Anda di halaman 1dari 14

Daftar Isi

Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Rumusan Masalah BAB II Pembahasan 2.1 Pengertian Limbah 2.2 Jenis-Jenis Limbah 2.2.1 Limbah Berdasarkan Jenis Senyawa 2.2.1.1 Limbah Organik 2.2.1.2 Limbah Anorganik 2.2.2 Limbah Berdasarkan Wujud 2.2.2.1 Limbah Cair 2.2.2.1.1 Limbah Cair Domestik 2.2.2.1.2 Limbah Cair Industri 2.2.2.1.3 Rembesan Dan Luapan 2.2.2.1.4 Air Hujan 2.2.2.2 Limbah Padat 2.2.2.2.1 Limbah Organik Mudah Membusuk 2.2.2.2.2 Limbah Organik Dan Anorganik Tak Membusuk 2.2.2.2.3 Sampah Abu 2.2.2.2.4 Sampah Bangkai Binatang 2.2.2.2.1 Sampah Sapuan 2.2.2.2.2 Sampah Industri 2.2.2.3 Limbah Gas 2.2.2.4 Limbah Suara 2.2.3 Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) 6 6 6 6 7 7 7 7 7 7 7 8 8 8 8 8 8 9 9 9 9 4 5 5 1 2

2.2.3.1 Sumbernya 2.2.3.2 Uji Karakteristik 2.2.3.3 Uji Toksikologi 2.2.3.4 Bentuk Fisiknya BAB III Uraian Kerja 3.1 Proses Pengerjaan BAB IV Penutup 4.1 Kesimpulan

10 10 10 10 11

15

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang


Limbah adalah sisa suatu usaha kegiatan dalam kehidupan manusia atau aktivitas alam yang mengganggu. Contoh usaha pembuatan tahu menimbulkan limbah berupa air asam, ampas kedelai, abu hasil pembakaran, dan lain-lain. Dalam konsentrasi dan kuantitas tertentu kehadiran limbah dapat berguna, namun jika berlebihan akan sangat merugikan dan merusak lingkungan terutama bagi kesehatan manusia. Suatu limbah belum tentu dikategorikan sebagai penyebab pencemaran lingkungan apabila kita dapat melakukan limbah itu dengan baik dan sesuai dengan dasar keilmuan. Akan tetapi, suatu limbah pun dapat menyebabkan pencemaran lingkungan ketika jumlah kandungan zat-zatnya sudah melebihi ambang batas kemampuan lingkungan untuk mendaur ulangnya. Kualitas limbah tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut. a. Volume limbah b. Kandungan bahan pencemar c. Frekuensi pembuangan limbah Adapun tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah, antara lain: a. Berukuran mikro. b. Dinamis. c. Berdampak luas (penyebarannya). d. Berdampak jangka panjang (antargenerasi).

1.2 Tujuan Di kehidupan kita sehari-hari kita selalu melakukan aktivitas yang diantaranya akan menghasilkan sisa dari suatu aktivitas atau usaha tersebut. Alam juga akan menghasilkan suatu aktivitas yang akan menghasilkan sisa. Sisa suatu aktivitas jika didiamkan begitu saja diantaranya ada yang akan mengganggu. Sisa dari suatu aktivitas tersebutlah yang disebut dengan limbah. Maka dari itu, untuk lebih mengenal tentang limbah dibuatlah makalah tentang limbah ini untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan limbah.

1.3 Rumusan Masalah 1. Mengenal pengertian limbah. 2. Mengetahui jenis-jenis limbah. 3. Melakukan identifikasi terhadap sumber-sumber limbah yang ada di sekitar tempat tinggal. 4. Mengenal jenis limbah yang ada di sekitar tempat tinggal. 5. Menguraikan karakteristik limbah yang ada di sekitar tempat tinggal. 6. Menguraikan dampak limbah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan yang terjadi disekitar tempat tinggal.

