obat terus

menerus , ketidak tahuan tentang prognosis pengobatan, kurangnya pengetahuan tentang pencegahan dan perawatan .

3. Yang menjadi kebutuhan pengetahuan pasien dengan gangguan hipertensi adalah :

pengertian hipertensi klasifikasi hipertensi kompliksi hipertensi manifestasi klinik hipertensi faktor resiko dari hipertensi pencegahan pengobatan hipertensi

Gangguan pada target organ

1.
-

Pembuluh darah Perubahan endoktel Arteriosklerosis Jantung LVH Gagal Jantung PJK (penyakit Jantung Koroner) MCL Ginjal Gagal Ginjal Proteinnuria Otak TIA = Trans Iskemic Attack

2.

3.

4.

Yaitu karena tekanan darah terlalu tinggi jantung bekerja sangat keras dan otak kekurangan darah Stroke yaitu pembuluh darah ada yang pecah Mata Terjadi gangguan pengelihatan.

5.

4. Mengatasi masalah kasus diatas


Pengobatan Hipertensi a. Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi) Kandungan garam (Sodium/Natrium) Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ; - Jangan meletakkan garam diatas meja makan - Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan - Batasi konsumsi daging dan keju - Hindari cemilan yang asin-asin - Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium Kandungan Potasium/Kalium Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buahbuahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).

Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat; - Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan. - Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah. - Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.

Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan: Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam. Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi. Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol

yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari. Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu. Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk. Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda. Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kendalikan kadar kolesterol Anda. Kendalikan diabetes Anda. Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.

5. Apa saja yang harus dipersiapakan dalam melakukan Penkes? PENDIDIKAN KESEHATAN Batasan PENDIDIKAN: Segala upaya yang direncakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan.
INPUT PROSES OUT PUT

INPUT PROSES OUT PUT

: sasaran pendidikan (individu, kelompok, masyarakat), pendidik. : upaya yang direncakan untuk mempengaruhi orang lain : melakukan apa yang diharapkan/perilaku

PENDIDIKAN KESEHATAN: merupakan bagian dari keseluruhan upaya kesehatan (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif) yang menitikberatkan pada upaya untuk meningkatkan perilaku hidup sehat. Adalah upaya agar masyarakat berperilaku atau mengadopsikan perilaku kesehatan dengan cara persuasi, bujukan, himbauan, ajakan, memberi informasi, memberi kesadaran dan sebagainya. Upaya agara perilaku individu, kelompok dan masyarakat mempunyai pengaruh positif terhadap pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Secara konsep: penkes merupakan upaya mempengaruhi/mengajak orang lain (individu, keompok, masyarakat) agar berperilaku hidup sehat. Secara operasional: penkes adalah semua kegiatan untuk memberikan/ meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek masyarakat dalam memelihara dan meingkatkan kesehatannya.

(Blum, 1974) mengatakan bahwa status kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor, berdasarkan hirarkinya adalah sebagai berikut: 1. lingkungan (fisik, sosial, budaya) 2. perilaku 3. pelayanan kesehatan

4. herediter Pendidikan kesehatan merupakan bentuk intervensi utama terhadap perilaku, akan tetapi 3 faktor yang lain juga memerlukan intervensi pendidikan kesehatan.

OUT PUT pendidikan kesehatan adalah perilaku kesehatan, atau perilaku untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang kondusif.

Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan: 1. Pendidikan kesehatan pada aspek promotif 2. Pendidikan kesehatan pada aspek preventif 3. Pendidikan kesehatan pada aspek kuratif 4. Pendidikan kesehatan pada aspek rehabilitatif.

Tempat Pelaksanaan : 1. Pendidikan kesehatan pada keluarga 2. Pendidikan kesehatan pada sekolah 3. Pendidikan kesehatan pada tempat kerja 4. Pendidikan kesehatan pada tempat umum 5. Pendidikan kesehatan pada instansi pelayanan kesehatan.

