Anda di halaman 1dari 6

Daun tebal Proses :

daun yang mendapat sinar matahari akan mengandung sedikit air dan jumlah gulanya banyak, akibatnya akan cepat mengadakan respirasi dan fotosintesis, sehingga daunnya menjadi lebih tebal menghijau, jaringan palisadenya berlapis-lapis, lapisan kutikula menebal sehingga terbentuk daun yang lebih tebal dan sempit, berwarna hijau. Fungsi:

Tanaman yang menerima cahaya diatas intensitas cahaya yang optimal daunnya menunjukkan lebih tebal dengan jumlah klorofil lebih kecil. Hal ini sesuai dengan pendapat Kramer dan Kozlowneski (1979) bahwa kandungan klorofil tanaman di bawah naungan lebih besar per satuan berat kering dibandingkan dengan tanaman yang terbuka, mampunyai daun yang lebih tebal, sehingga volumenya lebih besar per satuan luas. Adapun pada daun yang mendapat sinar matahari akan mengandung sedikit air dan jumlah gulanya banyak, akibatnya akan cepat mengadakan respirasi dan fotosintesis, sehingga daunnya menjadi lebih tebal menghijau, jaringan palisadenya berlapis-lapis, lapisan kutikula menebal sehingga terbentuk daun yang lebih tebal dan sempit, berwarna hijau. Respon:

Tanaman yang ditanam ditempat terbuka mempunyai daun yang lebih tebal daripada di tempat ternaung. Beberapa daun memiliki duri untuk melindungi diri, sementara daun lainnya tebal dan kuat untuk bertahan di udara dingin. Tanaman berdaun lebar dan tebal akan kehilangan air lebih cepat dan membutuhkan air yang banyak

Pertumbuhan dan perkembangan:

Daun tanaman yang terkena cahaya lebih kecil dan mesofilnya lebih tebal dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya.

Beberapa jenis tanaman yang ditanam pada bedengan dengan naungan sarlon mempunyai luas daun yang lebih besar daripada yang ditanam di bedengan tanpa naungan, hal ini membuktikan bahwa telah terjadi perubahan morfologi pada tanaman sebagai akibat dari perbedaan intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ducrey (1992) bahwa morfologi jenis memberikan respon terhadap intensitas cahaya juga terhadap naungan. Naungan memberikan efek yang nyata terhadap luas daun. Daun mempunyai permukaan yang lebih besar di dalam naungan daripada jika berada pada tempat terbuka. Fitter dan Hay (1992) mengemukakan bahwa jumlah luas daun menjadi penentu utama kecepatan pertumbuhan. Jumlah daun tanaman lebih banyak di tempat ternaung daripada di tempat terbuka. Jenis-jenis dipterocarpaceae memberikan respon terhadap perbedaan intensitas cahaya. Daun mempunyai permukaan yang lebih besar di dalam naungan daripada di tempat terbuka.

Naungan memberikan efek yang nyata terhadap luas daun. Tanaman yang ditanam ditempat terbuka mempunyai daun yang lebih tebal daripada di tempat ternaung.
Marjenah (2001) mengemukakan Jumlah daun tanaman lebih banyak di tempat ternaung daripada di tempat terbuka. Ditempat terbuka mempunyai kandungan klorofil lebih rendah dari pada tempat ternaung. Naungan memberikan efek yang nyata terhadap luas daun. Daun mempunyai permukaan yang lebih besar di dalam naungan daripada di tempat terbuka. Sedangkan tanaman yang tumbuh dari biji cabe dan letakan di tanah yang ada sinar matahari akan tumbuh lebih lambat ,memiliki daun yang tumbuh diantara kotiledon ,cepat menghijau dan tebal ,batangnya kuat dan akarnya banyak.hal ini terjadi karena pada daun yang tidak mendapat sinar matahari akan mengandung air lebih banyak sedangkan zat gula lebih sedikit.Akibatnya jumlah jaringan mesofil meningkat sehingga daun yang terbentuk menjadi lenih lebar dan tipis.adapun pada daun yang mendapat sinar matahari akan mengandung sediit air dan jumlah gulanya banyak ,akibatnya akan cepat mengdakan respirasi dan fotosintesis ,sengga daunnya menjadi lebih tebal dan menghijau,jaringan palisadenya berlapis-lapis ,lapisan kutikulanya menebal sehingga terbentuk daun yang lebih tebal dan sempit dan berwarna hijau.