BAB II Pembahasan 2.1 Pengertian Limbah Limbah adalah sisa suatu usaha kegiatan dalam kehidupan manusia atau aktivitas alam yang mengganggu. Contoh usaha pembuatan tahu menimbulkan limbah berupa air asam, ampas kedelai, abu hasil pembakaran, dan lain-lain. Dalam konsentrasi dan kuantitas tertentu kehadiran limbah dapat berguna, namun jika berlebihan akan sangat merugikan dan merusak lingkungan terutama bagi kesehatan manusia. Tingkat keracunan yang ditimbulkan limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah. Suatu limbah belum tentu dikategorikan sebagai penyebab pencemaran lingkungan apabila kita dapat melakukan limbah itu dengan baik dan sesuai dengan dasar keilmuan. Akan tetapi, suatu limbah pun dapat menyebabkan pencemaran lingkungan ketika jumlah kandungan zat-zatnya sudah melebihi ambang batas kemampuan lingkungan untuk mendaur ulangnya. Keadaan tersebut terjadi karena kelalaian dan ketidak pedulian kita terhadap kondisi lingkungan. Limbah memiliki kualitas tertentu mengenai dampak yang dapat ditimbulkannya. Kualitas limbah tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut. a. Volume limbah b. Kandungan bahan pencemar c. Frekuensi pembuangan limbah Adapun tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah bergantung pada jenis dan karakteristik limbah, antara lain: a. Berukuran mikro. b. Dinamis. c. Berdampak luas (penyebarannya). d. Berdampak jangka panjang (antargenerasi). 2.2 Jenis-Jenis Limbah 2.2.1 Limbah Berdasarkan Jenis Senyawa 2.2.1.1 Limbah Organik Limbah organik adalah limbah yang mengandung unsur hidrokarbon, yaitu unsur hidrogen dan unsur karbon. Contohnya kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, sisa tumbuhan mati, dan lain-lain. Namun secara teknis sebagian orang mendefinisikan limbah organik sebagai limbah yang berasal dari makhluk hidup (alami) dan sifatnya mudah membusuk. Artinya, bahanbahan organik alami sulit membusuk/terurai, seperti kertas dan bahan organik sintetis sulit membusuk, seperti plastik dan karet tidak termasuk dalam limbah organik.

2.2.1.2 Limbah Anorganik Limbah anorganik adalah limbah yang selain mengandung zat-zat kimia anorganik, juga mengandung zat-zat kimia organik yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Contoh limbah anorganik, yaitu besi bekas, pecahan kaca, plastik, kaleng bekas, kertas dan sisa pemupukan (mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan unsur sintetis lainnya). Limbah anorganik tidak dapat dibiarkan begitu saja karena sulit diuraikan secara alami oleh organisme, tetapi harus ada usaha untuk mendaur ulangnya. 2.2.2 Limbah Berdasarkan Wujud 2.2.2.1 Limbah Cair Limbah cair adalah segala jenis limbah yang berwujud cair, berupa air beserta bahan-bahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam air. 2.2.2.1.2 Limbah Cair Domestik Limbah cair domestik, yaitu limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan rumah tangga, restoran, ataupun penginapan. Limbah yang termasuk jenis ini, diantaranya air bekas mandi, air cucian pakaian dan peralatan makan, tinja, dan sisa makanan yang berwujud cair. Air bekas mandi atau bekas cucian merupakan limbah cair yang paling berbahaya karena mengadung senyawa-senyawa penyusunan sabun yang cukup sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme. 2.2.2.1.2 Limbah Cair Industri Limbah cair industri, yaitu limbah cair hasil buangan industri. Contohnya adalah air sisa cucian daging, buah, atau sayur dari industri pengolahan makanan dan dari sisa pewarnaan kain/bahan dari industri tekstil. 2.2.2.1.3 Rembesan Dan Luapan Rembesan dan luapan, yaitu limbah cair yang besaral dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau melalui luapan dari permukaan. Air limbah dapat merembes ke dalam saluran-saluran pembuangan melalui pipa yang rusak, pecah, atau bocor, sedangkan luapan dapat terjadi melalui bagian saluran yang membuka atau terhubung ke permukaan. Contoh limbah cair yang dapat merembes dan meluap ke dalam saluran pembuangan limbah cair adalah air buangan dari talang atap, pendingin ruangan (AC), tempat parkir, halaman, bangunan perdagangan dan industri, serta pertanian atau perkebunan. 2.2.2.1.4 Air Hujan Saat ini, penggunaan bahan bakar fosil sudah semakin banyak sehingga semakin banyak dihasilkan zat-zat pencemar udara, seperti gas karbon dioksida, gas amonia, gas asam sulfat, dan lain-lain. Akibat dari tercemarnya udara di atmosfer, maka air hujan yang terjadi akan mengandung zat-zat tersebut. Kita pernah mendengar istilah hujan asam, yaitu hujan yang 5

