Anda di halaman 1dari 2

Daun lebar dan daun sempit

Daun lebar Proses Proses: fotosintesi pada daun lebar sama seperti pada daun biasnya. Umumnya daun yang lebar lebih efektif untuk berfotosintesis. karna memiliki lebih banyak klorofil untuk berfotosintesis, tumbuhan berdaun lebar biasanya didaerah tropis. Proses evapotranspirasi (hilangnya air melalui daun-daun tanaman) meningkat dengan semakin luasnya permukaan daun. Fungsi: Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu, daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula. jumlah jaringan mesofil meningkat sehingga daun yang terbentuk menjadi lenih lebar dan tipis. Respon: Tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap dan teduh memiliki daun yang lebar agar dapat menangkap sinar matahari sebanyak mungki. Morfologi jenis memberikan respon terhadap intensitas cahaya juga terhadap naungan. Naungan memberikan efek yang nyata terhadap luas daun. Daun mempunyai permukaan yang lebih besar di dalam naungan daripada jika berada pada tempat terbuka. Jumlah luas daun menjadi penentu utama kecepatan pertumbuhan. Keadaan seperti ini dapat dilihat pada hasil penelitian dimana daun-daun yang mempunyai jumlah luas daun yang lebih besar mempunyai pertumbuhan yang besar pula. Tanaman berdaun lebar dan tebal akan kehilangan air lebih cepat dan membutuhkan air yang banyak. Pertumbuhn dan Perkembangan: Peningkatan lebar daun dimulai dari dasar daun kearah lateral sehingga mengelilingi meristem apeks yang berperan adalah pemula submarginal dengan pembelahan antiklinal secara berulang kali disebut meristem papan. di atas dasar daun, bakal daun berdiferensiasi menjadi tulang daun tengah dan dua helai daun. Tulang daun tengah bertambah tebal dengan pembelahan periklinal sehingga terjadi daerah meristem adaksial, begitu pun dengan tebalnya tangkai daun. Pertumbuhan awal daun sebetulnya dikarenakan adanya meristem papan yang selnya mengalami pembelahan interkalar yang tersebar secara acak dan menyebabkan bertambahnya ukuran daun lalu diikuti pertumbuhan apeks dan tepi daun. Pembelahan sel sering terjadi daerah bawah apical sehingga menyebabkan bagian bawah daun melebar. Pelebaran daun (bifacial/dorsoventral) terjadi bila meristem tepi daun aktif melakukan pembelahan sel.

Daun sempit Proses: tumbuhan berdaun sempit kurang efektif melakukan fotosintesis, karna kurang banyak memiliki klorofil, biasanya tumbuhan ini didaerah ekstrim seperti gurun pasir, tumbuhan kaktus contohnya, berfotosintesis dengan daunnya (duri) yg hanya sedikit memiliki klorofil Adapun pada daun yang mendapat sinar matahari akan mengandung sedikit air dan jumlah gulanya banyak, akibatnya akan cepat mengadakan respirasi dan fotosintesis, jaringan palisadenya berlapis-lapis, lapisan kutikula menebal sehingga terbentuk daun yang lebih tebal dan sempit, berwarna hijau Fungsi: Pada jenis yang sama, tanaman yang tumbuh di tempat ternaung umumnya memiliki kandungan klorofil lebih besar dan luas daun lebih lebar, sedangkan tanaman di tempat terbuka kandungan klorofilnya lebih kecil dan luas daunnya lebih sempit. Respon: Tanaman dengan daun yang kecil serta permukaan daunnya mengandung wax/lapisan lilin punya kecendrungan kehilangan air melalui transpirasi kecil dan membutuhkan sedikit air Pertumbuhan dan perkembangan: Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati. Dapat menyebabkan klorosis, ruas pada bagian pucuk lebih pendek, pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman tidak dapat sama sekali berbuah, pembentukan warna kuning diantara tulang daun.kemudian diikuti kematian pada jaringan daun, ukuran menjadi lebih kecil, sempit dan menebal.