Daun tipis Proses: fotosintesisnya lebih efisien

memiliki struktur sel-sel palisade kecil dan ukurannya tidak jauh berbeda dengan sel-sel bunga karang fungsi :

Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu, daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.
respon : Tumbuhan di hutan hujan biasanya memiliki daun yang sempit, dengan ujung tetes yang panjang dan tipis untuk membuang kelebihan air. Gunanya untuk memperbesar proses penguapan Pertumbuhan dan Perkembangan

Tanaman akan tumbuh baik pada tempat ternaungi karena helaian daun lebih tipis dan lebar, sehingga lebih enak untuk dimakan segar. Kekurangan cahaya matahari akan
mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan , meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain itu , kekurangan cahaya saat perkecambahan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan bewarna pucat (tidak hijau). Semua ini terjadi

dikarenakan tidak adanya cahaya sehingga dapat memaksimalkan fungsi auksin untuk pemanjangan sel-sel tumbuhan. Sebaliknya , tumbuhan yang tumbuh di tempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek , daun berkembang baik lebih lebar, lebih hijau , tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh. Temperatur yang terlalu tinggi akan menyebabkan daun tipis dan warnanya menjadi pucat dan pudar. Perubahan temperatur yang ekstrem menyebabkan tanaman aglaonema stress dan pertumbuhan akan terganggu. terjadi karena pada daun yang tidak mendapat sinar matahari akan mengandung air lebih banyak sedangkan zat gula lebih sedikit.Akibatnya jumlah jaringan mesofil meningkat sehingga daun yang terbentuk menjadi lenih lebar dan tipis.

Daun lebar dan daun sempit Daun lebar Proses:

daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan. Meningkatnya evapotranspirasi

(penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat. Berdaun besar lebih efektif untuk berfotosintesis, karna
memiliki lebih banyak klorofil untuk berfotosintesis, tumbuhan berdaun lebar biasanya didaerah tropis Fungsi:

Tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap dan teduh memiliki daun yang lebar agar dapat menangkap sinar matahari sebanyak mungkin. Akibatnya jumlah jaringan mesofil meningkat sehingga daun yang terbentuk menjadi lebih lebar dan tipis Respon:

morfologi jenis memberikan respon terhadap intensitas cahaya juga terhadap naungan. Naungan memberikan efek yang nyata terhadap luas daun. Daun mempunyai permukaan yang lebih besar di dalam naungan daripada jika berada pada tempat terbuka. Fitter dan Hay (1992) mengemukakan bahwa jumlah luas daun menjadi penentu utama kecepatan pertumbuhan. Keadaan seperti ini dapat dilihat pada hasil penelitian dimana daun-daun yang mempunyai jumlah luas daun yang lebih besar mempunyai pertumbuhan yang besar pula. Tanaman berdaun lebar dan tebal akan kehilangan air lebih cepat dan membutuhkan air yang banyak

Pertumbuhn dan Perkembangan:

Peningkatan lebar daun dimulai dari dasar daun kearah lateral sehingga mengelilingi meristem apeks yang berperan adalah pemula submarginal dengan pembelahan antiklinal secara berulang kali disebut meristem papan. di atas dasar daun, bakal daun berdiferensiasi menjadi tulang daun tengah dan dua helai daun. Pada daun yang bertangkai, tangkai berkembang di antara helai daun dan dasar daun. Tulang daun tengah bertambah tebal dengan pembelahan periklinal sehingga terjadi daerah

meristem adaksial, begitu pun dengan tebalnya tangkai daun. Pertumbuhan awal daun sebetulnya dikarenakan adanya meristem papan yang selnya mengalami pembelahan interkalar yang tersebar secara acak dan menyebabkan bertambahnya ukuran daun lalu diikuti pertumbuhan apeks dan tepi daun. Pembelahan sel sering terjadi daerah bawah apical sehingga menyebabkan bagian bawah daun melebar. Pelebaran daun (bifacial/dorsoventral) terjadi bila meristem tepi daun aktif melakukan pembelahan sel.

Daun sempit Proses:

Adapun pada daun yang mendapat sinar matahari akan mengandung sedikit air dan jumlah gulanya banyak, akibatnya akan cepat mengadakan respirasi dan fotosintesis, sehingga daunnya menjadi lebih tebal menghijau, jaringan palisadenya berlapis-lapis, lapisan kutikula menebal sehingga terbentuk daun yang lebih tebal dan sempit, berwarna hijau. kalau tumbuhan berdaun sempit kurang efektif melakukan fotosintesis, karna kurang banyak memiliki klorofil, biasanya tumbuhan ini didaerah ekstrim seperti gurun pasir, tumbuhan kaktus contohnya, berfotosintesis dengan daunnya (duri) yg hanya sedikit memiliki klorofil Fungsi:

Pada jenis yang sama, tanaman yang tumbuh di tempat ternaung umumnya memiliki kandungan klorofil lebih besar dan luas daun lebih lebar, sedangkan tanaman di tempat terbuka kandungan klorofilnya lebih kecil dan luas daunnya lebih sempit. Respon:

Kasperbauer dan Peaslee dalam Fitter dan Hay (1991:50) berturut-turut menunjukkan bahwa tanaman yang diberi perlakuan FR (dianalogikan untuk tanaman-tanaman di bagian tengan barisan) daun-daunnya lebih panjang, lebih sempit dan lebih ringan dengan stomata yang lebih sedikit dan klorophyl per unit luasan yang lebih sedikit. Tanaman dengan daun yang kecil serta permukaan daunnya mengandung wax/lapisan lilin punya kecendrungan kehilangan air melalui transpirasi kecil dan membutuhkan sedikit air

Pertumbuhan dan perkembangan:

Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati. Dapat menyebabkan

klorosis, ruas pada bagian pucuk lebih pendek, pembentukan bakal buah terhambat atau tanaman tidak dapat sama sekali berbuah, pembentukan warna kuning diantara tulang daun.kemudian diikuti kematian pada jaringan daun, ukuran menjadi lebih kecil, sempit dan menebal.

Tanaman dikotil dan monokotil Tanaman dikotil Proses

Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium. Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium. Pada tumbuhan dikotil, respirasi selain kambium intervasikuler yang membentuk xilem dan floem sekunder ada juga kambium gabus yang menghasilkan parenkima gabus dan lapisan gabus. Lapisan gabus akan menggantikan epidermis. Lapisan gabus terdiri atas sel-sel mati dan membantu melindungi batang. Kambium gabus, parenkima gabus, dan lapisan gabus akan mengelupas dan lepas sebagai bagian kulit. Akibatnya, timbul lubang-lubang di batang yang disebut lentisel. Lentisel memungkinkan sel-sel tetap hidup di dalam batang melalui pertukaran gas dengan udara luar. Pada tumbuhan dikotil, terdapat kambium yang membatasi pembuluh kayu dan pembuluh tapis Fungsi : Memacu perbesaran sel pada kotiledon dikotil (sitokinin). Pada tudung akar dikotil, antara ujung akar dengan kaliptra tidak terdapat batas yang jelas dan tidak memiliki titik tumbuh pada kaliptra tersebut. Respon: Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh dari cadangan makanan karena belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil makanan diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm. Pertumbuhan dan perkembangan Pertambahan besar diameter batang akibat kegiatan pembelahan jaringan kambium (titik tumbuh sekunder). Hanya terjadi pada tumbuhan dikotil. Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon berada di atas permukaan tanah. Biasanya terjadi pada tanaman dikotil. Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil. Pertumbuhan sekunder menyebabkan batang tumbuhan bertambah besar dan panjang. Pertumbuhan ini terjadi pada tumbuhan dikotil , hal ini disebakan karena tumbuhan dikotil memiliki dua meristem lateral yang berperan dalam pertumbuhan sekunder, yaitu kambium pembuluh dan kambium gabus. Kambium pembuluh ke arah dalam akan membentuk xilem primer sedangkan ke arah luar akan membentuk floem primer. Akibat adanya kambium, memungkinkan batang tumbuhan dikotil bertambah lebar dan terbentuknya lingkaran tahun pada batang.

Monokotil Proses pada tumbuhan monokotil, semua jaringan mesofil berbentuk bulat. di dalam kloroplas itu sendiri terdapat stroma dan grana. Fungsi :

pada tumbuhan monokotil, semua jaringan mesofil berbentuk bulat. di dalam kloroplas itu sendiri terdapat stroma dan grana. Pada tudung akar monokotil, antara ujung akar dan kaliptra terdapat batas yang jelas atau nyata dan mempunyai titik tumbuh tersendiri yang disebut kaliptrogen. Sel-sel kaliptra yang dekat dengan ujung akar mengandung butir-butir tepung yang disebut kolumela. Pada tumbuhan dikotil makanan diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm. Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon (biji) tetap berada di dalam tanah. Biasanya terjadi pada tanaman monokotil Respon Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh dari cadangan makanan karena belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil makanan diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm. Tapi pada tumbuhan monokotil, tidak terdapat kambium yang membatasi pembuluh kayu dan pembuluh tapis. Prtumbuhan dan perkembangan Tumbuhan monokotil yang tidak mempunyai kambium, tumbuh dengan cara penebalan. Tetapi pada umumnya, pertumbuhan terjadi karena adanya peningkatan banyaknya dan ukuran sel. Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon (biji) tetap berada di dalam tanah. Biasanya terjadi pada tanaman monokotil. pertumbuhan hipogeal terjadi pada tumbuhan monokotil (berkeping satu).

Akar tunggang dan serabut Akar tunggang Proses: Fungsi Respon Pertumbuhan dan perkembangan