kandungan airnya memiliki pH yang rendah sehingga bersifat asam dan korosif. 2.2.2.2 Limbah Padat Limbah padat merupakan salah satu limbah yang paling banyak terdapat lingkungan. Biasanya limbah padat disebut sebagai sampah. Bentuk, jenis, dan komposisi limbah padat sangat dipengaruhi oleh taraf hidup masyarakat dan kondisi alam, sedangkan jumlahnya sangat dipengaruhi oleh kepadatan penduduk. Umumnya, semakin padat populasi di suatu daerah, akan semakin besar pula produksi limbah padatnya. Secara umum, klasifikasi limbah padat (sampah) menurut istilah teknis ada 6 (enam) kelompok, sebagai berikut. 2.2.2.2.1 Limbah Organik Mudah Membusuk Limbah organik yang berwujud padat dan mudah membusuk diantaranya sampah sisa makanan, sampah sayuran, kulit buah-buahan, sampah dedaunan, dan masih banyak lainnya. Limbah jenis ini merupakan sampah yang dapat dijadikan untuk pupuk kompos. 2.2.2.2.2 Limbah Organik dan Anorganik Tak Membusuk Limbah padat organik juga ada yang tidak mudah membusuk, diantaranya sampah kertas, kain, batang kayu, karet, dan lain-lain. Sampah organik padat ini tidak dapat disimpan begitu saja, karena akan menyita ruangan sehingga harus dilakukan pengolahan, misalnya pendaur ulangan. Adapun sampah padat anorganik sudah pasti sulit untuk membusuk karena tersusun atas unsur-unsur jenis logam. Sampah jenis ini agak sulit untuk diolah secara biasa, tetapi memerlukan perlakuan dan keahlian khusus. Jenis sampah anorganik padat, misalnya besi-besi tua, sampah kaleng, dan lain-lain. 2.2.2.2.3 Sampah Abu sampah abu, yaitu limbah padat yang berupa abu, biasanya hasil pembakaran. Sampah ini mudah terbawa angin karena ringan dan tidak mudah membusuk. 2.2.2.2.4 Sampah Bangkai Binatang Sampah bangkai binatang, yaitu semua limbah yang berupa bangkai binatang, seperti tikus, ikan, dan binatang ternak yang mati. Limbah ini relatif kecil jumlahnya, tetapi jika terjadi bencana alam sampah ini akan bermasalah karena mudah busuk dan bau. 2.2.2.2.5 Sampah Sapuan Sampah sapuan, yaitu limbah padat hasil sapuan jalanan yang berisi berbagai sampah yang tersebar di jalanan, seperti dedaunan, kertas, dan plastik.