Metode Pendidikan Kesehatan 1. individual a. bimbingan dan konseling b. wawancara 2. kelompok

a. kelompok besar: kegiatan cermah dan seminar b. kelompok kecil: diskusi kelompok, curah pendapat, bola salju, kelompok2 kecil, bermain peran (role play), simulasi, dsb. 3. massa a. ceramah umum b. pidato c. media (elektronik, cetak dan out door)

Media Media pendidikan adalah alat (saluran) yang digunakan untuk penyampaian pesan. Manusia menggunakan indra untuk berinteraksi dengan lingkungannya sehingga untuk mempengaruhi interaksi tersebut digunakanlah berbagai media. Semakin banyak indra yang digunakan untuk menerima suatu pesan maka akan semakin mudah pesan itu diterima/dipahami. Elgar Dale, membagi media dalam 11 macam sesuai dengan tingkatan intensitasnya

Tulisan Film Televisi

masing-masing.

Kata-kata Rekaman radio Fiel trip Pameran Demonstrasi Sandiwara Benda tiruan Benda Asli

Dari kerucut tersebut dapat dilihat bahwa lapisan paling bawah adalah benda asli dan yang palinga atas adalah kata-kata. Hal ini berarti dalamproses pendidikan, benda asli memiliki intensitas yang paling kuat/besar untuk mempersepsikan pesan yang disampaikan. Jenis media yang sering digunakan: a. media cetak booklet, leaftlet, flyer (selebaran), flip chart (lembar balik), rubrik, poster, foto, spanduk, umbul-umbul. b. media elektronik TV, radio, video, slide, film strip, dll c. media papan (billboard) poster, pamplet, baleho, dll d. media peraga alat tiruan seperti pantom, boneka, dami, dan instrumen lainnya. Atau benda asli. Analisis Perilaku Kesehatan Pengkajian Sebelum pendidikan kesehatan diberikan, lebih dulu dilakukan pengkajian/analisis terhadap kebutuhan pendidikan dengan mendiagnosis penyebab masalah kesehatan yang terjadi. Hal ini dilakukan dengan melihat faktor2 yang mempengaruhi perilaku kes. Lawrence Green (1980), perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor: 1. faktor pendukung (predisposing factors), mencakup: pengetahuan, sikap, tradisi, kepercayaan/keyakinan, sistem nilai, pendidikan, sosial ekonomi, dsb.

2. faktor pemungkin(enambling factors), mencakup: fasilitas kesehatan, mis: spal, air bersih, pembuangan sampah, mck, makanan bergizi, dsb. Termasuk juga tempat pelayanan kesehatan seperti RS, poliklinik, puskesmas, rs, posyandu, polindes, bides, dokter, perawat dsb. 3. faktor penguat (reinforcing factors), mencakup: sikap dan perilaku: toma, toga, petugas kes. Kebijakan/peraturan/UU, LSM.

Informasi tersebut dapat diperoleh melalui kegiatan : 1. Observasi 2. Wawancara 3. Angket/quesioner 4. Dokumentasi

Jenis informasi yang diperlukan dalam pengkajian antara lain: 1. pentingnya masalah bagi individu, kelompok dan masyarakat yang dibantu 2. masalah lain yang kita lihat 3. masalah yang dilihat oleh petugas lain 4. jumlah orang yang mempunyai masalah ini 5. kebiasaan yang dapat menimbulkan masalah 6. alasan yang ada bagi munculnya masalah tersebut 7. penyebab lain dari masalah tersebut.

Tujuan pengkajian 1. Untuk mengetahui besar, parah dan bahayanya masalah yang dirasakan. 2. Menentukan langkah tepat untuk mengatasi masalah. Memahami masalah

1. Mengapa muncul masalah 2. Siapa yang akan memecahkan masalah dan siapa yang perlu dilibatkan 3. Jenis bantuan yang akan diberikan

Prioritas masalah Disusun berdasarkan hirarki kebutuhan maslow:

Aktualisasi diri

Perencanaan Pengajaran

Harga diri

Langakah-langkah Membuat SAP dan Perencanaan Pengajaran Kasih sayang GBPP:


Aman / nyaman

Biologis / Fisiologi Merupakan rumusan tujuan dan pokok-pokok isi pendidikan. Di dalamnya tertulis

komponen-komponen sebagai berikut: 1. Tujuan Instruksional Umum (TIU) TIU atau tujuan akhir : berisi kompetensi umum yang diharapkan dapat dikuasi, didemonstrasikan, atau ditampilkan oleh individu/keluarga/masyarakat setelah selesai penyampaian satu pokok bahasan Rumusan penulisan TIU : kata kerja + objek (kompetensi) Contoh: setelah mengikuti materi ini, klien dapat : melakukan kata kerja perawatan lukan sendiri objek

2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) TIK atau tujuan pembelajaran: berisi kompetensi khusus yang akan dicapai oleh individu/ keluarga/masyarakat setelah mengikuti satu materi pendidikan. Kompetensi tersebut merupakan jabaran dari TIU. Berbeda dengan TIU, kompetensi pada TIK dimulai dengan jenjang yang lebih rendah dan lingkup yang lebih sempit. Rumusan dalam TIK mengandung 4 unsur: Sasaran + kata kerja dan objek + kondisi + tingkat penguasaan Contoh: Klien S + dapat menjelaskan konsep luka + minimal + 80% S kk o k tp

3. Topik atau Pokok Bahasan topik atau pokok bahasan merupakan judul yang mencerminkan isi materi pendidilkan yang konsisten dengan setiap TIK. Untuk menemukan pokok bahasan ini anda harus membaca unsur objek dalam TIK. Unsur objek dalam TIK menunjukkan pokok bahasan. TIK yang baik, hanya mengandung satu unsur objek. Contoh: KONSEP LUKA

4. Sub Pokok Bahasan. Sub pokok bahasan atau sub topik adalah sub judul yang mencerminkan rincian materi pendidikan yang konsisten dengan pokok bahasan. Contoh: 1. penegertian luka

2. penyebab luka, dst

5. Estimasi waktu yang dibutuhkan dalam mengajarkan materi setiap sub pokok bahasan. Estimasi waktu merupakan perkiraan waktu (dalam satuan menit) yang dibutuhkan pendidik untuk menyampaikan/mengajarkan materi pendidikan untuk setiap sub pokok bahasan. Estimasi waktu ini penting dilakukan untuk memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam penyampaian seluruh materi.

6. Sumber Kepustakaan. Merupakan buku-buku atau sumber materi lain (majalah, koran, jurnal, internet, dll) yang dijadikan referensi dalam setiap pokok bahasan atau sub pokok bahasan.

6.Bagaimana melakukan pendkes secara efektif dan efisien ? Bahasa yang dimengerti masyarakat tidak memakai bahasa medis , cara pemberian materi dengan lugas dan dapat dimengerti sehingga mudah dicerna.

BAB III Penutup A. Kesimpulan

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum di negara berkembang. Hipertensi yang tidak segera ditangani berdampak pada munculnya penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung (Congestif Heart Failure CHF), gagal ginjal (end stage renal disease), dan penyakit pembuluh darah perifer. Hipertensi sering disebut a silent killer sebab penderita hipertensi dapat saja tidak menunjukkan gejala hipertensi (asymptomatic) selama bertahuntahun dan tiba-tiba mendapat serangan stroke atau jantung yang fatal. Meskipun tidak ada pengobatan untuk keadaan ini, tetapi tindakan prevensi dan manajemen dapat dilakukan untuk mengurangi insidensi dan kekambuhan penyakit. Peningkatan kejadian penyakit kardiovaskuler (Cardiovasculer Disease CVD) pada 2 dekade terakhir menyebabkan deteksi dini dan kontrol hipertensi ditingkatkan. Penekanan pada perubahan gaya hidup (lifestyle) berperan penting baik untuk mencegah hipertensi primer maupun manajemen hipertensi.

B.Saran Makalah kami jauh dari kesempurana oleh karena itu kami mohon kritik dan saran demi kemajuan makalah kami dalam memperdalam ilmu kami