Anda di halaman 1dari 3

Harrison Randy B. C11111110 6. Jelaskan perbedaan metode siklus empirik dan metode linier?

Sebutkan ciri-ciri khususmetode keilmuan hermeneutika, kualitatif dan kuantitatif? a. Perbedaan metode siklus empirik dengan metode linear Metode Siklus-Empirik (1) Metode ini digunakan untuk ilmu yang disebut Naturwissenschaften atau ilmuilmu kealaman. (2) Metode siklus-empirik menunjukkan pada dua hal pokok yaitu siklus mengandaikan adanya suatu kegiatan yang dilaksanakan berulang-ulang dan siklus empirik yang menunjukkan pada sifat bahan yang diselidiki. (3) Metode siklus-empirik ini mencakup lima tahapan yakni observasi (berbuat lebih dari sekedar melakukan pengamatan biasa), induksi (dipermudah dengan menggunakan alat bantu matematik dalam merumuskan serta mengumpulkan data empirik), deduksi (data-data empirik diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang runtut), eksperimen (pernyataan yang telah dijabarkan diuji dengan verifikasi atau klasifikasi secara rasional), dan evaluasi (dilakukan evaluasi dari semua tahapan). Metode Linier (1) Metode ini digunakan untuk ilmu yang disebut Geiteswissenschaften atau ilmuilmu budaya atau Behavioral Science dan ilmu-ilmu sosial humanistik. (2) Metode linier mencakup tiga tahapan yakni persepsi (penangkapan data melalui indra), konsepsi (pengolahan data dan penyusunannya dalam suatu sistem), dan prediksi (penyimpulan sekaligus peramalan). b. Ciri-ciri khusus metode keilmuan hermeneutika, kualitatif dan kuantitatif Ciri-ciri metode keilmuan Hermeneutika: 1. Hermeneutika dibedakan dalam tiga jenis yaitu hermeneutika sebagai teori,hermenetika sebagai filsafat dan hermeneutika sebagai kritis.

2. Kriteria interpretasi dalam metode ini yaitu: interpretasi harus koheren, komprehensif,teliti, kentekstual, sugestif, dan potensial. 3. Hasil yang dicapai tidak lebih dari probality judgments.

Ciri-ciri Metode Kualitatif : 1. Metode kualitatif merupakan metode dengan konteks dan setting apa adanya atau alamiah (naturalistic), bukan melakukan eksperimen yang dikontrol secara ketat ataumemanipulasi variabel. 2. Metode ilmiah kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah manusia dan sosial dengan menginterpretasikan bagaimana subjek memperoleh makna dari lingkungan sekeliling dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi perilaku mereka, bukan mendeskripsikan bagian permukaan dari suaturealitas seperti yang dilakukan peneliti kuantitatif dengan positivismenya. 3. Agar peneliti bisa mendapatkan pemahaman mendalam bagaimana subjek memaknai realitas dan bagaimana makna tersebut mempengaruhi perilaku subjek, peneliti perlu melakukan hubungan yang erat dengan subjek yang diteliti. Untuk itu, bila perlu peneliti melakukan observasi terlibat ( participant observation). 4. Metode kualitatif tidak membuat perlakuan (treatment ), memanipulasi variabel, dan menyusun definisi operasional variabel. Untuk mencapai tujuan penelitian kualitatif,peneliti menggunakan teknik pengumpulan data tidak terbatas pada observasi danwawancara saja, tetapi juga dokumen, riwayat hidup subjek, karya-karya tulis subjek,publikasi teks, dan lain-lain. 5. Metode ilmiah kualitatif menggali nilai yang terkandung dari suatu perilaku. Metodekualitatif meyakini bahwa perilaku tidak mungkin bebas dari nilai yang dihayatiindividu yang diteliti. 6. Bersifat fleksibel, tidak terpaku pada konsep, fokus, teknik pengumpulan data yang direncanakan pada awal penelitian, tetapi dapat berubah di lapangan mengikuti situasidan perkembangan penelitian.

7. Metode kualitatif mendapatkan akurasi data dengan melakukan hubungan yang erat dengan subjek yang diteliti dalam konteks dan setting yang alamiah (naturalistic). Ciri-ciri Metode Kuantitatif 1. Prosedur kuantitatif lebih menunjukkan pada penggunaan prinsip-prinsip matematika-sistematika. 2. Metode keilmuan kuantitatif sangat mendasarkan pada pandangan positivistik, yangberakar dari filsafat positifisme A.Comte yang menghendaki penerapan metodologinatural sciences ke dalam social sciences. 3. Metode kuantitatif bertujuan menghasilkan suatu kebenaran. Benar secara prinsipkorespondensi antara materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebutdengan topik yang dituju oleh pernyataan tersebut. 4. Metode ilmiah kuantitatif merupakan sintesis antara berpikir rasional dan bertmpupada data empiris yang dikuantifikasikan. 5. Dititik beratkan pada penggunaan sarana berpikir statistic yang menggunakan prinsipprobabilitas dan lebih banyak menggunakan konsep distribusi normal.