2.2.2.2.6 Sampah Industri Sampah industri, yaitu semua limbah padat yang berasal dari buangan industri. Komposisi sampah ini tergantung dari jenis industrinya. Semakin banyak industri yang berdiri, akan semakin besar dan beragam sampahnya. 2.2.2.3 Limbah Gas Limbah gas merupakan limbah yang keberadaannya ada di udara sekitar atau di lapisan atmosfer bumi kita. Saat ini, penyumbang limbah gas paling besar dihasilkan dari pembakaran bahan bakar minyak bumi, seperti bensin, solar, minyak tanah, dan lain-lain. Limbah gas yang paling banyak dihasilkan dari proses kehidupan adalah gas karbon dioksida (CO2). Gas karbon dioksida ini merupakan salah satu penyebab terbesar atas terjadinya pemanasan global atau global warming. Pada umumnya, jenis limbah gas yang ada di udara terdiri dari berbagai macam senyawa kimia. Beberapa macam limbah gas tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel Beberapa Macam Limbah Gas yang Umumnya Ada di Udara No Jenis Keterangan . 1. Karbon monoksida Gas tidak berwarna, tidak berbau (CO) 2. Karbon dioksida (CO2) Gas tidak berwarna, tidak berbau 3. Nitrogen oksida (NO) Gas berwarna dan berbau 4. Sulfur oksida (SO) Tidak berwarna dan berbau tajam 5. Asam klorida (HCl) Berupa uap 6. Amonia (NH3) Gas tidak berwarna, berbau 7. Metana (CH4) Gas berbau 8. Hidrogen fluorida (HF) Gas tidak berwarna 9. Nitrogen Sulfida (NS) Gas berbau 10. Klorin (Cl2) Gas berbau 2.2.2.4 Limbah Suara Limbah suara adalah limbah yang berupa gelombang bunyi yang merambat di udara. Limbah suara dapat dihasilkan dari mesin kendaraan, mesin-mesin pabrik, peralatan elektronik (seperti televisi dan radio), dan sumber-sumber lainnya. Kadar limbah suara yang dapat ditoleransi untuk kita adalah 80 dB. 2.2.3 Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Definisi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menurut PP RI No. 18/1999 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun adalah sisa suatu kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, yang karena sifat dan/atau konsentrasinya, baik secara langsung maupun tak langsung merusak lingkungan hidup, kesehatan, maupun manusia. 7

Limbah B3 dapat diidentifikasikan sebagai berikut. 2.2.3.1 Sumbernya Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dibagi ke dalam 3 jenis, yaitu limbah B3 dengan sumber spesifik, limbah B3 dengan sumber tidak spesifik, dan limbah B3 dengan sumber bahan kimia tumpahan, kadaluarsa, bekas kemasan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifik. 2.2.3.2 Uji Karakteristik Menurut PP RI No. 18/1999 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) bahwa suatu uji yang dilakukan di laboratorium, jika limbah mengandung salah satu atau lebih sifat dan/atau salah satu atau lebih pencemar yang melebihi ambang batasnya dapat dikategorikan sebagai limbah B3. Sifat-sifat tersebut sebagai berikut. 1) Mudah meledak, yaitu limbah B3 yang mengandung bahan-bahan yang mudah meledak pada suhu dan tekanan standar (25C, 760 mmHg). 2) Mudah terbakar. 3) Bersifat reaktif. 4) Beracun berdasarkan TCLP (Toxicity Characteristic Leaching Prosedure). 5) Bersifat korosif. 6) Menyebabkan infeksi. 2.2.3.3 Uji Toksikologi 1) Sifat akut, yaitu uji hayati untuk mengukur hubungan dosis respon antara limbah dengan heewan uji, untuk menetapkan nilai LD50. 2) Sifat kronik, yaitu uji toksik, mutagenik, karsinogenik, teratogenik, dan lain-lainnya dengan cara mencocokan zat pencemar yang ada dalam limbah berdasarkan pertimbangan faktor-faktor tertentu. 2.2.3.4 Bentuk Fisiknya Limbah B3 dapat diidentifikasikan berdasarkan sifat racunnya (toksin). Sifat-sifat racun dari limbah B3 dapat digolongkan sebagai berikut. a) Bentuk padat. b) Bentuk cair. d) Bentuk gas. Untuk mengatasi dan mengurangi bahaya yang ditimbulkan oleh limbah B3 ini, maka dapat dilakukan 3 cara penanganan yang sangat sederhana, yaitu reduce, pengurangan jumlah limbah B3 yang dihasilkan. Reuse, penggungaan ulang limbah B3 yang dihasilkan. Terakhir recycle, melakukan pendaur ulangan limbah B3.

Bab III Uraian Kerja 3.1 Proses Pengerjaan 1. Melakukan identifikasi terhadap sumber-sumber limbah yang ada di sekitar tempat tinggal. Sumber-sumber limbah yang ada di sekitar tempat tinggal kami yaitu : a. Limbah rumah tangga, yaitu limbah suatu kegiatan yang berada di rumah-rumah. Contoh : Sisa makanan, air bekas mandi dan air cucian, dan lain-lain. b. Limbah peternakan, yaitu limbah yang dihasilkan atau disisakan oleh hewan ternak dan biasanya berada di dalam kandang. Contoh : Kotoran ternak dan sisa makanan ternak. c. Limbah sapuan, yaitu limbah hasil sapuan yang berisi berbagai sampah yang tersebar. Contoh : Kertas, plastik dan dedaunan. d. Limbah alam sekitar, yaitu limbah yang dihasilkan oleh alam. Contoh : Sisa tumbuhan yang mati, kayu yang lapuk, dedaunan, air hujan asam, dan lain-lain. 2. Menguraikan karakteristik limbah yang ada di sekitar.

Pembuangan air rumah tangga - Cair - Warna hitam / abu - Berbau tajam - Limbah cair domestik

Air Buangan Pabrik - Cair - Limbah Pabrik

Air cucian - Cair - Berbusa/berbuih - Limbah cair domestik

Kotoran hewan - Cair - Berbau tajam - Lembek - Limbah cair domestik

Air hujan asam - Cair - Bersifat korosif

Kulit kacang - Padat - Limbah organik mudah membusuk

Kulit Buah - Padat - Limbah organik mudah membusuk

Sisa Tumbuhan yang mati - Padat - Limbah organik mudah membusuk

Sampah kayu

Botol plastik bekas 10

- Padat - Limbah anorganik tak membusuk

- Padat - Limbah anorganik tak membusuk

Karet ban bekas - Padat - Elastis - Limbah anorganik tak membusuk

Kain bekas - Padat - Limbah anorganik tak membusuk

Kaleng bekas kemasan - Padat - Limbah anorganik tak membusuk

Seng bekas - Padat - Limbah anorganik tak membusuk

Pecahan kaca - Padat - Limbah anorganik tak membusuk

Sampah plastik - Padat - Limbah anorganik tak membusuk - Limbah sapuan

11

Sampah kertas - Padat - Limbah organik tak membusuk - Limbah sapuan

Sampah dedaunan - Padat - Limbah organik mudah membusuk - Limbah sapuan

Abu hasil pembakaran - Padat - Berbentuk butiran - Warna abu-abu - Limbah abu

Arang hasil pembakaran - Padat - Warna hitam - Limbah organik tak membusuk

3. Dampak limbah bagi kesehatan dan lingkungan a. Dapat menyebabkan diare. b. Pernafasan terganggu, seperti batuk dan pilek, karena debu dan baunya. c. Dapat menyebabkan gatal-gatal. d. Lingkungan menjadi tercemar. e. Menyebabkan polusi. f. Tidak enak dipandang. g. Sedikitnya kehidupan di lingkungan tersebut.

12

Bab IV Penutup 4.1 Kesimpulan Limbah adalah sisa suatu usaha kegiatan dalam kehidupan manusia atau aktivitas alam yang mengganggu. Dalam konsentrasi dan kuantitas tertentu kehadiran limbah dapat berguna, namun jika berlebihan akan sangat merugikan dan merusak lingkungan terutama bagi kesehatan manusia. 1. Berdasarkan Jenis Senyawa a. Limbah organik b. Limbah anorganik 2. Berdasarkan Wujud c. Limbah cair 1) Limbah cair domestik 2) Limbah cair industri 3) Rembesan dan luapan 4) Air hujan d. Limbah padat 1) Sampah industri 2) Limbah organik mudah membusuk 3) Limbah organik dan anorganik tak membusuk 4) Sampah abu 5) Sampah bangkai binatang 6) Sampah sapuan e. Limbah gas f. Limbah suara 3. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dampak limbah bagi kesehatan dan lingkungan a. Dapat menyebabkan diare. b. Pernafasan terganggu, seperti batuk dan pilek, karena debu dan baunya. c. Dapat menyebabkan gatal-gatal. d. Lingkungan menjadi tercemar. e. Menyebabkan polusi. f. Tidak enak dipandang. g. Sedikitnya kehidupan di lingkungan tersebut.

13